PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Implementasi aplikasi SIMKAH online dalam tertib administrasi pencatatan perkawinan di KUA Wilayah Kerja Kecamatan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur telah dimulai sejak akhir tahun 2018. Mengingat potensi jumlah penduduk muslim yang sangat besar dan angka perkawinan yang sangat tinggi, maka penerapan aplikasi SIMKAH berbasis web atau online dalam Pencatatan Nikah tetap harus digalakkan.
Identifikasi, Batasan dan Rumusan Masalah
- Identifikasi Masalah
- Batasan Masalah
- Rumusan Masalah
Bagaimana praktik penggunaan aplikasi SIMKAH online dalam tertib administrasi pencatatan perkawinan di KUA wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Seberapa efektifkah penggunaan aplikasi SIMKAH online dalam tertib administrasi pencatatan perkawinan di KUA wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
Hasil kajian penelitian ini diharapkan dapat memberikan penguatan teori baik sebagai antitesis maupun sintesa terhadap penelitian terdahulu atau penelitian tambahan yang relevan. Bagi pembaca dan masyarakat umum, diharapkan hasil kajian penelitian ini dapat memberikan manfaat mengenai perlunya pencatatan perkawinan yang terintegrasi dengan teknologi informasi yang mempunyai implikasi praktis dalam penyelesaian permasalahan hukum.
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
- Ruang Lingkup Penelitian
- Setting Penelitian
Alasan peneliti memilih sepuluh sampel KUA ini sebagai setting penelitian karena sepuluh KUA tersebut mampu mewakili lima puluh persen dari dua puluh KUA yang ada. Selain itu, kesepuluh KUA tersebut juga dapat mewakili karakteristik yang heterogen di Kabupaten Lombok Timur, seperti jarak wilayah dari pusat ibu kota, kondisi geografis masing-masing wilayah, akses internet yang berbeda satu sama lain, ketersediaan infrastruktur yang berbeda-beda. , satu sama lain, dan ketersediaan sumber daya manusianya juga berbeda-beda.
Penelitian Terdahulu yang Relevan
Efektivitas Sistem Informasi Manajemen Perkawinan (SIMKAH) Dalam Implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Di KUA Kabupaten Mejobo Kudus", Yudisia, Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, Vol. Penelitian terdahulu hanya fokus pada pembahasan perkawinan layanan pendaftaran melalui SIMKAH berbasis Desktop (E-KUA) di KUA Kabupaten.
Kerangka Teori
- Teori Efektivitas Hukum
- Konsep SIMKAH Online
- Konsep Pencatatan Pernikahan
Ayat-ayat Al-Qur’an secara tegas dan tekstual tidak pernah mengatur tentang kewajiban pencatatan perkawinan. Lebih lanjut, pencatatan perkawinan juga diatur dalam Kompilasi Hukum Islam Bab II tentang pokok-pokok perkawinan Pasal 5 Ayat (1) dan (2) yang berbunyi:.
Metode Penelitian
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Sumber Data Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Data
Dalam hal ini peneliti memaparkan efektivitas penggunaan aplikasi SIMKAH online untuk pencatatan perkawinan yang ditangani oleh sepuluh KUA kecamatan wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Data yang ingin peneliti peroleh melalui kegiatan observasi atau observasi ini berkaitan dengan: a) ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sepuluh KUA kecamatan di Kabupaten Lombok Timur dan b) bagaimana kinerja operator dengan menggunakan SIMKAH Online aplikasi yang diterapkan di sepuluh KUA oleh operatornya. Data yang ingin peneliti peroleh dari informan melalui wawancara mendalam adalah terkait dengan praktik penggunaan aplikasi SIMKAH Online untuk pencatatan nikah di sepuluh KUA kecamatan di Lombok Timur, faktor pendukung dan penghambat yang dialami dalam penerapan aplikasi tersebut. dan sejauh mana efektivitas penerapan penerapannya.
Data yang dikumpulkan oleh peneliti di lapangan diperoleh melalui beberapa teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, wawancara dan teknik dokumentasi. Data-data yang diperoleh peneliti di lapangan kemudian dianalisis dan kemudian disajikan dalam bentuk CW (Catatan Wawancara), CO (Catatan Observasi) dan CD (Catatan Dokumentasi).
Sistematika Pembahasan
Teknik triangulasi dibedakan menjadi empat model, yaitu triangulasi dengan sumber, triangulasi dengan metode, triangulasi dengan peneliti atau pengamat lain, dan triangulasi dengan teori. Ringkasan wilayah kerja KUA Kecamatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur; b) Rangkuman jumlah perkawinan di sepuluh KUA kecamatan lokasi penelitian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur; dan c) Penyajian data penelitian terkait implementasi aplikasi SIMKAH Online, faktor penghambat dan efektivitas implementasinya dalam tertib penyelenggaraan pencatatan perkawinan di sepuluh kecamatan KUA. Dalam bab ini peneliti menjelaskan data-data yang ditemukannya selama proses penelitian dan yang mengarah pada temuan tersebut.
Selanjutnya data hasil penelitian diuraikan secara dialogis disertai analisis tajam disertai analisis tajam sesuai dengan teori yang telah ditetapkan sebelumnya untuk memperoleh hasil interpretasi. Dalam bab ini peneliti menarik kesimpulan yang lebih luas dengan implikasi baik teoritis maupun praktis, kemudian menyampaikan serangkaian saran atau rekomendasi kepada pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini.
PRAKTEK PENGGUNAAN SIMKAH ONLINE DALAM
Deskripsi Profil Singkat Lokasi Penelitian di KUA Kecamatan
- Profil Singkat Kabupaten Lombok Timur
- Profil KUA Kecamatan Wilayah Kerja Kementerian Agama
- Profil Singkat Sepuluh KUA Kecamatan Wilayah Kerja
Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar peta wilayah administrasi Kabupaten Lombok Timur di bawah ini. Lebih jelasnya mengenai nama kecamatan, ibu kota dan jumlah penduduk di Kabupaten Lombok Timur dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Kabupaten Lombok Timur saat ini mempunyai 21 wilayah administrasi setingkat kecamatan, dimana penambahan satu wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Lenek terjadi pada tahun 2018 yang berasal dari pemekaran Kecamatan Aikmel.
Profil Singkat Sepuluh KUA Kelurahan Wilayah Kerja Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur, Lokasi Kemenag Kabupaten Lombok Timur, Tempat Penelitian. Rangkuman data jumlah perkawinan di sepuluh kecamatan lokasi penelitian KUA wilayah kerja kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur.
Data Rekap Jumlah Nikah di Sepuluh Lokasi Penelitian KUA
- Jumlah Peristiwa Nikah Tahun 2018
- Jumlah Peristiwa Nikah Tahun 2019
Selanjutnya jika dilihat dari jumlah perkawinan di setiap KUA setiap bulannya, grafiknya menunjukkan kenaikan dan penurunan. Jumlah peristiwa perkawinan di sepuluh Lokasi Penelitian KUA Kecamatan Kantor Wilayah Kerja Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur selama tahun 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Dari rangkuman jumlah acara perkawinan di sepuluh KUA Kelurahan sepanjang tahun 2019 di atas, terlihat bahwa rekor jumlah perkawinan tertinggi terdapat di tiga KUA Kelurahan yaitu Masbagik, Selong dan Aikmel, sedangkan terendah Angka tersebut masih berada di KUA Kecamatan Sembalun.
Selain itu, jika dilihat dari jumlah pernikahan di setiap KUA setiap bulannya menunjukkan grafik yang meningkat dan menurun. Hal ini wajar karena sejak tahun 2018 penggunaan atau implementasi aplikasi SIMKAH online sudah diterapkan pada administrasi pencatatan nikah reguler di KUA kabupaten se-Kabupaten Lombok Timur.
Paparan Data Hasil Penelitian
- Penerapan Aplikasi SIMKAH Online dalam Tertib
- Faktor-faktor Penghambat Penggunaan Aplikasi SIMKAH
- Efektivitas Penggunaan Aplikasi SIMKAH Online dalam
Peralatan yang Disiapkan di SIMKAH Online Penggunaan aplikasi SIMKAH (online) berbasis web telah diterapkan di KUA Kecamatan Selong. Kemudian Kepala KUA Kecamatan Sikur memberikan jawaban mengenai simulasi penggunaan aplikasi web SIMKAH (online) dalam penyelenggaraan pernikahan rutin sebagai berikut. 94. mengurus berkas administrasi perkawinan bagi warganya, memberikan jawaban mengenai penerapan aplikasi SIMKAH online sebagai berikut.
Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur memberikan tanggapan berikut terkait penerapan aplikasi SIMKAH online. Efektivitas penggunaan aplikasi SIMKAH online dalam tertib administrasi pencatatan perkawinan di sepuluh KUA kecamatan. Penyelenggaraan pencatatan perkawinan di sepuluh KUA kecamatan. Lebih lanjut, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Sukamulia memberikan tanggapan sebagai berikut mengenai efektivitas penerapan aplikasi SiMKAH online.
Implementasi aplikasi SIMKAH online dalam tertib administrasi pencatatan perkawinan di sepuluh kantor KUA wilayah kerja kabupaten.
Penerapan Aplikasi SIMKAH Online dalam Tertib Aministrasi
- Peraturan Hukum tentang Pelayanan Publik dalam
- Penerapan Aplikasi SIMKAH Online sebagai Sarana
Salah satu fungsi SIMKAH di Wilayah Kerja KUA Kecamatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur adalah sebagai alat penegakan hukum keluarga. Terkait hukum keluarga, keberadaan SIMKAH online di KUA Kecamatan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur sangat bermanfaat dalam beberapa hal. Faktor penghambat penggunaan aplikasi SIMKAH online dalam penyelenggaraan pencatatan perkawinan secara berkala di sepuluh KUA kecamatan.
Kurangnya sarana dan prasarana di Kantor Wilayah Kerja KUA Kecamatan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan kapasitas dan prasarana pelaksanaan SIMKAH di kantor wilayah kerja KUA kecamatan di kabupaten Lombok Timur. Implementasi aplikasi SIMKAH online dalam tertib penyelenggaraan pencatatan perkawinan telah dilaksanakan dengan baik di sepuluh kecamatan kantor KUA wilayah kerja Kementerian Agama di kabupaten Lombok Timur sebagai lokasi penelitian.
Perangkat komputer dapat mengakses aplikasi SIMKAH online di kantor KUA Kabupaten Suralaga yang dikunjungi peneliti pada tanggal 5 Juli 2020.
Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Penggunaan
Efektivitas Penggunaan Aplikasi SIMKAH Online dalam Tertib
Dalam konteks ini, penggunaan aplikasi SIMKAH online dapat dikatakan efektif jika memenuhi beberapa kriteria seperti: 1) cepat, 2) akurat dan 3) aman dalam tertib administrasi pencatatan perkawinan di sepuluh sub KUA. -kabupaten dalam wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Untuk mengoperasikan atau mensimulasikan program aplikasi SIMKAH Online di setiap KUA Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur terdiri dari tiga tahap, yaitu:. Mengenai simulasi penggunaan aplikasi SIMKAH online dalam tertib administrasi perkawinan di Kantor Wilayah Kerja KUA Kecamatan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, salah satu pimpinan KUA Selong mengatakan.
Simulasi penggunaan aplikasi SIMKAH berbasis web (online) dilaksanakan di KUA Kabupaten Suralaga seperti yang disampaikan oleh Ketua KUA Kabupaten Suralaga bahwa,. Dari uraian hasil wawancara dengan sejumlah informan di atas mengenai simulasi penggunaan aplikasi SIMKAH berbasis web (online) di sepuluh KUA kecamatan di Kabupaten Lombok Timur sebagai berikut. Salah satu faktor utama penghambat penerapan aplikasi SIMKAH online yang dialami seluruh KUA Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur adalah terbatasnya peralatan infrastruktur yang mendukung penerapan tersebut.
Sosialisasi penerapan aplikasi SIMKAH online di KUA kecamatan. SIMKAH Online sebagai media pelayanan administrasi perkawinan di seluruh KUA kecamatan termasuk di wilayah Kabupaten Lombok Timur harus dikorelasikan dengan kemampuan penyediaan data dan. Beberapa faktor penghambat penggunaan aplikasi SIMKAH online dalam tertib administrasi pencatatan perkawinan di sepuluh KUA kecamatan tempat penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut. Program SIMKAH Online di Kecamatan KUA Kabupaten Lombok Timur telah menerapkan program ini yang memudahkan proses verifikasi data calon pengantin.
Kesimpulan
SIMKAH online meliputi: jaringan wifi atau internet yang lambat, kurangnya operator khusus, kurangnya perangkat pendukung lengkap lainnya, dan b) kendala teknis terkait fitur-fitur dalam aplikasi dan terkait dengan permasalahan administrasi berkas kependudukan yang dimiliki peserta. atas surat wasiat perkawinan atau warisan. Permasalahan berkas administrasi kependudukan ini memang bisa dikatakan sebagai permasalahan klasik yang tentunya erat kaitannya dengan budaya hukum dan literasi masyarakat Sasak yang masih kental dengan budaya Meraric dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Namun, secara bertahap hambatan-hambatan ini mungkin dapat diatasi oleh petugas KUA dan pemangku kepentingan lainnya agar dapat memahami pentingnya budaya taat hukum.
Implikasi Teoritis
Dampak positif dari penerapan aplikasi SIMKAH online ini adalah benar-benar mampu menertibkan penyelenggaraan perkawinan yang seluruhnya dilakukan secara online, cukup berhasil dalam menekan perkawinan di bawah umur, menekan perkawinan klandestin/sirri, mengurangi angka perkawinan di luar nikah. -perceraian di pengadilan, pemberantasan manipulasi status pribadi, pemberantasan poligami yang tidak sah, pemberantasan kekerasan dalam rumah tangga dan pemberantasan kekerasan terhadap anak.
Saran
Peneliti (kiri) melakukan wawancara dengan Kepala KUA (kanan) di Kantor KUA Kabupaten Suralaga pada tanggal 5 Juli 2020. Peneliti (kiri) melakukan wawancara dengan Operator KUA (kanan) di Kantor KUA di Kabupaten Suralaga pada tanggal 5 Juli 2020 Peneliti (kanan) melakukan wawancara dengan Operator KUA (tengah) dan warga menggunakan aplikasi SIMKAH (kanan) di kantor KUA Kecamatan Masbagik, pada tanggal 30 Juli 2020.
Peneliti (kiri) melakukan wawancara dengan ketua KUA (kanan) di kantor KUA distrik Aikmel pada tanggal 3 Agustus 2020. Peneliti (kanan) melakukan wawancara dengan operator KUA (kiri) di kantor KUA distrik Aikmel pada 3 Agustus 2020.