Dokumen Penjualan
Topik 5 Demonstrasi Kontekstual Filososfi
Guru miminta siswa untuk menjelaskan unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks Report Komunikatif HOTS Level 2-C3.. Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis
N/A
Dalam artikel jurnal disebutkan bahwa buku teks Bahasa Inggris menunjukkan sebagian besar isi dari buku teks sesuai dengan KI dan KD kurikulum 2013, jika dilihat dari tahun terbit
N/A
Implikasi Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai jurnal di atas, maka para penyelenggara pendidikan dan pengembang kurikulum dimulai dari pemerintah, sekolah, sampai guru, jangan
N/A
Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah disebutkan dan penjelasan mengenai kesiapan dan kompetensi dari seorang guru, dapat disimpulkan bahwa kompetensi dan kesiapan guru dalam
N/A
Dalam hadits yang sangat populer di kalangan para santri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ـ ملسمويراخبلاهاور ِنْيِدلا ْيِفُهْهِقَفُيا ًرْي َخِهِبُاِد ِرُي ْنَم
N/A
Daun alpukat memiliki kandungan fitokimia berupa fenolik dan flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan alami. Maserasi menggunakan etanol 96% dan hasil ekstrak yang didapat diuji fitokimia dan uji aktivitas ekstrak etanol daun alpukat pada konsentrasi 40 ppm, 50 ppm, 60 ppm, 70 ppm dan 80 ppm lalu dibuat body butter dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5%. Dilakukan uji stabilitas fisik yang meliputi uji organoleptic, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji aktivitas antioksidan. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan pengukuran serapan pada spektrofotometri uv-vis dihasilkan bahwa ekstrak etanol daun Alpukat memiliki aktivitas antioksidan yang sangat aktif dengan nilai IC₅₀ sebesar 1,32 ppm. Pada sediaan F0 menghasilkan nilai sebesar 3,30 ppm, F1 dengan konsentrasi ekstrak 2,5% sebesar 2,60 ppm, F2 dengan konsentrasi ekstrak 5% sebesar 9,6 ppm dan F3 dengan konsentrasi ekstrak 7,5% sebesar 4,26 ppm. Formula body butter yang memiliki aktivitas antioksidan sangat aktif dengan stabilitas paling baik adalah formula dari
N/A
Uji Aktivitas Antioksidan Body Butter Umbi bit (Beta vulgaris L.) adalah tanaman yang mengandung betasianin (pigmen ungu) dan betasantin (pigmen kuning) yang membuat warna Bit Merah tua menjadi keunguan. Buah ini mengandung sejumlah kecil senyawa flavonoid (anthocyanin) yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi body butter ekstrak etanol bit (Beta vulgaris L.) sebagai antioksidan dan melihat aktivitas antioksidan dengan metode perendaman DPPH. Ekstraksi bit menggunakan metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut. Rumus uji aktivitas antioksidan diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 520 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumus i memperoleh nilai IC50 sebesar 240 buah / mL (AAI = 0,16), rumus II memperoleh nilai IC50 sebesar 139,93 buah/mL (AAI = 0,28), dan rumus III memperoleh nilai IC50 sebesar 133,34 buah/mL (AAI = 0,29). Semakin tinggi konsentrasi antioksidan dari sediaan body butter ekstrak etanol buah, semakin kecil nilai IC50, dan semakin besar nilai AAI yang diperoleh. Berdasarkan hasil yang diperoleh, antioksidan dari ekstrak etanol bit body butter masih mampu melawan radikal bebas pada tingkat yang lemah. Tahap awal yang dilakukan dalam uji aktivitas antioksidan adalah dengan membuat variasi konsentrasi meningkat dari sediaan body butter ekstrak
N/A
Stabilitas body butter pada penelitian sKulit kering merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat beriklim tropis. Masalah pada kulit diakibatkan karena pola hidup yang tidak sehat, sering terpapar polusi udara, dan sinar matahari secara langsung. Kunyit Putih (Curcuma mangga val.)merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki kandungan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan yang dapat melindungi kulit dari efek radikal bebas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu ekstrak kental kunyit putih yang diperoleh dengan mengekstrak kunyit putih dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Formulasi sediaan body butter menggunakan konsentrasi ekstrak kunyit putih (Curcuma mangga val.)1%, 3% dan 6% dengan basis yang sama. Serta dilakukan uji kestabilan fisik body butter selama 4 minggu penyimpanan di suhu ruang meliputi pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi kulit, uji fotosensitisasi, warna dan bau. Hasil pengamatan stabilitas fisik menunjukkan bahwa body butter ekstrak kunyit putih (Curcuma mangga val.)stabil.ebelumnya menjelaskan bahwa stabilitas penyimpanan body butter ekstrak kulit buah naga pada hasil homogenitas peningkatan konsentrasi ekstrak
N/A
Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang umum dijumpai pada masyarakat khususnya bagi yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia. Kulit yang kering dapat menurunkan kinerja pertahanan tubuh terhadap infeksi dan efek radikal bebas. Radikal bebas dapat mempercepat penuaan dini dan kerusakan pada kulit. Kerusakan kulit antara lain terjadi karena adanya sinar ultraviolet (UV). Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas reaktif menjadi bentuk tidak reaktif yang relatif stabil sehingga dapat melindungi sel dari efek bahaya radikal bebas. Antioksidan dapat ditemukan di tanaman Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.), merupakan salah satu tanaman obat diindonesia. Temu ireng diketahui mengandung saponin, flavonoid, amilum, lemak, zat pahit, tannin, dan polifenol juga minyak atsiri. Flavonoid dapat berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan Temu ireng menjadi produk kosmetik berupa body butter dan mengevaluasi mutu fisik dari sediaan tersebut. Ekstrak temu ireng didapat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Terbagi beberapa formulasi sediaan body butter dibuat dengan konsentrasi ekstrak temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb), F 0, F1 0.5%, F2 0.75% dengan basis formulasi yang seragam. Evaluasi sediaan body butter meliputi uji homogenitas, organoleptik, pH, daya sebar daya lekat dan stabilitas. Hasil uji dari ketiga formulasi sediaan body butter menunjukkan bahwa ketiga formula homogen, tidak terjadi perubahan organoleptik, rentang pH sediaan 4,5 - 7,0, rentang uji daya sebar 5 – 7 cm, serta rentang uji daya lekat tidak kurang dari 4
Artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu jurnal yang dalam penelitiannya meneliti hubungan antara infeksi TB paru dengan kejadian kanker paru primer, baik menggunakan
N/A
Namun saat proses bekerja, ketik ingin memindahkan besi ulir, tali pengikat crane alat berat putus dan besi yang sedang diangkat jatuh dari atas dan menimpa korban di bawah.. “Korban
N/A
FISHBONE Bahaya potensial aktivitas pada pekerja konstruksi Metode Lingkungan kerja Man Mesin Tidak ada penandaan LOTO Tidak ada komunikasi K3 Tidak ada rambu K3 Area kerja
N/A
Seminar UP Agribsinis Universitas
Ini merupakan contoh proposal PMW, namun ini hanya sebagai tugas akhir di mata kuliah saya di universitas lambung mangkurat 2022. Sehingga lebih menyarankan kepada saudara yang mau melihat jangan terpaku namun dibaca lagi panduan PMW yang
Isolasi adalah keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk meningkatkan keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak (Carpenito, 1998 ). Isolasi sosial adalah suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain menyatakan sikap yang negatif dan mengancam (Towsend,1998). Isolasi sosial adalah keadaan dimana seseorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Pasien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang
Isi halusinasi dapat berupa permohonan, individu mungkin mengalami kesepian jika pengalaman tersebut berakhir Psikotik Perilaku yang teramati: • Lebih cenderung mengikuti petunjuk
N/A