Kemampuan Interaksi Sosial Siswa

Top PDF Kemampuan Interaksi Sosial Siswa:

1 HUBUNGAN AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DI SMP NEGERI 12 PONTIANAK

1 HUBUNGAN AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DI SMP NEGERI 12 PONTIANAK

SMP Negeri 12 Pontianak adalah salah satu Sekolah Menengah Pertama yang memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya adalah kegiatan ekstrakurikuler Paskibra. Melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat menumbuhkan sikap kesetiakawanan, kedisiplinan dan dapat berinteraksi sosial dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas siswa dalam mengikuti latihan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal kemampuan interaksi sosial siswa di SMP Negeri 12 Pontianak cenderung kurang terjalin dengan baik antara guru dengan siswa dan teman sebaya, namun peserta didik yeng mengikuti aktivitas ekstrakurikuler malah sebaliknya, salah satu aktivitasnya ekstrakurikuler Paskibra. Kemampuan interaksi sosial yang terjadi karena mengikuti aktivitas ekstrakurikuler Paskibra cenderung baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA TAMAN KANAK-KANAK

METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA TAMAN KANAK-KANAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa Taman Kanak-kanak. Penelitan ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain pretest posttest control group design. Penelitian ini dilakukan pada siswa Taman Kanak-kanak B di TK Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 30 orang, 15 subjek kelompok eksperimen, 15 subjek kelompok kontrol.

17 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa dengan Menggunakan Assertive Training di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung

Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa dengan Menggunakan Assertive Training di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung

Orang itu akan mudah juga menerima sugesti dari orang lain apabila kemampuan berpikirnya terpecah belah. Orang yang sedang mengalami kebingungan pada umumnya akan mudah menerima apa yang dikemukakan oleh orang lain tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Secara psikologis, orang yang sedang mengalami kebingungan ingin segera mencari pegangan untuk mengakhiri kebingungan itu. Selama individu mengalami kebingungan, maka selama itulah jiwanya terpecah belah. Kalau andai kata keadaan masyarakat dalam keadaan kebingungan, maka hal ini memberikan suasana yang menguntungkan untuk memberikan sugesti - sugesti yang berupa pandangan-pandangan, pendapat- pendapat, norma-norma, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013.

diamati dari proses kegiatan bimbingan kelompok dengan teknik permainan pada tahap pembentukan sampai tahap pengakhiran dalam tiap-tiap pertemuan. Pada keterbukaan ini siswa sebelum diberikan perlakuan dengan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan masih tampak perilaku masih sulit menerima pendapat orang dari orang lain walaupun alasannya sudah cukup objektif dan cukup bukti, lebih percaya pada suatu informasi yang disampaikan orang yang lebih tua, sering mengabaikan masukan yang diberikan teman dan lain sebagainya. Sedangkan setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tampak ada perubahan yang berarti seperti selalu berusaha berpikir secara rasional, berani berkata tidak terhadap ajakan teman yang kurang sesuai menurutnya, tetap menghargai orang lain meskipun perilakunya pernah merugikan diri siswa, pengetahuannya semakin bertambah akibat interaksi dengan orang lain dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012 2013

MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012 2013

Pada dasarnya peningkatan aspek kesetaraan ini sudah tampak setelah pertemuan awal atau pertama. Perubahan perilaku dalam aspek kesetaraan ini terlihat pada Indah, bahwa ia telah mampu mengkomunikasikan penghargaan dan rasa hormat pada perbedaan pendapat dan keyakinan. Ia dapat memperlakukan sama dan setara dalam menanggapi pendapat anggota lain. Hal yang sama juga dialami Anis, Fadilla dan Nanang. Pada pertengahan pertemuan pelaksanaan bimbingan kelompok mereka sudah menunjukkan sikap setara dengan anggota lain. Gejala yang dapat dilihat yaitu ketika mereka selalu memperhatikan siapa saja yang sedang berbicara dalam suasana kelompok sehingga tidak terdapat kesan membeda-bedakan antara teman yang satu dengan yang lainnya, selalu memberikan kesempatan anggota untuk menyampaikan gagasannya ketika diskusi, mau memberi dorongan kepada anggota yang pendiam supaya mau untuk berpartisipasi dalam diskusi, tetap bergaul kepada teman yang berbeda pendapat dengannya, tetap menghargai pendapat orang lain walaupun berbeda pemikiran dengannya dan akan belajar bersama teman-temannya dengan senang hati walaupun mempunyai kemampuan akademik yang berbeda.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL DENGAN INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SEYEGAN.

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL DENGAN INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SEYEGAN.

Hasil penelitian mengenai variabel keterampilan interpersonal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Seyegan memiliki keterampilan interpersonal yang tinggi dengan persentase 41,7%. Persentase ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki keterampilan interpersonal yang baik berarti dapat menjalin dan membina hubungan yang harmonis dengan orang lain. Keterampilan interpersonal yang dimiliki seorang remaja merupakan sebagai kemampuan untuk dapat berinteraksi dengan orang lain secara efektif, memulai ataupun mempertahankan suatu hubungan yang positif dalam berinteraksi sosial dengan orang lain. Sejalan dengan pendapat Ubaydillah Anwar (2008: 34) bahwa salah satu syarat meningkatkan keterampilan interpersonal yaitu dengan melakukan interaksi sosial dengan orang lain agar individu dapat memahami satu sama lain, melakukan komunikasi, membangun kepercayaan, menghargai perbedaan, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL DENGAN  MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA  Hubungan Antara Interaksi Sosial Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas Unggulan.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA Hubungan Antara Interaksi Sosial Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas Unggulan.

Ada berbagai faktor yang memicu rendahnya motivasi belajar. Salah satunya interaksi sosial remaja baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat pada umumnya. Interaksi sosial dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam berhubungan sosial dengan orang lain. Proses interaksi sosial yang kurang berhasil dapat menyebabkan timbulnya masalah berupa perilaku yang tidak sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat, bahkan dapat berlanjut ke tingkat kriminal. Hal ini dapat menyebabkan masalah yang lebih besar pada usia remaja jika tidak mendapatkan penanganan yang serius. Mulyadi (2002) berpendapat bahwa keberhasilan seseorang dalam proses interaksi sosial akan membantu individu dalam hal ini remaja dalam mencapai tugas – tugas perkembangannya. Proses interaksi sosial dipengaruhi oloeh berbagai faktor antara lain : keluarga, pola asuh orang tua, teman sebaya, sekolah, an sistem pendidikan nasional. Remaja yang mampu berinteraksi sosial yang baik biasanya memiliki kepandaian bergaul, pandai mencari teman, dan mampu menjaga perasaan orang – orang yang menjadi temannya serta memiliki motivasi belajar untuk berprestasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN JIGSAW MELALUI HIPERMEDIA DAN MODUL DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR

PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN JIGSAW MELALUI HIPERMEDIA DAN MODUL DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR

Kemampuan memori atau ingatan secara sempit dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menerima atau memasukkan kesan-kesan, menyimpan kesan- kesan itu dan kemudian mengeluarkan kembali kesan-kesan yang pernah diterima (Walgito, 1985). Rathus (1981), mengatakan bahwa mengingat adalah suatu proses pengolahan informasi yang telah dipelajari atau diperoleh dari stimulus yang dapat dipelihara dan diperoleh kembali di masa mendatang. Seseorang berkemampuan memori yang sangat tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1) proses encoding yang majemuk dan bermakna; 2) memiliki banyak cue dengan asosiasi tinggi; banyak latihan. Memori akan lebih baik jika sesuatu yang dipelajari dengan berulang-ulang walaupun dengan sesi yang cukup pendek dari pada sesi atau waktu yang lebih lama. Kenyataan di lapangan masih banyak ditemukan anak yang memiliki kemampuan memori tinggi yang tidak didukung oleh sarana dan prasarana sekolah yang memadai, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat lebih berkembang. Kemampuan guru dalam pengelolaan kelas, penggunaan model dan metode pembelajaran yang digunakan juga dapat merangsang kemampuan memori siswa. Selain itu memori akan lebih baik apabila untuk memahami atau mengingat suatu materi dengan berbagai cara misalnya segi visual dan audio lebih baik daripada hanya satu saja. (http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/memori.html).
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

Pengaruh Terapi Bermain FlashcardUntuk Meningkatkan Interaksi Sosial Pada Anak Autis di Miracle Centre Surabaya

Pengaruh Terapi Bermain FlashcardUntuk Meningkatkan Interaksi Sosial Pada Anak Autis di Miracle Centre Surabaya

Selama terapi dilaksanakan pada kurun waktu 2 minggu, diketahui bahwa siswa belum terlihat mengalami perubahan dalam kemampuan ekspresif ini terjadi disebab karena pemberian perlakuan yang kurang lama sehingga perubahan tidak signifinakan. Perlakuan yang diberikan oleh terapis adalah mengintruksi siswa autis untuk mengindentifikasi flashcard (mama, papa, kakak, adek dll) sesuai program harian pelatihan. Setelah anak mengambil flashcard yang dimaksud oleh terapis siswa diharapkan mampu menirukan kata pada flashcard, sampai siswa spontanitas mengucapkan dan mengekspresikan keinginan kepada orang yang disekitarnya. Namun pada perlakuan ini anak siswa terlihat belum mampu merespon dengan baik, oleh karena itu dibutuhkan waktu yang lama sampai siswa merespon.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIAL SESAMA TEMAN PADA SISWA SMP PGRI 1 GADINGREJO TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIAL SESAMA TEMAN PADA SISWA SMP PGRI 1 GADINGREJO TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Dari pengertian diatas siswa sebagai mahluk sosial secara alami akan mengadakan hubungan atau interaksi dengan orang lain. Interaksi sosial ini dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, Kemampuan siswa dalam melakukan interaksi sosial antara siswa yang satu dengan siswa yang lain tidak sama, Siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial yang tinggi, dapat terlihat dari sikap yang senang akan kegiatan yang bersifat kelompok, tertarik berkomunikasi dengan orang lain, peka terhadap keadaan sekitar, senang melakukan kerjasama, dan sadar sebagai mahluk sosial, sehingga akan mudah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan ia tidak akan mengalami hambatan dalam bergaul dengan orang lain. Sebaliknya siswa yang memiliki interaksi sosial yang rendah akan mengalami hambatan dalam bergaul.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

PENGARUH INTELEGENSI SISWA DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA NEGERI 1 TERAS TAHUN PELAJARAN 2009/ 2010.

PENGARUH INTELEGENSI SISWA DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA NEGERI 1 TERAS TAHUN PELAJARAN 2009/ 2010.

adalah tingkat Intelegensi ” . Intelegensi merupakan suatu konsep menegnai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan umum individu dalam menyesuaiakan diri dengan lingkungannya. Tes intelegensi hanya dirancang untuk mengukur proses berfikir yang bersifat konvergen yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memeng kurang memperhatiakan penegmbanagan proses berfikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam bebagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PELATIHAN OUTBOUND BINA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK   Pelatihan Outbound Bina Sosial Untuk Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Anak Dengan Teman Sebaya.

PELATIHAN OUTBOUND BINA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK Pelatihan Outbound Bina Sosial Untuk Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Anak Dengan Teman Sebaya.

Tujuan penelitian ini adalah menguji apakah pelatihan outbound bina sosial mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak usia 10-12 tahun dengan teman sebaya. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV, V, VI MIM Program Khusus Kenteng, Nogosari, Boyolali yang berjumlah 28 orang. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 10 orang terdiri dari 5 orang kelompok eksperimen dan 5 orang kelompok kontrol. Teknik pemilihan subjek dengan purposive dan teknik pengelompokan subjek dengan random. Hipotesis yang diajukan adalah pelatihan outbound bina sosial mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak usia 10-12 tahun dengan teman sebaya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

Wawancara awal yang dilakukan peneliti kepada kepala sekolah di SMA PGRI Kabupaten Pati menunjukkan bahwa siswa sering mengalami keributan yang memicu timbulnya perkelahian antar siswa. Menurut kepala sekolah, setelah dilakukan penelusuran penyebab dari perkelahian antar siswa hanya masalah saling pandang, pemalakan yang dilakukan oleh kakak tingkat, merokok di kamar mandi sekolah dan siswa yang membuat gaduh di dalam kelas. Wawancara yang dilakukan terhadap guru Bimbingan Konseling juga menginsikasikan bahwa siswa kurang mempunyai kemampuan penyesuaian sosial yang ditunjukkan dengan sering terjadi adu mulut hingga perkelahian di kelas meskipun ada guru yang sedang mengajar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA AUTIS MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS MODEL SINEKTIK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA AUTIS MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS MODEL SINEKTIK.

memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus”. Undang -undang tersebut mengamanatkan pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi semua masyarakat. Dengan demikian bahwa penyelenggaraan suatu pendidikan untuk anak autis juga harus mendapatkan suatu perhatian dan pelayanan yang sama seperti anak yang normal. SLB Negeri Metro merupakan Sekolah Luar Biasa untuk semua jenis anak yang berkebutuhan khusus mulai dari tingkat SD sampai tingkat SMA. SLB Negeri Metro sudah mendapatkan beberapa pengharhargaan atau memenangkan lomba-lomba dalam bidang seni termasuk seni tari. SLB Negeri Metro sering mewakili propinsi Lampung untuk mengikuti lomba seni termasuk seni tari ke dalam perlombaan tingkat Nasional, dan mendapatkan juara. Siswa autis yang terdapat di SLB Negeri Metro termasuk ke dalam karakter siswaautis tingkat ringan dan tingkat sedang. Anak yang mengalami autis ringan masih memberikan tanggapan atau respon pada rangsangan atau stimulus ringan yang terjadi di sekitarnya. Sementara itu autis tipe sedang ini, gejala yang ditunjukkan oleh anak adalah ia akan memberikan tanggapan atau respon pada rangsangan atau stimulus sensori kuat ( http://www.anneahira.com).
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS  ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN JIGSAW II DITINJAU DARI INTERAKSI SOSIAL SISWA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA

PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN JIGSAW II DITINJAU DARI INTERAKSI SOSIAL SISWA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA

Dalam Jigsaw II siswa bekerja dalam tim-tim heterogen seperti pada STAD. Siswa ditugasi mempelajari materi pelajaran, dan di berikan ”lembar ahli” yang berisi topik yang berbeda untuk anggota setiap tim. Setelah selesai mempelajari materi, siswa dari tim berbeda dengan topik yang sama bertemu dalam sebuah ”kelompok ahli” untuk membahas topik mereka selama kurang lebih 30 menit. Para ahli ini kemudian kembali kepada tim asal mereka dan secara bergantian mengajar te man satu timnya tentang topik ”keahlian mereka”. Akhirnya siswa diberi kuis tentang seluruh topik, dan skor kuis tersebut menjadi skor tim seperti pada STAD.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA ...  JOURNAL (UAD 1 SM

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA ... JOURNAL (UAD 1 SM

Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemampuan interaksi sosial. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t dengan bantuan program Statistical Product and Service Sollution (SPSS) 16,0 for windows. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh hasil t=0,983 dengan p=0,330 (p>0,05) yang berarti tidak signifikan. Dan hasil kategorisasi menunjukkan bahwa remaja yang tinggal di pondok pesantren sebanyak 100% memiliki kategori tinggi. Sedangkan, remaja yang tinggal bersama keluarga sebanyak 3% memiliki kategori rendah, 7% memiliki kategori sedang, dan 90% memiliki kategori tinggi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan interaksi sosial antara remaja yang tinggal di pondok pesantren dengan yang tinggal bersama keluarga pada SMA IT Abu Bakar Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Tayangan Drama Korea “Goblin” terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa Fiskom Universitas Kristen Satya Wacana

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Tayangan Drama Korea “Goblin” terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa Fiskom Universitas Kristen Satya Wacana

3 tertarik untuk saling berinteraksi menggunakan bahasa Korea. Interaksi yang dimaksud adalah dimana para penontonnya saling berkomunikasi dengan menggunakan beberapa istilah Korea yang mereka ketahui dari hasil menonton tersebut. Selain itu juga akan terjadi interaksi antar individu yang memiliki ketertarikan yang sama yaitu menonton drama Korea.

7 Baca lebih lajut

proses interaksi sosial dan interaksi

proses interaksi sosial dan interaksi

Persaingan atau kompetisi merupakan suatu proses sosial dimana individu-ndividu saling bersaing untuk mencari keuntungan dalam bidang-bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian publik tanpa menggunakan ancaman atau cara-cara kekerasan. Persaingan dapat dilakukan dengan cara perorangan (Rivalry) ataupun secara kelompok (misalnya, antara dua kelompok perusahaan besar yang bersaing untuk memenangkan tender). Ada beberapa bentuk persaingan yang terjadi di masyarakat, yaitu sebagai berikut :

7 Baca lebih lajut

HADITS TENTANG INTERAKSI SOSIAL interaksi

HADITS TENTANG INTERAKSI SOSIAL interaksi

golongan, ras, suku bangsa,partai, dan lain-lain, bahkan kepada orang yang sudah kaya. Semuanya berhak menikmati dan merasakan kesejahteraan. Rasa sejahteralah yang merupakan benteng utama untuk menghindari perpecahan dan berbagai penyakit sosial yang ada di masyarakat. Dalam hal ini, kepekaan para pemimpin, para wakil rakyat, dan semua umat Islam yang ampu sangat dibutuhkan untuk mensejahterakan kaum yang lemah. Memperbaiki kesejahteraan merupakan salah satu di antara tiga cara dalam memperbaiki keadaan masyarakat, sebagaimana diungkapkan oleh Abu Hasan dalam “Kitab Adab Ad-Dunya wa Ad-Din,” yakni: menjadikan manusia taat; menyatukan rasa dalam hal kesenangan dan penderitaan; dan menjaga dari hal-hal yang akan mengganggu stabilitas kehidupan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...