kepribadian seseorang

Top PDF kepribadian seseorang:

Kepribadian  pelaku kekerasan dalam kepribadian (13)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (13)

Adat dan tradisi yang berlaku di suatu daerah, di samping menentukan nilai-nilai yang harus ditaati oleh anggota-anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan bertingkah laku yang akan berdampak pada kepribadian seseorang. Misalnya pada adat Jawa, jika sedang berbicara dengan orang yang lebih tua harus sopan dan menggunakan bahasa krama inggil, jika melewati orang yang lebih tua maka harus membungkuk.

43 Baca lebih lajut

KEPRIBADIAN Kepribadian Muslim itu tidak

KEPRIBADIAN Kepribadian Muslim itu tidak

Mentaati dan mematuhi nilai dalam kebudayaan itu menjadi kewajiban bagi setiap anggota masyarakat kebudayaan. Disamping itu harus mempunyai kepribadian yang selaras dengan kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat. Dari uraian tersebut dapat kesimpalan bahwasanya kepribadian seseorang tumbuh dan berkembang atas dua kekuatan, yaitu kekuatan dari dalam yang berupa faktor biologis dan kekuatan dari luar yang berupa faktor sosial dan faktor kebudayaan. Dalam hal ini Ki Hajar Dewantara menggunakan faktor ajar bagi faktor eksteral dan faktor dasar bagi faktor intern.

6 Baca lebih lajut

Membaca kepribadian adalah ilmu yang san (1)

Membaca kepribadian adalah ilmu yang san (1)

membaca kepribadian seseorang memang bukan hal baru dan sudah dikembangkan beratus-ratus tahun lamanya. Namun, sampai hari ini belum ada teori maupun alat (tes) yang bisa menjelaskan 100% akurat mengenai kepribadian dan perilaku seseorang. Sebab manusia itu unik. Hampir tidak ada manusia yang sama satu sama lain, walaupun mereka kembar identik.

4 Baca lebih lajut

Kepribadian  pelaku kekerasan dalam kepribadian (1)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (1)

Keberadaan kelompok dalam masyarakat merupakan suatu hal penting dalam perkembangan kepribadian seseorang, karena kelompokkelompok ini merupakan model untuk gagasan atau norma-norma perilaku seseorang. Kelompok semacam itu disebut kelompok acuan (reference group). Mula-mula kelompok keluarga adalah kelompok yang terpenting, karena kelompok ini merupakan kelompok satu-satunya yang dimiliki bayi selama masa-masa yang paling peka. Semua yang berwenang setuju bahwa ciri-ciri kepribadian dasar dari individu dibentuk pada tahun-tahun pertama ini dalam lingkungan keluarga. Kemudian, kelompok sebaya (peer group), yakni kelompok lain yang sama usia dan statusnya, menjadi penting sebagai suatu kelompok referens. Kegagalan seorang anak untuk mendapatkan pengakuan sosial dalam kelompok sebaya sering diikuti oleh pola penolakan sosial dan kegagalan sosial seumur hidup. Apabila seorang belum memiliki ukuran yang wajar tentang penerimaan kelompok sebaya adalah sulit, kalau tidak dapat dikatakan mustahil, bagi seorang untuk mengembangkan gambaran diri yang dewasa sebagai seorang yang berharga dan kompeten, Kelompok acuan ini dalam perkembangannya mengalami pergantian seiring dengan usia dan aktifitas individu yang bersangkutan. Hanya perlunya disadari bahwa dari ratusan kemungkinan kelompok referens yang menjadi penting bagi setiap orang dan dari evaluasi kelompok ini gambaran diri seseorang secara terus-menerus dibentuk dan diperbaharui, Oleh karena itu, tidaklah salah kalau dikatakan bahwa setiap individu bisa menjadi acuan atau referens bagi individu lainnya dalam pembentukan kepribadian yang bersangkutan, demikian juga sebaliknya, Masyarakat yang kompleks/majemuk memiliki banyak kelompok dan kebudayaan khusus dengan standar yang berbeda dan kadangkala bertentangan. Seseorang dihadapkan pada model-model perilaku yang pada suatu saat dipuji sedang pada saat lain dicela atau disetujui oleh beberapa kelompok dan dikutuk oleh kelompok lainnya. Dengan demikian seorang anak akan belajar bahwa ia harus “tangguh” dan mampu untuk “menegakkan haknya”, namun pada saat yang sama ia pun harus dapat berlaku tertib, penuh pertimbangan dan rasa hormat. Dalam suatu masyarakat di mana setiap orang bergerak dalam sejumlah kelompok dengan standar dan nilai yang berbeda, setiap orang harus mampu menentukan cara untuk mengatasi tantangan- tantangan yang serba bertentangan.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian  (5)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (5)

karena kepribadian merupakan kombinasi pemikiran, perasaan dan perilaku, maka kepribadian seseorang tidak akan pernah sama dengan yang lain sekalipun anak kembar. Sehingga setiap konsumen tidak akan memberikan respon yang sama untuk setiap stimuli pemasaran yang di sediakan konsumen. Misalnya ada orang yang tergolong tinggi dalam kesukaan berpetualang,artinya dia akan suka mengambil resiko mencoba mengkonsumsi produk baru.Sebaliknya orang yang tergolong rendah dalam kesukaan berpetualang akan cenderung takut mencoba mengkonsumsi produk baru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Idiom dalam Bahasa Jepang yang Menggunakan TE : Kajian Sintaksis dan Semantik.

Idiom dalam Bahasa Jepang yang Menggunakan TE : Kajian Sintaksis dan Semantik.

Bahasa merupakan sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan pendapat, pikiran, dan perasaan yang kemudian dapat mempengaruhi atau dipengaruhi orang lain. Tidak hanya sebagai alat komunikasi, bahasa juga dapat menggambarkan kepribadian seseorang, baik kepribadian tersebut adalah kepribadian yang baik maupun buruk, seperti yang diungkapkan Syamsuddin (1986:2) mengenai definisi bahasa, yaitu:

22 Baca lebih lajut

KEPRIBADIAN  pelaku kekerasan dalam kepribadian (11)

KEPRIBADIAN pelaku kekerasan dalam kepribadian (11)

Kata “kepribadian” (personality) sesungguhnya berasal dari kata Latin: persona. Pada mulanya, kata persona ini menunjuk pada topeng yang biasa digunakan oleh pemain sandiwara di zaman Romawi dalam memainkan peranan- perananya. Pada saat itu, setiap pemain sandiwara memainkan peranan-perananya masing-masing sesuai dengan topeng yang dikenakannya. Lambat laun, kata pesona (personality) berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu tersebut diharapkan bertingkah laku sesuai dengan gambaran sosial yang diterimanya..
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

kepribadian  pelaku kekerasan dalam kepribadian (2)

kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (2)

Penampilan yang mempesona merupakan penampilan seseorang yang bukan hanya dapat memanfaatkan kelebihannya secara optimal, melaikan juga mau menghadapi akibat dari kekurangan yang ada pad[r]

14 Baca lebih lajut

kepribadian  pelaku kekerasan dalam kepribadian (12)

kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (12)

Pengembangan diri dalam kepribadian merupakan proses pertumbuhan yang terjadi secara terus-menerus, berkembang dan selalu berada dalam kemantapan hati demi suatu perbaikan, pengoptimalan potensi-potensi yang dimiliki dan usaha meminimalkan kekurangan-kekurangan yang ada. Jika kita melakukan pengembangan kepribadian dengan sebaik mungkin niscaya diri kita akan menjadi lebih baik dan jalan menuju kesuksesan akan lebih mudah kita raih nantinya. Tentunya orang- orang dan lingkungan disekitar kita adalah yang mengetahui bagaimana kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam diri kita sehingga kekurangan tersebut dapat kita minimalisasikan dan kelebihan yang ada dapat kita tingkatkan serta kembangkan dalam menuju sebuah pribadi yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Kepribadian  pelaku kekerasan dalam kepribadian (4)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (4)

 Mudah diabaikan, sehingga tanpa perhatian yang cukup, mereka bisa saja memiliki percaya diri yang rendah, gampang setuju pada keinginan orang lain - Cara mengatasi :  Perlu menyema[r]

8 Baca lebih lajut

KEPRIBADIAN  pelaku kekerasan dalam kepribadian (3)

KEPRIBADIAN pelaku kekerasan dalam kepribadian (3)

Manfaat bagi pemasar Manfaat bagi pemasar  Pemasar dapat menggunakan konsep Pemasar dapat menggunakan konsep kepribadian untuk mengkomunikasikan kepribadian untuk mengkomunikasikan [r]

14 Baca lebih lajut

KEPRIBADIAN  pelaku kekerasan dalam kepribadian (3)

KEPRIBADIAN pelaku kekerasan dalam kepribadian (3)

Alwisol (2004) mengemukakan kepribadian berasal dari kat.a personality bahasa Inggris, yang berasal dari bahasa Yunani-Kuno prosopon atau persona, yang artinya “topeng” yang biasa dipakai artis dalam teater. Para artis itu berperilaku sesuai dengan ekspresi topeng yang dipakainya, seolah-olah topeng itu mewakili ciri kepribadian tertentu.

2 Baca lebih lajut

KEPRIBADIAN  pelaku kekerasan dalam kepribadian (2)

KEPRIBADIAN pelaku kekerasan dalam kepribadian (2)

…lanjutan  Kepribadian ranah kajian psikologi; pemahaman tingkah laku-fikiran-perasaan-kegiatan manusia, memakai sistematika, metode, dan rasio psikologi  Mempelajari individu se[r]

14 Baca lebih lajut

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian  (1)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (1)

7. Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.

15 Baca lebih lajut

Kepribadian  pelaku kekerasan dalam kepribadian (1)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (1)

Apabila alat tes telah terlalu sering dipakai, dapat mempengaruhi validitas dan reliabilitas. Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk menggunakan alat tes yang jarang digunakan atau mengembangkan alat tes yang baru. Salah satu alat tes yang diharapkan dapat menjadi alternative adalah Big Five Inventory. Big Five Inventory merupakan alat tes yang dapat mengidentifikasi kepribadian berdasarkan teori Big Five Personality. Alat tes ini digunakan karena merupakan tes yang baru dan jarang digunakan. Selain itu alat tes ini tidak memiliki item yang banyak sehingga akan menghindari kelelahan yang dialami oleh peserta dan juga dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kepribadian  pelaku kekerasan dalam kepribadian (8)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (8)

Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut : Kepribadian yang sehat

11 Baca lebih lajut

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian  (10)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (10)

Koentjraningrat (1989, 1:95) menyatakan Asumsi–asumsi dasar tersebut di atas (hubungan kepribadian dengan budaya) menunjukkan bahwa adanya pengaruh biologis terhadap pembentukan tingkah laku manusia. Selain unsur biologis, ternyata juga dipengaruhi oleh faktor yang berbeda antara satu dengan lain. Pengakuan pentingnya faktor – faktor biologis tersebut menghilangkan dasar – dasar budaya. Sementara pendapat suatu karakteristik dapat mendasari dan membatasi keragaman budaya, sedangkan pihak lain menjelaskan bahwa berbagai perbedaan bawaan dan keragaman pengalaman individu menyulitkan pembakuan seseorang yang diasumsikan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kepribadian  pelaku kekerasan dalam kepribadian (9)

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (9)

Kata pengantar Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, da[r]

2 Baca lebih lajut

KEPRIBADIAN  pelaku kekerasan dalam kepribadian  (7)

KEPRIBADIAN pelaku kekerasan dalam kepribadian (7)

Sehubungan dengan kedua asal kata tersebut, Ross Stagner (1961), mengartikan kepribadian dalam dua macam. Pertama, kepribadian sebagai topeng (Mask Persoanlity), yaitu kepribadian yang berpura-pura, yang dibuat-buat, yang semu atau mengandung kepalsuan. Kedua, kepribadian sejati (real personality) yaitu kepribadian yang sesungguhnya, yang asli.

3 Baca lebih lajut

Show all 3924 documents...