Top PDF ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU 1 APKG 1 L

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU 1 APKG 1 L

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU 1 APKG 1 L

Merencanakan prosedur, jenis dan menyiapkan alat penilaian 5.1 Menentukan prosedur dan jenis penilaian 5.2 Membuat alat-alat penilaian dan kunci jawaban Rata-rata butir 5=E 6.. Tam[r]

2 Baca lebih lajut

PENERAPAN ALAT PENILAIAN BERBASIS KOMPET

PENERAPAN ALAT PENILAIAN BERBASIS KOMPET

Ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 58 ayat 1 bahwa dalam rangka pencapaian standar kompetensi siswa, evaluasi hasil belajar siswa dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Dengan demikian, pada hakikatnya penilaian terhadap pembelajaran siswa dimulai dan dititikberatkan pada penilaian oleh guru di kelas sehingga disebut juga penilaian berbasis kelas. Secara lebih teknis, hal ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 012/U/2002 tanggal 28 Januari tentang sistem penilaian di Sekolah Dasar, Sekolah dasar Luar Biasa, Sekolah Luar Biasa Tingkat Dasar, dan Madrasah ibtidaiyah yang menyatakan bahwa jenis penilaian di sekolah terdiri atas: (1) Penilaian Kelas, (2) Ujian Akhir Sekolah, (3) Tes Kemampuan Dasar, dan (4) Penilaian Mutu Pendidikan. Dalam hal Penilaian Kelas, sekolah bertanggung jawab sepenuhnya atas penyelenggaraan yang meliputi perencanaan, penyiapan bahan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU PKP 1 APKG

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU PKP 1 APKG

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU – PKP 1 APKG-PKP 1 LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN MERENCANAKAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN 1 PETUNJUK Baca dengan cermat rencana perbaikan pembelajaran yang akan[r]

2 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN TERPADU DI SD MODUL 6KB1dan (1)

PEMBELAJARAN TERPADU DI SD MODUL 6KB1dan (1)

ALAT PENILAIAN RENCANA PEMBELAJARAN TERPADU ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU APKG1  Lembarpenilaiankemampuanmerencanakanpembelajranterpadu contoh di modul 6 kb1 hal 6.6 PENJELASAN SKALA [r]

1 Baca lebih lajut

 Format Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG 1 dan APKG 2) dalam Mengajar APKG 03 08

Format Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG 1 dan APKG 2) dalam Mengajar APKG 03 08

5.2 Meningkatkan keterlibatan siswa melalui pengalaman belajar dengan berbagai kegiatan 5.3 Menggunakan istilah yang tepat pada setiap langkah pembelajaran 5.4 Terampil dalam melakukan[r]

1 Baca lebih lajut

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU 1 APKG 1 P (1)  22

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU 1 APKG 1 P (1) 22

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU 1 APKG 1 PKM PGPAUD LEMBAR PENILAIAN KEMAMPUAN MERENCANAKAN PEMBELAJARAN PETUNJUK : Baca dengan cermat rencana kegiatan RKH yang akan digunakan oleh maha[r]

20 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN METODE BERCERITA PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 29 SUNGAI AMBAWANG

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN METODE BERCERITA PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 29 SUNGAI AMBAWANG

Setelah dilaksanakan tindakan dalam proses penelitian ini, dalam refleksi terdapat beberapa kegiatan penting seperti: (a) Mengulas secara teliti data yang diperoleh selama pengamatan yang berkaitan dengan hasil berbicara siswa dengan menggunakan metode bercerita serta keberhasilan dan kendala yang dihadapi oleh guru berdasarkan hasil pengamatan. (b) Mencari solusi penyebab situasi dan kondisi yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. (c) Merancang tindakan selanjutnya sebagai rencana perbaikan tindakan pada siklus berikutnya berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bersama kolaborator pada tahap refleksi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

137 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DENGAN PESERTA DIDIK MELALUI SUPERVISI KLINISBAGI GURU SD NEGERI 3 KEMADOHBATUR KECAMATAN TAWANGHARJO KABUPATEN GROBOGANPADA SEMESTER I TAHUN AJARAN 20162017 Wagimin

137 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DENGAN PESERTA DIDIK MELALUI SUPERVISI KLINISBAGI GURU SD NEGERI 3 KEMADOHBATUR KECAMATAN TAWANGHARJO KABUPATEN GROBOGANPADA SEMESTER I TAHUN AJARAN 20162017 Wagimin

Abstrak: Tujuan penelitian Untuk mengukur peningkatan kemampuan guru SD Negeri 3 Kemadohbatur Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan dalam berkomunikasi dengan peserta didik setelah dilakukan Supervisi klinis. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan mengambil lokasi di SD Negeri 3 KemadohbaturKecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2016/2017 tepatnya pada tanggal 8 Agustus2016 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2016.Subjek penelitian ini adalah guru SD Negeri 3 KemadohbaturKecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan yang berjumlah enam guru.Hasil penelitian ini adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan peserta didik dari siklus ke siklus mengalami peningkatan, yaitu dari prasiklus 33,86%, siklus I sebesar 66,08%, dan siklus II sebesar 88,30%, sehingga peningkatan selama tindakan adalah 54,44%. Peningkatan terjadi pada semua aspek. Terjadinya peningkatan kemampuan guru tersebut disebabkan adanya kegiatan supervisi klinis yang berdasarkan penilaian yang objektif yang disampaikan secara transparan kepada guru, selain itu pelaksanaan supervisi dengan jumlah guru yang kecil cenderung memudahkan komunikasi antara peneliti, kepala sekolah dan Guru. Adanya supervisi tersebut meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya kemampuan dalam berkomunikasi dengan peserta didik, dan menumbuhkan kesadaran guru bahwa kemampuan tersebut merupakan salah satu aspek penilaian kinerja guru.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

RUBRIK PENILAIAN KINERJA GURU 1

RUBRIK PENILAIAN KINERJA GURU 1

4 Guru memilih materi pembelajaran yang: a) aeauai dengan tujuan pembelajaran, b) tepat dan mutakhir, c) aeauai dengan uaia dan tingkat kemampuan belajar peaerta didik, dan d) dapat dilakaanakan di kelaa e) aeauai dengan konteka kehidupan aehari-hari peaerta didik.

11 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN METODE INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN

PENGGUNAAN METODE INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif menurut Hadari Nawawi (2015:63) adalah, “Prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan faktor-faktor yang tampak atau sebagaimana mestinya”. Bentuk penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas atau Clasroom Action Research adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran (Susilo, 2007:16).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen dalam menyusun penilaian autentik ( Authentic Assesment ) sebagai evaluasi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non hipotesis dengan menggunakan pendekatan survei, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumenter dan wawancara. Data yang diperoleh berupa instrumen penilaian yang telah disusun guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen semester gasal tahun ajaran 2013/2014. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian prosentase penyusunan instrumen autentik guru biologi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di SMA Negeri 1 Gondang Sragen adalah guru A untuk penilaian observasi (69,6%), penilaian uraian (45%), penilaian tes penugasan (54,2%), penilaian kinerja (70,8%), penilaian proyek (75%), penilaian portofolio (75%), guru B untuk penilaian uraian (55%) dan penilaian proyek (25%), sedangkan untuk guru C penilaian observasasi (50%), penilaian pilihan ganda (39%), penilaian uraian (37%), serta penilaian proyek (33,3%). Prosentase kemampuan kesesuaian penyusunan instrumen autentik dengan kriteria yang telah distandarkan guru Biologi di SMA Negeri 1 Gondang Sragen pada semester gasal tahun ajaran 2013/2014 yaitu penyusunan yang tidak sesuai kriteria yakni guru A (53,5%), guru B (92,03%) dan guru C (80,75%), sedangkan penyusunan yang sesuai kriteria yakni guru A (46,5%), guru B (7,97%) dan guru C (19,25%). Umumnya penyebab ketidak sesuaian penyusunan instrumen penilaian adalah format rubrik penilaian yang digunakan di SMA Negeri 1 Gondang Sragen belum seragam dalam pelaksanaannya serta tidak semua guru mengetahui butir penilaian yang harus digunakan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PRESTASI BELAJAR ASAM BASA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DI SMA NEGERI 1 KALIREJO

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PRESTASI BELAJAR ASAM BASA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DI SMA NEGERI 1 KALIREJO

Dalam STAD, peserta didik dibagi menjadi kelompok beranggotakan empat orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. Guru pelajaran dan peserta didik di dalam kelompok memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya semua peserta didik menjalani kuis perseorangan tentang meteri tersebut, dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu satu sama lain. Nilai-nilai hasil kuis peserta didik dibandingkan dengan nilai rata-rata mereka sendiri yang diperoleh sebelumnya, dan nilai-nilai itu diberi hadiah berdasarkan pada seberapa tinggi peningkatan yang bisa mereka capai atau seberapa tinggi nilai itu melampaui nilai mereka sebelumnya (Rusman, 2012: 213-214).
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

S PKK 1203185 Abstract

S PKK 1203185 Abstract

Permasalahan dari alat penilaian kompetensi batik yang digunakan di sekolah ialah kurangnya pengembangan alat penilaian terutama pada aspek penilaian yang digunakan sebagai acuan dalam penilaian kompetensi batik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis alat penilaian kompetensi batik yang digunakan di sekolah meliputi kelengkapan komponen alat penilaian, alat penilaian tahap persiapan membatik, alat penilaian tahap proses kerja membatik, alat penilaian tahap hasil produk membatik (2) mengembangkan alat penilaian praktik pembelajaran kompetensi batik berbasis authentic assessment. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berupa objek yaitu alat penilaian praktik kompetensi batik berbentuk rubrik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan kegiatan expert judgement. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) alat penilaian kompetensi batik yang digunakan di sekolah belum memenuhi kelengkapan komponen alat penilaian, alat penilaian tahap persiapan membatik berada dalam kategori cukup valid, alat penilaian tahap proses membatik berada dalam kategori cukup valid, alat penilaian tahap produk hasil membatik berada dalam kategori cukup valid (2) Pengembangan pada alat penilaian berbasis authentic assessment dilakukan dari mulai bentuk alat penilaian yang semula berbentuk rubrik penilaian menjadi daftar cek, pemberian skor yang semula skala 4 menjadi skala 10. Pengembangan pada tahap persiapan, proses dan hasil produk dilakukan pada indikator yang semula setiap tahap hanya memiliki satu sub indikator menjadi beberapa sub indikator yang disesuaikan dengan kebutuhan penilaian. Hasil pengembangan alat penilaian berbasis authentic assessment menunjukkan bahwa pengembangan pada indikator dapat memperjelas proses pembuatan kain batik yang dilakukan peserta didik serta dapat mengurangi kesalahan proses pengolahan nilai praktik peserta didik sehingga secara keseluruhan alat penilaian yang dikembangkan sudah dapat memotret kegiatan praktik pembuatan kain batik yang dilakukan peserta didik di sekolah. Rekomendasi dari penelitian ini semoga alat penilaian kompetensi batik yang telah dikembangkan dapat menjadi contoh alat penilaian kompetensi batik dan diaplikasikan dalam proses penilaian pembelajaran kompetensi batik di sekolah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK (Authentic Assesment)  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK (Authentic Assesment) Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik ( Authentic Assesment ) Sebagai Evaluasi Pembelajaran” .

17 Baca lebih lajut

PENILAIAN KINERJA GURU 1. Menguasai kara

PENILAIAN KINERJA GURU 1. Menguasai kara

22 Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan pe[r]

5 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP DI KOTA MALANG(Studi Kajian Menurut Persepsi guru)

IMPLEMENTASI PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP DI KOTA MALANG(Studi Kajian Menurut Persepsi guru)

driven teaching learning process). Oleh karena itu kesuksesan implementasi kurikulum 2004 tidak akan pernah terlepas dari suksesnya para guru melaksanakan penilaian berbasis kelas (Harry, 2003). Ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Joni (1986: 1) bahwa guru dan kemampuan atau keahliannya melakukan penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

1 Baca lebih lajut

Lampiran 7 Berkas hasil penilaian praktik pembelajaran di kelas (APKG 1 PKP dan APKG 2 PKP) siklus 1 dan siklus 2

Lampiran 7 Berkas hasil penilaian praktik pembelajaran di kelas (APKG 1 PKP dan APKG 2 PKP) siklus 1 dan siklus 2

Tematik Menampilkan penguasaan pembelajaran Tematik secara holistik 5.1 Terampil menggunakan metode dan Media pembelajaran 5.2 Mahir dalam mengaitkan tema dengan Kehidupan sehari-har[r]

8 Baca lebih lajut

APKG 1 & 2 b.indo6

APKG 1 & 2 b.indo6

Baca dengan cermat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan di gunakan oleh guru/mahasiswa ketika mengajar. Kemudian nilailah semua aspek yang terdapat dalam RPP tersebut dengan menggunakan butir penilaian dibawah ini. Sesuaikan RPP yang dikembangkan dengan beberapa butir aspek yang dinilai yang terfokus pada pendekatan tematik.

8 Baca lebih lajut

APKG 1 & 2 b.indo23

APKG 1 & 2 b.indo23

Baca dengan cermat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan di gunakan oleh guru/mahasiswa ketika mengajar. Kemudian nilailah semua aspek yang terdapat dalam RPP tersebut dengan menggunakan butir penilaian dibawah ini. Sesuaikan RPP yang dikembangkan dengan beberapa butir aspek yang dinilai yang terfokus pada pendekatan tematik.

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...