Top PDF Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Berbagai faktor dapat menyebabkan berkurangnya kelembaban kulit, seperti umur, ras, iklim, sinar matahari, dan lain-lain. Oleh pengaruh faktor-faktor tersebut kulit dapat menjadi lebih kering akibat dari kehilangan air oleh penguapan yang tidak kita rasakan (Wasitaatmadja, 1997). Problema kulit yang terlalu kering cukup sering terjadi. Oleh karena itu, kosmetik pelembab menjadi salah satu jenis kosmetik yang dapat digunakan. Menggunakan kosmetik pelembab akan mengembalikan kelembaban kulit yang berkurang serta dapat mencegah dehidrasi kulit yang menyebabkan kekeringan dan retak-retak pada kulit serta akibat-akibat buruknya (Muliyawan dan Suriana, 2013).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini. Shalawat beriring salam penulis hadiahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan. Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara dengan judul: “Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab Pada Sediaan Krim Tangan” .
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Menyatakan bersedia menjadi sukarelawan untuk uji kelembaban kulit yang dilakukan selama 1 bulan dan uji iritasi dalam penelitian Yunika Arianda dengan judul penelitian Formulasi dan Efektivitas Minyak bekatul Sebagai Pelembab Pada Sediaan Krim Tangan dan memenuhi kriteria sebagai sukarelawan uji

14 Baca lebih lajut

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Pemeriannya yaitu keras, berwarna putih atau kuning pucat, agak mengkilap, kristal padat atau serbuk putih atau putih kekuningan, bau lemah atau berasa lemak. Kelarutannya yaitu mudah larut dalam benzena, kloroform dan eter; larut dalam etanol (95%); praktis tidak larut dalam air. Memiliki titik lebur 69- 70 o C. Penggunaannya dalam sediaan topikal sebesar 1-20%, meningkatkan stabilitas, memperbaiki tekstur dan meningkatkan konsistensi. Tidak hanya itu, asam stearat juga digunakan sebagai bahan pengemulsi ketika direaksikan dengan basa (Rowe, dkk., 2009).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Nasir, S., Fitriyanti., Kamila, H. (2009). Ekstraksi Dedak Padi Menjadi Minyak Mentah Dedak Padi (Crude Rice Bran Oil) Dengan Pelarut n-hexane dan Etanol. Jurnal Ilmiah Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. 2(16): 1-3.

3 Baca lebih lajut

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Metode: Formulasi sediaan krim yang dibuat krim tipe m/a berbahan dasar stearat, di tambahkan minyak bekatul dengan konsentrasi 3, 6, 9, dan 12%, sebagai bahan pelembab. Pengujian: uji homogenitas, penentuan tipe emulsi, pH, pengamatan stabilitas sediaan selama 12 minggu pada penyimpanan suhu kamar, uji iritasi terhadap kulit dan penentuan kemampuan sediaan untuk mengurangi penguapan air dari kulit dengan menggunakan 15 orang sukarelawan yang dibagi menjadi 5 kelompok uji dan masing- masing kelompok uji terdiri dari 3 orang sukarelawan, yang dilakukan selama 1 bulan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Formulasi dan Efektivitas Minyak Bekatul Sebagai Pelembab pada Sediaan Krim Tangan

Bahan pelembab yang biasa digunakan terdiri dari berbagai minyak nabati, hewani maupun sintetis. Minyak tumbuhan lebih baik dari pada minyak mineral karena lebih mudah bercampur dengan lemak kulit, lebih mampu menembus sel- sel stratum korneum dan memiliki daya adhesi yang lebih kuat (Tranggono dan Latifah, 2007).

4 Baca lebih lajut

Formulasi dan Uji Efektivitas Sedian Krim yang Mengandung Minyak Biji Anggur (Grapeseed Oil)

Formulasi dan Uji Efektivitas Sedian Krim yang Mengandung Minyak Biji Anggur (Grapeseed Oil)

Tujuan: Memformulasikan minyak biji anggur dalam bentuk sediaan krim sebagai anti-aging serta uji efektivitasnya terhadap kulit tangan sukarelawan. Metode: Dasar krim yang digunakan terdiri dari asam stearat, setil alkohol, sorbitol, propilen glikol, trietanolamin, metil paraben, parfum dan aquadest. Minyak biji anggur diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi 5, 10, 15, dan 20% dengan dasar krim tipe minyak dalam air. Pengujian terhadap sediaan krim meliputi pemeriksaan homogenitas, uji pH, uji tipe emulsi, uji kestabilan, uji iritasi, dan uji efek anti-aging menggunakan alat Skin analyzer terhadap kulit punggung tangan yang kering dan berkerut. Parameter yang diukur meliputi kelembaban, kehalusan, besar pori, jumlah noda, jumlah keriput, dan kedalaman keriput. Pemulihan dilakukan selama empat minggu dengan pengolesan krim dua kali sehari.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Krim Cair Tangan Dan Badan Menggunakan Sari Tomat (Solanum Lycopersicum) Sebagai Bahan Pelembab

Formulasi Sediaan Krim Cair Tangan Dan Badan Menggunakan Sari Tomat (Solanum Lycopersicum) Sebagai Bahan Pelembab

Kosmetika berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti “berhias”. Bahan yang dipakai dalam usaha untuk mempercantik diri ini, dahulu diramu dari bahan-bahan alami yang terdapat disekitar. Di Mesir, 3500 tahun Sebelum Masehi telah digunakan berbagai bahan alami baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan maupun bahan alam lain misalnya tanah liat, lumpur, arang, batubara. Penggunaan susu, akar, daun, kulit pohon, rempah, minyak bumi, minyak hewan, madu dan lainnya sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan masyarakat saat itu. Sekarang kosmetika dibuat tidak hanya dari bahan alami tetapi juga dari bahan sintetik untuk maksud meningkatkan kecantikan (Wasitaatmadja, 1997).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan pelembab ekstrak buah melon orange (cucumis melo l. var. reticulatus) dalam bentuk krim - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan pelembab ekstrak buah melon orange (cucumis melo l. var. reticulatus) dalam bentuk krim - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Gambar 4.19 Diagram batang yang menunjukkan stabilitas berbagai formula sediaan krim pelembab ekstrak buah melon orange (Cucumis melo L. var. reticulatus) dengan parameter nilai pH pada penyimpanan selama 4 minggu ..............................

22 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami)   Sebagai Pelembab Kulit Dalam   Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala limpahan berkat, rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini serta shalawat beriring salam untuk Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan. Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan judul “Penggunaan Minyak Wijen (Oleum sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim.

77 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Usia dewasa, kulit mengalami beberapa perubahan, sesuai dengan bertambahnya usia, seperti usia 20-30 tahun. Pada usia ini kulit berada pada kondisi yang paling optimal, perkembangan pembuluh darah, kolagenmencapai puncaknya. Pergantian sel kulit mati dengan yang baru berjalan dengan baik. Perawatan kulit pada usia ini tidaklah rumit, hanya diperlukan perawatan standar berupa pembersih, sabun dan penyegar, jangan lupa menggunakan pelembab minimal 2 kali sehari. Sebaiknya dioleskan setiap setelah mandi (Muliyawan dan Suriana, 2013).

15 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Menyatakan bersedia menjadi sukarelawan untuk uji kelembaban kulit yang dilakukan selama 1 bulan dan uji iritasi selama 2 hari dalam penelitian Gusmely Siregar dengan judul “Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum sesami ) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim”dan memenuhi kriteria sebagai sukarelawan uji sebagai berikut (Ditjen POM,1985).

26 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Beberapa keuntungan dari minyak wijen seperti melembabkan kulit karena adanya kandungan vit E, asam linoleat, asam stearat, dan asam palmitat, sebagai tabir surya alami dikarenakan mengandung vit E yang berfungsi sebagai antioksidan baik dan memperlambat penuaan kulit (Ambikar,et al., 2014).

4 Baca lebih lajut

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Penggunaan Minyak Wijen ( Oleum Sesami) Sebagai Pelembab Kulit Dalam Sediaan Krim

Hasil: Hasil uji homogenitas menunjukkkan bahwa sediaan krim yang dihasilkan homogen, tipe emulsi minyak dalam air, memiliki pH 5,16-5,87, stabil dalam penyimpanan 12 minggu, tidak mengiritasi kulit, dan memiliki kemampuan meningkatkan kelembaban kulit dengan rata-rata persentasenya yaitu F0 (Blanko): 7,59%, F1 (minyak wijen 2,5%): 19,06%, F2 (minyak wijen 5%): 25,28%, F3 (minyak wijen 7,5%): 30,89%, F4 (minyak wijen 10%): 39,89%, F5 (gliserin 2%): 24,98%, dimana semakin tinggi konsentrasi minyak wijen yang ditambahkan pada sediaan krim, maka semakin tinggi pula kemampuannya meningkatkan kelembaban kulit.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Optimasi sediaan pelembab ekstrak kering kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan kombinasi asam stearat dan trietanolamin sebagai emulgator - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi sediaan pelembab ekstrak kering kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan kombinasi asam stearat dan trietanolamin sebagai emulgator - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formula optimum sediaan krim pelembab ekstrak kering kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dapat diperoleh menggunakan konsentrasi kombinasi asam stearat 14,02% dan konsentrasi trietanolamin sebesar 0,41% dengan perkiraan memiliki mutu fisik dan efektivitas memenuhi spesifikasi yang diinginkan yaitu nilai pH 5,97, viskositas 171795 cps, daya sebar 4,4 cm, daya lekat 37,65 detik, volume tercucikan air 9,92 ml serta memiliki nilai efektivitas kelembaban 2,76 mg/4jam.

12 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Pelembab Kulit

Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Pelembab Kulit

Alhamdulillah, rasa syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat, nikmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini, shalawat beriring salam untuk Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri teladan dalam kehidupan. Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universita s Sumatera Utara, dengan judul “Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga ( Mangifera indica L.) sebagai Pelembab Kulit.”

14 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Pelembab Kulit

Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Pelembab Kulit

a. Tipe a/m, yaitu air terdispersi dalam minyak. Contohnya cold cream . Cold cream adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk memberikan rasa dingin dan nyaman pada kulit, sebagai krim pembersih, berwarna putih, dan bebas dari butiran. Cold cream mengandung minyak mineral dalam jumlah yang besar.

10 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Pelembab Kulit

Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Pelembab Kulit

Pada kondisi kulit tertentu pelembaban diperlukan oleh kulit untuk mempertahankan struktur dan fungsinya. Berbagai faktor baik dari luar tubuh (eksternal) maupun dari dalam tubuh (internal) dapat mempengaruhi struktur dan fungsi kulit tersebut, misalnya: udara kering, sinar matahari terik, angin keras, umur lanjut, berbagai penyakit kulit maupun penyakit dalam tubuh dan lain sebagainya. Secara alamiah kulit telah berusaha untuk melindungi diri dari kemungkinan ini, yaitu dengan adanya tabir lemak di atas kulit (skin surface lipids) yang didapat dari kelenjar lemak dan sedikit kelenjar keringat dari kulit serta adanya lapisan kulit luar yang berfungsi sebagai sawar kulit. Namun dalam kondisi tertentu faktor perlindungan alamiah (natural moisturizing factor/NMF) tersebut tidak mencukupi dan karena itu dibutuhkan perlindungan tambahan non alamiah yaitu dengan memberikan kosmetika pelembab kulit (Wasitaatmadja, 2007).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Pelembab Kulit

Formulasi Sediaan Krim Sari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Sebagai Pelembab Kulit

Hasil: Hasil pengujian menunjukkan bahwa sari buah mangga dapat diformulasikan ke dalam sediaan hand cream m/a, membentuk sediaan yang homogen, memiliki pH 5,55-7,04, serta tetap stabil selama penyimpanan 12 minggu. Tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Sari buah mangga mampu untuk melembabkan kulit. Semakin tinggi konsentrasi sari buah mangga semakin baik pula kemampuannya untuk melembabkan kulit. Dari hasil uji kelembaban, diperoleh bahwa krim yang mengandung sari buah mangga 2,5% memiliki kemampuan melembabkan yang hampir sama dengan krim yang mengandung gliserin 2%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...