Top PDF Formulasi Gel Tabir Surya Zink Oxide

Formulasi Gel Tabir Surya Zink Oxide

Formulasi Gel Tabir Surya Zink Oxide

transparan disebabkan dikarenakan dua hal yang pertama adalah gagal pada saat pembentukan , emulgel yang dihasilkan berwarna putih keruh dan yang kedua adalah disebabkan karena bahan aktinya ( zink oksida) memiliki warna yang tidak jernih yaitu putih tulang sehingga ketika dicampurkan dengan emulgel hasilnya sediaan tidak bias berwarna jernih transparan. Bau dari sediaan adalah bau wangi hal ini disebabkan pemberian parfum ketika pembuatan sediaannya. Tekstur dari sediaan ini adalah lembut dan sedikit kenyal hal ini sesuai dengan tujuan dari pembuatan gel yaitu untuk memberikan kesan lembut dan nyaman. Gel atau jelli adalah sediaan setengah padat dengan sistem dua komponen yang banyak mengandung air. Oleh karena kandungan airnya yang tinggi maka sediaan ini nyaman dipakai untuk dibawah (under make up) sehingga membuat kulit terasa lembut dan ringan (FI IV, 2008)
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Hidroksi propil metil selulosa merupakan agen pembentuk gel yang aman digunakan karena tidak toksik dan tidak mengiritasi (Rowe, 2009). Evaluasi sediaan tabir surya dilakukan dengan uji mutu fisik sediaan yang meliputi uji organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, uji iritasi, uji mikroskopik, dan uji nilai SPF sediaan sebagai tabir surya.

5 Baca lebih lajut

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat yang berfungsi sebagai tabir surya dalam sediaan emulgel. Metode: Emulgel tabir surya dibuat menggunakan Hidroksipropilmetilselulosa (HPMC), propilen glikol, metil paraben dan propil paraben sebagai basis gel dan Avobenzone, Oktilmetoksisinamat, paraffin cair, dan variasi konsentrasi Tween 20 yaitu F1: 0,1%; F2: 0,5%; F3: 1%; F4: 1,5%; F5: 2%; F6: 2,5%; dan F7: 3% sebagai basis emulsi. Pengujian sediaan meliputi pengamatan organoleptis, pengamatan homogenitas, penentuan tipe emulsi, pH, viskositas, ukuran partikel menggunakan mikroskop selama penyimpanan 8 minggu dimana pengukuran dilakukan setiap 1 minggu dalam suhu kamar,iritasi terhadap kulit manusia, dan penentuan nilai SPF sediaan.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Latar belakang: Dewasa ini, penggunaan tabir surya dalam bentuk krim, losion, gel dan emulsi banyak digunakan untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Sediaan tabir surya diformulasikan menggunakan kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai penyerap ultraviolet A dan ultraviolet B dalam bentuk emulgel karena memilki system penghantaran obat yang baik dibandingkan sediaan lain.

13 Baca lebih lajut

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Latar belakang: Dewasa ini, penggunaan tabir surya dalam bentuk krim, losion, gel dan emulsi banyak digunakan untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Sediaan tabir surya diformulasikan menggunakan kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai penyerap ultraviolet A dan ultraviolet B dalam bentuk emulgel karena memilki system penghantaran obat yang baik dibandingkan sediaan lain.

2 Baca lebih lajut

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Pada emulgel, emulsi dicampurkan kedalam basis gel yang telah dibuat secara terpisah. Kapasitas gel dari sediaan emulgel membuat formulasi emulsi menjadi lebih stabil karena adanya penurunan tegangan permukaan dan tegangan antar muka secara bersamaan dengan meningkatnya viskositas dari fase air (Khullar et al, 2012). Emulgel memilki karakteristik yang dimiliki oleh suatu sediaan emulsi dan gel sehingga memiliki tingkat penerimaan oleh pasien yang tinggi. Oleh karena itu emulgel saat ini telah banyak digunakan sebagai pembawa dalam sediaan topikal (Panwar et al, 2011).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya

Emulgel adalah emulsi, baik itu tipe minyak dalam air (M/A) maupun air dalam minyak (A/M), yang dibuat menjadi sediaan gel dengan mencampurkan bahan pembentuk gel (Mohamed, 2004; Jain et al, 2010; Bhanu et al, 2011). Sedangkan emulsi adalah suatu sistem yang tidak stabil secara termodinamika yang mengandung paling sedikit dua fase cair yang tidak bercampur, dimana satu diantaranya didispersikan sebagai globul-globul dalam fase cair lain (Martin et al, 1993). Fase tersebut terdiri atas fase hidrofil, umumnya adalah air, dan fase lipofil (hidrofob) yaitu minyak mineral, minyak tumbuhan, atau pelarut lipofil seperti kloroform, benzene, dan sebagainya. Untuk menstabilkan emulsi dibutuhkan emulgator atau bahan pengemulsi (Voight, 1995).
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan tabir surya ekstrak umbi bit merah (beta vulgaris) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan tabir surya ekstrak umbi bit merah (beta vulgaris) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Paparan sinar matahari yang meningkat intensitasnya dari hari ke hari merupakan salah satu penyebab kerusakan pada kulit. Maka dari itu, dibutuhkan perlindungan tambahan berupa tabir surya. Penelitian ini menggunakan bahan aktif alami yang berasal dari umbi bit merah (Beta vulgaris). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi umbi bit merah untuk melindungi kulit berdasarkan nilai SPF yang diamati secara in-vitro dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Konsentrasi ekstrak umbi bit merah yang diamati nilai SPFnya dalam penelitian ini didapatkan dari pengujian aktivitas antioksidan ekstrak umbi bit merah dengan metode FRAP. Konsentrasi ekstrak umbi bit merah yang diamati aktivitas antioksidan adalah 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Aktivitas antioksidan yang didapatkan meningkat secara bertahap dari 3,325 % hingga 92,949%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka konsentrasi ekstrak umbi bit merah yang digunakan adalah 20%, 25% dan 30%. Pada konsentrasi tersebut diamati nilai SPF yang dihasilkan dan diformulasikan ke dalam sediaan gel kemudian diamati pengaruhnya terhadap mutu fisik, efektivitas, aseptabilitas dan keamanan dari sediaan tabir surya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 20%, 25%, dan 30% ekstrak umbi bit merah menghasilkan nilai SPF pada sediaan sebesar 1,36 ± 0,01, 1,75 ± 0,01, dan 2,07 ± 0,02. Penggunaan ekstrak umbi bit merah memberikan pengaruh terhadap mutu fisik, efektivitas, dan aseptabilitas sediaan gel tabir surya dimana Formula III dengan ekstrak bit merah sebesar 30% merupakan formula dengan karakteristik dan efektivitas terbaik.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Zink Oksida (ZnO) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenson dan Oktilmetoksisinamat dalam Basis Vanishing Cream

Pengaruh Penambahan Zink Oksida (ZnO) Terhadap Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenson dan Oktilmetoksisinamat dalam Basis Vanishing Cream

Dan tidak lupa juga penulis menyampaikan terimakasih kepada teman- temanku, Intan dan Susan sebagai teman seperjuangan di Laboratorium Teknologi Formulasi, kepada teman-teman Lab SBO, Rianti, Hermin, Ernita, Dian, Juni, Yuli, Anggelia, Riris, Kak Susi, Kak Erlia, Ester, Andi, Harry, Sandri, Tagor, Iwanto, Januar, Victor, Ana, Yakin, Kak desi, Bang Parna dan seluruh Farmasi stambuk 2005 yang namanya tidak dapat ditulis satu persatu, yang telah banyak membantu penulis dalam proses penelitian hingga selesainya penulisan skripsi ini.

78 Baca lebih lajut

View of FORMULASI TABIR SURYA ZINK OKSIDA DALAM SEDIAAN KRIM DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK ANGGUR HITAM (Vitis vinivera L.)

View of FORMULASI TABIR SURYA ZINK OKSIDA DALAM SEDIAAN KRIM DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK ANGGUR HITAM (Vitis vinivera L.)

ekstrak anggur hitam selama 2 minggu. Dari hasil perhitungan maka didapatkan bahwa F tabel lebih kecil dari F hitung yang berarti data pH dari hari pertama sampai dengan hari ke lima belas berbeda tidak nyata pada taraf signifikan 5%. Adanya perbedaan tersebut disebabkan karena kandungan dari anggur hitam tersebut yaitu vitamin C yang mudah teroksidasi. Namun semua nilai pH krim tabir surya ekstrak anggur hitam yang diperoleh selama penyimpanan 2 minggu yaitu 5,11, 5,13 dan 5,23 masuk dalam range pH krim untuk kulit yaitu 4,0-6,0.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Formulasi Gel Tabir Surya Minyak Nyamplung (Tamanu Oil) dan Uji Nilai SPF Secara In Vitro

Formulasi Gel Tabir Surya Minyak Nyamplung (Tamanu Oil) dan Uji Nilai SPF Secara In Vitro

Usaha untuk mendapatkan berbagai inovasi baru yang berkaitan dalam pembuatan sediaan obat selalu dilakukan, agar obat yang dibuat sesuai dengan target yang dikehendaki secara farmasetis maupun farmakologis. Gel merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan.

7 Baca lebih lajut

formulasi gel tabir surya ekstrak kulit (4)

formulasi gel tabir surya ekstrak kulit (4)

Inovasi dalam pembuatan sediaan obat dan kosmetik selalu dilakukan, agar obat yang dibuat sesuai dengan target yang dikehendaki secara farmasetis maupun farmakologis. Penggunaan ekstrak kulit buah pepaya menjadi sediaan krim tabir surya telah dilakukan (Rahmadiningsih 2016), maka perlu adanya penelitian menjadi sediaan yang lain. Gel merupakan sistem semipadat, terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Keuntungan sediaan gel yaitu tidak lengket, kemudahan pencucian dengan air yang baik, kemampuan penyebaran yang baik pada kulit karena kadar air gel tinggi, sehingga jumlah air yang banyak dalam gel akan menghidrasi stratum corneum dan terjadi perubahan permeabilitas stratum corneum menjadi lebih permeabel terhadap zat aktif yang dapat meningkatkan permeasi zat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi gel tabir surya dari kulit buah papaya serta menguji sifat fisik dan nilai SPF dari sediaan gel dan mengubah pandangan masyarakat tentang pemanfaatan kulit buah papaya yang awalnya tidak dimanfaatkan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

FORMULASI GEL TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (3)

FORMULASI GEL TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (3)

DAN UJI SPF MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS PROPOSAL SKRIPSI Oleh : QONITA CHASANAH 133110037 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TULANG BAWANG LAMPUNG.[r]

2 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAUN BELIMBING HUTAN (Cnestis palala (Lour.) Merr) Chairunnisa Arbain , Nur Mita, Laode Rijai

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAUN BELIMBING HUTAN (Cnestis palala (Lour.) Merr) Chairunnisa Arbain , Nur Mita, Laode Rijai

Belimbing hutan (Cnestis palala (Lour.) Merr) merupakan tumbuhan yang banyak terdapat didalam hutan dan pinggiran sungai. Bagian yang sering digunakan mulai dari daun, akar, kulit batang hingga batangnya. Daun belimbing hutan mengandung saponin, asam amino, karbohidrat, senyawa fenolik, glikosida, tanin, pati, glikosida cyanogenic, flavonoid, triterpenoid dan kumarin. Flavanoid dan tannin merupakan beberapa senyawa yang memiliki potensi sebagai tabir surya (Mokodompit, 2013).

8 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN UJI AKTIVITAS PERLINDUNGAN SINAR UV SECARA IN VITRO SKRIPSI

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN UJI AKTIVITAS PERLINDUNGAN SINAR UV SECARA IN VITRO SKRIPSI

Segala puji Kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN UJI AKTIVITAS PERLINDUNGAN SINAR UV SECARA IN VITRO ”. Ya ng disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Farmasi Strata Satu (S1) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

17 Baca lebih lajut

FORMULASI LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL BERAS MERAH (Oryza nivara)

FORMULASI LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL BERAS MERAH (Oryza nivara)

Kulit terbakar, penuaan dini, hingga kanker kulit terutama akibat radiasi sinar UVA dan UVB, menjadi salah satu penyebab komersialisasi sediaan yang mengandung senyawa tabir surya meningkat. Salah satu bahan alam berkhasiat tabir surya adalah beras merah yang mengandung pigmen warna antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol beras merah menjadi sediaan lotion tabir surya yang memiliki efek tabir surya dan stabil.

8 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L).

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L).

Mentimun ( Cucumis sativus L) memiliki khasiat sebagai tabir surya di mana buah mentimun mengandung metabolit sekunder flavonoid dan polifenol yang dapat memberikan serapan pada sinar UV matahari serta melindungi kulit dari kerusakan akibat induksi sinar UVB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat suatu formulasi sediaan krim tabir surya dari ekstrak buah mentimun yang stabil, menarik, efektif, dan aman dalam penggunaannya. Dilakukan pengukuran nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak buah mentimun sebagai bahan aktif, kemudian dilakukan formulasi sediaan krim dengan penambahan ekstrak buah mentimun dan dilakukan pengukuran nilai SPF terhadap sediaan. Pengukuran nilai SPF dilakukan menggunakan metode Petro. Konsentrasi ekstrak buah mentimun pada formula krim tabir surya yang memiliki SPF di atas SPF 15 adalah 5% dan 6,5% esktrak buah mentimun dengan nilai SPF sediaan 25,83 dan 36,76. Pengamatan fisik dilakukan dengan pengamatan organoleptis, pengukuran pH dan viskositas, sentrifugasi dan freeze thaw terhadap krim. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa krim tabir surya yang dihasilkan memiliki kualitas fisik yang baik selama masa penyimpanan, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, dan memberikan efektivitas sebagai tabir surya Kata kunci : Mentimun, Krim Tabir Surya, SPF
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI ASAM 2-BENZOIL BENZOAT - repository perpustakaan

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI ASAM 2-BENZOIL BENZOAT - repository perpustakaan

Efek berbahaya yang ditimbulkan oleh sinar UV dapat diatasi dengan menggunakan tabir surya yang dapat melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar ultraviolet.Salah satu bahan aktif yang dapat melindungi jaringan tubuh akibat radikal bebas dari radiasi UV yaitu turunan benzofenon. Asam 2-benzoil benzoat merupakan senyawa benzofenon sehingga diharapkan memiliki kemampuan tabir surya yang dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik sediaan krim tabir surya asam 2-benzoil benzoat dan efektivitasnya yang dinyatakan dalam nilai Sun Protection Factor (SPF). Asam 2-benzoil benzoat memiliki nilai SPF 2,67. Formulasi krim dibuat dalam 3 konsentrasi yaitu konsentrasi 5, 6, dan 7%. Hasil uji sifat fisik sediaan menunjukan bahwa krim yang dibuat memiliki sifat fisik yang baik yang meliputi organoleptis, uji kestabilan, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat krim, karena memenuhi rentang yang disyaratkan. Hasil uji nilai SPF untuk konsentrasi 5, 6, dan 7% dengan nilai berturut-turut yaitu 0,32; 0,61; 0,86. Berarti tidak memiliki proteksi sebagai tabir surya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - BAB II EDO HARY WIBOWO FARMASI'17

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - BAB II EDO HARY WIBOWO FARMASI'17

Mekanisme interaksi tabir surya dengan radiasi UV yaitu refleksi, dispersi, dan absorpsi. Mekanisme bahan aktif penyerap kimia yaitu absorpsi, dimana bahan aktif berperan sebagai kromofor eksogenus yang menyerap energi fo ton sehingga molekul tereksitasi. Saat keadaan stabil, energi bisa terlepas pada panjang gelombang visibel, pada rentang cahaya ultraviolet (sebagai fluoresensi) atau pada rentang inframerah (sebagai panas). Proses ini dapat berulang yang disebut resonansi. Menurut dari kapasitas penyerapan panjang gelombang, bahan aktif penyerap kimia dapat dibedakan menjadi tiga yaitu, penyaring UV A, penyaring UV B, atau penyaring spektrum luas (UV A dan UV B) (Schakal dan Reis, 2011).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 9830 documents...