Top PDF Hubungan Kadar Leukosit, Monosit, dan Prokalsitonin dengan Kejadian Infeksi dan Luaran Fungsional pada Stroke Akut

Hubungan Kadar Leukosit, Monosit, dan Prokalsitonin dengan Kejadian Infeksi dan Luaran Fungsional pada Stroke Akut

Hubungan Kadar Leukosit, Monosit, dan Prokalsitonin dengan Kejadian Infeksi dan Luaran Fungsional pada Stroke Akut

Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang tidak bermakna dengan korelasi negatif antara kadar prokalsitonin pada stroke akut dengan luaran fungsional. Studi Deng dkk, dari 378 pasien stroke, terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar prokalsitonin dengan luaran jangka pendek menggunakan mRS. Prokalsitonin merupakan marker prognostik independen pada luaran fungsional yang buruk (RO 3,45; IK 95% 2,29-4,77), setelah disetarakan dengan derajat keparahan stroke berdasarkan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dan faktor perancu lainnya pada pasien stroke iskemik. 15 Fuentes dkk mendapatkan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Semua penderita stroke akut, yang telah ditegakkan dengan pemeriksaan CT sken kepala yang dirawat di Bangsal Neurologi Rindu A4 RSUP H. Adam Malik Medan yang diambil secara konsekutif dan yang memenuhi kriteria inklusi, diambil darah venanya ± 5 ml (± 2 sendok makan) oleh petugas laboratorium. Darah kemudian dikirim ke laboratorium Patologi Klinik RSUP H. Adam Malik Medan untuk pemeriksaan kadar leukosit, monosit dan procalcitonin. Kemudian akan diamati apakah terjadi infeksi atau tidak pada pasien tersebut, dan penilaian outcome (hasil) fungsional dilakukan oleh dokter pemeriksa pada hari ke empat belas.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Migrasi ini paling mencolok pada peradangan subakut atau kronis. Sel-sel ini berperan penting dalam banyak mekanisme pertahanan pejamu. Sel- sel ini sangat aktif dalam fagositosis dan pemusnahan mikroorganisme, serta dalam banyak interaksi kompleks dengan imunogen dan dengan konstituen selular dan protein sistem imun. Sel ini mungkin memulai dan mengatur tingkat respon imun. Sel ini juga bertanggung jawab dalam pengenalan dan pengolahan antigen. Dengan mengolah dan menyajikan antigen kepada limfosit-T dan B, monosit memulai respons imun selular dan humoral. Juga mensekresikan berbagai substansi larut yang aktif secara biologis yang disebut monokin, diantaranya adalah interleukin -1. Faktor ini meningkatkan respons proliferative dan ekspresi reseptor membran sel T. Interaksinya dengan limfosit, terutama limfosit-T, sangat terintegrasi dan kompleks (Sacher dkk,2002).
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Adeoye, O., Walsh, K., Woo, J.G., Haverbusch, M., Moomaw, C.J., Broderick, J.P., et al. 2014. Peripheral Monocyte Count is Associated with Case-Fatality after Intracerebral Hemorrhage. Journal of Stroke and Cerebrovascular Disease. 23(2):107-111. Agnihotri, S., Czap, A., Staff, I., Fortunato, G., and McCullough, L.D.

9 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional Chapter III VI

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional Chapter III VI

Monosit merupakan sel imun bawaan multifungsi dengan peran yang sangat penting sekali pada regulasi dari inflamasi dan perbaikan jaringan. Pasien dengan stroke iskemik akut, selnya meningkat di darah, dan menggambarkan perubahan fenotif yang berkurang pada saat ekspresi dari molekul antigen dan rendahnya produksi dari tumor nekrosis faktor proinflamasi, juga produksi dari anti inflamasi IL-10 berubah. Perubahan ini penting yang berhubungan dengan risiko infeksi pasca stroke, dimana ada gangguan keseimbangan antar monosit proinflamasi klasik CD14 + dan CD16 + untuk perbaikan monosit berhubungan dengan outcome stroke (Chamorro dkk,2012).
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN DEFISIT FUNGSIONAL NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK  Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Defisit Fungsional Neurologis Pada Pasien Stroke Iskemik.

HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN DEFISIT FUNGSIONAL NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Defisit Fungsional Neurologis Pada Pasien Stroke Iskemik.

Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak disebabkan oleh gangguan vaskuler dan dapat menyebabkan kematian yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan akan mengakibatkan gangguan peredaran darah. Stroke merupakan penyebab kematian paling utama tersering di negara maju, setelah penyakit jantung koroner dan kanker. Inflamasi yang terjadi pada fase akut iskemik serebral akan menambah kerusakan pada area otak setelah kejadian iskemik. Kadar leukosit yang lebih tinggi dapat memprediksi presentasi klinis yang lebih buruk dan luaran fungsional yang buruk. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan jumlah leukosit dengan tingkat defisit fungsional neurologis di RS PKU Aisyiyah Boyolali dan RSUD Karanganyar. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan metode cross sectional untuk mengetahui hubungan jumlah leukosit dengan defisit fungsional neurologis pada pasien stroke iskemik. Hasil Penelitian ini diperoleh 3 pasien dari 17 pasien stroke iskemik dengan defisit neurologis yang berat pada pasien stroke iskemik leukosit normal, sedangkan pada pasien stroke iskemik leukosit tinggi ditemukan 10 pasien dari 17 pasien stroke iskemik yang memiliki defisit neurologis berat. Dari analisis uji statistik Uji Fisher’s diperoleh nilai p = 0,006 (p< 0,05). Kesimpulannya terdapat hubungan jumlah leukosit dengan defisit fungsional neurologis pada pasien stroke iskemik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN DEFISIT FUNGSIONAL NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK  Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Defisit Fungsional Neurologis Pada Pasien Stroke Iskemik.

HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN DEFISIT FUNGSIONAL NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Defisit Fungsional Neurologis Pada Pasien Stroke Iskemik.

Latar Belakang: Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak disebabkan oleh gangguan vaskuler dan dapat menyebabkan kematian yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan akan mengakibatkan gangguan peredaran darah. Stroke merupakan penyebab kematian paling utama tersering di negara maju, setelah penyakit jantung koroner dan kanker. Inflamasi yang terjadi pada fase akut iskemik serebral akan menambah kerusakan pada area otak setelah kejadian iskemik. Kadar leukosit yang lebih tinggi dapat memprediksi presentasi klinis yang lebih buruk dan luaran fungsional yang buruk
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

This cross-sectional study had 50 subjects in the acute phase of stroke were drawn with consecutive sampling and there had fulfil inclusion and exclusion criteria. All participants were taken blood samples at the time of hospital admission and then examined for the levels of leukocytes, monocytes, and procalcitonin and observed the risk of infection and assessed functional outcome modified Rankin Scale (mRS) on day 14. Demographic data would be analyzed using descriptive statistics. Correlations were calculated with the Somers’d and risk of infection calculated with the logistic regression models. P<0,05 were considered statistically significant.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Penelitian yang dilakukan oleh Wartenberg dkk (2011) menemukan bahwa leukosit, CRP, monocyt count maupun PCT yang diperiksa pada hari pertama rawatan tidak sensitif untuk memprediksi terjadinya SAI. Penelitian lainnya, leukosit dan monocyt count yang diperiksa pada hari pertama rawatan tidak berbeda antara pasien stroke yang terjadi infeksi dengan yang tidak mengalami infeksi. (Vogelgesang dkk, 2008) Hanya pada hari pertama setelah onset stroke, temperatur tubuh dan leukosit ditemukan menjadi lebih signifikan berhubungan dengan infeksi setelah stroke. Tetapi predictive value dari biomarker yang diperiksa pada kedua penelitian ini tidak diketahui.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Hubungan Antara Kadar Leukosit, Monosit, Dan Procalcitonin Dengan Risiko Terjadi Infeksi Pada Stroke Fase Akut Dan Outcome Fungsional

Infection is a common complication in the acute phase of stroke. Stroke can lead to immunosuppression in the immediate stage,increasing the risk of infection. The aim of this study was to evaluate the relationship between the levels of leukocyte, monocyte, and procalcitonin with the risk of infection in the acute phase of stroke and functional outcome.

2 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Teori lain menyebutkan, kolesterol dan trigliserida memainkan peranan struktural penting pada membran sel. Dijumpai adanya peningkatan kerapuhan eritrosit (erythrocyte fragility) in vitro dan in vivo dengan penurunan kadar kolesterol. Diduga kadar kolesterol yang rendah menyebabkan kelemahan dinding endotelium yang akan menimbulkan kerapuhan arterial, perdarahan atau perbaikan yang lebih lambat setelah terjadinya perdarahan-perdarahan kecil. Endotelium yang lemah juga lebih cenderung mengalami mikroaneurisma, yang merupakan temuan patologik utama pada perdarahan serebral (Sturgeon, 2007).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

stroke dibandingkan dengan penyakit jantung koroner. Namun penelitian- penelitian terdahulu menunjukkan bahwa peningkatan kadar LDL-C dan kadar HDL-C yang rendah meningkatkan resiko stroke (Caplan, 2009). Peningkatan kadar kolesterol total dan LDL-C serta kadar HDL-C yang rendah berhubungan dengan pembentukan plak ateroma di arteri serebral dan meningkatkan resiko stroke iskemik (Wiebers dkk, 2006). Peningkatan kadar trigliserida merupakan faktor resiko untuk stroke aterosklerosis arteri besar. Sementara itu, resiko perdarahan intraserebral (PIS) khususnya tinggi pada pasien dengan kadar kolesterol yang rendah (Caplan, 2009).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Introduction : The role of serum cholesterol as the stroke etiology is still uncertain. Studies that focused on the association between low-density lipoprotein cholesterol (LDL- C) and acute stroke was still rare, with inconsistent results. The aim of this study is to evaluate the correlation between LDL-C level and the acute stroke occurance and severity.

2 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Bang,O.Y., Saver,J.L., Liebeskind,D.S., Starkman,S., Villablanca,P., Salamon,N., et al. 2007. Cholesterol level and symptomatic hemmorrhagic transformation after ischemic stroke thrombolysis. Neurology. 68:737-742. Banks, JL., Marotta, CA. 2007. Outcomes validity and reliability of the Modified

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENINGKATAN KADAR LEUKOSIT DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR   Hubungan Peningkatan Kadar Leukosit dengan Kejadian Persalinan Prematur di RSUD Dr. Moewardi.

HUBUNGAN PENINGKATAN KADAR LEUKOSIT DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR Hubungan Peningkatan Kadar Leukosit dengan Kejadian Persalinan Prematur di RSUD Dr. Moewardi.

Pada tabel 4 didapatkan data persebaran pasien dengan kadar hemoglobin kurang dari 11g/dl dengan persalinan prematur adalah sebanyak 8 orang dan pada pasien yang mengalami persalinan aterm adalah sebesar 13 orang. Didapatkan perbedaan yang tidak terlalu jauh antara jumlah pasien yang mengalami anemia pada pasien dengan persalinan prematur dan aterm. Hal ini mungkin disebabkan karena saat kehamilan volume darah ibu mengalami peningkatan dengan kondisi jumlah sel darah merah dan plasma darah yang meningkat, namun peningkatan jumlah sel darah merah tidak seimbang dengan peningkatan jumlah plasma darah sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodelusi). Dengan demikian ibu hamil akan mengalami anemia ringan secara fisiologis.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

Results : Subjects consists of 26 (51%) male and 25 (49%) female, with mean age of 59.4+10.3 years. There was a positive correlation between LDL-C level and the occurance of acute ischemic and hemorrhagic stroke (r=0.178,p=0.472). There were negative correlations between LDL-C level and NIHSS score on admission (r=-0.279, p=0.048), and mRS score in 30 days (r=-0.343, p=0.014). There was an increase in odds ratio for mortality in 30 days (OR=6.0;95%CI,0.941-42.8) in subjects with LDL-C level <130 mg/dl compared to subjects with LDL-C level >130 mg/dl (p=0.037).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENINGKATAN KADAR LEUKOSIT DENGAN  KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR   Hubungan Peningkatan Kadar Leukosit dengan Kejadian Persalinan Prematur di RSUD Dr. Moewardi.

HUBUNGAN PENINGKATAN KADAR LEUKOSIT DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR Hubungan Peningkatan Kadar Leukosit dengan Kejadian Persalinan Prematur di RSUD Dr. Moewardi.

Hasil: Data hubungan peningkatan kadar leukosit dengan kejadian persalinan prematur menyebutkan bahwa ibu hamil yang menjalani persalinan prematur yang disertai leukositosis adalah sebesar 23 kasus (23,75%) dan yang tidak disertai leukositosis sebesar 17 kasus (21,25%). Sedangkan ibu hamil yang menjalani persalinan aterm dengan disertai leukositosis adalah sebesar 8 kasus (10%) dan yang tidak disertai dengan leukositosis adalah sebesar 32 kasus (40%). Berdasarkan hasil uji beda Chi Square dari data kadar leukosit dengan nilai X² hitung lebih besar dari X² tabel (11,850 > 7,00) dengan P value (0,001 < 0,05) sehingga menunjukkan Rasio Prevalensi (RP) = 2,13. Dengan demikian maka H 0 ditolak dan H 1 diterima.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar High Sensitivity- C Reactive Protein (Hs-Crp) Dengan Volume Infark Dan Outcome Fungsional Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

Hubungan Kadar High Sensitivity- C Reactive Protein (Hs-Crp) Dengan Volume Infark Dan Outcome Fungsional Pada Pasien Stroke Iskemik Akut

maksimum Kadar hs-CRP, Volume Infark dan mRS 46 IV.1.3. Hubungan Kadar hs-CRP dengan Volume Infark 46 IV.1.4. Hubungan Kadar hs-CRP dengan skor mRS 47 IV.1.5. Hubungan Volume Infark dengan skor mRS 47 IV.1.6. Nilai titik potong kadar hs-CRP sebagai prediktor

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KADAR LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL DENGAN KEJADIAN DAN KEPARAHAN STROKE AKUT

HUBUNGAN KADAR LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL DENGAN KEJADIAN DAN KEPARAHAN STROKE AKUT

Hubungan kadar lipid darah dengan stroke bersifat kompleks. Pada multiple risk factor intervention trial (MRFIT), kolesterol total diketahui berhubungan langsung dengan mortalitas stroke iskemik dan berhubungan terbalik dengan kematian oleh karena stroke hemoragik. 5 Untuk PIS, kadar LDL yang rendah diketahui merupakan faktor risiko untuk terjadinya PIS, di samping faktor lain yaitu usia, etnik Afrika-Amerika, tekanan darah tinggi, dan kadar trigliserida yang rendah. 6 Kadar LDL yang rendah juga secara independen dapat memprediksi perkembangan hematoma perburukan neurologis awal dan mortalitas dalam 3 bulan setelah PIS akut. 7
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...