Top PDF Pengaruh Pemberian Minuman Bubuk Kakao Bebas Lemak (Theobroma cacao Linneaus) terhadap Profil Darah Beberapa Manusia

Pengaruh Pemberian Minuman Bubuk Kakao Bebas Lemak (Theobroma cacao Linneaus) terhadap Profil Darah Beberapa Manusia

Pengaruh Pemberian Minuman Bubuk Kakao Bebas Lemak (Theobroma cacao Linneaus) terhadap Profil Darah Beberapa Manusia

Platelet adalah sel dalam darah yang merupakan komponen utama pada pembekuan darah. Selain peranannya dalam hemostasis dan trombosis, platelet juga berperan dalam kejadian-kejadian inflamasi seluler. Setelah suplementasi minuman bubuk kakao bebas lemak selama 25 hari terjadi penurunan jumlah platelet pada kelompok perlakuan yang berbeda nyata antara sebelum dan sesudah studi. Namun penurunan jumlah tersebut masih dalam kisaran jumlah normal platelet darah. Di samping itu penurunan terjadi juga pada kelompok kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penurunan yang terjadi bukan disebabkan oleh pengaruh minuman bubuk kakao bebas lemak, tapi makanan yang dikonsumsi selama suplementasi diduga berkontribusi pada penurunan nilai. Penurunan jumlah platelet belum bisa disimpulkan sebagai penurunan fungsi platelet. Untuk mengetahui pengaruh konsumsi minuman bubuk kakao bebas lemak terhadap fungsi platelet, perlu dilakukan pengukuran pada jumlah mean platelet volume (MPV), yang mengindikasikan adanya penurunan aktivitas platelet. Di samping itu juga perlu dilakukan analisis terhadap penanda aktivasi platelet, reaksi pelepasan ATP, pembentukan mikropartikel dan agregasi platelet primer dengan menggunakan berbagai induktor, seperti kolagen dan ADP. Data yang diperoleh dapat dipakai sebagai end point fungsi platelet, di mana penurunan pada semua end point tersebut akan memperjelas peranan flavonoid, khususnya bubuk kakao bebas lemak, dalam memodulasi fungsi platelet, sehingga dapat diberikan untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskular (Murphy et al 2003; Rein et al 2000b; Ding et al 2006).
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Pengaruh Minuman Bubuk Kakao Lindak Bebas Lemak terhadap Aktivitas Enzim Antioksidan dan Enzim Detoksifikasi pada Eritrosit dan Plasma Manusia

Pengaruh Minuman Bubuk Kakao Lindak Bebas Lemak terhadap Aktivitas Enzim Antioksidan dan Enzim Detoksifikasi pada Eritrosit dan Plasma Manusia

Zakaria (1996) mengemukakan bahwa sayuran dan buah-buahan yang kaya dengan vitamin E dan vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Selain itu selama intervensi ini berlangsung, responden juga mengurangi konsumsi jajanan. Menurut Fardiaz dan Fardiaz (1993) dalam makanan jajanan mengandung bahan-bahan pencemar seperti mikroorganisme, pestisida, logam berat, zat pewarna, zat pemanis dan zat pengawet. Zakaria dan Abidin (1996) menyatakan bahwa konsumsi makanan yang telah tercemar bahan kimia berpotensi menaikkan pembentukan senyawa radikal dalam tubuh konsumen. Konsumsi makanan yang berpotensi sebagai antioksidan tentunya akan berdampak posistif pada sistem pertahanan enzimatik tubuh. Hal ini telah dibuktikan salah satunya dalam penelitian Dragted et al (2004) yang menyebutkan bahwa pemberian sayuran dan buah-buahan sebanyak 600 gram/hari yang terdiri dari brokoli, bayam, bawang merah, tomat, jeruk, apel, pir selama 25 hari pada 43 orang responden yang teridiri dari pria dan wanita telah terbukti mampu meningkatkan aktivitas enzim antioksidan SOD (984±158 U/g protein menjadi 993±U/ g protein) dan glutation peroksidase (126±21 U/ g protein menjadi 133±22 U/ g protein) pada eritrosit dan plasma darah. Dengan meningkatnya aktivitas enzim antioksidan dalam tubuh tentunya akan semakin memperkuat sistem pertahanan tubuh terhadap serangan radikal bebas yang merupakan pemicu munculnya berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, jantung koroner, aterosklerosis dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

PENGARUH 2,4-D (2,4-Diklorofenoksiasetat) DAN BAP (6 – Benzil amino purine) TERHADAP KEBERHASILAN EMBRIOGENESIS SOMATIK BUNGA KAKAO (Theobroma cacao, L.) - repository perpustakaan

PENGARUH 2,4-D (2,4-Diklorofenoksiasetat) DAN BAP (6 – Benzil amino purine) TERHADAP KEBERHASILAN EMBRIOGENESIS SOMATIK BUNGA KAKAO (Theobroma cacao, L.) - repository perpustakaan

Yuliatmoko,W. 2007. Efek konsumsi minuman bubuk kakao lindak bebas lemak terhadap aktivitas antioksidan dan ketersediaan hayati flavonoid pada plasma manusia. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Zulkarnain. 2004. In vitro culture of Pogostemon cablin Benth.(Nilam plant): the

7 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Dengan Pemberian Pupuk NPK Dan Hayati

Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Dengan Pemberian Pupuk NPK Dan Hayati

Menurut Soepardi (1983) dalam Jamilah (2003) menyatakan bahwa pupuk kandang merupakan campuran dari kotoran padat, kotoran cair, bahan amparan dan sisa makanan. Pemberian pupuk kandang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan ketersediaan hara. Di antara jenis pupuk kandang, pupuk kandang sapilah yang mempunyai kadar serat yang tinggi seperti selulosa, pupuk kandang sapi dapat memberikan beberapa manfaat yaitu menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman, menggemburkan tanah, memperbaiki tekstur dan struktur tanah, meningkatkan porositas, aerase dan komposisi mikroorganisme tanah, memudahkan pertumbuhan akar tanaman, daya serap air yang lebih lama pada tanah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Coklat (Theobroma cacao) terhadap Tekanan Darah.

Pengaruh Coklat (Theobroma cacao) terhadap Tekanan Darah.

Nitrit Oxide dilepaskan oleh sel endotel melalui berbagai rangsangan seperti 5- OH-tryptamine, acetylcoline ,thrombin, A32187 calcium ionophor,arachidonic acid, dan lain-lain. Nitrit Oxide mengaktivasi guanylate cyclase pada otot polos dan peningkatan platelet dari intrasel cyclic guanylyl phosphate (cGMP). Peningkatan platelet dari intrasel cGMP menyebabkan otot polos relaksasi dan penghambatan agregasi platelet, sehingga terjadi penurunan konsentrasi Ca 2+ intraseluler. Sehingga pembuluh darah menjadi vasodilatasi dan tekanan darah menjadi turun (Luminita J at all,2002).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

otensi Imunomodulator Ekstrak Bubuk Kakao Bebas Lemak sebagai Produk Substandar secara in vitro pada Sel Limfosit Manusia

otensi Imunomodulator Ekstrak Bubuk Kakao Bebas Lemak sebagai Produk Substandar secara in vitro pada Sel Limfosit Manusia

Sementara itu, tiga tingkat konsentrasi ekstrak bubuk kakao yang diujikan terhadap kultur menghasilkan nilai p sebesar 0.0230, yang berarti perlakuan ini memberikan pengaruh yang nyata terhadap absorbansi kultur maupun proliferasi sel. Seperti tampak pada tabel 5, pada dosis tinggi yaitu konsentrasi empat kali dosis normal, penambahan ekstrak bubuk kakao pada kultur memberikan pengaruh yang lebih tinggi dan berbeda nyata dengan dua konsentrasi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi bubuk kakao sampai dengan empat kali dosis normal dapat meningkatkan kemampuan limfosit untuk berproliferasi. Dengan kata lain, konsumsi bubuk kakao dalam jumlah yang cukup tinggi ini dapat lebih meningkatkan sistem imunitas tubuh. Meskipun demikian ada kemungkinan jika dosis yang dikonsumsi terlalu tinggi akan menjadi bersifat toksik bagi sel limfosit. Tapi untuk ekstrak bubuk kakao yang diujikan, sampai dengan konsentrasi empat kali dosis normal (6,64 mg/ml) ekstrak bubuk kakao tidak bersifat toksik.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

tanaman kakao MAKALAH BIOLOGI KAKAO Theobroma Cacao

tanaman kakao MAKALAH BIOLOGI KAKAO Theobroma Cacao

Ditinjau dari tipr iklimnya, kakao sangat ideal ditanam pada daerah-daerah yang tipe iklimnya Am (menurut Koppen) atau B (menurut Scmid dan Fergusson). Di daerah-daerah yang tipe iklimnya C (menurut Scmid dan Fergusson) kurang baik untuk penanaman kakao karena bulan keringnya yang panjang.

12 Baca lebih lajut

BAHAN DAN METODE Bahan

BAHAN DAN METODE Bahan

Kakao memberikan efek antioksidan yang dapat meningkatkan aktivitas SOD dan menurunkan kadar MDA darah karena kandungan polifenolnya yang tinggi. Kandungan polifenol tinggi ini didukung oleh penyangraian vakum yang digunakan, sehingga polifenol tidak hilang selama proses penyangraian. Tujuan dari penelitian ini mengetahui efek antioksidan seduhan bubuk kakao terhadap kadar MDA dan SOD darah pada kondisi stres oksidatif akibat minyak jelantah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan tersarang (nested design) dengan dua faktor dan lima ulangan, dimana antara kedua faktor tidak ada interaksi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) diikuti uji lanjut BNT dan DMRT (α=0.05).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS KOMPOS LIMBAH KULIT BUAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.).

PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS KOMPOS LIMBAH KULIT BUAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.).

Panjang Akar Tunggang Tanaman dan Jumlah Cabang Akar .... Bobot Segar dan Kering Bibit ...[r]

1 Baca lebih lajut

OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN LEMAK KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN BASIS VANISHING CREAM

OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN LEMAK KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN BASIS VANISHING CREAM

Kulit merupakan organ tubuh manusia yang luasnya paling besar dan tersebar hampir di seluruh tubuh. Kulit memiliki ketebalan 0,05-3 mm yang bagian luarnya lebih tebal dibandingkan bagian dalam dan bagian tertutupnya (Ningsih, 2014). Kulit terbagi menjadi 3 lapisan yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Pada lapisan epidermis terdapat lapisan malpighi yang terkandung pigmen melamin yang memberikan warna pada kulit. Lapisan malpighi berfungsi sebagai pelindung dari bahaya sinar matahari terutama sinar UV (Ningsih, 2014). Jika lapisan ini terpapar terus menerus, akan menyebabkan kerusakan pada lapisan epidermis.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN 6-furfurylamino purine (KINETIN) DAN Kalium sulfat (K2SO4) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRYO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

PENGARUH PENAMBAHAN 6-furfurylamino purine (KINETIN) DAN Kalium sulfat (K2SO4) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRYO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

Maximova, S. N., Alemanno, L., Young, A., Ferriere, N., Traore, A., & Guiltinan, M. J. (2002). Efficiency, genotypic variability, and cellular origin of primary and secondary somatic embryogenesis of Theobroma cacao L. In Vitro Celluler Development Biology Plant, 38, 252-259.

6 Baca lebih lajut

KAJIAN PEMANFAATAN BUAH KAKAO TERSERANG BUSUK BUAH (PHYTOPTHORA PALMIVORA BUTLER) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI

KAJIAN PEMANFAATAN BUAH KAKAO TERSERANG BUSUK BUAH (PHYTOPTHORA PALMIVORA BUTLER) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI

bahwa biji kakao lindak masak penuh memiliki aktivitas antioksidan terbesar yaitu 86,4% dan terendah dimiliki oleh biji kakao terserang P. palmivora berat yaitu 72,8%. Secara keseluruhan aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh buah yang terserang P. palmivora masih cukup tinggi yaitu antara 72,8 – 85,1%. Hasil pengekstrakan polifenol menghasilkan ekstrak terbanyak pada biji kakao edel masak penuh yaitu 15,8% dan terkecil pada buah terserang P. palmivora berat yaitu 4,8%. Pada pengamatan berat buah dan berat biji basah, buah edel masak penuh mempunyai berat tertinggi yaitu 964,5 g dan berat bijinya 210 g, sedangkan berat buah terkecil dimiliki buah edel muda umur 90 – 100 hari yaitu 316,4 g dan berat biji basah terkecil pada buah terserang P. palmivora berat yaitu 127,7 g. Selanjutnya pada pengamatan kadar kulit dan rendemen keping biji didapatkan kadar kulit terbesar pada buah terserang P. palmivora berat yaitu 55,5% dan menghasilkan rendemen keping biji paling sedikit yaitu 44,5%, sedangkan kadar kulit terkecil dimiliki oleh kakao lindak masak yaitu 14,4% dan rendemen keping bijinya paling besar yaitu 85,6%. Untuk pengamatan kadar lemak dan rendemen bubuk bebas lemak didapatkan bahwa biji kakao lindak masak penuh memiliki kadar lemak tertinggi yaitu 51,5% dan rendemen bubuk bebas lemaknya paling sedikit yaitu 48,5%, sedangkan buah terserang P. palmivora ringan memiliki kadar lemak terkecil yaitu 41,6% sehingga menghasilkan rendemen bubuk bebas lemak paling besar yaitu 58,4%. Untuk pengamatan warna didapatkan bahwa warna yang dominan pada kakao edel adalah kuning dan memiliki derajat warna keputihan paling tinggi. Sedangkan kakao lindak memiliki warna dominan merah dan derajat keputihannya kecil, begitu juga dengan buah yang terserang P. palmivora. Untuk intensitas warna, pada kakao edel semakin matang semakin naik. Sebaliknya pada kakao lindak dan terserang P. palmivora semakin turun. Pada pengamatan kenampakan buah dan biji kakao didapatkan bahwa pada buah yang terserag P. palmivora terdapat bercak kecoklatan pada buah dan semakin melebar seiring dengan semakin beratnya serangan, sedangkan biji didalamnya menjadi menyusut dan berwarna kecoklatan juga.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Benih Kakao Dalam Air Kelapa dan Pemberian Pupuk NPKMg Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)

Pengaruh Perendaman Benih Kakao Dalam Air Kelapa dan Pemberian Pupuk NPKMg Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman benih kakao dalam air kelapa dan pemberian pupuk NPKMg terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakan di desa Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal, Medan, dimulai pada bulan Januari 2012 dan selesai pada Mei 2012. Rancangan yang diguankan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah lama perendaman air kelapa dengan 4 taraf, yaitu 0 jam, 6 jam, 12 jam, dan18 jam. Faktor kedua adalah pupuk NPKMg (15:15:6:4) dengan 4 taraf, yaitu 0 g, 7 g, 14 g, 21 g. Perlakuan air kelapa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14 MST dan jumlah daun 2, 4, 6 MST tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang, luas daun, berat basah tajuk, berat basah akar, berat basah tajuk dan berat kering tajuk.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Dengan Pemberian Pupuk NPK Dan Hayati

Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Dengan Pemberian Pupuk NPK Dan Hayati

Data sidik ragam bobot kering akar g Sumber db JK KT F.hit F.05 Ket.[r]

32 Baca lebih lajut

Pertumbuhan  Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Dengan Pemberian Pupuk NPK Dan Hayati

Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Dengan Pemberian Pupuk NPK Dan Hayati

Menurut Soepardi (1983) dalam Jamilah (2003) menyatakan bahwa pupuk kandang merupakan campuran dari kotoran padat, kotoran cair, bahan amparan dan sisa makanan. Pemberian pupuk kandang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan ketersediaan hara. Di antara jenis pupuk kandang, pupuk kandang sapilah yang mempunyai kadar serat yang tinggi seperti selulosa, pupuk kandang sapi dapat memberikan beberapa manfaat yaitu menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman, menggemburkan tanah, memperbaiki tekstur dan struktur tanah, meningkatkan porositas, aerase dan komposisi mikroorganisme tanah, memudahkan pertumbuhan akar tanaman, daya serap air yang lebih lama pada tanah.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

pertumbuhan bibit kakao, melainkan hanya meningkatkan persen infeksi akar oleh mikoriza saja. Dengan meningkatnya dosis kompos kulit buah kakao dalam media tanam, makan makin menekan pertumbuhan bibit kakao. Hal ini dapat dilihat dari peubah jumlah daun bulan ke-1, tinggi tanaman bulan ke-1, ke-2, dan ke-3, diameter batang bulan ke-2, ke-3, dan ke-4, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Tidak terdapat interaksi antara pemberian FMA dan dosis kompos kulit buah kakao pada semua peubah yang diamati.

52 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN 6-benzylamino purine (BAP) DAN VITAMIN UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRIO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

PENGARUH PENAMBAHAN 6-benzylamino purine (BAP) DAN VITAMIN UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRIO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO - repository perpustakaan

Muller, T. S. (2013). Somatic embryogenesis of Theobroma cacao L.: developmental physiology of the embryo and improvement of culture conditions. Dissertation, Hamburg:The Faculty of Mathematics, Informatics, and Natural Sciences University of Hamburg.

7 Baca lebih lajut

FURQON FAIZAH DAFTAR PUSTAKA

FURQON FAIZAH DAFTAR PUSTAKA

Kusmianto, J. 2008. Pengaruh Thidiazuron tunggal dan kombinasi Thidiazuron dan Benzilaminopurin terhadap pembentukan tunas dari potongan daun Denrobium antennatum L. secara In vitro. Skripsi. Jakarta : Universitas Indonesia

6 Baca lebih lajut

Kajian Pemanfaatan Buah Kakao Terserang Busuk Buah Phytopthora palmivora Butler

Kajian Pemanfaatan Buah Kakao Terserang Busuk Buah Phytopthora palmivora Butler

Biji kakao mengandung senyawa polifenol sebanyak 5 – 18 % dalam bubuk bebas lemak. Polifenol biji kakao memiliki aktivitas antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penyakit busuk buah adalah penyakit utama buah kakao yang disebabkan oleh cendawan Phytopthora palmivora Butler yang umumnya menyerang buah kakao yang ditanam di daerah dengan curah hujan tinggi. Serangan penyakit ini dapat menyebabkan kerugian hasil hingga 40%. Serangan penyakit busuk buah kakao menyebabkan buah menjadi berwarna coklat dan bijinya menyusut. Tetapi bila menyerang buah yang sudah matang biasanya fisik biji tidak terpengaruh. Potensi biji kakao sebagai sumber antioksidan alami cukup besar, mengingat kandungan polifenolnya cukup tinggi. Selain bisa didapatkan dari biji kakao yang sehat, polifenol mungkin dapat juga diperoleh dari biji kakao yang terserang penyakit busuk buah. Oleh karena itu perlu dilakukan studi pemanfaatan biji kakao terserang penyakit busuk buah sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan polifenol dan aktifitas antioksidan biji kakao beberapa jenis kakao pada beberapa tingkat kematangan dan untuk mengetahui pengaruh serangan busuk buah Phytopthora palmivora terhadap kandungan polifenol dan aktifitas antioksidannya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...