Top PDF Perancangan Pengaman Loker Otomatis Dengan Menggunakan Password Berbasis Mikrokontroler At89s51

Perancangan Pengaman Loker Otomatis Dengan Menggunakan Password Berbasis Mikrokontroler At89s51

Perancangan Pengaman Loker Otomatis Dengan Menggunakan Password Berbasis Mikrokontroler At89s51

3. Mode 2 : Data dikirim atau diterima 11 bit sekaligus, diawali dengan 1 bit start, disusul 8 bit data, kemudian bit ke 9 yang bisa diatur lebih lanjut, diakhiri dengan 1 bit stop. Pada AT89S51/52 yang berfungsi sebagai pengirim, bit 9 tersebut berasal dari bit TB8 dalam register SCON dan yang berfungsi sebagai penerima, bit 9 ditampung pada bit RB8 dalam register Serial Control (SCON), sedangkan bit stop diabaikan tidak ditampung. Boudrate bisa dipilih antara 1/32 atau 1/64 frekuensi kristal yang digunakan.

56 Baca lebih lajut

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Secara fisik, kerja dari sebuah mikrokontroler dapat dijelaskan sebagai siklus pembacaan instruksi yang tersimpan di dalam memori. Mikrokontroler menentukan alamat dari memori program yang akan dibaca, dan melakukan proses baca data di memori. Data yang dibaca di interprestasikan sebagai instruksi. Alamat instruksi disimpan oleh mikrokontroler di register, yang dikenal sebagai program counter. Instruksi ini misalnya program aritmatika yang melibatkan 2 register. Sarana yang ada dalam program assembly sangat minim, tidak seperti dalam bahasa pemrograman tingkat atas (high level language programming) semuanya sudah siap pakai. Penulis program assembly harus menentukan segalanya, menentukan letak program yang ditulisnya dalam memori-program, membuat data konstan dan tablel konstan dalam memori-program, membuat variabel yang dipakai kerja dalam memori – data dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Dari hal diatas penulis memiliki sebuah ide untuk membuat sebuah prototipe yang dapat mengatur lalu lintas di perlintasan kereta api dengan membuka dan menutup palang pintu perlintasan kereta api secara otomatis. Dimana alat ini mempunyai prinsip untuk membuka dan menutup palang pintu perlintasan dengan cara menempuh dua titik uji yang ditentukan.

4 Baca lebih lajut

SISTEM PENGAMAN PINTU ELEKTRONIS MENGGUNAKAN BARCODE PASSWORD DAN PIN PASSWORD BERBASIS MIKROKONTROLER 68HC11

SISTEM PENGAMAN PINTU ELEKTRONIS MENGGUNAKAN BARCODE PASSWORD DAN PIN PASSWORD BERBASIS MIKROKONTROLER 68HC11

Perancangan sistem pengaman pintu elektronis ini menggunakan barcode reader seri CD-108E CCD (CCD Scanner) sebagai pembaca dan penerjemah barcode ke dalam bentuk heksa desimal. Antar muka (interface) yang digunakan oleh barcode reader menuju port D M68HC11 adalah konektor PS/2 yang keluarannya berupa sinyal serial. 6 pin mini-DIN adalah konektor PS/2 yang digunakan dalam perancangan sistem pengaman pintu elektronis ini dan memiliki 6 pin keluaran seperti pada Gambar 2. Suplai tegangan yang dicatu untuk barcode reader sebesar 5 volt dengan arus maksimum sebesar 100 mA.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

PERANCANGAN PALANG PINTU OTOMATIS REL KERETA API BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 MENGGUNAKAN BAHASA ASSEMBLY TUGAS AKHIR TIMBUL YERIKO SIAHAAN 092408024 PROGRAM STUDI DIII FISI[r]

12 Baca lebih lajut

PERANCANGAN APLIKASI PALANG PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN MOTION SENSOR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

PERANCANGAN APLIKASI PALANG PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN MOTION SENSOR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

pendeteksian tersebut akan diproses oleh mikrokontroler AT89S51 dan dikirim ke motor stepper untuk mengendalikan buka/tutupnya pintu dan memberikan semacam tanda seperti alarm terhadap penjaga pintu akses masuk dan keluar. Kendaraan yang ingin melewati palang pintu tidak perlu menunggu petugas untuk membukanya. Pintu akan terbuka otomatis ketika motion sensor mendeteksi adanya gerakan mendekati palang pintu. Sehingga diharapkan dengan pengaplikasian sistem tomatis palang pintu tersebut, maka dapat memberikan kemudahan kepada pengguna pintu, kendaraan yang ingin melewati pintu akan diketahui oleh petugas dan mengurangi antrian kendaraan untuk memasuki lokasi perusahaan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Motor dc memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet. Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas di antara kutub-kutub magnet permanen.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Panduan lengkap belajar mikrokontroler perancangan sistem dan aplikasi mikrokontroler.. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.[r]

1 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PENGEREMAN OTOMATIS PADA MODEL MOBIL DENGAN SENSOR ULTRASONIC BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51.

PERANCANGAN PENGEREMAN OTOMATIS PADA MODEL MOBIL DENGAN SENSOR ULTRASONIC BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51.

Adanya gagasan tentang mobil sistem cerdas, maka penulis ingin mengembangkan sistem tersebut untuk melakukan pengereman otomatis dengan menggunakan sensor ultrasonic yang difungsikan sebagai sensor untuk mengukur jarak sebuah objek benda pada jarak tertentu yang ada di depan sebuah model mobil.

6 Baca lebih lajut

Perancangan Rangkaian Running Text Dalam Penggunaan Pintu Otomatis  Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Perancangan Rangkaian Running Text Dalam Penggunaan Pintu Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Oleh karena era globalisasi yang sangat berkembang pesat seperti sekarang ini, faktor keamanan bagi setiap orang merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Untuk menjaga keamanan pada gedung megah, hotel mewah, menara yang menjulang tinggi, dan rumah-rumah mungil sekalipun yang biasanya sebagai tempat tinggal orang umumnya dari hal-hal atau tindakan yang tidak diinginkan, misalnya pencurian. Alangkah baiknya, untuk menghindari hal tersebut jika pintu tersebut dilengkapi dengan teknologi yang canggih yaitu dapat membuka pintu secara otomatis dengan menggunakan password. Penggunaan password pada pintu ini, sudah pasti hanya orang tertentu yang tahu, sehingga orang lain tidak akan tahu membuka pintu tersebut tanpa tahu kodenya. Jadi dengan menekan tombol-tombol tertentu yang terdapat pada keypad password, maka pintu akan terbuka secara otomatis.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Perancangan Pintu Otomatis Menggunakan Barcode Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Perancangan Pintu Otomatis Menggunakan Barcode Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Untuk mempermudah penjelasan, maka rangkaian di atas dikelompokkan menjadi 4 rangkaian. Pada rangkaian di atas, jika salah input rangkaian I yang dihubungkan ke mikrokontroler diberi logika high dan input pada rangkaian lainnya diberi logika low, maka kedua transistor tipe NPN C945 pada rangkaian I akan aktip. Hal ini akan membuat kolektor dari kedua transistor C945 pada rangkaian I akan mendapat tegangan 0 volt dari ground. Kolektor dari transistor C945 yang berada di sebelah kiri atas diumpankan ke basis dari transistor tipe PNP TIP 127 sehingga basis dari transistor TIP 127 mendapatkan tegangan 0 volt yang menyebabkan transistor ini aktip (transistor tipe PNP akan aktip jika tegangan pada basis lebih kecil dari 4,34 volt). Aktipnya transistor PNP TIP 127 ini akan mengakibatkan kolektornya terhubung ke emitor sehingga kolektor mendapatkan tegangan 15 volt dari Vcc.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Perancangan Dan Pembuatan Gerbang Otomatis Dengan Bahasa Assembly MCS-51 Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Perancangan Dan Pembuatan Gerbang Otomatis Dengan Bahasa Assembly MCS-51 Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalammedan magnet. Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas di antara kutub-kutub magnet permanen.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Sistem Pengaman Pintu Elektronis Menggunakan Barcode Password dan PIN Password Berbasis Mikrokontroler 68HC11 - Repository Universitas Ahmad Dahlan

Sistem Pengaman Pintu Elektronis Menggunakan Barcode Password dan PIN Password Berbasis Mikrokontroler 68HC11 - Repository Universitas Ahmad Dahlan

Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium yang dimulai dengan merancang perangkat keraas yang meliputi rangkaian sistem EVBU mikrokontroler 68HC11, catu daya, barcode reader, keypad 3x4, LCD 20x2 karakter, dan driver motor stepper. Sistem pengaman pintu elektronis ini mempunyai 2 password yaitu barcode dan kombinasi PIN, sedangkan proses buka dan tutup pintu diimplementasikan oleh putaran motor stepper. Selanjutnya merancang peragkat lunak sebagai pengendali sistem keamanan pintu elektronis yang meliputi perancangan program komunikasi serial antara borcode reader dengan Serial Peripheral Interface dari mikrokontroler 68HC11, program penampilan karakter oleh LCD sebagai penampil layanan menu, program keypad untuk pemasukan kombinasi PIN dan program untuk memutarkan motor stepper. Pengujian dilakukan secara eksperimen yang meliputi frekuensi barcode reader pada saat melakukan scanning, respon barcode reader terhadap media kertas yang berbeda, jarak scanning barcode, kemiringan scanning barcode, dan pemasukan kombinasi PIN.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Perancangan Palang Pintu Otomatis Rel Kereta Api Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Bahasa Assembly

Kemampuan manusia dalam mengawasi lalu lintas yang terdapat pada perlintasan kereta api sangat terbatas, ini dapat kita lihat pada perlintasan kereta api yang sering terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh lemahnya sistem pengawasan di jalur perlintasan kereta api tersebut. Dari permasalahan itu penulis berinisiatif membuat sebuah model perlintasan kereta api secara otomatis, dengan adanya model ini nantinya diharapakan dapat diaplikasikan kedalam kedalam sebuah situasi yang sebenarnya. Alat ini menggunakan sebuah mikrokontroler AT89S51 sebagai pusat kendali dan menggunakan photodiode dan led inframerah sebagai sensor untuk mendeteksi kereta api yang lewat dan mikrokontroler akan menutup palang pintu perlintasan kereta api.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perancangan Robot Otomatis Pengangkat Barang   Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Perancangan Robot Otomatis Pengangkat Barang Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Pengujian pada rangkaian catu daya ini dilakukan dengan mengukur tegangan keluaran dari rangkaian ini dengan menggunakan voltmeter digital. Dari hasil pengujian pada saat baterei penuh, maka didapatkan tegangan keluaran pertama sebesar 5,0 volt dan tegangan keluaran yang kedua sebesar 6,2 volt. Pada saat baterei lemah, maka didapatkan tegangan keluaran pertama sebesar 4.6 volt dan tegangan keluaran yang kedua sebesar 5,9 volt walaupun tegangan keluaran pertama tidak tepat 5 volt, dan tegangan keluaran kedua tidak tepat 6 volt, robot tetap bekerja namun jalannya semakin lambat. Hal ini disebabkan karena kurangnya tegangan yang dibutuhkan untuk memutar motor. Dengan demikian rangkaian ini telah berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

SISTEM PENGAMAN BRANKAS DENGAN MENGGUNAKAN HANDPHONE BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

SISTEM PENGAMAN BRANKAS DENGAN MENGGUNAKAN HANDPHONE BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

Dari keseluruhan proses pembuatan tugas akhir yang telah dilakukan, kesimpulannya adalah berhasil melakukan rancang bangun sistem pengaman brankas dengan memanfaatkan handphone sebagai alat pengirim sms serta menggunakan mikrokontroler AT89S51, apabila password yang dimasukkan benar maka pintu brankas akan terbuka dan apabila password salah maka pemilik brankas akan mendapat sms dari handphone brankas.

55 Baca lebih lajut

Sistem Pengaman Rumah Dengan Security Password Menggunakan Sensor Gerak Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Sistem Pengaman Rumah Dengan Security Password Menggunakan Sensor Gerak Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Aktipnya transistor C828 akan menyebabkan % terhubung ke , sehingga % mandapat tegangan 0 volt dari ground, tegangan ini diumpankan ke basis dari transistor ke?2 tipe PNP A733, sehingga transistor ini juga aktip. Seterusnya aktipnya transistor A733 akan menyebabkan colektornya terhubung ke emitor, sehingga kolektor mandapat tegangan 5 volt dari Vcc. Kolektor dari transistor A733 dihubungkan ke transistor ke 3 tipe NPN C945, sehingga transistor ini aktip dan kolektor mendapatkan tegangan 0 dari ground. Tegangan 0 volt yang merupakan sinyal high (1) yang diumpankan ke mikrokontroler AT89S51, sehingga mikrokontroler dapat mengetahui bahwa sensor ini mengirimkan sinyal (0), yang berarti bahwa tidak ada kaleng minuman yang menghalangi sensor ini (kaleng minuman dalam alat tidak ada atau habis). tegangan ini juga diumpankan ke basis dari transistor ke?4 tipe PNP, sehingga transistor ini juga aktip dan LED indikator menyala.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Perancangan Dan Pembuatan Gerbang Otomatis Menggunakan Limit Switch Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Perancangan Dan Pembuatan Gerbang Otomatis Menggunakan Limit Switch Berbasis Mikrokontroler AT89S51

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kehidupan sehari hari banyak pekerjaaan yang dilakukan itu sangat rumit, pada zaman serba canggih ini merupakan bagian Yang sangat penting dalam kehidupan manusia untuk dapat berkembang secara maju yang merupakan tuntutan dibidang elektronika dan Instrumentasi dalam hal pengembangannya. Sebagai Mahasiswa D3 Fisika Universitas Sumatera Utara diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang berbekal duduk dibangku perkuliahan kedalam kehidupan nyata sehari – hari. Oleh sebab itu maka penulis merencanakan sebuah tugas akhir yang berjudul “PERANCANGAN DAN PEMBUATAN GERBANG OTOMATIS MENGGUNAKAN LIMIT SWITCH BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51” Tujuan dari perancangan dan pembuatan proyek ini adalah untuk mengaplikasikan Teori yang didapat penulis dari perkuliahan dengan membuat suatu alat. Dan tujuan dari pembuatan tugas akhir adalah sebagai salah satu syarat untuk tamat dan lulus program Diploma III. Dimana alat ini bisa digunakan pada Instansi -instansi Pemerintah dan Swasta maupun untuk keperluan peribadi/rumah untuk kepentingan efisiensi suatu pekerjaan.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem  Pengaman Kendaraan   Roda Dua Menggunakan Password Dengan Bunyi Alarm Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Perancangan Sistem Pengaman Kendaraan Roda Dua Menggunakan Password Dengan Bunyi Alarm Berbasis Mikrokontroller AT89S51

Secara garis besar perancangan sistem pengaman kendaraan roda dua menggunakan password dengan bunyi alarm berbasis mokrokontroller AT89S51 terdiri dari enam ( 6 ) blok rangkaian utama. Keypad digunakan untuk menginputkan password ke sistem. Data password tersebut akan diterima oleh mikrokontroller. Mikrokontroller AT89S51 merupakan otak dari keseluruhan sistem. Didalam mikrokontroller AT89S51 inilah nantinya semua data diproses. Display seven segmen berfungsi untuk menampilkan nilai password yang diinputkan ke sistem. Driver relay berfungsi sebagai pemutus dan penyambung jalur api. Apabila input password benar maka relay akan menghubungkan jalur api. Dan apabila input password salah maka relay akan memutuskan jalur api dan memberikan tanda peringatan melalui alarm. Sensor arus berfungsi untuk mendeteksi apakah ada atau tidaknya pengaktifan stop kontak.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Perancangan Palang Kereta Api Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Sensor Inframerah Sebagai Sensor Halangan

Perancangan Palang Kereta Api Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Menggunakan Sensor Inframerah Sebagai Sensor Halangan

Mikrokontroler AT89S51 adalah chip mikrokontroler produksi Atmel Inc, merupakan keluarga dari MCS-51 rancangan Intel. AT89S51 mempunyai fitur dasar yang cukup lengkap untuk suatu pemrosesan input-output. Bahasa pemrograman yang digunakan AT89S51 hampir tidak jauh berbeda dengan instruksi set pada mikroprosesor intel yang sudah dipelajari pada perkuliahan. Mikrokontroler adalah system computer yang ringkas, dapat menggantikan fungsi computer dalam pengendalian kerja dan desain yang jauh lebih ringkas daripada computer. Dengan ukurannya yang sangat kecil mikrokontroler dapat digunakan pada peralatan yang bersifat bergerak (mobile) dalam hal ini adalah pada sebuah palang kereta api otomatis. Mikrokontroler ini digunakan sebagai otak dari suatu embedded system, sebuah system computer terpadu. Mikrokontroler AT89S51 memiliki perbandingan ROM dan RAM nya yang besar, artinya program control disimpan dalam ROM (bisa masked ROM atau Flash PEROM) yang ukurannya relative lebih besar, sedangkan RAM digunakan sebagai tempat penyimpan sementara, hal ini merupakan kelebihan mikrokontroler.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...