Top PDF Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Berdasarkan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahun 2015 sebagaimana dijabarkan pada bab IV, disusun rencana program dan kegiatan prioritas daerah tahun 2015 yang menjelaskan program dan kegiatan, prioritas daerah, sasaran daerah, indikator kinerja, target, satuan, pagu indikatif, lokasi serta SKPD penanggungjawab. Selengkapnya disajikan pada matrik.

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab V Final

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab V Final

Program dan kegiatan yang dijabarkan pada Matriks Rencana Program dan Kegiatan Tahun 2016 adalah program dan kegiatan yang bersifat prioritas dan menjadi tugas pokok dan fungsi SKPD sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Program dan kegiatan yang bersifat rutin dan mendukung keberlanjutan/operasional pelaksanaan tugas pokok SKPD tidak dicantumkan secara detail. Pendanaan untuk pelaksanaan program dan kegiatan prioritas ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTB dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). selanjutnya rencana program dan kegiatan prioritas daerah Provinsi NTB Tahun 2016 dapat dilihat pada matrik berikut ini :
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Berangkat dari latar belakang tersebut maka pada tanggal 11 Januari  2013   Kementerian  Pembangunan  Daerah  Tertinggal telah memfasilitasi   pembentukan   Regional   Management   Naroso   melalui penandatanganan   kesepakatan   bersama   antara   Walikota   Palu, Bupati Donggala, Bupati Parigi Moutong dan Bupati Sigi. Regional Management   Naroso   merupakan   salah   1   (satu)   dari   7   (tujuh) regional   management   yang   dibentuk   selama   kurun   waktu   2012­ 2013. dengan demikian sejak tahun 2010 sampai tahun 2013 total Regional   Management   yang   telah   dibentuk   oleh   Kementerian Pembangunan   Daerah   Tertinggal   adalah   sebanyak   13   Regional Management.   Kementerian   Pembangunan   Daerah   Tertinggal   juga telah menfasilitasi penganggaran melalui Dana Dekonsentrasi yaitu Kegiatan   Pengembangan   Kebijakan,   Koordinasi   dan   Fasilitasi Pembangunan   Wilayah   Strategis   di   Provinsi   Sulawesi   Tengah dengan Satuan Kerja berada di Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah yang   bertujuan   untuk   menfasilitasi   pengembangan   Regional Management di daerah tertinggal yang bersinergi dengan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet). 
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V 54

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V 54

Interaksi antar negara dalam dinamika pembangunan internasional memberi tempat yang kurang menguntungkan bagi negara berkembang seperti Indonesia. Interdependensi kurang seimbang yang mengarah pada dominasi permanen oleh negara maju masih menjadi fakta yang sulit dihindari. Oleh karena itu semangat pembangunan secara nasional terus dibangun untuk memposisikan bangsa Indonesia pada kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang telah maju dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Untuk menciptakan kondisi tersebut semangat yang sama harus bersenyawa dengan seluruh sistem struktural dan sistem sosial yang ada sampai pada level masyarakat dan individu.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V-CETAK

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V-CETAK

Program dan kegiatan prioritas pembangunan tersebut berisi program dan kegiatan baik untuk mencapai visi dan misi pembangunan jangka menengah maupun untuk pemenuhan layanan SKPD dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah. Program dan kegiatan prioritas diuraikan dalam kelompok urusan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Kegiatan keseluruhan yang dilaksanakan masing-masing SKPD disajikan pada matrik Rencana Kerja (Renja) SKPD pada lampiran RKPD.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab V RKPD 2016

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab V RKPD 2016

Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah Tahun 2016 yang dituangkan dalam RKPD 2016 ini, merupakan formulasi dari rangkaian pembahasan substansi Program dan Kegiatan yang telah dilakukan pada forum SKPD Tahun 2015. Pelaksanaan Forum SKPD yang telah dilaksanakan ini, disesuaikan berdasarkan Bidang Perencanaan yang ada di Bappeda Provinsi Kepulauan Riau.

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V RKPD 2016

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V RKPD 2016

Dalam bagian ini akan dikemukakan secara eksplisit rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD. Rencana program dan kegiatan prioritas harus mewakili aspirasi dan kepentingan masyarakat.

5 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V (141-157)

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V (141-157)

RPJMD  Provinsi Banten  Tahun  2012­2017 yang merupakan tahapan  ketiga  dari  RPJPD  Provinsi   Banten  Tahun  2005­2025, berorientasi   pada   pembangunan   dan   peningkatan   kompetensi segenap sumber daya yang terdapat di Banten dalam segala bidang, guna   menyiapkan   kemandirian   masyarakat   Banten.   Hal   tersebut akan   dicapai   dengan   menciptakan   aktivitas   ekonomi   yang   efektif dan efisien, menekankan upaya penguatan suprastruktur pelayanan kesehatan   dan   pendidikan,  melanjutkan   pembangunan infrastruktur wilayah, memantapkan revitalisasi infrastruktur yang telah   ada,   meningkatkan   produktivitas   pertanian   dengan memanfaatkan teknologi berkelanjutan,  meningkatkan  kerja  sama antara pemerintah dengan swasta dan masyarakat, meningkatkan kualitas   lingkungan,   meningkatkan   kinerja   pemerintahan   daerah, menyusun   perencanaan   yang   cerdas   dan   mampu   menjawab masalah serta mengantisipasi peluang dan tantangan yang muncul secara cermat dan cerdas.  
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Sawahlunto Tahun 2013-2018, adalah rencana pelaksanaan tahap ketiga (2013-2018) dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Sawahlunto Tahun 2005-2025, dimana visi pembangunan jangka panjang daerah Kota Sawahlunto adalah Sawahlunto Tahun 2020 Menjadi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya . Untuk dapat mewujudkan visi tersebut, RPJPD Kota Sawahlunto telah menetapkan 4 misi utama pembangunan daerah jangka Panjang, meliputi : 1) Memelihara dan mengembangkan nilai-nilai dasar agama dan adat di tengah-tengah masyarakat; 2) Meningkatkan fasilitas dan pelayanan umum; 3) Mengembangkan objek wisata tambang; 4) Mengembangkan seluruh potensi kota yang dapat mendorong berkembangnya pariwisata.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Pengembangan Kecamatan Megang Sakti diarahkan sebagai tanaman pangan sub sektor tanaman pangan meliputi tanaman padi dan palawija (seperti jagung, kacang, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, dan ubi kayu. Dari sektor perkebunan yang menjadi unggulan di kecamatan megang sakti adalah kelapa sawit dan karet. Sedangkan sektor peternakan Kecamatan Megang Sakti mempunyai jenis ternak berbagi 3 yaitu ternak besar ( seperti sapi potong, sapi perah, dan kerbau), ternak kecil (seperti kambing, domba, dan babi), sedangkan jenis ternak unggas (seperti ayam ras pedaging, ayam ras petelur, ayam kampung, itik). Oleh karena itu prioritas pembangunan diarahkan pada:
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

3. Penyediaan infrastruktur atau sarana-prasarana yang memadai sebagai salah satu upaya untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Pembangunan infrastruktur fisik meliputi sarana dan prasarana transportasi, telekomunikasi, listrik dan sarana pendukung ekonomi lainnya. Sedangkan infrastruktur non fisik adalah penyiapan peraturan-peraturan dan juga perangkat-perangkat sumber daya manusianya.

16 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

nama program/kegiatan, indikator kinerja program/kegiatan, tahun rencana yang meliputi lokasi, target pencapaian kinerja dan kebutuhan dana/pagu indikatif, yang meliputi target pencapaian kerja dan kebutuhan dana/pagu indikatifnya. Klasifikasi program dan kegiatan dituangkan secara lengkap dalam matrik rencana program dan kegiatan prioritas seluruh Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Kota Sawahlunto.

230 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Dalam hal terjadi perhitungan kapasitas keuangan daerah tahun rencana yang berbeda dengan perhitungan RPJMD maka atas kelebihan/kekurangan dana pagu tersebut dapat dialokasikan untuk program/kegiatan alternatif dan program/kegiatan baru. Suatu program kegiatan baru yaitu program dan kegiatan yang tidak tercantum pada renstra SKPD dengan kriteria sebagai berikut :

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Kondisi pembangunan wilayah terpadu di Kabupaten Donggala mengacu pada rencana tata ruang kawasan strategis Kabupaten yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Donggala. Rencana tersebut perlu dipriotaskan, karena berisikan arahan yang memiliki nilai strategis nasional, propinsi maupun Kabupaten. Kawasan strategis adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup nasional/propinsi/Kabupaten terhadap pertahanan dan keamanan, ekonomi, sosial budaya, teknologi tinggi dan/atau lingkungan hidup.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Pada bab ini disajikan rekapitulasi program dan kegiatan berikut dengan jumlah pagu indikatif masing-masing program dan kegiatan prioritas daerah yang direncanakan. Secara eksplisit juga memuat matrik tentang rencana program dan kegiatan prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Barat yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD. Dalam matrik Rencana Kerja ini memuat rincian kegiatan dari 187 program pembangunan Provinsi Sumatera Barat yang mengacu kepada Revisi RPJMD Tahun 2010-2015 dan sudah dituangkan berdasarkan Bidang Urusan Pemerintah Daerah baik Urusan Wajib maupun Pilihan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antar Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB  VII

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII

antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat, swasta / pengusaha/pebisnis, dan LSM dalam lingkup wilayah Kota Sawahlunto secara luas dalam upaya menumbuhkan perekonomian, pemerataan kutub-kutub ekonomi wilayah dan pertumbuhan wilayah secara umum. (c) Meningkatkan kemandirian keuangan dan pembiayaan pembangunan daerah khususnya yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). (d) Mewujudkan pemerintah yang bersih dan baik, sehingga kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat pula. (e) Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pemerintahan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (f) Mewujudkan stabilitas kehidupan social politik dan social budaya yang dinamis dalam mendorong partisipasi aktif/peran serta masyarakat kedalam kehidupan demokrasi. (g) Merealisasikan fungsi komunikasi yang cepat dan optimal dalam pembangunan sebagai akses responsive terhadap masyarakat melalui penyediaan infrastruktur teknologi informasi yang memadai. (h) melakukan reformasi birokrasi, memantapkan paradigma aparatur sebagai pelayanan masyarakat bukan dilayani, terutama pada pusat pelayan umum, (i) Penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi, antara lain pemantapan system informasi keuangan daerah, pengembangan one stop service, pengembangan bursa tenaga kerja on line, penerapan mekanisme complain. (j) Penggunaan e- government, e-Procurement, e-devolepment. (k) Pemberian Reward dan Punisment bagi aparatur.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB  X

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB X

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sawahlunto Tahun 2013-2018, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Sawahlunto Tahun 2005-2025, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sawahlunto Tahun 2012-2032, memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat 2010 2015 yang memuat Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Tahun 2010-2015, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Untuk memahami kemampuan keuangan Kota Sawahlunto dapat dilakukan analisis rasio keuangan, meliputi rasio lancar, kas rasio, rasio total utang terhadap total aset dan rasio utang terhadap modal. Rasio lancar dan kas rasio keduanya dimaksudkan untuk mengevaluasi kemampuan pemerintah daerah dalam membayar hutang lancarnya pada saat jatuh tempo, tetapi kas rasio lebih menunjukkan kemampuan riil berdasarkan kas yang dimiliki. Sedangkan rasio total hutang terhadap total aset dan rasio total utang terhadap ekuitas dana, sama- sama menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam melunasi seluruh kewajibannya seandainya aset atau aset bersih digunakan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB  VI

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VI

Tujuan yang hendak dicapai dalam misi 5 ini adalah Untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik, bersih dan efesien, Untuk Mewujudkan Pelayanan Publik yang prima kepada masyarakat, Untuk Menemukan inovasi dalam rangka percepatan pembangunan Kota. Sasaran yang dicapai adalah Meningkatnya kualitas Laporan Keuangan Daerah, Terlaksananya akuntabilitas dan Birokrasi Pemerintah berbasiskan Web dan secara Online (E-Goverment), Terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) ditiap SKPD, Terwujudnya administrasi kependudukan yang baik, Terwujudnya Pengelolaan Kearsipan yang profesional, Ditemukannya konsep dan terobosan yang baru dalam rangka peningkatan pendapatan daerah
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VI

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VI

Keberhasilan pembangunan daerah selain ditentukan oleh kualitas produk perencanaan, juga sangat ditentukan oleh sikap, mental, tekad, semangat, kejujuran, dan disiplin para pelaku pembangunan dalam mengimplementasikan rencana. Dengan demikian pelaksanaan pembangunan diharapkan mampu menjawab dan mengurangi permasalahan yang ada dengan memanfaatkan serta mengolah potensi sumber daya yang dimiliki. Dengan implementasi yang baik dari rencana yang baik, maka target dan sasaran pembangunan daerah akan tercapai, yang kesemuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...