Top PDF Seni Budaya Seni Rupa SMP KK D Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK D Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK D Prof

Kegiatan menggambar merupakan induk atau dasar dari karya seni rupa. Menggambar merupakan aktivitas mental dan fisik yang dituangkan dalam bentuk goresan tangan, menggunakan media dua dan tiga dimensi. Menggambar menggunakan imajinasi dan perasaan melalui alat gambar seperti pensil, bolpoin, krayon dan alat lain yang dapat digunakan untuk menulis.Objek menggambar dapat berbentuk flora (tumbuhan), fauna(hewan), dan alam benda, baik benda buatan manusia atau benda yang berasal dari alam. Menggambar sebaiknya dimulai dari mengamati objek yang akan digambar, mengatur komposisi gambar, sampai dengan mewarnai hasil gambar.
Baca lebih lanjut

235 Baca lebih lajut

Modul PKB SMP 2017 Seni Teater KK D

Modul PKB SMP 2017 Seni Teater KK D

Hapusnya dinding keempat menjadi dinding imajiner mengarahkan mata penoton pada ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan ruang-ruang lain seputar rumah yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menyempurnakan pandangan penonton, gedung pertunjukan dibuat gelap agar lebih fokus pada peristiwa yang terjadi di atas panggung. Jarak antara panggung dan penonton juga dihitung sedemikian rupa sehingga ilusi realitas dapat diwujudkan. Demikian juga dengan dinding dan lantai panggung dikonstruksikan dengan memperhitungkan perspektif agar realitas dapat terwujud.

138 Baca lebih lajut

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK I Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK I Prof

alam seisinya, maka ia bersyukur dengan berkarya seni lukis dengan didasari niat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Sedangkan unsur ideoplastis, tampak ide cerita, dan nilai yang terkandung di dalam lukisan tersebut. Ide: menggambarkan suasana orang yang sedang beribadah shalat di masjid, dan ada tiga orang yang terlambat. Cerita: Nabi Muhammad SAW, mengajarkan tuntunan sholat berjamaah di masjid, tampak jamaah putra di dalam liwan, dan jamaah putri di serambi masjid. Bagaimanapun usaha manusia untuk berangkat shalat berjamaah di masjid, tetap ada tiga orang yang terburu-buru karena sudah terlambat berjamaah. Nilai yang terkandung di dalamnya adalah “ibadah”, mendidik umat manusia untuk selalu beribadah shalat menyembah Tuhan, mencari bekal untuk hidup di akherat nanti. Sedangkan unsur yang lain adalah permainan sinar, gelap-terang yang datang dari arah kanan tampak titik hitam sebagai visualisasi Ka’bah. Dengan permainan sinar ini, maka tampak adanya kesan plastis pada setiap objek dan mendukung kesan realisnya.
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK J Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK J Prof

Secara konseptual dan faktual, Modul “Diklat Guru Pembelajar” ini ditulis untuk meningkatkan kompetensi guru Seni Budaya di sekolah menengah pertama, pada aspek kognitif, psikomotor dan afektif. Salah satu bentuk dari aspek afektif adalah pameran seni rupa. Pameran Seni Rupa, penyelenggaraannya perlu dikaji secara saksama, langkah demi langkah, disamping itu juga diperlukan persiapan yang cermat, bekerjasama antara panitia, peserta pameran (perupa, dosen, guru, mahasiswa, peserta didik), kurator, kolektor, pejabat penyandang dana, dan penonton (apresian). Anggaran juga memegang peranan yang sangat penting, pepatah Jawa mengatakan “JER BASUKI MAWA BEA”. Jika kita ingin selamat, maka harus mengeluarkan biaya. Biaya dapat diagali dari: sponsor, pejabat penyandang dana, peserta pameran, dan person lain yang tidak mengikat. Besar kecilnya biaya tergantung pada event, dan sangat relatif sesuai dengan tingkatan pameran seni rupa tersebut. Kesemuanya ini bertujuan agar pameran seni rupa dapat berjalan dengan baik dan memuaskan semua fihak. Pameran seni rupa sangat berguna untuk meningkatkan apresiasi seni pejabat, guru, karyawan, peserta didik, dan masyarakat umum.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

Seni Budaya SMP KK F Ped

Seni Budaya SMP KK F Ped

Pemikiran kritis memiliki beberapa karakteristik yang meliputi kemampuan untuk: a. menarik kesimpulan dari suatu pengamatan, b. mengindentifikasi asumsi, c. berpikir secara deduktif, yaitu dari umum ke khusus, d. membuat interpretasi yang logis, dan e. mengevaluasi argumentasi yang lemah dan yang kuat (Pierce and associates dalam Dacey & Kenny, 1997 dalam Desmita, 2012). Kelima hal tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk dilakukan oleh seorang peserta didik yang terbiasa berpikir sembarangan dalam kesehariannya. Sebagai contoh, peserta didik yang terbiasa memikirkan apa saja yang ada di dalam pikirannya akan mengalami kesulitan untuk menarik kesimpulan secara objektif berdasarkan apa yang diamati. Kecenderungan pemikirannya adalah dipengaruhi oleh pikiran yang saat itu melintas di benaknya. Padahal dalam sehari ada sekitar 30.000 pikiran yang masuk ke benak (Leaf dalam Meyer, 2010). Jika yang melintas pikiran baik, ada kemungkinan kesimpulan yang dibuat baik, dan sebaliknya. Oleh karena itu, keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk dilatihkan setiap hari karena keterampilan berpikir bukan hal yang mudah. Jika mudah, pasti sudah banyak orang yang berhasil Maxwell (2009).
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Seni Budaya SMP KK D Ped

Seni Budaya SMP KK D Ped

Proses diskusi tidak lepas dari kebiasaan bergaul dengan sesama orang lain. Anak yang biasa bergaul akan memiliki kepercayaan diri, karena itu guru hendaknya membentuk suasana sedemikian rupa agar anak tidak canggung-canggung bergaul dengan sesamanya. Persoalan kejiwaan anak memang merupakan persoalan yang prinsip, sebab masa kanak- kanak di dalam konteks psikologis merupakan masa yang penuh kepekaan.

45 Baca lebih lajut

Modul PKB SMP 2017 Seni Rupa KK F

Modul PKB SMP 2017 Seni Rupa KK F

termanifestasikan dalam cara berpakaian dan juga cara berbicaranya. Oleh karena itu, untuk dapat berinovasi seorang peserta didik harus terlebih dahulu mengalami pembaharuan dalam cara berpikirnya, yang semula berorientasi pada hal-hal negatif beralih kepada hal-hal positif. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah pengertian berpikir positif itu sendiri. Berpikir positif bukan sekedar mengubah kebiasaan dari berpikir negatif menjadi berpikir positif. Hal itu tidak salah, tetapi itu baru langkah pertama. Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah berlatih secara agresif untuk mencari atau memikirkan hal-hal yang baik (Meyer, 2015). Dengan kata lain, berpikir positif tentang berbagai hal adalah sesuatu yang harus dicari secara aktif. Hanya dengan cara ini, hal-hal baru dapat lebih mudah ditemukan. Dalam modul kewirausahaan untuk pengawas dan kepala sekolah (2010), ada beberapa cara melakukan inovasi yang dapat dijadikan referensi. a. Keluar dari kawasan comfort zone b. Jangan berpikir dengan cara yang sudah biasa dilakukan c. Bergerak lebih cepat d. Mendengarkan ide dari orang lain.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Modul PKB SMP 2017 Seni Tari KK D

Modul PKB SMP 2017 Seni Tari KK D

Modul ini merupakan bahan ajar bagi guru Seni Budaya SMP aspek Seni Tari Kelompok Kompetensi D yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta diklat yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang disajikan secara sistematis dan menarik untuk mencapai tingkatan kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Dalam modul ini guru dapat mendalami kompetensi profesionalnya tentang pengembangan Gerak Tari tradisi tunggal yang meliputi : Pengetahuan Tari Tradisi, Contoh contoh tari tradisi, Pengetahuan tata rias dan tata busana tari tradisi , dan Pengembangan Gerak Tari Tradisi Dalam Bentuk Tari tunggal, sesuai dengan nilai nilai pendidikan karakter kerja sama, solidaritas, toleransi. Beberapa alasan yang mendorong disusunnya modul ini adalah adanya beberapa peraturan yang terkait dengan guru sebagai tenaga profesional, sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Modul PKB SMP 2017 Seni Rupa KK A

Modul PKB SMP 2017 Seni Rupa KK A

pelaksana pemelajaran yang langsung berhadapan dengan peserta didik. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang harus berjalan secara harmonis. Pendidikan seni dan budaya memiliki potensi yang besar untuk diarahkan menjadi bagian dari pendidikan karakter. Dalam pembelajaran seni budaya dikembangkan sikap apresiatif, yakni sikap yang menunjuk pada kemauan dan kemampuan seseorang untuk menghargai dan mencintai seni dan budaya bangsa. disamping sikap apresiatif dalam pembelajaran seni budaya juga dikembangkan kreatifitas serta sensitifitas. Kreativitas mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir, bertindak, dan bersikap secara divergen dan kebaruan. Melalui pengasahan daya kreasi diharapkan seseorang memiliki sifat yang kreatif. Orang kreatif tidak akan berpikir secara monoton, kemampuanya selalu akan berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan sifat tantangan yang dihadapi. Sensitivitas memiliki makna peka. Dalam pembelajaran seni budaya aspek ini menjadi bagian yang dikedepankan. Melalui pembiasaan untuk peka terhadap suatu karya seni diharapkan seseorang juga akan memiliki sifat yang peka juga terhadap persoalan yang muncul di sekitarnya. Potensi – potensi yang ada dalam pembelajaran seni budaya tersebut hanya dapat diwujudkan apabila guru yang melaksanakan proses pembelajaran memiliki kompetensi di bidang seni budaya sesuai dengan tuntutan standar kualifikasi guru seni budaya. Materi tersebut terintegrasi dengan lima nilai utama penguatan pendidikan karakter yaitu religius, nasional, mandiri, gotong royong dan integritas.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

Seni Budaya SMP KK I Ped

Seni Budaya SMP KK I Ped

d) Produk, penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk, teknologi, dan seni, seperti: makanan (contoh: tempe, kue, asinan, baso, dan nata de coco ), pakaian, sarana kebersihan (contoh: sabun, pasta gigi, cairan pembersih dan sapu), alat-alat teknologi (contoh: adaptor ac/dc dan bel listrik), hasil karya seni (contoh: patung, lukisan dan gambar), dan barang-barang terbuat dari kain, kayu, keramik, plastik, atau logam;

39 Baca lebih lajut

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK E Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK E Prof

3) Sedang dalam seni tiga dimensi garis dapat dibentuk karena lingkungan, sudut yang memanjang maupun perpaduan teknik dan bahan lainnya. Garis adalah suatu hasil goresan yang disebut garis nyata, batas atau limit suatu benda, batas sudut ruang, batas warna, bentuk massa, rangkaian. Untuk memahami pengertian lebih mendalam mengenai garis, maka dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu ukuran garis, arah garis, potensi garis dan karakter garis (Sanyato, 2010:87). Ukuran garis sifatnya nisbi karena tergantung tempat atau ruang garis tersebut berada. Arah garis ada tiga yaitu horizontal, diagonal dan vertikal. Potensi garis meliputi garis nyata dan jenis semu. Sedangkan karakter garis merupakan bahasa rupa dari unsur garis. Komposisi garis atau tata rupa garis diatur oleh interval tangga garis, baik secara raut, ukuran, maupun arah garis (Sanyoto: 2010).
Baca lebih lanjut

285 Baca lebih lajut

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK B Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK B Prof

Pendidikan seni dan budaya memiliki potensi yang besar untuk diarahkan menjadi bagian dari pendidikan karakter. Dalam pembelajaran seni budaya dikembangkan sikap apresiatif, yakni sikap yang menunjuk pada kemauan dan kemampuan seseorang untuk menghargai dan mencintai seni dan budaya bangsa, disamping sikap apresiatif dalam pembelajaran seni budaya juga dikembangkan kreatifitas serta sensitifitas. Kreativitas mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir, beritndak, dan bersikap secara divergen dan kebaruan. Melalui pengasahan daya kreasi diharapkan seseorang memiliki sifat yang kreatif. Orang kreatif tidak akan berpikir secara monoton, kemampuanya selalu akan berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan sifat tantangan yang dihadapi. Sensitivitas memiliki makna peka. Dalam pembelajaran seni budaya aspek ini menjadi bagian yang dikedepankan. Melalui pembiasaan untuk peka terhadap suatu karya seni diharapkan seseorang juga akan memiliki sifat yang peka juga terhadap persoalan yang muncul di sekitarnya. Potensi-potensi yang ada dalam pembelajaran seni budaya tersebut hanya dapat diwujudkan apabila guru yang melaksanakan proses pembelajaran memiliki kompetensi di bidang seni budaya sesuai dengan tuntutan standar kualifikasi guru seni budaya.
Baca lebih lanjut

181 Baca lebih lajut

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK C Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK C Prof

Untuk dapat menggambar bentuk dengan baik, terlebih dahulu perlu dipahami apa yang dimaksud dengan bentuk, bagaimana macam- macamnya, serta bagaimana mewujudkan bentuk objek ke dalam bidang datar. Bentuk dapat diartikan sebagai wujud, bangun atau rupa. Bentuk-bentuk yang terdapat di sekitar kita berasal dari bentuk atau pola dasar geometris {lingkaran bola, kubus, dan sebagainya), tetapi karena telah mengalami proses perubahan (secara alamiah maupun secara sengaja diubah oleh manusia), maka terjadilah aneka macam bentuk. Secara garis besar, dalam kajian seni rupa kita dapat menggolongkan bentuk atas dua macam, yaitu berikut.
Baca lebih lanjut

318 Baca lebih lajut

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK F Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK F Prof

Pemikiran kritis memiliki beberapa karakteristik yang meliputi kemampuan untuk: a. menarik kesimpulan dari suatu pengamatan, b. mengindentifikasi asumsi, c. berpikir secara deduktif, yaitu dari umum ke khusus, d. membuat interpretasi yang logis, dan e. mengevaluasi argumentasi yang lemah dan yang kuat (Pierce and associates dalam Dacey & Kenny, 1997 dalam Desmita, 2012). Kelima hal tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk dilakukan oleh seorang peserta didik yang terbiasa berpikir sembarangan dalam kesehariannya. Sebagai contoh, peserta didik yang terbiasa memikirkan apa saja yang ada di dalam pikirannya akan mengalami kesulitan untuk menarik kesimpulan secara objektif berdasarkan apa yang diamati. Kecenderungan pemikirannya adalah dipengaruhi oleh pikiran yang saat itu melintas di benaknya. Padahal dalam sehari ada sekitar 30.000 pikiran yang masuk ke benak (Leaf dalam Meyer, 2010). Jika yang melintas pikiran baik, ada kemungkinan kesimpulan yang dibuat baik, dan sebaliknya. Oleh karena itu, keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk dilatihkan setiap hari karena keterampilan berpikir bukan hal yang mudah. Jika mudah, pasti sudah banyak orang yang berhasil Maxwell (2009).
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK G Prof

Seni Budaya Seni Rupa SMP KK G Prof

Tindakan yang ditunjukkan oleh seseorang melalui penggunaan bahasa dalam komunikasi tidak hanya memiliki implikasi terhadap pikiran dan perasaan dari orang-orang yang terlibat di dalam komunikasi tersebut, tetapi juga terhadap hubungan (rapport) yang terjadi di antara mereka (Surtantini, 2014:4-5). Brown dan Yule (1983) mengatakan bahwa fungsi interaksional bahasa merupakan salah satu fungsi utama dalam pengelolaan hubungan yang bertujuan untuk meng-komunikasikan keramahtamahan dan niat baik, dan juga untuk membuat orang yang terlibat dalam interaksi merasa nyaman dan tidak terancam (dalam Spencer-Oatey, 2008:2). Dalam konteks proses pembelajaran, pola komunikasi yang diterapkan oleh seorang guru di dalam kelas akan sangat berpengaruh terhadap hubungan antara guru dengan peserta didiknya. Komunikasi verbal yang menerapkan prinsip-prinsip dan strategi komunikasi yang tepat memungkinkan terjadinya hubungan yang baik antara guru dengan peserta didiknya. Hubungan (rapport) yang baik akan berdampak positif terhadap pengalaman belajar peserta didik. Dengan demikian, guru memiliki peran yang strategis dalam menciptakan budaya dan pola komunikasi di dalam kelas melalui proses pembelajaran yang dialami oleh peserta didiknya.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

KRITIK SENI DALAM PENDIDIKAN SENI RUPA D

KRITIK SENI DALAM PENDIDIKAN SENI RUPA D

(Eastern Art). Ilmu sejarah akan memberikan jalan wawasan tentang waktu (time) dan ruang (space) kekaryaan seni rupa. Dengan mempelajari perkembangan seni rupa di setiap pelosok dunia, maka luas bahan (scope) sebagai dasar pemikiran dan acuan arah komparasi menjadi lebih terbuka. Selain sejarah seni rupa, juga teori seni. Teori seni meliputi ilmu seni, filsafat seni, unsur seni, antropologi seni, sosiologi seni, dan tinjauan seni modern dan kontemporer, dan lain - lain.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SEKOLAH (SENI RUPA DALAM MATERI SENI BUDAYA).

STRATEGI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SEKOLAH (SENI RUPA DALAM MATERI SENI BUDAYA).

Untuk memotivasi perkembangan fisik dan psikis, serta logika dan rasa anak secara berimbang di sekolah umum, pendidikan kesenian berfungsi sebagai; media bermain (rekreatif), media ekspresi, media kreativitas, media komunikasi, dan media pengembangan bakat (Syafii, 2005). Sebagai media bermain, kegiatan belajar diusahakan menyenangkan (joyful), tidak membebani anak, utamanya untuk anak TK dan SD, sehingga pelajaran kesenian bisa menetralisir kelelahan dan kejenuhan ketika belajar pelajaran yang menekankan logika. Sebagai media ekspresi, merupakan wahana bagi anak untuk mencurahkan apa yang dirasakannya, apa yang diimajinasikannya, dan apa yang digagasnya. Sejalan dengan ini, juga akan mengasah kereativitas anak. Tidak dipungkiri bahwa untuk membina daya kreatif dan inovasi anak adalah melalui pelajaran kesenian. Anak yang kreatif akan mampu melahirkan ide-ide segar, mampu mencari solusi atas berbagai persoalan, dan pada akhirnya mampu mandiri. Sesuatu yang diungkapkan anak melalui kreativitas seninya tentunya akan dilihat orang lain, guru atau temannya, dengan demikian terciptalah komunikasi melalui media kreasi seni anak. Bagi anak yang mempunyai bakat khusus dalam kesenian, pelajaran kesenian menjadi wahana untuk pengembangan bakatnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MATERI SENI RUPA KELAS IX SMP SEMESTER 1

MATERI SENI RUPA KELAS IX SMP SEMESTER 1

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa murni yang berdimensi dua. Dari pembubuhan cat, para pelukis mencoba mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya. Seni lukis Indonesia yang berkembang, pada gilirannya nanti ikut mempertegas jati diri seni budaya Nusantara. Sedangkan seni lukis mancanegara menjadi pembanding seni budaya Nusantara.

26 Baca lebih lajut

DAFTAR PTK YANG SUDAH MASUK KOMUNITAS TETAPI BELUM VERVAL

DAFTAR PTK YANG SUDAH MASUK KOMUNITAS TETAPI BELUM VERVAL

2757 MGMP SMP - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - RAYON 4 MGMP SMP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 201511910332 6542741642200023 DEDEN RACHMAT Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - SMP SMP NEGERI 2 BANYURESMI Anggota Komunitas 2758 MGMP SMP - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - RAYON 5 MGMP SMP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 201500301046 0549752654200013 R. UGUN WASTUGANDANA Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - SMP SMP PLUS AL ILYAS MALANGBONG Anggota Komunitas 2759 MGMP SMP - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - RAYON 5 MGMP SMP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 201500949112 5555760662300002 SRI SETIANINGSIH Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - SMP SMP NEGERI 1 KERSAMANAH Anggota Komunitas 2760 MGMP SMP - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - RAYON 5 MGMP SMP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 201500407482 2940741642200022 GEMPAR KASTRONO Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - SMP SMP NEGERI 1 MALANGBONG Anggota Komunitas 2761 MGMP SMP - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - RAYON 5 MGMP SMP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 201502605054 8342760661200023 RAHADIAN RAHMAT Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - SMP SMP NEGERI 1 KERSAMANAH Anggota Komunitas 2762 MGMP SMP - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - RAYON 5 MGMP SMP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 201503060970 AGUS MIFTAH MAULANA Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) - SMP SMP NEGERI 2 KERSAMANAH Anggota Komunitas
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

RPP SENI BUDAYA SENI RUPA RATNA SARI DEW

RPP SENI BUDAYA SENI RUPA RATNA SARI DEW

Pembelajaran Pengayaan Berdasarkan hasil analisis penilaian bagi peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberikan kegiatan pembelajaran dengan bentuk pengayaan yaitu deng[r]

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...