• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Kualitas Beberapa GenotipeBawang Putih (Allium sativum L) pada Penanaman di Dataran Tinggi

Karakterisasi 30 Aksesi Sumber Daya Genetik Mentimun(Cucumis sativus)

Luthfy

Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang, Jawa Barat Jl. Tangkubanperahu no 5017, Lembang, Bandung

E- mail : [email protected]

Abstrak. Karakterisasi 30 aksesi Sumber Daya Genetik Mentimun(Cucumis sativus),

2012.Kegiatan karakterisasi dilaksanakan di Lapangan Kebunpercobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang sejak bulan Maretsampai Juli 2012. Semua bahan karaktetrisasi ditanam di lapangan. Bahan karakterisasi berjumlah 30 aksesi, Mentimun ditanam dibedengan yang menggunakan mulsa plastic hitam perak. Karakter masing-masing aksesi mentimun diamati berdasarkan panduan deskripsi yang mengacu pada AVRDC dan IPGRI.Karakter yang diamati meliputi semua sifat kualitatif dan kuantitatif tanaman dari mulai bibit, fase vegetative dan generatif yang meliputi bunga, buah dan biji. Hasil karakterisasi menunjukan bahwa dari 30 aksesi SDG mentimun yang di karakterisasi sangat bervariasi dan satu sama lain menunjukan aksesi dengan karakter yang berbeda, keadaan ini akan lebih memudahkan dalam menyeleksi bahan dasar untuk perakitan varietas baru.

Kata kunci: Mentimun (Cucumis sativus); Sumber Daya Genetik; Karakterisasi

Abstract. The characterization of 30 accessions Genetic Resources (Cucumber

Cucumissativus), 2012.The characterization implemented in Field trial Gardens Vegetable Crops Research Institute Lembang from March to July 2012. All material characterization planted in the field. Materials characterization amounted to 30 accessions, Cucumbers planted in beds that use black plastic mulch silver. Each character cucumber accession guidelines observed by the description which refers to the AVRDC and IPGRI. Characters are observed covering all plant traits ranging from seed, vegetative and generative phase that includes flowers, fruits and seeds. The characterization results showed that of the 30 accession SDG cucumber in the characterization of each other showing different accessions, This situation will make it easier in selecting the base material for the assembly of new varieties .

Keywords: Cucumbers (Cucumis sativus); Genetic Resources; Characterization

Pendahuluan

Kesadaranakanbahayaerosi gen

bagipemuliaantanamantelahdiwujudkanberbagaiupayapelestarianbahan genetic tanaman,misalnyakegiataneksplorasi, karakterisasidan dokumentasi [1] [2]. Salah satu alternativehaluanbagistrategipembangunandalampeningkatanpemanfaatanplasma

nutfahdalampengembanganhortikulturaadalahpendataanciri – ciri primertika.

Karakterisasisifat, evaluasi parameter pemuliaan, penelaahanperilakupewarisansifat genetic kultivarteridentifikasibesertakoleksi plasma nutfah yang dijadikan modal untuksumber genetic tanaman. Identifikasi sifat kuantitatif dan kualitatif SDG dapat dilakukan melalui karakterisasi

45

dan praevaluasi, hal ini untuk mempermudah dalam pemilihan bahan dasar pemuliaan. Menurut [3], praevaluasi biasanya dilakukan untuk menyeleksi reaksi genotipe terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik,sedangkan karakterisasi dilakukan untuk mengetahui sifat–sifat

morfologi dan agronomi tanaman.

Pelaksanaankegiatankarakterisasiselamainimengacupadapedoman yang

ditetapkanolehLembagaInternasional [4]

[5].Adapuntujuandarikegiataniniadalahuntukmengkarakterisasisifat-sifattanamandari 30koleksi plasma nutfahsayuranMentimun.

Bahan dan Metode

Kegiatan karakterisasi dilaksanakan di lapangan kebun percobaan Balitsa Lembang pada tahun 2012.Jumlah SDG mentimun yang di karakterisasi adalah 30 aksesi, mentimun ditanam di bedengan yang menggunakan mulsa plastik hitam jarak tanam 70 x 50 cm.

Bahan karakterisasi dipelihara secara maksimal, sehingga semua karakter akan tampak dan dalam kondisi baik. Pengamatan karakter tanaman mentimun mengacu pada sumber dari IBPGR 1992 dan AVRDC 2002.Pengamatan meliputi karakter pada sifat kualitatif dan kuantitatif yang diamati pada fase vegetatif dan generatif diantaranya:

1. Vegetatif : Tipe tumbuh;Bentuk daun ; Bentuk lobus daun dan Warna daun serta ukuran daun

2. Generatif : Umur berbunga;Ukuran buah; Bentuk buah ; Umur panen;Warna buah konsumsi;Warna buahMatang;bentuk buah dan jumlah lokul

Hasil dan Pembahasan

Kegiatan karakterisasi 30 aksesi mentimun diamati berdasarkan deskriptor list. Pengamatan mengacu pada descriptor list yang bersumber dari[6]dan [7]. Karakter yang diamati meliputi karakter vegetative dan generatif (mencakup karakter bunga, buah dan biji). Dari pengamatan visual pada 30 aksesi mentimun, variasi karakter yang tampak pada fase vegetative adalah pada ukuran kotiledon. Sedangkan pada karakter buah, variasi tampak pada bentuk buah, bentuk pangkal buah, warna buah, warna bintik buah, warna duri dan warna garis pada permukaan buah.

Dari 31 karakter yang diamati, 5 karakter diantaranya mempunyai penampilan sama dari semua aksesi yang dikarakterisasi yaitu untuk karakter warna kotiledon (hijau), warna hipokotil (hijau), bentuk helai daun (bentuk hati), bentuk ujung helai daun (runcing) dan semua aksesi mempunyai garis warna pada buah walaupun dengan warna yang bervariasi dari hijau muda, hijau dan bening/ putih

Hasil pengamatan pada 30 aksesi mentimun adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Data Benih

Warna kotiledon : Hijau 100 % Ukuran kotiledon (cm) : < 4 cm 60.0 ≥ 4 cm 40.0 < 1,5 3,3 ≥ 1,5 – 2 60 ≥ 2 36,7 % % % % % Warna hopokotil : Hijau 100 %

Tidak ada perbedaan warna kotiledon dan warna hipokotil pada 30 aksesi mentimun yang dikarakterisasi, walau demikian ada perbedaan ukuran kotiledon dari masing masing aksesi yaitu 60% dari aksesi yang di karakter mempunyai ukuran <4cm sedangkan 40% lainya mempunyai ukuran ≥4cm

Tabel 2. Data Vegetatif

Bentuk helai daun : Bentuk hati 100 %

Bentuk lobus daun : Kuat 63,3 Sedang 33,3 Lemah 3,03

% % %

46

Helai daun tambahan : Repand 100 %

Ujung helai daun : Runcing 100 %

Panjang daun (cm) : 15-20 30,0 20,1-25 66,72 >25 3,03 % % % Lebar daun (cm) : 21-<25 63,3 ≥25 36,7 % % Jumlah lobus daun : 6-1 3,03

7-1 83,4 8-1 13,3

% % % Tipe tumbuh : Sedang 40

Rimbun 60

% %

Dari pengamatan karakter vegetatif khususnya karakter pada daun variasi terdapat pada karakter lobus daun, ukuran daun yang meliputi panjang dan ukuran daun, jumlah lobus daun dan tipe tumbuh.

Tabel 3. Data Pembungaan

Panjang ovary (cm) : <3 16,7 ≥3 83,3 % % Diameter ovary (cm) :>0,7- < 0,8 23,3 ≥ 0,8- <0,9 56,7 ≥ 0,9 10,0 % % % Bentuk ovary : Elips 87,0

Memanjang 13,0

% %

Terdapat variasi untuk beberapa karakter yang diamati pada bunga SDG mentimun, yaitu pada ukuran ovary dan bentuk ovary, ukuran ovary bervariasi antara 0,71 – 0,93 cm, yang paling banyak bentuknya antara 0,8 – 0,9 cm mencapai 56,7 % sedangkan bentuk ovary hanya ada dua bentuk elip dan memanjang, tetapi lebih banyak yang berbentuk elip mencapai 87,0 %.

Tabel 4. Data Buah

Warna buah komersil : Hijau gelap 3,3 Hijau 30,0 Hijau muda 40,0 Hijau keputihan 26,7 % % % % Panjang buah (cm) :<15 50,0 ≥15 50,0 % % Diameter buah (cm) : <2.5 3,3 ≤2.5-3 3,3 3 - 3,5 43,3 >3.5 50,0 % % % % Tebal daging (cm) : < 0,6 6,7 0,6 – 07 70,0 > 0,7 23,3 % % % Jumlah lokul : < 3 66,7 ≥ 3 33,3 % % Warna buah matang : Kuning 13,3

Coklat 86,7 % % Bentuk buah : Oblong 6,7 Elips 76,7 Stem end 10,0 Blossom 3,3 Tappered 3,3 % % % % % Pangkal buah : Membulat 73,3

Rata 10,0 Meruncing 16,7

% % % Ujung buah : Membulat 76,6

Rata 16,7 Meruncing 6,7

% % %

47

Lemah/Tidak ada 3,3 % Warna bintik buah : Hijau terang 43,3

Hijau 53,3 Hijau tua 3,3

% % % Keberadaan duri pada buah : Ada 100 % Warna duri : Hitam 73,3

Putih 23,3 Hijau 3,3

% % % Garis warna pada buah : Ada 100 % Warna garis pada buah : Hijau muda 80,0

Hijau 6,7 Bening/putih 13,3

% % %

Variasi yang cukup banyak tampak pada karakter buah diantaranya warna buah komsumsi/komersil yang bervariasi antara hijau muda, hijau keputihan, hijau dan hijau tua. Variasi juga tampak pada ukuran buah, tebal daging buah, warna buah matang, bentuk buah, bentuk pangkal buah dan ujung buah

Setiap daerah di Indonesia memiliki tingkat pilihan yang berbeda untuk ukuran dan warna buah mentimun dan tergantung untuk peruntukannya. Untuk daerah Jawa Barat umumnya konsumen lebih menyukai buah konsumsi yang berwarna hijau dan berbuah kecil karena biasanya dikonsumsi sebagai lalaban mentah. Dari SDG yang terkarakterisasi 30 % diantaranya mempunyai buah konsumsi berwarna hijau dan 40 % berwarna hijau muda, tujuh aksesi mempunyai ukuran 11-13 cm.

Karakter yang spesipik pada SDG mentimun yaitu pada buah komsumsi, diantaraya keberadaan bintik pada buah. Ada aksesi yang memiliki bintik dan ada yang tidak. Karakter warna bintiknya bervariasi dari warna hijau terang, hijau dan hijau tua. Karakter lain pada buah yang dimiliki semua aksesi yang dikarakterisasi yaitu keberadaan duri dan garis warna pada buah tetapi Warna duri ber variasi ada yang hitam, putih dan hijau. Sedangkan warna garis pada buah mentimun bervariasi hijau muda, hijau dan bening/putih.

Kesimpulan

1. Dari 30 SDG mentimun yang dikarakterisasi semua menunjukan karakter aksesi yang berbeda 2. Keaneka ragaman karakter pada SDG mentimun merupakan bahan dasar untuk perakitan varietas

dalam kegiatan pemuliaan

Daftar Pustaka

[1] Astanto. 1994. Pengelolaan dan Dokumentasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan. Makalah Balittan Malang. No.94122 disampaikan pada "Pelatihan Plasma Nutfah Pertanian" tanggal 12-24 Desember 1994 di BLPP Ketindan. Malang.

[2] Chardha, M.L. A.M.K. Amzad Hossain, and S.M. Monowar Hossain. 1992. Germplasm collection, evaluation, documentation and conservation. Asian vegetable Research and Development Center.Shanhua.Taiwan.

[3]

[4] IBPGR. 1992. Buckwheat genetic in East Asia. Paper of an IBPGR Workshop, Ibaraki, Japan.International Crop Network Series No.6. International Board for Plant Genetic Resources, Rome.

[5] AVRDC - GRSU, 2002. Characterization Record Sheet of Vegetables. Asian Vegetables of Research and Development Center , Tainan, Taiwan ROC.

[6] [7]

49 BMG-6

Pengaruh Cara dan Lama Simpan Terhadap Mutu Bawang