Karakter yang diperankan: 1. Narator
2. Yesus
3. Simon dari Kirene 4. Dua orang sebagai tikus Perlengkapan:
1. Dua lembar triplek tipis kira berukuran 10x20 cm untuk setiap anak. 2. Salib yang akan dipikul oleh pemeran Yesus.
Teks Drama:
[Narator mengundang anak-anak untuk maju memenuhi bagian depan ruangan. Mereka duduk terbagi atas dua sisi sehingga ada jalan kosong di antara mereka. Setiap anak mengambil dua buah batang kayu yang dibagikan oleh guru-guru yang membantu. Narator mengarahkan anak-anak untuk saling memukulkan batang-batang kayu itu agar timbul suara seperti paku yang sedang di palu. Narator mengangkat tangan kanannya sebagai aba-aba untuk mulai memukulkan kayu. Anak-anak pun harus diberi aba-aba menghentikan suara kayu tersebut dengan cara mengangkat tangan kiri.
Para tikus masuk. Pemeran Yesus pun secara perlahan masuk dari arah belakang anak-anak dengan memikul sebuah salib yang besar. Prosesi ini dapat diiringi dengan musik melankolis.
Tiba-tiba pemeran Simon dari Kirene keluar dari tengah-tengah penonton menuju ke arah Yesus yang sedang memikul salib. Lalu Simon membantu Yesus memikul salib sambil menuju ke panggung utama. Salib diletakkan di panggung di sebuah tempat yang sudah ditetapkan. Yesus dan Simon dari Kirene keluar panggung.]
Narator : "Sekarang kita sedang mengikuti Yesus ke Golgota yang biasa disebut Bukit Tengkorak. Bukan nama yang menyenangkan, bukan? Itu bahkan bukan tempat yang menyenangkan. Hari ini sesuatu akan terjadi. Ya, ada sebuah rencana dalam cerita ini. Setelah Yesus di tangkap di sebuah taman, orang-orang menfitnah dan mengolok-olok Dia. Mereka akan minta Yesus dihukum mati dengan cara disalibkan walaupun Yesus tidak memiliki kesalahan sedikit pun."
Tikus (1)
: "Kau benar. Kamu dengar itu? Yesus akan mati. Oh, ini sangat mengerikan!" Tikus
(2)
128
[Narator mengangkat tangan kanannya sebagai tanda bagi anak-anak untuk mulai memukulkan kayu mereka.]
Tikus (1) : "Aku tidak tahan melihatnya. Tangan-Nya! Kaki-Nya! Mengapa?" [Narator mengangkat tangan kirinya sebagai tanda bagi anak-anak untuk berhenti memukulkan kayu mereka.]
Tikus (1)
: "Bisakah aku melihatnya sekarang?" Tikus
(2)
: "Ya, mereka sudah selesai. Tetapi aku masih tetap belum mengerti. Mengapa harus begini? Mengapa harus mati secara mengenaskan di Bukit Tengkorak ini?"
Narator : "Mengapa? Itu pertanyaan yang bagus. Mengapa Yesus mengizinkan ini terjadi?"
Yesus : [Berbicara dari belakang panggung.] Tikus-tikus kecil, jangan bersedih dan bingung. Untuk inilah Aku mati, Aku harus membuktikan kasih-Ku pada kalian, menunjukkan betapa Tuhan sangat mengasihi kalian."
Tikus (1)
: "Yesus mati untukku?" Tikus
(2)
: "Dan untukku juga?"
[Hening untuk beberapa saat.]
Yesus : "Sudah selesai. Tidak ada seorang pun yang memiliki kasih sebesar ini, mau mengorbankan nyawanya untuk orang lain."
Narator : "Sekarang, sudah tahukah kalian apa rencana-Nya? Tuhan sangat mengasihi kita semua maka diberikanlah Anak-Nya yang tunggal, Yesus, untuk mati bagi kita semua. Setiap orang yang percaya kepada Yesus tidak akan binasa, melainkan akan beroleh hidup yang kekal.
Tikus (1+2)
: [Dengan wajah tercengang.] "Kita bisa hidup karena Yesus mau mati bagi kita?"
Narator : "Dan ini belum merupakan akhir dari cerita!" Tikus
(1)
: "Maksudmu masih ada cerita yang lain lagi?" Narator : "Ya. Masih ada lagi rencana Tuhan."
Tikus (2)
: "Tetapi Yesus sudah mati untukku. Apalagi yang dapat Dia lakukan?"
Narator : "Kau akan segera mengetahuinya. Sekarang, kalian dapat membawa pulang kayu-kayu yang sudah kalian terima tadi untuk mengingatkan tentang
129
[Tutuplah dengan sebuah pujian yang sudah dipersiapkan sebelumnya kemudian ajaklah anak-anak untuk berdoa.]
Bahan diterjemahkan dan diedit dari sumber:
Judul Buku : Program Resources for Lent and Easter: Take Up Your Cross Judul Artikel Asli: The Place of the Skull
Penerbit : Augsburg Fortress, Minneapolis - USA, 1990 Halaman : 26 - 27
130
Aktivitas: Kegiatan Paskah
Dramatisasikan kenyataan bahwa dosa kitalah yang membuat Yesus disalibkan. Anda membutuhkan:
1. Sebuah paku yang besar untuk setiap orang 2. Selembar papan
3. Palu
Cara Melaksanakan:
Seluruh anggota keluarga/kelas duduk saling berhadapan di lantai. Letakkan lembaran papan di tengah-tengah. Berikan sebatang paku kepada setiap orang. Selama
beberapa menit, setiap orang dengan tenang merefleksikan dosa-dosa mereka. Renungkanlah apa saja yang baru Anda pikirkan, katakan, atau lakukan, yang mendukakan hati Tuhan.
Jika anggota-anggota keluarga yang hadir belum menerima Yesus sebagai
Juruselamatnya, mintalah kepada-Nya pengampunan dan hidup baru; kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengambil keputusan serupa itu (orang tersebut dapat menaikkan doa sebagai berikut: Tuhan Yesus, Engkau hidup sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Masuklah ke dalam hati dan kehidupan saya. Saya ingin menjalani hidup saya sesuai dengan kehendak-Mu. Amin!).
Setelah beberapa menit berdiam diri, setiap orang dapat menancapkan pakunya pada papan dengan bantuan palu. Anak-anak kecil mungkin membutuhkan bantuan. Setelah itu bacalah 1Petrus 2:24 dengan keras.
Berpegangan tanganlah satu sama lain untuk menaikkan sebuah doa yang pendek yang mengekspresikan pikiran berikut: Yesus yang termulia, kami disadarkan untuk merendahkan diri ketika kami menyadari bahwa dosa-dosa kamilah yang telah memaku Engkau pada kayu salib. Engkau menebus kami dengan darah-Mu sendiri. Tolonglah kami untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan baru yang penuh dengan kebenaran yang telah Engkau tebuskan bagi kami dengan membayar harga yang begitu mahal. Dalam nama-Mu kami berdoa. Amin.
Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Kristus dalam PASKAH: Buku Pedoman Perayaan Paskah bagi Keluarga Judul Artikel Asli: Kegiatan Keluarga
Penulis : Charles Colson, Billy Graham, Max Lucado, dan Joni Eareckson Tada Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1998
131
Mutiara Guru
Berilah kepadaku dahaga yang tidak terpuaskan untuk mengenal Engkau, Tuhanku
Dari Anda Untuk Anda
Dari: Sarce Isba <sarce_i@> >Syalom
>Apa kabar semuanya? kalian baik-baik saja itu krn kasih dan
>kemurahan Tuhan yg senantiasa memberkati dan menolong kita semua, >amin.
>
>Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan dan kepada Anda karena >sudah mengirimkan meteri tentang PASKAH dan saya akan ajarkan >kepada ASM saya untuk persiapan menjelang PASKAH nanti. Saya minta >supaya di kirim terus tentang cerita cerita atau materi untuk bahan
>mengajar kepada ASM saya. Bahan materi atau bahan cerita anak mulai >dari edisi maret sampai dgn Desember 2005. Akan saya tunggu itu di >emailku. Tuhan sayang dan memberkati kalian semua.
>-Sarce Oce Isba- Redaksi:
Anda sudah terdaftar sebagai anggota e-BinaAnak, dan itu berarti setiap satu minggu sekali (hari Rabu) Anda akan menerima e-BinaAnak di mailbox Anda :) Jika Sdri. Sarce atau rekan-rekan lain yang ingin membaca edisi-edisi e-BinaAnak, khususnya edisi Paskah, yang sudah pernah terbit, silakan berkunjung ke
• http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
atau jika ingin melihat kumpulan bahan-bahan seputar pelayanan anak yang lain, silakan akses:
• http://www.sabda.org/pepak/
Maju terus dalam pelayanan. Salam untuk rekan-rekan sepelayanan Anda dan salam manis untuk anak-anak SM Anda :))
132
e-BinaAnak 222/Maret/2005: Kebangkitan
Yesus
Salam dari Redaksi
Salam kasih,
Haleluya! Haleluya! Haleluya! Yesus sudah bangkit! Yesus sudah menang!
Kemenangan Yesus itu bukan hanya milik-Nya saja, tetapi seperti janji-Nya, kuasa kemenangan-Nya akan menghanguskan seluruh hidup kita yang lama dan menjadikan kita manusia yang baru.
Rangkaian kisah PASKAH dari e-BinaAnak bulan ini kami tutup dengan kisah-kisah Kebangkitan Yesus. Untuk itu silakan simak dua Bahan Mengajar yang
merupakan kisah dibalik kebangkitan Yesus dan juga satu Bahan Mengajar yang berupa drama interaktif.
Seluruh Bahan Mengajar yang telah kami sajikan selama Maret 2005 kami harap dapat menjadi berkat bagi pelayanan Anda semua. Khususnya, agar anak-anak SM dapat semakin menyadari lagi arti merayakan kematian dan kebangkitan-Nya.
Damai sejahtera di dalam Dia! (Dav) Tim Redaksi
"Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit,
sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring."
(Matius 28:5,6)
133