• Tidak ada hasil yang ditemukan

Carilah beberapa artikel dengan tema pendidikan! Kemudian, buatlah simpulan

Dalam dokumen smk11 BahasaIndonesia Marthasari (Halaman 101-104)

ETIKA DAN NORMA BERCAKAP-CAKAP

B. Carilah beberapa artikel dengan tema pendidikan! Kemudian, buatlah simpulan

berdasarkan artikel-artikel tersebut!

Selamat siang! Terima kasih atas kesem-patan yang diberikan. Nama saya Aditya, wakil dari kelas satu. Saudara ketua, Saya kurang sependapat dengan usul saudara Hendra.

Kondisi ekonomi kita saat ini tidak memung-kinkan untuk berpesta pora, yang paling pen-ting dari acara tersebut adalah bisa mencapai tujuan yang baik, yaitu memiliki pengurus OSIS yang baru secara demokratis.

kesempatan yang diberikaan ke-pada saya. Saya sependapat den-gan Saudara Tora. Kita tidak boleh memosisikan TKW sebagai satu-satunya orang yang bertanggung jawab pada dirinya. Dalam hal hidup, menentukan sikap hidup, dan lain-lain, bolehlah. Namun, dalam hal yang ada kaitannya den-gan orden-ganisasi atau negara, masalah TKI/TKW merupakan tanggung jawab semua pihak yang terkait, seperti Depnaker, KBRI, dan PT yang mengirim TKI/TKW tersebut. Ketiga komponen ini merupakan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Artinya, keselamatan dan kesehatan TKI seharusnya tidak lepas dari perhatian tiga in-stansi itu. Mereka harus meman-tau, mendorong, dan mengarahkan TKI/TKW supaya taat pada disip-lin yang digariskan oleh negara/ perusahaan tujuan TKI/TKW. Disi-plin itu merupakan kunci keber-hasilan dalam meraih cita-cita. Terima kasih.

Moderator : Ya, terima kasih Saudari Asti. Selanjutnya, penanya atau penanggap ketiga kami persilakan. Peserta : Nama saya Bambang Irianto dari SMK N 12 Bantul Yogyakarta. Saya hanya akan melengkapi pendapat dari Saudara-saudara tadi. Menurut saya, pihak pemerintah, dalam hal ini Depnaker, harus memerhatikan keselamatan TKI di negara manapun mereka bekerja. Selama ini tidak ada koordinasi yang baik antara Depnaker dengan negara tujuan TKI sehingga ketika terjadi Saya kurang sependapat dengan saudara

ten-tang ... karena ... .

Contoh menolak suatu pendapat.

Contoh menyetujui pendapat.

Cara yang diusulkan saudara Wati lebih efi-sien, oleh karena itu saya sependapat.

9.3.2 Kutipan Diskusi

Perhatikan kutipan diskusi di bawah ini! ... Moderator : Demikianlah pokok-pokok pikiran yang disampaikan oleh Saudara Penyaji melalui makalah yang ber-judul “Keselamatan dan Keseha-tan Kerja”. Makalah dibacakan dalam waktu yang relatif singkat. Dengan demikian, kita mempunyai waktu yang panjang untuk men-yampaikan pendapat atau gagasan. Semoga pendapat dan gagasan yang terungkap nanti da-pat mempertajam pisau analisis kita. Saudara-saudara peserta seminar yang berbahagia, pada kesempatan ini saya membuka termin I untuk tiga orang penanya atau penanggap. Sebutkanlah nama dan lembaga atau sekolah asal sebelum mengemukakan pendapat. Silakan!

Peserta : Nama saya Tora Sutrisno dari SMK 39 Jakarta Timur. Saya sangat ter-tarik dengan uraian Saudara Penyaji. Hanya saja, saya kurang sependapat dengan pernyataan Penyaji bahwa keselamatan TKW di luar negeri hanya merupakan tanggung jawab TKW itu sendiri. Menurut saya, keselamatan TKW, termasuk kesehatannya, juga merupakan tanggung jawab semua pihak yang terkait, seperti Depnaker, atau perusahaan yang mengirimnya. Kita tidak bisa membuat kesimpulan yang dikotomis karena TKW-TKW itu sangat berjasa da-lam menambah devisa negara. Terima kasih. Moderator : Terima kasih. Penanya atau

pe-nanggap kedua kami persilakan. Peserta : Nama saya Asti dari SMK DBB Jakarta Utara. Terima kasih atas

Gambar 9.2

Diskusi merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pendapat

w w w .im ag es .g oo gl e. co .id .

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini! A. Bacalah dua teks berikut ini!

Teks 1

TKW Korban Penyiksaan Dipasung SUKABUMI (SINDO) – Titin Fatimah, 28, warga Kp Muara RT 1/6, Desa/Kec. Kebonpedes, Kab Sukabumi, harus hidup dengan kedua kakinya ter-pasung di antara balok kayu.

Kondisi ini terjadi setelah wanita beranak satu itu mengalami gangguan jiwa karena disiksa dan dilecehkan majikannya saat bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Mekkah, Arab Saudi. Menurut keluarga Titin, kondisi memprihatinkan ini telah berlangsung selama lima bulan. Pemasungan ini terpaksa dilakukan keluarganya karena tindak-tanduk Titin yang sangat membahayakan

ling-kungan dan warga setempat.

Kedatangan SINDO di ruang pemasungan itu,tidak sedikit pun membuat gusar Titin. Bahkan secara lantang, ibu kandung Salsabila, 5, ini men-ceritakan kisah sedihnya saat bekerja sebagai TKW, 11 bulan silam. Menurut Titin,dirinya telah diperlakukan kasar oleh keluarga majikannya, yakni pasangan Ahmad dan Lutfiah. Diakui anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan Jajiri, 75, dan Yoyom, 70, ini, selama bekerja delapan bulan se-bagai TKW, majikannya (Ahmad) dan kedua putra-nya kerap melecehkanputra-nya.

Bahkan, Ahmad juga kerap sengaja memper-tontonkan kemaluannya di hadapan Titin. “Tuan saya sering melakukan pelecehan seksual terha-dap saya, tapi saya selalu berontak,” katanya. Ka-rena tidak tahan diperlakukan seperti itu,Titin akhirnya melarikan diri. Naasnya, saat melarikan seperti pemerkosaan atau

perlakuan tidak adil, pihak Depnaker tidak tahu. Bercermin pada pengalaman itu, Depnaker harus menciptakan situasi yang kondusif supaya keselamatan para TKW di luar negeri terjamin dan mereka tidak ditelantarkan. Moderator : Terima kasih. Demikianlah

Saudara Penyaji, tanggapan dari tiga peserta. Saya persilakan Saudara untuk menanggapinya. Penyaji : Terima kasih. Saya sangat senang

dengan tanggapan dan masukan dari Saudara-saudara. Tanggapan Saudara Tora, Asti, dan Bambang saya terima sebagai hal positif yang bisa melengkapi kekurangan makalah saya. Namun, saya ku-rang sependapat kalau keselamat-an TKI di luar negeri dipkeselamat-andkeselamat-ang ha-nya tergantung pada orang lain. Bila demikian, para TKI bisa cen-derung tidak disiplin karena TKI merasa sudah dilindungi oleh ne-gara asal. Saya sependapat de-ngan usulan tentang perlunya koor-dinasi dari pihak pemerintah, swasta, dan lain-lain untuk menja-min keselamatan TKI. Saya hanya ingin menegaskan bahwa para TKI

yang menjaga dan melindungi di-rinya. Para TKI harus memiliki etos kerja yang baik agar tidak merugi-kan negara asal dan diri sendiri. Terima kasih.

Moderator : Demikianlah Saudara-saudara, termin I telah selesai dan saya akan membuka termin II dengan satu penanya saja karena waktu sangat terbatas. Silakan! (Peserta tidak ada yang mengacungkan tangan) Karena sudah tidak ada pertanyaan atau sanggahan, dis-kusi akan kita akhiri. Namun sebe-lumnya, saya akan membacakan kesimpulan diskusi ini. Kesimpulan diskusi kali ini adalah sebagai berikut:

1. Keselamatan dan kesehatan kerja TKI merupakan tanggung jawab semua pihak.

2. Pemerintah harus berupaya me-lindungi TKI dari ancaman para majikan atau perusahaan tem-pat TKI bekerja.

3. TKI harus memiliki etos kerja yang baik untuk menjaga nama baik negara dan dirinya sendiri. Demikian kesimpulan saya dan mari kita beri-kan aplaus pada Saudara Penyaji. Terima kasih. Waktu saya serahkan kembali pada MC.

diri tersebut, Titin mengalami nasib yang sangat tragis,yakni diperlakukan tidak senonoh oleh dua warga Arab Saudi yang tidak dikenalnya.

Yoyom, ibunda Titin, mengaku dia dan suami-nya terpaksa memasung Titin lantaran tindak-tanduk Titin sangat membahayakan lingkungan dan warga setempat. “Kalau dibiarkan begitu saja, sangat berbahaya. Titin pernah merusak salah satu rumah tetangga, selain itu saya juga sering dipukuli kalau gangguan jiwanya kambuh,” ungkap Yoyom. Jejen Nurjanah, Koordinator Forum Wardah Mandiri (FWM), sebuah lembaga masyarakat yang ber-gerak di bidang perlindungan keluarga, mantan,dan tenaga kerja wanita, menuturkan,Titin Fatimah me-rupakan salah satu dari lima mantan TKW yang tengah mendapatkan bantuan penanganan kese-hatan dan advokasi dari pihak FWM.

Sementara Dedeh, 36,TKW asal Kp. Balan-dongan, Desa Gudang, Kec. Cikalongkulon, Cianjur, juga mengalami penyiksaan ketika bekerja sebagai PRT selama tujuh bulan di Arab Saudi. Selama mengabdi di keluarga Abdul Karim, Dedeh kerap disiksa majikan perempuan dan empat orang anaknya. Dedeh yang berangkat melalui jasa PT Tri Tama Megah Abadi di Batu Ampar, Jakarta, kepada SINDO mengaku, tindakan kasar yang dilakukan majikan perempuan dan keempat anak-anaknya dipicu api cemburu karena dianggap ter-lalu perhatian kepada dirinya. Siksaan yang diteri-ma Dedeh seladiteri-ma bekerja di Arab Saudi, mengaki-batkan luka di beberapa bagian tubuh perempuan beranak empat itu. (toni kamajaya/rustandi zaelani) SINDO, 23 Mei 2007 Teks 2

TKI Disiksa dan Digaji Hanya Rp 15.000 Penyiksaan Dilakukan Majikan dan

Anak-anaknya

Cianjur, Kompas - Nasib tragis kembali dialami tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Shinta Marlina Reza (19), warga Kampung Ciga-dok, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Cianjur, Jawa Barat, disiksa hingga cacat perma-nen pada tangan kanan dan buta. Selain itu, Shinta yang bekerja selama 10 bulan hanya digaji enam

real, setara dengan Rp 15.000.

Saat ditemui hari Minggu (5/2), Shinta menu-turkan, penyiksaan itu dilakukan majikan laki-laki-nya, Hisan Munawar Maksum, beserta istri dan beberapa anaknya. Penyiksaan dialami dalam ber-bagai hal. “Misalnya saya sudah merapikan kamar anak majikan, lalu anak itu mengacak-acak. Saya dianggap tidak bekerja dan langsung disiksa,” ujar-nya.

Alat-alat yang digunakan untuk menyiksa Shinta antara lain rotan, tali sorban (igal), dan setrika. Bagian tubuh Shinta yang disetrika adalah punggung dan tangan. Kepala Shinta pun sering dibentur-benturkan ke tembok. Hal inilah yang di-duga menjadi penyebab mata Shinta berangsur ti-dak berfungsi. Bahkan terakhir kedua matanya di-tinju sehingga Shinta buta. Ia berangkat ke Mekkah melalui PT Dasa Graha Utama Jakarta bulan Januari 2005. Dari surat yang ditunjukkan keluarga Shinta, direktur PT Dasa Graha Utama adalah Haerawi Asnan.

Shinta dijanjikan bekerja dengan gaji 600 real per bulan sebagai pembantu rumah tangga selama masa kontrak dua tahun. November 2005 Shinta dipulangkan majikannya dengan alasan tak mampu bekerja. Saat itu Shinta sudah tak bisa melihat. Sesampainya di Indonesia, PT Dasa Graha Utama membawa Shinta berobat ke Rumah Sakit (RS) Polri. Sambil menginap di RS Polri, operasi mata (sebelah kiri) Shinta dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Namun, tidak ada hasil. Saat dikonfirmasi, Haerawi Asnan mengaku hanya bagian operasional. Asnan menyatakan, kepulangan Shinta dari RS Polri mendapat re-komendasi rumah sakit. “Shinta akan berobat jalan dan kami akan menanggungnya,” ujar Asnan. (D03)

www.kompas.com B. Carilah artikel yang membahas

pende-ritaan TKI seperti teks di atas!

C. Buatlah diskusi kelas dengan membahas

Dalam dokumen smk11 BahasaIndonesia Marthasari (Halaman 101-104)

Garis besar

Dokumen terkait