• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menulis k arangan t entang p engalaman perjalanan wisata

Dalam dokumen smk11 BahasaIndonesia Marthasari (Halaman 141-145)

BURGER NASI TUNA Persiapan: 5 menit

B. Menulis k arangan t entang p engalaman perjalanan wisata

1. Pilihlah satu objek wisata yang pernah kalian kunjungi!

2. Deskripsikan objek wisata itu dalam bentuk karangan deskripsi!

3. Bacakan karangan kalian di depan kelas, supaya ditanggapi oleh teman-teman!

12.4.2 Mendeskripsikan Gambar Gambar adalah tiruan barang yang dibuat dengan coretan pensil, bolpoin, dan sebagainya, pada kertas dan sejenisnya. Ada berbagai jenis gambar, yaitu gambar bentuk, gambar ekspresif, gambar kon-struktif, gambar ilustratif, dan gambar dekoratif.

Gambar bentuk adalah gambar yang meniru ob-jek gambar nyata yang ada di alam atau benda buatan.

Gambar ekspresif adalah gambar yang dibuat ber-dasarkan imajinasi dan ekspresi pribadi si penggam-bar. Gambar konstruktif adalah gambar yang dibuat dengan mengikuti aturan-aturan tertentu secara ob-jektif. Gambar ilustratif adalah gambar yang dibuat untuk menceritakan atau menerangkan penjelasan tertulis. Dan, gambar dekoratif adalah gambar yang dibuat dengan berpedoman pada pola-pola tertentu.

Deskripsikan g ambar be rikut i ni s ecara tertulis dan secara lisan!

Gambar 1

Rangkuman:

1. Narasi adalah bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Unsur penting dalam narasi adalah adalah perbuatan atau tindakan. Misalnya, narasi fiktif adalah ro-man, novel, cerpen, dongeng; sedangkan contoh narasi nonfiksi adalah sejarah, biografi, dan otobiografi.

2. Argumentasi adalah karangan yang mengemukakan alasan-alasan disertai fakta dan bukti yang meyakinkan guna memengaruhi or-ang lain sehingga oror-ang itu menerima dan membenarkan pendapat, gagasan, sikap, ataupun keyakinan penulis.

3. Ciri-ciri karangan argumentasi adalah:

(a) menjelaskan pendapat, gagasan, dan keya-kinan,

(b) berisi alasan-alasan yang diperjelas dengan fakta dan bukti berupa contoh, gambar, ang-ka, statistik, grafik, peta, denah, dan lain-lain,

(c) mengupas persoalan secara analisis-sintesis, dan

(d) berisi gagasan-gagasan yang menarik keya-kinan pembaca sebagai upaya untuk mempe-ngaruhinya untuk menerima dan membenar-kan gagasan tersebut.

4. Langkah-langkah penulisan karangan argumen-tasi adalah:

(a) menetapkan topik pembicaraan, (b) merumuskan tujuan argumentasi, (c) mengumpulkan bahan,

(d) membuat kerangka tulisan, dan

(e) membuat karangan yang diawali dengan pen-dahuluan yang berisi latar belakang dan gam-baran masalah, kemudian isi yang berupa kupasan persoalan secara analisis-sintesis, akhirnya pentup yang berupa kesimpulan. 5. Paragraf/alinea adalah bagian wacana yang

merupakan kesatuan. Ciri-ciri paragraf adalah memiliki satu ide pokok atau pikiran utama; ada beberapa pikiran penjelas; antarkalimat saling berkaitan (berkoherensi) sehingga membentuk kesatuan.

6. Karangan eksposisi adalah karangan yang ber-tujuan agar pembaca memperoleh informasi yang lengkap tentang suatu objek. Sifat karang-an eksposisi adalah memberi tahu, mengupas,

yang diinformasikan adalah data faktual, analisis objektif terhadap seperangkat fakta, dan fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada suatu pendirian.

7. Langkah-langkah menulis eksposisi adalah: (a) menentukan tema,

(b) menentukan tujuan karangan,

(c) memilih data yang sesuai dengan tema, (d) membuat kerangka karangan, dan

(e) mengembangkan kerangka menjadi karang-an.

8. Ada beberapa pola pengembangan eksposisi, yaitu:

(a) eksposisi perbandingan adalah karangan eksposisi yang menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua objek atau lebih dengan mempergunakan dasar-dasar ter-tentu,

(b) eksposisi proses adalah karangan eksposisi yang menjelaskan teknik urutan pembuatan sesuatu,

(c) eksposisi identifikasi adalah karangan eks-posisi yang menentukan identitas suatu hal, (d) eksposisi klasifikasi,

(e) eksposisi analogi dan pertentangan, (f) eksposisi contoh, dan

(g) eksposisi kausal.

9. Deskripsi ialah pemerian sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca seolah-olah melihat, menyaksikan, merasakan, dan mencitrai segala sesuatu yang dilukiskan itu. 10 Gambar adalah tiruan barang yang dibuat

dengan coretan pensil, bolpoin, dan sebagainya pada kertas dan sejenisnya.

11. Ada berbagai jenis gambar, yaitu:

(a) gambar bentuk, gambar yang meniru objek gambar nyata yang ada di alam atau benda buatan,

(b) gambar ekspresif, gambar yang dibuat ber-dasarkan imajinasi dan ekspresi pribadi si penggambar,

(c) gambar konstruktif, yaitu gambar yang dibuat dengan mengikuti aturan-aturan tertentu se-cara objektif,

(d) gambar ilustratif, yaitu gambar yang dibuat untuk menceritakan atau menerangkan pen-jelasan tertulis, dan

(e) gambar dekoratif, yaitu gambar yang dibuat dengan berpedoman pada pola-pola tertentu.

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Cermatilah kutipan berikut ini!

Pria motivator papan atas di Indonesia kelahiran Malang 1954 ini lahir dari keluarga miskin. Itu sebabnya begitu berusia 11 tahun. Ia tak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Kalaupun kemudian bisa bersekolah, itu lantaran ibunya diberi dispensasi berupa kelong-garan uang sekolah. Ibunya memang berjualan kue dikantin tempat ia sekolah.

Pada saat itu, andrie Wongso hanya bisa pasrah. Waktu luangnya ia lewatkan dengan ber-jualan kue, membantu ibunya dan berlatih kungfu. Kutipan di atas dapat digolongkan sebagai ka-rangan ... .

a. deskripsi d. argumentasi b. eksposisi e. persuasi c. narasi

2. Sebuah karangan yang mengemukakan alasan-alasan disertai fakta dan bukti-bukti yang meya-kinkan guna mempengaruhi orang lain sehingga orang itu menerima dan membenarkan pendapat, gagasan, dan sikap atau keyakinan penulis dise-but karangan ... .

a. deskripsi d. argumentasi b. eksposisi e. persuasi c. narasi

3. Yang bukan ciri-ciri karangan argumentasi adalah ... .

a. menjelaskan pendapat atau gagasan b. berisi alasan-alasan yang diperjelas dengan

fakta dan bukti-bukti

c. mengajak pembacanya untuk melaksanakan suatu hal

d. mengupas persoalan secara analisis-sintesis e. berisi gagasan-gagasan yang menarik keya-kinan pembaca menerima dan membenarkan gagasan tersebut

4. Langkah-langkah membuat karangan: i menentukan tujuan karangan; ii membuat kerangka karangan; iii menentukan topik;

iv menumpulkan dan menganalisis bahan;

v mengembangkan kerangka dengan membuat paragraf.

Urutan langkah-langkah membuat karangan yang benar adalah ... .

a. i, ii, iii, iv, v d. i, iii, v, ii, iv b. v, iv, iii, ii, i e. ii, iv, i, iii, v c. iii, i, iv, ii, v

5. Kalimat di bawah ini yang dapat dijadikan kalimat topik adalah ... .

a. Usaha pemerintah yang sangat maksimal b. Pemeliharaan lingkungan hidup yang sangat

kondusif

c. Lingkungan hidup yang terjaga akan memban-tu peningkatan kesejahteraan masyarakat d. Pendidikan nasional yang diperlukan oleh

rak-yat

e. Peranan para pengusaha dalam meningkat-kan pendapatan nasional

6. Perhatikan kerangka karangan di bawah ini! I. Pendahuluan

II. Dengan transportasi hasil produksi dapat ter-sebar sampai ke pelosok desa

III. Dengan transportasi yang lancar daerah terisolir dapat dibuka

IV. Dengan transportasi yang memadai pemba-ngunan dapat dirasakan sampai ke desa-desa.

VI. Penutup

Kerangka karangan di atas didasarkan pada to-pik ... .

a. Peranan transportasi bagi kemajuan bangsa b. Peranan transportasi bagi kemajuan

masya-rakat pedesaan

c. Transportasi dan pembangunan nasional d. Transportasi dapat mengubah dunia

e. Usaha memaksimalkan peranan transportasi 7. Hal-hal yang tidak diinformasikan dalam

ka-rangan eksposisi adalah ... . a. data yang bersifat historis

b. suatu analisis terhadap seperangkat fakta c. kejadian yang benar-benar terjadi

d. fakta tentang seseorang yang berpegang te-guh pada suatu pendirian

maan dan perbedaan antara dua objek atau lebih dengan mempergunakan dasar-dasar tertentu disebut pola pengembangan ... .

a. identifikasi d. proses

b. contoh e. kausal

c. perbandingan

9. Pembatasan kadar nikotin dan tar pada rokok serta pembatasan ruang rokok di negara maju, membuat jumlah perokok menurun drastis. Akibatnya perusahaan multinasional (MNC) mengalihkan pasar ke negara berkembang yang belum ketat peraturannya. Dibandingkan negara Asia lain, Indonesia jauh tertinggal dalam hal pengamanan bahaya rokok. Hal ini mengemuka dalam jumpa pers dengan Komite Nasional Penanggulangan Masalah Merokok, Senin (8/

Dalam dokumen smk11 BahasaIndonesia Marthasari (Halaman 141-145)

Garis besar

Dokumen terkait