• Tidak ada hasil yang ditemukan

Harga Melekat, Pertukaran Fleksibel, dan Kelebihan

Dalam analisis ekonomi terbuka di bawah tingkat pertukaran fleksibel telah diperkenalkan melalui asumsi-asumsi harga fleksibel. Sekarang diilustrasikan fenomena ‘kelebihan’ pertukaran. Jelas diketahui bahwa tingkat pertukaran bervariasi

file arsip milik

PENERBIT ANDI

dari hari ke hari dan bulan ke bulan. Tingkat pertukaran yang paling fleksibel (dibandingkan dengan pelekatan harga relatif yang lain) dan menyebabkan mereka dapat merubah solusi keseimbangan jangka panjang adalah usaha untuk ‘melebihkan’. Contoh yang baik dari kelebihan ini terjadi pada tahun 1976 oleh Dornbusch, yang modelnya mengeksploitasi fakta, dimana tingkat pertukaran sepertinya menjadi lebih fleksibel daripada harga-harga lainnya dalam ekonomi. Model Dornbusch dapat disederhanakan seperti berikut ini.

Gambar 5.6 Harga-Harga Melekat dan Melampaui Tingkat Pertukaran

Pada Gambar 5.6, ekonomi digambarkan sebagaimana dalam keseimbangan pada P0, Yn. Tingkat pertukaran awal adalah S0. Keseimbangannya diganggu oleh kenaikan yang tidak diantisipasi dalam penawaran harga (keseluruhan variabel

file arsip milik

PENERBIT ANDI

BAB 5--Harapan Rasional dalam Ekonomi Terbuka

123

lainnya seperti Pf dan lain sebagainya) tetap tidak berubah. Jadi, kurva AD berpindah ke AD (M1, if). Dapat diasumsikan bahwa harga melekat yang pada awalnya berada pada P0, setelah beberapa waktu bergerak ke tingkat keseimbangan jangka panjang mereka menjadi P1.

Perhatikan ciri-ciri yang tidak diharapkan dari meningkatnya penawaran uang, berarti perubahan tingkat pertukaran juga tidak diharapkan. Jadi, persamaan dari tingkat minat domestik dan luar negeri masih menjadi pegangan. Dengan perbaikan harga, hasil ketidakseimbangan membutuhkan suatu aturan kuantitas. Seandainya output selalu sama dengan kuantitas yang diminta (lihat Bab 4): dalam hal ini output akan meningkat ke Y1 dan perdagangan harus meningkat ke N1 untuk memelihara keseimbangan harga yang seimbang karena tingkat harga di rumah dan di luar konstan. N hanya dapat meningkat, jika ada kenaikan pada S (seperti suatu devaluasi). Ini ditunjukkan pada pojok kiri bawah pada Gambar 5.6, dimana harga S dibutuhkan untuk konsistensi dengan tingkat harga luar negeri dan domestik dan bagian perdagangannya adalah S1. Suatu perpanjangan dalam penawaran uang kemudian menyebabkan

output meningkat dan mata uang domestik didevaluasi.

Dalam jangka panjang, tingkat harga bebas untuk diperbaiki. Harga-harga harus meningkat ke P1 dan output akan kembali ke Yn. Dengan output pada Yn, perdagangan kembali ke tingkat aslinya (r0). Karena S dan P bebas untuk diperbaiki dalam jangka panjang. Tekanan jangka pendek pada S adalah untuk menjamin keseimbangan “harga seimbangan” yang dipindahkan. S jatuh kembali ke S2 pada keseimbangan jangka panjang. Suatu perpanjangan dari penawaran uang telah menyebabkan S untuk melebihkan nilai jangka panjangnya, mata uang domestik menurun lebih tajam dalam jangka pendek daripada jangka panjang.

file arsip milik

PENERBIT ANDI

Kenaikan awal dalam penawaran uang yang telah diantisipasi, analisis akan masih melibatkan perubahan

output nyata pada jangka pendek (dikarenakan oleh asumsi

harga melekat). Akan tetapi, analisis akan lebih rumit dengan kenyataan bahwa agen-agen akan mengantisipasi devaluasi di masa yang akan datang pada minat mata uang dan domestik yang kemudian akan dipindahkan dari tingkat dunia. Hal ini akan menyebankan kurva AD dan TT berpindah sementara, mengembalikan posisinya ke AD (M1, if) dan TT0 pada jangka panjang ketika tingkat pertukaran telah mencapai keseimbangan jangka panjangnya. Hal ini menjadi jelas, dimana asumsi mengenai pelekatan harga pada penentuan permintaan agregat lainnya (seperti if) akan memiliki dampak-dampak (tidak diinginkan) dari output. Pemerintah dapat mengganti perubahan-perubahan dengan desain kebijaksanaan moneter yang cocok.

Ringkasan

Dalam bab ini aplikasi dari perkiraan-perkiraan rasional telah diperpanjang untuk menggabungkan ekonomi terbuka. Hal ini tidak hanya mengacaukan model dengan menambah lebih banyak variabel dan menyediakan lebih banyak solusi, tetapi juga dapat mempengaruhi informasi yang tersedia pada agen-agen rasional. Khususnya, kehadiran ekonomi global mengenai pasar pertukaran luar negeri, suatu ekonomi dengan tingkat pertukaran fleksibel yang menyediakan agen-agen dengan informasi yang sebaliknya tidak akan mereka sikapi. Telah diperlihatkan bagaimana informasi ini mempengaruhi dampak-dampak dari perubahan-perubahan yang tidak diantisipasi dalam permintaan agregat pada output nyata dan tingkat harga. Dampak output dari suatu peningkatan yang tidak diantisipasi dalam penawaran uang, misalnya, dapat diharapkan untuk dibedakan dalam periode-periode ketika tingkat perubahan

file arsip milik

PENERBIT ANDI

BAB 5--Harapan Rasional dalam Ekonomi Terbuka

125

diperbaiki (ketika ini tidak dapat menyampaikan informasi) dan ketika hal ini fleksibel (ketika dia bisa).

Hal ini tidak memungkinkan untuk melakukan pembenaran terhadap variasi aplikasi dari permintaan-permintaan rasional dalam ekonomi terbuka. Ilmu ekonomi makro akan menjelaskan dalam suatu bab, yaitu pada Bab 9, khusus menerapkan teori dan fakta yang berhubungan dengan aplikasi langsung dari perkiraan rasional terhadap pasar pertukaran luar negeri itu sendiri.

Sekarang, oleh karena telah diperkenalkan dan telah pula menggunakan ide dari perkiraan-perkiraan rasional dalam beberapa model makro ekonomi yang berbeda, maka kita harus kembali menguji fakta di atas, terutama ketidakbergunaan hipotesis perkiraan-perkiraan rasional dalam ekonomi makro. Sebelum melakukan, pertama-tama diperlukan upaya untuk memikirkan beberapa isu ekonometris yang muncul ketika berusaha untuk menguji teori-teori yang melibatkan perkiraan-perkiraan rasional.

file arsip milik

PENERBIT ANDI

file arsip milik

PENERBIT ANDI

BAB 6

KASUS

EKONOMETRIKA

HARAPAN RASIONAL

Kita sekarang mulai mengalihkan perhatian pada persoalan-persoalan empiris yang ditimbulkan oleh hipotesis perkiraan-perkiraan rasional. Pertama, harapan-harapan memainkan peran-peran kunci di dalam teori ekonomi, dan hampir tidak ada bidang yang man pun. Kedua, harapan-harapan memegang peran-peran kunci dalam pengenalan harapan-harapan rasional, maka harus mempunyai konsekuensi-konsekuensi yang menjangkau jauh bagi pembentukan dari pengujian empiris yang layak dari teori itu. Dua persoalan ekonometri yang ditimbulkan oleh hipotesis perkiraan rasional.

Pertama, bagaimana hubungan harapan-harapan rasional yang dianggap penting dengan teori ekonomi? Hipotesis harapan-harapan rasional pada umumnya mengandung pengertian tentang syarat-syarat yang tepat. Tepat berarti apa yang harus diamati di dalam dunia yang nyata, sehingga keabsahannya dapat diuji melalui pengujian keabsahan syarat-syarat ini. Pengujian-pengujian syarat yang demikian ini, merupakan pengujian yang umum terhadap hipotesis harapan-harapan rasional dalam pelbagai konteks.

file arsip milik

PENERBIT ANDI

Kedua, bagaimana praktik yang diikuti oleh banyak ahli ekonomi dalam mengestimasi model-model ekonomi mikro kemudian menggunakan model-model yang demikian untuk menilai kemungkinan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi makro yang berbeda-beda. Pengertian dalam praktik ini beranggapan bahwa model yang diperkirakan akan tetap tidak mengalami perubahan, sepanjang ada kebijaksanaan-kebijaksanaan berlainan yang dapat dipergunakan untuk menilai kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berbeda-beda. Hipotesis harapan-harapan rasional menujukkan bahwa asumsi ini mungkin tidak berlaku. Akan tetapi koefisien-koefisien yang diperkirakan oleh model-model yang demikian, agaknya tidak akan bertahan di bawah rezim-rezim kebijaksanaan yang berbeda. Sebagai konsekuensinya adalah evaluasi kebijaksanaan ekonomi didasarkan atas model-model yang demikian mungkin akan menyesatkan.