Suatu praktik umum yang diadopsi oleh para ahli ekonomi makro, khususnya yang memberikan nasihat kepada pembuat kebijaksanaan pemerintah adalah untuk mengukur sebuah model ekonomi dan kemudian mengevaluasi pilihan
file arsip milik
PENERBIT ANDI
BAB 6--Kasus Ekonometrika Harapan Rasional
159
kebijaksanaan lainnya dengan menggunakan model mereka untuk menyusun apa yang akan menjadi hasil dari bermacam-macam kebijaksanaan yang berbeda. Pada basis prosedur ini, para ahli ekonomi dapat menawarkan nasehat mengenai keinginan pilihan-pilihan kebijaksanaan lainnya. Suatu asumsi yang implisit dari prosedur ini, bahwa para ahli ekonometri telah berhasil menentukan struktur konstan dari ekonomi dan struktur yang diperkirakan dari model ini tidak akan berbeda di bawah kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berbeda. Misalnya, struktur model tersebut adalah bukan varians kebijaksanaan. Poin penting yang fundamental yang dibuat oleh Lucas (1976) dan kadang-kadang dikategorikan sebagai ‘kritik Lucas’ adalah harapan rasional tipe struktur dari beberapa model ekonometris yang telah diukur, bukan merupakan struktur konstan dan tidak akan menjadi varians kebijaksanaan. Sebaliknya, hal ini akan tergantung di antara beberapa kebijaksanaan yang dikejar oleh pemerintah, dan sebagai hasil pendekatan terhadap evaluasi kebijaksanan yang telah dijelaskan di atas adalah benar-benar cacat.Untuk mengilustrasikan poin Lucas, pertimbangkanlah kembali model Barro yang didiskusikan pada bagian sebelumnya. Ditunjukkan di sana bahwa model bisa ditulis sebagai sistem dua persamaan seperti:
Dapat juga menunjukkan, bahwa definisi ut dari persamaan output dapat ditulis dalam suatu bentuk alternative, seperti:
file arsip milik
PENERBIT ANDI
Sekarang bayangkan pada sebuah pembangunan model ekonometris yang tidak menyadari struktur dari manakah persamaan 6.37 datang? Akan tetapi, ditemukan adanya penurunan Yt pada Wt, PUt, Xt-1 dan Zt-1. Dia mendapatkan suatu penjelasan yang sangat baik dari pergerakan Yt. Tentu saja, tidak disadari bahwa koefisien PUt adalah benar-benar β, koefisien Xt-1 adalah benar-benar X. dan koefisien Zt-1 adalah benar-benar Z. Baginya, koefisien-koefisien ini adalah jumlah yang tidak berhubungan satu sama lain. Hanya menentukan regresi seperti:
Dimana dia merupakan koefisien yang diperkirakan, dan ditemukan bahwa ini bekerja dengan baik.
Harapan persamaan 6.38 adalah model harapan Builder dari pergerakan output nyata dalam ekonomi (tentu kenyataannya, suatu model berskala penuh dari ekonomi, melibatkan lebih banyak persamaan-persamaan). Dia menginterpretasikan koefisien-koefisien g1, g2 dan sebagainya, sebagai harapan struktur konstan ekonomi yang baik. Perhatikan, bahwa jika ekonomi benar-benar bergerak berdasarkan sistem yang dideskripsikan pada persamaan 6.36, maka tidak ada alasan mengapa pembuat model ekonometrik tidak harus menemukan apa yang muncul menjadi model harapan nonrasional dari
output nyata sebagaimana harapan 6.38 yang berjalan dengan
baik. Akan tetapi, sekali model ini digunakan untuk meyakinkan pemerintah untuk mengubah kebijaksanaan-kebijaksanaannya,
file arsip milik
PENERBIT ANDI
BAB 6--Kasus Ekonometrika Harapan Rasional
161
maka model harapan nonrasional dari Yt akan gagal. Sebaliknya, model harapan rasional tidak akan gagal. Bayangkan, bahwa pada basis modelnya, persamaan 6.38, para ahli ekonometris menyarankan pemerintah untuk mendesain ulang kebijaksanaan moneternya, mungkin saja dengan tujuan untuk meraih suatu nilai yang lebih besar secara konsisten untuk Yt. Asumsikanlah bahwa perubahan tersebut adalah untuk merubah ukuran koefisien yang menghubungkan PUt dan Xt-1, yaitu untuk merubah δ1 ke δ2 . Apakah yang akan terjadi? Satu hal yang akan terjadi bahwa para pembuat model ekonometris akan menemukan model perkiraan pada persamaan 6.38 yang telah berubah, sebagaimana kita telah ketahui, tetapi dia bukan koefisien yang diukur dengan p3 adalah benar-benar produk negatif dari dan menghubungkan koefisien PUt ke Xt-1. Karena koefisien terakhir ini, sekarang telah berubah, maka nilai g3 akan berubah juga. Dengan kata lain, ‘struktur’ ekonomi yang terukur tidak mengembalikan varians ke kebijaksanaan yang diharapkan oleh pemerintah.Oleh karena saran kebijaksanaan didasarkan pada ide, dimana struktur ekonomi akan tetap tidak berubah pada wajah kebijaksanaan yang berbeda, maka hal ini tidak mengejutkan, artinya saran kebijaksanaan tidak dapat maraih tujuannya. Untuk melihat bahwa ini tidak akan tercapai, pikirkanlah kembali sistem pada persamaan 6.36. Perubahan dalam koefisien Xt-1 dari δ1 ke δ2 akan menyatakan bahwa terdapat suatu perubahan dalam persamaan pertumbuhan uang, dalam proses menentukan pertumbuhan moneter. Oleh karena itu, harapan rasional telah ditunjukkan berupa suatu perubahan harapan pertumbuhan moneter yang diperkirakan. Perubahan terakhir ini, tentu saja, akan menjadi komponen yang tidak diharapkan dari pertumbuhan moneter yang setiap periodenya masih akan sama. Apapun nilai yang akan terjadi pada periode tersebut dan oleh karena komponen acak dari pertumbuhan moneter
file arsip milik
PENERBIT ANDI
adalah hanya pengaruh moneter pada output nyata dan tidak dipengaruhi oleh perubahan kebijaksanaan, maka akan diikuti dengan perubahan kebijkasanaan yang tidak akan mendesak pengaruh apapun pada pergerakan Yt. Kebijaksanaan akan gagal, apabila persamaan output pada persamaan 6.36 akan menjadi stabil.
Model Barro telah dipergunakan untuk mengilustrasikan poin yang diangkat oleh Lucas. Akan tetapi, karena poin Lucas merupakan poin yang penting dengan aplikasi yang lebih luas, maka sangatlah berguna jika hal ini dipaparkan dengan lebih jelas. Inti sarinya adalah jika harapan suatu variabel adalah rasional, maka mereka akan ditentukan dengan proses menguasai variabel tersebut. Jadi, harapan mengenai kebijaksanaan tersebut akan ditentukan dengan proses penguasaan ‘rezim kebijaksanaan’. Perubahan-perubahan rezim kebijaksanaan ini akan merubah cara yang tepat, dimana orang-orang akan membentuk harapan mengenai kebijaksanaan mereka. Model ekonomi yang diukur, yang tidak memperkenankan perubahan dalam harapan, dimana perubahan rezim kebijaksanaan sepertinya akan menjadi benar-benar berkurang. Mereka akan memulai dengan memprediksikan pergerakan ekonomi secara tidak benar, karena munculnya suatu perubahan rezim kebijaksanaan. Implikasi model-model ini, seharusnya tidak digunakan untuk mengevaluasi rezim-rezim kebijaksanaan lainnya. Hal ini jelas merupakan suatu rezim kebijaksanaan yang berbeda, diadopsi menjadi tidak dapat dipercaya.
Beberapa alasan penggunaan cara lain tersebut, yaitu apakah akan dipercaya oleh pembuat model ekonometris dalam suatu pengukuran yang baik dari struktur konstan ekonomi yang nyata? Akan tetapi, bisa dipergunakan daripada suatu harapan sebuah hubungan atau hubungan-hubungannya yang tergantung pada rezim kebijaksanaan khusus. Jika rezim kebijaksanaan berubah, maka apa yang akan dipikirkan untuk
file arsip milik
PENERBIT ANDI
BAB 6--Kasus Ekonometrika Harapan Rasional
163
menjadi struktur konstan? Para ahli itu harus memperhatian dalam pembuatan rekomendasi mengenai perubahan-perubahan kebijaksanaan. Perubahan-perubahan-perubahan tersebut akan merubah apa yang dengan sendirinya muncul menjadi suatu struktur ekonomi konstan. Dan perubahan-perubahan ini juga harus diikuti ketika mengevaluasi kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berbeda. Secara mendasar, poin Lucas dapat dilihat sebagai saran, dimana struktur ekonomi konstan yang merupakan suatu tujuan utama dari para ahli ekonomi, adalah lebih tersembunyi daripada para pembuat model ekonometris yang mungkin telah dipikirkan sebelumnya.Ringkasan
Tujuan bab ini adalah untuk menekankan beberapa prinsip ekonometris yang penting yang terlibat dalam menguji teori-teori dalam memasukkan harapan rasional. Dijelaskan dari permulaan bahwa pengujian-pengujian langsung dari rasionalitas dihasilkan dari penggunaan survei data pada harapan nyata, tidak dalam kesenangan umum terhadap harapan rasional. Penekanan terhadap sejumlah permasalahan pengujian-pengujian ini (contoh: survei data bisa menjadi persoalaan penting dari ‘kesalahan dalam variabel’) yang menyarankan agar berhati-hati menggambarkan kesimpulan dari pengujian-pengujian ini. Selanjutnya, pergerakan pasar bisa muncul menjadi lebih konsisten daripada harapan rasional, karena hanya sejumlah kecil agen-agen yang benar-benar menguasai harapan rasional.
Disarankan bahwa pendekatan yang lebih beragam, bisa sebagai pengujian model-model ekonomi termasuk harapan rasional. Syarat-syarat selanjutnya, pada prinsipnya dapat diuji. Bab yang menekankan beberapa metode statistik untuk menguji syarat-syarat, terutama kemungkinan tes rasio. Sayangnya, syarat-syarat yang dinyatakan oleh harapan
file arsip milik
PENERBIT ANDI
rasional, seluruhnya merupakan syarat model ekonomi yang telah dipertimbangkan. Jika model ekonomi yang ditekankan tidak valid, maka pengujian dari rasionalitas juga tidak valid.
Akhirnya ditunjukkan, bahwa harapan rasional menitikberatkan keinginan pada ahli ekonometris untuk mengidentifikasi struktur ekonomi yang ditekankan jika model-model me reka digunakan untuk evaluasi kebijaksanaan. Peniruan pergerakan ekonomi di bawah kebijaksanaan-kebijaksanaan alternatif bisa jadi menyesatkan, jika parameter model ekonometris tergantung pada beberapa model kebijaksanaan yang dikejar oleh pemerintah.
file arsip milik
PENERBIT ANDI
BAB 7
HARAPAN RASIONAL
DALAM MODEL
EKONOMI MAKRO
Sekarang kita dapat menerangkan beberapa prinsip umum yang melibatkan model pengujian harapan rasional. Bab ini dimulai dengan pengujian secara detail yang menghasilkan uji penting dari
Teori Harapan Rasional dalam Model Ekonomi Makro.
Bab ini dikonsentrasikan pada beberapa pekerjaan dan dua contoh studi empiris. Pertama, studi ini dilakukan oleh Lucas (1973). Kedua oleh Barro (1977,1978) serta Barro dan Rush (1980). Keduanya dapat menguji prediksi mayor Model Harapan Rasional Ekonomi
Makro, ada di Bab 3. Lucas mengonsentrasikan pada pengujian
prediksi permintaan agregat yang tak dapat diramalkan, efek dari
output riil yang menyebabkan perubahan tak dapat diramalkan dalam
permintaan agregat. Barro dalam pepernya menguji prediksi mayor dari model lain di Bab 3. Hanya komponen permintaan agregat yang tak dapat diramalkan yang berakibat nyata dari variabel output dan pengangguran. Paper lain mempertimbangkan bahwa bab ini dapat memperlihatkan perluasan studi Lucas dan Barro.