PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan fungsi kognitif siswa SMP dengan dalam menyelesaikan soal Geometri ditinjau dari gender. Berikut ini adalah hasil penelitian yang telah peneliti lakukan: 1. Fungsi Konitif Subjek Laki-laki
a. Fungsi Kognitif Dalam Pelabelan – Visual
Berdasarkan hasil dari hasil pekerjaan dan wawancara yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya, diketahui bahwa subjek memberikan nama bangun berdasarkan ciri-cirinya, ketika diberikan nama suatu bangun subjek juga membentuk gambaran dalam pikiran, serta mengkonstruksi suatu
96 bangun jika hanya diberikan namanya saja.
b. Fungsi Kognitif Dalam Perbandingan Dari hasil pekerjaan dan wawancara, ketika peneliti memberi pertanyaan mengenai kesamaan dan perbedaan antara limas tegak persegi dan limas tegak segitiga, subjek menjawabnya dengan menyebutkan apa saja kesamaan dan perbedaan anatara antara limas tegak persegi dan limas tegak segitiga. Karena itu, dapat dikatakan bahwa subjek telah membandingakan dengan mencari kesamaan dan perbedaan antara dua atau lebih lebih limas tegak segi n (n ≥ 3), kejadian, atau situasi.
c. Fungsi Kognitif Pencarian Sistematis Utuk Mengumpulkasn Dan Melengkapi Infromasi Berdasarkan hasil pekerjaan dan wawancara, subjek telah mengumpulkan informasi dengan jelas dan lengkap, dengan cara mencari tau apa yang ditanyakan, diketahui, dan mampu mengubah bahas tulis ke bahasa gambar. Selain itu subjek mencari informasi tambahan diperlukan untuk strategi untuk menjawab pertanyaan baik dari soal geometri I dan soal geometri II. Subjek juga mengorganisir penyelesesaian dengan jelas dan lengkap, terlihat dari hasil pekerjaan subjek.
d. Fungsi Kognitif Menggunakan Lebih Dari Satu Sumber Informasi
e. Berdasarkan hasil pekerjaan dan wawancara, subjek telah berkerja secara mental dengan meggunakan lebih dari satu konsep untuk menjawab pertanyaan. Namun subjek tidak mengetahui strategi-staregi lain dalam menjawab pertanyaan sehingga subjek tidak mencoba strategi-strategi lain untuk menjawab pertanyaan.
f. Fungsi Kognitif Dalam Memodelkan Simbol – Menyimbolkan Kode
Berdasarkan hasil pekerjaan dan wawancara, subjek telah menggunakan simbol-simbol dengan tepat dan mengartikan simbol-simbol yang telah dia gunakan dalam menyelesaikan soal. 2. Fungsi Konitif Subjek Perempuan
a. Fungsi Kognitif Dalam Pelabelan – Visual
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab 4, subjek telah memberikan nama bangun berdasarkan ciri-cirinya, ketika diberikan nama suatu bangun subjek juga membentuk gambaran dalam pikiran, serta mengkonstruksi bangun jika hanya diberikan namanya saja. b. Fungsi Kognitif Dalam Perbandingan
Terlihat dari hasil pekerjaan dan wawancara subjek, ketika peneliti memberi pertanyaan mengenai kesamaan dan perbedaan antara limas tegak persegi dan limas tegak segitiga, subjek menjawabnya dengan menyebutkan apa saja kesamaa dan perbedaan antara dua bangun tersebut. Karena itu, dapat dikatakan subjek telah mencari kesamaan dan perbedaan antara antara dua atau lebih lebih limas tegak segi n (n ≥ 3), kejadian, atau situasi. c. Fungsi Kognitif Pencarian Sistematis
Untuk Mengumpulkan Dan Melengkapi Infromasi
Berdasarkan hasil pekerjaan dan wawancara, subjek mengumpulkan informasi dengan jelas dan lengkap dengan cara mencari tau apa yang ditanyakan, diketahui, dan mampu mengubah bahasa tulis ke bahasa gambar mampu berfungsi dengan baik. Selain itu subjek mencari informasi tambahan diperlukan untuk strategi untuk menjawab pertanyaan baik dari soal geometri I dan soal geometri II. Subjek tidak mengorganisir penyelesesaian dengan jelas dan lengkap, terlihat dari hasil pekerjaan pada soal geometri I dan soal geometri II. pada soal geoemtri I, subjek salah dalam menentukan penyelesaian, karena subjek menganggap bahwa tinggi dari limas sama dengan tinggi dari sisi tegak limas. Sedangkan pada soal geometri II, Subjek tidak menyelesaikan karena lupa tentang cara mencari luas alas dari limas yang berbentuk persegi.
d. Fungsi Kognitif Menggunakan Lebih Dari Satu Sumber Informasi
Berdasarkan hasil pekerjaan dan wawancara, hanya subjek belum berkerja secara mental dengan meggunakan lebih dari satu konsep terutama dalam mengerjakan soal
97 geometri II. Sama halnya dengan subjek laki-laki, subjek ini juga tidak mencoba strategi-strategi lain untuk menjawab pertanyaan karena tidak mengetahui strategi-strategi yang berbeda selain strategi yang telah digunakan subjek dalam menjawabn soal geometri.
e. Fungsi Kognitif Dalam Memodelkan Simbol – Menyimbolkan Kode
Berdasarkan hasil pekerjaan dan wawancara, subjek menggunakan simbol-simbol dengan tepat dan mengartikan simbol-simbol yang telah dia gunakan dalam menyelesaikan soal, baik dalam soal geometri I dan soal geometri II.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, peneliti membuat simpulan tentang fungsi kognitif siswa dalam mengerjakan soal geometri ditinjau dari gender, sebagai berikut:
1. Fungsi kognitif siswa laki-laki dalam menyelesaikan soal geometri didapatkan hasil sebagai berikut: (1) berdasarkan hasil pembahasan pada bab IV diketahui bahwa subjek telah melakukan pelabelan dan visualisasi. Terlihat dari hasil pekerjaan dan wawancara, subjek memberikan nama bangun berdasarkan ciri-cirinya dan ketika diberikan nama suatu bangun subjek juga membentuk gambaran dalam pikiran serta mengkonstruksi bangun tersebut saat diberikan nama dari sebuah bangun; (2) dari hasil pembahasan pada bab IV diketahui bahwa subjek telah melakukan perbandingan. Subjek melakukan perbandingan dengan cara mencari kesamaan dan perbedaan anatara dua objek yang peneliti berikan; (3) dalam menyelesaikan soal geometri, subjek melakukan pencarian sistematis untuk mengumpulkan dan melengkapi informasi dalam menjawab pertanyaan. Terlihat dari hasil pekerjaan dan wawancara, subjek terlebih dahulu mencari tau apa yang ditanyakan, diketahui, dan mengubah bahas tulis yang ada menjadi bahasa gambar. Selain itu subjek mencari informasi tambahan yang diperlukan untuk mempermudah dalam
menggunakan strategi yang akan digunakan dalam menjawab pertanyaan; (4) subjek tidak menggunakan lebih dari satu sumber infromasi. Dari hasil pembahasan diketahui bahwa subjek tidak mengetahui strategi lain dalam menjawab pertanyaan sehingga subjek tidak mencoba strategi-strategi lain dalam menjawab; (5) dari hasil pembahasan pada bab IV diketahui subjek menggunakan simbol dengan tepat dan mengetahui arti dari setiap simbol yang telah digunakan.
2. Fungsi kognitif siswa perempuan dalam menyelesaikan soal geometri didapatkan hasil sebagai berikut: (1) berdasarkan hasil pembahasan pada bab IV diketahui bahwa subjek telah melakukan pelabelan dan visualisasi. Terlihat dari hasil pekerjaan dan wawancara, subjek memberikan nama bangun berdasarkan ciri-cirinya dan ketika diberikan nama suatu bangun subjek juga membentuk gambaran dalam pikiran serta mengkonstruksi bangun tersebut saat diberikan nama dari sebuah bangun; (2) dari hasil pembahasan pada bab IV diketahui bahwa subjek telah melakukan perbandingan. Subjek laki-laki melakukan perbandingan dengan cara mencari kesamaan dan perbedaan antara dua objek yang peneliti berikan; (3) Untuk subjek tidak melakukan pencarian sistematis untuk mengumpulkan dan melengkapi informasi yang akan digunakan dalam menjawab pertanyaan. Subjek tidak mengetahui perbedaan antara tinggi limas dengan tinggi
3. sisi tegak limas, sehingga hasil jawaban subjek tidak sesuai dengan pertanyaan yang telah ada. Namun subjek mengetahui kesalahanya saat wawancara berlangsung. Sedangkan pada soal geometri II subjek tidak dapat menemukan penyelesaian, karena subjek lupa mengingat rumus persegi dan sampai waktu habis subjek hanya mencoba mengingat rumus persegi terebut; (3) subjek juga tidak menggunakan lebih dari satu sumber infromasi: (4) dari hasil pembahasan pada bab IV diketahui bahwa subjek tidak menhetahui strategi lain dalam menjawab pertanyaan sehingga subjek tidak mencoba strategi-strategi lain dalam
98 menjawab; (4) dari hasil pembahasan pada bab IV diketahui subjek menggunakan simbol dengan tepat dan mengetahui arti dari setiap simbol yang telah digunakan.
SARAN
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian di atas, beberapa saran yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut.
1. Siswa laki-laki dan perempuan disarankan untuk tidak terpaku pada satu strategi dalam menyelesaikan soal geometri.
2. Untuk siswa perempuan perlu dilatih kembali dalam melakukan pencarian sistematis dalam mengumpulkan dan melengkapi informasi yang akan digunakan dalam menjawab pertanyaan.
Daftar Rujukan
Arifin, Zaenal. (2009). Membangun
Kompetensi Pedagogis Guru
Matematika. Surabaya: Lentera
Cendikia.
Bahaudin, Taufik, (2000). Brainware Managemen: Generasi Kelima
Managemen Manusia, Jakarta:
Elexmedia Komputindo.
Djamarah, Syaiful Bahri. (2002). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Dryden, Cordan dan Jeannite Vos, (2000).
Revolusi Cara Belajar: Belajar akan
efektif kalau anda dalam keadaan fun. Terj. Word. Translation Service, Bandung: Kaifa.
Feuerstein, Reuven. (2012). Mediated Learning Experience, Instrumental Enrichment, and the Learning Propensity Assessment Device. Diunduh tanggal 20 januari 2015 dari http://webcache.googleusercontent.com/s earch?q=cache:sRDdm0E- dPYJ:banav.ca/wp- content/uploads/2012/08/Feuerstein.pdf+ &cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=sg&client=o pera
Fitriyani, Harina. (2011). Identifikasi Kemampuan Berpikir Matematis Rigor Siswa SMP Berkemampuan Matematika Sedang dalam Menyelesaikan Soal Matematika. Di unduh tanggal 20
Januari 2015 dari
http://webcache.googleusercontent.com/s earch?q=cache:xfLm_32aj_4J:eprints.un y.ac.id/7377/1/p-
22.pdf+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=sg.
Idris. Noraini. “The Impact of Using Geometers‟ Sketchpad on Malaysian Students‟ Achievement and Van Hiele Geometric Thinking”. Di unduh tanggal
3 Juni 2015 dari
http://www.keycurriculum.com/docs/PD F/Sketchpad/GSP_Impact-
Kinard, James. T., (2007). Method and
Apparatus for Creating Rigorous
Mathematical Thinking. Diunduh tanggal 24 Januari 2015 dari http://www.freepatentsonline.com/y2001 /0111172.html
Kinard, James. T. (2008). Rigorous
Mathematical Thinking: Conceptual
Formation in the Mathematics
Classroom. Di Unduh tanggal 24 April
2015 dari http://www.ourebook.org/technical- list/rigorous-mathematical-thinking- conceptual-formation-in-the- mathematics-classroom- repost_1o4aj.html
Ratuman, T. G. dan Laurens, T. (2003). Evaluasi Hasil Belajar Yang Relevan
Dengan Kurikulum Berbasis
Kompetensi. Surabaya. Unesa University Press.
Rizzo, M. & Eslinger, Paul J. (2004). “Principles and Practice of Behavioral
Neurologi and Neuropsychology”. Pp
615-634, Philadelpia PA: WB Saunders Company
Suyono, dan Hariyanto. (2011). Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Konsep Dasar. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya Offset.
99 Yazdani, A. Mohammad. (2007). “The gagne
van Hieles Connection: A Comparative Analysis of Two Theoretical Learning
Framework”. Journal of Mathematical Sciences & Mathematical Education, Vol. 3, No. 1.
100