• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENURUT KRITERIA BELL DAN PENDEKATAN SAINTIFIK

Dalam dokumen PROSIDING PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIRA (Halaman 80-87)

Alfin Fajriatin

Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas jember Alamat : Jalan Kalimantan 3 jember

Email: [email protected] Abstrak:

Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan kemampuan penguasaan ilmu. Buku siswa Kurikulum 2013, merupakan salah satu sarana implementasi kurikulum tahun 2013 dalam pembelajaran yang disediakan oleh pemerintah yang telah disusun secara terencana dan sistematis. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru SMP di Kabupaten Jember, dalam penggunaan buku tersebut beliau menemukan beberapa keluhan, diantaranya adalah materi terlalu sulit dan tidak dapat menjangkau semua tingkat kemampuan siswa serta sulitnya menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku siswa matematika kelas IX Kurikulum 2013 berdasarkan pendekatan saintifik dan materi matematika menurut Kriteria Bell. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian deskriptif. Dalam hal ini peneliti menganalisis buku berdasarkan pendekatan saintifik dan materi matematika menurut Kriteria Bell. Jadi pendeskripsian dilakukan dengan cara memberikan gambaran secara menyeluruh pada buku berdasarkan kesesuaiannya dengan pendekatan saintifik dan materi matematika menurut Kriteria Bell. Dalam pendekatan saintifik terdapat 5 langkah pembelajaran yang dikenal dengan 5M (Mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan) yang digunakan untuk menganalisis buku. Sedangkan untuk menganalisis buku berdasarkan materi matematika pada Bell menggunakan 21 indikator. Hasil analisis yang telah dilakukan masih terdapat ketidaksesuaian buku dengan pendekatan saintifik. Begitujuga dengan hasil analisis yang dilakukan terhadap materi matematika menurut Kriteria Bell, beberapa indikator sudah benar namun beberapa ada juga yang masih ditemukan kesalahan sehingga perlu diberikan saran perbaikan.

Kata Kunci :Buku siswa Kurikulum 2013, Pendekatan Saintifik, Kriteria Bell

Pendahuluan

Pendidikan merupakan unsur utama dalam pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. Oleh karenanya, pengelolaan pendidikan harus berorientasi kepada bagaimana menciptakan perubahan yang lebih baik. Salah satu upaya itu ditempuh dengan menerapkan Kurikulum 2013 yang disusun dengan dilandasi pemikiran tantangan masa depan, yaitu tantangan abad ke-21 yang ditandai dengan abad ilmu pengetahuan, knowledge-based society dan kompetensi masa depan. Salah satu perubahan mendasar dalam Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran. Model pembelajaran Kurikulum 2013 berbasis saintifik dengan lima langkah pembelajaran yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan.

Pada Kurikulum 2013, Pemerintah menyediakan buku pegangan masing-masing

bagi guru yaitu buku guru dan untuk siswa yaitu buku siswa bagi semua mata pelajaran dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas dan kejuruan. Buku pegangan tersebut dianggap telah memenuhi standar dan menjadi buku wajib sumber belajar di sekolah. Namun ada beberapa aspek dari buku pegangan guru dan siswa yang perlu ditelaah dan dianalisa.

Sama seperti mata pelajaran lain, Matematika juga mempunyai buku guru dan buku siswa. Buku guru dan buku siswa berisi materi dan menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Bagi siswa, buku tersebut digunakan sebagai sumber belajar siswa, untuk mengingat, dan meninjau kembali pelajaran matematika. Bell (1978:381) menyatakan bahwa materi matematika tidak hanya harus benar, tetapi juga harus disesuaikan dengan tujuan

68 pembelajaran dan jenis siswa yang akan mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu berdasarkan latar belakang diatas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku siswa matematika kelas IX Kurikulum 2013 berdasarkan materi matematika menurut Kriteria Bell dan pendekatan saintifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian buku dengan materi matematika menurut Kriteria Bell dan kesesuaian buku dengan lima langkah pendekatan saintifik.

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang dirancang untuk mengantisipasi kebutuhan kompetensi abad 21. Kurikulum 2013 mempunyai tujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pelajaran.

Buku Guru dan buku siswa merupakan salah satu sarana implementasi Kurikulum Tahun 2013 dalam pembelajaran. Buku Guru dan Buku Siswa telah disiapkan Pemerintah sesuai dengan Permendikbud

nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru. Buku Siswa merupakan buku sumber belajar bagi siswa/peserta didik yang memuat hal-hal berikut, yaitu: Judul bab, infomasi kompetensi dasar yang sesuai dengan topik pada setiap bab. Pada setiap bab dilengkapi dengan peta konsep, pengantar, bagian kegiatan siswa baik ekperimen maupun non eksperimen atau diskusi, latihan soal, rangkuman, evaluasi, dan tugas bagi peserta didik.

Kriteria Bell

Bell (1978:381-385) menyatakan terdapat empat kriteria utama yang dapat digunakan untuk mengevaluasi buku pelajaran matematika yaitu: (a) kriteria yang berhubungan dengan materi matematika, (b) kriteria yang berhubungan dengan metode penyampaian materi, (c) kriteria yang berhubungan dengan karakteristik fisik, dan (d) kriteria yang berhubungan dengan petunjuk untuk guru. Bell (1978:381) memberikan 21 pertanyaan sebagai kriteria untuk analisis yang berhubungan dengan materi matematika.

Tabel 1. Kriteria Bell untuk Materi Matematika No. Syarat pengumpulan makalah lewat surat

1. Apakah fakta-fakta, konsep-konsep, keterampilan-keterampilan, dan prinsip- prinsip matematika benar?

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Apakah fakta-fakta, konsep-konsep, keterampilan-keterampilan, dan prinsip- prinsip matematika benar?

Apakah simbol-simbol matematika standard dan notasi matematika lain digunakan? Apakah buku memuat sejumlah kesalahan cetak dan jawaban salah yang mempengaruhi pemahamanisi?

Apakah penyajian isi terlalu simbolik dan abstrak? Apakah konsep matematika didefinisikan dengan benar?

Apakah struktur- struktur yang mendasari sistem matematika disajikan secara jelas? Apakah buku terkait dengan sejarah, filosofi, dan metode – metode matematika dan para matematikawan?

Apakah tingkat kesulitan dan ketelitian sesuai dengan tingkat kemampuan siswa? Apakah buku menggunakan pendekatan modern atau pendekatan tradisional dalam

69 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.

penyajian materi matematika?

Apakah buku menekankan pada fakta dan skill matematika ataukah menekankan pada konsep dan prinsip matematika?

Apakah bentuk logika yang benar digunakan dalam pembuktian dalil/teorema? Apakah buku menekankan pembuktian?

Apakah pemecahan masalah dipertimbangankan dalam buku?

Apakah bukti, penjelasan dan contoh lengkap serta dapat dimengerti oleh siswa yang akan menggunakan buku tersebut?

Ketika topik baru diperkenalkan apakah hubungannya dengan topik sebelumnya nyata sehingga struktur sistem matematika menjadi jelas?

Apakah teks menunjukkan kesalahan logika umum seperti alasan yang berbelit- belit menerima kebenaran yang bertentangan dengan teorema dan menggunakan dalil yang belum terbukti untuk membuktikan teorema?

Apakah istilah matematika didefinisikan dengan benar dapat mudah dipahami? Apakah perbedaan arti dan penggunaan istilah matematika ditunjukkan?

Apakah terdapat suatu perbedaan yang jelas antara unsur-unsur yang tak terdefinisikan, unsur-unsur yang terdefiniskan dan teorema?

Apakah terdapat perbedaan yang jelas antara bukti dan pemikiran yang masuk akal dilakukan?

Apakah semua topik yang ingin diajarkan terdapat dalam buku? Pendekatan Saintifik

Menurut Permendikbud No 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Pasal 2 nomer 7 dan 8 dinyatakan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan sebagaimana dimaksud merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran: (1) mengamati, (2) menanya, (3) mengumpulkan informasi/ mencoba, (4) menalar/ mengasosiasi, dan (5) mengomunikasikan.

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan atau

menjelaskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentu. Dalam hal ini peneliti menganalisis buku siswa matematika kelas IX Kurikulum 2013 berdasarkan materi matematika menurut Kriteria Bell dan pendekatan saintifik. Jadi pendeskripsian dilakukan dengan cara memberikan gambaran secara menyeluruh pada buku teks matematika kelas IX Kurikulum 2013 berdasarkan materi matematika menurut Kriteria Bell dan pendekatan saintifik. Kemudian peneliti memberikan alternatif solusi dari ketidaksesuaian buku siswa matematika kelas IX dengan materi matematika menurut Kriteria Bell dan pendekatan saintifik yang ditemukan.

Tahapan penelitian yang pertama kali dilakukan adalah memilih buku siswa matematika kelas IX semester 1 Kurikulum 2013. Materi yang dianalisis adalah keseluruhan materi yang terdapat di dalam buku siswa matematika tersebut. Tahap

70 berikutnya adalah menyusun instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang disusun meliputi Lembar Validasi Bahasa pertanyaan materi matematika berdasarkan kriteria Bell dan Lembar Validasi Bahasa pertanyaan berdasarkan pendekatan saintifik. Jika instrumen telah dinyatakan valid, maka tahap selanjutnya yaitu pengumpulan data. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan analisis terhadap data yang telah diperoleh menggunakan lembar analisis data sesuai dengan masing-masing indikator.

Hasil dan Pembahasan

Dari hasil analisis yang dilakukan pada buku berdasarkan materi matematika menurut Kriteria Bell diperoleh data bahwa dari 21 indikator yang dimiliki oleh Bell dalam menganalisis buku berdasarkan materi matematika, indikator ke-3 yang paling banyak terdapat ketidaksesuaian yaitu “Apakah buku memuat sejumlah kesalahan cetak dan jawaban salah yang mempengaruhi pemahaman isi?”, dari enam bab yang dianalisis, indikator ke-3 semua bab terjadi kesalahan cetak pada buku. Kesalahan cetak yang ditemukan bervariasi, ada yang berupa kesalahan penulisan rumus, kesalahan penulisan simbol, dan kesalahan penulisan kata. Untuk kesalahan penulisan rumus berkaitan dengan indikator 1d yaitu “Apakah prinsip matematika benar?”, sedangkan untuk kesalahan penulisan simbol berhubungan dengan indikator ke-2 yaitu “Apakah simbol- simbol matematika standard dan notasi lain digunakan?”.

Berikutnya indikator ke-18 yaitu “Apakah perbedaan arti dan penggunaan istilah matematika ditunjukkan?” hanya satu bab saja yang sesuai dan indikator ke-8 yaitu “Apakah tingkat kesulitan dan ketelitian sesuai dengan tingkat kemampuan siswa?”, hanya 3 bab saja yang sesuai. Untuk indikator ke-18 mengapa terjadi banyak ketidaksesuaian dikarenakan pada buku tidak disediakan penjelasan dari istilah matematika yang digunakan, hanya ada satu bab yang penjelasannya ditemukan di glosarium.

Sedangkan untuk indikator ke-8 banyak terjadi ketidaksesuaian juga karena memang tingkatan uji kompetensi soal yang disediakan buku tidak semua dapat diselesaikan siswa, termasuk siswa dengan predikat kelas atas.

Untuk indikator yang lain rata-rata hanya ada satu bab saja yang tidak sesuai. Indikator yang tingkat kesesuaiannya 100% yaitu indikator 1c “Apakah keterampilan matematika benar?”, indikator 1d “Apakah prinsip matematika benar?”, indikator 4 “Apakah penyajian isi terlalu simbolik dan abstrak?”, indikator 6 “Apakah struktur- struktur yang mendasari sistem matematika disajikan secara jelas?”, indikator 9 “Apakah buku menggunakan pendekatan modern atau pendekatan tradisional dalam penyajian materi matematika?”, indikator 10 “Apakah buku menekankan pada fakta dan skill matematika ataukah menekankan pada konsep dan prinsip matematika?”, indikator 11 “Apakah bentuk logika yang benar digunakan dalam pembuktian dalil/teorema?”, indikator 13 “Apakah pemecahan masalah dipertimbangankan dalam buku?”, indikator 14 “Apakah bukti, penjelasan dan contoh lengkap serta dapat dimengerti oleh siswa yang akan menggunakan buku tersebut?”, indikator 16 “Apakah teks menunjukkan kesalahan logika umum seperti alasan yang berbelit-belit menerima kebenaran yang bertentangan dengan teorema dan menggunakan dalil yang belum terbukti untuk membuktikan teorema?”, indikator 19 “Apakah terdapat suatu perbedaan yang jelas antara unsur- unsur yang tak terdefinisikan, unsur-unsur yang terdefiniskan dan teorema? “ dan indikator 20 “Apakah terdapat perbedaan yang jelas antara bukti dan pemikiran yang masuk akal dilakukan?”. Berikut disajikan diagram batang presentase kesesuaian buku berdasarkan materi matematika menurut kriteria Bell untuk semua bab.

71 Persentase Tiap Bab Kesesuaian Buku

Dengan Materi Matematika

Menurut Kriteria Bell Gambar 1. Kesesuaian Per Bab Untuk hasil analisis buku berdasarkan pendekatan saintfik dilakukan dengan melihat kesesuaiannya dengan lima langkah pendekatan saintifik yang dikenal dengan 5M (Mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan) dalam tiap subbabnya. Kelima langkah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Berikut penjelasan dari-dari masing-masing langkah tersebut:

1. Mengamati

Langkah mengamati dalam buku ini disajikan berbeda, yaitu ada yang mengamati objek autentik ada pula yang mengamati sebuah konsep, fakta dan teorema. Namun tidak semua langkah mengamati pada buku menggunakan objek yang autentik. Begitujuga dengan prosedur yang digunakan dalam langkah mengamati, ada yang runtut dan jelas dalam mengamati adapula yang masih belum jelas prosedurnya. Dari 18 subbab, hanya 4 subbab yang jelas prosedurnya dan melakukan pengamatan pada objek yang autentik, serta ada 3 subbab yang tidak memiliki langkah mengamati. 2. Menanya

Sedangkan untuk langkah menanya pada buku ada yang disajikan dengan menggunakan kata bantu adapula yang tidak menggunakan kata bantu. Adanya kata bantu diharapkan dapat membantu dalam merangsang siswa agar bertanya. Selain kata bantu, pemberian contoh pertanyaan juga disajikan pada buku. Adanya pertanyaan yang diajukan oleh siswa diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman pada siswa. Dari 18 subbab, terdapat 3 subbab yang tidak memiliki langkah menanya, 3 subbab yang tidak menggunakan

kata bantu dan sisanya semua menggunakan kata bantu.

3. Mencoba

Untuk langkah mengumpulkan informasi/ mencoba pada buku berisi kegiatan mengisi soal dalam tabel, menjawab pertanyaan atau bahkan mencari informasi melalui buku, majalah dan internet. Jika informasi yang akan dikumpulkan berada didalam buku maka akan mempermudah siswa dalam mengumpulkan informasi, sebaliknya bila tidak tersedia di buku maka siswa bisa kesulitan dalam menemukan informasi. Dari 18 subbab ada 4 subbab yang meminta siswa mencari informasi diluar buku, 9 subbab meminta siswa mencari informasi di buku dan sisanya 5 subbab tidak memiliki langkah mencoba.

4. Mengolah informasi/ Menalar

Langkah menalar pada buku ini ada yang menggunakan prosedur ada pula yang tidak menggunakan prosedur. Langkah menalar yang menggunakan prosedur akan mempermudah pola fikir siswa dalam mengolah informasi. Dari 18 subbab, terdapat 8 subbab yang menggunakan langkah menalar dengan prosedur yang jelas, 5 subbab belum memiliki prosedur yang jelas dan sisanya tidak terdapat langkah menalar. 5. Mengkomunikasikan

Untuk langkah terakhir yaitu mengkomunikasikan pada buku ini dilakukan dengan dua cara yaitu diskusi dengan teman sejawat saja adapula yang dipresentasikan di depan kelas. Jika dilakukan hanya dengan sejawat, hasil diskusi belum tentu memberikan suatu kesimpulan yang jelas dan benar. Namun apabila diskusi dilakukan didepan kelas disaksikan banyak teman dan guru maka diskusi bisa dipastikan memperoleh kesimpulan yang jelas. Dari 18 subbab, 9 subbab sudah merancang diskusi untuk dipresentasikan didepan kelas, 3 subbab didiskusikan dengan teman sebangku dan sisanya 6 subbab tidak memiliki langkah mengkomunikasikan.

Apabila kesesuaian dengan pendekatan saintifik dipresentasekan untuk tiap bab, maka akan tampak sebagai berikut:

72 68,096,7 50,0 47,5 26,7 60,0 0,0 50,0 100,0 150,0 BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI PRESENTASE

Diagram Batang Persentase Kesesuaian dengan Pendekatan Saintifik

Gambar 2. Persentase Pada Tiap Bab Dari Gambar 2 diatas tampak bahwa pada dua yaitu pola,barisan dan deret yang paling memenuhi kesesuaiannya dengan lima langkah pendekatan saintifik, data ini diperoleh dari penskoran pada tiap subbab yang ada pada bab dua untuk semua langkah pendekatan saintifik yang kemudian dijumlah dan dipersentasekan. Presentase kesesuaian pada bab dua mencapai 96,7%. Sedangkan yang persentase kesesuaiannya paling kecil yaitu bab V bangun ruang sisi lengkung dengan 26,7%.

Simpulan dan Saran

Dari hasil analisis buku berdasarkan materi matematika menurut Kriteria Bell diperoleh kesimpulan bahwa materi pada Bab

I yaitu perpangkatan dan bentuk akar persetase kesesuaiannya adalah 83%, untuk Bab II pola, barisan dan deret bilangan 83%, untuk Bab III perbandingan bertingkat 79%, untuk Bab IV kekongruenan dan kesebangunan 79%, untuk Bab V bangun ruang sisi lengkung 83%, dan untuk Bab VI yaitu statistika persentase kesesuaiannya adalah 83%. Jadi pada bab perbandingan bertingkat dan bab kekongruenan dan kesebangunan yang paling banyak terdapat ketidaksesuaian dengan materi matematika menurut Kriteria Bell.

Sedangkan hasil analisis buku berdasarkan pendekatan saintifik diperoleh kesimpulan bahwa materi Bab I yaitu perpangkatan dan bentuk akar persetase kesesuaiannya adalah 68%, untuk Bab II pola, barisan dan deret bilangan 96,7%, untuk Bab III perbandingan bertingkat 50%, untuk Bab IV kekongruenan dan kesebangunan 47,5%, untuk Bab V bangun ruang sisi lengkung 26,7%, dan untuk Bab VI yaitu statistika persentase kesesuaiannya adalah 60%. Jadi pada bab bangun ruang sisi lengkung yang presentase kesesuaiannya dengan pendekatan saintifik paling kecil, sedangkan yang presentase kesesuaiannya paling besar adalah bab pola, barisan dan deret.

Daftar Rujukan

Ambarwati, N. K. 2007. Analisis Modul Matematika SMP Yang Dipakai Oleh Lembaga Bimbingan Belajar Berdasarkan Kriteria Bell. Tidak Diterbitkan. Skripsi. Jember:FKIP Universitas Jember.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi V. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta Arjudin. 2013. Kajian Buku Siswa Mata

Pelajaran Matematika Kelas IX Bab 2 Dalam Kurikulum 2013. [Online]. Tersedia : http://eprints.ums.ac.id Bell, Frederick H. 1978. Teaching and

learning Mathematics (In Secondary

School). Dubuque: WmC. Brown

Company.

Hobri. 2010. Metodologi Penelitian Pengembangan. Jember : Pena Salsabila

Ikhwandi,Dafik,Suciati. 2015. Telaah Kesesuaian Buku Guru Matematika Kelas X Kurikulum 2013

Berdasarkan Pendekatan Saintifik. Jurnal Pancaran,4 (1) : 117-128. Kurniasih, Imas dan Sani, Berlin. 2014.

Sukses Mengimplementasikan

Kurikulum 2013 .Cetakan II.

Yogyakarta: Kata Pena

Mahmudi, Ali. Pengembangan Pembelajaran Matematika. (Online). Tersedia : http://staff.uny.ac.id/sites/default/file s/tmp/Pengembangan%20Pemb%20 Matematika_1.pdf

M.F. Atsnan, Rahmita Yuliana Gazali. 2013.

Penerapan Pendekatan Saintifik

dalam Pembelajaran Matematika SMP Kelas IX Materi Bilangan

73 http://eprints.uny.ac.id/10777/1/P%2

0-%2054.pdf.

Muklis, Yoga. 2015. Analisis Buku Siswa Kurikulum 2013 Kelas IX SMP Pelajaran Matematika Ditinjau Dari Implementasi Pendekatan Saintifik Dan Penilaian Autentik [Online].

Tersedia :

http://eprints.ums.ac.id/32785/15/10. %2520ARTIKEL%2520PUBLIKAS I.pdf

Prihandoko, Antonius Cahya. 2005. Memahami Konsep Matematika Secara Benar dan Menyajikannya dengan menarik. Jember : UPT Penerbitan UNEJ

Widoyoko, Eko Putro. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Sanjaya, Wina. 2013.Penelitian Pendidikan (Jenis, Metode dan Prosedur). Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Subchan, Winarni, Hanafi dkk. 2015. Matematika SMP/MTs Kelas IX. Jakarta : Kemdikbud

Sigit. 2014. Pendekatan Saintifik Dalam Matematika. Yogyakarta :: p4TK Matematika

Sumardyono.2004. Karakteristik Matematika dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: PPPG Matematika Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan

Matematika Di Indonesia Konstatasi Keadaan

Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Depdiknas.

Suherman, Erman dan Winataputra, Udin S. 1992. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta: Universitas Terbuka.

Universitas Jember. 2012. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: Jember University Press

Wijaya,Adi. 2013. Pentingnya Analisis Buku

Siswa Dalam Implementasi

Kurikulum 2013. [Online]. Tersedia : http://p4tkmatematika.org/file/ARTI KEL/Artikel%20Pendidikan/PENTI NGNYA%20ANALISIS%20BUKU _Adi%20Wijaya.pdf. Diakses 20 April 2015.

74

Dalam dokumen PROSIDING PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIRA (Halaman 80-87)