Silvana S. Kaharu,– Guru Honorer yang bertugas di SLB
Negeri Gorontalo Utara (Juli 2012-Hingga Sekarang)
SLB Negeri Gorontalo Utara merupakan sekolah formal yang beralamat di jalan Martin Liputo Desa Alata Karya Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara yang dihibahkan oleh Bapak Hj. Raden Arbie. Tokoh tersebut telah merintis SLB Negeri Gorontalo Utara itu dapat dibuktikan yaitu dengan adanya IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) dengan Nomor : 641/IMB/PU/98/X/2009, sehingga dengan adanya perintisan tersebut terbuktilah SLB Negeri Gorontalo Utara berdiri pada tahun 2006. Namun pelaksanaan proses pembelajaran dan pendidikan terlaksana pada tanggal 02 Januari 2007.
Terjun di dunia pendidikan dan menjadi seorang guru adalah tugas yang berat, namun jika dijalani dengan ikhlas insya Allah bisa menjadi ringan. Walaupun saya dan
PLB (Pendidikan Luar Biasa) alhamdulillah saya dan teman-teman sedikit demi sedikit mendapat ilmu tentang PLB (Pendidikan Luar Biasa) dari berbagai sumber, mulai dari teman sejawat sampai ikut pelatihan ke luar daerah. Saya pribadi sangat berharap ilmu yang sudah saya dapat berguna dan bermanfaat untuk anak-anak didik saya di SLB Negeri Gorontalo Utara. Saya dan teman-teman guru di sekolah sangat terdorong bagaimana menjadikan peserta didik menjadi mandiri, dapat bersosialisasi dengan baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat dan tidak bergantung pada orang lain.
Mereka istimewa, hanya saja membutuhkan
pengajaran dan bimbingan yang khusus dan berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Karena mereka membutuhkan hal-hal yang berbeda dengan anak-anak biasa. Mereka membutuhkan pengajaran khusus, pastinya saya dan teman-teman guru juga harus memiliki keahlian khusus untuk mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Bukan hanya kemampuan mengajar, namun juga rasa tulus dan menyayangi mereka.
Anak-anak berkebutuhan khusus sering menghadapi penolakan dari masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya, bahkan dari keluarga mereka sendiri. Saya dan teman-teman sebagai guru SLB lah yang menjadi pencerah, konsultan dan pembimbing untuk masyarakat dan keluarga anak didik. Guru adalah pilar utama pendidikan di sekolah, sedangkan orang tua adalah elemen kunci pendidikan di
rumah. Dua sosok tersebut harus mampu bersinergi dalam mendidik dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, di sekolah SLB tidak hanya sebuah kelas dengan meja kursi kayu dan hapalan di papan tulis. Peserta didik membutuhkan keterampilan lebih banyak daripada teori-teori di rumah kedua mereka yaitu sekolah. Para guru pun harus menguasai berbagai keterampilan untuk ditularkan kepada peserta didik. Keterampilan-keterampilan itu adalah bekal mereka untuk mandiri, bahkan beberapa mampu mengembangkannya menjadi mata pencaharian untuk hidup di masa depannya. Alhamdulillah di SLB Negeri Gorontalo Utara ada beberapa keterampilan yang sudah jalan yaitu Keterampilan Tata Busana, Tata Rias, Tata Boga dan Perbengkelan walaupun kadang sedikit terhenti karena masalah biaya yang minim dan kurangnya instruktur Keterampilan karena memang saya dan teman-teman guru memang tidak memiliki keahlian di bidang itu. Dan sekarang alhamdulillah di tambah lagi dengan Keterampilan IT dalam Editor Video atau Pengeditan Video melalui Adobe Premiere. Mulai dari pengambilan gambar sampai dengan pengeditan video, peserta didik diharapkan bisa mengoperasikan komputer dengan mengedit video menjadi satu video. Berbagai inovasi tersebut tidak lepas dari inisiatif peran guru di sekolah. Peran guru dalam mendidik anak berkebutuhan khusus memang sangat sangat besar. Saya dan teman-teman guru berusaha agar mampu membekali para peserta didik dengan keterampilan-keterampilan yang berguna bagi mereka di kehidupan nyata. Namun, minimnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami, maka kami berharap
pada Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) untuk dapat lebih memberi memperhatiannya terhadap sekolah kami, karena semua yang telah kami rancang kami impikan tidak akan pernah tercapai tanpa ada bantuan dari pihak yang bersangkutan. Mohon bantuannya untuk memudahkan dalam mengapai mimpi dalam meningkatkan kecakapan hidup dibidang IT.
ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) lebih tertarik pada pelajaran keterampilan daripada teori. Karena sebenarnya yang diperlukan mereka adalah keterampilan untuk kemandirian mereka sendiri. Praktek lebih mereka perlukan daripada teori. Tujuan utamanya ingin menunjukkan bahwa anak yang memiliki kekurangan juga dapat melakukan aktivitas seperti siswa normal dan menjadi pribadi yang mandiri.
Setiap manusia dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu pula Anak Berkebutuhan Khusus. Meskipun sebagian besar dari mereka menyandang ketunaan, mereka tentu memiliki potensi diri yang tersembunyi. Potensi tersebut bila mampu ditemukan dan digali dapat dikembangkan menjadi suatu kelebihan. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya berlangsung di bangku sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat peserta didik. Prestasi anak berkebutuhan khusus di sekolah akan sia-sia bila ternyata di rumah orang tua tidak memberikan penghargaan dan dorongan kepada anak untuk terus maju. Memang masih ada orang tua yang beranggapan bahwa tugas mengajar adalah
hanya tugas guru dan kegiatan belajar sudah selesai ketika si anak pulang ke rumah. Pandangan-pandangan keliru inilah yang harus diluruskan oleh kami sebagai pendidik.
Pendidikan anak berkebutuhan khusus memang bukanlah ladang uang. Selain dibutuhkan perjuangan yang keras, saya dan teman-teman harus melalui tahapan yang berliku, mulai dari guru honorer dan barulah menjadi guru tetap. Akan tetapi, saya dan teman-teman tetap mengabdikan diri untuk menjadi pengajar untuk Anak Berkebutuhan Khusus agar mampu menjadi pribadi yang mandiri dengan kehidupan yang lebih baik di masa depan dan dapat diterima dilingkungan masyarakat dengan kemampuan dan keterampilan mereka dengan tidak memandang rendah terhadap kemampuan yang mereka miliki. Semoga berikutnya akan didirikan Pendidikan Pasca Sekolah untuk ABK dimana diberikan pelatihan-pelatihan menurut kemampuan mereka masing-masing dalam bidang pekerjaan agar mereka tidak menyusahkan orang lain.
“Jika pengalaman adalah salah satu guru terbaik, maka menjadi seorang guru adalah salah satu pengalaman terbaik.”