METODE PENELITIAN
PAPARAN DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
E. Karakteristik Berpikir Intuitif Subjek Bergaya Kognitif Field Independent (GKFI) dalam Menyelesaikan Masalah Geometri (GKFI) dalam Menyelesaikan Masalah Geometri
Berdasarkan uraian tentang Karakteristik Berpikir Intuitif Subjek bergaya
kognitif field independent (GKFI), yakni subjek S1 dan subjek S2 dalam
Menyelesaikan Geometri, dilakukan triangulasi sumber, yaitu dengan
membandingkan aktivitas berpikir melalui pengamatan hasil penyelesaian masalah
dan hasil wawancara berbasis tugas antara subjek GKFI-S1 dan subjek GKFI-S2
untuk melihat adanya konsistensi karakteristif berpikir intuitif dalam menyelesaikan
masalah geometri. Hal ini dilakukan dengan dasar bahwa walaupun keduanya
merupakan subjek dengan gaya kognitif sama, namun dimungkinkan terdapat
perbedaan dalam aktivitas berpikir mereka terutama terutama dalam berpikir intuitif
mereka dalam menyelesaikan masalah geometri. Untuk memperoleh data yang
kredibel dari subjek bergaya kognitif field independent (GKFI) maka dilakukan
Tabel4.8 Karakteristik Berpikir Intuitif Subjek GKFI dalam Menyelesaikan Masalah Geometri
KBI-GKFI- S1 KBI-GKFI- S2 KBI-S-GKFI
Berdasarkan hasil wawancara berbasis masalah geometri, terlihat bahwa sebelum menyelesaikan masalah, subjek berusaha memahami soal melalui membaca soal(S1M113). Subjek S1 memahami masalah (soal) secara langsung dengan membaca soal satu kali dengan cara sepintas yakni hanya
memperhatikan pertanyaan dan angka-angkanya. (S1M117). Dengan demikian berarti subjek S1 memahami masalah secara langsung (direct)dan spontan terjadi pada saat membaca soal. Strategi yang digunakan S1 untuk memahami masalah dengan melihat angka-angka dan pertanyaan soal merupakan ciri berpikir intuitif yang dianalogikan dengan pandangan periferal yaitu cara memandang masalah dengan cepat dan bersifat global.
Berdasarkan hasil wawancara berbasis masalah geometri, subjek S2 memahami soal melalui membaca (S2M112). Subjek S2 memahami masalah (soal) langsung dengan cara membaca soal dua kali dengan hanya memperhatikan sepintas angka-angkanya, apa pertanyaannya dan langsung menggambar (S2M116). Pada saat menggambar subjek langsung menuliskan apa yang ia pahami melalui ilustrasi gambar(S2M106). Dengan demikian berarti subjek S2 dalam memahami masalah dilakukan dengan melihat pertanyaan dan angka-angkanya secara langsung dan spontan berlangsung pada saat membaca soal sambil memikirkan cara penyelesaiannya merupakan aktivitas berpikir intuitif yang dianalogikan sebagai pandangan periferal yang cepat dalam menangkap makna bersifat global.
Sebelum menyelesaikan masalah, subjek berusaha memahami soal melalui membaca sekali secara sepintas lalu, yakni dengan memperhatikan pertanyaan dan angka-angkanya. Dengan demikian berarti subjek GKFI memahami masalah secara langsung (direct)dan spontan terjadi pada saat membaca soal, yakni dengan memperhatikan angka-angka dan pertanyaannya yang merupakan aktivitas berpikir intuitif yang dianalogikan sebagai pandangan periferal.
Subjek S1 secara tidak sadar (implisit) memikirkan atau membayangkan objek dan strategi penyelesaian yang sesuai pada saat membaca soal, seperti rumus apa yang sekiranya cocok untuk soal tersebut. (S1M121, (S1M123), (S1M125). Hal ini berarti munculnya rumus jarak dari titik tertentu ke suatu garis yakni rumus phytagoras yang pernah dipelajari terjadi secara spontan dan segera pada subjek pada saat membaca soal, (S1M137), (S1M139). Hal ini berarti subjek S1 menggunakan feeling yang muncul segera secara otomatis tanpa usaha keras (dibawah sadar) yaitu muncul bayangan gambar dalam pikirannya yang sekaligus terlintas cara atau rumus yang diperlukan pada saat membaca soal, dengan begitu sesungguhnya subjek secara otomatis dan spontan mengatur strategi penyelesaian masalah yang merupakan ciri dari berpikir intuitif.
Subjek S2 saat membaca soal (memahami masalah) juga secara implisit membayangkan objek dan memikirkan startegi penyelesaian dengan cara mengira-ngira rumus yang diperlukan (S2M118), (S2M120), munculnya rumus yang diyakini cocok untuk menyelesaikan masalah tersebut bersifat otomatis (S2M122). Hal ini berarti bahwa subjek menggunakan feeling yang muncul segera secara otomatis tanpa usaha keras (dibawah sadar) muncul bayangan gambar dalam pikirannya pada saat membaca soal, dengan begitu sesungguhnya subjek secara otomatis memikirkan strategi penyelesaiannya yang merupakan aktivitas berpikir yang melibatkan intuisi.
Subjek saat membaca soal (memahami masalah) secara implisit membayangkan objek serta memikirkan strategi penyelesaian secara otomatis. Hal ini berarti penggunaan rumus jarak dari titik tertentu ke suatu garis yakni rumus phytagoras yang muncul secara spontan dan segera pada subjek pada saat membaca soal. Dengan demikian berarti subjek melibatkan berpikir intuitif dalam menyelesaikan masalah.
KBI-GKFI- S1 KBI-GKFI- S2 KBI-S-GKFI
Pada saat menyelesaikan masalah, subjek S1 memiliki maksud tertentu terhadap penggunaan gambar, yakni sebagai perantara atau jembatan yang memberikan kemudahan dalam menyelesaikan masalah tersebut (S1M107, S1M109),(S1M127), Subjek S1 terdorong untuk menggambar hingga dua kali agar masalahnya menjadi lebih jelas (S1M142), (S1M145). Subjek S1 merasa kesulitan dan kurang yakin atas
penyelesaiannya tanpa bantuan gambar (S1M159), berarti gambar yang dibuat dapat membantu
mempermudah penyelesaian. Gambar yang di buat oleh subjek dapat digunakan secara otomatis mengecek langsung kebenaran jawaban tersebut (S1M161 ), (S1M163). Bberarti munculnya ilustrasi gambar dalam pikiran S1 bersifat otomatis, dan berlangsung secara spontan sebagai strategi pembuka ide atau gagasan pada saat membaca soal. Munculnya ide untuk membuat gambar yang bersifat spontan dan otomatis ini merupakan ciri berpikir intuitif.
Pada saat subjek S2 melakukan aktivitas penyelesaian masalah, ia memiliki maksud tertentu terhadap penggunaan gambar, yakni sebagai perantara atau
jembatan yang memberikan kemudahan dalam
menyelesaikan masalah tersebut, sebagaimana jawaban tertulis subjek (S2M106, S2M107) (S2M134). Subjek S2 merasa bahwa gambar-gambar yang dibuat membantu memunculkan ide atau pikirannya(S2M140). Subjek S2 merasa kesulitan untuk menemukan solusi tanpa bantuan gambar(S2M136, S2M138). Berarti gambar yang dibuat membantu menumbuhkan ide atau pikiran sehingga mempermudah penyelesaian, dimana kemunculan ilustrasi gambar dalam pikiran S2 bersifat spontan dan otomatis berlangsung pada saat membaca soal sebagai strategi untuk melahirkan ide atau gagasan pembuka jalan menemukan penyelesaian. Munculnya ide untuk membuat gambar yang bersifat spontan dan otomatis ini merupakan ciri dari berpikir intuitif.
Subjek memiliki maksud tertentu
penggunaan gambar sebagai perantara atau
jembatan berpikir yang memberikan kemudahan dalam menyelesaikan masalah, bahkan subjek cenderung mensketsa gambar hingga dua kali agar masalahnya menjadi lebih jelas. Subjek merasa kurang yakin apabila tanpa gambar, berarti gambar yang dibuat membantu mempermudah
penyelesaian. Hal ini berarti bahwa subjek GKFI menggunakan ilustrasi gambar yang dijadikan strategi dalam melahirkan ide atau gagasan untuk memudahkan dalam
menyelesaikan masalah bersifat spontan dan segera yang merupakan ciri model intuitif, yaitu model diagrammatic.
Subjek S1 pada saat menyelesaikan masalah 1A memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman
sebelumnya (S1M165), (S1M167). Subjek S1 memiliki kecenderungan meniru aktivitas langkah penyelesaian masalah yang pernah dilakukan sebelumnya yang bersifat otomatis dan susah diketahui kapan terjadinya dan dari mana asal usulnya (S1M169). Hal ini menunjukkan bahwa S1 memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya yang muncul secara otomatis, segera dan spontan untuk menyelesaikan masalah, yang merupakan ciri model berpikir yang melibatkan intuisi.
Subjek S2 saat menyelesaikan masalah 1A memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya. Ia merasa pernah menghadapi soal 1A walaupun subjek kesulitan untuk mengingatnya (S2M144). Subjek S2 myakin bahwa
pengalamannya sangat membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut yang datang secara tiba-tiba atau “mengalir” aja tanpa diketahui asal usulnya (S2M146), (S2M148). Dengan demikian pengalaman dan pengetahuan subjek S2 yang muncul secara tiba-tiba, bersifat spontan. Hal ini berarti subjek S2 memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya yang muncul secara otomatis, segera dan spontan (tahu-tahu muncul tanpa disadari dari mana asalnya) saat menyelesaikan masalah, yang merupakan ciri berpikir yang melibatkan intuisi.
Subjek memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya dalam menyelesaikan masalah. Subjek cenderung meniru langkah penyelesaian serupa yang pernah dilakukan sebelumnya. Menurutnya pengalaman sebelumnya secara otomatis menjadi pengetahuan sekarang yang muncul tiba-tiba tidak disadari dari manaa asal usulnya. Berarti kemunculan ide yang didasarkan pengalaman subjek GKFI yang bersifat segera (immediately) dan secara tiba-tiba, dan spontan tersebut termasuk salah satu ciri berpikir yang melibatkan intuisi dalam menyelesaikan masalah yang disebut model intuitif analogy.
KBI-GKFI- S1 KBI-GKFI- S2 KBI-S-GKFI
Ketika subjek mengalami kesulitan saat menyelesaikan masalah ia memilih diamsejenak atau istirahat. Pada saat diam subjek secara otomatis merenung,
membayangkan gambar sehingga subjek secara tiba-tiba menemukan langkah penyelesaian yang baik, yakni dengan menemukan kesamaan luas dua segitiga, yaitu segitiga TDB dan segitiga BDT, (S1M153). Ia merasa yakin bahwa hasil jawabannya benar (S1M171), (S1M173). Subjek S1 cenderung mengabaikan hal-hal yang dianggapnya kurang penting, karena dianggap telah memenuhi persyaratan
seperti “jawaban akhir yaitu menentukan jarak x = 3
2 7 tanpa satuan. Menurutnya, yang demikian biasanya udah mengerti maksudnya dan tidak
dipermasalahkan, (S1M153), (S1M155). Hal ini berarti bahwa subjek S1 dalam upaya menyelesaikan masalah menggunakan berpikir bersifat langsung (direct), singkat serta bersifat implisit (implicitly) berarti S1 menggunakan berpikir yang melibatkan intuisi.
Ketika subjek mengalami kesulitian atau menemui jalan buntu dalam menyelesaikan soal, ia memilih diam sambil mengamati gambar yang dibuat sambil merenung dan membayangkan langkah selanjutnya. Subjek S2 dalam menyelesaikan soal cenderung mengabaikan hal-hal yang dirasa kurang penting baginya, seperti tidak menuliskan hal penting dari soal, apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Ia merasa bahwa semua orang memahami maksudnya dan menganggap langkah tersebut justru menyulitkan (S2M124), (S2M126). Subjek S2 juga tidak menuliskan satuan pada jawaban akhir, ia beranggapan bahwa pasti dibenarkan, (S2M150, S2M152). Hal ini menunjukkan bahwa subjek S2 menggunakan berpikir dengan langkah algoritma berlangsung secara cepat, bersifat implisit. Namun demikian aktivitas berpikir atau kejadian yang bersifat langsung (direct), singkat serta bersifat implisit (implicitly) bertati S1 menggunakan berpikir yang melibatkan intuisi.
Subjek memilih diam sambil mengamati gambar yang dibuat sambil merenung dan membayangkan langkah selanjutnya pada saat mengalami kesulitian atau menemui jalan buntu dalam menyelesaikan soal. Subjek melakukan langkah algoritmis yang merupakan aktivitas berpikir analaitis berlangsung secara cepat, bersifat implisit. Subjek tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, termasuk tidak menuliskan satuan panjang pada hasil akhir, padahal subjek sesungguhnya merasa hal demikian diperlukan untuk menyelesaikan masalah, akan tetapi ia lebih memilih menjawab langsung agar lebih singkat dan cepat. Keadaan yang dimikian aktivitas berpikir yang dilakukan subjek melibatkan intuisi. Karakter berpikir intuitif yang digunakan subjek GKFI adalah model intuitif
tacit. Secara umum subjek S1 memahami secara langsung,
cepat, terkadang muncul ide secara spontan dan tiba-tiba terhadap fakta yang berupa teks soal tanpa serangkaian proses berpikir dapat dikatakan kognisi segera (immediate cognition). Kognisi segera ini merupakan ciri dari berpikir yang melibatkan intuisi. Adapun karakteristik berpikir intuitif yang digunakan subjek S1 dalam menyelesaian masalah geometri, seperti ditunjukkan penyelesaian masalah yang dilakukan S1 secara cepat, tanpa prosedur yang berbelit-belit, yang kemunculannya bersifat langsung dan segera. Selain hal di atas, subjek S1 menggunakan
Secara umum subjek S2 memahami secara langsung, spontan terhadap fakta yang berupa teks soal tanpa serangkaian proses berpikir dikatakan kognisi segera (immediate cognition) dan tiba-tiba (suddently). Kognisi segera ini merupakan ciri dari berpikir yang melibatkan intuisi. Adapun karakteristik berpikir intuitif yang digunakan subjek S2 dalam menyelesaikan masalah geometri, seperti ditunjukkan dengan adanya penyelesaian masalah yang dilakukan oleh subjek S2 melalui prosedur, seperti menggunakan rumus pythagoras untuk menentukan jarak atau menggunakan gambar-gambar segitiga yang dikonstruksi secara langsung dan segera yang ditopang
Subjek menerima dan memahami secara langsung, terkadang muncul ide secara spontan dan tiba-tiba terhadap fakta yang berupa teks soal tanpa serangkaian proses berpikir dapat dikatakan kognisi segera (immediate cognition). Berdasarkan hasil jawaban subjek dalam menyelesaikan masalah geometri, seperti ditunjukkan dengan adanya penyelesaian masalah yang dilakukan secara cepat, tanpa prosedur yang berbelit-belit, yang kemunculannya bersifat
KBI-GKFI- S1 KBI-GKFI- S2 KBI-S-GKFI
rumus pythagoras dalam menentukan jarak titik B ke TD. Di samping itu, hasil jawaban tertulis dan hasil wawancara berbasis tugas diperoleh temuan bahwa jawaban subjek menunjukkan kebenaran hasil penyelesaian masalah yang dikerjakan subjek S1 didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, seperti memanfaatkan gambar limas beraturan T.ABCD. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya aktivitas yang dilakukan subjek S1 secara implisit dapat memunculkan ide atau gagasan sebagai langkah awal menyelesaikan masalah yang digerakkan oleh perasaan dan ditopang pengalaman sebelumnya (pada saat menghadapi soal waktu di SMP) yang hadir segera atau mungkin secara tiba-tiba pada saat membaca soal. Munculnya ide atau gagasan langkah awal dengan segera atau terkadang secara tiba-tiba yang ditopang oleh pengalaman sebelumnya yang terjadi tanpa diketahui asal usulnya tersebut merupakan karakter berpikir intuitif.
pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki subjek S2, seperti memanfaatkan gambar limas T.ABCD yang muncul pada saat membaca soal, serta ditopang
pengalaman sebelumnya pada saat menghadapi soal waktu duduk di bangku SMP. Namun demikian dengan
mencermati bahwa pengalaman subjek S2 ini memberikan kemudahan atau menjadi jembatan untuk menemukan solusi yang muncul pada saat membaca soal yang bersifat otomatis (dibawah kesadaran atau tanpa dipikirkan sebelumnya) merupakan karakter berpikir yang melibatkan intuisi.
langsung dan segera. Subjek menggunakan rumus pythagoras dalam menentukan jarak titik B ke TD didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, seperti memanfaatkan gambar limas beraturan T.ABCD. Hal ini sesungguhnya aktivitas yang dilakukan subjek S1 secara implisit dapat muncul ide atau gagasan sebagai langkah awal menyelesaikan masalah yang digerakkan oleh perasaan dan ditopang pengalaman sebelumnya pada saat menghadapi soal waktu di SMP yang hadir segera atau mungkin secara tiba-tiba pada saat membaca soal. Pengalaman subjek GKFI ini muncul pada saat membaca soal yang bersifat otomatis diluar kesadaran atau tanpa dipikirkan sebelumnya. Aktivitas berpikir seperti ini tergolong berpikir intuitif
Berdasarkan paparan data pada tabel di atas, dapat diuraikan tentang
karakteristik berpikir intuitif subjek GKFI dalam menyelesaikan masalah
geometri dengan tahapan-tahapan memahami masalah, menentukan strategi dan
menemukan solusi adalah sebagai berikut.
Sebelum menyelesaikan masalah, subjek berusaha memahami soal
melalui membaca sekali secara sepintas lalu, yakni dengan memperhatikan
pertanyaan dan angka-angkanya. Dengan demikian berarti subjek GKFI
memahami masalah secara langsung (direct) dan spontan terjadi pada saat
membaca soal, yakni dengan memperhatikan angka-angka dan pertanyaannya
yang merupakan aktivitas berpikir intuitif yang dianalogikan sebagai pandangan
periferal yang bersifat global. Subjek saat membaca soal (memahami masalah)
secara implisit membayangkan objek serta memikirkan strategi penyelesaian
secara otomatis. Hal ini berarti penggunaan rumus jarak dari titik tertentu ke
suatu garis yakni rumus phytagoras yang muncul secara spontan dan segera pada
subjek pada saat membaca soal. Dengan demikian berarti subjek melibatkan
berpikir intuitif dalam menyelesaikan masalah.
Subjek GKFI tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang
ditanyakan, termasuk tidak menuliskan satuan panjang pada hasil akhir, padahal
subjek sesungguhnya merasa hal demikian diperlukan untuk menyelesaikan
masalah, akan tetapi ia lebih memilih menjawab langsung agar lebih singkat dan
cepat. Keadaan yang dimikian aktivitas berpikir yang dilakukan subjek
melibatkan intuisi. Karakter berpikir intuitif yang digunakan subjek GKFI
Subjek GKFI memiliki maksud tertentu penggunaan gambar sebagai
perantara atau jembatan berpikir yang memberikan kemudahan dalam
menyelesaikan masalah, bahkan subjek cenderung mensketsa gambar hingga
dua kali agar masalahnya menjadi lebih jelas. Subjek merasa kurang yakin
apabila tanpa gambar, berarti gambar yang dibuat membantu mempermudah
penyelesaian. Hal ini berarti bahwa subjek GKFI menggunakan ilustrasi gambar
yang dijadikan strategi dalam melahirkan ide atau gagasan untuk memudahkan
dalam menyelesaikan masalah bersifat spontan dan segera yang merupakan ciri
model intuitif, yaitu model diagrammatic
Subjek GKFI memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya
dalam menyelesaikan masalah. Subjek cenderung meniru langkah penyelesaian
serupa yang pernah dilakukan sebelumnya. Menurutnya pengalaman
sebelumnya secara otomatis menjadi pengetahuan sekarang yang muncul
tiba-tiba tidak disadari dari manaa asal usulnya. Berarti kemunculan ide yang
didasarkan pengalaman subjek GKFI yang bersifat segera (immediately) dan
secara tiba-tiba (suddently), dan spontan tersebut termasuk salah satu ciri
berpikir yang melibatkan intuisi dalam menyelesaikan masalah yang disebut
model intuitif analogy.
Subjek GKFI memilih diam sambil mengamati gambar yang dibuat
sambil merenung dan membayangkan langkah selanjutnya pada saat mengalami
kesulitian atau menemui jalan buntu dalam menyelesaikan soal. Subjek
melakukan langkah algoritmis yang merupakan aktivitas berpikir analaitis
diketahui dan apa yang ditanyakan, termasuk tidak menuliskan satuan panjang
pada hasil akhir, padahal subjek sesungguhnya merasa hal demikian diperlukan
untuk menyelesaikan masalah, akan tetapi ia lebih memilih menjawab langsung
agar lebih singkat dan cepat. kondisi yang dimikian aktivitas berpikir yang
dilakukan subjek melibatkan intuisi. Karakter berpikir intuitif yang digunakan
subjek GKFI adalah model intuitif tacit.
Subjek GKFI menerima dan memahami secara langsung, terkadang
muncul ide secara spontan dan tiba-tiba terhadap fakta yang berupa teks soal
tanpa serangkaian proses berpikir dapat dikatakan kognisi segera (immediate
cognition). Berdasarkan hasil jawaban subjek dalam menyelesaikan masalah
geometri, seperti ditunjukkan dengan adanya penyelesaian masalah yang
dilakukan secara cepat, tanpa prosedur yang berbelit-belit, yang kemunculannya
bersifat langsung dan segera. Subjek menggunakan rumus pythagoras dalam
menentukan jarak titik B ke TD didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman
yang dimiliki, seperti memanfaatkan gambar limas beraturan T.ABCD. Hal ini
sesungguhnya aktivitas yang dilakukan subjek S1 secara implisit dapat muncul
ide atau gagasan sebagai langkah awal menyelesaikan masalah yang digerakkan
oleh perasaan dan ditopang pengalaman sebelumnya pada saat menghadapi soal
waktu di SMP yang hadir segera atau mungkin secara tiba-tiba pada saat
membaca soal. Pengalaman subjek GKFI ini muncul pada saat membaca soal
yang bersifat otomatis diluar kesadaran atau tanpa dipikirkan sebelumnya.
F. Paparan dan Penyimpulan Data Subjek S3 Bergaya Kognitif Field