• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

PRODUKSI TERNAK

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Kelas Lingkar Shank Selang LS (cm) Persentase Normal (%) Persentase Menaming(%) A y a m J a n t a n = 4.55 ;s = 0.84 6 Tertinggi 6.22 ≤LS< 7.05 2.15 0.00 5 Tinggi 5.38 ≤LS< 6.22 13.59 24.00 4 Sedang Atas Rataan 4.55 ≤PL< 5.38 34.13b 8.00a 3 Sedang Bawah Rataan 3.71 ≤LS< 4.55 34.13 50.00 2 Rendah 2.88 ≤LS< 3.71 13.59 18.00 1 Terendah 2.04 ≤LS< 2.88 2.15 0.00 A y a m B e t i n a = 4.71 ; s = 1.12 6 Tertinggi 6.94 ≤LS< 8.06 2.15 0.00 5 Tinggi 5.83 ≤LS< 6.94 13.59 28.00 4 Sedang Atas Rataan 4.71 ≤LS< 5.83 34.13b 10.00a 3 Sedang Bawah Rataan 3.59 ≤LS< 4.71 34.13 38.00 2 Rendah 2.48 ≤LS< 3.59 13.59 24.00 1 Terendah 1.36 ≤LS< 2.48 2.15 0.00 Keterangan: Superskrip yang berbeda pada baris yang sama = Berbeda Nyata pada α=0.05

Hasil analisis sebaran persentase selang nilai data Lingkar Shank ini baik pada ayam jantan, maupun pada ayam betina, menunjukan bahwa nilai persentase selang nilai pada Kelas Lingkar Shank 1, 2, 3, 5, dan 6 tidak berbeda (P>0.05) dari nilai persentase kondisi normal. Namun pada Kelas Lingkar Shank Sedang Atas Rataan (Selang 4), ditemukan bahwa persentase selang nilai penelitian lebih rendah (P<0.05) dari nilai persentase kondisi normal. Hasil ini menunjukan adanya tendesi pengeluaran dari populasi ayam-ayam kelas lingkar shank sedang dari desa Menaming.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Hasil penelitian melaporkan berat badan (2.12±0.46 kg; 1.90±0.51 kg), panjang badan (16.59±1.58 cm; 16.42±2.03 cm), panjang paha atau panjang femur

(9.62±1.35 cm ; 10.52±1.81 cm), panjang betis atau panjang tibia (11.90±1.40 cm;

11.82±1.59cm); panjang shank atau panjang metatarsus (9.06±1.65 cm; 9.45±2.29 cm) dan lingkar shank (4.55±0.84 cm; 4.71±1.12 cm) ayam kampung jantan dan betina dewasa di desa Menaming, Kecamatan Rambah-Kabupaten Rokan Hulu.

82 Panjang badan ayam kampung jantan dan betina dewasa di desa Menaming ini lebih pendek dari pada panjang badan ayam Sentul dan tidak berbeda dengan panjang badan ayam hutan merah kecil.

Sebaran data berat badan (ayam jantan dan betina) dan panjang badan (ayam betina saja) menunjukan persenatase ternak Kelas Rendah yang lebih tinggi dari kondisi normal. Sebaran data panjang badan (ayam jantan dan betina), panjang paha (ayam jantan saja), panjang betis (ayam betina saja), dan lingkar shank (ayam jantan dan betina) menunjukan persentase ternak Kelas Sedang Atas yang lebih rendah dari kondisi normal. Sebaran data panjang shank , baik pada ayam jantan ataupun ayam betina, menunjukan kondisi performa normal.

Saran

Sebaiknya dilakukan pemulia-biakan ayam kampung di desa Menaming, Kecamatan Rambah-Kabupaten Rokan Hulu untuk mempertahankan tingkat produksinya.

DAFTAR PUSTAKA

Collins, W.W.M., A.W. Nordskong and W.C. Skoglund. 1964. Repeatability of Body Measurement in Broiler Type Chicken. Poultry Science 43 : 759.

Falconer, D.S. 1983. Introduction to Quantitative Genetics. Oliver and Boyd. Edinburgh.

Gautier, Z. 2002. Gallus gallus. Animal Diversity Web. http:// animaldiversity. ummz. Umich. edu/site/accounts/information Gallus_gallus.html. [Desember 2011].

Gomez. K. A. And A. A. Gomez. 1984. Statistical Procedures For Agricultural Research. Second Edition. An International Rice Research intute Book. A Wi ley-Intersciense Publication. Jhon Wi ley and Sons. New York. Chichester. Bris Bane. Toronto. Singapore

Harjosoebroto, W and M. Astuti. 1990. Animal Genetic Resources in Indonesia. Proceedings of Sarao Workshop on Animal Genetic Resources in Asia and Oceania. Tropical Agriculture Research Centre, Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries. Japan.

Harjosoebroto, W dan S.P. Atmodjo. 1977. Performans dari Ayam Kampung dan Ayam Kedu. Prosiding. Seminar Pertama Tentang Ilmu dan Industri Iskandar, S., T. Susanti, S. Sopiyana, K. Suawarman, D. Sartika, Nenny dan E. Wahyu. 2005. Identifikasi dan Inventarisasi Induk-Induk Petelur dan Pedaging Unggul dalam Upaya Pembentukan Nucleus Ayam Sentul Unggul di Mitra Kerjasama. Buku II Hasil-Hasil Penelitian Ternak Non Ruminansia. Hal 137- 142.

Iskandar, S., T. Susanti, S. Sopiyana, K. Suawarman, D. Sartika, Nenny dan E. Wahyu. 2005. Identifikasi dan Inventarisasi Induk-Induk Petelur dan Pedaging Unggul dalam Upaya Pembentukan Nucleus Ayam Sentul Unggul di Mitra Kerjasama. Buku II Hasil-Hasil Penelitian Ternak Non Ruminansia. Hal 137- 142.

Indirabai, T.K and B.R.K. Nair. 1986. Correlation between Body Weight and Shank Length in Meat Type Chicken. Poultry Sience 12 : 126.

83 Ibe, S.N and L.N. Nwakalor. 1986. Growth Patterns and Conformation in Broilers: Influence of Genotipe and Mangement on Isomentry of Growth. J. Poult. Sci. 66: 1247-1251.

Ibiary, H.E and M.A. Jull. 1948. Criteria and Genetics Variation of Live Body Conformation in Turkeys. J. Poult. Sci. 27 : 40.

Jull, M.A. 1978. Poultry Husbandry. 3rd Ed. McGraw-Hill Publishing Co., Ltd. New Delhi.

Kingston, D.J. 1979. The Role of Scavenging Chicken in Indonesia. Proceedings. Second Poultry Science and Industry Seminar. Research Institut for Animal Production, Bogor.

Lasley, J.F. 1978. Genetics of Livestock Improvement. 3rdEd. Prentice Hall of India Private Limited. New Delhi.

Mar’ah, S. 1992. Pertumbuhan dan Perkembangan Ukuran-ukuran Tubuh Angsa Lokal pada Bobot Badan yang Berbeda. Dalam Budipurwanto, T. 2000. Setudi Tentang Fenotip Ayam Buras Berdasarkan Sifat Kualitatif dan Kuantitatif. Tesis. Program Pascasarjana, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang.

Mansjoer, S.S. 1985. Pengkajian Sifat-Sifat Produksi Ayam Kampung serta Persilangan dengan Ayam Rhode Island Red. Disertasi. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mansjoer, I., S.S. Mansjoer dan D. Sayuthi. 1989. Studi Banding Sifat-Sifat Biologis Ayam Kampung, Ayam Pelung dan Ayam Bangkok. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Minkema, 1993. Dasar Genetik dalam Pembudidayaan Ternak. Penerbit Bharata, Jakarta.

Nishida, T., K. Nozawa., K. Kondo., S.S. Mansjoer and H. Martojo. 1982b.

Morphological and Genetikal Studies on The Indonesia Native Fowl. Report of The Research Group of Overseas Scientific Survey, Japan.

Nishida, T., K. Nozawa, K. Kondo, S.S. Mansjoer and H. Martojo. 1980. Morphological and genetical studies on the Indonesian native fowl. The origin and Philogeny of Indonesian Native Livestock. The Research Group of Overseas Scientific Survey. Page: 47-70.

Nishida, T.,Y. Hayashi, T, Hashiguchi, S.S, Mansjoer. 1982a. Distribution and Identificantion of Jungle Fowl in Indonesia. The Origin and Phylogeny of Indonesian Native Livestock. Part III: 85-95. Report by The Researcih Group of Overseas Scientific Survey, Japan.

Nugroho, E., I. Whendrato dan I.M. Madyana. 1992. Budidaya Ayam Buras (Intensifikasi Pemeliharan Ayam Buras Secara Optimal sebagai Sumber Pendapatan Tambahan. Eka Offset, Semarang.

Perunggasan. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prilajuarti, A. 1990. Produksi dan Kualitas Telur Ayam Kampung, Ayam Pelung dan Ayam Bangkok. Karya Ilmiah. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rostikawati, R.T. 1995. Studi Banding Morfologi, Kariotipe dan Pola Protein Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) dan Ayam Hutan Hijau (Gallus varius). Tesis. Program Pascasarjana. Insitut Pertanian Bogor, Bogor.

Sartika, T. 2007. Pembibitan dan Peningkatan Mutu Genetik Ayam Lokal. Dalam : Diwyanto K dan Prijono S.N. 2007. Keanekaragaman Sumber Daya Hayati

84 Ayam Lokal Indoensia: Manfaat dan Potensi. Puslit Biologi LIPI. LIPI Press, Bogor.

Sarwono, B. 1999. Beternak Ayam Buras. PT. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sidadolog, J.H.P. 2007. Pemanfaatan dan Kegunaan Ayam Lokal Indonesia. Dalam : Diwyanto K dan Prijono S.N. 2007. Keanekaragaman Sumber Daya Hayati Ayam Lokal Indoensia: Manfaat dan Potensi. Puslit Biologi LIPI. LIPI Press, Bogor.

Sugiyono, 2007. Statistik untuk Penelitian (Edisi Revisi). Bandung: Alfabeta.

Umar, H. 2009. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Rajawali Pers, Jakarta.

Walpole, R. E. 1982. Pengantar Statistika. Ed. 3. Alih Bahasa: Ir. Bambang Sumantri. 1988. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Warwick, E.J., J.M. Astuti dan W. Hardjosubroto. 1990. Pemuliaan Ternak. Gadjah Madha University Press, Yogyakarta.

85

KAJIAN MORPHOLOGI DAN ANATOMI SALURAN PENCERNAAN