• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPONEN E: KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK

Dalam dokumen | Badan Penjaminan Mutu Borang ED AIPT (Halaman 100-108)

E.1. Kesesuaian dengan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran.

Universitas Negeri Semarang sebagai institusi perguruan tinggi negeri bertanggungjawab dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Sebagai target pencapaian mutu lulusan, seluruh prodi telah membuat standar kompetensi lulusan. Beberapa faktor yang mempengaruhi efektifitas institusi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi antara lain kualitas input mahasiswa, kualitas proses pembelajaran dan kualitas sarana dan prasana pendukung. Berkaitan dengan hal tersebut, Unnes telah menentukan secara baku berupa standar kualitas input calon mahasiswa, kualitas pembelajaran, dan standar sarana dan prasarana.

Untuk terjaminnya kualitas dari ketiga faktor tersebut di atas, perlu dirumuskan prosedur dari setiap kegiatan yang berkaitan dengan ketiga standar tersebut di atas serta memperoleh dukunganatau komitmen pimpinan untuk melaksanakan prosedur tersebut.

Proses penjaminan mutu pembelajaran dilakukan melalui pengaturan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran diawali dengan penyusunan kurikulum penyusunan silabus, penyusunan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), penyusunan bahan ajar dan kontrak kuliah.

Dalam mengembangkan kurikulum, Unnes mendasarkan pada visi, misi, tujuan dan sasaran serta mengakomodir masukan dari stakeholders. Satu sebutan yang melekat pada Unnes adalah universitas konservasi. Sebutan ini dikuatkan dengan visi Unnes menjadi universitas konservasi bertarafinternasional yang sehat, unggul, dan sejahtera pada tahun 2020. Visi Unnes untuk menjadi universitas konservasi ini sangat tepat. Hal ini dapat ditunjukkan dari kejadian masyarakat yang memproduksi suatu produk tanpa mempertimbangkan dampak serta kelestariannya, masyarakat yang lebih suka menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah kecil dan pencurian budaya Indonesia oleh pihak asing. Kegiatan-kegiatan ini dapat diminimalisasi dengan pendidikan yang memberikan visi untuk selalu melakukan konservasi alam, konservasi moral dan konservasi budaya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Unnes telah membentuk beberapa mata kuliah yang wajib diimplementasikan oleh seluruh prodi yang ada di Unnes. Berapa mata kuliah yang sejalan dengan visi Unnes sebagai universitas konservasi adalah:

Tabel 5.1 Kesesuaian Mata Kuliah dengan Visi

Mata Kuliah Jumlah SKS Kesesuaian Visi Pendidikan Lingkungan Hidup 2 Konservasi Lingkungan

Pendidikan Agama 2

Konservasi Moral

Pendidikan Pancasila 2

Bahasa Indonesia 2 Konservasi Budaya

Selain matakuliah-matakuliah tersebut muatan pendidikan karakter juga wajib terimplementasi secara terintegrasi dalam matakuliah-matakuliah lain prodi. Terencana dalam kurikulum, silabus, kontrak kuliah, SAP dan menjadi tagihan dalam penilaian pembelajaran.Mata kuliah yang sejalan dengan pengimpelementasian visi, misi, tujuan dan strategi ini akan selalu dikembangkan. Hal ini dimungkinkan karena kurikulum Unnes memiliki sifat dinamis. Kurikulum Unnes akan selalu direview kembali secara rutin selama empat tahun. Hasil review ini akan dilakukan penggantian atau perevisian kurikulum yang telah terlaksana secara rutin empat tahunan.

E.2. Relevansi dengan Tuntutan dan Kebutuhan Stakeholders.

Kurikulum Unnes memiliki sifat dinamis. Artinya, secara periodik, kurikulum yang selama ini diadopsi akan dievaluasi dan dikembangkan kurikulum yang baru. Dalam penyusunan kurikulum ini, Unnes telah mengembangkan pedoman yaitu Prosedur Mutu Akademik nomor 4 tentang Penyusunan Kurikulum. Prosedur penyusunan kurikum berdasarkan PM-AKD-04 adalah sebagai berikut:

Gambar 5.2 Prosedur Penyusunan Kurikulum

Berdasarkan gambar tersebut di atas, terlihat bahwa salah satu sumber informasi yang diperlukan dalam penyusunan kurikulum adalah masukan dari masyarakat pengguna (stakeholders). Informasi ini diperlukan agar kurikulum menjadi pedoman dalam mengembangkan mahasiswa sesuai dengan skill yang dibutuhkan pasar. Tingkat kesesuaian kurikulum dengan skill yang dibutuhkan pasar merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya serap lulusan didunia kerja.

Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholder dapat dilihat dari hasil butir-butir tracer study (Laporan Tracer Study) sebagai berikut :

 Hubungan antara bidang studi dengan pekerjaannya adalah sangat erat (62,5%)  Pekerjaan yang sekarang sudah sesuai dengan latar belakang pendidikannya

(62,3%)

 Penguasaan bahasa asing dan kontribusi Unnes dalam penguasaannya (mayoritas responden menjawab cukup)

E.3. Struktur dan Isi Kurikulum (Keluasan, Kedalaman, Koherensi, Penataan/ Organisasi)

Kurikulum Unnes tersusun atas Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional. Kurikulum Inti adalah bagian dari kurikulum pendidikan tinggi yang berlaku secara nasional untuk setiap program studi yang memuat: tujuan pendidikan, isi pengetahuan, dan kemampuan minimal yang harus dicapai oleh mahasiswa dalam menyelesaikan suatu program studi. Kurikulum Institusional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran dari pendidikan tinggi yang disusun sebagai tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti disesuaikan dengan keadaan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan yang menjadi ciri khas fakultas dan program studi di lingkungan Unnes.

Komponen kurikulum Unnes tersusun atas kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB), Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB), dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)

Penataan isi kurikulum didalam kelembagaan (universitas, fakultas dan program studi) terlihat dari penetapan status mata kuliah Unnes menjadi : (1) mata kuliah wajib universitas; (2) mata kuliah wajib fakultas; (3) mata kuliah wajib program studi/bagian; dan (4) mata kuliah pilihan program studi/bagian. Mata kuliah wajib universitas merupakan mata kuliah yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Unnes. Mata kuliah wajib fakultas merupakan mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa fakultas yang bersangkutan. Mata kuliah wajib program studi atau bagian merupakan mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa seluruh prodi/bagian yang bersangkutan. Beberapa mata kuliah wajib universitas adalah:

a. Mata kuliah wajib universitas untuk mahasiswa program studi jenjang Diploma terdiri atas:

1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Pancasila

3. Pendidikan Kewarganegaraan 4. Pendidikan Lingkungan Hidup 5. Bahasa Indonesia

6. Bahasa Inggris

7. Teknologi Informasi dan Komunikasi, kecuali pada program studi Statistik Terapan dan Komputasi serta program studi Teknik Elektronika

8. Praktik Kerja Lapangan (PKL) 9. Tugas Akhir (TA)

b. Mata kuliah wajib universitas untuk mahasiswa program studi jenjangSarjana terdiri atas:

1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Pancasila

3. Pendidikan Kewarganegaraan

4. Bahasa Indonesia, kecuali pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta program studi Sastra Indonesia

5. Bahasa Inggris, kecuali pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan program studi Sastra Inggris

6. Statistika

7. Teknologi Informasi dan Komunikasi, kecuali pada semua program studi di FMIPA, program studi PTIK, program studi Pendidikan Teknik Elektro, serta program studi Teknologi Pendidikan.

8. Pendidikan Lingkungan Hidup 9. Kuliah Kerja Nyata

10. Skripsi

c. Mata kuliah wajib universitas tambahan untuk mahasiswa program studi kependidikan terdiri atas:

1. Pengantar Ilmu Pendidikan. 2. Psikologi Pendidikan. 3. Manajemen Sekolah. 4. Bimbingan dan Konseling.

5. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

d. Mata kuliah wajib universitas tambahan untuk mahasiswa program studi non-kependidikan jenjang Sarjana adalah Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Berdasarkan berbedaan status mata kuliah tersebut di atas, maka isi kurikulum yang diimplementasikan oleh sebuah prodi dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 5.3 Komponen Kurikulum Berdasarkan Status Mata Kuliah

Kurikulum Prodi

Mata KuliahWajib Universitas (Mata Kuliah Khas

Universitas)

Mata KuliahWajib Fakultas (Mata Kuliah Khas

Fakultas)

Mata KuliahPilihan Prodi Mata KuliahWajib

E.4. Derajat Integrasi Materi Pembelajaran (Intra dan Antar Disiplin Ilmu)

Derajat integrasi materi antar mata kuliah diatur melalui penentuan mata kuliah prasyarat atas pengambilan mata kuliah tertentu. Cakupan materi yang terlalu luas pada satu obyek mata kuliah, memungkinkan prodi untuk menjadikannya lebih dari satu mata kuliah. Dengan demikian, mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah berurutan yang mana mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah kedua, harus lulus terlebih dahulu mata kuliah pertama. Penentuan mata kuliah prasyarat juga dapat dilakukan antar jenis mata kuliah yang berbeda. Hal ini terjadi karena cakupan materi atas mata kuliah tertentu merupakan materi dasar/pengantar (basic knowledge) bagi mata kuliah yang lainnya.

Untuk menunjang pelaksanaan ujian prasyarat ini, penentuan mata kuliah tiap semester harus memperhatikan apakah mata kuliah tertentu merupakan mata kuliah prasyarat atau tidak. Jika mata kuliah tertentu merupakan mata kuliah prasyarat atas mata kuliah lainnya, maka mata kuliah yang menjadi syarat harus diletakkan pada minimal satu semester sebelum mata kuliah prasyarat. Namun jika mata kuliah tertentu bukan merupakan mata kuliah prasyarat, maka mata kuliah tersebut dapat diletakkan disembarang semester.

Operasionalisasi sistem mata kuliah prasyarat dapat terlihat pada gambar berikut ini.

a

* Contoh pada prodi akuntansi

Gambar 5.4 Operasionalisasi Mata Kuliah Prasyarat*

Semester III Semester II Semester I MK Pengantar Akuntansi MK Akuntansi Menengah I MK Akuntansi Menengah II MK Akuntansi Biaya

Mata Kuliah Prasyarat atas MK Akuntansi

Menengah I dan Akuntansi Biaya

Mata Kuliah Prasyarat atas MK Akuntansi

E.5. Kurikulum Lokal yang Sesuai Dengan Kebutuhan Masyarakat Terdekat dan Kepentingan Internal Lembaga

Pengembangan kurikulum di Unnes memadukan antara kurikulum inti dan institusional.Kurikulum inti merupakan kurikulum perguruan tinggi yang berlaku secara nasional (kurikulum nasional).Sedangkan kurikulum institusionalmerupakan bahan kajian dan pelajaran dari pendidikan tinggi yang disusun sebagai tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti disesuaikan dengan keadaan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan yang menjadi ciri khas fakultas dan program studi di lingkungan Unnes.Dengan kata lain, kurikulum institusional terdiri dari komponen kurikulum lembaga dan lokal.

Kurikulum nasional dan lokal dibentuk melaluimasukan pengguna lulusan, dan stakeholders.Sedangkan mata kuliah untuk kepentingan internal lembaga diberikan kepada mahasiswa sebagai keahlian khas Unnes dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemberian keahlian khas ini dimaksudkan agar lulusan memiliki keahlian khas (berbeda dari lulusan universitas lain) dan merupakan ciri dari lulusan Unnes.

E.6. Mata Kuliah Pilihan yang Merujuk pada Harapan/Kebutuhan Mahasiswa Secara Individual/Kelompok Mahasiswa Tertentu

Berdasarkan jenis status mata kuliah, Unnes juga membentuk mata kuliah pilihan.Penentuan mata kuliah ini didasarkan pada kebutuhan mahasiswa untuk menambah kemampuan dan keahlian mereka dalam menghadapi dunia kerja.Penentuan mata kuliah dan bobot SKS dilakukan pada saat penyusunan kurikulum.

Selain melalui penawaran mata kuliah pilihan, mahasiswa juga dapat memberikan masukan terhadap silabus atas suatu mata kuliah yang diikuti.Kesempatan ini dapat dilakukan oleh mahasiswa pada setiap pertemuan awal perkuliahan. Pada pertemuan awal perkuliahan, dosen pengampu mata kuliah akan membicarakan kontrak kuliah yang isinya salah satunya silabus. Jika terdapat masukan dari mahasiswa, maka doen akan memasukkannya ke dalam kontrak. Akhirnya kontrak yang telah disepati harus ditandatangani oleh dosen dan perwakilan mahasiswa dan dijadikan sebagai pedoman dosen dalam melakukan proses belajar mengajar.

Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa pengembangan kurikulum juga memperhatikan masukan, harapan/kebutuhan mahasiswa.Kebijakan ini akan berdampak pada kualitas pembelajaran melalui peningkatan minat mahasiswa untuk belajar suatu materi yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

E.7. Peluang Bagi Mahasiswa Untuk Mengembangkan Diri: Melanjutkan Studi, Mengembangkan Pribadi, Memperoleh Pengetahuan Dan Pemahaman Materi Khusus Sesuai Dengan Bidang Studinya, Mengembangkan Keterampilan Yang Dapat Dialihkan (Transferable Skills), Terorientasikan Ke Arah Karir, Dan Pemerolehan Pekerjaan

Kebijakan pengembangan kurikulum dengan mengakomodir kurikulum muatan nasional, dan lokal memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi lulusan untuk mengembangkan diri.Muatan kurikulum nasional memberikan daya saing lulusan untuk bekerja dalam instansi tingkat nasional.Sedangkan muatan kurikulum lokal memberikan keahlian kepada mahasiswa agar memiliki daya saing pada tingkat lokal.Sehingga dapat disimpulkan bahwa lulusan Unnes memiliki daya saing ditingkat nasional dan lokal.

E.8. Misi Pembelajaran

a. Pengembangan/Pelatihan Kompetensi yang Diharapkan

Setelah kurikulum terbentuk, hal yang perlu dilakukan adalah penentuan standar kompetensi oleh masing-masing mata kuliah.Standar kompetensi ini disusun dengan menyesuaikan standar kompetensi lulusan. Penyusunan standar kompetensi mata kuliah ini digunakan sebagai standar kompetensi yang harus ada pada setiap mahasiswa setelah mahasiswa yang bersangkutan penempuh mata kuliah tersebut.Standar kompetensi ini disusun melalui koordinasi diantara dosen yang memiliki Kelompok Bidang Keahlian (KBK).Selain standar kompetensi, dosen KBK juga harus merumuskan kompetensi dasar, indikator pencapaian standar kompetensi, tujuan pembelajaran dan materi.

b. Efisiensi Internal dan Eksternal

Proses pembelajaran dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran diawali dengan penyusunan kurikulum, penyusunan silabus, penyusunan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), penyusunan bahan ajar dan kontrak kuliah. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan kontrak kuliah yang telah disepakati oleh mahasiswa dengan dosen pengampu. Monitoring dan evaluasi dapat dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung, dan saat perkuliahan selesai. Adapun pihak yang dapat melakukan monitoring adalah pejabat jurusan, fakultas, Badan Penjaminan Mutu (BPM) dan pejabat universitas. Berikut adalah gambar proses pembelajaran.

Gambar 5.4 Diagram Proses Pembelajaran

E.9. Mengajar

a. Kesesuaian Strategi dan Metode Dengan Tujuan

Unnes sangat menekankan kesesuaian antara strategi dan metode pengajaran dengan tujuan.Kesesuaian ini dirumuskan pada saat dosen melakukan penyusunan silabus dan SAP yang dilakukan bersama dengan dosen KBK.Penekanan ini terbukukan dalam pedoman yang berupa Prosedur Mutu Akademik nomor 5 dan 6 tentang Penyusunan Silabus dan SAP menyebutkan bahwa proses penentuan strategi atau metode pembelajaran harus mengacu pada tujuan mata kuliah. Berikut adalah gambar tentang format SAP yang harus disusun oleh dosen sebelum perkuliahan dimulai.

Standar penyusunan SAP ini telah terimplementasi dengan baik.Pernyataan ini sesuai dengan telah diperolehnya sertifikat ISO 9001:2008 dan IWA 2 yang salah satu obyek penilaiannya adalah implementasi SAP dan realisasinya dalam perkuliahan.Selain itu, kegiatan audit juga dilakukan secara internal oleh Badan Penjaminan Mutu.

Monitoring dan Evaluasi Menyeluruh

Dalam dokumen | Badan Penjaminan Mutu Borang ED AIPT (Halaman 100-108)