KOMPONEN D: SUMBER DAYA MANUSIA
D.2. Pengelolaan dosen dan tenaga kependidikan
Unnes memiliki komitmen yang tinggi dalam hal mengelola sumber daya manusia sebagai komponen utama untuk mensukseskan program perguruan tinggi dalam rangka mencapai visi dan misi lembaga. Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, Unnes berupaya mengimplementasikan sistem pengelolaan sumberdaya manusia yang diarahkan pada pencapaian prinsip–prinsip Good University Governance (GUG). Diperolehnya program hibah I-MHERE B.2a oleh unnes telah membawa dampak signifikan dalam rangka transformasi manajemen kepegawaian menuju GUG dengan mempersiapkan segala prosedur mutu, peraturan serta segala kelengkapannya. Sehingga seluruh pengelolaan SDM mulai dari perencanaan, seleksi/perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan memiliki prosesur mutu yang baku. Berbagai peraturan rektor juga telah dibuat sebagai legalisasi serta jaminan kualitas pengelolaan sumber daya manusia seperti peraturan rektor tentang tata cara pengangkatan, mutasi dan pemberhentian pejabat di Unnes. Sebagai landasan terbaru pengelolaan SDM adalah Peraturan Rektor Nomor 26 Tahun 2012 tentang Sistem Pengelolaan Tenaga Kependidikan BLU Universitas Negeri Semarang yang berisi perencanaan, rekrutmen, pengangkatan, hak dan kewajiban, karier dan penilaian kinerja, pengajian, dan pemberhentian. Disamping itu, Unnes juga taat terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan pengelolaan SDM.
Transparansi pengelolaan SDM salah satunya dengan implementasi berbagai sistem informasi kepegawaian seperti SIMPEG, SILKADOS, SIMPAKDOS. SIMPEG merupakan sistem informasi yang khusus menangani sumber daya manusia baik dosen maupun tenaga kependidikan. Sistem ini berisi data base seluruh pegawai baik PNS maupun non PNS di Unnes. Sistem ini terintegrasi dengan sitem informasi lain yang dikembangkan Unnes seperti Sikadu, SiKeu dan Sistem Presensi On-line. Keberadaan sistem ini sangat memudahkan pimpinan untuk mengambil kebijakan terkait SDM seperti monitoring kehadiran dosen dan tenaga kependidikan, pemetaan studi lanjut dosen, pemetaan dan klasifikasi pegawai berdasarkan demografi, pengurusan surat tugas maupun surat keterangan. Keunggulan sistem ini juga mempermudah administrasi pengelolaan SDM. Untuk memudahkan dan administrasi kenaikan pangkat bagi dosen juga telah dikembangkan Sistem Penilaian Angka Kredit Dosen (SIMPAKDOS). Sistem ini memungkinkan penilaian angka kredit secara online serta meminimalisir kenaikan pangkat yang tertunda. Seluruh borang kelengkapan
kenaikan pangkat masing-masing dosen akan dimasukkan oleh dosen yang bersangkutan secara kontinyu kedalam sistem. Monitoring kinerja dosen juga bisa terpantau melalui sistem monitoring kehadiran dosen (SIMOHAN) maupun Sistem Informasi Kinerja Dosen (SILKADOS). Melalui SIMOHAN seluruh civitas akademika dapat mengetahui kehadiran dosen dalam pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran dapat terpantau dengan baik. Kinerja dosen dalam pelaksanaan tridarma setiap tahun terangkum dalam SILKADOS. Disamping penilaian pelaksanaan tridarma yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian, kinerja dosen dalam bidang akademik juga dilakukan penilaian.
Pengembangan SDM berbasis kinerja terus diupayakan untuk memenuhi dinamika pekerjaan. Pengembangan Dosen diwujudkan dalam bentuk pemberian tugas/ijin belajar. Dari tahun ketahun jumlah dosen yang study lanjut terutama S3 terus mengalami kenaikan seperti yang nampak dalam gambar 3.1. Jumlah dosen yang menempuh S3 pada tahun 2010 adalah 23, tahun 2011 sebanyak 38 dan tahun 2010 34 dosen. Secara berturut-turut jumlah dosen yang sedang study S2 tahun 2010 – 2012 adalah 5 dosen, 9 dosen dan 6 dosen. Sedangkan total study tanpa gelar selama 3 tahun berjumlah 138 dosen. Kegiatan ini diantaranya adalah pelatihan bahasa mandarin di china selama 2 tahun sejak 2012 yang diikuti oleh 4 dosen bahasa asing. Program ini merupakan kerja sama Unnes dengan pemerintah china.pelatihan lainnya antara lain adalah pelatihan bahasa ingris di beberapa kota seperti bandung, jakarta, malang, bali dan makasar. Program ini diselenggarakan oleh Dikti selama 3 – 6 bulan sesuai dengan kelas masing-masing. Pelatihan lainnya adalah training mengajar kelas bilingual di bali selama 1 bulan.
Kesempatan untuk mengikuti pelatihan, seminar, workshop, call for papers baik nasional maupun internasional terbuka seluas-luasnya bagi seluruh dosen untuk peningkatan kompetensinya. Selain dosen, pengembangan tenaga kependidikan dilakukan melalui program Diklat, Bimtek, Training, Pelatihan maupun studi banding. Program pelatihan tersebut didasarkan pada kebutuhan dalam rangka peningkatan kompetensi/ketrampilan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Misalnya Diklat Fungsional Bendahara, Pelatihan Pengelolaan Arsip, Diklat Peningkatan Kemampuan Teknis Pengelolaan Kepegawaian dan lainnya10. Komitmen pimpinan untuk memfasilitasi pengembangan diri dan peningkatan kualitas baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan salah satunya melalui support dana tiap tahunnya. Program hibah I-MHERE B.2a juga memberikan kontribusi positif dalam rangka peningkatan
Gambar 4.2: Jumlah Dosen Berdasarkan Gelar Akademik
kompetensi tenaga kependidikan dalam bentuk Non Degree Training dengan total dana Rp 407.500.000,00 dalam tahun 2011.
Gambar 4.1 Jumlah Peningkatan Kompetensi Dosen
D.3. Profil dosen dan tenaga pendukung: mutu, kualifikasi, pengalaman, ketersediaan (kecukupan, kesesuaian, dan rasio dosen-mahasiswa)
a. Persentase Dosen tetap Berpendidikan Doktor/Sp-2
Unnes mempunyai dosen hingga pertengahan tahun 2012 sebanyak 1003 orang dengan kualifikasi S3=173 orang (17.25%); S2=758 orang (75.57%); S1=72 orang (7.17%). Disadari Unnes bahwa kualifikasi dosen dengan pendidikan S3 baru mencapai 173 orang. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat jumlah dosen yang sedang
menempuh S3 hingga tahun 2012 ini mencapai 193 orang. Unnes juga masih memiliki dosen dengan pendidikan S1 sebanyak 72 orang. Sebagian dari jumlah tersebut sedang dalam proses penyelesaian studi dan sebagian lainnya adalah dosen senior yang hampir mencapai usia pensiun. Berdasarkan hasil pemetaan bagian kepegawaian, pada tahun 2014 mendatang dosen S1 sudah tidak ada lagi karena sebagian sudah lulus studi dan selebihnya pensiun. Peningkatan kuantitas tersebut tentu saja juga diikuti peningkatan kualitas. Terbitnya Edaran Rektor tentang Himbauan Studi Lanjut merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Unnes menuju world
Gambar 4.3: Jumlah Dosen Berdasarkan Jabatan Fungsional
class university. Dalam surat edaran tersebut, bagi dosen dengan usia kurang dari 35 tahun dihimbau untuk melanjutkan study ke luar negri. Tentu saja peraturan tersebut diimbangi dengan fasilitasi peningkatan kemampuan bahasa asing seperti bahasa inggris melalui program pelatihan, kursus, in house training, english meeting dan lainnya baik pada tingkat universitas, fakultas, maupun prodi. Bantuan beasiswa untuk melanjutkan study S3 dari program hibah Islamic Development Bank (IDB) juga merupakan peluang emas peningkatan jumlah doktor luar negeri. Dari proyek tersebut, Unnes memperoleh kuota beasiswa sebanyak 16 orang, dimana tahun 2012 ini sudah berangkat 9 orang untuk studi S3 di luar negeri.
Berbagai upaya dilakukan untuk memacu motivasi para dosen dalam hal peningkatan kualifikasi pendidikannya melalui sistem pembinaan yang terstruktur dan terarah. Unnes memfasilitasi dalam bentuk dukungan finansial bagi dosen yang melanjutkan studi ke jenjang tertinggi. Di samping itu, fakultas juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi pola pembinaan yang memacu pada peningkatan kualifikasi pendidikan dosen ini.
b. Persentase Dosen Tetap Berdasarkan Jabatan Fungsional
Jumlah guru besar yang dimiliki Unnes hingga pertengahan 2012 baru mencapai 42 orang atau 5% dari total dosen tetap. Unnes dalam hal ini telah berupaya menaikkan jumlah guru besar ini dengan memberikan sejumlah fasilitas. Fasilitasi peer-review bagi calon guru besar dilakukan untuk mendorong dan membantu para dosen untuk mengurus jabatan guru besarnya. Persyaratan yang kompleks dan proses penilaian berjenjang membutuhkan waktu tidak singkat untuk pengurusan jabatan guru besar. Sehingga pendampingan dengan melibatkan peer review oleh senat akademik untuk menilai kelayakan karya akademik, kompetensi, dan latar belakang keilmuan calon guru besar.
Sementara itu porsi terbesar adalah dengan jabatan akademik Lektor Kepala, yaitu 436 orang (43%). Angka ini akan terus meningkat dan merupakan peluang untuk meningkatkan kuantitas guru besar dalam jumlah yang signifikan. Jumlah lektor 294 orang (29%), asisten 185 orang (18%) dan tenaga pengajar 46 orang (5%). Angka tersebut diyakini akan terus naik dengan terobosan SIMPAKDOS untuk memudahkan dan mempercepat proses kenaikan pangkat bagi dosen.
Jumlah dosen tidak tetap relatif kecil jika dibandingkan dengan total jumlah dosen tetap yang dimilki Unnes, yaitu hanya 74 orang. Artinya Unnes tidak menggantungkan diri dalam proses pembelajaran dan kegiatan akademik lainnya pada dosen dari luar Unnes. Jumlah tersebut digunakan untuk menutup kekurangan dosen Unnes agar komposisi beban pekerjaannya seimbang dalam tri dharma perguruan tinggi. Angka tersebut merupakan dosen pramubhakti yang diambil dari lulusan terbaik Unnes. Kebijakan ini merupakan terobosan untuk mempertahankan lulusan terbaik Unnes agar berkarya di Unnes. Dosen pramubhakti ini selanjutnya bersama dengan dosen muda diberi fasilitasi pelatihan bahasa asing untuk dapat melanjutkan studi S2 di luar negeri. Selanjutnya dosen pramubhakti ini terus dibina sebagai bentuk kaderisasi internal sesuai karakter dan budaya keilmuan khas yang dikembangkan Unnes.
c. Rasio Dosen Mahasiswa
Rasio dosen dan mahasiswa yang dimiliki Unnes secara keseluruhan selama tiga tahuan terakhir menunjukkan rasio yang ideal, yaitu kurang dari 1: 30 sebagai standar yang ditetapkan. Tahun 2012 rasio dosen dan mahasiswa menunjukkan kenaikan, yaitu 1 : 28. Hal ini terjadi akibat semakin bertambahnya jumlah mahasiswa di satu sisi, sementara tidak diikuti dengan bertambahnya jumlah dosen.
Tabel 4.1 Rasio Dosen dan Mahasiswa
Tahun Dosen Mahasiswa Rasio
2012 1003 28.455 1 : 28
2011 990 26.331 1 : 26
2010 997 27.531 1 : 27
Ke depan, perlu penambahan dosen dilakukan mengingat jumlah dosen yang semakin berkurang karena ada yang pensiun dan meninggal, agar rasio ideal tersebut tetap bisa dicapai oleh Unnes.
d. Pustakawan dan Kualifikasinya
Dari data yang ada menunjukkan bahwa pustakawan yang dimiliki Unnes sebanyak 24 orang dengan kualifikasi sebanyak 54% berpendidikan S1, 38% berpendidikan D3, dan 17% berpendidikan D2.
Meskipun kebanyakan mereka berpendidikan S1, namun perlu untuk memberi kesepatan kepada mereka untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya, agar keahlian dan pengetahuan mereka meningkat. Hal ini mengingat bahwa mereka
melayani mahasiswa dan dosen yang, baik D3, S1, S2 maupun S3 yang mempunyai kemampuan keilmuan tinggi.
e. Laboran, Teknisi, Analis, Operator, Programmer dan Tenaga Administrasi
Tenaga laboran/teknisi/analis/operator/programer yang dimiliki Unnes sebanyak 90 orang dimana 51% diantaranya berpendidikan S1. Hal tersebut merupakan prestasi yang bagus, mengingat Laboran, Teknisi, Analis, Operator, dan Programmer memiliki peranan besar terutama dalam bidang akademik. Namun sangat disadari bahwa jumlah tersebut belum seimbang dibandingkan dengan jumlah prodi yang ada di Unnes yaitu 69 prodi. Unnes telah berupaya keras untuk menambah jumlah Laboran, Teknisi, Analis, Operator, dan Programmer dengan mengusulkan untuk membuka formasi tenaga tersebut setiap tahunnya. Namun jumlah yang diusulkan tersebut tidak selalu disetujui. Sehingga guna memenuhi kekurangan tenaga, diambilkan dari tenaga pramubhakti yang memiliki kompetensi tidak berbeda dengan pegawai tetap.
Berdasarkan grafik tersebut diketahui bahwa jumlah tenaga kependidikan dengan kualifikasi akademik
SMA/SMK masih
mendominasi. Oleh karena itu peningkatan kualifikasi
pendidikan tenaga
kependidikan ini masih perlu
dilakukan untuk
meningkatkan kompetensi dan wawasan mereka. Unnes memberikan kemudahan dan fasilitas kepada Tenaga Kependidikan untuk studi lanjut dengan mengikuti seleksi Beasiswa yang diadakan oleh Kementerian dan Institusi lain penyelenggara Beasiswa, Unnes sendiri juga memberikan dukungan finansial kepada tenaga kependidikan sebagai wujud komitmen continous improvement dalam peningkatan kualitas SDM. Sementara itu jumlah tenaga administrasi Unnes adalah 644 orang yang tersebar secara proporsional diseluruh unit kerja.
Data di atas menunjukkan bahwa jumlah sumberdaya manusia tenaga administrasi sudah cukup baik. Namun masih dibutuhkan percepatan peningkatan kualitas SDM untuk dapat mengemban Visi dan Misi Unnes ke depan. Namun demikian Unnes masih terus berupaya memberikan layanan administrasi yang lebih baik. Untuk mempercepat layanan yang diberikan, keakuratan data yang diakses, dan kemudahan penggunaan, maka Unnes telah mengembangkan sistem administrasi
kearsipan yang terhubung secara online dengan semua komputer karyawan bagian administrasi. Cross check dokumen, pemanggilan dokumen yang dibutuhkan, penyimpanan dokumen, sortir surat berdasarkan kata kunci tertentu, pelacakan surat sampai di mana prosesnya, bentuk rekomendasi yang diberikan pejabat dalam surat, dan sebagainya akan dengan mudah dilakukan.
f. Persentase Laboran/Teknisi/Analis/Operator/Programmer yang Memiliki Sertifikat Kompetensi
Perlu diketahui bahwa dari 90 orang tersebut, jumlah Laboran, Teknisi, Analis, Operator, dan Programmer yang memiliki sertifikat sebanyak 71 orang (79%). Kinerja mereka sangat handal dalam menjalankan tugas. Sebagai contoh untuk menunjukkan kinerja yang bagus tersebut, bahwa semua sistem informasi yang dikembangkan di Unnes yang jumlahnya tidak kurang dari 10 sistem informasi, semuanya dibangun dan dikembangkan sendiri oleh para programmer yang ada. Semua permasalahan menyangkut IT, jaringan, listrik juga cukup bisa ditangani oleh para teknisi yang ada. Demikian pula aktifitas laboratorium yang sedemikian padat untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian dapat di-handle oleh para laboran yang setiap saat siap mensupport aktifitas yang menggunakan laboratorium.
Namun demikian masih perlu adanya peningkatan jumlah dan kualitas agar bisa memberikan layanan yang lebih optimal kepada para pengguna ke depan, mengingat jumlah pengguna layanan (mahasiswa, dosen, karyawan, pihak eksternal) terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.