• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kurikulum MI/SD pada Masa Orde Baru 1. Kurikulum SD 1968

PERKEMBANGAN KURIKULUM SD/MI DI INDONESIA

D. Kurikulum MI/SD pada Masa Orde Baru 1. Kurikulum SD 1968

Kurikulum 1968 lahir dengan pertimbangan politik Ideologis. Kalau tujuan pendidikan Kurikulum 1964 bertujuan untuk menciptakan masyarakat sosialis Indonesia, maka pendidikan pada Kurikulum 1968 ditekankan untuk membentuk manusia pancasilais sejati. Kurikulum 1968 ini bersifat correlated subject curriculum yaitu materi pelajaran pada tingkat bawah mempunyai korelasi dengan kurikulum sekolah lanjutan.

Bidang studi pada kurikulum ini dikelompokkan pada tiga kelompok besar yaitu: pembinaan jiwa pancasila, pembinaan pengetahuan dasar, dan pembinaan kecakapan khusus. Jumlah mata pelajarannya sembilan, yang memuat hanya materi pokok saja. Dimana muatan materi pelajarannya sendiri

hanya bersifat teoretis, dengan tidak lagi menghubungkannya dengan permasalahan faktual di lingkungan sekitar.

Metode pembelajaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pendidikan dan psikolgi yang berkembang akhir tahun 1960-an. Salah satunya adalah teori psikologi unsur. Contoh penerapan metode pembelajaran ini adalah metode pengejaan ketika pembelajaran membaca. Begitu juga pada mata pelajaran lain, “anak belajar melalui unsur-unsurnya dulu”. Berikut struktur kurikulum 1968 dapat dilihat pada tabel 2 berikut.

Tabel 2

Struktur Kurikulum Sekolah Dasar 1968

No. Mata Pelajaran Kelas

1 2 3 4 5 6

I

Pembinaan Jiwa Pancasila

1. Pendidikan Agama 2 2 3 4 4 4

2. Pend. Kewarganegaraan 2 2 4 4 4 4

3. Bahasa Indonesia - - 6 6 6 6

4. Bahasa Daerah 8 8 2 2 2 2

5. Pendidikan Olahraga 2 2 3 3 3 3

II

Pengemb. Pengetahuan Dasar

6. Berhitung 7 7 7 6 6 6

7. IPA 2 2 4 4 4 4

8. Pendidikan Kesenian 2 2 2 2 2 2

9. Pend. Kesejahteraan Keluarga 1 1 2 2 2 2 III Pembinaan Kecakapan Khusus

10. Pendidikan Kejuruan 2 2 5 5 5 5

Jumlah 28 28 40 40 40 40

2. Kurikulum 1975

Kurikulum 1975 disahkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan yang secara nasional baru dilaksanakan secara bertahap mulai tahun ajaran 1976 dengan catatan bahwa khusus untuk sekolah-sekolah yang menurut

penilaian kepala perwakilan telah mampu diperkenankan melaksanakannya mulai tahun 1975.

Untuk pertama kalinya yaitu pada tahun 1975, Indonesia memiliki kurikulum resmi untuk sekolah-sekolah yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum 1975 tidak seperti kurikulum sebelumnya yang hanya berupa daftar Mata Pelajaran yang harus dipenuhi pada setiap tahun untuk kelompok umur dan jam tertentu, tetapi juga memuat petunjuk utama ke mana arah pelajaran harus diarahkan.

Untuk pertama kalinya juga dalam Kurikulum 1975, guru harus memahami Garis Besar Pedoman Pelajaran. Artinya, tujuan dan garis besar pelajaran menjadi pedoman belajar peserta didik di kelas masing-masing.117

Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, hal ini didasarkan pada pedoman yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut. Kurikulum SD terdiri dari 7 (tujuh) unsur pokok yang disajikan dalam 3 (tiga) buku. Tujuh unsur pokok tersebut adalah 1. Dasar, Tujuan dan Prinsip; 2. Struktur Program Kurikulum; 3. GBPP (Garis Besar Pokok Pembelajaran); 4. Sistem Penyajian; 5. Sistem Penilaian; 6. Sistem Bimbingan dan Penyuluhan; dan 7. Pedoman Supervisi dan Administrasi.

Pendekatan kurikulum 1975 menekankan pada aspek tujuan, agar pendidikan berlangsung lebih efektif dan efisien, dimana kebijakan ini dipengaruhi oleh konsep di bidang manajemen yaitu MBO (management by objective). Dengan kata lain, kurikulum 1975 lebih mempertajam serta mempertegas aspek-aspek yang ada pada kurikulum 1968, mulai dari metode, materi, dan tujuan pengajarannya tertuang secara gamblang dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Melalui PPSI ini kemudian lahir Satuan Pelajaran yaitu rencana pelajaran untuk setiap satuan bahasan, di mana setiap satuan bahasan memiliki unsur-unsur seperti petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi.

117 Conny R. Semiawan. Srategi Pengembangan Otak: Dari Revolusi Biologi ke Revolusi Mental. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2017, hlm. 27-28.

Kurikulum 1975 didasari pada konsep SAS (struktural, analisis, sintesis). Anak menjadi pintar karena memahami dan mampu menganalisis sesuatu yang dihubungkan dengan mata pelajaran di sekolah. Kurikulum ini juga dimaksudkan untuk menyerap perkembangan ilmu era 1970-an, dimana selain memperkuat matematika, pelajaran teoretis IPA juga dipertajam.

Pelajaran IPA merupakan penggabungan dari Ilmu Hayat dan Ilmu Alam.

Jam pelajaran yang sebelumnya 41 jam per minggu menjadi 43 jam. Sisi positif dari kurikulum ini adalah bahwa ilmu-ilmu dasar yang diserap siswa SD pada masa itu semakin berkembang, namun dampaknya adalah guru banyak menghabiskan waktunya untuk mengerjakan tugas administrasi, seperti membuat TIU, TIK, dll. Sedangkan substansi dari materi yang diajarkan kurang didalami.

Selain beberapa poin di atas, Kurikulum 1975 juga ditandai dengan didirikannya Proyek Pendidikan Sekolah Pembangunan (PPSP) yang merupakan eksperimen dari paradigma pembelajaran yang baru, yang berbeda dari pembelajaran tradisional. Beberapa catatan perubahan yang baru antara lain: adanya prinsip-prinsip maju berkelanjutan, belajar sesuai kecepatan belajar masing-masing yang menuntut kelompok belajar yang berbeda. PPSP ini berlaku bagi semua SD, SMP, SMA.118

Berikut struktur program kurikulum 1975 di Sekolah Dasar:

Tabel 3

Struktur Kurikulum Sekolah Dasar 1975

No. Mata Pelajaran Kelas

1 2 3 4 5 6

1 Pendidikan Agama 2 2 2 2 2 2

2 Pend. Moral Pancasila 2 2 3 4 4 4

3 Bahasa Indonesia 8 8 8 8 8 8

4 IPS - - 2 2 2 2

5 Matematika 6 6 6 6 6 6

118 Conny R. Semiawan. Strategi Pengembangan Otak..., hlm. 28.

6 IPA 2 2 3 4 4 4

7 Olahraga dan Kesehatan 2 2 3 4 4 4

8 Kesenian 2 2 3 3 3 3

9 Keterampilan Khusus 2 2 4 4 4 4

Jumlah 26 26 33 36 36 36

3. Kurikulum 1984

Perbaikan kurikulum ini dilakukan sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0461/U/1983 Tanggal 23 Oktober Tahun 1983. Perbaikan kurikulum ini diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih besar kepada siswa untuk memperoleh pendidikan yang sesuai dengan bakat, minat, kebutuhan, dan kemampuannya.

Dalam periode ini mulai diperkenalkan konsep pendidikan yang berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.119

Kurikulum 1984 mengusung process skill approach, yang sesuai dengan GBHN 1983 bahwa pendidikan harus mampu mencetak tenaga terdidik yang bekerja secara kreatif, bermutu, dan efisien. Meskipun kurikulum ini mengutamakan proses, tetapi aspek tujuan juga masih dianggap penting. Posisi peserta didik dalam kurikulum 1984 diposisikan sebagai subjek belajar, melalui hal-hal yang bersifat mengamati, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan, menjadi bagian penting dari proses belajar mengajar. Inilah yang disebut dengan konsep Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) merupakan hasil dari pemikiran-pemikiran inovatif pada saat itu yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya duduk, mendengar, dan diam, melainkan juga memiliki kesempatan belajar secara berkelompok dan melaksanakan tugas secara mandiri. Cara

119 Redja Mudyahardjo. Pengantar Pendidikan..., hlm. 435.

belajar seperti ini diharapkan menjadikan peserta didik menikmati proses belajar secara menyenangkan dan mengasyikkan.120

Lebih lanjut, Kurikulum 1984 lebih banyak berbicara tentang kemampuan (kompetensi) yang perlu diberfungsikan dalam melakukan kegiatan tertentu, misalnya pelaksanaan pendekatan keterampilan proses (process skill approach). Singkatnya, apabila Kurikulum 1975 memberikan informasi dan pemahaman apa yang menjadi tujuan mata pelajaran, maka kurikulum 1984 berbicara tentang bagaimana mencapainya.121

Tabel 4

Struktur Kurikulum Sekolah Dasar 1984

No. Mata Pelajaran Kelas

1 2 3 4 5 6

1 Pendidikan Agama 2 2 2 2 3 3

2 Pendidikan Moral Pancasila 2 2 2 2 2 2

3 PSPB 1 1 1 1 1 1

4 Bahasa Indonesia 8 8 8 8 8 8

5 IPS - - 2 3 2 2

6 Matematika 6 6 6 6 6 6

7 IPA 2 2 3 4 4 4

8 Olahraga dan Kesehatan 2 2 3 3 3 3

9 Kesenian 2 2 3 4 4 4

10 Keterampilan Khusus 2 2 4 4 4 4

11 Bahasa Daerah 2 2 2 2 2 2

JUMLAH 26 26 33 36 36 39

4. Kurikulum 1994

Kurikulum 1994 merupakan kurikulum yang diberlakukan pada awal pelita VI. Adapun ciri yang membedakan kurikulum 1994 dengan kurikulum sebelumnya adalah pada pelaksanaan tentang pendidikan dasar sembilan

120 Conny R. Semiawan. Srategi Pengembangan Otak..., hlm. 30.

121 Conny R. Semiawan. Srategi Pengembangan Otak..., hlm. 30.

tahun, memberlakukan kurikulum muatan lokal serta penyempurnaan tiga kemampuan dasar yaitu membaca, menulis, dan menghitung yang fungsional.

Lahirnya UU No. 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional (Sispenas) merupakan pemicu lahirnya kurikulum 1994. Berdasarkan UU tersebut, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, memiliki keterampilan dan pengetahuan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pada kurikulum 1994 ini, pendidikan dasar dipatok menjadi 9 tahun (SD dan SMP). Berdasarkan struktur kurikulum, kurikulum 1994 merupakan upaya untuk memadukan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 1975 dengan pendekatan tujuan dan 1984 dengan pendekatan proses. Pada kurikulum ini juga dimasukkan muatan lokal, yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan siswa yang dianggap perlu oleh daerahnya masing-masing.

Kurikulum ini mengakibatkan beban belajar peserta didik dinilai terlalu berat, disebabkan adanya muatan lokal dan nasional. Meskipun kemudian mengalami pembenahan dengan suplemen 1999 seiring dengan tuntutan reformasi, namun perubahan tersebut tidak bersifat menyeluruh (total).

Tabel 5

Struktur Kurikulum Sekolah Dasar 1994 No. Mata Pelajaran

Kelas

1 2 3 4 5 6

1 Pendidikan Agama 2 2 2 2 2 2

2 Pendidikan Moral Pancasila 2 2 2 2 2 2

3 Bahasa Indonesia 10 10 10 8 8 8

4 IPS - - 3 5 5 5

5 Matematika 10 10 10 8 8 8

6 IPA - - 3 6 6 6

7 Olahraga dan Kesehatan - - 3 5 5 5

8 Kerajinan tangan dan Kesenian 2 2 2 2 2 2

9 Muatan Lokal 2 2 2 2 2 2

JUMLAH 30 30 38 40 42 42