• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENEBAR KEBAIKAN DI SETIAP KESEMPATAN UNTUK CIKASUNGKA

Dalam dokumen MENABUR BAKTI MENEBAR KARYA (Halaman 151-160)

“KKN ini memberikan banyak pelajaran tentang arti saling menghargai, menjaga dan

MENEBAR KEBAIKAN DI SETIAP KESEMPATAN UNTUK CIKASUNGKA

Irma Apriyanti Kerja Nyata untuk Cikasungka

Seiring berjalannya waktu, tak terasa sudah menapaki semester 6, dan waktu pun terasa cepat berganti bulan, hari, jam, menit begitu cepat hingga saya harus mempersiapkan diri untuk sebuah tantangan yang lebih menantang. Setelah mengikuti kuliah di semester 6 dan sudah mendapat hasil dari semester ini dengan baik. Banyak berbincang dengan teman sekelas perihal kuliah kerja nyata (KKN) pada saat itu banyak hal yang ada di dalam pikiran. Mulai dari kelompok KKN yang dibicarakan sudah diatur dan dikelompokkan dari pihak PPM, sebelumnya saya sudah mempunyai kelompok KKN yang juga terdiri dari beberapa Fakultas dan campuran dari beberapa jurusan. Saya sudah membuat grup chatting dan mempertanyakan bagaimana yang sebenarnya untuk pembagian kelompok KKN ini, waktu terus berjalan dan banyak info dari sana sini. Akhirnya ada beberapa yang mengetahui info lebih jelasnya terkait kelompok KKN. Berita yang terbaru nya adalah bahwa benar kelompok KKN tahun ini sudah dibentuk oleh pihak KKN, dan saya agak merasa sedih mendengar berita tersebut karena sudah dari jauh hari saya sudah mempunyai kelompok dengan teman-teman yang lain. Dan kita pasrahkan semua karena sudah ada pihak yang membentuknya. Dengan berat hati kami mengucapkan kata-kata perpisahan, tapi bukan kata perpisahan untuk pergi selamanya akan tetapi kata perpisahan karena di sini kita tidak jadi satu kelompok KKN. Setelah banyak kata perpisahan dari teman-teman saya pun harus tetap semangat walaupun tidak jadi satu kelompok dengan mereka, harus semangat dan harus menerima lapang dada dengan apa yang telah diputuskan. Lalu akhirnya saya mendapat info dari PPM mengenai pembagian kelompok yang sudah bisa dilihat dari web yang sudah diberikan. Begitu web sudah disebarluaskan kepada mahasiswa maka sampai juga di saya, langsung saya buka web tersebut agar mengetahui siapa saja yang akan menjadi satu kelompok KKN saya selama sebulan nanti.

Setelah mengetahui nama-nama kelompok yang akan menjadi satu kelompok saya, maka tidak lama PPM mengadakan Pembekalan KKN

128 | Menabur BAKTI Menebar KARYA

sebelum terjun langsung ke desa saya dan teman-teman haruslah mempunyai bekal atau mempunyai visi misi untuk desa yang akan kami jadikan tempat untuk KKN. Pembekalan pun sudah dilaksanakan dan sudah mengetahui wajah-wajah teman satu kelompok yang akan tinggal bersama selama satu bulan nanti. Setelah mengetahui dan untuk mengenal satu sama lain dan membicarakan program apa yang akan kami adakan di sana, kami mengadakan pertemuan setiap satu kali dalam seminggu. Dengan pertemuan itu saya akan lebih jelas mengenai hal apa saja yang akan dilakukan walaupun hanya masih bayangan saja setidaknya saya sudah mempersiapkan diri. Berbagai macam kami persiapkan untuk program nanti, banyak pemikiran dari teman-teman yang lain juga untuk mendapat visi misi yang tepat.

Setelah beberapa kali mengadakan survei tempat KKN untuk mengetahui bagaimana keadaan tempat yang akan di garap, mengetahui juga bagaimana penduduk desa sekitar. Jadi saya lebih dapat membayangkan nya dengan jelas desa yang akan menjadi tempat singgah saya selama sebulan. Selama survei kami diberitahu akan keadaan Desa Cikasungka mulai dari terbentuknya desa sampai sekarang. Saya dan kelompok mendapat tempat KKN di Taman Adiyasa Desa Cikasungka Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang. Saya sempat survei bersama tiga kelompok yang ditempatkan satu desa, pada saat itu kami mengocok nama dusun yang akan digarap oleh kelompok masing-masing. Setelah bersama-sama melihat pengocokkan nama dusun, tibalah saya membuka hasil kocokan dan membuka nya yaitu saya dan kelompok ditempatkan di Dusun tiga Desa Cikasungka.

Sebelum terjun langsung ke Desa Cikasungka tepatnya di Taman Adiyasa RW 07 ada beberapa bayangan kendala yang mungkin akan dihadapi ketika sudah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) karena selama ini saya tidak bisa jauh dari orang tua, dari keluarga saya. Dan yang saya lebih takuti ketika di sana yaitu bertemu atau berinteraksi langsung dengan orang yang berbeda dari cara pandang, bahkan jika dari cara pandang saja sudah berbeda maka resiko masalah yang akan terjadi akan lebih banyak dan mungkin sulit disatukan. Saya membayangkan di sana pasti saya melakukan semua hal dengan sendiri, yang biasa nya semua hal sudah ada yang menyediakan atau sudah ada yang memegang pekerjaan itu. Contohnya seperti makan, ketika di sana pasti saya harus masak dahulu jika ingin makan, beda ketika di rumah sudah ada yang masak. Lalu

Sepenggal Kisah Pengabdian Kami Di Cikasungka | 129 mencuci baju, bayangan saya ketika sudah di sana pasti mencuci pakaian dengan sendiri, apalagi ketika saya mempunyai alergi terhadap sabun detergen pencuci pakaian, sudah memikirkan akan seperti apa tangan saya ketika sudah kena sabun tersebut. Dan masih banyak ketakutan saya melakukan semuanya dengan sendiri. Tapi ada ketakutan yang mungkin akan saya hadapi yaitu saya tidak dapat bermasyarakat dengan baik kepada warga Adiyasa karena kepribadian saya yang kurang berbaur dengan masyarakat, kurang berinteraksi dengan orang-orang sekitar.

Kendala terakhir yaitu ketika belum mengenal keadaan tempat yang akan dijadikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah keadaan desa yang buruk, jauh dari mana-mana, fasilitas yang serba kurang memadai dan banyak sekali hal yang terpikirkan jika saya belum survei ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Akan tetapi semua itu adalah bentuk tanggung jawab saya dan juga kelompok saya, untuk memberikan sentuhan kepada warga Adiyasa, dan apapun keadaan desa, sikap warga dan sikap teman-teman satu kelompok akan menjadi tanggung jawab kami semua demi berjalan dengan lancar tugas kita di desa ini.

Kita yang disatukan

Berawal dari hanya mengetahui nama-nama mahasiswa-mahasiswi yang akan disatukan menjadi satu kelompok yang terdiri dari kurang lebih 11 orang dalam tiap kelompok. Masih banyak penasaran juga nama bagaimana orang-orang nya dan wajah-wajahnya. Lalu hari pertama kita dipertemukan yaitu pada hari pembekalan di Auditorium Harun Nasution. Pada saat itu sudah ditentukan tempat duduk tiap anggota nya, lalu saya datang ke Audit dan menghampiri nomor kelompok saya yaitu kelompok 199, dan sudah ada anggota saya juga sudah datang terlebih dahulu. Ada Alfira, dan Humairah yang saya kenal saat itu. Mereka menyapa saya dan memberi salam hangat kita akan menjadi satu kelompok dalam KKN nanti.

Setelah semua nya berkumpul dan hadir dalam acara pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok saya ada yang tidak dapat hadir saat itu ada beberapa orang yang tidak hadir dalam pembekalan, maka rasa penasaran saya belum hilang. Bertanya-tanya kenapa dia tidak datang ke acara pembekalan, bukanlah di sini kita akan mengetahui siapa saja yang akan menjadi kelompok kita. akan tetapi saat itu beberapa dari kami ada

130 | Menabur BAKTI Menebar KARYA

yang sudah mengenal mahasiswa satu kelompok yang belum sempat datang ke pembekalan.

Dari berbagai macam Fakultas dan berbagai macam jurusan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Kami disatukan dalam kelompok KKN nomor 199 dan kami menamakan kelompok kami dengan nama SOLARITY yang artinya Solidaritas dalam kebaikan. Bisa dikatakan Solidaritas dari anggota kelompok 199 untuk memberikan kebaikan pada warga Adiyasa.

Kelompok saya awalnya terdiri dari 11 mahasiswa, akan tetapi ada satu mahasiswa yang mengundurkan diri sebelum hari H KKN dilaksanakan. Nama nya Humairah dari Fakultas adab dan humaniora. Awalnya dia menjadi bagian kelompok 199, hingga sering hadir dalam rapat tiap minggu bersama anggota yang lain. Tetapi beberapa minggu sebelum keberangkatan KKN dia mengabarkan bahwa tidak bisa mengikuti KKN reguler bersama kami karena harus mengikuti kegiatan internasional yakni mengikuti agenda sosial dan kemanusiaan di China. Dengan berkurangnya 1 anggota maka kita harus membagi ulang tugas atau membuat struktur organisasi kembali. Awalnya saya merasa sedih dan kurang bersemangat karena satu anggota ada yang mengundurkan diri di samping itu karena Humairah seorang yang Disiplin dan rajin jadi saya terbawa semangat dalam menjalankan hal-hal yang berhubungan dengan persiapan untuk KKN. Tapi tidak ada masalah juga jika kelompok saya tersisa 10 mahasiswa. Yang lain pun bisa sama-sama membangkitkan semangat kita karena ini tujuan kita bersama dalam memajukan Desa Cikasungka. Tidak menghiraukan apa yang membuat lambat dalam persiapan KKN terpenting adalah semangat dan tanggung jawab bersama.

Kelompok saya jadi hanya 10 mahasiswa dan ini bagian dari struktur organisasi kelompok kami. Ketua : Muhammad Iqbal Jurusan Muamalat (Perbankan Syariah) dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), sekretaris : Alfira Maya Jelita jurusan Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), bendaharanya dengan saya sendiri Irma Apriyanti Jurusan Mualamat (Perbankan Syariah) dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), yang keempat ada Chika Cintia Ayu Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM), kelima Nuzullinna Azka Rabbani Jurusan Ilmu Qur’an dan Tafsir dari Fakultas Ushuluddin (FU), keenam ST. Rohmah Jurusan Ilmu Fisika dari Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK), ketujuh

Sepenggal Kisah Pengabdian Kami Di Cikasungka | 131 Indah Tanjung Pertiwi Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), kedelapan Denny Aprianto jurusan Jurnalistik dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM), kesembilan Ahmad Rafiqi S Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), kesepuluh Hodari Jurusan Studi Agama dari Fakultas Ushuluddin (FU). Itulah nama-nama kelompok saya berikut jurusan dan dari Fakultas mana saja mereka.

Merupakan hal yang luar biasa disatukan oleh mereka, meski dari kami ada yang kekurangan tapi selalu ada yang menutupi kekurangan dari kita. Susah senang kami akan lewati bersama-sama demi berjalan dengan lancar Kuliah Kerja Nyata (KKN). Waktu berjalan begitu cepat hingga saat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan segera dilaksanakan.

Hari pun terus berganti dan sekarang tibalah kita akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebelum kita pergi ke lokasi KKN, di kampus mengadakan Pelepasan mahasiswa-mahasiswi yang akan melaksanakan KKN. Tepat nya pada pagi hari tanggal 25 Juli 2016. Saya menghubungi teman-teman agar bisa bertemu dan berkumpul semua satu kelompok di satu titik agar memudahkan teman-teman yang masih sedang di perjalanan. Pada saat itu mental, fisik, perlengkapan sudah siap dipersiapkan untuk benar-benar terjun ke Desa Cikasungka.

Awalnya saya tak percaya bahwa hari ini adalah memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) saya membayangkan masih bingung karena terbawa perasaan hal-hal negatif. Saya mengiranya masih beberapa hari lagi, namun tidak bisa dihindarkan lagi, saya harus siap dan harus bertanggung jawab kepada kelompok. Rasanya berat sekali untuk sebulan jauh dari orang tua, karena tidak biasa jauh dari orang tua. Ketika semua barang-barang yang akan dibawa untuk di sana sudah disiapkan dan kami menyewa mobil untuk mengantarkan barang ke lokasi yang akan saya tempatkan untuk sebulan ke depan.

Para anggota juga sudah mempersiapkan diri untuk datang ke lokasi KKN. Untuk anggota yang laki-laki menggunakan kendaraan motor pergi ke lokasinya, sedangkan kami para wanita menggunakan kereta karena lebih aman dan mudah dijangkau. Perjalanpun cukup lama, saya mengisi obrolan tentang bayangan seperti apa kita ketika sudah sampai lalu hal pertama yang akan kita lakukan apa saja, dan seterusnya. Setelah berbincang-bincang dengan teman-teman wanita, pada saat itu saya harus

132 | Menabur BAKTI Menebar KARYA

tambah percaya diri. Setiba nya di Stasiun Tigaraksa tidak jauh dari lokasi KKN saya.

Sebelumnya saya sudah menghubungi kepala Dusun tiga yaitu bapak Toto agar mempermudah saya ketika suda sampai di sana. Lalu pas tiba di pintu keluar Stasiun Tigaraksa saya dan teman-teman disambut oleh bapak Toto, saya kira akan bertemu bapak Toto di rumah beliau, ternyata ini tidak, beliau sendirilah yang menjemput kehadiran kita pertama kali di Stasiun Tigaraksa. Perasaan saya sungguh terharu karena disambut langsung oleh ketua Dusun tiga di Desa Cikasungka.

Lalu kami diantarkan ke rumah yang sudah disediakan. Sebelumnya saya dan teman-teman sudah survei lokasi dan juga tempat tinggal untuk kita di sana dan inilah tempatnya di Taman Adiyasa RW 07 Desa Cikasungka Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang. Kami menyewa rumah yang sederhana dan cukup untuk ditempatkan satu kelompok. Kami berkunjung juga ke rumah bapak Toto dan di sana sudah ada Istri dari bapak Toto, mereka memberikan beberapa gambaran untuk saya dan teman-teman bagaimana selanjutnya project untuk di desa ini.

Hari pertama di Desa Cikasungka, rasa nya masih sangat asing berada di sini. Kami membersihkan rumah agar terlihat nyaman ketika sudah ditempatkan. Dan malampun tiba anggota sudah hadir semua di sini. Kami langsung mencari masjid yang banyak anak-anak kecil dan kami pun langsung mengajar ngaji ba’da magrib sampai adzan isya tiba. Setelah selesai saya kembali ke rumah tempat tinggal dan mengadakan evaluasi. Pada saat itu teman-teman masih malu-malu untuk berbicara. Tapi semua itu pasti bisa lebih terbuka seiring berjalannya waktu dan akan banyak hal yang akan dilakukan bersama-sama.

Setelah saya sering membaur dengan teman-teman satu kelompok rasa nya sudah lebih dekat sedekat ikatan keluarga yang disatuin dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN). Merasa semua nya akan mudah saya jalani karena kita satu kelompok, jadi semuanya mempunyai tanggung jawab. Hari terasa begitu lambat berganti ketika masih baru-baru di Desa Cikasungka. Masih terbayang keluarga di rumah. Akan tetapi di sini juga ada hiburan dengan teman-teman satu kelompok banyak yang berbagi cerita dan tertawa bercanda bareng itu lah yang membuat saya mulai mencintai kelompok ini.

Sering juga diantara kami ada selisih paham, tapi selalu ada yang bisa kita ambil jalan tengahnya itulah yang diambil dengan baik. Anak-anak

Sepenggal Kisah Pengabdian Kami Di Cikasungka | 133 lelaki nya pun enak diajak ngobrol, enjoy, ketika sudah berkumpul kami sering bercanda menertawakan salah satu diantara kami ya itu mungkin bentuk kebersamaan kami di sana.

Hari terus berganti, program kerja pun satu persatu di jalankan bersama-sama dan ada penanggung jawab atas pemegang proker tersebut, kami menjalankan nya dengan hati yang tulus karena visi misi kami untuk memajukan desa ini. Kelompok makin solid makin tidak bisa jauh dari teman-teman ini. Selalu ada hal yang baru dan banyak yang diceritakan.

Rasanya ketika sudah sedekat ini dengan teman satu kelompok, tidak mau terpisahkan karena berakhirnya Kuliah Kerja Nyata (KKN), dekat dengan anak-anak kecil warga RW 07 juga dapat menghibur keseharian kami hingga rumah kami selalu diramaikan oleh anak-anak yang ingin bermain dengan saya dan teman-teman yang lain. Saya pun sudah mengenal dekat para tetangga dan banyak bercerita. Rasa nya tidak ingin Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini berakhir. Saya mulai nyaman dengan keadaan di sini, dengan warga, perangkat desa, dan lainnya.

Cikasungka dalam Ingatan

Kelompok KKN 199 (SOLARITY) mendapat lokasi di Desa Cikasungka Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang. Jarak tempuh yang lumayan jauh ketika menggunakan kendaraan motor, lumayan juga untuk perjalanan kereta dengan kurang lebih 1 setengah jam. Pada saat pertama kalinya saya dan teman-teman satu kelompok mengadakan survei. Sebelum survei saya banyak membayangkan tentang desa ini. Di mana tempatnya? Seperti apa keadaan wilayahnya? Dan masih banyak lagi. Semua bayangan itu akan terjawab ketika saya sudah sampai di kantor Kelurahan Desa Cikasungka. Dan saya mendapatkan informasi terkait dengan Desa Cikasungka baik lingkungan maupun kondisi warga nya. Masih terkait dengan survei info dari perangkat desa, serta apa yang saya rasakan saat menginjakkan kaki di desa ini kurang lebihnya sama dengan kondisi yang telah diceritakan. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Desa Cikasungka yaitu dari segi bidang pendidikan warga sekitar masih rendah, tidak adanya taman bacaan, tidak ada Sekolah Menengah Atas di Desa Cikasungka. Dari segi sosial, warga masih kurang peduli terhadap lingkungannya sendiri yakni dengan membuang sampah konveksi sembarangan, karena di sini beberapa rumah banyak yang membuka konveksi baju. Warga masih memiliki permasalahan terkait kurangnya

134 | Menabur BAKTI Menebar KARYA

infrastruktur desa, pembangunan desa masih belum maju seperti jalanan masih banyak yang rusak dan ketika hujan akan mengakibatkan banjir. Karang taruna di desa ini juga kurang berperan dalam desa, karena kebanyakan pemudanya menikmati masa mudanya saja tidak mempedulikan lingkungan tempat tinggalnya.

Terkait lingkungan serta komentar mengenai warga Desa Cikasungka, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Untuk tempat yang saya jadikan tempat singgah selama satu bulan ini, saya merasakan nyaman dan aman ketika saya juga harus berhati-hati. MCK pun mudah tidak yang seperti saya bayangkan. Hanya saja air nya kurang bagus karena agak berminyak, untuk barang-barang mudah didapat jadi hanya pergi ke pasar Adiyasa di sana sudah banyak pertokoan yang menjual barang yang kita butuhkan. Dan mudah dijangkau dengan angkutan umum yang berada di depan rumah dan melewati pasar Adiyasa. Pemilik kontrakan yang daya singgahi pun ramah dan care dengan saya berikut teman satu kelompok, serta warga yang merespon baik dengan keberadaan kami.

Namun terkait lingkungan, saya lebih tertuju pada moral remajanya. Di Desa Cikasungka banyak dilakukan pengajian rutin. Namun, pengajiannya hanya untuk ibu-ibu dan anak-anak kecil. Pengajian remajanya belum ditemukan. Oleh sebab itu, ketika mengamati kondisi anak-anak remaja Desa Cikasungka masih kurang baik moral dan akhlaknya. Pengetahuan dan pengamalan nilai-nilai agamanya masih sangat minim. Hal ini terlihat dari anggota remaja yang masih bebas merokok, bermabuk-mabukan, kurang menghidupkan masjid, dan keluyuran saat malam, berkumpul dengan teman ramai-ramai tanpa manfaat yang ada malah mengganggu kenyamanan warga ketika malam datang.

Di sini, di Desa Cikasungka yang hanya sebentar saya menikmatinya, banyak pengalaman dan pembelajaran yang di dapat. Namun, masih banyak yang belum dapat diperbuat. Semoga Cikuya bisa lebih baik ke depannya. Jika Saya menjadi Bagian dari Desa Cikasungka

Waktu sebulan tidaklah cukup untuk melukiskan di Desa Cikasungka, satu bulan merupakan waktu yang singkat untuk bisa mengubah Cikasungka khususnya lingkungan Taman Adiyasa mengubah sepenuhnya. Tidak banyak hal yang mampu kami lakukan untuk warga Adiyasa. Hanya beberapa program kerja yang kami lakukan dan kami

Sepenggal Kisah Pengabdian Kami Di Cikasungka | 135 jalankan, berharap dengan semangat yang ada pada nama kami SOLARITY tetap semangat menebar kebaikan disetiap kesempatan.

Selama KKN saya beserta teman-teman melakukan beberapa program yang diharapkan dapat mengurangi sedikit permasalahan desa. Adapun kegiatan yang dilakukan selama KKN dalam bidang pendidikan adalah memberikan semangat dan memotivasi para siswa dalam pencapaian untuk maju depan. Dengan mengajar di Desa Cikasungka selain berbagi ilmu, saya berpikir bahwa ke depan kami akan mampu menginspirasi anak-anak dan para siswa. Saya harap anak-anak juga memiliki motivasi yang tinggi mengenai pentingnya pendidikan, sehingga mereka mampu belajar dengan semangat dan terus belajar sampai akhir hayat. Mungkin bukan saya, bukan kami anggota KKN SOLARITY yang mampu mengubah Cikasungka, melainkan generasinyalah yang mampu menghidupkan Cikasungka secara gemilang bagai bintang yang paling indah di angkasa raya.

136 | Menabur BAKTI Menebar KARYA

“Kenangan KKN-ku yang takkan kulupakan,

Dalam dokumen MENABUR BAKTI MENEBAR KARYA (Halaman 151-160)