• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOLARITY UNTUK CIKASUNGKA Chika Cintia Ayu

Dalam dokumen MENABUR BAKTI MENEBAR KARYA (Halaman 113-121)

pulalah yang akan datang, Begitu juga sebaliknya”

SOLARITY UNTUK CIKASUNGKA Chika Cintia Ayu

Selayang Pandang Menuju KKN (Kuliah Kerja Nyata)

Berita tentang kabar KKN (Kuliah Kerja Nyata) persiapannya di mulai oleh saya sejak menginjak akhir semester Lima kemudian dari berita itu saya mulai mencari teman untuk KKN. Masih belum tau nantinya akan bagaimana KKN itu hanya mendapat gambaran dari pengalaman senior yang sudah melewati masa-masa KKN.

Dari situ mulai sayang mengumpulkan beberapa teman yang berasal dari berbagai jurusan, mengajak beberapa teman yang dekat dan begitulah seterusnya saling mengajak teman. Setelah terkumpul sekitar sebelas orang kemudian beredar informasi bahwa susunan kelompok seluruhnya di atur oleh PPM (Pusat Pengabdian Masyarakat) dan kita hanya mendaftarkan diri nanti sistem yang akan memilihkan teman untuk menjadi kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata). Berbagai hal yang sudah saya siapkan oleh kelompok yang saya buat seketika dibatalkan. Kelompok yang saya buat sudah terkumpul lebih dari tiga bulan dan harus berakhir namun kami masih saling berinteraksi dan menyapa di Kampus saja. Kecewa, ya jelas karena momen dan program yang telah kami rancang harus tak merealisasikan karena kelompok buatan kami gagal. Kebijakan yang diberikan pada tahun sebelumnya tidak berlaku lagi bagi KKN tahun 2016. PPM (Pusat Pengabdian Masyarakat) memberikan suatu ketentuan baru dengan memilihkan kelompok bagi angkatan KKN kami. Ada pertanyaan yang sangat mengganggu kenapa ketentuan ini dibuat karena tidak adanya sosialisasi mengenai alasan PPM membuat ketentuan baru.

Tadinya saya sudah berfikir bahwa KKN dengan teman-teman yang sudah saya kenal lebih awal dan cukup lama itu menyenangkan karena kita sudah memahami mengenai sifat dan karakter masing-masing. Menurut saya itu mempermudah akan berbagai kegiatan yang nantinya akan dibuat selama KKN, karena kita tidak perlu lagi beradaptasi awal sebab susah saling mengenal dan dekat. Kelompok saya ini juga mendapatkannya dari teman-teman dekat jadi kami merasa sudah sangat kompak dan dekat. Teman yang menjadi anggota kelompok merupakan teman dari beberapa organisasi yang saya ikuti di kampus, mengetahui keaktifan mereka dalam berorganisasi juga merupakan nilai lebih mengapa kami saling memilih

90 | Menabur BAKTI Menebar KARYA

untuk jadi kelompok. Sebuah pandangan yang nyaris sama ketika ada di sebuah organisasi yang sama kita jalani jadi saling beriringan mendukung. Dalam artian tugas-tugas organisasi juga dapat dikerjakan di lokasi KKN. Se pemahaman, saling pengertian, dan saling membantu. Tidak banyak konflik.

Kemudian saya harus dihadapkan pada anggota yang saya tidak kenal sama sekali, tidak mengetahui sifat karena memang saya tidak sama sekali mengenalnya. Persepsi-persepsi buruk pun tiba, menerka-nerka mereka satu per satu. Menerka sikap dan karakter, serta kendala yang kemungkinan terjadi. Pikir saya, dengan kami yang tidak saling mengenal maka visi misi pun juga berbeda. Hal yang paling ditakutkan adalah jika dalam kelompok KKN saya terdapat teman yang sifatnya suka memerintah, tidak suka membantu, egois, tidak bersahabat dan lainnya semua pikiran saya cukup bernadakan kurang baik karena saya sendiri merasa apa bisa, hidup bersama untuk waktu yang cukup lama mengerjakan berbagai kegiatan dalam program KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan orang yang saya sama sekali tidak kenal.

Belum lagi berbagai pengalaman yang diceritakan senior tentang lokasi KKN yang sulit untuk akses jalan ke pemukiman, sulitnya mendapat sanitasi air, fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus), kualitas air yang buruk dan berbagai pengalaman yang mereka ceritakan di KKN itu seolah semuanya hanya ada penderitaan saja. Terpikir memang akan perkataan dari cerita pengalaman yang senior-senior saya sampaikan namun saya coba berpositif thinking, pasti ada hal yang bisa saya ambil dari berbagai kesulitan yang diceritakan itu jika saya mengalaminya pun anggap itu pembelajaran, karena bukan saya saja yang merasakan melainkan warga sekitar juga kalo saya merasakan hanya selama KKN tapi melihat warga asli sana yang hidup mereka sampai selama ini di sana, berpositif thinking untuk menenangkan diri yang sebetulnya lumayan merasan ketakutan dengan membayangkan hal-hal yang diceritakan itu.

Hingga waktu pembekalan KKN yang sudah dijadwalkan oleh PPM pun datang, pertama kalinya bertemu dengan teman-teman baru yang menjadi teman kelompong KKN. Berkenalan dengan setiap anggota ST Rohmah, Humaira, Nuzullinna, Irma, Alfira, Denny, Rafiqi, Iqbal, Hodari, dan Indah. Kesan pertama yang saya dapatkan ketika berkenalan dengan mereka adalah saya merasa apakah nanti saya akan bisa akrab dengan seluruh anggota ya, melihat rohmah yang saya kenal ia duduk tepat di

Sepenggal Kisah Pengabdian Kami Di Cikasungka | 91 samping saya tapi dia tidak banyak bicara ia hanya menjawab secukupnya obrolan saya. Terpikir mana tahan jika setiap saya bicara dia hanya menanggapi seperlunya saja. Setelah pembekalan selesai saya dengan kelompok memutuskan untuk melanjutkan obrolan kita memilih koordinator yang nantinya menghubungkan kita dengan PPM. Setelah pemilihan itu kita berlanjut untuk saling mengenal sharing tentang diri masing-masing agar mulai beradaptasi.

Rapat persiapan menuju desa KKN terus berlangsung selama proses persiapan memprogramkan di sana dan membuat ulang program kerja agar bisa sesuai dengan keinginan anggota kelompok saya yang baru setelah dapat dari PPM. Saya dan teman-teman memiliki jadwal rapat rutin selama persiapan setiap hari senin, saya memberikan usul untuk program kelas motivasi. Program ini memberikan semangat untuk remaja agar mereka memiliki mimpi dari kehidupannya agar semangat lagi. Menurut saya semangat untuk menjadi pemuda membanggakan. Saya dan teman-teman kelompok berdiskusi untuk menentukan program apa yang memang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi masyarakat Desa Cikasungka dan juga potensi alam yang dimiliki Desa Cikasungka. Saya bersama yang lain juga melakukan proses observasi langsung dengan mengunjungi desa yang akan menjadi tempat KKN kami. Baru lah setelah survei langsung menemukan apa saja yang perlu kita jadikan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari kelompok SOLARITY. Selagi proses survei yang di jalani dan rapat rutin di sinilah mulai mengenal karakter sedikit demi sedikit. Karena dengan rutin pertemuan semakin erat juga hubungan dan kedekatan kamu. Keraguan saya di awal pun lambat laun memudar.

Saya mulai menemui ritme dan alur yang memang mengharuskan kita untuk kompak. Semakin sering bertemu, semakin saling mengenal. Keraguan mulai sirna ketika kita mulai aktif saling berpendapat dan memberikan saran serta mengajukan ide-ide program kerja untuk KKN kami. Saya juga merasa bekerja sama dengan orang yang baru saya kenal tidak sesulit yang diceritakan orang lain selama saling menjaga pola hubungan dan komunikasi agar tidak ada kesalahan dalam berkomunikasi. Namun saat waktu keberangkatan menuju desa mulai dekat teman saya Humaira tidak dapat mengikuti KKN bersama dengan anggota kelompok SOLARITY karena Humaira terpilih untuk mengikuti KKN di Cina. Jadi tinggallah tersisa kami bersepuluh saja yang ada dalam kelompok KKN Solarity saya, Nuzullinna, Irma, Alfira, ST Rohma, Rafiqi, Denny, Iqbal,

92 | Menabur BAKTI Menebar KARYA

Hodari dan Indah. Saya dan teman-teman pun harus menerima jumlah anggota kita berkurang dengan keberangkatan Humaira ke Cina. Saya sendiri berasal dari Jurusan komunikasi penyiaran islam (KPI), Nuzullinna dari Jurusan Ilmu al-Quran dan Hadits, Irma dari Jurusan Perbankan Syariah, Alfira dari Hubungan International (HI), ST Rohmah Fisika murni, Rafiqi dari Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan, Denny dari Jurusan Jurnalistik, Iqbal dari Jurusan Perbankan Syariah, Hodari dari Jurusan Studi Agama-agama, dan Indah dari Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan. Cikasungka menyapa

Tiba waktunya kita pergi ke lokasi KKN, saya dan teman-teman perempuan di kelompok Solarity memilih untuk naik kereta karena perhitungan soal keselamatan serta pertimbangan jarak yang jauh jadi diputuskan lah untuk perempuan naik kereta dan para lelaki naik kendaraan sepeda motornya masing-masing. Saya tinggal di rumah kepala dusun 3 Taman Adiyasa. Kami yang saling mengenal hanya saat kumpul rapat persiapan akhirnya bersiap untuk tinggal di Desa Cikasungka. Pertama datang kami disambut dari terminal Tigaraksa oleh bapak kepala dusun 3 Taman Adiyasa.

Hari pertama saya sampai di perkenalkan oleh murid-murid pengajian di Masjid Darussalam. Saya juga langsung mengajar ngaji di sana. Anak-anak murid di sana sangat antusias dengan kedatangan kami. Mereka terlihat suka dan antusias untuk belajar, saya mendapat tugas untuk mengajar murid membaca buku Juz ‘Amma. Bagi saya ini pengalaman pertama mengajar ngaji dan merasakan terharu ketika murid – murid memanggil saya dengan panggilan kaka ustazah. Mereka juga antusias mendengar kisah-kisah nabi yang saya ceritakan untuk anak – anak murid saya juga mendapatkan berbagai pertanyaan unik dari mereka. Seru dan sebuah pengalaman mengajar yang menyenangkan ternyata saya bisa juga mengajar anak – anak yang sebelumnya saya belum mencoba dan memiliki pengalaman dalam mengajar ngaji. Ternyata pengetahuan yang saya miliki memang terasa lebih bermanfaat ketika saya berbagi kepada adik – adik di Cikasungka. Bukan juga menjadikan seberapa hebat mereka namun memberikan pengetahuan yang saya dapatkan menjadikan mereka lebih baik lagi dalam mengetahui sesuatu hal hanya sekiranya sharing dan menambahkan yang saya bisa. Sharing dengan guru ngaji yang mengajar di sana yang cerita mengenai antusias anak-anak mengaji semakin bertambah

Sepenggal Kisah Pengabdian Kami Di Cikasungka | 93 giat dengan kehadiran dari kakak-kakak kelompok KKN SOLARITY. Saya yang tadinya ragu apakah saya bisa menjadi seorang guru bagi mereka seketika bersemangat karena semangat yang mereka bawa dari rumah untuk belajar di masjid Darussalam.

Tidak lupa saya dan teman-teman berkeliling untuk bersilaturrahmi dan mengenal segenap perangkat RT dan RW serta menyapa seluruh warga. Kehadiran kami di sambut antusias warga, warga juga sangat ramah dan hangat dengan kehadiran kami anggota KKN dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Saya juga berkesempatan membantu kegiatan memanen padi di sana ternyata proses memanen itu cukup sulit dan sangat menguras tenaga, pengalaman memanen langsung saya lakukan dengan membantu memotong padi yang sudah siap di panen dan diajarkan untuk cara memotongnya agar hasilnya baik. Karena di desa peralatan masih menggunakan alat sederhana dan sangat bergantung dengan tenaga manusia jadi memang sangat menguras tenaga. Keseruan yang luar biasa saya bisa langsung bercengkrama dan menyatu dengan warga yang sedang panen di sana, saya membantu dengan perbuatan langsung warga juga mengajarkan saya. Saya merasakan perasaan senang yang tidak tergambarkan saat lelah membantu panen kami menyantap makanan rasanya nikmat dan canda tawa kami semua menghapuskan rasa lelah yang kami rasakan selama proses memanen.

Kemudian saya menjadi MC di pembukaan resmi yang dilaksanakan di balai desa yang dihadiri oleh Bpk Hasaruddin serta dosen pembimbing KKN bapak Dr. Sandra Hermanto M.Si. Dari sambutan yang diberikan bpk. Hasanudin juga jelas tergambarkan sambutan hangat bagi kami anggota KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau berharap kerja sama ini bisa semakin memberdayakan warga Desa Cikasungka dan memberikan akses bagi beberapa teknologi yang masyarakat belum ketahui namun dengan kehadiran KKN bisa memberikan pencerahan.

Setelah beberapa hari saya tinggal di tempat KKN saya merasakan ilmu yang saya dapatkan ternyata berguna sekali untuk diterapkan di lingkungan sekitar karena dapat memberikan manfaat bagi orang lain khususnya masyarakat yang menjadi target KKN. Sebagai seorang mahasiswa mungkin yang tadinya hanya berdebat saling beradu argumentasi saat ini kita bisa memberikan pemikiran-pemikiran kita untuk masyarakat dan itu dapat membantu mereka sekali.

94 | Menabur BAKTI Menebar KARYA Berpersepsi

Persepsi mengenai Desa Cikasungka yang menjadi lokasi KKN saya, sebetulnya Desa Cikaungka memiliki potensi yang baik di bagian tambang pasir. Terlihat dari terdapat banyaknya tambang pasir yang ada di daerah itu. Kemudian potensi pertanian di mana lawan persawahan yang luas dan banyak masyarakat menggantukan penghidupannya yang bermata pencaharian sebagai petani baik itu petani padi dan juga singkong. Masyarakat memilih bercocok tanam untuk penghasilannya. Selain itu ada juga masyarakat yang bekerja di perusahaan konfeksi rumahan yang banyak terdapat di daerah Taman Adiyasa, tak seberapa memang mereka diberi upah. Namun upah mereka bisa membantu meringankan biaya untuk anak-anak mereka. Ada seorang ibu yang tinggal di dekat dengan rumah kami tinggal. Bunda biasanya ia dipanggil, bunda ini seorang guru honorer sebuah taman kanak-kanak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Bunda memilih menjadi seorang guru dan mengisi sebagian waktunya sebagai buruh lepas konfeksi jadi saat di rumah ada waktu luang bunda memanfaatkannya untuk mendapatkan uang tambahan dengan membawa pekerjaan yang diambilnya dari konfeksi. Sebagian masyarakat di sana banyak yang mengisi waktu luang selain bekerja di ladang atau sawah mereka juga bekerja tambahan di konfeksi namun pekerjaanya di bawa kerumah dan diselesaikan di rumah masing-masing. Saya juga ikut bergabung dan berbincang dengan ibu-ibu yang sedang melakukan kerja, mereka merasa senang bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Minimal bisa menambah uang jajan dan makan keluarga karena upah yang mereka dapat juga tidak seberapa. Ibu-ibu di sana dibayar per pekerjaan yang telah mereka baut, misalnya memasang kancing dalam satu kancing mereka dibayar sekitar lima ratus rupiah kemudian dikali berapa banyak kancing yang dipasang. Semua dikerjakan dengan bantuan alat sederhana, tidak ada teknologi canggih dan lainnya.

Kemudian anggapan yang tergambar dari cerita senior saya tidak semuanya benar. Di lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) saya tersedia fasilitas MCK tidak seburuk yang digambarkan teman-teman senior. Saya tinggal di sebuah rumah sewaan yang sederhana tetapi kami sudah cukup nyaman. Kegiatan saya dalam kesehariannya jadwal kami rutin tiap hari mengajar pengajian di TPA Darussalam. Awalnya merasa apakah bisa bekerja sama dengan mereka yang belum saya kenal dekat. Tapi nyatanya dengan bersama mereka setiap harinya keakraban mulai terasa. Saat waktu

Sepenggal Kisah Pengabdian Kami Di Cikasungka | 95 senggang dan kami mengadakan evaluasi saya dan teman-teman saling memberikan masukan untuk satu sama lain.

Kemudian kita terus memperbaiki setiap kekurangan yang dilakukan dan memperbaikinya. Dari kedekatan yang terus terjalanin kemudian kita memberikan panggilan mamah untuk teman kita Rohmah, karena mamah yang paling mengayomi kita dan mamah paling dewasa diantara kita.

Saya berbagi untuk Cikasungka

Yang saya ingin lakukan adalah memberikan support dan motivasi agar warga di sana tetap mementingkan pendidikannya. Karena kesadaran akan pendidikan di sana masih kurang. Antusias warga lebih cenderung untuk menyekolahkan anaknya ke SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) karena tujuannya setelah sekolah mereka bisa bekerja cukup menjadi buruh di pabrik saja. Padahal tidak sesederhana itu ketika kita memiliki sebuah impian yang luar biasa. Namun memang perjuangannya juga sangat luar biasa. Bukan hal yang mudah memang mendorong remaja di sana untuk melek akan pendidikan, saya lakukan semampunya dan semaksimal mungkin. Menganggap bahwa penghidupan tidak terlepas dari sebuah perekonomian. Saya dan teman-teman memberikan pelatihan ekonomi kreatif. Ini bertujuan untuk masyarakat mendorong untuk nilai jual olahan pisang agar bisa lebih tinggi lagi. Dengan mengolah singkong menjadi berbagai macam pilihan varian, bentuk dan berbagai bentuk olahan berbahan dasar singkong.

Saat KKN ini momen menurut saya yang menuntut kita untuk berbagi kepada masyarakat mengenai pengetahuan kita. Banyaknya anak-anak yang suka bermain ke tempat kami tinggal dan mengajak kami untuk bermain sambil belajar. Beberapa anak-anak yang namanya masih saya ingat itu ada Ragel, Nadien, Nenden, Iqbal, Nisa, Wiwi, Putri dan ada lagi namun saya lupa nama namanya mereka ini yang tidak pernah absen setiap harinya bermain ke tempat kami. Sampai orang tua mereka sudah tidak ke bingungan untuk mencari kemana ketika mereka tidak ada di rumah pasti data ke tempat kami.

Saya diberikan kesempatan kembali menjadi MC pada acara Tablig Akbar yang diselenggarakan oleh kelompok KKN SOLARITY. Kemudian yang lain ada Hodari dan Nuzullina yang bertugas membaca mushaf al-Quran dan artinya, Iqbal sebagai perwakilan kelompok KKN yang memberikan sambutan, ada Rohmah yang menjadi do’a penutup. Saya dan

96 | Menabur BAKTI Menebar KARYA

teman-teman kelompok SOLARITY juga menyumbangkan penampilan paduan suara kami dalam kesempatan Tablig Akbar peringatan hari kemerdekaan RI.

Saya dan teman-teman sudah merasa betah di sana, karena di sana semua masyarakat, ketua RT, RW dan perangkat desa sangat membantu kami dan mereka selalu suport acara-acara yang kami buat.

Terima kasih untuk seluruh keluarga baru saya di Desa Cikaungka diantaranya teman-teman kelompok KKN (kuliah kerja nyata) Solidarity and Charity, serta kelompok KKN satu desa, segenap aparatur desa dari Pak Lurah Hasanuddin dan segenap jajarannya. Karena atas kerjasama dan bantuan mereka semua saya dan teman-teman dapat menyelesaikan program kuliah kerja nyata dari awal hingga selesai dan bisa berjalan maksimal. Saya merasa memiliki keluarga baru. Ketika saya mengingat momen-momen bersama mereka itu yang sulit di lupakan. Saat kerja bakti bersama warga untuk menanam tanaman apotek hidup kemudian bekerja sama memasang umbul-umbul 17-an. Dan semua pengalaman yang tidak terlupakan serta sangat berharga sekali.

Hingga tiba waktunya saya dan teman-teman telah selesai KKN dan harus pulang ke rutinitas kampus lagi. Kami merasa sedih ya pastinya, namun kami yakin perpisahan ini tidak akan selamanya karena kami bisa kembali lagi untuk mengunjungi keluarga kami yang berada di Desa Cikasungka. Terima kasih untuk satu bulan yang sangat berkesan ini.

Sepenggal Kisah Pengabdian Kami Di Cikasungka | 97 4

MENGABDIKAN DIRI, KADANG SETENGAH HATI

Dalam dokumen MENABUR BAKTI MENEBAR KARYA (Halaman 113-121)