REFLEKSI PENGALAMAN
H. MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN
LATIHAN
Memperkenalkan Tujuan Pembelajaran
Tujuan:
Pada akhir sesi peserta …
• Bisa menyebutkan paling kurang 3 alasan penulisan tujuan pembelajaran
• Bisa membedakan tujuan pembelajaran yang berorientasi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap
• Bisa menjelaskan apa yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran yang SMART. Bahan/alat:
• Flipchart dengan tujuan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang tercampur*
• Fotokopi handout Waktu: 1 jam
Proses:
• Perkenalkan sesi ini dengan menjelaskan bahwa mengembangkan tujuan pembelajaran adalah langkah pertama dalam merancang satu sesi atau latihan.
• Tanyakan kepada peserta apa yang mereka pikir menjadi tujuan dari pembelajaran ini.
• Setelah hal tersebut diklarifikasi, lakukan curah pendapat dengan cepat mengenai mengapa penting bagi mereka untuk merumuskan tujuan pembelajaran.
• Jelaskan bahwa ada tiga jenis tujuan pembelajaran. Ketiganya tergantung dari apa peserta ingin pelajari: pengetahuan, ketrampilan atau sikap.
• Tanyakan kepada mereka apa yang dimaksud dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap:
o Pengetahuan: adalah informasi, teori, konsep, fakta yang harus diketahui peserta
o Ketrampilan: adalah hal yang semestinya bisa dilakukan peserta termasuk ketrampilan
fisik, komunikasi dan ketrampilan
o Sikap: adalah pikiran, perasaan yang harus dimiliki peserta mengenai orang, ide-ide dan
pengalaman, seperti, rasa hormat, kepercayaan, kepedulian, kepekaan, kesediaan untuk mendengar, kesabaran, dll.
• Tunjukkan flipchart dengan tujuan yang tercampur, dan undang peserta secara berkelompok, untuk memutuskan apakah ada yang disebut tujuan pengetahuan, ketrampilan atau sikap. Diskusikan hasilnya secara ringkas.
• Jelaskan bahwa tujuan pembelajaran harus memenuhi sejumlah kriteria supaya efektif, tujuan harus SMART. Tulis S M A R T pada flipchart dan minta peserta menjelaskan apa maksudnya singkatan tersebut. Jelaskan kriterianya.
• Bagikan hand out-nya; minta mereka untuk membacanya sebelum sesi selanjutnya, dimana mereka akan mempraktekkan cara menulis tujuan pelatihan yang SMART.
Catatan: *) Contoh yang baik bisa Anda ambil dari tujuan pelatihan yang pernah Anda tulis dalam berbagai pelatihan sebelumnya, asalkan formulasi tujuannya terumuskan dengan baik, dan ketiga jenis tujuan pembelajaran terwakili dengan baik. Pastikan Anda memiliki beberapa contoh yang baik berhubungan dengan sikap. Sikap adalah hal yang paling sulit untuk diformulasikan dengan baik.
Hand out over head/LCD projector
Kebutuhan untuk membuat tujuan yang baik
Mengapa menyusun tujuan pembelajaran?
• membagi tanggung jawab pembelajaran di antara pelatih dan peserta
• arah yang jelas untuk semua fasilitator, pelatih dan narasumber yang terlibat
• konsistensi dalam perancangan latihan: keterkaitan, pemilihan metode
• sebagai panduan evaluasi.
Pengingat: Apa yang dimaksud SMART?
• S ….
• M ….
• A ….
• R ...
hand out
Menulis tujuan pembelajaran Apakah yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran?
Satu tujuan pembelajaran adalah uraian mengenai suatu pencapaian – pemahaman, perilaku, perasaan, sikap – yang Anda harap akan bisa dicapai peserta sebelum akhir suatu sesi. Tujuan seperti itu menggambarkan hasil yang diharapkan dari suatu sesi, dan bukan sekedar proses dari sesi itu sendiri Mengapa harus merumuskan tujuan pembelajaran untuk setiap sesi?
• Tujuan adalah dasar dari setiap perancangan sesi. Jika tujuan tidak jelas, maka dasar untuk memilih atau merancang sesi, seperti isi dan metode, juga tidak kuat. Jika Anda tidak tahu ke mana mau pergi, maka bagaimana Anda bisa tahu bagaimana cara mencapai tujuan tersebut? Menulis tujuan pembelajaran memaksa Anda untuk memutuskan dan merumuskan apa yang benar-benar diperlukan oleh peserta, secara tepat dan pasti.
• Tujuan bisa digunakan untuk menguji hasil. Alasan kedua mengapa tujuan perlu didefiniskan dengan tajam adalah untuk mengetahui apakah kita sudah mencapai hasil yang diinginkan atau belum. Jika Anda tidak tahu mau pergi kemana, bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah tiba?
• Tujuan memberi arah yang jelas bagi peserta. Tujuan yang baik dapat memberi gambaran kepada peserta mengenai apa yang sedang berlangsung. Dengan tujuan yang jelas, peserta akan berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan lebih baik; mereka tidak perlu menebak apa yang akan dihasilkan.
Bagaimana cara merumuskan tujuan pembelajaran secara spesifik? Satu tujuan pembelajaran yang berguna bisa menjawab tiga pertanyaan berikut:
1. Pencapaian: kemampuan apa yang harus bisa dilakukan peserta pada akhir sesi? 2. Kondisi: dalam kondisi seperti apa, tujuan dapat tercapai?
3. Kriteria: sebaik apa hal itu harus dilakukan?
Contoh-contoh tujuan pembelajaran pengetahuan, ketrampilan dan sikap Berbasis pengetahuan (informasi, teori & konsep):
• Mengacu pada daftar metode latihan, peserta akan mampu mengklasifikasi metode pelatihan ke dalam metode pelatihan yang berpusat pada pembelajar dan peserta.
• Setelah sesi ini peserta akan mampu menulis tiga tujuan secara spesifik Berbasis ketrampilan (mampu melakukan, termasuk ketrampilan fisik, komunikasi dan berpikir):
• Dengan dilengkapi beberapa bahan penyuluhan multi-media, peserta akan memilih dan menampilkan bahan yang sesuai untuk pelatihan kelompok.
• Dengan diberi sejumlah perlengkapan pelatihan di dalam kelas, peserta akan menunjukkan cara kerja (paling kurang) tiga perlengkapan.
Berbasis sikap (pemikiran, perasaan terhadap orang, ide-ide dan pengalaman-pengalaman):
• Seusai sesi peserta akan mengumpulkan 10 fakta pendukung yang ditulis dalam paragraf yang menarik.
• Peserta akan memiliki sikap yang baik terhadap Pelayanan Publik yang bisa dilihat dari tanggapan yang mereka sampaikan dalam kuesioner.
Hand out
Ide mengenai kata kerja yang digunakan dalan tujuan pembelajaran pengetahuan, ketrampilan dan sikap
Kata kerja untuk Pengetahuan
Menerapkan menugaskan meratakan mengklasifikasi membandingkan menyimpulkan mengontraskan memutuskan mendefinisikan menunjukkan merancang mendiagnosis membedakan mendiskusikan mengenali memperkirakan mengevaluasi menguji menjelaskan mengidentifikasi menggambarkan menginterpretasi membenarkan menyebut menyiapkan mengkualifikasi menilai mengingat mengulang memilih menyebutkan meringkas
Kata Kerja untuk perasaan dan sikap
Menerima mendukung menyetujui berargumen menyepakati berusaha menghadiri menghindari mengimbangi mempercayai menantang merubah memilih mengikuti menyesuaikan bekerjasama mengritik mendebat memutuskan bertahan mengabdi menunjukkan bersengketa mengevaluasi menguntungkan mengikuti mempengaruhi memulai bergabung mengadili membenarkan keberatan mengamati mengorganisasi berpartisipasi bertahan memuja cenderung mempromosikan memrotes mengejar bertanya merekomendasi menolak meminta menolak kehendak menanggapi mencari berbagi mendukung sukarela
Kata kerja untuk Ketrampilan
Menyesuaikan mengatur mendekati merangkai membangun mampu mengumpulkan menghubungkan mengkonstruksi mengontrol mengkoordinasi menyampaikan mencakup mencontohkan mengembangkan memandu menangani mengelola merawat mengukur membentuk menggerakkan mengoperasikan menampilkan menempatkan menyiapkan memproses menghasilkan membaca mengurangi memindahkan menghentikan memindahkan menggunakan menulis
Hand out
Ringkasan:
Ingat, dalam menulis tujuan pembelajaran, harus SMART. Tujuan semestinya... S Specific
(spesifik) And
Tujuan harus betul-betul spesifik dalam menjelaskan apa yang Anda inginkan dari peserta pelatihan. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap apa yang harus dicapai oleh peserta pelatihan, segera setelah pelatihan berakhir.
Shared (bersama)
Tujuan tidak hanya memandu pelatih tetapi juga berfokus pada proses pembelajaran peserta, karenanya harus diberitahukan kepada peserta sejak awal
M Measurable (terukur) or observable
Jika tujuan tidak terukur atau tidak bisa diamati maka tujuan tidak bisa dimonitor atau dievaluasi dan
karenanya tidak berguna. Itu juga menunjukkan bahwa tujuan yang dirumuskan, kurang spesifik
A Attainable or Achievable (bisa dicapai)
Anda harus tetap mengingat latar belakang peserta, ketika menulis tujuan pelatihan. Peserta harus bisa mencapai tujuan pelatihan yang tertulis
R Result (hasil) oriented and
Tujuan harus borrientasi hasil, yang mengungkapkan hasil dari proses pembelajaran
Realistic (realistis)
Ketika menulis tujuan, pertimbangkan semua keterbatasan praktis seperti keterbatasan waktu
T Trainee (peserta) centered and
Tujuan harus merumuskan hasil dari proses pembelajaran bagi peserta, dan bukannya pelatih
Time bound (terikat
waktu)
Suatu tujuan harus menyebutkan kapan suatu tujuan tercapai, pada akhir … peserta ….
Menulis Tujuan Pembelajaran
Pada akhir sesi ini peserta mampu untuk …
menunjukkan tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan baik merumuskan tujuan pembelajaran untuk rencana sesi mereka sendiri Bahan/alat:
• overhead transparansi, dengan tujuan-tujuan yang saling terhubungkan dengan garis kosong untuk dirumuskan ulang dan spidol, atau flipchart dengan gambar yang sama
• fotokopi latihan Waktu: 2.5jam Proses:
• Perkenalan sesi ini dengan mengingatkan peserta tentang tujuan pembelajaranb SMART yang telah diperkenalkan pada sesi sebelumnya. Jelaskan bahwa selama sesi ini mereka memiliki kesempatan untuk mempraktekkan bagaimana mengenali dan menulis tujuan pelatihan yang SMART.
• Bagikan latihan (adaptasikan topik dengan kelompok sasaran khusus Anda) dan minta orang- orang secara individu atau dalam kelompok kecil untuk menentukan apakah tujuan yang ditulis sudah memenuhi unsur SMART atau belum.
• Setelah 10 menit kumpulkan jawaban dalam pertemuan pleno dan tuliskan di overhead atau
flipchart.
• Setelah menyepakati tujuan pembelajaran mana yang tidak SMART, minta pada kelompok kecil untuk menuliskan kembali menjadi tujuan pembelajaran yang benar menggunakan kata kerja yang didaftar dalam handout.
• Minta setiap kelompok kecil untuk menuliskan satu frase yang sudah diperbaiki pada overhead
atau flipchart. Diskusikan pernyataan yang sudah diperbaiki.
• Jelaskan bahwa mereka kini siap untuk menulis tujuan pembelajaran untuk rancangan sesi mereka sendiri. Katakan bahwa pada hari selanjutnya setiap kelompok akan mengembangkan rancangan sesi lengkap tahap demi tahap. Merumuskan tujuan akan menjadi langkah pertama.
• Undang mereka untuk bekerja dalam kelompoknya. Di dalam kelompok, mereka diminta untuk memilih satu sesi dari agenda pelatihan yang akan mereka kerjakan besoknya, dan kemudian rumuskan tujuan pelatihan yang SMART.
Catatan. Awalnya mungkin latihan ini membingungkan, sebab banyak pelatih terbiasa menulis tujuan instruksional tetapi bukan tujuan pembelajaran secara spesifik. Karenanya, jika terjadi perbedaan pendapat apakah suatu pernyataan bisa diukur atau tidak, maka kita minta orang yang mengatakan bahwa hal itu bisa diukur untuk menunjukkan bagaimana mengukurnya. Hal ini akan menunjukkan apa yang dimaksud dengan bisa diukur. Seperti bagaimana Anda menunjukkan bahwa Anda mengakui pentingnyaProgram Pelayanan Publik. Mungkin seorang peserta akan menuliskan tiga alasan mengapa Pelayanan Publik itu penting. Dengan demikian, kita bisa menulis tujuannya menjadi “Peserta dapat mendaftar paling sedikit tiga alasan.” Hal ini lebih baik ketimbang kita hanya menulis “Peserta dapat mengenali …”
Hand out