• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMUKAN SAPI POTONG Ruswendi dan Zul Efendi

ABSTRAK

Salah satu sistem diseminasi atau penyebaran informasi teknologi yang sudah dihasilkan untuk mempercepat alih teknologi kepada petani dan pengguna, adalah dengan menggunakan media peragaan dan implementasi teknologi berupa gelar teknologi dilahan petani. Diseminasi hasil teknologi peternakan dilaksanakan di Desa Bukit Peninjauan I Kabupaten Seluma, berupa gelar teknologi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi energi dan pupuk organik sebagai income tambahan sekaligus akan mengurangi pencemaran lingkungan dan gelar teknologi pakan inkonvensional melalui pemanfaatan limbah industri pertanian berupa solid dan ampas tahu sebagai alternatif pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak sapi untuk mengoptimalkan produktivitas ternak sapi potong dalam mendukung percepatan swasembada daging sapi (PSDS). Diseminasi tekologi peternakan dilakukan menggunakan metoda demo aplikasi langsung oleh peternak di lapangan, kemudian hasil yang diperoleh digelarkan kepada peternak/kelompok secara tatap muka, diskusi dan kunjungan langsung lapangan. Hasil demo gelar teknologi pengolahan kotoran sapi menjadi biogas sebagai energi dan limbah buangan biogas menjadi pupuk organik padat atau cair telah dimanfaatkan sebagai pupuk organik meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Sedangkan hasil demo gelar teknologi aplikasi 4 perlakuan pakan langsung pada ternak memanfaatkan solid dan ampas tahu masing-masing, 5 kg solid; 3 kg solid+2 kg ampas tahu; 2 kg solid+3 kg ampas tahu; 5 kg ampas tahu disamping pemberian 15 kg hijauan dibandingkan yang biasa dilakukan peternak hanya diberi hijauan 20-25 kg/hari untuk setiap ekor sapi Bali penggemukan selama 45 hari, telah memperlihatkan peningkatan pertambahan berat badan harian (PBBH) sapi Bali berturut-turut: 0,483 kg; 0,410 kg; 0,390 kg; 0,456 kg/ekor/hari dibandingkan hasil PBBH 0,275 kg/ekor/hari teknologi peternak. Gelar paket teknologi pengolah biogas telah dapat meningkatkan produk tambahan bagi peternak berupa energi dan pupuk

organik padat atau cair serta terciptanya kondisi ramah lingkungan. Gelar paket teknologi pakan memperlihatkan peningkatan produktivitas sapi Bali digemukkan lebih baik dengan pemberian pakan tambahan tunggal berupa solid atau ampas tahu saja disamping pemberian hijauan, yaitu peningkatan PBBH harian mencapai 175,63% untuk pemberian solid dan 165,81% untuk pemberian ampas tahu lebih baik dari sapi Bali yang hanya diberi pakan hijauan saja oleh peternak (exiting). Gelar teknologi peternakan berupa pengolahan biogas dan pemberian pakan sapi untuk penggemukan, telah terdiseminasikan kepada lebih dari 30 kelompok peternak sapi di Kabupaten Seluma.

Kata kunci: diseminasi, gelar teknologi, biogas, pakan sapi, penggemukan, peternak dan kelompok

PENDAHULUAN

Pendekatan pembangunan pertanian di Provinsi Bengkulu, dilakukan melalui pengembangan agribisnis dan agroindustri guna mendapatkan nilai tambah setiap produk/komoditi pertanian. Hal ini menuntut, adanya pengembangan komoditas pertanian dengan dukungan sumberdaya manusia terampil dan tersedianya informasi teknologi tepat guna spesifik lokasi yang dapat diadopsi. Sehingga akan menjadikan petani lebih tangguh dalam menghadapi daya saing dan dinamika pasar yang sudah mengacu kepada globalisasi dalam mendorong laju pembangunan pertanian di daerah sekaligus mampu berfungsi sebagai penggerak perekonomian daerah.

Rekomendasi paket teknologi yang sudah dihasilkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) akan memberikan manfaat apabila dapat diterapkan dan dapat menjangkau pengguna maupun pihak-pihak yang membutuhkannya. Untuk itu BPTP memerlukan suatu sistem diseminasi atau penyebaran informasi dan alih teknologi yang efektif dan efisien agar khalayak pengguna dapat memperoleh informasi maupun teknologi yang dibutuhkan dengan mudah dan relatif cepat (Fawzia, 2002).

Salah satu sistem diseminasi atau penyebaran informasi teknologi yang sudah dihasilkan untuk mempercepat alih teknologi kepada petani dan pengguna adalah dengan menggunakan media peragaan teknologi berupa gelar teknologi dilahan petani. Gelar teknologi merupakan kegiatan untuk menunjukkan atau menggelar berbagai paket teknologi yang dihasilkan oleh balai pengkajian dan dibandingkan dengan teknologi yang ada pada petani, kegiatan ini lebih mengarah kepada promosi paket teknologi sesuai kondisi potensi yang diyakini lebih baik dari pada teknologi yang diterapkan petani. Menurut Tjiptopranoto (2000) dalam penerapan teknologi yang akan dikembangkan harus disesuaikan dengan potensi sumberdaya setempat dengan biaya murah dan mudah untuk diterapkan, akan tetapi dapat memberikan kenaikan hasil dengan cepat. Hal ini menjadi aspek penting untuk keberlanjutan penerapan teknologi dan sistem usahatani yang dianjurkan, dengan

demikian diharapkan petani mampu mengadopsi dan menerapkan teknologi dimaksud dalam usahataninya sehingga pendapatannya meningkat.

Penerapan hasil penelitian dalam bentuk gelar teknologi diharapkan dapat mendorong proses adopsi teknologi dengan pendekatan learning by doing terhadap kelompok tani melalui petani kooperator. Kegiatan ini melibatkan petani secara intensif mulai dari perencanaan dan penetapan teknologi serta evaluasi kegiatan agar adopsi teknologi yang komprehensif, berorientasi agribisnis berkelanjutan dapat dicapai dan dikembangkan.

Pakan utama ternak sapi potong adalah hijauan, pemberian hijauan sebagai pakan tunggal belum mampu mengoptimalkan produktivitas ternak. Salah satu upaya untuk dapat mengoptimalkan produktivitas ternak sapi potong adalah dengan memberikan pakan tambahan disamping pakan hijauan yang kadang-kadang mencukupi atau tidak mencukupi. Untuk mengatasi keadaan ini pemberian pakan pada ternak sapi potong tidak hanya bergantung kepada pakan tunggal berupa hijauan saja, tetapi perlu diimbangi dengan pemberian pakan tambahan memanfaatkan limbah dan sisa industri pertanian. Pengembangan teknologi pakan dari limbah pertanian dan sisa hasil industri pertanian sebagai pakan ternak merupakan alternatif pakan lebih murah dan mudah didapat yang secara aktif akan memberikan sumbangan nyata terhadap penurunan potensi limbah pertanian yang terbuang dan belum dimanfaatkan.

Disamping itu Kotoran ternak saat ini telah menjadi masalah dan merupakan salah satu isu yang ditenggarai telah ikut menyebabkan pencemaran lingkungan bagi masyarakat disekitarnya. Penanganan limbah kotoran ternak yang baik, akan memberikan nilai tambah bagi peternak dan bahkan dapat mendorong menjaga kelestarian lingkungan serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Salah satu pemanfaatan limbah kotoran ternak adalah dengan mengolahnya untuk dijadikan sebagai sumber energi alternatif melalui teknologi biogas (Wahyuni, 2009).

Berdasarkan kondisi tersebut perlu dikembangkan peranan inovasi teknologi untuk dapat menjawab permasalahan yang dihadapi dengan tujuan

pengguna untuk meningkatkan pengetahuan peternak sapi melalui peragaan gelar teknologi produksi dan pengolahan limbah biogas serta pakan sapi mendukung swasembada daging (PSDS) sekaligus mengoptimalkan produktivitas ternak dan pendapatan keluarga petani.

BAHAN DAN METODE

Diseminasi teknologi peternakan berupa pengolahan biogas dan pakan sapi untuk penggemukan dilaksanakan pada lahan petani peternak sapi potong di Desa Bukit Peninjauan I Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma.

Pelaksanaan diseminasi gelar teknologi pengolahan biogas, menggunakan instalasi biogas kelompok LM3 Mufthatul Hidayah yang belum dioperasikan secara optimal dan belum ramah lingkungan. Diseminasi gelar teknologi pakan sapi untuk penggemukan menggunakan 20 ekor ternak sapi Bali masing-masing sebanyak 4 ekor diberi perlakuan pakan tambahan 5 kg solid; 3 kg solid+2 kg ampas tahu; 2 kg solid+3 kg ampas tahu; 5 kg ampas tahu disamping pemberian 15 kg hijauan, dibandingkan biasa dilakukan peternak hanya diberi hijauan 20-25 kg/hari untuk setiap ekor sapi Bali penggemukan.

Metode analisis yang digunakan dalam diseminasi gelar teknologi pakan sapi potong adalah metode With and Without yaitu membandingkan teknologi perbaikan dengan teknologi yang biasa digunakan petani (Exiting).

Hasil demo dan aplikasi diseminasi teknologi pengolahan biogas dan produksi pupuk organik limbah biogas, serta diseminasi teknologi pakan untuk penggemukan sapi Bali. Selanjutnya digelar teknologikan kepada kelompok peternak sapi disekitar lokasi dan desa lokasi kegiatan melalui pertemuan secara tatap muka, diskusi dan kunjungan langsung dilapangan. Sehingga inovasi teknologi tersebut dapat diadopsi dan diimplementasi oleh peternak sapi disekitar lokasi kegiatan, sekaligus dapat membuka peluang usaha dan peningkatan pendapatan peternak di Kabupaten Seluma.

HASIL DAN PEMBAHASAN