• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyidikan

Dalam dokumen Modul DTSD Undang - Undang Pabean (Halaman 181-200)

C. Ketentuan Pidana dan Penyidikan

2) Penyidikan

Pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terdapat pejabat pegawai negeri sipil yang ditunjuk sebagai penyidik. PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) ini diberi wewenang khusus untuk melakukan penyidikan tindak pidana dibidang kepabeanan.

Kewenangan penyidikan tersebut diatur dalam pasal 112 Undang-undang Kepabeanan. Kewenangan penyidikannya sangat luas, meliputi segala hal yang perlu dilakukan untuk kelancaran penyidikan dibidang kepabeanan. Atas tindakannya tersebut PPNS memberitahukan dan menyampaikan hasil penyidikannya langsung kepada Penuntut Umum (pihak Kejaksaan).

Pasal 112 tersebut mengatur bahwa Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Kepabeanan.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil tersebut dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyidik diberikan wewenang sebagai berikut :

i. menerima laporan atau keterangan dari seseorang tentang adanya tindak pidana di bidang Kepabeanan;

ii. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi;

iii. meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan dengan tindak pidana di bidang Kepabeanan;

iv. melakukan penangkapan dan penahanan terhadap orang yang disangka melakukan tindak pidana di bidang Kepabeanan;

v. meminta keterangan dan bukti dari orang yang sangka melakukan tindak pidana di bidang Kepabeanan;

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 171

vi. memotret dan/atau merekam melalui media audiovisual terhadap orang, barang, sarana pengangkut, atau apa saja yang dapat dijadikan bukti adanya tindak pidana di bidang Kepabeanan;

vii. memeriksa catatan dan pembukuan yang diwajibkan menurut Undang-undang ini dan pembukuan lainnya yang terkait;

viii. mengambil sidik jari orang;

ix. menggeledah rumah tinggal, pakaian, atau badan;

x. menggeledah tempat atau sarana pengangkut dan memeriksa barang yang terdapat di dalamnya apabila dicurigai adanya tindak pidana di bidang Kepabeanan;

xi. menyita benda-benda yang diduga keras merupakan barang yang dapat dijadikan sebagai bukti sehubungan dengan tindak pidana di bidang kepabeanan;

xii. memberikan tanda pengaman dan mengamankan apa saja yang dapat dijadikan sebagai bukti sehubungan dengan tindak pidana di bidang kepabeanan;

xiii. mendatangkan tenaga ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara tindak pidana di bidang kepabeanan;

xiv. menyuruh berhenti orang yang disangka melakukan tindak pidana di bidang kepabeanan serta memeriksa tanda pengenal diri tersangka; xv. menghentikan penyidikan;

xvi. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang kepabeanan menurut hukum yang bertanggung jawab.

Penyidik / PPNS sebagaimana dimaksud diatas harus memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Selanjutnya dalam pasal 113 diatur mengenai persyaratan dalam hal penyidikan tidak dilanjutkan. Walaupun pelanggaran berkaitan dengan tindak pidana, namun untuk kepentingan penerimaan negara, atas permintaan Menteri, Jaksa Agung dapat menghentikan penyidikan tindak pidana di Bidang Kepabeanan.

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 172

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang Kepabeanan tersebut hanya dilakukan setelah yang bersangkutan melunasi Bea Masuk yang tidak atau kurang dibayar, ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda empat kali jumlah Bea Masuk yang tidak atau kurang dibayar.

6.2. Latihan 6

1) Coba Saudara sebutkan, instansi mana saja yang boleh berada di Kawasan Pabean dan apa tugasnya masing-masing.

2) Apa yang dimaksud dengan kapal patroli, dan perlengkapan apa saja yang boleh berada dan dipakai pada kapal patroli Bea dan Cukai.

3) Untuk dipenuhinya kewjiban pabean, Bea dan Cukai berwenang menegah barang atau sarana pengangkut. Apa yang dimaaksud dengan menegah barang, dan menegah sarana pengangkut.

4) Dalam hal apa barang perlu disegel oleh Bea dan Cukai. Sebutkan contoh segel yang Saudara ketahui.

5) Jika dalam pemberitahuan dokumen impor disebutkan kecap, namun hasil pemeriksaan barang didapati mobil, maka telah terjadi kesalahan pemberitahuan jumlah dan/atau jenis barang. Menurut Saudara sanksi apa yang dijatuh kan kepada importir yang bersangkutan.

6) Siapa yang wajib menyelengarakan pembukuan dan mengapa diperlukan pemeriksaan pembukuan

7) Dalam hal apa saja pejabat Bea dan Cukai dapat memeriksa tempat atau bangunan yang bukan berada dibawah pengawasannya.

- Apa syarat-syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan tersebut.

- Apa tindakan yang harus dilakukan oleh pejabat Bea dan Cukai jika atas pembongkaran barang impor yang sedang dilaksanakan ternyata merupakan barang larangan impor.

- Terhadap seorang penumpang wanita yang baru tiba dari luar negeri dicurigai membawa shabu-shabu. Apa tindakan yang dapat dilakukan oleh pihak pabean.

8) Bagaimana dan apa yang dapat dilakukan oleh pengguna jasa jika tidak setuju dengan penetapan pejabat Bea dan Cukai yang mengakibatkan penagihan kekurangan pembayaran bea masuk.

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 173

9) Hal-hal apa saja yang dapat diajukan keberatan atas penetapan pejabat Bea dan Cukai oleh pengguna jasa.

10) Bagaimana cara mengajukan keberatan, apa syarat-syaratnya dan kemana keberatan ditujukan.

11) Apa akibatnya jika tagihan telah melampaui jangka waktu tiga puluh hari dan belum diajukan keberatan oleh yang bersangkutan.

12) Jika importir mengajukan keberatan atas penetapan bea masuk, bagaimana penyelesaiannya jika:

(1). Keberatan ditolak.

(2). Keberatan diterima seluruhnya.

(3). Keberatan tidak dijawab hingga melewati jangka waktu 30 hari.

13) Dalam hal keberatan diterima , apabila jaminan yang diserahkan berupa uang tunai dan pengembalian jaminan berupa jaminan tunai dilakukan setelah jangka waktu enam puluh hari. Apa konsekuensi dari keterlambatan jaminan tersebut.

14) Apa yang dapat dilakukan oleh importir jika pengajuan keberatannya ditolak oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai .

15) Kemana pengajuan banding dapat diajukan dan bagaimana prosedur serta apa syarat-syarat pengajuannya.

16) Terhadap pelanggaran ketentuan bidang kepabeanan, sanksi apa saja yang diatur dalam Undang-undang Kepabeanan. Sebutkan dan jelaskan sanksi pidana yang diatur dalam UU Kepabeanan

17) Jelaskan pengertian penyelundupan menurut UU Kepabeanan, dan berikan contohnya.

18) Atas pemeriksaan barang yang diberitahukan dalam pemberitahuan pabean, kedapatan jumlah barang berbeda daripada yang tercantum dalam invoice/packing list. Kemungkinan sanksi apa yang dapat dikenakan terhadap importir yang bersangkutan.

19) Apa sanksinya atas orang yang mengeluarkan barang dari TPS ke peredaran bebas tanpa izin Bea dan Cukai. Padahal PIBnya telah diajukan dan bea masuk telah dibayar.

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 174

20) Barang yang telah berada diperedaran bebas, ternyata dari hasil informasi intelijen diketahui sebagai barang selundupan. Apakah pihak Bea dan Cukai dapat mengambil tindakan, mengapa demikian?.

21) Pada pemeriksaan terhadap perusahaan PPJK ditemui adanya faktur/invoice kosong milik perusahaan di Singapore. Apakah ada pelanggaran kepabeanan, dan apa tindakan Bea dan Cukai.

22) Atas importasi barang proyek, ternyata barang tidak dapat dibongkar di pelabuhan (Kawasan Pabean) karena terlalu besar sehingga dapat mengganggu lalu lintas barang di pelabuhan. Bolehkah barang tersebut dibongkar ditempat lain?

23) Atas container barang ekspor yang disegel oleh pabean ternyata segelnya rusak/robek dalam perjalanan ke pelabuhan. Apa tindakan Bea dan Cukai. 24) Dalam melakukan penyidikan dibidang kepabeanan, wewenang apa saja

yang diberikan kepada PPNS Bea dan Cukai.

6.3. Rangkuman.

1) Kewenangan pejabat Bea dan Cukai sudah melekat pada pelaksanaan tugas yang dilakukannya. Kewenangan ini tersebar dalam pasal-pasal undang undang Kepabeanan. Secara umum Undang-undang Kepabeanan memberikan wewenang kepada pejabat Bea dan Cukai untuk mengambil tindakan yang diperlukan terhadap barang, wewenang menggunakan senjata api, wewenang penggunaan kapal patroli serta kewenangan untuk menegah barang dan sarana pengangkut. Dalam melaksanakan tugas, pejabat Bea dan Cukai juga dapat meminta bantuan kepada instansi lain. 2) Semua instansi pemerintah baik sipil maupun angkatan bersenjata jika

diminta wajib memberikan bantuan dan perlindungan terhadap pegawai Bea dan Cukai berkaitan dengan tugas yang sedang dilakukannya. 3) Dalam hal tertentu barang yang masih belum diselesaikan kewajiban

pabeannya tidak perlu diawasi terus menerus oleh pegawai Bea dan Cukai. Pengawasan atas barang tersebut dapat dilakukan dengan melakukan penyegelan terhadap barang.

4) Dalam rangka pelaksanaan tugas, dan memastikan kebenaran penerimaan pemberitahuan pabean atas barang yang diimpor atau

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 175

diekspor, maka untuk memperoleh data dan penilaian yang tepat mengenai pemberitahuan atau dokumen yang diajukan, pejabat Bea dan Cukai diberikan kewenangan untuk memeriksa barang impor dan ekspor. 5) Dalam rangka memberikan pelayanan sebagai upaya untuk memperlancar

arus barang, maka pemeriksaan barang di Kawasan Pabean diupayakan seminimal mungkin dengan menggunakan metode selektif. Artinya hanya barang-barang dengan kriteria tertentu yang dilakukan pemeriksaan. Pada sistem pelayanan pabean kita menggunakan sistem red and green channel. Bahkan untuk meningkatkan pelayanan telah digunakan jalur prioritas.

6) Pejabat Bea dan Cukai berwenang meminta kepada importir atau eksportir untuk menyerahkan buku, catatan, surat menyurat yang bertalian dengan Impor atau Ekspor, dan mengambil contoh barang untuk pemeriksaan Pemberitahuan Pabean.

7) Dalam rangka pengawasan, pejabat Bea dan Cukai diberi wewenang melakukan pemeriksaan terhadap bangunan dan tempat lain yang telah diberi izin oleh Bea dan Cukai, atau tempat lain yang terdapat barang wajib bea masuk atau barang yang terkena peraturan larangan dan pembatasan.

8) Pemeriksaan sarana pengangkut bertujuan untuk menjamin hak-hak negara dan dipatuhinya ketentuan dibidang kepabeanan dan ketentuan lain yang pelaksanaannya dilakukan oleh Bea dan Cukai. Misalnya terhadap barang larangan dan pembatasan.

9) Pejabat Bea dan Cukai berwenang untuk memeriksa badan setiap orang , yang disangka membawa atau menyembunyikan barang di dalam badan atau pakaian yang dikenakannya.

10) Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif dan nilai pabean untuk perhitungan bea masuk atas dokumen pabean ( PIB ) yang diajukan oleh importir. Penetapan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kekurangan maupun kelebihan pembayaran bea masuk.

11) Penetapan nilai pabean juga dapat mengakibatkan pengenaan denda bagi yang bersangkutan. Disamping itu pelanggaran dalam pasal-pasal undang-undang juga dapat dikenakan sanksi administrasi berupa denda.

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 176

12) Penetapan penagihan kurang bayar bea masuk maupun penetapan tagihan denda administrasi harus dilunasi dalam jangka waktu tiga puluh hari sejak penetapan.

13) Keberatan atas penetapan pejabat Bea dan Cukai diajukan oleh yang bersangkutan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dengan syarat harus menyertakan bukti-bukti sanggahan terkait dan menyerahkan jaminan sebesar tagihan bea masuk atau denda administrasi.

14) Apabila setelah lewat jatuh tempo 30 hari yang bersangkutan tidak mengajukan keberatan, maka penetapan pejabat bea dan cukai dianggap diterima. Dengan demikian hak keberatannya menjadi hilang dan tagihan harus dilunasi.

15) Dalam memberikan keputusan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai dapat menetapkan lain dari penetapan yang dilakukan oleh pejabat Bea dan Cukai. Hal tersebut antara lain penolakan oleh Dirjen dapat berupa penolakan sebagian atas keberatan yang diajukan.

16) Orang yang berkeberatan terhadap penetapan Direktur Jenderal atas tarif dan nilai pabean, serta denda administrasi, dapat mengajukan permohonan banding hanya kepada badan Pengadilan Pajak dalam jangka waktu enam puluh hari sejak tanggal penetapan atau tanggal keputusan, setelah Bea Masuk yang terutang dilunasi.

17) Permohonan banding kepada Pengadilan Pajak diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan alasan yang jelas, dalam jangka waktu enam puluh hari sejak penetapan atau keputusan diterima, dilampiri salinan dari penetapan atau keputusan tersebut.

18) Kegiatan impor atau ekspor barang tanpa mengindahkan ketentuan, diancam dengan sanksi pidana karena telah melakukan penyelundupan. Namun tindakan penyelundupan baru terjadi jika tindakan dimaksud sama sekali tidak tidak memenuhi ketentuan .

19) Kegiatan mengeluarkan barang impor dari Kawasan Pabean atau dari Tempat Penimbunan Berikat, tanpa persetujuan Pejabat Bea dan Cukai dengan maksud untuk mengelakkan pembayaran Bea Masuk dan/atau pungutan negara lainnya dalam rangka impor, dapat dipidana.

20) Mengelakan pembayaran bea masuk atau pungutan negara lainnya dapat terjadi baik yang bersangkutan telah mengajukan pemberitahuan pabean

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 177

dan telah melakukan pembayaran, maupun sama sekali belum mengajukan pemberitahuan pabean/belum membayar bea masuk atau pungutan negara lainnya .

21) Walaupun sudah berada di dalam peredaran bebas, jika barang hasil penyelundupan ditemukan sebagai hasil dari pemeriksaan buku atau informasi intelijen, penyidik dapat menyita barang tersebut sesuai dengaan wewenang berdasarkan pasal 112 ayat (2) huruf k.

22) Seseorang yang membeli atau menjual barang selundupan tanpa diketahui siapa pelaku penyelundupannya, dapat dipidana berdasarkan pasal 103 , tetapi jika diperolehnya dengan itikad baik yang bersangkutan tidak dituntut.

23) Orang yang menyimpan atau menyediakan blangko faktur dagang dari perusahaan yang berdomisili di luar negeri yang diketahui dapat digunakan sebagai kelengkapan Pemberitahuan Pabean i, dapat dipidana. 24) Pembongkaran barang impor tidak selalu dilakukan di Kawasan Pabean.

Dalam kondisi tertentu, dengan izin Kepala kantor Bea dan Cukai, pembongkaran dapat dilakukan ditempat lain, dengan pengawasan dari Bea dan Cukai.

25) Barang yang telah disegel oleh pihak Bea dan Cukai, pembukaannya baru dapat dilakukan jika kewajiban pabeannya telah dipenuhi.

26) Terhadap pengusaha pengurusan jasa kepabeanan yang melakukan pengurusan Pemberitahuan Pabean atas kuasa yang diterimanya dari importir atau eksportir, apabila melakukan perbuatan yang diancam dengan pidana, ancaman pidana tersebut berlaku juga terhadapnya. 27) Sanksi pidana yang dijatuhkan kepada badan hukum selalu berupa pidana

denda.

28) Pelanggaran UU Kepabeanan yang diancam dengan sanksi pidana, terhadap barang yang berasal dari tindak pidana dirampas untuk negara. Barang tersebut merupakan barang milik negara.

29) Tindak pidana dibidang Kepabeanan tidak dapat dituntut setelah lampau waktu sepuluh tahun sejak diserahkan Pemberitahuan Pabean atau sejak terjadinya tindak pidana.Kadaluwarsa penuntutan tindak pidana dibidang kepabeanan tersebut dimaksudkan untuk memberikan suatu kepastian hukum, baik kepada masyarakat usaha maupun kepada penegak hukum.

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 178

30) PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) ini diberi wewenang khusus untuk melakukan penyidikan tindak pidana dibidang kepabeanan. Kewenangan penyidikannya sangat luas, meliputi segala hal yang perlu dilakukan untuk kelancaran penyidikan dibidang kepabeanan.

31) Walaupun pelanggaran berkaitan dengan tindak pidana, namun untuk kepentingan penerimaan negara, atas permintaan Menteri, Jaksa Agung dapat menghentikan penyidikan tindak pidana di Bidang Kepabeanan.

6.4. Test Formatif 6

1) Menurut Undang-undang Kepabeanan, wewenang pemeriksaan barang impor dan ekspor dapat dilakukan oleh:

a. Bea dan Cukai b. Surveyor. c. Polri.

d. Bea dan Cukai dan Surveyor.

2) Instansi pemerintah yang boleh dan berwenang berada di Kawasan Pabean adalah:

a. Bea dan Cukai. b. KP 3.

c. Bea dan Cukai, dan KP3.

d. Bea dan Cukai, Karantina dan Imigrasi.

3) Kewenangan Bea dan Cukai diatur dalam UU Keabeanan, berada dalam: a. Pasal 7.

b. Pasal 74. c. Bab XII.

d. Tersebar dalam pasal-pasal UU Kepabeanan.

4) Pihak yang berwewenang melakukan pemeriksaan barang impor dan ekspor berupa barang bekas adalah:

a. Surveyor. b. Bea dan Cukai.

c. Departemen Perdagangan. d. Departemen Perindustrian.

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 179

5) Dalam melaksanakan pekerjaan, dalam rangka mengamankan hak-hak negara agar ketentuan Undang-undang dipenuhi, pejabat Bea dan Cukai dapat:

a. Memeriksa barang. b. Memeriksa dokumen.

c. Memeriksa barang dan dokumen. d. Menggunakan segala upaya dan cara.

6) Dalam melaksanakan tugas pengawasan atau patroli, pejabat Bea dan Cukai dapatdilengkapi dengan kapal patroli. Kapal patroli adalah: a. Kapal laut.

b. Kapal laut yang dilengkapi dengan senjata api. c. Kapal laut dan kendaraan darat.

d. Kapal laut dan pesawat udara.

7) Yang dimaksud dengan menegah barang adalah tindakan administrasi untuk:

a. Mencegah barang impor/ekspor hingga dipenuhi kewajiban pabean.. b. Menahan barang impor/ekspor hingga dipenuhi kewajiban pabean.. c. Menangkap barang impor/ekspor hingga dipenuhi kewajiban pabean.. d. Menunda pengeluaran, pemuatan dan pengangkutan barang

impor/ekspor hingga dipenuhi kewajiban pabean.

8) Yang dimaksud dengan menegah sarana pengangkut adalah: a. Tindakan untuk menahan sarana pengangkut.

b. Tindakan untuk mencegah keberangkatan sarana pengangkut. c. Menunda keberangkatan sarana pengangkut.

d. Menunda pembongkaran barang impor dari sarana pengangkut. 9) Barang impor yang belum diselesaikan kewajiban pabeannya yang dapat

disegel adalah barang yang berada di: a. Sarana Pengangkut.

b. Tempat Penimbunan.

c. Tempat selain tersebut diatas. d. Semua jawaban tersebut benar.

10) Barang yang secara teknis tidak dapat disegel, pengawasannya dilakukan dengan cara:

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 180

b. Ditempatkan pegawai Pabean. c. Dikontrol secara rutin.

d. Diajukan Bank Garansi sebesar bea masuk dan PDRI.

11) Pegawai pabean yang bertugas disuatu tempat yang berisi barang dibawah pengawasan pabean:

a. Tidak boleh menerima imbalan apapun.

b. Boleh mendapatkan akomodasi yang memadai. c. Tidak boleh menerima uang.

d. Boleh meminta imbalan sebesar 1 X gaji.

12) Surat kiriman pos dari luar negeri yang dicurigai berisi barang: a. Dapat dibuka oleh pejabat Bea dan Cukai.

b. Dapat dibuka oleh petugas Pos.

c. Dapat dibuka oleh Bea dan Cukai dan petugas Pos. d. Tidak dapat dibuka kecuali dengan izin si alamat.

13) Dalam hal diperlukan contoh barang untuk menetapkan spesifikasi dan harga barang, maka setelah pemeriksaan selesai barang contoh tersebut: a. Dikembalikan kepada yang bersangkutan.

b. Disimpan di Kantor Pabean sebagai bukti. c. Dibuang.

d. Dapat dibawa pulang.

14) Dalam rangka pemeriksaan pabean, Pejabat Bea dan Cukai berwenang meminta:

a. Buku, catatan, surat-menyurat, contoh barang. b. Dokumen pabean.

c. Contoh barang.

d. Surat-menyurat dan contoh barang.

15) Pejabat Bea dan Cukai berwenang melakukan pemeriksaan bangunan berupa:

a. TPS, KB, ETP, TBB.

b. TPS, Toko, Toko Bebas Bea. c. TPS, Toko, KB, ETP.

d. TPS, gudang importir, rumah tinggal.

16) Pejabat Bea dan Cukai berwenang memeriksa bangunan/tempat yang: a. Berhubungan langsung dengan bangunan yang diawasi.

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 181

b. Tidak berhubungan langsung dengan bangunan yang diawasi.

c. Berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan bangunan yang diawasi.

d. Berhubungan langsung dengan rumah tinggal.

17) Untuk memenuhi kewajiban pabean, Bea dan Cukai berwenang memasuki dan memeriksa bangunan/tempat yang bukan rumah tinggal selain yang dimaksud dalam pasal 87. Yang dimaksud bukan rumah tinggal adalah: a. Tempat usaha.

b. Tempat menyimpan barang. c. Pabrik.

d. Toko.

18) Pejabat Bea dan Cukai berwenang untuk menghentikan dan memeriksa: a. Pesawat udara yang akan berangkat ke luar negeri.

b. Kapal laut asing yang berada diperairan Indonesia.

c. Kapal laut dan kendaraan bermotor yang baru saja memasuki perbatasan wilayah RI.

d. Semua jawaban tersebut benar.

19) Barang impor berupa daging dari India yang sudah diberikan izin bongkar ternyata dilarang dimpor oleh instansi terkait, maka terhadap barang tersebut:

a. Dapat dihentikan pembongkarannya.

b. Dapat diteruskan pembongkarannya sambil menunggu izin terkait. c. Dapat diteruskan pembongkarannya karena sudah dapat izin bongkar. d. Semua jawaban tersebut benar.

20) Berkaitan dengan pemeriksaan sarana pengangkut, untuk menghentikan sarana pengangkut dilakukan dengan isyarat:

a. Tangan.

b. Bunyi atau radio. c. Lampu.

d. Semua jawaban tersebut benar.

21) Pada pemeriksaan sarana pengangkut dilakukan kurang hati-hati sehingga ada barang menjadi rusak. Namun hasil pemeriksaan tidak terdapat

pelanggaran undang-undang. Atas kerusakan yang terjadi:

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 182

b. Tidak perlu diganti karena merupakan kewajiban pabean. c. Diganti atas biaya Bea dan Cukai.

d. Diganti atas biaya yang bersangkutan. 22) Pejabat Bea dan Cukai berwenang memeriksa :

a. Barang impor dan ekspor. b. Surat.

c. Badan.

d. Semua jawaban tersebut benar.

23) Pengajuan keberatan dapat dilakukan atas penetapan: a. Bea masuk.dan sanksi administrasi

b. Tarif dan nilai pabean.

c. Tarif ,nilai pabean dan denda administrasi

d. Tarif, nilai pabean, denda administrasi, dan sebagainya.

24) Keberatan atas penetapan pejabat Bea dan Cukai diajukan kepada: a. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai.

b. Kepala Kantor Wilayah DJBC. c. Direktur Jenderal Bea dan Cukai. d. Badan Peradilan Bea Cukai.

25) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu : a. 7 hari.

b. 14 hari. c. 30 hari. d. 60 hari.

26) Keberatan yang diajukan akan diberikan keputusan dalam jangka waktu: a. 14 hari.

b. 30 hari. c. 60 hari. d. 90 hari.

27) Apabila dalam jangka waktu 60 hari pengajuan keberatan tidak dijawab: a. Hak keberatan hilang.

b. Hak banding hilang. c. Tagihan dilunasi.

Undang-Undang Pabean

DTSD Kepabeanan dan Cukai 183

28) Orang yang dikenai sanksi administrasi dapat mengajukan keberatan. Keberatan dapat diajukan secara:

a. Secara tertulis. b. Secara lisan.

c. Secara on line (PDE).

d. Semua jawaban tersebut benar.

29) Orang yang berkeberatan terhadap penetapan Dirjen Bea dan Cukai dapat mengajukan permohonan:

a. Peninjauan kembali.

b. Keberatan kepada Pengadilan Pajak. c. Banding kepada Pengadilan Pajak.

d. Banding kepada Badan Peradilan Bea dan Cukai.

30) Permohoan banding oleh importir atau pengguna jasa kepabeanan, diajukan dalam jangka waktu:

a. 30 hari sejak tanggal keputusan. b. 60 hari sejak tanggal keputusan. c. 30 hari sejak tanggal penetapan. d. 90 hari sejak tanggal penetapan.

31) Pengajuan permohonan banding harus dilampiri dengan: a. Menyerahkan jaminan.

b. Keputusan DJBC.

c. Menyerahkan tanda bukti pembayaran. d. Semua jawaban tersebut benar.

32) Keputusan Pengadilan Pajak dapat diajukan banding ke: a. Badan Peradilan Pajak.

b. Pengadilan Tata Usaha Negara. c. Pengadilan Tinggi setempat. d. Pengadilan Pajak..

33) Sanksi pidana yang diatur dalam UU Pabean terdapat pada : a. Tersebar di pasal-pasal UU Pabean.

Dalam dokumen Modul DTSD Undang - Undang Pabean (Halaman 181-200)