BAB III METODE PENELITIAN
3.3 Prosedur Pengembangan Penelitian
Terdapat beberapa model penelitian dan pengembangan, namun prosedur pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) (Anglada, 2007).
3.3.1 Tahap 1: Analyze (Analisis)
Pada tahap ini merupakan kegiatan utama yang perlu dilakukan. Peneliti melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan sebagai acuan dalam pembuatan modul. Pertama peneliti melakukan pengumpulan data yaitu berupa visi dan misi sekolah di SD Kanisius Totogan, dan kurikulum yang digunakan sekolah, serta gaya belajar yang digunakan. Visi dan misi sekolah serta kurikulum yang digunakan diperoleh dengan observasi, dan gaya belajar yang digunakan guru diperoleh dengan wawancara. Kegiatan lain juga dilakukan dengan wawancara Guru kelas IV SD Kanisius Totogan Yogyakarta guna memperluas informasi dan sumber belajar yang berkaitan dengan pembelajaran IPA dan kebutuhan bahan ajar berupa modul pembelajaran materi gaya dan gerak.
3.3.2 Tahap 2: Design (Desain)
Pada tahap mendesain bahan ajar terdapat tahap yaitu mengidentifikasi tujuan, tahap analisis instruksional, dan tahap analisis karakteristik siswa.
Identifikasi tujuan disesuaikan dengan komponen “ABCD”, A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree), menurut Smaldino, et al, 2014: 119).
Tujuan dari pembuatan modul ini adalah untuk membantu peserta didik agar mencapai pembelajaran yang efektif dan dapat memahami materi yang dipelajari dan disampaikan oleh guru. Peserta didik dapat mempelajari melalui pengalaman langsung dengan bereksperimen terhadap lingkungan dengan panduan modul yang telah dibuat. Dengan dibuatnya modul pembelajaran IPA siswa diharapkan mampu memahami lingkungan dan memahami materi yang dipelajari dengan mudah dan dapat diterapkan untuk kehidupan sehari-hari.
Pada masa sekarang dikarenakan adanya kendala dalam pertemuan tatap muka dengan siswa dan pembelajaran diulas secara daring, maka modul yang dibuat untuk mengajak siswa aktif dan bereksperimen pada lingkungan berdasarkan pengalaman yang pernah siswa alami. Pembahasan yang ada di dalam modul mengulas lebih detail tentang materi gaya dan gerak yang akan diajarkan kepada siswa. Peneliti membuat modul untuk guru dan modul untuk siswa yang tentunya isi dari setiap buku tidak sama. Dalam modul siswa terdapat cara menggunakan modul, tujuan pembelajaran, kegiatan-kegiatan percobaan, materi dan lembar kerja serta soal evaluasi sedangkan modul guru isinya hampir sama dengan modul siswa
tetapi di modul guru disertakan silabus, RPP, penilaian, sintaks model Discovery Learning dan kunci jawaban soal evaluasi.
Dalam tahap ini peneliti melakukan desain pada modul “Gaya dan Gerak”
agar modul dapat mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Kunandar (2011: 244) Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus bisa disebut sebagai rencana pembelajaran yang disiapkan untuk satu semester, sedangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran guna mencapai KD yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus (Kunandar, 2011:
263).
Silabus disertakan di modul untuk guru agar guru dapat memahami dan mensinkronisasi kegiatan yang akan dilakukan satu semester. Kegiatan yang dipilih berdasarkan dengan karakter siswa dan lingkungan agar dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari guna menunjang kegiatan yang terdapat pada modul siswa. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang telah ditetapkan oleh peneliti, model pembelajaran Discovery Learning yang bertujuan untuk memotivasi siswa dalam memahami materi pelajaran dengan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Desain produk yang peneliti gunakan tentang gagasan pembelajaran yang efektif, kemampuan pembelajaran abad 21, modul pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman materi gaya dan gerak pada pembelajaran IPA, dan langkah-langkah pengembangan modul pembelajaran dari kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Gambar 3.3 Alur Model Pembelajaran Discovery Learning
3.3.3 Tahap 3: Develop (Pengembangan)
Tahap pengembangan ini adalah kegiatan realisasi rancangan produk yaitu modul pembelajaran. Peneliti akan mengembangkan modul menggunakan
sumber-ALUR MODEL
Synchronous Asynchronous
2. Penjelasan singkat pentingnya peserta didik mempelajari materi dan pemaparan via google meet/ zoom.
4. Penguatan dan sharing peserta didik berdasarkan materi pembelajaran dalam forum diskusi.
6. Refleksi hasil pembelajaran via google meet/ zoom.
1. Mengidentifikasi materi pembelajaran melalui forum diskusi.
3. Melakukan pengamatan berdasarkan materi.
5. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi.
sumber yang relevan dan terkait dengan materi Gaya dan Gerak. Dalam tahap ini, kegiatan pengembangan (Develop) yang meliputi kegiatan penyusunan modul pembelajaran. Kegiatan pengumpulan bahan/materi modul pembelajaran, pembuatan gambar-gambar ilustrasi, pengetikan, dan lain-lain mewarnai kegiatan pada tahap pengembangan ini.
Pada awal pembuatan modul ini adalah melihat pada Buku Guru dan Buku Siswa sehingga dapat menarik kesimpulan kegiatan pembelajaran dan materi apa saja yang diajarkan. Kemudian menarik kesimpulan dari hasil observasi dan wawancara sehingga dapat menentukan modul seperti apa yang akan dibuat.
Setelah mengetahui dan menyusun desain modul yang akan dikembangkan, peneliti mempelajari dan memilih Model yang akan digunakan dalam modul yaitu Model Discovery Learning. Model Discovery Learning memiliki 6 tahapan dan tahapan tersebut harus masuk dalam modul. Isi dalam modul untuk guru dan siswa berbeda dan untuk modul guru terdapat perangkat pembelajaran seperti Silabus dan RPP.
Maka dari itu peneliti harus menyusun Silabus dan RPP terlebih dahulu sebelum menyusun modul.
Isi dari Modul adalah kegiatan yang termasuk dalam materi Gaya dan Gerak, penjelasan tentang Gaya dan Gerak, macam-macam gaya, dan pengaruh gaya terhadap gerak benda serta contoh dalam kehidupan sehari-hari. Adapun lembar kerja siswa yang menunjang siswa untuk memahami berbagai jenis gaya dan gerak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terbentuknya modul ini, tentu belum lengkap apabila tidak adanya review dari beberapa ahli. Setelah review oleh beberapa ahli maka peneliti memperbaiki dan menyesuaikan dengan hasil review dan pengamatan siswa.
3.3.4 Tahap 4: Implement (Implementasi)
Langkah keempat yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu melakukan validasi produk. Produk yang telah didesain oleh peneliti selanjutnya akan dinilai oleh para ahli dan guru kelas IV SD. Validator akan memvalidasi produk ini dengan menggunakan instrumen yang sudah disiapkan peneliti.
Tujuannya dilakukannya validasi ini terhadap desain produk yaitu agar dapat mengetahui kualitas dan kelemahan dari produk untuk diperbaiki sehingga layak untuk digunakan dan diujicobakan. Pada tahap ini, peneliti juga melakukan uji coba
terbatas di lapangan. Uji coba terbatas dilakukan pada 6 siswa yaitu 3 laki-laki dan 3 perempuan kelas IV SD Kanisius Totogan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas pembelajaran yang meliputi keefektifan, kemenarikan, dan efisiensi dalam pembelajarannya. Dalam pelaksanaan uji coba modul, diharapkan mengikuti tahapan-tahapan yang ada dalam modul. Pada uji coba ini apakah modul dapat efektif untuk pembelajaran IPA mengenai Gaya dan Gerak dengan model Discovery Learning. Peneliti dapat mengetahui kekurangan dalam modul yang dibuat serta dapat memberikan komentar seputar modul apabila digunakan pembelajaran.
3.3.5 Tahap 5: Evaluate (Evaluasi)
Pada tahap terakhir ini, peneliti melakukan evaluasi. Data evaluasi yang peneliti peroleh berupa evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif berupa data hasil uji coba yaitu soal-soal evaluasi yang dikerjakan oleh siswa kelas IV SD Kanisius Totogan. Data evaluasi tersebut digunakan untuk melakukan perbaikan kualitas setelah menerapkan kegiatan pembelajaran dalam produk yang peneliti kembangkan. Sedangkan evaluasi sumatif berupa data hasil validasi yang dilakukan oleh seorang ahli IPA dan guru SD kelas IV, serta uji coba kelayakan produk oleh seorang guru SD kelas atas yang berbeda dengan validator. Berdasarkan data tersebut dilakukan perbaikan sesuai komentar dan saran yang didapatkan serta dijadikan pertimbangan untuk membuat keputusan dalam melanjutkan atau menghentikan penggunaan produk modul pembelajaran ini. Perbaikan yang dilakukan bertujuan untuk menyempurnakan produk yang dibuat agar kualitasnya semakin baik serta sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa di lapangan.