ANAK USIA DINI
B. Kritik Hadis
7) R±fi’ bin ‘Amri Al-Gif±r³y
Nama lengkapnya R±fi’ bin ‘Amri Al-Gif±r³y. Beliau bersaudara dengan Al-¦akm bin ‘Amri Al-Gif±r³y. Keduanya merupakan sahabat Rasulullah saw. Mereka pindah ke Ba¡rah setelah Rasulullah saw.
wafat. Dan R±fi’ pun wafat di Ba¡rah. Gurunya adalah Rasulullah saw.269 Adapun muridnya adalah ‘Imr±n bin R±fi’ bin ‘Amri Al-Gif±r³y270, Abdull±h bin Al-¢±mat, Abµ Juba³r,271 ‘Amri bin Sal³m dan lain-lain.272 Sebagai seorang sahabat beliau dinilai adil.
Berdasarkan pemaparan biografi dan ke-£iqah-an rawi di atas, dapat disimpulkan bahwa para perawi pada D±wud hingga Ibnu Abu al-Hakm al-Gif±r³ tidak ada masalah di dalamnya, nampak ketersambungan di dalamnya berdasarkan kelahiran, kematian,
Manfa’at bi Zaw±id Rij±l al-Aimmat al-Arba’at, (Cet. I; Beirµt: D±r al-Kit±b al-‘Arab³y, t.th), h. 264.
267 A¥mad bin ‘Al³y bin ¦ajar Abµ Al-Fa«l Al-‘Asqal±n³y Al-Sy±fi’³y, Ta’j³l al-Manfa’at bi Zaw±id Rij±l al-Aimmat al-Arba’at, h. 264.
268 Kh³fah bin Khiy±¯ Abµ ‘Amr Al-Lay£³y Al-‘A£far³y, Al-°abaq±t, (Cet. II; Riy±«
: D±r °aybah, 1402 H/ 1982 M), h. 175.
269 Yµsuf bin al-Zakiy ‘Abd al-Ra¥m±n Abµ al-¦ajj±j al-Mizziy, Tah©³b al-Kam±l, juz 9, h. 28-29.
270 Yµsuf bin al-Zakiy ‘Abd al-Ra¥m±n Abµ al-¦ajj±j al-Mizziy, Tah©³b al-Kam±l, juz 9, h. 29.
271 ‘Abdurra¥m±n bin Ab³ ¦±tim Mu¥ammad bin Idr³s Abµ Mu¥ammad Al-R±z³y Al-Tam³m³y,Al-Jarh wa Al-Ta’d³l, juz 3, (Cet. I; Beirµt: D±r I¥y± al-Tur±£ al-‘Arab³y, 1271 H/ 1952 M), h. 479.
272 Mu¥ammad bin Sa’d bin Man³’ Abµ ‘Abdull±h Al-Ba¡ar³y Al-Zuhr³y, Al-°abaq±t al-Kubr±, juz 7 (Beirµt: D±run ¢adirun, t.th), h. 29.
domisili, dan informasi mengenai guru dan muridnya. Begitu pula dengan ke-£iqah-an mereka yang semuanya mendapatkan pujian dari kritikus hadis. Persoalan terjadi pada rawi sebelum terakhir yaitu kakeknya Ibnu Abu al-Hakm al-Gif±r³ tidak terdapat informasi sama sekali mengenai biografi dan ke-£iqah-annya kecuali namanya (mubham), karena itu penulis berkesimpulan bahwa ketersambungan dan keadilan kakeknya tertolak.
Berdasarkan data di atas peneliti beranggapan bahwa riwayat Ibnu Abu Al-¦akm Al-Gif±r³y dari kakeknya (‘Amri bin Majda’ ) tidak sah dan terputus karena itu sanad hadis ini dinilai dhaif/lemah dan hadisnya tidak perlu dilanjutkan pada kritik matan. Penilain yang sama (dhaif) pada hadis di atas juga peneliti dapatkan pada penilaian al-B±n³.273
Hadis kedua yang akan ditakhrij pada bagian ini yaitu hadis riwayat Abµ D±wud yang berbunyi:
َنْعَمْلا ُّيِصْمِْلحا َناَمْثُع ُنْب وُرْمَعَو ُّيِّقَّرلا ٍدَّمَُم ُنْب ُبوُّيَأَو ِء َلَعْلا ُنْب ُدَّمَُم اَنَـثَّدَح
َديِزَي ِنْب ِءاَطَع ْنَع ُِّنَهُْلجا ٍنوُمْيَم ُنْب ُل َلِه اَنَرَـبْخَأ َةَيِواَعُم ُنْب ُناَوْرَم اَنَـثَّدَح اوُلاَق
ِبَأ ْنَع ُهاَرُأ وٌرْمَعَو ُبوُّيَأ َلاَقَو ٍديِعَس ِبَأ ْنَع َّلِإ ُهُمَلْعَأ َل ٌل َلِه َلاَق ِّيِثْيَّللا
ِهَّللا ُلوُسَر ُهَل َلاَقَـف ًةاَش ُخُلْسَي َوُهَو ٍم َلُغِب َّرَم َمَّلَسَو ِهْيَلَع ُهَّللا ىَّلَص َِّبَّنلا َّنَأ ٍديِعَس اَِب َسَحَدَف ِمْحَّللاَو ِدْلِْلجا َْينَـب ُهَدَي َلَخْدَأَف َكَيِرُأ َّتَح َّحَنَـت َمَّلَسَو ِهْيَلَع ُهَّللا ىَّلَص وٌرْمَع َداَز دُواَد وُبَأ َلاَق ْأَّضَوَـتَـي َْلَو ِساَّنلِل ىَّلَصَف ىَضَم َُّث ِطِبِْلا َلىِإ ْتَراَوَـت َّتَح
ُهاَوَرَو دُواَد وُبَأ َلاَق ِّيِلْمَّرلا ٍنوُمْيَم ِنْب ِل َلِه ْنَع َلاَقَو ًءاَم َّسََي َْل ِنْعَـي ِهِثيِدَح ِفي
ِهْيَلَع ُهَّللا ىَّلَص ِِّبَّنلا ْنَع ٍءاَطَع ْنَع ٍل َلِه ْنَع َةَيِواَعُم وُبَأَو ٍداَيِز ُنْب ِدِحاَوْلا ُدْبَع
274ٍديِعَس اَبَأ ْرُكْذَي َْل ًلَسْرُم َمَّلَسَو
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-’Ala` dan Ayyub bin Muhammad Ar Raqqi dan Amru bin Utsman Al Himshi secara makna, mereka mengatakan; Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah telah mengabarkan kepada kami Hilal bin Maimun Al-Juhani dari ‘Atha` bin Yazid Al-Laitsi berkata Hilal;
Saya tidak mengetahuinya kecuali dari Abu Sa’id. Ayyub dan Amru berkata; Saya berpendapat hadits ini dari Abu Sa’id bahwasanya Nabi
273 Al-B±n³, ¬a’if Ab³ D±wud, juz 1, h. 256. (CD-ROOM), Maktabah Sy±milah.
274 Abµ D±wud, Sunan Abµ D±wud, Juz 1, h. 97.
shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati seorang anak sedang menguliti domba, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Minggirlah, saya akan mengajarkan kamu (bagaimana cara menguliti domba).” Lalu beliau memasukkan tangannya diantara kulit dan daging, kemudian beliau menekannya dengan kuat hingga terus mengulitinya sampai tangan beliau tersembunyi di balik ketiak (domba itu), kemudian beliau pergi lalu shalat mengimami orang-orang dan tidak berwudhu. Abu Dawud berkata; Amru menambahkan dalam riwayat haditsnya; Beliau tidak menyentuh air. Dan dia mengatakan dari Hilal bin Maimun Ar-Ramli. Abu Daud berkata;
Dan diriwayatkan dari Abdul Wahid bin Ziyad dan Abu Mu’awiyah dari Hilal dari ‘Atha` dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam secara mursal tanpa menyebutkan Abu Sa’id.
a. Takhr³j al-¦ad³£
Setelah penelusuran terhadap hadis terkait di atas dengan menggunakan lafal matan hadis dalam kitab Mu‘jam al-Mufahras li Alf±§ al-¦ad³£ al-Nabaw³ karangan A.J. Wensinck dan dengan menggunakan awalan matan hadis dengan menggunakan kitab J±mi’ U¡µl f³ A¥ad³£ Rasµl karya Majid D³n Abµ Sa’ad±t al-Mub±rak bin Mu¥ammad bin Mu¥ammad bin Mu¥ammad bin ‘Abd al-Kar³m dan dengan menggunakan kitab al-Musnad al-j±mi’ karya Mu¥ammad Ma¥mµd Khal³l dan dengan melihat periwayat pertama dengan menggunakan kitab Tu¥fah al-Asyr±f bi Ma’rifah al-A¯r±f karya Jam±l al-D³n Abµ al-¦ajj±j Yµsµf bin ‘Abd al-Ra¥man al-Mizz³ serta dengan menggunakan tema hadis dengan kitab kanzu al-Ummal, maka ditemukan bahwa hadis tersebut diriwayatkan dalam beberapa kitab standar, yaitu dalam kitab Sunan Ibn M±jah dan Sunan Ab³ D±wud, Sa¥³¥ Ibn ¦ibb±n dan Al-Sunan al-Kubr± li al-Baihaq³.275
275 A. J. Wensick, Mu’jam mufahras li alf±§ al-¥ad³£ al-nab±wiyyah, Juz, 2, H.2, 122; Majid al-D³n Abµ al-Sa’ad±t al-Mub±rak bin Mu¥ammad bin Mu¥ammad bin Mu¥ammad bin ‘Abd Kar³m, J±mi’ U¡µl f³ A¥ad³£ Rasµl, Cet. I; Maktabah
¦ilwan³,1391 H/ 1971 M, Juz 7. H. 105; Mu¥ammad Ma¥mµd Kh³l, Musnad al-j±mi’, Cet. I; Beirµt: D±r al-Jail, Juz 1413 H/ 1933 M, Juz 6, H.170; Jam±l al-D³n Abµ al-¦ajj±j Yµsµf bin ‘Abd al-Ra¥man al-Mizz³, Tu¥fah al-Asyr±f bi Ma’rifah al-A¯r±f, Juz 3 (Cet. II; al-Maktabah al-Islam³,1403 H/ 1983 M), h. 403; ‘Al±udd³n ‘Al³ bin ¦iz±m
b. I’tibar Sanad
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa hadis ini pada Kutub al-Tis’ah hanya terdapat pada kitab Sunan Ibn M±jah dan Sunan Ab³ D±wud. Kemudian hadis ini tidak memiliki sy±hid dan mut±bi’ karena hanya ada satu periwayat pada tingkat sahabat (Abu Sa’id) dan satu pada tingkat rawi di bawah sahabat (‘A¯a’).
Adapun periwayatannya mengunakan kata ‘an, ¥adda£an±, q±l±, dan akhbaran±. Berikut skema sanad hadisnya.
Skema Sanad 8
ﷲ لﻮﺳر ىرﺪﳋا ﺪﯿﻌﺳ ﰊا
ﺪﯾﺰ� ﰊا ﻦ� ءﺎﻄﻋ
نﻮﳰﻣ ﻦ� لﻼﻫ
ﺔﯾوﺎﻌﻣ ﻦ� ناوﺮﻣ
ﺮﻜ� ﻮﺑا ءﻼﻌﻟا ﻦ� ﺪﶊ بﻮﯾا وﺮﲻ ﺪﲪا ﺐﯾﺮ� ﻮﺑا
ﻰﻘﳱﺒﻟا دواد ﰊا ﲍﺳ نﺎ�ﺣ ﻦ�ا ﻪ�ﺎﻣ ﻦ�ا
�ﱪ�ا
ﺎﻧﺛدﺣ ﺎﻧﺛدﺣ ﺎﻧرﺑﺟأ نﻋ نﻋ نﻋ
c. Kritik Sanad
Adapun riwayat hadis Abµ D±wud ini memiliki 8 rawi, yaitu:
Abµ D±wud, Mu¥ammad ibn al-‘Al±I, Ayyµb ibn Mu¥ammad al-Raqqµ, ‘Amru ibn ‘U£m±n, Marw±n ibn Mu’awiyah, Hil±l ibn Maymunah, ‘A¯¯a ibn Yaz³d, dan Abµ Sa’id. Berikut biografi, dan kualitas perawinya.
al-D³n bin Q±d³ Kh±n al-Q±«³, Kanz al-‘umm±l f³ sunan al-aqw±l wa al-af’±l, juz 9 (Cet. V; Muassasah al-Ris±lah, 1401 H/ 1981 M), h..586; Sulaim±n bin al-Asy’as bin Is¥±q bin Basy³r bin Syadd±d, Sunan Ab³ D±wud, Juz 1 (Beirµ: Maktabah al-‘A¡riyyah, t.th.), h. 47; Abµ ‘Abdill±h Mu¥ammad bin Yaz³d al-Quzwain³, Sunan Ibn M±jah, Juz 2 (Beirut: D±r I¥y± al-Kutub al-‘Arab³, t.th), h.1061.
1) Abµ D±wud
Telah dijelaskan pada hadis sebelumnya.