• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan MEDISTRA

Dalam dokumen ISSN Volume.5 No.1 Maret - Mei 2016 (Halaman 89-94)

RAWAT INAP YANG KOOPERATIF DI RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM

3. Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan MEDISTRA

Lubuk Pakam

Penelitian ini memperkaya ilmu pengetahuan dalam

bidang keperawatan

khususnya terapi non

farmakologi untuk

dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

4. Bagi Peneliti

Menambah wawasan,

pengetahuan serta

pemahaman tentang pengaruh terapi meditasi terhadap penurunan stress fisik dan psikososial pada pasien rawat

inap dan meningkatkan

keilmuan peneliti dalam penelitian selanjutnya.

METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif.Desain penelitian adalah pra eksperimen (One group pre and post test design)

yaitu penelitian yang

menggunakan satu kelompok subyek, pengukuran dilakukan sebelum dan setelah perlakuan

(Saryono, 2010), yaitu

menganalisa pengaruh terapi meditasi terhadap penurunan stress fisik dan psikososial pada pasien rawat inap yang kooperatif di RSUD Deli Serdang Lubuk

Pakam.Berikut ini adalah

rancangan desain penelitian tentang pengaruh terapi meditasi terhadap penurunan stress fisik dan psikososial pada pasien rawat inap yang kooperatif di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 2016.

Pre test Perlakuan Post test

Gambar 3.1. Desain Penelitian Keterangan :

01 : Observasi pertama (pre test) untuk melihat stress fisik pada pasien rawat inap yang kooperatifsebelum perlakuan denganterapi meditasi

02 : Observasi pertama (pre test)

untuk melihat stress

psikososial pada pasien rawat inap yang kooperatifsebelum perlakuan denganterapi meditasi

X : Perlakuan yang diberikan denganterapi meditasi

03 : Observasi kedua (post test) untuk melihat penurunan stress fisik pada pasien rawat inap yang kooperatifsesudah perlakuan denganterapi meditasi.

04 : Observasi kedua (post test) untuk melihat penurunan stress psikososial pada pasien

rawat inap yang

kooperatifsesudah perlakuan denganterapi meditasi.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini telah dilakukan di

RSUD Deli Serdang Lubuk

Pakam. Alasan peneliti memilih lokasi adalah :

a. Pada bulan April 2016

diperoleh jumlah pasien yang mengalami stress fisik dan psikososial selama 3 bulan terakhir sebanyak 120 orang. Melalui wawancara peneliti pada 10 orang pasien rawat inap diketahui bahwa 6 orang 01 X 02

x

meningkat tekanan darahnya diakibatkan oleh stress fisik dan psikososialpada saat peneliti melakukan survey awal.

b. Dari hasil wawancara peneliti pada 10 orang pasien tersebut belum pernah menggunakan

terapi meditasi untuk

mengatasi stress fisik dan psikososial.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian telah

dilaksanakan pada bulan

Desember 2015 - Januari 2016.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi Penelitian

Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2010). Populasi dalam hal ini adalah seluruh pasien rawat inap yang mengalami stress fisik dan psikososial di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam dalam hal ini diketahui jumlah populasi dalam 3 bulan terakhir adalah sebanyak 120 pasien rawat inap yang mengalami stress fisik dan psikososial.Maka jumlah rata-rata populasi perbulan adalah sebanyak 40 pasien.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Hidayat, 2011).

a. Tehnik Pengambillan Sampel Sampel dalam penelitian ini

menggunakan metode

nonprobability sampling

yaitu metode pengambilan

sampel dimana hanya

individu atau objek tertentu saja pada suatu populasi yang

dipilih menjadi

sampel.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu tehnik pengambilan sampel didasarkan pada

kriteria sampel yang

ditentukan oleh peneliti sendiri.

b. Besar Sampel

Besar sampel pada penelitian ini adalah 36 orang diperoleh dengan rumus :

= 1 + N(d)N =1 + 40 (0,05)40

n = 36,4 = dibulatkan menjadi 36 orang

Keterangan : N = Besar Populasi n = Besar Sampel d = Tingkat kepercayaan/ketepata n yang diinginkan (tingkat kepercayaan 95%). Karena keterbatasan

waktu peneliti dan

terbatasnya jumlah pasien rawat inap yang kooperatif

maka peneliti hanya

mendapatkan sampel

sebanyak 20 orang. c. Kriteria Sampel

Untuk membatasi

karakteristik dari sampel, dilakukan kriteria pemilihan yaitu kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.

1) Kriteria inklusi

Kriteria inklusi

merupakan persyaratan

umum yang harus

dipenuhi oleh subjek agar dapat diikutsertakan

ke dalam penelitian (Sastroasmoro, 2010).

Kriteria inklusi

penelitian ini adalah :

a) Bersedia menjadi

responden penelitian dan menandatangani inform concent (lampiran 2)yang diberikan.

b) Pasien rawat inap yang mengalami stress fisik dan psikososial di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam.

c) Pasien rawat inap yang kooperatif.

d) Pasien rawat inap yang sudah dirawat selama 3 hari.

2) Kriteria eksklusi

Kriteria eksklusi adalah

keadaan yang menyebabkan

subjek yang memenuhi kriteria inklusi tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian (Harun, 2010). Yang menjadi kriteria eksklusi penelitian ini adalah :

a) Pasien rawat inap yang tidak bersedia menjadi responden b) Pasien rawat inap

yang mempunyai

penyakit low back pain.

c) Pasien rawat inap

yang mengalami

sesak nafas.

D. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data primer

Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama, baik dari individu atau perseorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan

peneliti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan

tehnik kuesioner untuk

mendapatkan tingkat stress pada pasien sebelum dan sesudah dilakukan penelitian.

2. Data sekunder

Data sekunder sering disebut juga metode penggunaan bahan dokumen, karena dalam hal ini peneliti tidak secara langsung mengambil data sendiri tetapi meneliti dan memanfaatkan data atau dokumen yang dihasilkan oleh pihak-pihak lain. Data sekunder diperoleh dari rekam medis RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam berupa jumlah pasien yang mengalami stress fisik dan psikososial.

E. Variabel dan Definisi Operasional

1. Variabel adalah karakteristik yang diamati yang mempunyai variasi nilai dan merupakan operasionalisasi dari suatu konsep agar dapat diteliti secara

empiris atau ditentukan

tingkatannya (Setiadi, 2009). Jenis variabel dalam penelitian ini adalah :

a. Variabel Independen (bebas)

adalah variabel yang

nilainya menentukan

variabel lainnya (Nursalam, 2011). Variabel independen dalam penelitian ini adalah terapi meditasi.

b. Variabel Dependen (terikat)

adalah variabel yang

nilainya ditentukan oleh variabel lain (Nursalam, 2011). Variabel dependent dalam penelitian ini adalah penurunan stress fisik dan

psikososial pada pasien rawat inap yang kooperatif. 2. Defenisi Operasional adalah

suatu definisi yang diberikan kepada suatu variable dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Notoatmodjo, 2010).

F. Metode Pengukuran

1. Terapi Meditasi

Terapi Meditasi dilakukan di

ruangan yang

tenang.Pengukuran dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang dilakukan selama 10 menit, dengan menggunakan alat ukur checklist hasil yang diperoleh berupa data sebelum dan sesudah terapi meditasi.

2. Stress fisik dan psikososial pada pasien rawat inap yang kooperatif

Pengukuran stress

menggunakan skala holmes terdapat 36 butir berbagai pengalaman dalam kehidupan seseorang, yang masing-masing diberi skor. dan dari hasil penjumlahan tersebut dapat diketahui tingkat stres responden, yaitu :

a. Tidak ada gejala stress jika skor < 300

b. Stress ringan jika skor 300 – 400

c. Stress berat > 400.

H. Pengolahan Data

Data yang sudah dikumpul diolah dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Proses Editing

Dilakukan pengecekan data yang telah terkumpul, bila terdapat kesalahan dan

kekurangan dalam

pengumpulan data maka

diperbaiki dengan

memeriksa kembali dan dilakukan pendataan ulang. 2. Coding

Coding merupakan kegiatan pembagian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori.

3. Tabulating

Untuk memperoleh analisa data, pengolahan data serta pengambilan kesimpulan data dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi. 4. Cleaning

Apabila semua data dari setiap sumber data atau

responden selesai

dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat

kemungkinan –

kemungkinan adanya

kesalahan – kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan

sebagainya, kemudian

dilakukan pembenahan atau koreksi.

I. Analisa Data

Data yang terkumpul diolah secara manual dan dilanjutkan dengan computer, melalui tahapan editing, coding, entry data dan cleaning. Data dianalisis dengan komputer, jenis data yang dilakukan adalah :

1. Analisa univariat

Tujuan dari analisis univariat adalah untuk menjelaskan atau

mendiskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti secara sederhana yang meliputi umur, jenis kelamin, dan pekerjaan yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

2. Analisa bivariat

Analisis ini diperlukan untuk menjelaskan atau mengetahui apakah ada pengaruh atau perbedaan yang signifikan antar variabel independent dengan variabel dependent.Analisis bivariate dilakukan setelah karakteristik masing-masing variabel diketahui.Data dianalisis untuk perhitungan bivariate pada penelitian ini menggunakan paired

samplet-testdengan derajat kepercayaan sebesar 95%. Suatu variabel dikatakan berhubungan atau berpengaruh ketika nilai p ≤ α (0,05).Pembuktian ini dilakukan untuk membuktikan hipotesa pengaruh terapi meditasi terhadap penurunan stress fisik dan psikososial pada pasien rawat inap yang kooperatif di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Rumah Sakit Umum Deli Serdang Lubuk Pakam didirikan pada tahun 1958, pertama sebagai rumah sakit pembantu, pada tahun 1979 menjadi Rumah Sakit Umum Kelas D sesuai dengan SK Menteri Kesehatan RI. No. 51/Menkes/SK/II/1979, pada tahun 1987 menjadi Rumah Sakit Umum Kelas C sesuai dengan SK

Menteri Kesehatan RI. No.

303/Menkes/SK/IV/1987, tahun 2002 menjadi Lembaga Teknis Daerah

berbentuk Badan berdasarkan

Keputusan Bupati Deli Serdang No. 264 tanggal 01 Mei 2002, dan tahun 2008 menjadi Rumah Sakit Umum Kelas B Non Pendidikan sesuai dengan Keputusan Menkes RI. No. 405/Menkes/SK/IV/2008 tanggal 25 April 2008. Tahun 2011 lulus akreditasi 16 pelayanan. Rumah Sakit Umum Deli Serdang Lubuk Pakam

berada di kota Lubuk Pakam (Ibukota Kabupaten Deli Serdang) ± 29 km dari Kota Medan (Ibukota Propinsi Sumatera Utara). RSUD Deli Serdang mempunyai luas areal ± 2 Ha dengan luas bangunan ± 10.362 m2.

Instalasi Rawat Inap memiliki 186 tempat tidur dan terbagi dalam 14 ruang perawatan, 4 (dua) ruang perawatan VIP Anggrek atas, Anggrek bawah, Teratai atas dan Teratai bawah, 2 (dua) ruang perawatan anak dan bayi Kenanga dan Flamboyan, 2 (dua) ruang perawatan kelas I Dahlia dan Seroja, 2 (dua) ruang perawatan kelas II Mawar atas dan Mawar bawah, 1 (satu) ruang ICU, 1 (satu) ruang NICU dan 2 (dua) ruang perawatan kelas III Melur dan Melati.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 20 pasien rawat inap yang mengalami stress fisik dan psikososial di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Tahun 2016 mengenai pengaruh terapi meditasi terhadap penurunan stress fisik dan psikososial pada pasien rawat inap yang kooperatifmaka didapatkan hasil sebagai berikut :

1. Analisa Univariat

a. Karakteristik Responden

mayoritas kelompok umur responden adalah kelompok umur 30 - 39 tahun sebanyak 9 orang (45%), kelompok umur 20 – 29 tahun sebanyak 7 orang (35%) dan minoritas adalah kelompok umur 40 - 49 tahun sebanyak 4 orang (20%).

Berdasarkan jenis kelamin

mayoritas responden adalah

perempuan sebanyak 11 orang (55%), dan minoritas responden adalah perempuan sebanyak 9 orang (45%).

b. Stress Fisik Dan Psikososial

Dalam dokumen ISSN Volume.5 No.1 Maret - Mei 2016 (Halaman 89-94)