• Tidak ada hasil yang ditemukan

VIJAYA EKADAS

Dalam dokumen EKADASI hari Tuhan Sri Hari non picture (Halaman 40-43)

Maharaja Yudhisthira berkata, "O Tuhan Sri Krishna, O Putra Vasudeva yang agung mohon berkarunialah pada hamba dan uraikanlah tentang Ekadasi yang terjadi menjelang bulan mati pada bulan Phalguna (Feb-Mare-t)."

Tuhan Sri Krishna menjawab, "O Yudhisthira, O raja diraja, dengan senang hati Aku beritahukan tentang hari puasa yang agung ini padamu, hari puasa ini terkenal den- gan nama Vijaya Ekadasi, siapapun melaksanakan puasa ini akan mencapai sukses dalam hidup ini maupun hidup yang akan datang. Semua dosa-dosa orang yang melaksanakan puasa pada Ekadasi ini dan orang yang mendengarkan kemuliaan dan keagungan hari suci ini dihapuskan.

"Suatu hari resi Narada bertanya kepada Dewa Brahma, yang duduk di atas bunga padma mengenai Ekadasi ini. Narada berkata, O Dewa dari semua Dewa, mohon je-

laskan kepadaku tentang hasil yang diperoleh oleh orang yang melaksanakan puasa Eka- dasi ini.

Dewa Brahma menjawab, "Anakku sayang, hari puasa yang paling tua ini sangat suci dan menghapuskan dosa, Aku belum pernah memberitahukan kepada siapapun sampai hari ini tapi engkau dapat mengerti tanpa ada keraguan lagi, bahwa. Ekadasi ini sangat berkarunia yang ditunjukkan dari mana Vijaya (Vijaya berarti kemenangan)."

"Ketika Sri Rama menjalani masa pembuangannya selama 14 tahun. Bersama Devi Sita dan Laksmana, mereka hidup sebagai Mandikan (hidup mengembara di hutan) di hu- tan Pancawati. Sita diculik oleh Rahwana, dan Rama merasa bingung karena sedih. Se- waktu mencari Devi Sita yang tercinta, Beliau bertemu dengan Jatayu yang sedang sekarat dan kemudian Beliau membunuh musuh-Nya, Kabandha Jatayu bhakta yang agung itu kembali ke Vaikunta setelah memberitahukan Rama bahwa Devi Sita dilarikan oleh Rah- wana.

Kemudian Rama dan Sugriwa, raja kera menjalin persahabatan,1 mereka bersama- sama mengumpulkan bala tentara kera dan beruang dan mengutus Hanuman ke Sri Langka, dimana dia bisa menjumpai Devi Sita, di sebuah taman Asoka. Hanuman me- nyampaikan pesan Rama kepada Sita dan kembali dengan membawa pesan Sita untuk Sri Rama. Demikianlah pelayanan bhakti yang dilakukan Hanuman untuk Beliau.

Dengan bantuan Sugriwa, Sri Rama meneruskan perjalanan menuju Sri Langka. Setelah sampai di pesisir samudra bersama bala tentara kera. Beliau mengetahui, bahwa samudra itu sangat dalam. Dengan demikian Sri Rama bersabda kepada Laksmana, O Pu- tra Sumitra, apa yang sebaiknya kita lakukan untuk bisa menyeberangi lautan yang luas ini. Sebagai tempa tinggal Dewa Varuna? Aku lihat sangat sulit untuk menyeberanginya, ka- rena dihuni oleh ikan-ikan hiu dan ikan-ikan ganas lainnya.

Laksmana menjawab, O Personalitas yang paling baik, O yang merupakan sumber para Dewa, O Personalitas yang utama, Resi agung Bakadalbhya tinggal di sebuah pulau, sekitar 4 mil dari sini. O Raghava, beliau telah melihat banyak Brahma datang dan pergi, sangat tua umurnya dan sangat bijaksana marilah kita tanya kepada beliau agar kita dapat menyeberangi laut ini dan bagaimana kita dengan selamat mencapai tujuan kita. Dengan demikian Rama dan Laksmana menuju ke asrama yang sederhana milik Bakadalbhya Mu- ni yang tidak ada bandingannya itu. Setelah mendekati beliau itu adalah Vishnu yang ke dua. Namun Bakadalbhya bisa mengetahui, bahwa Sri Ramalah yang sebenarnya Persona- litas Tuhan Yang Maha Kuasa, yang dengan alasan Beliau tertentu muncul di bumi ini se- bagai manusia.

O Rama, Bakadalbhya berkata. O orang yang terbaik, mengapa Anda datang ke tempat yang hina ini?

Tuhan Yang Maha Kuasa menjawab. O Brahmana yang agung, Aku datang kemari ke pinggir samudera besar ini dengan bala perang kera dan beruang-beruang yang sangat besar. Agar dapat menyeberangi samudra ini dan menaklukkan Sri Langka beserta pe- merintahan raksasanya.

O resi yang paling agung, tolonglah Aku, bagaimana caranya menyeberangi samu- dra yang sangat luas ini. Itulah maksud kedatangan Ku pada anda hari ini .Sang resi ber- kata, O Tuhan Rama, hamba akan memberitahu Anda, satu puasa yang paling utama dari semua pelaksanaan puasa-puasa, dengan melaksanakannya, Anda akan pasti dapat me- naklukkan Ravana, dan selamanya akan dimuliakan. Silakan dengarkan dengan penuh perhatian.

Pada hari sebelum Ekadasi, siapkan jambangan air dari emas atau perunggu. Bah- kan tanah liat pun bisa dipakai, jika logam-logam tersebut tidak ada, isilah jambangan ter- sebut dengan air murni. kemudian hiaslah dengan indah memakai daun-daun mangga.

Tutuplah jambangan itu dan letakkanlah di dekat pelangkiran yang suci. di atas 7 macam biji-bijian (1 Jagung gembal. 2. gandum. 3. Padi atau beras. 4. Havermout, 5. Kacang ko- mak. 6. Kacang ucu. 7. Daal (kacang hijau)).2 Sesudah itu mandi pagi-pagilah. Anda hiasi tempat air tadi dengan kalungkan bunga dan "asaban" cendana, dan dilakukan tempat air tadi taruhlah jagung gembal, kelapa dan delima, Lalu dengan penuh cinta bhakti pujalah lingga tempat air tadi dan persembahkan kepada-Nya menyan, asaban, cendana, bunga, dupa, dan sepiring hidangan yang enak. Bergadanglah sepanjang malam di samping "payuk" yang suci ini. Di atas tutupnya yang sudah diisi jagung gembal, delima dan lain- lain. Stanakanlah Arca Sri Narayana yang terbuat dari emas dan keemasan.

Bila Ekadasi tiba, mandi pagilah Anda dan kemudian hiaslah lingga tadi dengan ka- lungan bunga dan asaban cendana, dipa, dan juga persembahkan beraneka ragam maka- nan, delima, kelapa, dihadapan lingga itu. Lalu terjagalah sepanjang malam.

Kemudian bila Dvadasi tiba, bawalah lingga tadi ke tepi sungai yang suci atau ke pantai, danau atau kolam. Setelah memujanya dengan semestinya, O raja diraja, persem- bahkanlah semua bahan-bahan yang tersebut di atas tadi pada seorang brahmana yang suci yang ahli dalam pengetahuan Veda. Jika Anda dan pemimpin tentara Anda melaksanakan Vijaya Ekadasi dengan cara ini. Anda pasti akan menang dalam segala bidang. Sri Rama- candra, Personalitas Tuhan Yang Maha Kuasa melakukan dengan tepat apa yang diin- truksikan oleh Bakadalbya Muni, dan dengan demikian Beliau menaklukkan semua ke- kuatan raksasa. Sama juga halnya bagi siapapun yang melaksanakan Vijaya Ekadasi den- gan cara ini selalu akan jaya di dunia material ini, dan sesudah meninggalkan dunia ini dia akan bertempat tinggal abadi di kerajaan Tuhan.

O Narada putraku, dari sejarah ini anda bisa mengerti mengapa seseorang harus melakukan puasa Ekadasi ini dengan semestinya. Mengikuti peraturan-peraturan dengan patuh. Puasa ini sangat ampuh untuk melebur reaksi semua dosa-dosanya, bahkan dosa yang paling keji pun. Sri Krishna mengakhiri ceritera Beliau, O Yudhisthira, seseorang yang membaca atau mendengarkan sejarah ini akan mendapatkan manfaat yang sama se- bagaimana yang diperoleh oleh orang yang melakukan Asvameda yajna.

Dengan demikian berakhirlah ceritera tentang kemulian dari Phalguna-Krishna Eka- dasi atau Vijaya Ekadasi, dari Skanda Purana

Catatan

1. Sugriva, adalah kera yang agung, putra dari dewa Indra dan Ahilya. Dia adalah istri dari Resi Gautama, satu dari tujuh resi yang muncul dari pikiran Dewa Brahma. Dewa Indra menyamar sebagai Resi Gautama dan memperkosa Ahilya, yang telah diberkahi bahwa dia tidak akan pernah berumur sampai enambelas tahun. Dia wanita yang cantik sekali di muka bumi, dan keduanya dewa matahari dan dewa Indra terpikat olehnya. Berturut-turut, Dewa Indra dan dewa matahari datang kepadanya dalam wujud Resi Gautama dan melakukan penyatuan dengannya, dan Sugriva dan Vali sebagai hasil penyatuan itu, berturut-turut. Pada awalnya Sugriva dan Vali seperti manusia, tapi ketika Gautama mengetahui istrinya tidak setia, dia dengan marah melemparkan kedua anak-anak itu ke dalam lautan, sambil berkata, “Jika kalian bukan pu- traku, berubahlah menjadi kera!” dengan demikian mereka berubah menjadi kera. Sugriva membantu ka- wannya Rama untuk menemukan Devi Sita, dan kembali Rama membantu Sugriva memperoleh kerajaan Kiskindha dari saudaranya Vali.

Memperhatikan posisi Resi Guatama yang memiliki istri yang cantik luar biasa, Canakya Pandita berkata,

rnakarta pita satruh mata ca vyabhicarini bharya rupavati satruh putra satruh kupanditah

Di dunia ini seorang memiliki empat musuh: seorang ayah yang menghidupi keluarga dengan hutang, ibu yang tidak suci/berperilaku seperti pelacur, istri yang sangat cantik, dan putra yang tidak tertarik dalam pengetahuan spiritual.” Seorang istri yang cantik adalah musuh karena banyak laki-laki lain akan tertarik kepadanya.

8

Dalam dokumen EKADASI hari Tuhan Sri Hari non picture (Halaman 40-43)