• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prevalensi Retinopati Hipertensi di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Agustus 2008 - Agustus 2010.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Prevalensi Retinopati Hipertensi di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Agustus 2008 - Agustus 2010."

Copied!
49
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang masalah prevalensi retinopati hipertensi di Indonesia, khususnya di RSUP H. Adam Malik Medan. Studi ini menekankan kurangnya data akurat mengenai retinopati hipertensi di Indonesia sebagai motivasi utama penelitian. Latar belakang ini memberikan konteks penting bagi mahasiswa untuk memahami signifikansi studi ini dalam konteks kesehatan masyarakat Indonesia dan kebutuhan riset lebih lanjut di bidang ini. Penelitian ini juga merumuskan masalah penelitian secara spesifik dan jelas, mendefinisikan tujuan umum dan tujuan khusus yang terukur dan tercapai, serta menjelaskan manfaat penelitian bagi berbagai pihak, termasuk rumah sakit, masyarakat, dan peneliti selanjutnya. Dari sudut pandang pendidikan, bagian ini mengajarkan pentingnya merumuskan masalah riset yang relevan dan membangun kerangka kerja penelitian yang terstruktur.

1.1. Latar Belakang

Sub-bab ini membahas prevalensi retinopati hipertensi secara global dan data dari studi-studi internasional. Data ini berfungsi sebagai titik perbandingan bagi hasil penelitian yang akan dilakukan. Mahasiswa diajarkan untuk memahami pentingnya kajian literatur dan bagaimana mengintegrasikan temuan dari studi-studi terdahulu ke dalam konteks penelitian mereka sendiri. Penjelasan mengenai komplikasi retinopati hipertensi dan panduan penanganan yang agresif dari JNC dan British Society of Hypertension menggarisbawahi urgensi penelitian ini dan pentingnya deteksi dini serta manajemen yang tepat. Hal ini memperkuat landasan teoritis penelitian dan memberikan konteks medis yang mendalam.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian diformulasikan secara singkat dan tepat, yaitu untuk mengetahui prevalensi retinopati hipertensi di RSUP H. Adam Malik Medan. Ini mengajarkan mahasiswa pentingnya merumuskan pertanyaan riset yang fokus dan terarah, sehingga memudahkan dalam pengumpulan dan analisis data. Rumusan masalah yang baik memastikan fokus penelitian dan menghindari penyimpangan dari tujuan utama.

1.3. Tujuan Penelitian

Bagian ini menjabarkan tujuan umum dan tujuan khusus penelitian. Tujuan umum yaitu untuk mengetahui prevalensi retinopati hipertensi di RSUP H. Adam Malik, sementara tujuan khusus menekankan aspek-aspek spesifik yang ingin dikaji, seperti prevalensi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan derajat hipertensi. Mahasiswa belajar untuk mendefinisikan tujuan penelitian yang terukur dan dapat dievaluasi, yang merupakan elemen penting dalam metodologi penelitian. Tujuan yang jelas memastikan penelitian terarah dan terstruktur.

1.4. Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan manfaat penelitian bagi berbagai pihak, termasuk RSUP H. Adam Malik, masyarakat, dan peneliti selanjutnya. Ini mengajarkan mahasiswa untuk mempertimbangkan implikasi praktis dan kontribusi penelitian mereka terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan layanan kesehatan. Manfaat penelitian yang teridentifikasi secara jelas menunjukkan relevansi dan dampak potensial dari studi ini terhadap berbagai pemangku kepentingan.

II. Tinjauan Pustaka

Bab ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk penelitian. Kajian literatur mencakup definisi, epidemiologi, etiologi, klasifikasi, patofisiologi, komplikasi, dan penatalaksanaan hipertensi serta retinopati hipertensi. Mahasiswa diajarkan bagaimana melakukan review literatur yang komprehensif dan kritis, memilih sumber yang kredibel, dan menyintesis informasi dari berbagai sumber untuk membangun argumen yang koheren dan mendukung penelitian. Bagian ini juga menjelaskan konsep-konsep kunci seperti JNC VII klasifikasi tekanan darah dan berbagai klasifikasi retinopati hipertensi, memperkaya pemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep medis yang relevan.

2.1. Hipertensi

Sub bab ini menjelaskan secara detail tentang hipertensi, meliputi definisi, epidemiologi di Indonesia dan dunia, etiologi, klasifikasi berdasarkan JNC VII, patofisiologi, komplikasi, dan penatalaksanaan. Mahasiswa dapat memahami konsep hipertensi secara komprehensif, termasuk faktor risiko, mekanisme penyakit, dan strategi pengobatan. Penggunaan tabel dan grafik dapat meningkatkan pemahaman visual mahasiswa tentang klasifikasi hipertensi dan komplikasinya.

2.2. Retina

Bagian ini membahas anatomi dan fisiologi retina secara rinci. Penjelasan tentang struktur mikroskopis retina, lapisan-lapisannya, dan suplai darahnya memberikan konteks penting bagi pemahaman patofisiologi retinopati hipertensi. Mahasiswa diajarkan konsep dasar anatomi dan fisiologi mata sebagai dasar untuk memahami mekanisme penyakit.

2.3. Retinopati Hipertensi

Sub bab ini membahas retinopati hipertensi secara mendalam. Definisi, epidemiologi, klasifikasi (termasuk klasifikasi Keith et al dan modifikasi Scheie), patofisiologi, diagnosis, penatalaksanaan, dan komplikasi dijelaskan secara rinci. Mahasiswa memahami berbagai aspek retinopati hipertensi, mulai dari mekanisme terjadinya hingga strategi pengobatan dan komplikasi yang mungkin terjadi. Penggunaan tabel dan gambar dapat membantu mahasiswa memahami klasifikasi dan manifestasi klinis retinopati hipertensi.

III. Kerangka Konsep dan Definisi Operasional

Bab ini menjelaskan kerangka konseptual penelitian dan definisi operasional variabel yang digunakan. Bagian ini mengajarkan mahasiswa untuk memvisualisasikan hubungan antara variabel-variabel penelitian dan mendefinisikan variabel secara jelas dan operasional, sehingga pengumpulan dan analisis data dapat dilakukan secara konsisten dan objektif. Diagram kerangka konsep dan tabel definisi operasional membantu mahasiswa memahami bagaimana variabel-variabel tersebut saling berkaitan dan bagaimana data akan dikumpulkan dan diukur.

3.1. Kerangka Konsep Penelitian

Bagian ini menyajikan diagram kerangka konsep yang menggambarkan hubungan antara variabel independen (usia, jenis kelamin, derajat hipertensi) dan variabel dependen (prevalensi retinopati hipertensi). Mahasiswa belajar untuk memvisualisasikan bagaimana variabel-variabel tersebut dihipotesiskan saling berkaitan, yang merupakan langkah penting dalam perencanaan penelitian.

3.2. Definisi Operasional

Sub-bab ini memberikan definisi operasional yang jelas untuk setiap variabel yang digunakan dalam penelitian. Ini memastikan bahwa semua peneliti memahami arti dari setiap variabel dan bagaimana variabel tersebut akan diukur. Definisi operasional yang jelas dan konsisten sangat penting untuk menjaga validitas dan reliabilitas penelitian.

IV. Metode Penelitian

Bab ini menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan, termasuk desain penelitian (cross-sectional), lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel (total sampling), metode pengumpulan data (data sekunder dari rekam medis), dan metode analisis data (deskriptif menggunakan SPSS). Mahasiswa belajar tentang berbagai metode penelitian dan bagaimana memilih metode yang tepat sesuai dengan tujuan dan desain penelitian. Penjelasan yang rinci tentang metodologi penelitian memastikan transparansi dan reproduksibilitas studi.

4.1. Rancangan Penelitian

Desain penelitian cross-sectional dijelaskan secara rinci, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Mahasiswa memahami konsep desain penelitian dan bagaimana desain ini sesuai dengan tujuan penelitian. Penjelasan ini penting untuk memastikan pemahaman yang tepat tentang metode penelitian yang digunakan.

4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan lokasi dan waktu penelitian secara spesifik. Ini memastikan bahwa lokasi dan waktu penelitian sesuai dengan tujuan penelitian dan memberikan konteks geografis dan temporal untuk studi ini.

4.3. Populasi dan Sampel Penelitian

Bagian ini menjelaskan populasi dan sampel penelitian, termasuk kriteria inklusi dan eksklusi. Metode total sampling dijelaskan, dan alasan pemilihan metode ini dijelaskan secara rinci. Mahasiswa belajar bagaimana menentukan populasi dan sampel yang representatif dan bagaimana memilih metode sampling yang tepat.

4.4. Metode Pengumpulan Data

Sub-bab ini menjelaskan bagaimana data dikumpulkan, yaitu menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien di RSUP H. Adam Malik. Ini penting untuk memastikan bahwa data dikumpulkan secara sistematis dan reliabel.

4.5. Metode Analisis Data

Bagian ini menjelaskan metode analisis data yang digunakan, yaitu analisis deskriptif menggunakan SPSS. Mahasiswa belajar bagaimana menganalisis data secara deskriptif dan menyajikan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik.

V. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini menyajikan hasil penelitian secara deskriptif, termasuk karakteristik sampel (berdasarkan jenis kelamin dan usia), dan prevalensi retinopati hipertensi. Hasil penelitian diinterpretasikan dan didiskusikan dalam konteks tinjauan pustaka. Mahasiswa belajar bagaimana menyajikan hasil penelitian secara sistematis dan bagaimana menginterpretasikan hasil penelitian dalam konteks teori yang relevan. Pembahasan juga memberikan analisis kritis terhadap temuan penelitian dan membandingkannya dengan studi-studi terdahulu.

5.1. Hasil Penelitian

Sub-bab ini menyajikan hasil penelitian secara ringkas dan jelas, termasuk deskripsi lokasi penelitian, karakteristik sampel (jenis kelamin dan usia), dan prevalensi retinopati hipertensi. Penggunaan tabel dan grafik yang tepat sangat penting untuk menyajikan data secara efektif dan mudah dipahami. Mahasiswa belajar tentang berbagai cara untuk menyajikan data secara visual dan bagaimana memilih cara presentasi data yang paling efektif.

5.2. Pembahasan

Bagian ini menginterpretasikan dan mendiskusikan hasil penelitian dalam konteks literatur yang telah dikaji sebelumnya. Perbandingan dengan studi-studi sebelumnya, keterbatasan penelitian, dan implikasi dari temuan penelitian dibahas secara rinci. Mahasiswa belajar bagaimana menganalisis hasil penelitian secara kritis, mengidentifikasi keterbatasan penelitian, dan menarik kesimpulan yang valid berdasarkan data yang tersedia.

VI. Kesimpulan dan Saran

Bab ini merangkum temuan utama penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya dan implikasi praktis bagi pengelolaan retinopati hipertensi. Mahasiswa belajar bagaimana menarik kesimpulan yang valid berdasarkan hasil penelitian dan bagaimana memberikan saran yang relevan dan berguna bagi praktisi dan peneliti selanjutnya. Saran yang diberikan harus spesifik dan terarah, sehingga dapat diimplementasikan secara praktis.

6.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang ringkas dan jelas dari temuan utama penelitian. Ini merupakan rangkuman dari seluruh analisis dan interpretasi data yang telah dilakukan. Mahasiswa belajar untuk merangkum hasil penelitian mereka dengan singkat dan tepat, menekankan pada temuan yang paling signifikan.

6.2. Saran

Saran yang diberikan berdasarkan temuan penelitian, termasuk saran untuk penelitian selanjutnya dan implikasi praktis bagi rumah sakit dan masyarakat. Saran ini harus spesifik, terukur, dan terarah, sehingga dapat diimplementasikan secara efektif. Mahasiswa belajar tentang pentingnya memberikan saran yang relevan dan berguna.

VII.Daftar Pustaka

Daftar pustaka yang lengkap dan sesuai dengan pedoman penulisan ilmiah. Ini menunjukkan kredibilitas penelitian dan kualitas kajian literatur yang telah dilakukan. Mahasiswa belajar tentang pentingnya sitasi dan referensi yang tepat dalam penulisan ilmiah.

VIII.Lampiran

Lampiran-lampiran yang mendukung penelitian, termasuk surat izin penelitian, data mentah, dan hasil analisis statistik. Ini memberikan transparansi dan memungkinkan verifikasi data dan metode penelitian.

Gambar

Tabel 2.1. Klasifikasi tekanan darah menurut JNC VII. Klasifikasi tekanan Tekanan darah  Tekanan darah diastolik
Tabel 2.2. Komplikasi Hipertensi  Sistem organ Komplikasi
Tabel 2.5. Klasifikasi dari retinopati hipertensi berdasarkan data populasi oleh New England Journal of Medicine 2004    Retinopati Deskripsi Asosiasi sistemik
Tabel 3.1. Variabel, Definisi Operasional, Alat Ukur, Hasil Ukur, dan Skala Ukur
+3

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik retinopati hipertensi di RSUP H.Adam Malik medan periode Januari-Desember 2012.Penelitian ini adalah suatu

Kelainan retina yang sering menyebabkan kebutaan antara lain adalah.. retinopati diabetik (hampir 80 % dari seluruh kelainan retina adalah

Dengan penelitian ini dapat diketahui angka karakteristik retinopati hipertensi di RSUP H.Adam Malik Medan periode Januari-Desember 2012 sehingga diharapkan dapat menjadi salah

Oleh karena tanda-tanda retinopati ini dapat dipakai untuk memprediksi mortalitas pada pasien hipertensi, hal tersebut menjadi latar belakang peneliti untuk

Hipertensi atau tekanan darah tinggi memberikan kelainan pada retina berupa retinopati hipertensi, dengan arteri yang besarnya tidak teratur, eksudat pada retina, edema

Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah komplikasi intratemporal, dimana yang terbanyak adalah mastoiditis, kemudian diikuti dengan komplikasi intrakranial,

- Pasien poli mata sub divisi retina dengan gejala dan tanda yang mengarah pada retinopati hipertensi, walaupun pasien tidak mengetahui bahwa ia menderita hipertensi dan

- Pasien poli mata sub divisi retina dengan gejala dan tanda yang mengarah pada retinopati hipertensi, walaupun pasien tidak mengetahui bahwa ia menderita hipertensi dan