• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemodelan Produksi Kedelai Nasional Dengan Metode SUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemodelan Produksi Kedelai Nasional Dengan Metode SUR"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel I/O BPS tahun 1980, 1985,
Tabel 2 Gambaran peubah amatan dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2004
Gambar 1 Perkembangan total produksi, total impor, dan total
Gambar 2 Plot Q-Q galat model produksi.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peningkatan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 179 hektar (23,31 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 1,35 kuintal/hektar (9,19

 Pada tahun 2015, produksi kedelai (Angka Ramalan I) diperkirakan akan meningkat menjadi 11.101 ton biji kering atau mengalami kenaikan sebesar 4.301 ton (63,25 persen),

Kenaikan produksi tersebut terjadi karena adanya peningkatan luas panen seluas 171 hektar (13,68%), demikian juga dengan produktivitas yang mengalami kenaikan sebesar

Peningkatan produksi tahun 2015 diperkirakan terjadi karena adanya kenaikan luas panen sebesar 71 hektar (7,16 persen), sedangkan produktivitas diperkirakan akan turun

Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan produktivitas sebesar 0,71 kuintal/hektar (1,42 persen) dan peningkatan luas panen sebesar 9.824 hektar

Penurunan produksi disebabkan berkurangnya luas panen seluas 3 hektar (-17,65 persen), meskipun produktivitas mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,12 kuintal/hektar

Penurunan produksi kedelai di Bali ini diperkirakan karena adanya penurunan luas panen sebesar 242 hektar (4,52 persen) sebagai akibat penurunan luas tanam dan pengalihan

 ATAP 2014, produksi Jagung Sulawesi Selatan pada tahun 2014sebanyak 1,49 juta ton pipilan kering, yang diperoleh dari luas panen 289,74 ribu hektar dan tingkat produktivitas