• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Job Insecurity dan Kinerja Terhadap Turnover Intention Pada Perusahaan Umum Perumahaan Nasional Regional I Helvetia Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Job Insecurity dan Kinerja Terhadap Turnover Intention Pada Perusahaan Umum Perumahaan Nasional Regional I Helvetia Medan"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Manajemen
  • Topik: Pengaruh Job Insecurity dan Kinerja Terhadap Turnover Intention Pada Perusahaan Umum Perumahaan Nasional Regional I Helvetia Medan
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Medan

I. Pendahuluan

Artikel ini membahas pengaruh job insecurity dan kinerja terhadap turnover intention di Perusahaan Umum Perumahan Nasional Regional I Helvetia Medan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana ketidakamanan pekerjaan dan kinerja karyawan dapat mempengaruhi niat karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Dengan memahami faktor-faktor ini, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan retensi karyawan dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

II. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka mencakup teori-teori terkait job insecurity, kinerja, dan turnover intention. Job insecurity didefinisikan sebagai kekhawatiran karyawan terhadap keberlanjutan pekerjaan mereka, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis dan kinerja mereka. Kinerja karyawan, yang diukur berdasarkan kualitas dan kuantitas hasil kerja, berperan penting dalam menentukan apakah seorang karyawan merasa puas dan berkomitmen terhadap perusahaan. Terakhir, turnover intention adalah kecenderungan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan mereka, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kepuasan kerja dan hubungan dengan manajemen.

III. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan Perum Perumnas Regional I Helvetia Medan. Populasi penelitian terdiri dari seluruh karyawan, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen penelitian dapat diandalkan.

IV. Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara job insecurity dan kinerja terhadap turnover intention. Karyawan yang merasa tidak aman dalam pekerjaan mereka cenderung memiliki niat yang lebih tinggi untuk meninggalkan perusahaan. Selain itu, kinerja yang baik berkontribusi pada penurunan turnover intention, menunjukkan bahwa karyawan yang merasa puas dengan kinerja mereka lebih cenderung untuk tetap bekerja. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi manajemen dalam merancang strategi untuk meningkatkan kepuasan dan retensi karyawan.

V. Pembahasan

Pembahasan mencakup interpretasi hasil penelitian dalam konteks teori yang ada. Job insecurity dapat menyebabkan stres dan ketidakpuasan, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja karyawan. Kinerja yang baik tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga dapat mengurangi turnover intention. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung untuk menjaga karyawan tetap termotivasi dan berkomitmen.

VI. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa job insecurity dan kinerja memiliki dampak yang signifikan terhadap turnover intention. Perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor ini untuk meningkatkan retensi karyawan. Dengan mengurangi ketidakamanan kerja dan meningkatkan kinerja, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih stabil dan produktif. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi turnover intention.

Gambar

Tabel 3.1 Defenisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel
Tabel 3.2 Instrumen Skala
Tabel 3.3 Item-Total Statistics
Tabel 3.4 Uji Pernyataan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Turnover intention merupakan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan dengan tujuan mencari pekerjaan yang lebih baik. Agar perusahaan dapat mengurangi turnover

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa turnover intention merupakan niat atau keinginan karyawan untuk meninggalkan organisasi atau pindah kerja ke perusahaan lain baik

akan menurunkan turnover intention karyawan. Artinya, semakin meningkat persepsi dukungan organisasi maka akan menurunkan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. 2)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa turnover intention merupakan niat atau keinginan karyawan untuk meninggalkan organisasi atau pindah kerja ke perusahaan lain baik

positif dan signifikan terhadap turnover intention artinya job insecurity memberikan dampak terhadap turnover intention karyawan, dimana meningkatnya kekhawatiran

Kepuasan Kompensasi Terhadap Turnover Intention serta Dampaknya pada Kinerja Karyawan (Studi pada PDAM Kabupaten Semarang) adalah hasil.. tulisan saya

Gejala yang dapat ditinjau pada karyawan yang memiliki intensi turnover adalah keinginan berpindah kerja, mencari lowongan kerja yang baru, tidak dapat berprestasi secara maksimal dalam

H2: Job stress berpengaruh positif terhadap turnover intention Menurut Mangkunegara 2009, kepuasan kerja merupakan suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri karyawan