Diajukan Sebagai Bukti Telah Melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Oleh:
MARCELYNA
NIM : 41809231
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI HUMAS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG
vii
KATA PENGANTAR... ii
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR GAMBAR... x
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Perusahaan PT. PLN (Persero) DJBB... 1
1.2 Visi dan Misi PT.PLN (Persero) DJBB ... 5
1.2.1 Visi PT.PLN (Persero) DJBB ... 5
1.2.2 Misi Hotel Jayakarta ... 8
1.3 Filosofi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten ... .8
1.3.1 Filosofi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Baratdan Banten…….8
1.3.2 Tujuan Perusahaan………....8
1.4 Gambar dan Arti Lambang PT. PLN (Persero)………10
1.4.1 Lambang Perusahaan………..10
1.4.2 Arti Lambang dan Warna PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten……...12
viii
1.7 Sarana dan Prasarana PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten... 22
1.8 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan...27
1.8.1 Lokasi Pelaksanaan PKL...27
1.8.2 Waktu Pelaksanaan PKL...27
BAB II PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN 2.1 Kegiatan Selama Praktek Kerja Lapangan...28
2.2 Deskripsi Kegiatan Rutin Selama Praktek Kerja Lapangan...54
2.2.1 Membaca Berita………..55
2.2.2 Memilih dan Menggunting Berita (kliping)…...55
2.2.3 Mengelola Guntingan Berita………....58
2.3 Deskripsi Kegiatan Insidentil Selama Praktek Kerja Lapangan...62
2.3.1 Coffee Morning...63
2.3.2 Silaturahmi dan Buka Bersama PT.PLN DJBB bersama Kaum dhuafa...65
2.4 Deskripsi Keilmuan Humas...66
2.4.1 SejarahPublic Relations...66
2.4.2 Ruang Lingkup Public Relations...69
2.4.3 Fungsi Public Relations...72
ix
3.2 Saran... 79
81
Sumber Buku
Ardianto, Elvinaro.
2002. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Rosda.
Ardianto, M. Si., Drs. Elvinaro, dkk, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, 2007, Simbiosa Rekatama Media, Bandung.
Cutlip, Scott M. Center.Allen H;Broom,Glen M.
2000.Effective Public Relations. New Jersey:Prentice Hall International.
Mulyana, Deddy, 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Edisi Revisi. Bandung: PT RemajaRosda Karya.
Sumber Lain
ii
Puji dan syukur penulis panjatkan ke khadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini sebagaimana mestinya. Laporan ini berisi kegiatan yang penulis lakukan saat melakukan Praktek Kerja Lapangan di Kantor PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten. Dalam mengerjakan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini tidak sedikit penulis menghadapi kesulitan serta hambatan baik teknis maupun non teknis. Namun atas izin Tuhan YME, juga berkat usaha, doa, semangat, bantuan, bimbingan serta dukungan yang penulis terima baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini.
Penulis mengucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada kedua orang tua tercinta yang selalu memberikan rasa kasih sayangnya dan semangat pada penulis dan juga memberikan doa serta dukungan moril maupun materi.
iii
dan memberikan pengesahan pada laporan ini.
2. Yth. Bapak Manap Solihat, M.Si selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dan Public Relations FISIP UNIKOM sekaligus sebagai Dosen Wali IK-6 2009 yang telah banyak memberikan pengetahuan dan berbagi ilmu serta wawasan selama penulis melakukan perkuliahan serta memberikan pengesahan PKL.
3. Yth. Ibu Melly Maulin P, S.Sos., M.Si., selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi yang senantiasa memberikan pengetahuan dan berbagi ilmu serta wawasan selama penulis melakukan perkuliahan. 4. Yth. Bapak Adiyana Slamet., S.IP., M.Si.,selaku Dosen Pembimbing
Laporan Praktek Kerja Lapangan yang senantiasa memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi kepada penulis selama melaksanakan bimbingan Praktek Kerja Lapangan.
5. Yth. Bapak Sangra Juliano P., S.I.Kom., selaku Dosen Pembina Kemahasiswaan yang telah banyak memberikan pengetahuan dan berbagi ilmu serta wawasan selama penulis melakukan perkuliahan.
iv perkuliahan berlangsung.
7. Yth. Ibu Astri Ikawati, A.Md,selaku Sekretariat Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah banyak membantu dalam mengurus surat perizinan yang berkaitan dengan kerja praktek yang penulis laksanakan. 8. Yth. Bapak Adang Djakarsih (Deputi Humas) yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan serta bimbingan selama Praktek Kerja Lapangan di Kantor PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten.
9. Yth. Ibu Yayuk Wienyanti, Bapak Abo, Bapak Ahmed selaku pembimbing di Kantor PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten selama penulis melakukan Praktek Kerja Lapangan yang telah memberikan bimbingan, dukungan, serta dorongan kepada penulis sehingga penulis dapat belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu dalam dunia kerja, serta penulis dapat menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan dengan baik. 10. Seluruh keluargaku, yang telah memberikan dukungan doa dan
semangat.
v
meraih harapan dan cita-cita kita. Terus maju pantang mundur ayo IK Humas 3.
13. Teman-Teman Seperjuangan Angkatan 2009 IK Humas 1, IK Humas 2, IK Jurnal 1, & IK Jurnal 2 Ayo semangat…teruskan langkah kita meraih harapan dan cita-cita kita. Terima kasih semuanya. 14. Dan semua pihak, yang telah membantu yang tidak bisa disebutkan
satu per satu, terima kasih atas doa dan dukungannya.
Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu penulis pada pelaksanaan PKL, sampai penulisan dan penyusunan laporan. Semoga dibalas setimpal dari Tuhan YME, dan dapat memberikan manfaat yang berarti. Akhir kata, penulis berharap semoga Laporan Praktek Kerja Lapangan ini dapat berguna dimasa yang akan datang. Amin.
Syalom.
Bandung, Januari 2013 Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Sejarah Perusahaan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
Kehidupan manusia dari dahulu hingga sekarang selalu dikelilingi dengan
energi. Hingga hukum kekekalan energi yang berbunyi, “Energi tidak bisa
dimusnahkan, akan tetapi energi bisa dirubah dari energi satu ke energi lainnya”.
Sehingga hidup ditengah tengah berbagai energi, yang tentu saja kita semua
tergantung terhadapnya sudah menjadi ketergantungan yang tidak mungkin dilepas.
Ketergantungan tersebut menjadikan energi yang dibutuhkan manusia sebagai
komoditi yang sangat penting dan dapat menguntungkan smua pihak. Dalam hal ini
lahirlah berbagai industri yang bergerak dalam bidang energy. Salah satu indusri
energy yang terkenal di Indonesia adalah PT. PLN Persero. Perusahaan Listrik
Negara atau biasa disebut PLN, merupakan industry energy yang merupakan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memonopoli penyebaran energy listrik
dinegara Indonesia.
PLN memiliki sejarah panjang dalam industri ketenagalistrikan di Indonesia.
Sebagai satu-satunya perusahaan penyedia listrik di tanah air, PLN berusaha untuk
terus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh komponenmasyarakat Indonesia.
Industri energy ketenagalistrikan memegang peranan penting dalam struktur
pada abaad 19, saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang
pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.
Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan
Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara
Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada
Agustus 1945, selanjutnya sejak pengalihan tersebut, pada 1 Januari 1961,
Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum
Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang
dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan
negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik
milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas
diresmikan.
Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status
Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum
Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan
(PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.Seiring
dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor
swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994
status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan
umum hingga sekarang, sejak ditetapkannya UU No.30/ 2009 tentang UU
Ketenagalistrikan, pemerintah memberikan keluasan kesempatan bagi pemerintah
daerah, selain perusahaan swasta untuk ikut berperan dalam memberikan supply
listrik bagi masyarakat Indonesia.
Secara khusus begitu pula halnya yang terjadi di Jawa Barat, dalam
perjalannanya di kota Kembang ini, PLN memiliki sejarah yang tidak jauh
berbeda. Berdiri hingga sekarang, PLN Jawa Barat berteduh di atap bangunan tua
tepatnya sbelah sungai Cikapundung disamping Gedung Merdeka Jl.
Asia-Afrika.
Gedung lawas yang kini dicat abu-abu telah menjadi saksi bisu berdiri dan
berkembangnya PLN di bumi Parahiangan ini sejak baheula. Sejak tahun 1905,
berdiri perusahaan yang mengelola penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan
publik.Nama perusahaan ituBandung sche Electriciteit Maat schaappij(BEM).
Sejarah berjalan, BEM pada tanggal 1 Januari 1920 berubah menjadi
Perusahaan Perseroan menjadi Gemeenschapplijk Electriciteit Bedrijf Voor
Bandoeng (GEBEO) yang pendiriannya dikukuhkan melalui akte notaris Mr.
Andriaan Hendrik Van Ophuisen dengan Nomor: 213 pada tanggal 31 Desember
1949. Dalam masa pemerintahan Jepang, pendistribusian listrik beralih. Yaitu
dalam rentang tahun 1942-45, dialihkan menjadi Djawa DenkiDjigyo Sha
Bandoeng Shi Sha dengan wilayah kerja di seluruh Pulau Jawa. Kemudian
operasional, pengelolaan serta penyebaran listrik di Tanah Air ditangani langsung
olehnya. Pada 27 Desember 1957, GEBEO diambil alih oleh Pemerintah
Indonesia yang kemudian dikukuhkan lewat Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun
1958 j.o. Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1959.
Selanjutnya, di tahun 1961 melalui Peraturan Pemerintah No. 67 dibentuk
Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN) sebagai wadah
kesatuan pimpinan PLN. Sejalan dengan itu, PLN Bandung pun berubah menjadi
PLN Exploitasi XI sebagai kesatuan BPU-PLN di Jawa Barat, di luar DKI Jaya dan
Tangerang.
Pada tahun 1970-an dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1972
tentang Perusahaan Umum Listrik Negara yang menyebutkan status PLN
menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara. Kemudian, berdasarkan Pengumuman
PLN Exploitasi XI No. 05/DIII/Sek/1975 tanggal 14 Juli 1975, PLN Exploitasi XI
diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara Distribusi Jawa Barat.
Memasuki era 1990-an, dengan adanya Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 23 Tahun 1994 pada tanggal 16 Juni 1994, Perusahaan Umum
Listrik Negara Distribusi Jawa Barat diubah lagi menjadi Perusahaan Perseroan
(Persero) dengan nama PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat sejak tanggal 30
Juli 1994.
Untuk memenuhi tuntutan perubahan dan perkembangan kelistrikan yang dari
Direksi PT PLN (Persero) No.28.K/010/DIR/2001 tanggal 20 Februari 2001 yang
menjadi landasan hukum perubahan nama PT PLN (Persero) Distribusi Jabar
menjadi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Barat.
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 120.K/010/DIR/2002 tanggal 27
Agustus 2002, PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Barat berubah
lagi namanya menjadi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten,
dimana wilayah kerjanya meliputi Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Banten, hingga
saat ini. Sehingga kita smua mengenal PLN Jawa Barat dikenal dengan nama
PLN Jawa Barat dan Banten, atau biasa disebut PLN DJBB. Sebagai perusahaan
yang bercita-cita menjadi perusahaan world sevice class, PLN DJBB tentu saja
memiliki visi dan misi yang jelas. Dapat diuraikan sebagai berikut.
1.2. Visi dan Misi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
1.2.1 Visi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
Visi dari PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten adalah
: “Diakui sebagai Perusahaan kelas Dunia yang bertumbuh kembang,
Unggul dan Terpecaya dengan bertumpu pada Potensi Insani”.
Penjabaran dari visi PT. PLN (Persero) DJBB adalah sebagai
A. Diakui
Mencerminkan cita-cita untuk meraih pengakuan dari pihak luar
Yang menunjukkan bahwa PLN pantas dipandang sebagai
Perusahaan Kelas dunia.
B. Kelas Dunia
a. Menunjukkan kinerja yang melebihi ekspektasi pihak-pihak
yang berkepentingan.
b. Memberi layanan yang mudah, terpadu, dan tuntas dalam
berbagai masalah kelistrikan.
c. Menjalin hubungan kemitraan yang akrab dan setara dengan
pelanggan serta mitra usaha Nasional dan Internasional.
d. Bekerja dengan pola pikir prima (Mindset of Excellence).
e. Diakui oleh pelanggan dan mitra kerja sebagai perusahaan
yang mampu memenuhi standar mutakhir dan paling baik.
C. Bertumbuh-kembang
a. Antisipatif terhadap perkembangan lingkungan usaha dan
selalu siap menghadapi setiap tantangan.
b. Secara konsisten menunjukkan kinerja yang lebih baik.
D. Unggul
a. Menjadi yang terbaik dalam bisnis kelistrikan dan memenuhi
b. Memposisikan diri sebagai perusahaan yang terkemuka dalam
percauran bisnis kelistrikan dunia.
c. Mengelola usaha dengan mengedepankan pemberdayaan potensi
insane secara maksimal.
d. Menigkatkan kualitas proses, system, produk, dan pelayanan
secara berkesinambungan.
E. Terpecaya
a. Memegang teguh etika bisnis yang tertinggi.
b. Menghasilkan kinerja yang terbaik secara konsisten.
c. Menjadi perusahaan pilihan.
F. Potensi Insani
a. Keberhasilan perusahaan lebih ditentukan oleh kesadaran
anggota perusahaan untuk memunculkan seluruh potensi
mereka dalam wujud wawasan aspiratif dan etikal, rasa
kompeten, motivasi kerja, semangat belajar inovatif dan
semangat bekerja sama.
b. Potensi insane yang diperkaya dengan kompetensi yang terbentuk
dari pengetahuan substansial, pengetahuan kontekstual,
1.2.2 Misi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
Adapun misi dari PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten adalah:
a. Melakukan bisnis kelistrikan dan bidang usaha terkait yang
berorientasi kepada kepuasan pelanggan, karyawan dan pemegang
saham.
b. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk menigkatkan kualitas
kehidupan manusia.
c. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
1.3 Filosofi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
1.3.1 Filosofi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
Filosofi adalah landasan utama sebagai keyakinan untuk mewujudkan misi
dan visi perusahaan, landasan filosofi PT. PLN (Persero) DJBB “mempunyai
komitmen yang tinggi terhadap kepentingan pelanggan dan menjadikan sumber
daya manusia sebagai sumber daya penting perusahaan”.
1.3.2 Tujuan Perusahaan
Tujuan PT. PLN (Persero) DJBB dalam melakukan restrukturisasi ini
adalah pertama untuk meningkatkan efisiensi dan kedua kepuasan pelanggan
menigkat dapat diuraikan untuk jangka pendek, menegah dan jangka panjang,
A. Jangka Pendek
a. Mempercepat pemulihan kesehatan keuangan.
b. Membentuk Unit Pelayanan Pelanggan (UPP) sebanyak 76
Unit migrasi dari rating/ rayon yang ada, dan sebagai pilot
proyek ditetapkan 2 unit yaitu UPP Bandung Timur dan UPP
Padalarang.
c. Membentuk unit Pelayanan Jaringan (UPJ) sebanyak 15 unit
migrasi dari wie Cabang (bag. Distribusi dan bag. Konstruksi).
d. Pilot proyek dalam mendirikan UPP dan UPJ yaitu Cabang
Bandung, Cabang Majalaya, Cabang Cimahi (BMC) koordinasi
oleh tim BMC.
e. Menyiapkan 1 unit Arena Bandung Raya, Bandung Baleendah,
Cimahi dan Sumedang.
f. Menyiapkan PT PLN (Persero) DJBB menjadi UBD dengan
organisai yang baru, rangkaian ulang bisnis, Proses mekanisme
niaga persiapan SDM dan IT.
B. Jangka Menengah
a. Meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan.
b. Melaksanakan proses transformasi organisasi melalui
pembentukan 1 area yang membawahi UPJ-UPJ se-Bandung
c. Menyiapkan UPP baru sesuai dengan perkembangan yang ada.
d. Menyiapkan 4 area lainnya yaitu Bogor, Karawang / bekasi,
Cirebon dan Banten.
e. Memperdayakan SDM dan IT untuk rekayasa ulang Bisnis
Proses mekanisme niaga dan sistem manajemen yang terpadu.
C. Jangka Panjang
a. Menigkatkan kesehatan keuangan perusahaan yang siap
menyongsong era kompetensi.
b. Melaksanakan proses transformasi organisasi melalui:
1) Pembentukan 5 area yang membawa UPJ-UPJ
2) Pembentukan 15 unit Pelayanan Pelanggan
3) Pembentukan 84 unit Pelayanan pelanggan
c. Memperdaya SDM dan IT untuk rekayasa
1.4 Gambar dan Arti Lambang PT. PLN (Persero)
1.4.1 Lambang Perusahaan
Setiap perusahaan senantiasa dilengkapi dengan lambang perusahaan.
Lambang mempunyai arti penting karena lambang merupakan identitas bagi
setiap perusahaan. Lambang perusahaan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa
Gambar 1.1
Lambang PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
1.4.2 Arti Lambang dan Warna PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa
Barat dan Banten
Lambang Petir/kilat telah lama digunakan oleh PT PLN (Persero) dan
satuannya. Penggunaan Lambang PT PLN menurut surat keputusan No.
13/DIR/1976 adalah:
A. Gambar lambang PLN tercantum dalam suatu bidang datar
terdiri dari :
a. Berwarna kuning keemasan
b. Berbentuk segi empat, berskala ukuran lebar panjang = 3:4
c. Tanpa tulisan listrik negara adapun tulisan lain didalamnya.
B. Gambar atau lambang PLN terdiri dari:
a. Petir atau Kilat yang berbentuk atas tebal dan meruncing
disebelah berwarna merah darah dan memotong atau menembus
ketiga garis gelombang.
b. Tiga buah gelombang yang terbentuk sinusoida (dua setengah
perioda), berwarna biru laut, tersusun secara sejajar dalam arah
mendatar, terletak di tengah-tengah segi empat pada dasar
kuning keemasan.
C. Gambar atau Lambang diartikan sebagai berikut:
a. Petir atau kilat melambangkan tenaga listrik yang terkandung di
b. Gelombang yang digunakan dalam lambang PLN karena segala
macam tenaga (energi) dapat dinyatakan sebagai gelombang
(cahaya listrik, akuistik,). Kegiatan PLN antara lain mencakup
konversi segala macam tenaga (energi) menjadi listrik.
c. Tiga buah gelombang sejajar diartikan 3 sikap karyawan PLN
dalam melaksanakan tugas negara bekerja keras, bergerak cepat
dan bertindak tepat. Arti yang lain bahwa pelaksanaan distribusi
tenaga listrik harus serempak.
D. Warna lambang diartikan sebagai berikut:
a. Warna Kuning keemasan melambangkan keagungan Tuhan Yang
Maha Esa, serta agungnya kewajiban PLN.
b. Warna Merah darah melambangkan keberanian dan dinamika
dalam melaksanakan tugas untuk mencapai sasaran pembangunan.
c. Warna Biru laut melambangkan kesetiaan dan pengabdian pada
tugas untuk menuju dan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan
rakyat Indonesia seperti dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah
1.5 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero)
1.5.1 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten
Struktur organisasi perusahaan merupakan suatu gambaran yang
menunjukkan suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh setiap bagian atau
anggota. Gambar struktur organisasi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa barat
dan Banten dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Tabel 1.1
Struktur organisasi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Barat
merupakan organisasi garis, fungsional, dan staf jenjang manajemen, meliputi unsur
pimpinan, unsur pengawas dan unsur pelaksanaan, selain itu ada juga kontrol
intern yang berada dibawah serta tanggung jawab langsung kepada pimpinan
dapat dilihat secara keseluruhan bahwa susunan organisasi di PT PLN (Persero)
Unit Bisnis Jawa Barat sebagai berikut:
a. Unsur pimpinan adalah General Manajer
b. Unsur pembantu pimpinan meliputi
1) Perencanaan dan pengembangan usaha
2) Distribusi
3) Niaga
4) Keuangan
5) Organisasi dan SDM
6) Administrasi, Hukum dan Komunikasi
c. Unsur Perusahaan, Meliputi
1) Cabang/Unit
1.5.2 Struktur Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten
Struktur Humas PT. PLN (Persero) DJBB adalah sebagai berikut:
Gambar 1.2
Struktur organisasi Humas PT. PLN (Persero) DJBB
B
Sumber : Company Profile PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten 2012
Bagian Komunikasi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
membawahi 3 (tiga) bagian yaitu Bagian Humas dan protokol, Bagian PKBL,
dan Fungsional Ahli.
Bagian Humas dan Protokol tugasnya adalah melaksanakan kegiatan
hubungan internal dan eksternal. PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan SPV PKBL
Bagian Komunikasi
SPV Humas dan
Banten termasuk didalamnya mengurus kegiatan upacara rutin, sedangkan PKBL
merupakan singkatan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tugasnya
melaksanakan pengembangan program bina lingkungan (Community Development)
program ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk
membangun dukungan dan partisipasi masyarakat untuk turut menjaga keamanan
dan keselamatan aset PLN yang terpasang di banyak tempat. Program ini
diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan sosial-keagamaan bagi masyarakat,
dan yang terakhir adalah fungsional ahli tugasnya membanu melaksanakan
kegiatn hubungan eksternal dan internal tersebut sesuai dengan keahliannya.
1.6 Job Description
Dalam tataran praktisnya, masing-masing bagian memiliki Job Description yang
berbeda-beda, yaitu sebagai berikut:
A. General Manager (GM)
a. Pemimpin PT PLN (Persero) distribusi Jawa Barat dan Banten.
b. Membentuk Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) yang membawahi Unit
Jaringan (UJ).
c. Menetapkan Formasi Jabatan dan Informasi Tenaga Kerja Manajer
Bidang dan Kepala Audit Internal.
d. Menetapkan formasi jabatan dan formasi kerja Manajer Area
B. Bidang Perencanaan
a. Menyusun Rencana Pengembangan tenaga Listrik (RUPTL), Rencana
Jangka Panjang Perusahaan (RPJ), dan Rencana Kerja Anggaran
Perusahaan (RKAP).
b. Menyusun rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan.
c. Menyusun sistem manajemen kinerja unit-unit kerja.
d. Menyusun metode evaluasi kelayakan investasi dan melakukan
penilaian finansialnya.
e. Mengembangkan hubungan kerjasama dengan pihak lain dan
penyandang dana, baik secara bilateral maupun multilateral.
f. Menyusun rencana pengembangan sistem teknologi informasi.
g. Menyusun rencana pengembangan aplikasi sistem informasi.
h. Mengendalikan aplikasi-aplikasi teknologi informasi.
i. Menyiapkan SOP pengelolaan aplikasi sistem informasi.
j. Menyusun laporan manajemen.
k. Menyusun rencana pengembangan usaha baru serta penetapan
pengaturannya.
C. Bidang Niaga
a. Menyusun ketentuan dan strategi pemasaran.
c. Mengevaluasi harga jual listrik.
d. Menghitung biaya penyediaan tenaga listrik.
e. Menyusun strategi dan pengembangan pelayanan pelanggan.
f. Menyusun ketentuan data induk pelanggan (DIL) dan data induk saldo
(DIS) serta kontrak jual beli tenaga listrik.
g. Mengkaji pengelolaan pencatatan meter dan menyusun rencana
penyempurnaannya.
h. Mengkoordinasikan pelaksanaan penagihan kepada pelanggan
tertentuantara lain TNI/POLRI dan instansi vertikal.
i. Melakukan pengendalian DIS dan opname saldo piutang.
j. Menyusunkonsep kebijakan sistem informasi pelayanan pelanggan.
k. Menyusun mekanisme interaksi antar unit pelaksanaan.
l. Menyusun laporan manajemen.
D. Bidang Distribusi
a. Menyusun rencana pengembangan sistem jaringan distribusi dan
membina penerapannya.
b. Menyusun strategi pengoperasiannya dan pemeliharaan jaringan
distribusi dan membina penerapannya.
c. Menyusun SOP untuk penerapan dan pengujian peralatan distribusi,
serta SOP untuk operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi.
kerjanya serta membina penerapannya.
e. Mengevaluasi susut energi listrik dan gangguan pada sarana
pendistribusian tenaga listrik serta saran perbaikannya.
f. Menyusun metode kegiatan konstruksi dan administrasi pekerjaan serta
penerapannya.
g. Menyusun kebijakan manajemen jaringan distribusi dan kebijakan
manajemen perbekalan distribusi serta membina penerapannya.
h. Menyusun pengembangan sarana komunikasi dan otomatisasi operasi
jaringan distribusi.
i. Menyusun regulasi untuk penyempurnaan data induk jaringan (DIJ).
j. Memantau dan mengevaluasi data induk jaringan.
E. Bidang keuangan
a. Mengendalikan aliran kas pendapatan dan membuat laporan rekonsiliasi
keuangan.
b. Mengendalikan anggaran investasi dan operasi serta rencana aliran kas
pembiayaan.
c. Melakukan analisis dan evaluasi laporan keuangan unit-unit serta
menyusun laporan keuangan konsolidasi.
d. Menyusun dan menganalisa kebijakan resiko dan penghapusan aset.
e. Melakukan pengelolaan keuangan.
F. Bidang SDM dan Organisasi
a. Menyusun kebijakan pengembangan organisasi dan mengelola
pelaksanaannya.
b. Menyusun kebijakan manajemen sumber daya manusia dan
mengelola pelaksanaannya.
c. Menyusun kebijakan pengembangan sumber daya manusia dan
mengelola pelaksanaannya.
d. Mengkaji usulan pengembangan organisasi dan pengembangan
sumber daya manusia.
e. Menyusun laporan manajemen dibidangnya.
G. Bidang komunikasi, Hukum dan Administrasi
a. Menyusun kebijakan pengembangan organisasi dan mengelola
pelaksanaanya.
b. Menyusun kebijakan dan mengelola fasilitas kerja, sistem pengamanan
dan manajemen kantor.
c. Menyusun kebijakan K3, lingkungan dan community development.
d. Menyusun kebijakan administrasi.
e. Menyusun dan mengkaji produk-produk hukum dan
peraturan-peraturan perusahaan.
f. Memberikan advokasi dalam bisnis energy listrik dan ketenagakerjaan.
h. Mengelola aset tanah dan bangunan serta sarana kerja.
i. Mengelola kesekretariatan dan rumah tangga kantor induk.
j. Menyusun laporan manajemen dibidangnya.
H. Audit Internal
a. Menyusun program kerja pemeriksaan tahunan, sesuai program
kerja perusahaan.
b. Melaksanakan audit internal, meliputi keuangan, teknik, manajemen
dan operasional.
c. Memonitor tindak lanjut temuan hasil audit internal.
d. Menyusun laporan manajemen.
1.7 Sarana dan Prasarana PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
Banten
Sarana PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten adalah sebagai
berikut :
A. Gedung perkantoran yang terdiri dari dua gedung yaitu gedung lama dan
gedung baru atau gedung tambahan.
B. Ruang perkantoran antara lain:
a. Gedung lama dan gedung baru berada di lantai dasar, yang terdiri dari:
Ruang serbaguna dan FO (Front Office), sedangkan disisi lain terdapat
perpustakaan, gedung alat tulis kantor, ruang e-procurement
(pengadaan barang melalui system computer), ruang teknik koperasi
distribusi.
b. Gedung baru atau gedung tambahan berada di lantai 1, yang terdiri
dari: Ruang PSDM, ruang admin SDM, ruang bagian keuangan, ruang
bagian perencanaan perusahaan, dan ruang hukum.
c. Gedung lama berada dilantai 2, yang terdiri dari : Ruang GM (General
Manager), dan beberapa ruang Manager lainnya.
d. Gedung lama berada di lantai 3, yang terdiri dari: Ruang bagian niaga,
ruang bagian akuntansi, ruang bagian anggaran, ruang kesekretariatan
dan umum.
e. Gedung lama berada di Lantai 4, yang terdiri dari: Ruang system
operasi distribusi, ruang proyek pengadaan listrik pedesaan, dan ruang
serbaguna kecil.
Adapun sarana lain dari PT. PLN (Persero) DJBB yang tersedia adalah
Tabel 1.2
Daftar Sarana PT. PLN (Persero) DJBB
No. Uraian Keterangan
1. Masjid 1
2. Ruang security 2
3. Front office 1
4. Ruang Rapat 1
5. Aula 1
6. Lift Gedung 2
7. Tangga Darurat 3
8. Tempat Parkir 2
9. Toilet 10
10. Telepon Umum 1
12. Mesin fotocopy 2
14. ATM BNI 1
15. Kantin 1
Sarana dan prasarana lainnya yang tersedia di tempat pelaksanaan
kegiatan PKL (Praktek kerja Lapangan) yaitu di bagian Humas PT PLN
Distribusi Jawa Barat dan Banten, yang terdapat di gedung lama berada
dilantai dasar yaitu Ruang Divisi Humas serta perpustakaan. Adapun fasilitas yang
tersedia adalah sebagai berikut:
Tabel 1.3
Daftar Prasarana Humas PT. PLN (Persero) DJBB
No. Nama Fasilitas Kerja Jumlah Satuan Penempatan
1. Komputer Program Windows
XP
1 Unit Deputy Manage
Komunikasi 2. Komputer Program Windows
XP (Flat)
5 Unit Operasional Humas
3. Komputer Program Windows
XP
2 Unit Operasional Humas
4. Komputer Program Windows
XP
1 Unit Operasional
Perpustakaan
5. Laptop (Note Book) 2 Unit Operasional Humas
6. Printer HP 1 Unit Deputy Manager
Komunikasi
7. Printer HP 5 Unit Operasional Humas
8. Printer HP 1 Unit Operasional
Perpustakaan
9. Print+Scan+Forocopy 1 Unit Operasional Humas
10. Print+Scan+Forocopy 1 Unit Operasional
11. Scan 1 Unit Operasional
Perpustakaan
12. Faximile 1 Unit Operasional Humas
13. Infocus 1 Unit Operasional Humas
14. Mesin Tik 1 Unit Operasional Humas
15. Kamera Digital (Tglg): 1 Unit Operasional Humas
16. Kamera Digital: Sony 1 Unit Operasional Humas
17. Kamera Digital: Panasonic 1 Unit Operasional Humas
18. Kamera Digital: Nikon 2 MP 1 Unit Operasional Humas
19. Kamera Digital: Nikon Cool 1 Unit Operasional Humas
20. Kamera Digital: Nikon Cool 1 Unit Operasional Humas
21. KameraManual(Tele):
Canon505
1 Unit Operasional Humas
22. Kamera Manual (Tele):
Nikon F 100
1 Unit Operasional Humas
23. Kamera Manual: Nikon 1 Unit Operasional Humas
24. Lensa Tele: Nikon 3 Unit Operasional Humas
25. Lensa Tele: Canon 2 Unit Operasional Humas
26. Tripod 3 Unit Operasional Humas
27. Digital Recorder Samsung 1 Unit Operasional Humas
28. Pointers: Peltra 2 Unit Operasional Humas
29. Handycam: Sony Nightshot 1 Unit Operasional Humas
30. Portable DVD: Shinco 1 Unit Operasional Humas
32. VCD Player 1 Unit Operasional Humas
33. Televisi 29 Inch 1 Unit Operasional Humas
34. Televisi 20 Inch 1 Unit Operasional
35. Kulkas 1 Unit Deputy Manager
36. Fasilitas Internet dan Intranet 1 Unit Operasional Gedung
Sumber: Data Inventaris dan arsip Humas PLN DJBB 2012
1.8 Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL)
1.8.1 Lokasi Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan di PT PLN
(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, di bidang komunikasi,
tepatnya bagian Humas. Beralamat di Jl. Asia Afrika No.63 Bandung. Telepon
(022) 4230747, www.pln.jabar.co.id facsimile 4230822.
1.8.2 Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Waktu pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini selama 30 hari,
sesuai dengan waktu dan aturan yang ada di UNIKOM dan telah disepakati
oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, yang mana
pelaksanaannya tanggal 9 Juli s/d 16 Agustus 2012, pada hari Senin s/d Jumat
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
2.1 Kegiatan Selama Praktek Kerja Lapangan
Penulis dalam hal ini sebagai mahasiswa, mengadakan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) di PT. PLN (Persero) Distribusi Jabar dan Banten atau biasa
disingkat dengan DJBB, melakukan aktifitas yang dibagi ke dalam dua jenis, yaitu :
kegiatan rutin dan kegiatan insidentil.
Kegiatan rutin yang dilakukan merupakan bentuk dari kerja layaknya
seorang PR (Public Relations) atau humas di perusahaan besar manapun. Menjaga
citra perusahaan dengan cara setiap harinya memonitor pemberitaan surat kabar
dan mengelola guntingan berita dari surat kabar khususnya.
Sedangkan kegiatan insidentil yang dilakukan penulis sebagai seorang calon
Humas di perusahaan terkait, adalah mengikuti acara Coffee Morning, Silaturahim
dan Buka Puasa Bersama Karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat
dan Banten.
Adapun setiap detail kegiatan penulis, bisa dilihat dalam sub-bab sebagai
Tabel 2.1
Aktivitas Praktek Kerja Lapangan
Di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Dan Banten
No Hari, tanggal Kegiatan Keterangan
1. Senin, 09 Juli
2012
(Briefing) Perkenalan anggota
dan tugas seorang humas. Belajar
cara memantau media cetak,
mengelola guntingan berita.
Kegiatan rutin
2. Selasa, 10 Juli
2012
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
Membuat database guntingan
berita
4. Kamis,12 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
5. Jumat, 13 Juli 2012 Monitoring Surat
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
6. Senin, 16 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
7. Selasa, 17 Juli 2012 COFFE MORNING
Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
Kegiatan
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
8. Rabu, 18 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
9. Kamis, 19 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
10. Jumat, 20 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
11. Senin, 23 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
12. Selasa, 24 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
13. Rabu, 25 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
14. Kamis, 26 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
15. Jumat, 27 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
16. Senin, 30 Juli 2012 Monitoring Surat
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
17. Selasa, 31 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
18. Rabu, 1 Agustus
berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
19. Kamis, 2 Agustus
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
20. Jumat, 3 Agustus
2012
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
21. Senin, 6 Agustus
2012
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
22. Selasa, 7 Agustus
2012
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
23. Rabu, 8 Agustus
2012
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
Membuat
database
guntingan berita
24. Kamis, 9 Agustus
2012
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
guntingan berita
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
26. Senin, 13 Agustus
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
27. Selasa, 14 Agustus
2012
Monitoring Surat kabar :
Membaca, memilih
dan menggunting
berita
Mengelola guntingan berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
28. Rabu, 15 Agustus
berita :
Mengkliping koran
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
29. Kamis, 16 Agustus
Summary Kliping Berita
Mengedit gambar
berita hasil scan di
komputer
Mengimput
guntingan berita
pada intranet
perusahaan
Membuat
database
guntingan berita
Sumber : Catatan Penulis 2012
2.2 Deskripsi Kegiatan Rutin Selama Praktek Kerja Lapangan
Kegiatan rutin yang dilakukan penulis selama Praktek Kerja Lapangan
(PKL) di PT.PLN DJBB adalah membaca koran dan menggunting beritanyang
meliput kegiatan yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung,
semua pemberitaan dan informasi sengenai hal-hal yang berhubungan dengan PT.
PLN (Persero) baik nasional maupun khusus Jawa Barat. Dengan membuat
scanning guntingan berita, mengedit guntingan berita dengan Adobe Photoshop,
memasukkan data melalui Microsoft Access, kemudian setelah menjadi database
dalam Microsoft Access, penulis mengimput data sehingga bisa memenuhi
kebutuhan informasi karyawan ataupun pihak lain yang sedang berada di
dalam lingkungan perusahaan.
2.2.1 . Membaca Berita
Sebagai seorang Humas yang bertugas memonitoring setiap
pemberitaan tentang perusahaannya. Maka segala bentuk berita akan
diserap dan dipilah. Surat Kabar yang tersedia di perusahaan, dibaca dan
dicari yang bersangkutan dengan perusahaan.
Dengan mengumpulkan berita, artikel, foto berita, iklan, informasi
pelanggan dan perusahaan, surat pembaca yang berkaitan dengan kegiatan
PLN, termasuk anak perusahaannya, masalah kelistrikan, energi, yang
dimuat di media cetak nasional dan lokal.
2.2.2. Memilih dan Menggunting Berita (kliping)
Kegiatan ini merupakan upaya memilah, memilih dan memisahkan
berita dengan alat potong, berkaitan dengan perusahaan atau segala hal yang
kita maksud sehingga lebih mudah ditelaah kemudian menyimpulkan atau
bahkan memperbanyak mengenai suatu berita (news), foto berita (photo
press) pada eventatau peristiwa tertentu dari media cetak seperti surat kabar.
(pukul 07.00-09.30 WIB) dengan mengumpulkan berita yang berkaitan
dengan PT. PLN (Persero) berupa artikel, opini, surat pembaca, keluhan,
foto, iklan, informasi dan lain-lain. Bisa berupa berita positif seperti
membangunan pembangkit tenaga listrik baru, hingga ke berita negatif
seperti keluhan atau permasalahan tagihan listrik, dan pengaduan.
Adapun surat kabar yang penulis monitoring dan kliping, sebagai
berikut :
1. Kompas
2. Media Indonesia
3. Seputar Indonesia
4. Suara Karya
5. Suara Pembaharuan
6. Bisnis Indonesia
7. Pikiran Rakyat
8. Radar Bandung
9. Galamedia
10. Tribun Jabar
11. Radar bandung
12. Jakarta Post
13. Koran Tempo
Berita atau artikel dari media cetak di atas dikliping, kemudian
ditempelkan pada lembaran formulir yang menggunakan lembaran khusus
berukuran A4 disediakan oleh perusahaan. Dalam formulir itu tertera juga
informasi mengenai surat kabar mana yang dikliping, tanggal bulan, tahun
terbit, jenis rubrik, klasifikasi dan kata kuncinya.
Kliping sering kali menjadi alat bantu perusahaan, dalam hal ini PT. PLN
(Persero). Kliping berita menyangkut perusahaan dijadikan bahan
evaluasi dan control perusahaan terhadap citranya di mata publik. Fungsi
lain dari kliping berita yaitu sebagai berikut :
1. Sebagai alat ukur sejauhmana perusahaan berhasil dalam mengukir
prestasi dan reputasi yang dicapainya mengenai persepsi hingga citra
perusahaan di mata publik luar.
2. Sebagai bahan evaluasi bersama, dimana langkah dan program
yang sudah dijalankan sesuai atau tidaknya dengan harapan intern
ataupun ekstern.
3. Sumber informasi dalam memantau kegiatan perusahaan itu sendiri.
4. Sebagai salah satu sumber dalam mengetahui isu apa saja yang
sedang hangat dibicarakan di tengah-tengah sistem sosial, sehingga
kekurangan ataupun kesalah fahaman bisa ditindak lanjuti secepat
mungkin.
Kegiatan kliping berita bermanfaat khusus bagi penulis yang
dalam hal ini sebagai pelaku Praktek Kerja Lapangan di
perusahaan terkait. Melatih kinerja kita sebagai anggota dan
karyawan perusahaan, kemudian melatih kepekaan penulis
terhadap isu dan opini publik yang berkembang di
tengah-tengah masyarakat khususnya tentang PT. PLN (Persero).
Selanjutnya menyikapi isu dan pemberitaan media sehingga bisa
membentuk citra positif bagi perusahaan.
2.2.3. Mengelola Guntingan Berita
Setelah memonitoring berita dengan membaca dan membuat kliping
berita tersebut, berita kemudian dikelola agar dapat dikonsumsi secara baik
melalui jaringan intranet perusahaan. Adapun tahapannya sebagai berikut :
1. Summaryguntingan berita
Berita hasil kliping diklasifikasikan menurut berita itu sendiri, hari
dan tanggal berapa berita itu diterbitkan, media mana yang
menerbitkan, kemudian apakah berita tersebut termasuk dalam
berita positif atau negatif bagi perusahaan, Berita tersebut dibuat
Gambar 2.1
Summaryatau Input Berita Ke Intranet
Sumber :Arsip Humas PT. PLN (Persero) DJBB 2012
2. ScanGuntingan Berita
Guntingan berita yang telah terkumpul discan sehingga dapat disimpan
sesuai tanggal dan penerbitnya, file- file hasil scan tadi dijadikan sebagai
file backup sehingga perusahaan memiliki arsip dokumentasi khusus secara
Gambar 2.2
Scan Guntingan Berita
Sumber :Arsip Humas PT. PLN (Persero) DJBB 2012
3. Mengedit gambar guntingan berita
Kliping berita setelah di-scan, diedit menggunakan Adobe
Photoshop untuk mengatur komposisi gambar, warna serta
resolusi gambar berita agar sesuai dan dapat dibaca melalui
Gambar 2.3
Mengedit Gambar denganAdobe Photoshop
Sumber :Arsip Humas PT. PLN (Persero) DJBB 2012
4. Membuatdatabase
Setelah menyajikan berita melalui intranet, maka berita dari
klipingan tadi disimpan kembali dalam bentuk database,
menggunakan aplikasi Microsoft Access. Sehingga klasifikasi
berita lebih jelas arah negatif atau positifnya, karena dari
database ini perusahaan bisa memantau setiap hari, bulan
bahkan tahun. Berapa banyak berita positif dan negatif PT. PLN
Gambar 2.4
Database Berita denganMicrosoft Access
Sumber :Arsip Humas PT. PLN (Persero) DJBB 2012
2.3 Deskripsi Kegiatan Insidentil Selama Praktek Kerja Lapangan
Kegiatan insidentil yang dilakukan penulis selama mengikuti PKL
di PT. PLN(Persero) DJBB merupakan kegiatan-kegiatan kehumasan,
seperti : Coffee Morning, Silaturahmi dan Buka Bersama Karyawan Kantor
PT.PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten. Adapun beberapa kegiatan yang
diikuti penulis selama PKL yang bersifat insidentil dijelaskan sebagai
2.3.1. Coffee Morning
Kegiatan ini salah satu kegiatan yang dilakukan PT. PLN
(Persero) DJBB, guna membina hubungan internal ke arah yang
lebih baik lagi. Penulis mengikuti kegiatan ini tepat pada hari
Selasa, tanggal 17 Juli 2012 dalam rangka menyambut bulan suci
bagi umat islam yaitu bulan Ramadhan.
Dalam acara ini setiap karyawan bisa berinteaksi bebas,
non- formal dengan sesama maupun atasannya. Sambil menikmati
sajian dan minuman dipagi hari. Dalam kegiatan ini Humas ikut
berperan, dimanaCoffee Morning sebagai salah satu kegiatan untuk
mendekatkan karyawan dengan kayawan lainnya, agar saling
Gambar 2.7
Coffee MorningSeluruh Karyawan PT. PLN DJBB
Sumber : Dokumentasi Penulis (2012)
Gambar 2.8
Coffee Morning,Seluruh Karyawan Saling Silaturahmi
2.3.2. Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Karyawan PT.PLN Barat
dan Banten Bersama Kaum Dhuafa
Jumat, 10 Agustus 2012 P T . PLN DJBB mengadakan silaturahmi
dan buka bersama karyawan PT.PLN DJBB bersama kaum Dhuafa, PT. PLN
DJBB bertekad akan selalu memaksimalkan pelayanannya kepada
masyarakat. Dalam hal ini ditandai dengan mengajak kaum dhuafa untuk
berhemat energi listrik dan memberikan arahan jelas bagaimana
memanfaatkan energi seefektif mungkin. Karena merekalah yang nantinya
akan menjadi generasi penerus bangsa. Kegiatan ini Rutin diadakan, dimana
Humas PT.PLN DJBB di sini bermaksud untuk merangkul para kaum
Dhuafa, dan Humas di sini ingin agar PT.PLN DJBB saling membantu dan
ikut berbagi bagi para kaum dhuafa.
Kemudian pihak PT. PLN DJBB melalui dalam silaturahmi ini
memberikan bantuan berupa Baju Muslim, Sarung, bingkisan. Berikut
Gambar 2.9
Pemberian Bingkisan Bagi Kaum Dhuafa
Sumber : Dokumentasi Penulis (2012)
2.4 Deskripsi Keilmuan Humas (Public Relations)
2.4.1 Sejarah Humas atau Public Relations
Public Relation (PR) atau kadang disebut dengan istilah Hubungan
Masyarakat (humas) memiliki posisi yang sangat penting dalam sebuah
organisasi, terutama bila organisasi tersebut sering berinteraksi dengan
masyarakat luas. Public Relations sangat menentukan perwajahan organisasi
tersebut di mata masyarakat luas. Hal tersebut disebabkan karena Public
Relations lah yang merupakan salah satu front liner penting dalam
berkomunikasi dengan masyarakat. Public Relations menentukan kesan positif
menentukan bagaimana organisasi tersebut bersosialisasi di tengah-tengah
masyarakat. Dengan kata lain,Public Relationsjuga berperan dalam membangun
hubungan, khususnya hubungan komunikasi, antara organisasi dengan
masyarakat luas. Untuk itu, di dalam sebuah Public Relations sangat penting
untuk bisa mengelola manajemen komunikasi.
Aktivitas Public Relations sehari-hari adalah menyelenggarakan
komunikasi timbal balik ( two way trafic communications ) antara lembaga
dengan pihak publik yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan
dukungan bagi tercapainya suatu tujuan tertentu, kebijakan, kegiatan produksi,
dsb, demi kemajuan lembaga atau citra positif lembaga bersangkutan. Jadi,
kegiatan Public Relations tersebut sangat erat kaitannya dengan pembentukan
opini publik dan perubahan sikap dari masyarakat.
Public Relations merupakan gabungan dari dua buah kata yakni: Public
danRelationsyang mengandung arti seperti yang diugkapkan di bawah ini :
a. Public
Yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata “publik”
namun secara prinsip Public adalah sekelompok orang yang memiliki
b. Relations
Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Hubungan-hubungan
dalam arti menyangkut banyak hubungan. Dengan demikian pengertian
Public Relations yaitu hubungan-hubungan antar public atau
singkatnya hubungan-hubungan publik. Namun di Indonesia Public
Relations saat ini lebih banyak dikatakan sebagai HUMAS (Hubungan
Masyarakat).
Adapun definisi yang dikemukakan oleh para pakar Public Relations,
diantaranya dikemukakan oleh :
Cultip, Center & Brown (2000:4).
Public Relations adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan, dan kerjasama antara organisasi dengan berbagai publiknya.
Humas atau Public Relation menurut J.C Seidel, direktur Public
Relations,Division of Housing, State New Yorkyakni :
Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli Public
Relations di atas tadi, terdapat kesamaan dari segi peran, fungsi dan
tujuannya meskipun terdapat sedikit perbedaan baik dari segi redaksi
bahasa maupun dari sudut pandang para ahli tersebut. Namun, dari sekian
definisi tersebut inti dari kegiatan Public Relations yaitu untuk
memperoleh citra yang baik, itikad baik, saling pengertian, saling
menghargai dan toleran.
2.4.2 Ruang Lingkup TugasPublic Relations
Pada umumnya kegiatan Public Relations ditujukan kepada dua jenis
publik yaituPublic InternaldanPublic Eksternal. Untuk lebih jelasnya mengenai
kedua jenis sasaran ini, dapat dideskripsikan sebagai berikut :
A. Membina hubungan ke dalam (public internal)
Public internal adalah khalayak atau publik yang menjadi bagian dari
kegiatan usaha pada suatu organisasi atau instansi itu sendiri. Jadi, yang
dimaksud dengan public internal adalah publik yang menjadi bagian dari
unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang Public Relations
harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan
gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh
Dengan adanya public internal, maka tujuan Public Relations pun
diarahkan dengan sebutan internal public relations. Dengan kata lain Public
Relationsmengemban tugas yaitu berkomunikasi ke dalampublic internal.
Adapun tugasinternal public relationsmenurut (Suhandang, 1998: 78-79) :
1) Bagaimana memelihara hubungan baik antara pimpinan dan bawahan?
2) Bagaimana mempertinggi produktivitas sumberdaya manusia (SDM) yang ada di dalam perusahaan itu?
3) Bagaimana caranya menggerakkan para pegawai agar memberikan pelayanan kepada publik dengan sebaik-baiknya?
4) Bagaimana mempertinggi kecakapan dan pengetahuan sesama SDM yang ada di dalam perusahaan atau instansi itu?
Maka tujuan dibinanya internal public relations tiada lain adalah untuk
menciptakan hubungan baik dan harmonis, dalam rangka memperoleh kesediaan
kerjasama (coorperation) diantara orang-orang yang menjadi bagian dari instansi,
organisasi, atau perusahaan serta memungkinkan orang-orang tersebut untuk ikut
berpartisipasi dan berprestasi lebih tinggi dengan mendapatkan kepuasan dari
hasilnya. (Yulianita, 2003: 59)
B. Membina hubungan keluar (public eksternal)
Public Eksternal adalah publik yang berada di luar organisasi, instansi,
membina hubungan baik. Jadi, yang dimaksud public eksternaladalah publik
umum (masyarakat).
Mengusahakan timbulnya sikap dan gambaran publik yang positif
terhadap lembaga yang diwakilinya (Ruslan, 2003: 23).
Adapun tugas eksternal public relations menurut (Suhandang, 1998:
80-81);
a) Bagaimana memperluas pasar bagi produksinya?
b) Bagaimana memperkenalkan produksinya kepada masyarakat?
c) Bagaimana memelihara hubungan baik dengan para pejabat pemerintahatau Negara?
d) Bagaimana cara mengetahui sikap dan pendapat publik terhadap perusahaan?
e) Bagaimana memelihara hubungan baik dengan pers dan para opinion-leader?
Tujuan dibinanya hubungan dengan public eksternaladalah untuk
memperoleh dan meningkatkan citra yang baik dari public eksternal
terhadap organisasi, instansi, atau perusahaan serta untuk meningkatkan
kepercayaan dan penilaian yang positif dari publiknya dan bila perlu
2.4.3 FungsiPublic Relations
Menurut Maria (2002, p.31), “Public Relationsmerupakan satu bagian dari
satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas
organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya
sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan
benar terhadap organisasi tersebut”.
Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi Public Relations
yaitu:
1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling
adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada
umumnya.
2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima
dan menguntungkan semua pihak.
3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik,
sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau
perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna,
budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja
4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau
perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik
sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi
atau perusahaan yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa Public Relations lebih berorientasi kepada
pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang
lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari
konsumen. Tetapi jika fungsi Public relationsyang dilaksanakan dengan baik
benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki,
mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana
kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan
pendekatan khusus dan motivasi dalam meningkatkan kinerjanya.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi Public Relations adalah
memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya
komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi
masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah (Black,
2002).
2.4.4 TujuanPublic Relations
Menurut Davis tujuan utama Public Relations adalah Untuk mempengaruhi
dialog terhadap semua golongan ketika persepsi,opini dan sikapnya dianggap
penting bagi kesuksesan sebuah perusahaan.
Sementara Rosady Ruslan berpendapat bahwa ada 5 tujuan Public
Relationsyaitu :
1. Menciptakan citra organisasi yang baik dan positif bagi masyarakat
dan konsumen.
2. Memicu tercapainya sikap saling mengerti antara masyarakat dan
konsumen.
3. Mengembangkan keselarasan fungsi antara pemasaran dan public dan
relations
4. Membangun pengenalan dan pengetahuan tentang merek secara
efektif.
5. Mendukung bauran pemasaran.
2.5 Analisa Selama Praktek Kerja Lapangan
Sama halnya dengan Public Relations perusahaan lain pada umumnya,
Public Relations PT. PLN (Persero) DJBB memiliki tugas dan tanggung jawab
membangun citra positif perusahaan, seperti apa yang di katakan salah satu ahli
yaituCitra merupakan kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan
( Rhenald Khasali), dimana dengan adanya citra positif diharapkan bisa membentuk
publik serta menambah nilai goodwill perusahaan tersebut. Itulah fungsi humas di
sini, humas harus pintar dan bisa untuk selalu menjaga citra suatu perusahaan, dan
sebisa mungkin agar issue yang merusak citra perusahaan tersebut bisa terhapus dari
pikiran masyarakat, karena jika sampai suatu perusahaan tersebut terkena issue yang
negatif, maka perusahaan tersebut akan menjadi bahan pembicaraan publik sehingga
perusahaan tersebut menjadi jelek di mata publik, maka dari itu seorang humas di
sini berperan penting pada suatu perusahaan, agar perusahaan tersebut mempunyai
citra yang positif di mata masyarakat.
PT. PLN (Persero) DJBB dalam hal ini melalui Public Relations-nya
sangat serius dalam menumbuhkan citra positif dimana publik terbukti dengan
selalu memonitor kondisi pencitraan perusaan melalui berita di media massa,
kemudian mengadakan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk perwujudan dari program
kerja perusahaan serta kepedulian perusahaan kepada lingkungannya. Baik itu
berupa kegiatan internal maupun eksternal.
Kegiatan internal public relations merupakan kegiatan yang di tujukan untuk
publik internal/ perusahaan. Publik internal adalah keseluruhan elemen yang
berpengaruh secara langsung dalam keberhasilan perusahaan, seperti karyawan,
manajer, supervisor, pemegang saham, dewan direksi perusahaan dan sebagainya,
melalui kegiatan internal public relations dari organisasi/perusahaan. Dan PT. PLN
di sini pun mempunyai kegiatan internal dengan hubungan kegiatan ditandai dengan
kantor PT. PLN DJBB melalui intanet, ikhtisar berita, email berita, kemudian
menerbitkan tabloid perusahaan SINERGI yang dikhususkan untuk kalangan internal
perusahaan.
Humas berperan penting dalam bidang yang berkaitan dengan informasi.
Tugas Humas yang membawahkan Pelaksana adalah pembuatan kliping. Kliping di
Kantor PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten telah melaksanakan
tugasnya dengan baik. Pada setiap harinya, pencarian berita di media cetak sampai
proses pembuatan kliping yang nantinya di ditempelkan pada kertas dan memberikan
keterangan yang dilakukan setiap hari. Serta pendokumentasian selalu dilakukan
oleh pelaksana dokumentasi pada saat acara – acara penting dan hal – hal kegiatan
PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.
Pengertian kliping berita news clipping dalam arti sempit adalah kegiatan
memilih, menggunting, menyimpan, dan kemudian memperbanyak mengenai suatu
berita news atau karangan (artikel), serta foto berita photo press pada event atau
peristiwa tertentu yang telah terjadi dan dimuat di berbagai media cetak, seperti surat
kabar, majalah, berita, tabloid, dan lain-lain yang kemudian dikliping. Kegiatan yang
rutin dikerjakan oleh humas PT. PLN DJBB di sini ingin mengetahui seberapa
banyak kabar tentang perusahaan tersebut muncul di media cetak, mau kabar positif
ataupun negatif. Karena fungsi kliping di sini pun sebagai dokumentasi perusahaan
tentang kabar suatu perusahaan, dan kliping di sini pun berfungsi agar karyawan
masyarakat. Maka dari itulah humas selalu mengerjakan kegiatan rutin tersebut.
Humas kantor PT.PLN DJBB juga Mengadakan coffee morning sebagai
ajang dan tolak ukur kepedulian sesama antara pimpinan dengan bawahan,
ataupun sebaliknya. Sehingga hubungan antara atasan dan bawahan bisa terjaga
keharmonisannya.
Kemudian kegiatan eksternalnya, Public Relations PT. PLN DJBB
mengadakan acara bakti sosial yang secara teratur. Kemudian sosialisasi dan bentuk
event lain yang bertujuan menjaga hubungan dengan lingkungan. Contoh kegiatan
tersebut seperti, silaturahmi dan buka bersama PT.PLN DJBB bersama kaum dhuafa.
Dimana kita mengajak kaum Dhuafa untuk ikut buka bersama kantor PLN DJBB,
untuk menjalin silaturahmi yang baik dengan masyarakat. Itulah cara Humas PT.PLN