• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktek Kerja Lapangan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Praktek Kerja Lapangan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

Diajukan Sebagai Bukti Telah Melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Oleh:

MARCELYNA

NIM : 41809231

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI HUMAS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

(2)

vii

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR GAMBAR... x

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Perusahaan PT. PLN (Persero) DJBB... 1

1.2 Visi dan Misi PT.PLN (Persero) DJBB ... 5

1.2.1 Visi PT.PLN (Persero) DJBB ... 5

1.2.2 Misi Hotel Jayakarta ... 8

1.3 Filosofi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten ... .8

1.3.1 Filosofi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Baratdan Banten…….8

1.3.2 Tujuan Perusahaan………....8

1.4 Gambar dan Arti Lambang PT. PLN (Persero)………10

1.4.1 Lambang Perusahaan………..10

1.4.2 Arti Lambang dan Warna PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten……...12

(3)

viii

1.7 Sarana dan Prasarana PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan

Banten... 22

1.8 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan...27

1.8.1 Lokasi Pelaksanaan PKL...27

1.8.2 Waktu Pelaksanaan PKL...27

BAB II PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN 2.1 Kegiatan Selama Praktek Kerja Lapangan...28

2.2 Deskripsi Kegiatan Rutin Selama Praktek Kerja Lapangan...54

2.2.1 Membaca Berita………..55

2.2.2 Memilih dan Menggunting Berita (kliping)…...55

2.2.3 Mengelola Guntingan Berita………....58

2.3 Deskripsi Kegiatan Insidentil Selama Praktek Kerja Lapangan...62

2.3.1 Coffee Morning...63

2.3.2 Silaturahmi dan Buka Bersama PT.PLN DJBB bersama Kaum dhuafa...65

2.4 Deskripsi Keilmuan Humas...66

2.4.1 SejarahPublic Relations...66

2.4.2 Ruang Lingkup Public Relations...69

2.4.3 Fungsi Public Relations...72

(4)

ix

3.2 Saran... 79

(5)

81

Sumber Buku

Ardianto, Elvinaro.

2002. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Rosda.

Ardianto, M. Si., Drs. Elvinaro, dkk, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, 2007, Simbiosa Rekatama Media, Bandung.

Cutlip, Scott M. Center.Allen H;Broom,Glen M.

2000.Effective Public Relations. New Jersey:Prentice Hall International.

Mulyana, Deddy, 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Edisi Revisi. Bandung: PT RemajaRosda Karya.

Sumber Lain

(6)

ii

Puji dan syukur penulis panjatkan ke khadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini sebagaimana mestinya. Laporan ini berisi kegiatan yang penulis lakukan saat melakukan Praktek Kerja Lapangan di Kantor PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten. Dalam mengerjakan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini tidak sedikit penulis menghadapi kesulitan serta hambatan baik teknis maupun non teknis. Namun atas izin Tuhan YME, juga berkat usaha, doa, semangat, bantuan, bimbingan serta dukungan yang penulis terima baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini.

Penulis mengucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada kedua orang tua tercinta yang selalu memberikan rasa kasih sayangnya dan semangat pada penulis dan juga memberikan doa serta dukungan moril maupun materi.

(7)

iii

dan memberikan pengesahan pada laporan ini.

2. Yth. Bapak Manap Solihat, M.Si selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dan Public Relations FISIP UNIKOM sekaligus sebagai Dosen Wali IK-6 2009 yang telah banyak memberikan pengetahuan dan berbagi ilmu serta wawasan selama penulis melakukan perkuliahan serta memberikan pengesahan PKL.

3. Yth. Ibu Melly Maulin P, S.Sos., M.Si., selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi yang senantiasa memberikan pengetahuan dan berbagi ilmu serta wawasan selama penulis melakukan perkuliahan. 4. Yth. Bapak Adiyana Slamet., S.IP., M.Si.,selaku Dosen Pembimbing

Laporan Praktek Kerja Lapangan yang senantiasa memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi kepada penulis selama melaksanakan bimbingan Praktek Kerja Lapangan.

5. Yth. Bapak Sangra Juliano P., S.I.Kom., selaku Dosen Pembina Kemahasiswaan yang telah banyak memberikan pengetahuan dan berbagi ilmu serta wawasan selama penulis melakukan perkuliahan.

(8)

iv perkuliahan berlangsung.

7. Yth. Ibu Astri Ikawati, A.Md,selaku Sekretariat Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah banyak membantu dalam mengurus surat perizinan yang berkaitan dengan kerja praktek yang penulis laksanakan. 8. Yth. Bapak Adang Djakarsih (Deputi Humas) yang telah

memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan serta bimbingan selama Praktek Kerja Lapangan di Kantor PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten.

9. Yth. Ibu Yayuk Wienyanti, Bapak Abo, Bapak Ahmed selaku pembimbing di Kantor PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten selama penulis melakukan Praktek Kerja Lapangan yang telah memberikan bimbingan, dukungan, serta dorongan kepada penulis sehingga penulis dapat belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu dalam dunia kerja, serta penulis dapat menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan dengan baik. 10. Seluruh keluargaku, yang telah memberikan dukungan doa dan

semangat.

(9)

v

meraih harapan dan cita-cita kita. Terus maju pantang mundur ayo IK Humas 3.

13. Teman-Teman Seperjuangan Angkatan 2009 IK Humas 1, IK Humas 2, IK Jurnal 1, & IK Jurnal 2 Ayo semangat…teruskan langkah kita meraih harapan dan cita-cita kita. Terima kasih semuanya. 14. Dan semua pihak, yang telah membantu yang tidak bisa disebutkan

satu per satu, terima kasih atas doa dan dukungannya.

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu penulis pada pelaksanaan PKL, sampai penulisan dan penyusunan laporan. Semoga dibalas setimpal dari Tuhan YME, dan dapat memberikan manfaat yang berarti. Akhir kata, penulis berharap semoga Laporan Praktek Kerja Lapangan ini dapat berguna dimasa yang akan datang. Amin.

Syalom.

Bandung, Januari 2013 Penulis

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Perusahaan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

Kehidupan manusia dari dahulu hingga sekarang selalu dikelilingi dengan

energi. Hingga hukum kekekalan energi yang berbunyi, Energi tidak bisa

dimusnahkan, akan tetapi energi bisa dirubah dari energi satu ke energi lainnya”.

Sehingga hidup ditengah tengah berbagai energi, yang tentu saja kita semua

tergantung terhadapnya sudah menjadi ketergantungan yang tidak mungkin dilepas.

Ketergantungan tersebut menjadikan energi yang dibutuhkan manusia sebagai

komoditi yang sangat penting dan dapat menguntungkan smua pihak. Dalam hal ini

lahirlah berbagai industri yang bergerak dalam bidang energy. Salah satu indusri

energy yang terkenal di Indonesia adalah PT. PLN Persero. Perusahaan Listrik

Negara atau biasa disebut PLN, merupakan industry energy yang merupakan

Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memonopoli penyebaran energy listrik

dinegara Indonesia.

PLN memiliki sejarah panjang dalam industri ketenagalistrikan di Indonesia.

Sebagai satu-satunya perusahaan penyedia listrik di tanah air, PLN berusaha untuk

terus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh komponenmasyarakat Indonesia.

Industri energy ketenagalistrikan memegang peranan penting dalam struktur

(11)

pada abaad 19, saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang

pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.

Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan

Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara

Jepang di awal Perang Dunia II.

Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada

Agustus 1945, selanjutnya sejak pengalihan tersebut, pada 1 Januari 1961,

Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum

Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang

dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan

negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik

milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas

diresmikan.

Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status

Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum

Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan

(PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.Seiring

dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor

swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994

status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan

(12)

umum hingga sekarang, sejak ditetapkannya UU No.30/ 2009 tentang UU

Ketenagalistrikan, pemerintah memberikan keluasan kesempatan bagi pemerintah

daerah, selain perusahaan swasta untuk ikut berperan dalam memberikan supply

listrik bagi masyarakat Indonesia.

Secara khusus begitu pula halnya yang terjadi di Jawa Barat, dalam

perjalannanya di kota Kembang ini, PLN memiliki sejarah yang tidak jauh

berbeda. Berdiri hingga sekarang, PLN Jawa Barat berteduh di atap bangunan tua

tepatnya sbelah sungai Cikapundung disamping Gedung Merdeka Jl.

Asia-Afrika.

Gedung lawas yang kini dicat abu-abu telah menjadi saksi bisu berdiri dan

berkembangnya PLN di bumi Parahiangan ini sejak baheula. Sejak tahun 1905,

berdiri perusahaan yang mengelola penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan

publik.Nama perusahaan ituBandung sche Electriciteit Maat schaappij(BEM).

Sejarah berjalan, BEM pada tanggal 1 Januari 1920 berubah menjadi

Perusahaan Perseroan menjadi Gemeenschapplijk Electriciteit Bedrijf Voor

Bandoeng (GEBEO) yang pendiriannya dikukuhkan melalui akte notaris Mr.

Andriaan Hendrik Van Ophuisen dengan Nomor: 213 pada tanggal 31 Desember

1949. Dalam masa pemerintahan Jepang, pendistribusian listrik beralih. Yaitu

dalam rentang tahun 1942-45, dialihkan menjadi Djawa DenkiDjigyo Sha

Bandoeng Shi Sha dengan wilayah kerja di seluruh Pulau Jawa. Kemudian

(13)

operasional, pengelolaan serta penyebaran listrik di Tanah Air ditangani langsung

olehnya. Pada 27 Desember 1957, GEBEO diambil alih oleh Pemerintah

Indonesia yang kemudian dikukuhkan lewat Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun

1958 j.o. Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1959.

Selanjutnya, di tahun 1961 melalui Peraturan Pemerintah No. 67 dibentuk

Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN) sebagai wadah

kesatuan pimpinan PLN. Sejalan dengan itu, PLN Bandung pun berubah menjadi

PLN Exploitasi XI sebagai kesatuan BPU-PLN di Jawa Barat, di luar DKI Jaya dan

Tangerang.

Pada tahun 1970-an dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1972

tentang Perusahaan Umum Listrik Negara yang menyebutkan status PLN

menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara. Kemudian, berdasarkan Pengumuman

PLN Exploitasi XI No. 05/DIII/Sek/1975 tanggal 14 Juli 1975, PLN Exploitasi XI

diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara Distribusi Jawa Barat.

Memasuki era 1990-an, dengan adanya Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia No. 23 Tahun 1994 pada tanggal 16 Juni 1994, Perusahaan Umum

Listrik Negara Distribusi Jawa Barat diubah lagi menjadi Perusahaan Perseroan

(Persero) dengan nama PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat sejak tanggal 30

Juli 1994.

Untuk memenuhi tuntutan perubahan dan perkembangan kelistrikan yang dari

(14)

Direksi PT PLN (Persero) No.28.K/010/DIR/2001 tanggal 20 Februari 2001 yang

menjadi landasan hukum perubahan nama PT PLN (Persero) Distribusi Jabar

menjadi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Barat.

Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 120.K/010/DIR/2002 tanggal 27

Agustus 2002, PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Barat berubah

lagi namanya menjadi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten,

dimana wilayah kerjanya meliputi Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Banten, hingga

saat ini. Sehingga kita smua mengenal PLN Jawa Barat dikenal dengan nama

PLN Jawa Barat dan Banten, atau biasa disebut PLN DJBB. Sebagai perusahaan

yang bercita-cita menjadi perusahaan world sevice class, PLN DJBB tentu saja

memiliki visi dan misi yang jelas. Dapat diuraikan sebagai berikut.

1.2. Visi dan Misi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

1.2.1 Visi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

Visi dari PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten adalah

: “Diakui sebagai Perusahaan kelas Dunia yang bertumbuh kembang,

Unggul dan Terpecaya dengan bertumpu pada Potensi Insani”.

Penjabaran dari visi PT. PLN (Persero) DJBB adalah sebagai

(15)

A. Diakui

Mencerminkan cita-cita untuk meraih pengakuan dari pihak luar

Yang menunjukkan bahwa PLN pantas dipandang sebagai

Perusahaan Kelas dunia.

B. Kelas Dunia

a. Menunjukkan kinerja yang melebihi ekspektasi pihak-pihak

yang berkepentingan.

b. Memberi layanan yang mudah, terpadu, dan tuntas dalam

berbagai masalah kelistrikan.

c. Menjalin hubungan kemitraan yang akrab dan setara dengan

pelanggan serta mitra usaha Nasional dan Internasional.

d. Bekerja dengan pola pikir prima (Mindset of Excellence).

e. Diakui oleh pelanggan dan mitra kerja sebagai perusahaan

yang mampu memenuhi standar mutakhir dan paling baik.

C. Bertumbuh-kembang

a. Antisipatif terhadap perkembangan lingkungan usaha dan

selalu siap menghadapi setiap tantangan.

b. Secara konsisten menunjukkan kinerja yang lebih baik.

D. Unggul

a. Menjadi yang terbaik dalam bisnis kelistrikan dan memenuhi

(16)

b. Memposisikan diri sebagai perusahaan yang terkemuka dalam

percauran bisnis kelistrikan dunia.

c. Mengelola usaha dengan mengedepankan pemberdayaan potensi

insane secara maksimal.

d. Menigkatkan kualitas proses, system, produk, dan pelayanan

secara berkesinambungan.

E. Terpecaya

a. Memegang teguh etika bisnis yang tertinggi.

b. Menghasilkan kinerja yang terbaik secara konsisten.

c. Menjadi perusahaan pilihan.

F. Potensi Insani

a. Keberhasilan perusahaan lebih ditentukan oleh kesadaran

anggota perusahaan untuk memunculkan seluruh potensi

mereka dalam wujud wawasan aspiratif dan etikal, rasa

kompeten, motivasi kerja, semangat belajar inovatif dan

semangat bekerja sama.

b. Potensi insane yang diperkaya dengan kompetensi yang terbentuk

dari pengetahuan substansial, pengetahuan kontekstual,

(17)

1.2.2 Misi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

Adapun misi dari PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan

Banten adalah:

a. Melakukan bisnis kelistrikan dan bidang usaha terkait yang

berorientasi kepada kepuasan pelanggan, karyawan dan pemegang

saham.

b. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk menigkatkan kualitas

kehidupan manusia.

c. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

1.3 Filosofi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

1.3.1 Filosofi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

Filosofi adalah landasan utama sebagai keyakinan untuk mewujudkan misi

dan visi perusahaan, landasan filosofi PT. PLN (Persero) DJBB “mempunyai

komitmen yang tinggi terhadap kepentingan pelanggan dan menjadikan sumber

daya manusia sebagai sumber daya penting perusahaan”.

1.3.2 Tujuan Perusahaan

Tujuan PT. PLN (Persero) DJBB dalam melakukan restrukturisasi ini

adalah pertama untuk meningkatkan efisiensi dan kedua kepuasan pelanggan

menigkat dapat diuraikan untuk jangka pendek, menegah dan jangka panjang,

(18)

A. Jangka Pendek

a. Mempercepat pemulihan kesehatan keuangan.

b. Membentuk Unit Pelayanan Pelanggan (UPP) sebanyak 76

Unit migrasi dari rating/ rayon yang ada, dan sebagai pilot

proyek ditetapkan 2 unit yaitu UPP Bandung Timur dan UPP

Padalarang.

c. Membentuk unit Pelayanan Jaringan (UPJ) sebanyak 15 unit

migrasi dari wie Cabang (bag. Distribusi dan bag. Konstruksi).

d. Pilot proyek dalam mendirikan UPP dan UPJ yaitu Cabang

Bandung, Cabang Majalaya, Cabang Cimahi (BMC) koordinasi

oleh tim BMC.

e. Menyiapkan 1 unit Arena Bandung Raya, Bandung Baleendah,

Cimahi dan Sumedang.

f. Menyiapkan PT PLN (Persero) DJBB menjadi UBD dengan

organisai yang baru, rangkaian ulang bisnis, Proses mekanisme

niaga persiapan SDM dan IT.

B. Jangka Menengah

a. Meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan.

b. Melaksanakan proses transformasi organisasi melalui

pembentukan 1 area yang membawahi UPJ-UPJ se-Bandung

(19)

c. Menyiapkan UPP baru sesuai dengan perkembangan yang ada.

d. Menyiapkan 4 area lainnya yaitu Bogor, Karawang / bekasi,

Cirebon dan Banten.

e. Memperdayakan SDM dan IT untuk rekayasa ulang Bisnis

Proses mekanisme niaga dan sistem manajemen yang terpadu.

C. Jangka Panjang

a. Menigkatkan kesehatan keuangan perusahaan yang siap

menyongsong era kompetensi.

b. Melaksanakan proses transformasi organisasi melalui:

1) Pembentukan 5 area yang membawa UPJ-UPJ

2) Pembentukan 15 unit Pelayanan Pelanggan

3) Pembentukan 84 unit Pelayanan pelanggan

c. Memperdaya SDM dan IT untuk rekayasa

1.4 Gambar dan Arti Lambang PT. PLN (Persero)

1.4.1 Lambang Perusahaan

Setiap perusahaan senantiasa dilengkapi dengan lambang perusahaan.

Lambang mempunyai arti penting karena lambang merupakan identitas bagi

setiap perusahaan. Lambang perusahaan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa

(20)

Gambar 1.1

Lambang PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

(21)

1.4.2 Arti Lambang dan Warna PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa

Barat dan Banten

Lambang Petir/kilat telah lama digunakan oleh PT PLN (Persero) dan

satuannya. Penggunaan Lambang PT PLN menurut surat keputusan No.

13/DIR/1976 adalah:

A. Gambar lambang PLN tercantum dalam suatu bidang datar

terdiri dari :

a. Berwarna kuning keemasan

b. Berbentuk segi empat, berskala ukuran lebar panjang = 3:4

c. Tanpa tulisan listrik negara adapun tulisan lain didalamnya.

B. Gambar atau lambang PLN terdiri dari:

a. Petir atau Kilat yang berbentuk atas tebal dan meruncing

disebelah berwarna merah darah dan memotong atau menembus

ketiga garis gelombang.

b. Tiga buah gelombang yang terbentuk sinusoida (dua setengah

perioda), berwarna biru laut, tersusun secara sejajar dalam arah

mendatar, terletak di tengah-tengah segi empat pada dasar

kuning keemasan.

C. Gambar atau Lambang diartikan sebagai berikut:

a. Petir atau kilat melambangkan tenaga listrik yang terkandung di

(22)

b. Gelombang yang digunakan dalam lambang PLN karena segala

macam tenaga (energi) dapat dinyatakan sebagai gelombang

(cahaya listrik, akuistik,). Kegiatan PLN antara lain mencakup

konversi segala macam tenaga (energi) menjadi listrik.

c. Tiga buah gelombang sejajar diartikan 3 sikap karyawan PLN

dalam melaksanakan tugas negara bekerja keras, bergerak cepat

dan bertindak tepat. Arti yang lain bahwa pelaksanaan distribusi

tenaga listrik harus serempak.

D. Warna lambang diartikan sebagai berikut:

a. Warna Kuning keemasan melambangkan keagungan Tuhan Yang

Maha Esa, serta agungnya kewajiban PLN.

b. Warna Merah darah melambangkan keberanian dan dinamika

dalam melaksanakan tugas untuk mencapai sasaran pembangunan.

c. Warna Biru laut melambangkan kesetiaan dan pengabdian pada

tugas untuk menuju dan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan

rakyat Indonesia seperti dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah

(23)

1.5 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero)

1.5.1 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan

Banten

Struktur organisasi perusahaan merupakan suatu gambaran yang

menunjukkan suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh setiap bagian atau

anggota. Gambar struktur organisasi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa barat

dan Banten dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Tabel 1.1

(24)

Struktur organisasi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Barat

merupakan organisasi garis, fungsional, dan staf jenjang manajemen, meliputi unsur

pimpinan, unsur pengawas dan unsur pelaksanaan, selain itu ada juga kontrol

intern yang berada dibawah serta tanggung jawab langsung kepada pimpinan

dapat dilihat secara keseluruhan bahwa susunan organisasi di PT PLN (Persero)

Unit Bisnis Jawa Barat sebagai berikut:

a. Unsur pimpinan adalah General Manajer

b. Unsur pembantu pimpinan meliputi

1) Perencanaan dan pengembangan usaha

2) Distribusi

3) Niaga

4) Keuangan

5) Organisasi dan SDM

6) Administrasi, Hukum dan Komunikasi

c. Unsur Perusahaan, Meliputi

1) Cabang/Unit

(25)

1.5.2 Struktur Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan

Banten

Struktur Humas PT. PLN (Persero) DJBB adalah sebagai berikut:

Gambar 1.2

Struktur organisasi Humas PT. PLN (Persero) DJBB

B

Sumber : Company Profile PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan

Banten 2012

Bagian Komunikasi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten

membawahi 3 (tiga) bagian yaitu Bagian Humas dan protokol, Bagian PKBL,

dan Fungsional Ahli.

Bagian Humas dan Protokol tugasnya adalah melaksanakan kegiatan

hubungan internal dan eksternal. PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan SPV PKBL

Bagian Komunikasi

SPV Humas dan

(26)

Banten termasuk didalamnya mengurus kegiatan upacara rutin, sedangkan PKBL

merupakan singkatan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan tugasnya

melaksanakan pengembangan program bina lingkungan (Community Development)

program ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk

membangun dukungan dan partisipasi masyarakat untuk turut menjaga keamanan

dan keselamatan aset PLN yang terpasang di banyak tempat. Program ini

diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan sosial-keagamaan bagi masyarakat,

dan yang terakhir adalah fungsional ahli tugasnya membanu melaksanakan

kegiatn hubungan eksternal dan internal tersebut sesuai dengan keahliannya.

1.6 Job Description

Dalam tataran praktisnya, masing-masing bagian memiliki Job Description yang

berbeda-beda, yaitu sebagai berikut:

A. General Manager (GM)

a. Pemimpin PT PLN (Persero) distribusi Jawa Barat dan Banten.

b. Membentuk Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) yang membawahi Unit

Jaringan (UJ).

c. Menetapkan Formasi Jabatan dan Informasi Tenaga Kerja Manajer

Bidang dan Kepala Audit Internal.

d. Menetapkan formasi jabatan dan formasi kerja Manajer Area

(27)

B. Bidang Perencanaan

a. Menyusun Rencana Pengembangan tenaga Listrik (RUPTL), Rencana

Jangka Panjang Perusahaan (RPJ), dan Rencana Kerja Anggaran

Perusahaan (RKAP).

b. Menyusun rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan.

c. Menyusun sistem manajemen kinerja unit-unit kerja.

d. Menyusun metode evaluasi kelayakan investasi dan melakukan

penilaian finansialnya.

e. Mengembangkan hubungan kerjasama dengan pihak lain dan

penyandang dana, baik secara bilateral maupun multilateral.

f. Menyusun rencana pengembangan sistem teknologi informasi.

g. Menyusun rencana pengembangan aplikasi sistem informasi.

h. Mengendalikan aplikasi-aplikasi teknologi informasi.

i. Menyiapkan SOP pengelolaan aplikasi sistem informasi.

j. Menyusun laporan manajemen.

k. Menyusun rencana pengembangan usaha baru serta penetapan

pengaturannya.

C. Bidang Niaga

a. Menyusun ketentuan dan strategi pemasaran.

(28)

c. Mengevaluasi harga jual listrik.

d. Menghitung biaya penyediaan tenaga listrik.

e. Menyusun strategi dan pengembangan pelayanan pelanggan.

f. Menyusun ketentuan data induk pelanggan (DIL) dan data induk saldo

(DIS) serta kontrak jual beli tenaga listrik.

g. Mengkaji pengelolaan pencatatan meter dan menyusun rencana

penyempurnaannya.

h. Mengkoordinasikan pelaksanaan penagihan kepada pelanggan

tertentuantara lain TNI/POLRI dan instansi vertikal.

i. Melakukan pengendalian DIS dan opname saldo piutang.

j. Menyusunkonsep kebijakan sistem informasi pelayanan pelanggan.

k. Menyusun mekanisme interaksi antar unit pelaksanaan.

l. Menyusun laporan manajemen.

D. Bidang Distribusi

a. Menyusun rencana pengembangan sistem jaringan distribusi dan

membina penerapannya.

b. Menyusun strategi pengoperasiannya dan pemeliharaan jaringan

distribusi dan membina penerapannya.

c. Menyusun SOP untuk penerapan dan pengujian peralatan distribusi,

serta SOP untuk operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi.

(29)

kerjanya serta membina penerapannya.

e. Mengevaluasi susut energi listrik dan gangguan pada sarana

pendistribusian tenaga listrik serta saran perbaikannya.

f. Menyusun metode kegiatan konstruksi dan administrasi pekerjaan serta

penerapannya.

g. Menyusun kebijakan manajemen jaringan distribusi dan kebijakan

manajemen perbekalan distribusi serta membina penerapannya.

h. Menyusun pengembangan sarana komunikasi dan otomatisasi operasi

jaringan distribusi.

i. Menyusun regulasi untuk penyempurnaan data induk jaringan (DIJ).

j. Memantau dan mengevaluasi data induk jaringan.

E. Bidang keuangan

a. Mengendalikan aliran kas pendapatan dan membuat laporan rekonsiliasi

keuangan.

b. Mengendalikan anggaran investasi dan operasi serta rencana aliran kas

pembiayaan.

c. Melakukan analisis dan evaluasi laporan keuangan unit-unit serta

menyusun laporan keuangan konsolidasi.

d. Menyusun dan menganalisa kebijakan resiko dan penghapusan aset.

e. Melakukan pengelolaan keuangan.

(30)

F. Bidang SDM dan Organisasi

a. Menyusun kebijakan pengembangan organisasi dan mengelola

pelaksanaannya.

b. Menyusun kebijakan manajemen sumber daya manusia dan

mengelola pelaksanaannya.

c. Menyusun kebijakan pengembangan sumber daya manusia dan

mengelola pelaksanaannya.

d. Mengkaji usulan pengembangan organisasi dan pengembangan

sumber daya manusia.

e. Menyusun laporan manajemen dibidangnya.

G. Bidang komunikasi, Hukum dan Administrasi

a. Menyusun kebijakan pengembangan organisasi dan mengelola

pelaksanaanya.

b. Menyusun kebijakan dan mengelola fasilitas kerja, sistem pengamanan

dan manajemen kantor.

c. Menyusun kebijakan K3, lingkungan dan community development.

d. Menyusun kebijakan administrasi.

e. Menyusun dan mengkaji produk-produk hukum dan

peraturan-peraturan perusahaan.

f. Memberikan advokasi dalam bisnis energy listrik dan ketenagakerjaan.

(31)

h. Mengelola aset tanah dan bangunan serta sarana kerja.

i. Mengelola kesekretariatan dan rumah tangga kantor induk.

j. Menyusun laporan manajemen dibidangnya.

H. Audit Internal

a. Menyusun program kerja pemeriksaan tahunan, sesuai program

kerja perusahaan.

b. Melaksanakan audit internal, meliputi keuangan, teknik, manajemen

dan operasional.

c. Memonitor tindak lanjut temuan hasil audit internal.

d. Menyusun laporan manajemen.

1.7 Sarana dan Prasarana PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan

Banten

Sarana PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten adalah sebagai

berikut :

A. Gedung perkantoran yang terdiri dari dua gedung yaitu gedung lama dan

gedung baru atau gedung tambahan.

B. Ruang perkantoran antara lain:

a. Gedung lama dan gedung baru berada di lantai dasar, yang terdiri dari:

Ruang serbaguna dan FO (Front Office), sedangkan disisi lain terdapat

(32)

perpustakaan, gedung alat tulis kantor, ruang e-procurement

(pengadaan barang melalui system computer), ruang teknik koperasi

distribusi.

b. Gedung baru atau gedung tambahan berada di lantai 1, yang terdiri

dari: Ruang PSDM, ruang admin SDM, ruang bagian keuangan, ruang

bagian perencanaan perusahaan, dan ruang hukum.

c. Gedung lama berada dilantai 2, yang terdiri dari : Ruang GM (General

Manager), dan beberapa ruang Manager lainnya.

d. Gedung lama berada di lantai 3, yang terdiri dari: Ruang bagian niaga,

ruang bagian akuntansi, ruang bagian anggaran, ruang kesekretariatan

dan umum.

e. Gedung lama berada di Lantai 4, yang terdiri dari: Ruang system

operasi distribusi, ruang proyek pengadaan listrik pedesaan, dan ruang

serbaguna kecil.

Adapun sarana lain dari PT. PLN (Persero) DJBB yang tersedia adalah

(33)

Tabel 1.2

Daftar Sarana PT. PLN (Persero) DJBB

No. Uraian Keterangan

1. Masjid 1

2. Ruang security 2

3. Front office 1

4. Ruang Rapat 1

5. Aula 1

6. Lift Gedung 2

7. Tangga Darurat 3

8. Tempat Parkir 2

9. Toilet 10

10. Telepon Umum 1

12. Mesin fotocopy 2

14. ATM BNI 1

15. Kantin 1

(34)

Sarana dan prasarana lainnya yang tersedia di tempat pelaksanaan

kegiatan PKL (Praktek kerja Lapangan) yaitu di bagian Humas PT PLN

Distribusi Jawa Barat dan Banten, yang terdapat di gedung lama berada

dilantai dasar yaitu Ruang Divisi Humas serta perpustakaan. Adapun fasilitas yang

tersedia adalah sebagai berikut:

Tabel 1.3

Daftar Prasarana Humas PT. PLN (Persero) DJBB

No. Nama Fasilitas Kerja Jumlah Satuan Penempatan

1. Komputer Program Windows

XP

1 Unit Deputy Manage

Komunikasi 2. Komputer Program Windows

XP (Flat)

5 Unit Operasional Humas

3. Komputer Program Windows

XP

2 Unit Operasional Humas

4. Komputer Program Windows

XP

1 Unit Operasional

Perpustakaan

5. Laptop (Note Book) 2 Unit Operasional Humas

6. Printer HP 1 Unit Deputy Manager

Komunikasi

7. Printer HP 5 Unit Operasional Humas

8. Printer HP 1 Unit Operasional

Perpustakaan

9. Print+Scan+Forocopy 1 Unit Operasional Humas

10. Print+Scan+Forocopy 1 Unit Operasional

(35)

11. Scan 1 Unit Operasional

Perpustakaan

12. Faximile 1 Unit Operasional Humas

13. Infocus 1 Unit Operasional Humas

14. Mesin Tik 1 Unit Operasional Humas

15. Kamera Digital (Tglg): 1 Unit Operasional Humas

16. Kamera Digital: Sony 1 Unit Operasional Humas

17. Kamera Digital: Panasonic 1 Unit Operasional Humas

18. Kamera Digital: Nikon 2 MP 1 Unit Operasional Humas

19. Kamera Digital: Nikon Cool 1 Unit Operasional Humas

20. Kamera Digital: Nikon Cool 1 Unit Operasional Humas

21. KameraManual(Tele):

Canon505

1 Unit Operasional Humas

22. Kamera Manual (Tele):

Nikon F 100

1 Unit Operasional Humas

23. Kamera Manual: Nikon 1 Unit Operasional Humas

24. Lensa Tele: Nikon 3 Unit Operasional Humas

25. Lensa Tele: Canon 2 Unit Operasional Humas

26. Tripod 3 Unit Operasional Humas

27. Digital Recorder Samsung 1 Unit Operasional Humas

28. Pointers: Peltra 2 Unit Operasional Humas

29. Handycam: Sony Nightshot 1 Unit Operasional Humas

30. Portable DVD: Shinco 1 Unit Operasional Humas

(36)

32. VCD Player 1 Unit Operasional Humas

33. Televisi 29 Inch 1 Unit Operasional Humas

34. Televisi 20 Inch 1 Unit Operasional

35. Kulkas 1 Unit Deputy Manager

36. Fasilitas Internet dan Intranet 1 Unit Operasional Gedung

Sumber: Data Inventaris dan arsip Humas PLN DJBB 2012

1.8 Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL)

1.8.1 Lokasi Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan di PT PLN

(Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, di bidang komunikasi,

tepatnya bagian Humas. Beralamat di Jl. Asia Afrika No.63 Bandung. Telepon

(022) 4230747, www.pln.jabar.co.id facsimile 4230822.

1.8.2 Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Waktu pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini selama 30 hari,

sesuai dengan waktu dan aturan yang ada di UNIKOM dan telah disepakati

oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, yang mana

pelaksanaannya tanggal 9 Juli s/d 16 Agustus 2012, pada hari Senin s/d Jumat

(37)

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

2.1 Kegiatan Selama Praktek Kerja Lapangan

Penulis dalam hal ini sebagai mahasiswa, mengadakan Praktek Kerja

Lapangan (PKL) di PT. PLN (Persero) Distribusi Jabar dan Banten atau biasa

disingkat dengan DJBB, melakukan aktifitas yang dibagi ke dalam dua jenis, yaitu :

kegiatan rutin dan kegiatan insidentil.

Kegiatan rutin yang dilakukan merupakan bentuk dari kerja layaknya

seorang PR (Public Relations) atau humas di perusahaan besar manapun. Menjaga

citra perusahaan dengan cara setiap harinya memonitor pemberitaan surat kabar

dan mengelola guntingan berita dari surat kabar khususnya.

Sedangkan kegiatan insidentil yang dilakukan penulis sebagai seorang calon

Humas di perusahaan terkait, adalah mengikuti acara Coffee Morning, Silaturahim

dan Buka Puasa Bersama Karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat

dan Banten.

Adapun setiap detail kegiatan penulis, bisa dilihat dalam sub-bab sebagai

(38)

Tabel 2.1

Aktivitas Praktek Kerja Lapangan

Di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Dan Banten

No Hari, tanggal Kegiatan Keterangan

1. Senin, 09 Juli

2012

(Briefing) Perkenalan anggota

dan tugas seorang humas. Belajar

cara memantau media cetak,

mengelola guntingan berita.

Kegiatan rutin

2. Selasa, 10 Juli

2012

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

(39)

pada intranet

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

(40)

Membuat database guntingan

berita

4. Kamis,12 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

(41)

5. Jumat, 13 Juli 2012 Monitoring Surat

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

6. Senin, 16 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

(42)

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

7. Selasa, 17 Juli 2012 COFFE MORNING

Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

Kegiatan

(43)

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

8. Rabu, 18 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

(44)

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

9. Kamis, 19 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

(45)

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

10. Jumat, 20 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

(46)

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

11. Senin, 23 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

(47)

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

12. Selasa, 24 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

(48)

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

13. Rabu, 25 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

(49)

 Membuat

database

guntingan berita

14. Kamis, 26 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

(50)

guntingan berita

15. Jumat, 27 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

(51)

16. Senin, 30 Juli 2012 Monitoring Surat

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

17. Selasa, 31 Juli 2012 Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

(52)

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

18. Rabu, 1 Agustus

(53)

berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

19. Kamis, 2 Agustus

(54)

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

20. Jumat, 3 Agustus

2012

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

(55)

berita hasil scan di

21. Senin, 6 Agustus

2012

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

(56)

 Mengimput

22. Selasa, 7 Agustus

2012

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

(57)

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

23. Rabu, 8 Agustus

2012

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

(58)

 Membuat

database

guntingan berita

24. Kamis, 9 Agustus

2012

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

(59)

guntingan berita

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

(60)

26. Senin, 13 Agustus

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

27. Selasa, 14 Agustus

2012

Monitoring Surat kabar :

 Membaca, memilih

(61)

dan menggunting

berita

 Mengelola guntingan berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

28. Rabu, 15 Agustus

(62)

berita :

 Mengkliping koran

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

29. Kamis, 16 Agustus

(63)

 Summary Kliping Berita

 Mengedit gambar

berita hasil scan di

komputer

 Mengimput

guntingan berita

pada intranet

perusahaan

 Membuat

database

guntingan berita

Sumber : Catatan Penulis 2012

2.2 Deskripsi Kegiatan Rutin Selama Praktek Kerja Lapangan

Kegiatan rutin yang dilakukan penulis selama Praktek Kerja Lapangan

(PKL) di PT.PLN DJBB adalah membaca koran dan menggunting beritanyang

meliput kegiatan yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung,

semua pemberitaan dan informasi sengenai hal-hal yang berhubungan dengan PT.

PLN (Persero) baik nasional maupun khusus Jawa Barat. Dengan membuat

(64)

scanning guntingan berita, mengedit guntingan berita dengan Adobe Photoshop,

memasukkan data melalui Microsoft Access, kemudian setelah menjadi database

dalam Microsoft Access, penulis mengimput data sehingga bisa memenuhi

kebutuhan informasi karyawan ataupun pihak lain yang sedang berada di

dalam lingkungan perusahaan.

2.2.1 . Membaca Berita

Sebagai seorang Humas yang bertugas memonitoring setiap

pemberitaan tentang perusahaannya. Maka segala bentuk berita akan

diserap dan dipilah. Surat Kabar yang tersedia di perusahaan, dibaca dan

dicari yang bersangkutan dengan perusahaan.

Dengan mengumpulkan berita, artikel, foto berita, iklan, informasi

pelanggan dan perusahaan, surat pembaca yang berkaitan dengan kegiatan

PLN, termasuk anak perusahaannya, masalah kelistrikan, energi, yang

dimuat di media cetak nasional dan lokal.

2.2.2. Memilih dan Menggunting Berita (kliping)

Kegiatan ini merupakan upaya memilah, memilih dan memisahkan

berita dengan alat potong, berkaitan dengan perusahaan atau segala hal yang

kita maksud sehingga lebih mudah ditelaah kemudian menyimpulkan atau

bahkan memperbanyak mengenai suatu berita (news), foto berita (photo

press) pada eventatau peristiwa tertentu dari media cetak seperti surat kabar.

(65)

(pukul 07.00-09.30 WIB) dengan mengumpulkan berita yang berkaitan

dengan PT. PLN (Persero) berupa artikel, opini, surat pembaca, keluhan,

foto, iklan, informasi dan lain-lain. Bisa berupa berita positif seperti

membangunan pembangkit tenaga listrik baru, hingga ke berita negatif

seperti keluhan atau permasalahan tagihan listrik, dan pengaduan.

Adapun surat kabar yang penulis monitoring dan kliping, sebagai

berikut :

1. Kompas

2. Media Indonesia

3. Seputar Indonesia

4. Suara Karya

5. Suara Pembaharuan

6. Bisnis Indonesia

7. Pikiran Rakyat

8. Radar Bandung

9. Galamedia

10. Tribun Jabar

11. Radar bandung

12. Jakarta Post

13. Koran Tempo

(66)

Berita atau artikel dari media cetak di atas dikliping, kemudian

ditempelkan pada lembaran formulir yang menggunakan lembaran khusus

berukuran A4 disediakan oleh perusahaan. Dalam formulir itu tertera juga

informasi mengenai surat kabar mana yang dikliping, tanggal bulan, tahun

terbit, jenis rubrik, klasifikasi dan kata kuncinya.

Kliping sering kali menjadi alat bantu perusahaan, dalam hal ini PT. PLN

(Persero). Kliping berita menyangkut perusahaan dijadikan bahan

evaluasi dan control perusahaan terhadap citranya di mata publik. Fungsi

lain dari kliping berita yaitu sebagai berikut :

1. Sebagai alat ukur sejauhmana perusahaan berhasil dalam mengukir

prestasi dan reputasi yang dicapainya mengenai persepsi hingga citra

perusahaan di mata publik luar.

2. Sebagai bahan evaluasi bersama, dimana langkah dan program

yang sudah dijalankan sesuai atau tidaknya dengan harapan intern

ataupun ekstern.

3. Sumber informasi dalam memantau kegiatan perusahaan itu sendiri.

4. Sebagai salah satu sumber dalam mengetahui isu apa saja yang

sedang hangat dibicarakan di tengah-tengah sistem sosial, sehingga

kekurangan ataupun kesalah fahaman bisa ditindak lanjuti secepat

mungkin.

(67)

Kegiatan kliping berita bermanfaat khusus bagi penulis yang

dalam hal ini sebagai pelaku Praktek Kerja Lapangan di

perusahaan terkait. Melatih kinerja kita sebagai anggota dan

karyawan perusahaan, kemudian melatih kepekaan penulis

terhadap isu dan opini publik yang berkembang di

tengah-tengah masyarakat khususnya tentang PT. PLN (Persero).

Selanjutnya menyikapi isu dan pemberitaan media sehingga bisa

membentuk citra positif bagi perusahaan.

2.2.3. Mengelola Guntingan Berita

Setelah memonitoring berita dengan membaca dan membuat kliping

berita tersebut, berita kemudian dikelola agar dapat dikonsumsi secara baik

melalui jaringan intranet perusahaan. Adapun tahapannya sebagai berikut :

1. Summaryguntingan berita

Berita hasil kliping diklasifikasikan menurut berita itu sendiri, hari

dan tanggal berapa berita itu diterbitkan, media mana yang

menerbitkan, kemudian apakah berita tersebut termasuk dalam

berita positif atau negatif bagi perusahaan, Berita tersebut dibuat

(68)

Gambar 2.1

Summaryatau Input Berita Ke Intranet

Sumber :Arsip Humas PT. PLN (Persero) DJBB 2012

2. ScanGuntingan Berita

Guntingan berita yang telah terkumpul discan sehingga dapat disimpan

sesuai tanggal dan penerbitnya, file- file hasil scan tadi dijadikan sebagai

file backup sehingga perusahaan memiliki arsip dokumentasi khusus secara

(69)

Gambar 2.2

Scan Guntingan Berita

Sumber :Arsip Humas PT. PLN (Persero) DJBB 2012

3. Mengedit gambar guntingan berita

Kliping berita setelah di-scan, diedit menggunakan Adobe

Photoshop untuk mengatur komposisi gambar, warna serta

resolusi gambar berita agar sesuai dan dapat dibaca melalui

(70)

Gambar 2.3

Mengedit Gambar denganAdobe Photoshop

Sumber :Arsip Humas PT. PLN (Persero) DJBB 2012

4. Membuatdatabase

Setelah menyajikan berita melalui intranet, maka berita dari

klipingan tadi disimpan kembali dalam bentuk database,

menggunakan aplikasi Microsoft Access. Sehingga klasifikasi

berita lebih jelas arah negatif atau positifnya, karena dari

database ini perusahaan bisa memantau setiap hari, bulan

bahkan tahun. Berapa banyak berita positif dan negatif PT. PLN

(71)

Gambar 2.4

Database Berita denganMicrosoft Access

Sumber :Arsip Humas PT. PLN (Persero) DJBB 2012

2.3 Deskripsi Kegiatan Insidentil Selama Praktek Kerja Lapangan

Kegiatan insidentil yang dilakukan penulis selama mengikuti PKL

di PT. PLN(Persero) DJBB merupakan kegiatan-kegiatan kehumasan,

seperti : Coffee Morning, Silaturahmi dan Buka Bersama Karyawan Kantor

PT.PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten. Adapun beberapa kegiatan yang

diikuti penulis selama PKL yang bersifat insidentil dijelaskan sebagai

(72)

2.3.1. Coffee Morning

Kegiatan ini salah satu kegiatan yang dilakukan PT. PLN

(Persero) DJBB, guna membina hubungan internal ke arah yang

lebih baik lagi. Penulis mengikuti kegiatan ini tepat pada hari

Selasa, tanggal 17 Juli 2012 dalam rangka menyambut bulan suci

bagi umat islam yaitu bulan Ramadhan.

Dalam acara ini setiap karyawan bisa berinteaksi bebas,

non- formal dengan sesama maupun atasannya. Sambil menikmati

sajian dan minuman dipagi hari. Dalam kegiatan ini Humas ikut

berperan, dimanaCoffee Morning sebagai salah satu kegiatan untuk

mendekatkan karyawan dengan kayawan lainnya, agar saling

(73)

Gambar 2.7

Coffee MorningSeluruh Karyawan PT. PLN DJBB

Sumber : Dokumentasi Penulis (2012)

Gambar 2.8

Coffee Morning,Seluruh Karyawan Saling Silaturahmi

(74)

2.3.2. Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Karyawan PT.PLN Barat

dan Banten Bersama Kaum Dhuafa

Jumat, 10 Agustus 2012 P T . PLN DJBB mengadakan silaturahmi

dan buka bersama karyawan PT.PLN DJBB bersama kaum Dhuafa, PT. PLN

DJBB bertekad akan selalu memaksimalkan pelayanannya kepada

masyarakat. Dalam hal ini ditandai dengan mengajak kaum dhuafa untuk

berhemat energi listrik dan memberikan arahan jelas bagaimana

memanfaatkan energi seefektif mungkin. Karena merekalah yang nantinya

akan menjadi generasi penerus bangsa. Kegiatan ini Rutin diadakan, dimana

Humas PT.PLN DJBB di sini bermaksud untuk merangkul para kaum

Dhuafa, dan Humas di sini ingin agar PT.PLN DJBB saling membantu dan

ikut berbagi bagi para kaum dhuafa.

Kemudian pihak PT. PLN DJBB melalui dalam silaturahmi ini

memberikan bantuan berupa Baju Muslim, Sarung, bingkisan. Berikut

(75)

Gambar 2.9

Pemberian Bingkisan Bagi Kaum Dhuafa

Sumber : Dokumentasi Penulis (2012)

2.4 Deskripsi Keilmuan Humas (Public Relations)

2.4.1 Sejarah Humas atau Public Relations

Public Relation (PR) atau kadang disebut dengan istilah Hubungan

Masyarakat (humas) memiliki posisi yang sangat penting dalam sebuah

organisasi, terutama bila organisasi tersebut sering berinteraksi dengan

masyarakat luas. Public Relations sangat menentukan perwajahan organisasi

tersebut di mata masyarakat luas. Hal tersebut disebabkan karena Public

Relations lah yang merupakan salah satu front liner penting dalam

berkomunikasi dengan masyarakat. Public Relations menentukan kesan positif

(76)

menentukan bagaimana organisasi tersebut bersosialisasi di tengah-tengah

masyarakat. Dengan kata lain,Public Relationsjuga berperan dalam membangun

hubungan, khususnya hubungan komunikasi, antara organisasi dengan

masyarakat luas. Untuk itu, di dalam sebuah Public Relations sangat penting

untuk bisa mengelola manajemen komunikasi.

Aktivitas Public Relations sehari-hari adalah menyelenggarakan

komunikasi timbal balik ( two way trafic communications ) antara lembaga

dengan pihak publik yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan

dukungan bagi tercapainya suatu tujuan tertentu, kebijakan, kegiatan produksi,

dsb, demi kemajuan lembaga atau citra positif lembaga bersangkutan. Jadi,

kegiatan Public Relations tersebut sangat erat kaitannya dengan pembentukan

opini publik dan perubahan sikap dari masyarakat.

Public Relations merupakan gabungan dari dua buah kata yakni: Public

danRelationsyang mengandung arti seperti yang diugkapkan di bawah ini :

a. Public

Yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata “publik”

namun secara prinsip Public adalah sekelompok orang yang memiliki

(77)

b. Relations

Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Hubungan-hubungan

dalam arti menyangkut banyak hubungan. Dengan demikian pengertian

Public Relations yaitu hubungan-hubungan antar public atau

singkatnya hubungan-hubungan publik. Namun di Indonesia Public

Relations saat ini lebih banyak dikatakan sebagai HUMAS (Hubungan

Masyarakat).

Adapun definisi yang dikemukakan oleh para pakar Public Relations,

diantaranya dikemukakan oleh :

Cultip, Center & Brown (2000:4).

Public Relations adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan, dan kerjasama antara organisasi dengan berbagai publiknya.

Humas atau Public Relation menurut J.C Seidel, direktur Public

Relations,Division of Housing, State New Yorkyakni :

(78)

Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli Public

Relations di atas tadi, terdapat kesamaan dari segi peran, fungsi dan

tujuannya meskipun terdapat sedikit perbedaan baik dari segi redaksi

bahasa maupun dari sudut pandang para ahli tersebut. Namun, dari sekian

definisi tersebut inti dari kegiatan Public Relations yaitu untuk

memperoleh citra yang baik, itikad baik, saling pengertian, saling

menghargai dan toleran.

2.4.2 Ruang Lingkup TugasPublic Relations

Pada umumnya kegiatan Public Relations ditujukan kepada dua jenis

publik yaituPublic InternaldanPublic Eksternal. Untuk lebih jelasnya mengenai

kedua jenis sasaran ini, dapat dideskripsikan sebagai berikut :

A. Membina hubungan ke dalam (public internal)

Public internal adalah khalayak atau publik yang menjadi bagian dari

kegiatan usaha pada suatu organisasi atau instansi itu sendiri. Jadi, yang

dimaksud dengan public internal adalah publik yang menjadi bagian dari

unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang Public Relations

harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan

gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh

(79)

Dengan adanya public internal, maka tujuan Public Relations pun

diarahkan dengan sebutan internal public relations. Dengan kata lain Public

Relationsmengemban tugas yaitu berkomunikasi ke dalampublic internal.

Adapun tugasinternal public relationsmenurut (Suhandang, 1998: 78-79) :

1) Bagaimana memelihara hubungan baik antara pimpinan dan bawahan?

2) Bagaimana mempertinggi produktivitas sumberdaya manusia (SDM) yang ada di dalam perusahaan itu?

3) Bagaimana caranya menggerakkan para pegawai agar memberikan pelayanan kepada publik dengan sebaik-baiknya?

4) Bagaimana mempertinggi kecakapan dan pengetahuan sesama SDM yang ada di dalam perusahaan atau instansi itu?

Maka tujuan dibinanya internal public relations tiada lain adalah untuk

menciptakan hubungan baik dan harmonis, dalam rangka memperoleh kesediaan

kerjasama (coorperation) diantara orang-orang yang menjadi bagian dari instansi,

organisasi, atau perusahaan serta memungkinkan orang-orang tersebut untuk ikut

berpartisipasi dan berprestasi lebih tinggi dengan mendapatkan kepuasan dari

hasilnya. (Yulianita, 2003: 59)

B. Membina hubungan keluar (public eksternal)

Public Eksternal adalah publik yang berada di luar organisasi, instansi,

(80)

membina hubungan baik. Jadi, yang dimaksud public eksternaladalah publik

umum (masyarakat).

Mengusahakan timbulnya sikap dan gambaran publik yang positif

terhadap lembaga yang diwakilinya (Ruslan, 2003: 23).

Adapun tugas eksternal public relations menurut (Suhandang, 1998:

80-81);

a) Bagaimana memperluas pasar bagi produksinya?

b) Bagaimana memperkenalkan produksinya kepada masyarakat?

c) Bagaimana memelihara hubungan baik dengan para pejabat pemerintahatau Negara?

d) Bagaimana cara mengetahui sikap dan pendapat publik terhadap perusahaan?

e) Bagaimana memelihara hubungan baik dengan pers dan para opinion-leader?

Tujuan dibinanya hubungan dengan public eksternaladalah untuk

memperoleh dan meningkatkan citra yang baik dari public eksternal

terhadap organisasi, instansi, atau perusahaan serta untuk meningkatkan

kepercayaan dan penilaian yang positif dari publiknya dan bila perlu

(81)

2.4.3 FungsiPublic Relations

Menurut Maria (2002, p.31), “Public Relationsmerupakan satu bagian dari

satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas

organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya

sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan

benar terhadap organisasi tersebut”.

Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi Public Relations

yaitu:

1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling

adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada

umumnya.

2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima

dan menguntungkan semua pihak.

3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik,

sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau

perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna,

budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja

(82)

4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau

perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik

sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi

atau perusahaan yang bersangkutan.

Dapat disimpulkan bahwa Public Relations lebih berorientasi kepada

pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang

lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari

konsumen. Tetapi jika fungsi Public relationsyang dilaksanakan dengan baik

benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki,

mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana

kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan

pendekatan khusus dan motivasi dalam meningkatkan kinerjanya.

Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi Public Relations adalah

memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya

komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi

masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah (Black,

2002).

2.4.4 TujuanPublic Relations

Menurut Davis tujuan utama Public Relations adalah Untuk mempengaruhi

(83)

dialog terhadap semua golongan ketika persepsi,opini dan sikapnya dianggap

penting bagi kesuksesan sebuah perusahaan.

Sementara Rosady Ruslan berpendapat bahwa ada 5 tujuan Public

Relationsyaitu :

1. Menciptakan citra organisasi yang baik dan positif bagi masyarakat

dan konsumen.

2. Memicu tercapainya sikap saling mengerti antara masyarakat dan

konsumen.

3. Mengembangkan keselarasan fungsi antara pemasaran dan public dan

relations

4. Membangun pengenalan dan pengetahuan tentang merek secara

efektif.

5. Mendukung bauran pemasaran.

2.5 Analisa Selama Praktek Kerja Lapangan

Sama halnya dengan Public Relations perusahaan lain pada umumnya,

Public Relations PT. PLN (Persero) DJBB memiliki tugas dan tanggung jawab

membangun citra positif perusahaan, seperti apa yang di katakan salah satu ahli

yaituCitra merupakan kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan

( Rhenald Khasali), dimana dengan adanya citra positif diharapkan bisa membentuk

(84)

publik serta menambah nilai goodwill perusahaan tersebut. Itulah fungsi humas di

sini, humas harus pintar dan bisa untuk selalu menjaga citra suatu perusahaan, dan

sebisa mungkin agar issue yang merusak citra perusahaan tersebut bisa terhapus dari

pikiran masyarakat, karena jika sampai suatu perusahaan tersebut terkena issue yang

negatif, maka perusahaan tersebut akan menjadi bahan pembicaraan publik sehingga

perusahaan tersebut menjadi jelek di mata publik, maka dari itu seorang humas di

sini berperan penting pada suatu perusahaan, agar perusahaan tersebut mempunyai

citra yang positif di mata masyarakat.

PT. PLN (Persero) DJBB dalam hal ini melalui Public Relations-nya

sangat serius dalam menumbuhkan citra positif dimana publik terbukti dengan

selalu memonitor kondisi pencitraan perusaan melalui berita di media massa,

kemudian mengadakan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk perwujudan dari program

kerja perusahaan serta kepedulian perusahaan kepada lingkungannya. Baik itu

berupa kegiatan internal maupun eksternal.

Kegiatan internal public relations merupakan kegiatan yang di tujukan untuk

publik internal/ perusahaan. Publik internal adalah keseluruhan elemen yang

berpengaruh secara langsung dalam keberhasilan perusahaan, seperti karyawan,

manajer, supervisor, pemegang saham, dewan direksi perusahaan dan sebagainya,

melalui kegiatan internal public relations dari organisasi/perusahaan. Dan PT. PLN

di sini pun mempunyai kegiatan internal dengan hubungan kegiatan ditandai dengan

(85)

kantor PT. PLN DJBB melalui intanet, ikhtisar berita, email berita, kemudian

menerbitkan tabloid perusahaan SINERGI yang dikhususkan untuk kalangan internal

perusahaan.

Humas berperan penting dalam bidang yang berkaitan dengan informasi.

Tugas Humas yang membawahkan Pelaksana adalah pembuatan kliping. Kliping di

Kantor PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten telah melaksanakan

tugasnya dengan baik. Pada setiap harinya, pencarian berita di media cetak sampai

proses pembuatan kliping yang nantinya di ditempelkan pada kertas dan memberikan

keterangan yang dilakukan setiap hari. Serta pendokumentasian selalu dilakukan

oleh pelaksana dokumentasi pada saat acara – acara penting dan hal – hal kegiatan

PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.

Pengertian kliping berita news clipping dalam arti sempit adalah kegiatan

memilih, menggunting, menyimpan, dan kemudian memperbanyak mengenai suatu

berita news atau karangan (artikel), serta foto berita photo press pada event atau

peristiwa tertentu yang telah terjadi dan dimuat di berbagai media cetak, seperti surat

kabar, majalah, berita, tabloid, dan lain-lain yang kemudian dikliping. Kegiatan yang

rutin dikerjakan oleh humas PT. PLN DJBB di sini ingin mengetahui seberapa

banyak kabar tentang perusahaan tersebut muncul di media cetak, mau kabar positif

ataupun negatif. Karena fungsi kliping di sini pun sebagai dokumentasi perusahaan

tentang kabar suatu perusahaan, dan kliping di sini pun berfungsi agar karyawan

(86)

masyarakat. Maka dari itulah humas selalu mengerjakan kegiatan rutin tersebut.

Humas kantor PT.PLN DJBB juga Mengadakan coffee morning sebagai

ajang dan tolak ukur kepedulian sesama antara pimpinan dengan bawahan,

ataupun sebaliknya. Sehingga hubungan antara atasan dan bawahan bisa terjaga

keharmonisannya.

Kemudian kegiatan eksternalnya, Public Relations PT. PLN DJBB

mengadakan acara bakti sosial yang secara teratur. Kemudian sosialisasi dan bentuk

event lain yang bertujuan menjaga hubungan dengan lingkungan. Contoh kegiatan

tersebut seperti, silaturahmi dan buka bersama PT.PLN DJBB bersama kaum dhuafa.

Dimana kita mengajak kaum Dhuafa untuk ikut buka bersama kantor PLN DJBB,

untuk menjalin silaturahmi yang baik dengan masyarakat. Itulah cara Humas PT.PLN

Gambar

Gambar 1.1
Tabel 1.1
Gambar 1.2
Tabel 1.3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penulisan tugas akhir Program Biomethagreen Sebagai Kegiatan Corporate Social Responsibility PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten ini adalah

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten mengenai Program Layanan PLN Keliling sebagai pelayanan informasi

Pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan PT PLN (PERSERO) distribusi Jawa Barat dan Banten di area pelayanan jaringan Cimahi. Universitas Pendidikan Indonesia |

PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten sudah sesuai dengan pencatatan piutang usaha menurut Henry Simamora (2006:229) proses tersebut dimulai dengan

Yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah mengenai rendahnya prestasi kerja karyawan pada Kompartemen SDM di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Dan Banten Area

Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap disiplin kerja di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan

PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten terdapat prosedur dan pelaksanaan penerimaan persediaan material dari rekanan dimana pelaksanaan dari prosedurnya

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah arus kas operasi berpengaruh terhadap likuiditas pada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten..