Ekonom: Pertumbuhan ekonomi 2016 sekitar 5%.
Produsen air minum Cleo segera melantai di BEI.
DSNG siapkan Rp 780 miliar untuk akuisisi.
SRIL bidik pendapatan US$ 760 juta di 2017.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
P
enguatan IHSG akhir pekan lalu
mulai tertahan menyusul aksi
ambil untung terbatas pelaku pasar.
IHSG ditutup di 5360,767 atau men‐
guat 7,054 poin (0,13%). Aksi beli
terutama melanda saham sektor
properti dan perbankan dan aneka
industri. Sedangkan aksi ambil un‐
tung melanda saham pertambangan
dan perkebunan. Harga komoditas
logam dan CPO yang terkoreksi
setelah rally beberapa sesi perda‐
gangan sebelumnya menjadi pemicu
aksi ambil untung di saham tambang
logam dan perkebunan. Hal ini teru‐
tama dipicu data pabrikan China
yang tumbuh melambat, seperti
tercermin di Indeks Caixin Manufac‐
turing PMI China Januari lalu turun
ke 51,0 di bawah perkiraan 51,8 dan
bulan sebelumnya 51,9.
Pasar juga merespon kebijakan bank sentral China (PBoC) yang secara
tak terduga menaikkan tingkat bunga acuannya (Repo) 10 bp menjadi 2,35%,
yang dikhawatirkan sebagai akhir kebijakan pelonggaran moneter di negara
tersebut. Selama sepekan IHSG berhasil menguat 0,90% melanjutkan pekan
sebelumnya 1,1%. Harga komoditas logam dan perkebunan yang cenderung
menguat, sejumlah isu individual emiten terutama rilis laba 2016 dan masuknya
kembali dana asing ke pasar menjadi katalis penguatan IHSG sepekan terakhir.
Sepekan kemarin pembelian bersih asing mencapai Rp714,54 miliar melanjutkan
pembelian bersih asing pekan sebelumnya Rp731,88 miliar.
Sementara Wall Street akhir pekan lalu bergerak bullish. Indeks DJIA
dan S&P di Wall Street masing‐masing menguat 0,94% dan 0,73% di 20071,46
dan 2297,42. Pasar merespon positif data tenaga kerja AS yang keluar akhir
pekan lalu. Angka kesempatan kerja Januari 2017 di AS bertambah 227 ribu di
atas perkiraan 170 ribu dan bulan sebelumnya 157 ribu. Tingkat pengangguran
di AS Januari 2017 mencapai 4,8%. Rencana Presiden Trump yang akan meninjau
ulang regulasi sektor keuangan telah mendorong rally saham keuangan di Wall
Street akhir pekan lalu.
Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervari‐
asi dalam rentang terbatas. Redahnya resiko capital outflow dan kondusifnya
pasar saham global akhir pekan lalu menjadi katalis positif di pasar. Namun ter‐
batasnya ruang pelonggaran moneter lanjutan oleh Bank Indonesia (BI) akan
membatasi ruang penguatan. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di
5330 dan resisten di 5380 berpeluang menguat.
S1 5330 S2 5300 R1 5380 R2 5400
Index Last Chg % DJIA 20071.46 186.55 0.94 S&P 500 2297.42 16.57 0.73 FTSE 100 7188.30 47.55 0.67 CAC 40 4825.42 26.31 0.55 DAX 11651.49 23.54 0.20 NIKKEI 225 18975.60 28.85 0.15 HANGSENG 23129.21 (44.09) (0.19) STI 3041.94 (0.44) (0.01) SHENZHEN 1909.79 (7.53) (0.39) SHANGHAI 3140.17 (19.00) (0.60) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 54.53 0.71 1.32 CPO (RM/M.T) 3055.00 (17.00) (0.55) Gold (USD/T.oz) 1223.50 5.00 0.41 Nikel (USD/M.T 10210.00 160.00 1.59 Timah (USD/M.T) 19700.00 (150.00) (0.76) Coal (USD/M.T) 81.15 (0.05) (0.06) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13320.00 (38.00) (0.28) USD/EUR 1.079 0.00 0.19 JPY/USD 112.31 (0.36) (0.32) IDR/SGD 9478.74 (14.35) (0.15) IDR/AUD 10223.80 (40.00) (0.39) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 29.49 3928 0.09 0.31Top Gainers IDR % Chg
TMPI 130 16.10 18 HDFA 230 15.00 30 ERTX 155 14.80 20 OASA 424 12.80 48 PDES 242 10.00 22
Top Losers IDR % Chg
MAYA 2,250 (25.00) (750)
PSKT 121 (20.90) (32)
SKBM 560 (12.50) (80)
VINS 74 (11.90) (10)
GEMS 2,540 (11.50) (330)
Top Value IDR % (miliar) BMRI 11,075 0.70 615 B
BBRI 12,000 0.20 590 B MYRX 148 1.40 559 B TLKM 3,950 0.00 466 B BUMI 474 (0.80) 444 B Top Volume IDR % (juta)
MYRX 148 1.40 3,788.735 MTFN 54 8.00 2,971.622 ENRG 75 (6.30) 2,162.712 CNKO 60 9.10 2,014.124 ELTY 63 (7.40) 1,939.539 IHSG 5,360.77 Change 7.06 Change (%) 0.13 Change (%/ytd) 1.21
Total Value (IDR triliun) 7.266
Total Volume (miliar saham) 21.858
Net Foreign Buy (IDR miliar) 347.000
News Update
2
Ekonom: Pertumbuhan ekonomi 2016 sekitar 5%. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2016 dan akumulasinya sepanjang 2016 pada Senin (6/2). Sejumlah ekonom memproyeksi, pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun lalu sekitar 4,9%-5% year on year (YoY), sehingga sepanjang 2016 pertumbuhannya 5% YoY. Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal tahun lalu sebesar 4,9% YoY, sehingga pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 5% YoY, lebih tinggi dibanding tahun 2015 yang tercatat 4,8%. Meski lebih tinggi, Anton melihat adanya sisi pelemahan pada konsidi ekonomi Indonesia secara umum pada tahun lalu, terutama pada permintaan domestik dan kegiatan bisnis. Hal tersebut tampak pada lebih rendahnya defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) 2016 yang diperkirakan sebesar 2% dari produk domestik bruto (PDB), di bawah tahun sebelumnya yang sebesar 2,1% dari PDB. Dan inflasi 3,02% yang juga lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tak hanya itu, realisasi penerimaan pajak rutin pada tahun lalu juga masih lebih rendah dari tahun sebelumnya dan pertumbuhan kredit yang lebih lambat. Kelapa Ekonom Standard Chartered Aldian Taloputra memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun lalu sebesar 5% YoY. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 5,03% YoY. (Kontan)
Produsen air minum Cleo segera melantai di BEI. PT Sariguna Primatirta tengah memantapkan langkah untuk menginjakkan kaki di bursa saham. Perusahaan ini bersiap menggelar initial public offering (IPO) dengan melepas sekitar 500 juta saham Maret mendatang. "Underwriter-nya Lautandhana. Akan ada 22% yang dilepas ke publik," kata Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia. Perusahaan produsen air minum ini bakal melakukan IPO dengan menggunakan buku per 31 Oktober 2016. Perusahaan air minum dalam kemasan yang dikenal dengan merek Cleo ini melakukan IPO demi memperluas usaha. Sariguna telah melakukan mini expose di BEI, Jumat (3/2) lalu. Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Kapital, menyebut, sudah ada beberapa produsen air minum mencatatkan saham di bursa. Tetapi rata-rata saham emiten tersebut tidak likuid. Jadi pelaku pasar harus memperhatikan hal tersebut. Selain itu, persaingan di bisnis air minum saat ini terbilang ketat. "Hampir semua grup ikut bermain, bahkan Indomaret juga punya," kata Alfred, Jumat (3/2). Karena itu, investor perlu memperhatikan prospek bisnisnya. Pasar sangat berharap banyaknya informasi dari sektor ini untuk menumbuhkan sense of belonging terhadap saham si emiten. Oleh sebab itu, Alfred menuturkan, emiten tersebut harus rajin menyampaikan informasi ke pasar. Jhon Veter, Direktur Utama Investa Stellar Dana Kelola, bilang, pasar perusahaan air minum di Indonesia relatif sudah berkembang dan mature, sehingga pertumbuhannya tidak lagi signifikan. Meski demikian, sektor ini cenderung lebih konsisten karena bisa menaikkan harga tanpa ada penurunan volume penjualan dan relatif lebih defensif. (Kontan)
DSNG siapkan Rp 780 miliar untuk akuisisi. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) merencanakan ekspansi anorganik tahun ini. Emiten sawit ini menganggarkan belanja modal US$ 60 juta atau sekitar Rp 780 miliar. Tahun ini, DSNG merencanakan ekspansi dalam bentuk aliansi strategis dan akuisisi pihak ketiga. "Seperti yang telah kami lakukan dengan REA Kaltim Plantations beberapa waktu lalu," kata Paulina Suryanti, Sekretaris Perusahaan DSNG. Dengan ekspansi anorganik, akselerasi produksi akan lebih cepat. DSNG merogoh kocek US$ 15 juta untuk mengambilalih 15% saham REA Kaltim Desember lalu. Sesuai perjanjian, DSNG juga masih punya opsi menambah kepemilikan atas REA Kaltim hingga 49% secara bertahap selama lima tahun. REA Kaltim memiliki HGU seluas 70.584 hektare (ha) di Kalimantan Timur. Sementara, DSNG memiliki luas tertanam lebih dari 90.000 ha yang tersebar di Pulau Kalimantan, 30% di antaranya merupakan kebun plasma. Volume penjualan CPO DSNG tahun lalu mencapai 348.391 ton, turun 15% secara year on year (yoy). Rata-rata harga penjualan atau average selling price (ASP) CPO DSNG naik 10% menjadi Rp 7,54 juta pada 2016. Dengan ASP tersebut, artinya DSNG mencatat penjualan CPO sekitar Rp 2,63 triliun, naik 22% dibanding periode 2015 sekitar Rp 2,15 triliun. (Kontan)
SRIL bidik pendapatan US$ 760 juta di 2017. Posisi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) masih tergabung dalam saham-saham LQ45 sejak tahun lalu. Walaupun kinerja saham SRIL tahun lalu memble, fundamental emiten tekstil ini masih cukup baik. Tercatat pada penutupan perdagangan 2016, saham SRIL di level Rp 230 per saham, turun 43% dibandingkan posisi awal pembukaan perdagangan Rp 404 per saham. Hingga saat ini kinerja saham rata-rata bergerak dikisaran Rp 234-Rp 238 per saham. Namun, berbanding terbalik dengan kinerja saham, fundamental SRIL terbilang cukup kuat. Manajemen SRIL masih yakin dapat tumbuh didukung kondisi makro ekonomi yang cukup baik pada tahun ini. Sekretaris Perusahaan SRIL Welly Salam mengatakan, ada tiga usaha yang dilakukan oleh manajemen untuk memacu penjualan pada tahun ini. Pertama normalisasi kapasitas produksi atas pabrik baru yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun ini, diversifikasi produk agar dapat menjangkau segala permintaan pasar. ”Serta fokus pada penjualan produk-produk yang bernilai tinggi,” kata Welly. Welly menjelaskan, pemulihan kapasitas produksi ini direncanakan secara bertahap. Saat ini progres pabrik baru sudah masuk dalam tahap uji coba produksi, hingga pada akhir tahun nanti kapasitas produksi spinning naik 16% menjadi 645.000 bales pertahun. Sementara waving meningkat 50% menjadi 120 juta per tahun. Dyeing/finishing naik 240 juta yard dan garmen naik 67% menjadi 30 juta potong per tahun. Produk yang dibuat juga akan bernambah dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Mulai dari lini pakaian fashion maupun seragam kerja, hingga membuat perlengkapan militer seperti tas, tenda, dan ponco. Sementara di produk hulu SRIL masih menjajakan yarn, greige, dyed fabric, printed fabric. Bisa disebut, tahun ini, ekspansi SRIL terbilang minim. Manajemen perusahaan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 15 juta dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$ 60 juta. Ini lantaran perusahaan baru saja melakukan perluasan pabrik. Sehingga dana belanja modal pada tahun ini akan dipergunakan untuk pemeliharaan mesin. Meski demikian, SRIL cukup yakin dapat meningkatkan kinerja pada tahun ini. Manajemen memproyeksikan pendapatan mencapai US$ 716 juta-US$ 760 juta, dengan laba bersih mencapai US$ 65 juta-US$ 69 juta. Sementara, tahun 2016, manajemen memproyeksikan pendapatan mencapai US$ 633 juta-US$ 682 juta dengan laba US$ 60 juta-US$ 64 juta. (Kontan)Stock Picks
3ASRI 380‐420.
Harga emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) akhir pekan lalu berhasil melanjut‐
kan rebound ditutup di Rp398. Pergerakan harga sahamnya setelah konsolidasi mengindikasikan sinyal bull‐
ish reversal dengan resisten terdekat di Rp420. Sedangkan support saat ini di Rp380. Pasar saat ini mengan‐
tisipasi rilis laba 2016. Pergerakan rupiah terhadap dolar AS selama ini menjadi faktor utama yang mem‐
pengaruhi pergerakan harga sahamnya. Pelemahan rupiah terhadap dolar menjadi faktor negatif bagi
perseroan. Begitu sebaliknya. Untuk jangka menengah peluang penguatan akan menguji resisten di Rp440
(FR 61,8%) dengan resisten sederhana di Rp420. Sedangkan support di Rp380. Dari sisi kinerja, hingga kuar‐
tal tiga tahun lalu (3Q16), laba bersih melonjak 954% mencapai Rp659,74 miliar dibandingkan periode yang
sama 2015 sebesar Rp62,59 miliar. Sedangkan pendapatan turun 12% mencapai Rp1,90 triliun dibanding‐
kan periode yang sama 2015 sebesar Rp2,17 triliun. Lonjakan laba bersih terutama dipicu laba selisih kurs
Rp272,50 miliar dibandingkan periode yang sama 2015 yang menderita rugi kurs Rp791,31 miliar. Tahun
lalu kinerja penjualan perseroan jauh dari target awal tahun menyusul lemahnya daya beli masyarakat.
Hingga akhir September 2016 lalu raihan marketing sales perseroan baru mencapai Rp1,3 triliun atau 26%
dari target perseroan tahun lalu sebesar Rp5 triliun. Diperkirakan tahun lalu perseroan hanya berhasil
meraih marketing sales sebesar Rp2,7 triliun. Perseroan saat ini memiliki lahan di Alam Sutera Serpong se‐
banyak 800 ha, di Pasar Kemis memiliki cadangan lahan 900 ha dari 2600 ha izin lokasi yang sudah dimiliki.
Perseroan memiliki kerja sama dengan China Fortune Land Development (CLFD) untuk pengembangan
Pasar Kemis. Andalan perseroan untuk pertumbuhan bisnisnya saat ini adalah penjualan lahan yang bisa
berkontribusi hingga 47% terhadap total marketing sales perseroan tahun ini yang diperkirakan bisa men‐
capai Rp3 triliun. Pencapaian laba bersih hingga 3Q16 yang mencapai Rp659,74 miliar baru mencerminkan
58% dari perkiraan tahun lalu sebesar Rp1,14 triliun atau tumbuh 92% dari tahun sebelumnya Rp596,5 mil‐
iar. Perseroan Oktober lalu berhasil menjual obligasi global senilai USD245 juta yang diterbitkan anak usa‐
hanya Alam Synergy Pte Ltd. Obligasi ini tanpa jaminan memiliki kupon bunga 6,625% dan yield maturity
6,75% yang ditujukan untuk refinancing obligasi lama senilai USD225 juta yang dirilis Januari 2014 lalu den‐
gan bunga 9%. Obligasi ini akan jatuh tempo 2021 dan mendapatkan rating ‘B’ oleh S&P. EPS proyeksi ta‐
hun ini diperkirakan Rp58,2 naik dari 2015 lalu Rp30,36. Secara valuasi, sebelumnya diperkirakan harga
sahamnya berpeluang mencapai target harga di Rp656 dengan PBV 1,7x. Maintain Buy, SL 370
4
Stock Picks
PTPP 3640‐3850.
Harga saham emiten jasa konstruksi PT PP Tbk (PTPP) akhir pekan lalu berhasil
melanjutkan rebound ditutup di Rp3710 atau berhasil break resisten sebelumnya di Rp3640. Pergerakan
harganya mengindikasikan sinyal bullish continuation dengan target resisten di Rp3850. Sedangkan support
saat ini bergeser ke Rp3640. Perseroan sepanjang tiga pekan pertama di Januari 2017 berhasil meraih
kontrak baru Rp4,3 triliun, melonjak dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp1,1 triliun. Tahun ini
perseroan menargetkan perolehan kontrak baru sekitar Rp40 triliun atau meningkat 25% dibandingkan
dengan raihan 2016 lalu sebesar Rp32,6 triliun. Total order book perseroan akhir 2016 lalu mencapai
Rp71,5 triliun termasuk carry over 2015 sebesar Rp39 triliun. Laba bersih perseroan tahun lalu mencapai
Rp1,15 triliun (belum diaudit). Pencapaian laba bersih tersebut di atas perkiraan kami sebelumnya sebesar
Rp877 miliar. Ini mencerminkan pertumbuhan mencapai 55% dibandingkan 2015 sebesar Rp740 miliar. EPS
2016 sebesar Rp237,5 atau di atas estimasi sebelumnya Rp181. Sedangkan perolehan pendapatan usaha
tahun lalu diperkirakan manajemen mencapai Rp17,6 triliun, angka ini naik 24% dari 2015 sebesar Rp14,2
triliun. Namun perolehan pendapatan perseroan tahun lalu tersebut di bawah perkiraan kami sebelumnya
Rp19,5 triliun. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 42% atau mencapai
Rp25 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan tumbuh sekitar 50% atau mencapai Rp1,72
triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan Rp356. Pada harga Rp3710 harga sahamnya ditransaksikan
dengan PE 10,4x (E/17). Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 13,7x (E/17) dalam kondisi
pasar bullish atau mencapai Rp4887. Dari harga saat ini ada ruang penguatan 31,7%. Maintain Buy, SL 3550
Senin, 6 Februari 2017
Saham Pilihan
TLKM 39000-4000 TB, SL 3770
ASII 7900-8300 TB, SL 7850
BMRI 10900-11200 TB, SL 10800
CTRA 1340-1440 Buy, SL 1290
BSDE 1870-1960 TB, SL 1790
MPPA 1340-1540 Buy, SL 1300
RALS 1400-1500 TB, SL 1340
5
Stock Picks
UNTR 22150‐24000.
Harga saham United Tractors Tbk (UNTR) kemarin menguat terbatas, tutup di
Rp23000, level resistennya (FR 78,6%), dengan pendekatan Fibonacci Retracement (FR). Apabila berhasil
break resisten maka akan berpeluang mengarah ke Rp24000. Sedangkan support saat ini di Rp22150 (FR
61,8%). Pasar saat ini tengah menanti rilis laba 2016. Tahun ini bisnis inti perseroan, penjualan alat berat
Komatsu, diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari tahun lalu yang diperkirakan mencapai 2.150 unit. Total
pangsa pasar alat berat UNTR 2016 sebanyak 32%. UNTR menargetkan penjualan alat berat 2500 unit
tahun ini (2017). Belanja modal USD230‐USD240 juta naik 15%‐20% ketimbang tahun 2016
.
Sepanjang
sembilan bulan pertama 2016 lalu (9M16) pendapatan usaha perseroan mencapai Rp33,90 triliun atau
turun 11,48% (yoy) mencapai Rp33,90 trliun dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp38,29
triliun. Pencapaian pendapatan usaha ini mencerminkan 73% terhadap target pendapatan usaha 2016
sebesar Rp46,39 triliun atau turun 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih sepanjang
9M16 mencapai Rp3,13 triliun turun 43,88% (yoy) dibandingkan 9M15 sebesar Rp5,57 triliun terutama
akibat rugi kurs Rp644 miliar. Pencapaian laba bersih hingga September 2016 mencerminkan 67,5%
terhadap target laba bersih 2016 sebesar Rp4,64 triliun. Secara kuartalan laba bersih cenderung meningkat
begitu juga dengan marjin bersih. Laba bersih 3Q16 tumbuh 14,28% (qoq) mencapai Rp1,28 triliun
dibandingkan 2Q16 sebesar Rp1,12 triliun. Pertumbuhan laba ini lebih tinggi ketimbang kuartal dua 2016
yang tumbuh 9,46% (qoq). Marjin bersih 3Q16 mencapai 11,29% naik dari 2Q16 sebesar 9,46% dan 1Q16
sebesar 6,83%. Tahun ini pendapatan usaha diperkirakan berpeluang tumbuh 11% mencapai Rp51,49
triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan mencapai Rp5,15 triliun atau tumbuh 11%. EPS tahun
ini diperkirakan mencapai Rp1381. Target harga sahamnya sebelumnya kami perkirakan Rp22650 dengan
PE 16,4x (E/17). Namun mengingat prospek pertumbuhan bisnisnya yang lebih kuat tahun ini, harganya
kami perkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 17x (E/17) atau target harganya dinaikkan ke
Rp23480. Trading Buy, SL 22000
Stock View
6
Senin, 6 Februari 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5360.77 5366.61 5372.45 5354.76 5348.75
PERKEBUNAN AALI 16000 16,216.67 16,433.33 15,841.67 15,683.33 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 368 375.33 382.67 361.33 354.67 LSIP 1575 1,605.00 1,635.00 1,560.00 1,545.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2000 2,036.67 2,073.33 1,976.67 1,953.33 SIMP 520 525.00 530.00 515.00 510.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 71 77.33 83.67 67.33 63.67PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1720 1,740.00 1,760.00 1,710.00 1,700.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 474 484.00 494.00 464.00 454.00 DEWA 85 90.00 95.00 82.00 79.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2130 2,173.33 2,216.67 2,093.33 2,056.67 ITMG 15800 16,008.33 16,216.67 15,383.33 14,966.67 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 11750 11,858.33 11,966.67 11,533.33 11,316.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 775 785.00 795.00 770.00 765.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 127 132.00 137.00 124.00 121.00
ELSA 432 439.33 446.67 427.33 422.67 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 75 79.67 84.33 72.67 70.33
ESSA 1600 1,616.67 1,633.33 1,566.67 1,533.33 MEDC 1475 1,503.33 1,531.67 1,453.33 1,431.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 830 850.00 870.00 820.00 810.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2770 2,843.33 2,916.67 2,703.33 2,636.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 1100 1,136.67 1,173.33 1,071.67 1,043.33 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 15375 15,408.33 15,441.67 15,333.33 15,291.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 905 925.00 945.00 895.00 885.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9200 9,300.00 9,400.00 9,100.00 9,000.00 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 116 118.00 120.00 115.00 114.00 JPRS 138 140.67 143.33 136.67 135.33 KRAS 740 753.33 766.67 733.33 726.67 PAKAN TERNAK CPIN 3230 3,250.00 3,270.00 3,190.00 3,150.00 JPFA 1710 1,738.33 1,766.67 1,693.33 1,676.67 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8100 8,166.67 8,233.33 8,066.67 8,033.33 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71 GJTL 1135 1,155.00 1,175.00 1,125.00 1,115.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8450 8,491.67 8,533.33 8,391.67 8,333.33 INDF 7875 7,958.33 8,041.67 7,833.33 7,791.67 MYOR 1900 1,915.00 1,930.00 1,870.00 1,840.00 ROTI 1560 1,563.33 1,566.67 1,558.33 1,556.67 GGRM 61800 62,016.66 62,233.33 61,566.66 61,333.33 INAF 2560 2,666.67 2,773.33 2,426.67 2,293.33 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2180 2,250.00 2,320.00 2,090.00 2,000.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1470 1,481.67 1,493.33 1,461.67 1,453.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 224 227.33 230.67 221.33 218.67 ASRI 398 406.00 414.00 392.00 386.00 BKSL 95 96.67 98.33 93.67 92.33 BSDE 1895 1,926.67 1,958.33 1,856.67 1,818.33 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1090 1,091.67 1,093.33 1,086.67 1,083.33 CTRA 1380 1,400.00 1,420.00 1,350.00 1,320.00 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 63 67.67 72.33 60.67 58.33 KIJA 290 292.00 294.00 288.00 286.00 MDLN 334 337.33 340.67 331.33 328.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2100 2,116.67 2,133.33 2,086.67 2,073.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 123 132.67 142.33 111.67 100.33 PTPP 3710 3,760.00 3,810.00 3,630.00 3,550.00 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 630 638.33 646.67 618.33 606.67 TOTL 790 798.33 806.67 783.33 776.67 WIKA 2490 2,530.00 2,570.00 2,470.00 2,450.00 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2870 2,883.33 2,896.67 2,853.33 2,836.67 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1520 1,546.67 1,573.33 1,496.67 1,473.33 JSMR 4260 4,273.33 4,286.67 4,243.33 4,226.67 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 2900 2,943.33 2,986.67 2,853.33 2,806.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6375 6,416.67 6,458.33 6,291.67 6,208.33 TLKM 3950 3,980.00 4,010.00 3,910.00 3,870.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 340 342.00 344.00 338.00 336.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 360 363.33 366.67 357.33 354.67 WINS 270 278.67 287.33 254.67 239.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 765 781.67 798.33 756.67 748.33 BANK BBCA 15475 15,508.33 15,541.67 15,433.33 15,391.67 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 615 620.00 625.00 605.00 595.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 5975 6,016.67 6,058.33 5,941.67 5,908.33 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 12000 12,041.67 12,083.33 11,966.67 11,933.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 1890 1,901.67 1,913.33 1,881.67 1,873.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4300 4,393.33 4,486.67 4,213.33 4,126.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2370 2,410.00 2,450.00 2,320.00 2,270.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 11075 11,116.67 11,158.33 11,016.67 10,958.33 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 980 1,005.00 1,030.00 960.00 940.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6925 6,966.67 7,008.33 6,891.67 6,858.33 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 330 334.00 338.00 328.00 326.00 UNTR 23000 23,116.67 23,233.33 22,791.67 22,583.33 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5400 5,475.00 5,550.00 5,350.00 5,300.00 RALS 1460 1,475.00 1,490.00 1,435.00 1,410.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1700 1,716.67 1,733.33 1,676.67 1,653.33 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 139 148.33 157.67 134.33 129.67
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Senin, 6 Februari 2017
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.