• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Senin, 13 April 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Senin, 13 April 2015"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Unitex Tawarkan Harga Rp3.900 Untuk Pemegang Saham Publik.



Impack Pratama Industri Baru Realisasikan Dana IPO 7,54 Persen.



Jasa Marga Masih Simpan Dana IPO Rp807,708 Miliar.



Ini Tiga Emiten Yang Siap Stock Split Tahun Ini.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

S

etelah mencapai level penutupan tertingginya di 5523 (7/4) pergerakan IHSG cenderung konsolidasi hingga akhir pekan lalu tutup di 5491,340 atau terkoreksi 9,560 poin (0,17%) dari hari sebelumnya. Perdagangan saham berlangsung kurang bergairah, terlihat dari nilai transaksi di Pasar Reguler akhir pekan lalu hanya mencapai Rp4,11 triliun jauh merosot dibandingkan rata-rata harian bulan lalu yang mencapai Rp5,18 triliun. Koreksi IHSG akhir pekan lalu lebih pada aksi ambil untung yang bersifat terbatas di tengah sikap pemodal yang menanti rilis laba 1Q15 dan data pertumbuhan ekonomi nasional 1Q15.

Koreksi IHSG akhir pekan lalu tidak sejalan dengan pergerakan indeks

Emerging Market akhir pekan lalu yang naik 0,6%. Namun selama sepekan IHSG

menguat 0,64%. Penguatan IHSG sepekan kemarin dari sentimen domestik ditopang penguatan rupiah atas dolar AS hingga 0,7% di Rp12910 akhir pekan lalu. Penguatan rupiah atas dolar AS telah berlangsung selama empat pekan terakhir dan memberikan sentimen positif di pasar saham. Sedangkan dari eksternal, penguatan IHSG juga terimbas sentimen bullish pasar kawasan Asia terutama dimotori pasar saham China merespon langkah PBoC yang berkomitmen melanjutkan program stimulus untuk mengangkat perekonomian negara tersebut yang tengah menghadapi perlambatan. Akhir pekan lalu data inflasi China Maret yang mencapai 1,4% lebih tinggi dari ekspektasi 1,3% telah meredahkan kekhawatiran ancaman deflasi di negara tersebut sehingga pasar saham China kembali menguat tajam tercermin dari kenaikan indeks Shanghai Composite hingga 1,9%. Selama sepekan indeks Shanghai Composite telah naik 4,4%.

Memasuki perdagangan awal pekan ini, peluang penguatan IHSG kembali terbuka menguji resisten di 5520 setelah pasar saham global akhir pekan lalu kembali melanjutkan penguatannya. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu masing-masing menguat 0,5% tutup di 18057,65 dan 2102,06. Sentimen positif di Wall Street akhir pekan lalu lebih digerakkan sejumlah isu individual seperti aksi Merger & Akuisisi (M&A) dan antisipasi rilis laba 1Q15. Pada perdagangan awal pekan ini selain kondusifnya pasar global, peluang pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi pergerakan rupiah atas dolar AS yang cenderung menguat. IHSG akan bergerak dengan kisaran 5460 hingga 5520 cenderung menguat. IHSG : S1 5460 S2 5410 R1 5520 R2 5550 Index Last Chg % DJIA  18057.65  98.92   0.55   S&P 500  2102.06  10.88   0.52   FTSE 100  7089.77  74.41   1.06   CAC 40  5240.46  31.51   0.60   DAX  12374.73  208.29   1.71   NIKKEI 225  19918.64  34.78   0.17   HANGSENG  27272.39  328.00   1.22   STI  3472.38  12.08   0.35   SHENZHEN  2149.11  52.14   2.49   SHANGHAI  4034.31  76.78   1.94   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  51.64  0.85   1.67   CPO (RM/M.T)  2120.00  (46.00)  (2.12)  Gold (USD/T.oz)  1205.50  10.60   0.89   Nikel (USD/M.T  12620.00  (145.00)  (1.14)  Timah (USD/M.T)  16550.00  (225.00)  (1.34)  Coal (USD/M.T)  52.90  (0.40)  (0.75)  Exchange Rates Chg % IDR/USD  12882.00  (53.00)  (0.41)  USD/EUR  1.061  (0.01)  (0.56)  JPY/USD  120.20  (0.32)  (0.26)  IDR/SGD  9426.83  (95.43)  (1.00)  IDR/AUD  9867.16  (110.25)  (1.11)  TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  44.18  2846  0.13   0.30  

Top Gainers IDR % Chg

SIPD  910  24.70   180  CENT  195  21.10   34  FREN‐W  42  16.70   6 

BRMS  183  14.40   23  MFMI  339  13.40   40 

Top Losers IDR % Chg

ERTX  820  (11.40)  (105) 

BBLD  1,305  (10.00)  (145) 

HOME  181  (9.50)  (19) 

ETWA  162  (9.50)  (17) 

PSKT  740  (8.10)  (65)  Top Value IDR % (miliar)

TLKM  2,825  (0.50)  546 B  ASII  8,150  0.00   536 B  SRIL  257  0.40   365 B  BBCA  15,050  (0.20)  341 B  BMRI  12,000  0.00   317 B 

Top Volume IDR % (juta)

SRIL  257  0.40   1,408.406  MTFN  291  (0.70)  673.421  NIRO  232  (0.90)  557.334  SIAP  368  (0.30)  545.623  BRMS  183  14.40   430.358  IHSG 5,491.34 Change (9.56) Change (%) (0.17) Change (%/ytd) 5.06

Total Value (IDR triliun) 5.314 Total Volume (miliar saham) 5.834 Net Foreign Buy (IDR miliar) (75.000)

(2)

News Update

2



Unitex Tawarkan Harga Rp3.900 Untuk Pemegang Saham Publik. PT Unitex Tbk (UNTX) berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Mei mendatang guna meminta persetujuan rencana go private perseroan di Grand Sahid Sudirman Jakarta. Perseroan dalam keterangannya, Jumat, menyebutkan alasan dari diajukannya go private adalah karena saham perseroan tidak lagi aktif diperdagangkan dan tidak likuid dengan rata-rata volume perdagangan saham per hari hampir tidak ada, dan harga saham stagnan di Rp3.700 per lembar. Selain itu jumlah pemegang saham publik perseroan hanya 41 pihak sejak 10 tahun terakhir dan RUPS 2014 hanya dihadiri oleh 21 pihak yang mengindikasikan pemegang saham minoritas tidak lagi memperhatikan kelangsungan usaha perseroan. Seperti diketahui pemegang saham mayoritas perseroan adalah Unitika Ltd sebesar 69,37 persen, Henry Onggo 9,40 persen, Henru Lohanata 8,61 persen dan masyarakat 12,62 persen. Perseroan mengajukan harga penawaran Rp3.900 per lembar dalam penawaran tender saham publik dimana harga itu 5,4 persen lebih tinggi dari harga rata-rata 90 hari di BEI yang Rp3.700. Pemegang saham yang akan menjual sahamnya dalam penawaran tender hanya akan dikenakan pajak pungutan 0,1 persen dari hasil penjualan dan tidak dikenakan pungutan pajak atas keuntungan. Unitika Ltd. akan membayar seluruh komisi perantara termasuk biaya crossing di BEI. (IQ Plus)



WIKA Bidik Raihan Kontrak Baru Semester I Rp16 Triliun. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) hingga semester satu tahun ini menargetkan dapat mengantongi kontrak baru di semester satu tahun ini sekitar Rp16 triliun. Nilai ini mencapai 50% dari total target kontrak baru perseroan yang dipatok diangka Rp31,6 triliun. Optimisme emiten karya pelat merah tersebut lantaran hingga saat ini, perseroan tengah mengikuti proses tender untuk penggarapan proyek konstruksi yang bernilai besar. Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi menyebutkan, ada beberapa tender proyek yang sedang diikuti, dan dalam waktu dekat ini prosesnya akan memasuki tahap finalisasi. Selain itu, telah disahkannya Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) pada Februari lalu juga membawa angin segar bagi kelangsungan pengerjaan proyek perseroan, maklum selama ini raihan kontrak WIKA didominasi oleh pengerjaan proyek dari pemerintah, ditambah pada tahun ini belanja negara untuk sektor infrastruktur juga mengalami peningkatan sebesar 63% menjadi Rp290,3 triliun. Lebih lanjut ia bilang bahwa raihan kontrak baru perseroan di periode Maret 2014 memang mengalami perlambatan jika dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. Nilai perolehan kontrak baru Wijaya Karya pada pertengahan Maret tahun lalu mencapai Rp4,8 triliun, sedangkan di periode Maret tahun ini kontrak baru yang sudah terkumpul baru mencapai Rp4,1 triliun turun 17,07%. Meskipun begitu, pihaknya tetap optimistis dapat meraih nilai kontrak baru sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015. Salah satu penyebab melambatnya perolehan kontrak baru perseroan di kuartal pertama tahun ini adalah proses tender proyek pemerintah yang baru dimulai di bulan Maret ini. (IQ Plus)



Impack Pratama Industri Baru Realisasikan Dana IPO 7,54 Persen. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sampai dengan Maret 2015 baru merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sekitar 7,54 persen atau sebesar Rp13,64 miliar. David Herman Liasdanu, Direktur IMPC mengatakan, sebesar 24,19 persen atau sebesar Rp3,30 miliar telah direalisasikan untuk pembelian lahan di KSO Delta Sillicon 8 atas nama perseroan. Sementara sisanya 75,81 persen atau sebesar Rp10,34 miliar untuk membeli lahan di lokasi yang sama atas nama anak usaha perseroan, yakni PT Unipack Plasindo, seperti dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Kamis. Adapun dana hasil IPO perseroan yang masih tersisa saat ini jumlahnya yakni sebesar Rp167,20 miliar. Seperti diketahui, PT Impack Pratama Industri Tbk pada penawaran umum perdana saham (IPO) yang dilakukan pada awal Desember 2014 lalu berhasil menghimpun hasil bersih sebesar Rp180,84 miliar. Dana hasil IPO tersebut menurut rencana sekitar 36,07 persen atau sebesar Rp65,23 miliar akan digunakan untuk membeli lahan di KSO Delta Sillicon 8 atas nama perseroan. Kemudian sekitar 23,42 persen atau Rp42,35 miliar untuk membeli lahan di lokasi yang sama atas nama anak usaha perseroan, yakni PT Unipack Plasindo, dan sisanya 40,51 persen atau Rp73,26 miliar untuk modal kerja perseroan. (IQ Plus)



Jasa Marga Masih Simpan Dana IPO Rp807,708 Miliar. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih menyimpan dana sisa IPO sebesar Rp807,708 miliar hingga periode 31 Maret 2015, demikian keterangan Direktur Perseroan Reynaldi Hermansjah, Kamis. Perusahaan pelat merah ini meraih dana bersih IPO sebesar Rp3,366 triliun pada November 2007. Adapun dana yang sudah dikeluarkan mencapai Rp2,558 triliun. Perseroan menggunakan dana hasil IPO itu untuk ekspansi usaha Rp2,356 triliun, refinancing utang Rp150 miliar dan modal kerja Rp52,651 miliar. Sisa dana IPO itu kini berada di Bank Mandiri Rp126 miliar, BRI sebesar Rp323,70 miliar, BTN Rp133,5 miliar, Bank DKI Rp40,25 miliar, Bank Jabar Rp8,50 miliar, Bank Jateng Rp21 miliar dan Bank Bukopin Rp164,90 miliar. (IQ Plus)



Ini Tiga Emiten Yang Siap Stock Split Tahun Ini. Sepanjang kuartal I tahun ini, setidaknya ada tiga emiten yang siap menggelar aksi korporasi pemecahan nilai saham alias stock split. Ketiga perusahaan itu adalah PT Merck Tbk (MERK), PT Logindo Samudera Makmur Tbk (LEAD), dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA). Bahkan MERK telah mengambil ancang-ancang untuk melakukan stock split. Meski masih belum merinci rasio yang bakal dipakai, namun manajemen memastikan rencana tersebut bakal segera dieksekusi. Jika mengacu pada peraturan minimal free float atau saham beredar di masyarakat minimal 7,5%, maka MERK telah memenuhinya. Free float saham MERK saat ini sebesar 13%. Jadi, free float ini dilakukan supaya harga saham perseroan jadi lebih murah dengan harapan transaksinya menjadi lebih likuid. Maklum, harga saham MERK mahal Rp 142.600 per saham. Emiten perkapalan, LEAD juga berencana melakukan stock split. Rasio yang bakal dipakai adalah 1:4. Dengan begitu, jika nilai nominal saham LEAD sebelumnya sebesar Rp 100 akan berubah menjadi Rp 25 per saham. Jumlah saham beredarnya pun bakal meningkat empat kali lipat. Stock split ini dilakukan karena kondisi volume perdagangan saham LEAD di pasar modal cenderung kecil. Hal ini karena harga saham LEAD sudah cukup tinggi dan jumlahnya yang sedikit. "Rasio stock split yang diusulkan satu banding empat, ini juga dilakukan untuk menarik minat investor ritel," tambah Sundap Carulli, Direktur Keuangan LEAD kepada KONTAN. Terakhir ada ITMA yang bakal melakukan stock split 1:20. Rencana ini dilakukan untuk menambah saham beredar. ITMA harus segera memenuhi standar BEI yang mewajibkan jumlah free float minimal 7,5%. BEI juga mewajibkan pemilik saham minimal 300 pihak. Adapun jumlah saham publik ITMA sekarang ini hanya 1,83 juta atau 5,39% dari total kepemilikan saham. (Kontan Online)

(3)

Stock Picks

3

SMRA 1840-1950.

Harga saham Summarecon Agung Tbk (SMRA) dalam tiga sesi perdagangan terakhir

pekan lalu bergerak konsolidasi setelah mencapai level tertingginya di Rp1975 (7/4). Harga sahamnya tutup

di Rp1885 akhir pekan lalu atau menguat 4% selama sepekan terakhir. Sebelumnya kami menargetkan harga

sahamnya mencapai level Rp1900. Dengan tren pasar yang bullish dan rupiah yang cenderung menguat

pekan lalu tutup di Rp12910, pergerakan harga saham emiten properti SMRA berpeluang melanjutkan tren

penguatannya. Dari sisi kinerja, tahun ini perseroan menargetkan marketing sales tumbuh 19,5% mencapai

Rp5,5 triliun. Pencapaian target marketing sales tahun ini akan ditopang dengan belanja modal mencapai

Rp3 triliun. Beberapa proyek residensial yang akan menopang marketing sales perseroan tahun ini adalah

proyek Summarecon Bandung yang diperkirakan memberikan penjualan Rp800 miliar. Kemudian proyek

Summarecon Kelapa Gading yang diperkirakan memberikan kontribusi Rp500 miliar dan proyek

Summarecon Bekasi yang diperkirakan memberikan kontribusi Rp1,5 triliun. Sedangkan porsi terbesar masih

berasal dari Summarecon Serpong yang diperkirakan Rp2,7 triliun atau 49% terhadap total target marketing

sales. Dengan proyeksi tersebut, pendapatan usaha tahun ini diperkirakan tumbuh 15% mencapai Rp6,13

triliun dengan laba bersih tumbuh 14% mencapai Rp1,59 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan

Rp110,54 naik dari 2014 lalu sebesar Rp96,92. Pada harga Rp1885 saham SMRA ditransaksikan dengan PE

17x (E/15) dan PBV 3,9x. Dibandingkan rata-rata emiten properti yang ditransaksikan dengan PBV 2x harga

saham SMRA relatif mahal. Namun secara historis dalam kondisi pasar bullish harga sahamnya

ditransaksikan dengan harga premium dengan rata-rata PBV 4x hingga 4,2x. Secara technical peluang

penguatan lanjutan akan menguji resisten di Rp1950 hingga Rp1975. Sedangkan level support saat ini di

kisaran Rp1840 hingga Rp1875. Pergerakan harga sahamnya membentuk pola konsolidasi di area uptrend.

Sepanjang bertahan di atas level Rp1840 harga sahamnya berpeluang melanjutkan tren bullish. Trading Buy,

SL 1820

(4)

4

CPIN 3630-3770.

Harga saham emiten pakan ternak Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akhir pekan

lalu tutup di Rp3695. Ini merupakan harga penutupan tertinggi sejak perdagangan 13 Maret lalu. Selama

sepekan terakhir harga sahamnya menguat 9,6%. Penguatan ini sejalan dengan tren penguatan rupiah atas

dolar AS yang akhir pekan lalu berada di Rp12910, meninggalkan level Rp13000. Sebagaimana diketahui

pergerakan harga saham pakan ternak seperti CPIN selama ini cenderung tertekan karena tren pelemahan

nilai tukar rupiah atas dolar AS. Seiring dengan mulai menguatnya rupiah selama empat pekan terakhir,

pemodal mulai mengakumulasi kembali harga sahamnya, yang secara technical, sudah berada di area

oversold, sempat tertekan hingga Rp3345 (27/3). Dari sisi kinerja, tahun ini dengan dukungan pertumbuhan

ekonomi nasional yang mencapai kisaran 5,5% lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 5,1%, dengan

dorongan faktor konsumsi masyarakat, kinerja penjualan perseroan diperkirakan akan kembali tumbuh di

atas tahun lalu yang hanya tumbuh 13,6%. Tahun ini penjualan bersih diperkirakan tumbuh 20% mencapai

Rp35 triliun. Sedangkan dari sisi biaya, tekanan beban pokok penjualan dan beban penjualan diperkirakan

bisa dikurangi dengan marjin bersih diperkirakan mencapai 7,9% naik dari tahun lalu yang hanya 6%. Laba

bersih tahun ini diperkirakan tumbuh 58,21% mencapai Rp2,76 triliun. EPS proyeksi tahun ini Rp168,52.

Harga saham CPIN berpeluang ditransaksikan dengan PE 25x atau mencapai Rp4213. Pada harga saat ini

ruang penguatan mencapai 14%. Secara technical, harga sahamnya berpeluang menguji resisten di Rp3770

hingga Rp3800. Sedangkan level support saat ini di Rp3600 hingga Rp3650. Pergerakan harga sahamnya

masih mengindikasikan bullish continuation. Trading Buy, SL 3580

Stock Picks

(5)

5

Stock Picks

KLBF 1820-1870.

Harga saham Kalba Farma Tbk (KLBF) akhir pekan lalu rebound terbatas tutup di Rp1850.

Koreksi harga sahamanya tertahan di support Rp1820. Dari sisi kinerja tahun lalu penjualan neto perseroan

mengalami perlambatan pertumbuhan hanya tumbuh 8,5% mencapai Rp17,37 triliun dibandingkan tahun

2013 lalu yang tumbuh 17,35%. Sedangkan laba bersih tahun lalu juga tumbuh hanya 5,75% dibandingkan

tahun 2013 yang tumbuh 10,7%. Laba bersih perseroan tahun lalu mencapai Rp2,06 triliun. Pencapaian laba

bersih tahun lalu sedikit di bawah perkiraan sebelumnya di Rp2,1 triliun. EPS tahun 2014 sebesar Rp44 di

bawah perkiraan kami sebelumnya sebesar Rp45,12. Sedangkan tahun ini penjualan neto diperkirakan

tumbuh hanya 10% lebih lambat dari perkiraan kami sebelumnya sebesar 17% atau mencapai Rp19,10 triliun.

Sedangkan laba tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 11% turun dari perkiraan sebelumnya 21,5% atau

mencapai Rp2,29 triliun dari perkiraan sebelumnya Rp2,57 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan hanya

Rp49 turun dari perkiraan sebelumnya Rp54,80. Pada harga Rp1850 KLBF ditransaksikan dengan PE 42x

(E/14) dan PE 37,7x (E/15). Rata-rata PE industri saat ini 40x. Kondisi pasar yang bullish membuka peluang

harga sahamnya ditransaksikan dengan PE 40x atau mencapai target harga Rp1960. Dari harga saat ini

saham KLBF punya ruang penguatan 5,9%. Secara technical peluang penguatan akan kembali menguji

resisten di Rp1870. Sedangkan level support di Rp1820. Pergerakan harganya akhir pekan lalu membentuk

pola hammer di area downtrend mengindikasikan sinyal bullish reversal. Trading Buy, SL 1790

Senin, 13 April 2015

Saham Pilihan

PGAS 4780-4875 TB, SL 4750

GJTL 1250-1320 Buy, SL 1220

PTPP 3945-4060 SoS, SL 3850

GIAA 540-585 TB, SL 520

SRIL 250-270 TB, SL 247

BRMS 170-200 TB, SL 165

ASRI 630-650 TB, SL 625

(6)

Stock View

6

Senin, 13 April 2015

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

5491.34  5509.76  5528.18  5472.16  5452.98 

               PERKEBUNAN AALI  24125  24,258.33  24,391.67  23,983.33  23,841.67  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  12.42  BWPT  330  333.00  336.00  328.00  326.00                LSIP  1660  1,678.33  1,696.67  1,648.33  1,636.67  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  12.66  SGRO  1900  1,903.33  1,906.67  1,898.33  1,896.67  649,627.93  10.94  29.32  141.04  16.20  SIMP  685  688.33  691.67  683.33  681.67  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  14.10  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  975  983.33  991.67  963.33  951.67  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  5.34  BORN  50  50.67  51.33  49.67  49.33                BRAU  84  89.00  94.00  81.00  78.00                BUMI  85  87.67  90.33  83.67  82.33  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.11  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  1460  1,473.33  1,486.67  1,453.33  1,446.67  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  8.02  ITMG  15825  16,200.00  16,575.00  15,600.00  15,375.00  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  4.08  PTBA  10700  10,791.67  10,883.33  10,616.67  10,533.33  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  11.49  PTRO  780  785.00  790.00  775.00  770.00  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  8.21 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  101  102.67  104.33  99.67  98.33  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  5.75  ELSA  575  586.67  598.33  566.67  558.33  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  19.37  ENRG  91  93.00  95.00  90.00  89.00  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  4.68  ESSA  2200  2,200.00  2,200.00  2,200.00  2,200.00  126,590.83  22.89  42.71  28.12  12.88  MEDC  3145  3,165.00  3,185.00  3,105.00  3,065.00  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  6.40 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  905  920.00  935.00  895.00  885.00                INCO  3175  3,205.00  3,235.00  3,160.00  3,145.00  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  38.50  TINS  990  995.00  1,000.00  985.00  980.00                SEMEN INTP  22850  23,091.67  23,333.33  22,616.67  22,383.33  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  19.73  SMCB  1505  1,521.67  1,538.33  1,496.67  1,488.33  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  8.91  SMGR  13425  13,516.67  13,608.33  13,341.67  13,258.33  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  15.28 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  78  79.33  80.67  77.33  76.67  333,609.60  28.88  2.97  59.01  6.56  JPRS  222  223.33  224.67  220.33  218.67  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  8.54  KRAS  428  429.67  431.33  426.67  425.33  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐3.19  PAKAN TERNAK CPIN  3695  3,715.00  3,735.00  3,655.00  3,615.00  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  22.90  JPFA  770  783.33  796.67  758.33  746.67  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  38.76 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  8150  8,250.00  8,350.00  8,025.00  7,900.00  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  17.45  GJTL  1265  1,276.67  1,288.33  1,251.67  1,238.33  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  3.29 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  14250  14,483.33  14,716.67  14,083.33  13,916.67  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  7375  7,408.33  7,441.67  7,333.33  7,291.67  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  11.79  MYOR  27225  27,416.67  27,608.33  27,116.67  27,008.33  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  50.91  ROTI  1145  1,165.00  1,185.00  1,135.00  1,125.00  464,595.48  27.03  12.10  9.45  23.66  GGRM  53500  54,400.00  55,300.00  52,800.00  52,100.00  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  18.16  INAF  282  285.33  288.67  279.33  276.67  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐5.69  KAEF  1285  1,296.67  1,308.33  1,271.67  1,258.33  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  76.35  KLBF  1850  1,858.33  1,866.67  1,833.33  1,816.67  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  43.97 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  446  451.33  456.67  441.33  436.67  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  7.73  ASRI  635  640.00  645.00  630.00  625.00  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  10.06  BKSL  120  121.33  122.67  119.33  118.67                BSDE  2150  2,163.33  2,176.67  2,138.33  2,126.67  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  19.25  COWL  695  703.33  711.67  688.33  681.67  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  108.98  CTRA  1480  1,491.67  1,503.33  1,466.67  1,453.33  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  24.65  CTRP  750  756.67  763.33  741.67  733.33  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  38.33  CTRS  2945  2,968.33  2,991.67  2,933.33  2,921.67  347,893.21  27.73  66.20  25.74  11.12  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  333  338.33  343.67  327.33  321.67  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  5.54  MDLN  560  568.33  576.67  548.33  536.67                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  3075  3,123.33  3,171.67  3,043.33  3,011.67  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  85.29  DGIK  160  161.33  162.67  158.33  156.67  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  22.11  PTPP  3990  4,003.33  4,016.67  3,963.33  3,936.67  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  78.63  SSIA  1230  1,256.67  1,283.33  1,211.67  1,193.33  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  116.55  TOTL  960  976.67  993.33  951.67  943.33  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  21.58  WIKA  3390  3,420.00  3,450.00  3,370.00  3,350.00  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  31.06 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  4825  4,833.33  4,841.67  4,808.33  4,791.67                JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  2515  2,581.67  2,648.33  2,476.67  2,438.33  262,850.17  17.13  53.83  8.63  11.68  JSMR  7125  7,158.33  7,191.67  7,058.33  6,991.67  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  32.21  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  4195  4,210.00  4,225.00  4,170.00  4,145.00  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  23.62  ISAT  4145  4,158.33  4,171.67  4,118.33  4,091.67  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  7.04  TLKM  2955  2,983.33  3,011.67  2,938.33  2,921.67  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  20.41  TRANSPORTASI GIAA  565  585.00  605.00  540.00  515.00  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.71  MBSS  930  950.00  970.00  920.00  910.00  435,871.55  21.78  59.94  3.87  3.88  WINS  605  615.00  625.00  600.00  595.00  518,942.64  36.32  23.63  53.05  6.40 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  430  431.00  432.00  429.00  428.00  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  6.09  BANK BBCA  15050  15,200.00  15,350.00  14,925.00  14,800.00  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  25.31  BBKP  720  723.33  726.67  713.33  706.67  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  6.59  BBNI  7125  7,183.33  7,241.67  7,083.33  7,041.67  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  13.88  BBRI  13025  13,116.67  13,208.33  12,966.67  12,908.33  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  13.54  BBTN  1165  1,180.00  1,195.00  1,150.00  1,135.00  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  9.02  BDMN  5075  5,101.67  5,128.33  5,021.67  4,968.33  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  13.90  BJBR  880  891.67  903.33  871.67  863.33  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  6.56  BMRI  12000  12,041.67  12,083.33  11,966.67  11,933.33  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  14.21  BNGA  795  798.33  801.67  793.33  791.67  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  4.55 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5225  5,441.67  5,658.33  5,091.67  4,958.33  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  28.13  INTA  260  260.00  260.00  260.00  260.00  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.74  UNTR  20500  20,783.33  21,066.67  20,358.33  20,216.67  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  121.27  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  5800  5,916.67  6,033.33  5,741.67  5,683.33  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  52.88  RALS  780  788.33  796.67  773.33  766.67  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  34.05 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2750  2,781.67  2,813.33  2,721.67  2,693.33  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  24.90  PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  183  200.33  217.67  165.33  147.67  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐7.79  BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

RUPS

EMITEN

JENIS

TANGGAL

TEMPAT

BBNI  

Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk.  

AGM  

06/03/2014  

The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta   

MTFN  

Capitalinc Investment Tbk.  

EGM  

10/03/2014  

  

SRIL  

Sri Rejeki Isman Tbk  

EGM  

10/03/2014  

Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392 

Solo   

BNII  

Bank Internasional Indonesia 

Tbk.  

EGM  

12/03/2014  

Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No. 

8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270   

ADHI  

Adhi Karya (Persero) Tbk.  

AGM  

14/03/2014  

Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km. 

18, Jakarta selatan   

ARNA  

Arwana Citramulia Tbk.  

AGM  

14/03/2014  

Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004 

RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186   

WSKT  

Waskita Karya (Persero) Tbk  

AGM  

18/03/2014  

Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10 

Jakarta   

CNKO  

Exploitasi Energi Indonesia 

Tbk  

EGM  

19/03/2014  

Hotel Redtop ‐ Pecenongan   

BLTA  

Berlian Laju Tanker Tbk  

AGM  

19/03/2014  

Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend. 

Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta   

BTPN  

Bank Tabungan Pensiunan 

Nasional Tbk.  

AGM  

20/03/2014  

  

GIAA  

Garuda Indonesia (Persero) 

Tbk  

EGM  

24/03/2014  

  

MITI  

Mitra Investindo Tbk.  

EGM  

24/03/2014  

Ruang Serbaguna BEI   

BBRM  

Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk  

AGM  

25/03/2014  

  

BBRM  

Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk  

EGM  

25/03/2014  

  

BJBR  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B  

AGM  

26/03/2014  

Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43 

Bandung   

BJBR  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B  

EGM  

26/03/2014  

Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43 

Bandung   

BJTM  

Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Timur Tbk  

AGM  

26/03/2014  

Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya   

BBRI  

Bank Rakyat Indonesia 

(Persero) Tbk.  

AGM  

26/03/2014  

  

INAF  

Indofarma Tbk.  

AGM  

26/03/2014  

  

ITMA  

Sumber Energi Andalan Tbk  

EGM  

27/03/2014  

  

WIKA  

Wijaya Karya (Persero) Tbk.  

AGM  

27/03/2014  

Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9 

Jakarta Timur   

BNGA  

Bank CIMB Niaga Tbk  

AGM  

27/03/2014  

Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman 

Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta   

AGRO  

Bank Rakyat Indonesia 

Agroniaga Tbk  

AGM  

27/03/2014  

  

DEWA  

Darma Henwa Tbk  

AGM  

28/03/2014  

Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940   

DEWA  

Darma Henwa Tbk  

EGM  

28/03/2014  

Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940   

IGAR  

Champion Pacific Indonesia 

Tbk  

AGM  

28/03/2014  

Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta   

Senin, 13 April 2015

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH

DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

NELLY  4  01/09/2014  02/09/2014  18/09/2014     ACST  40  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014     JAWA  2  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014     RDTX  105  22/08/2014  25/08/2014  10/09/2014     DGIK  3  12/08/2014  15/08/2014  22/08/2014     RUIS  8  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014     KIAS  2  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014     SMAR  5  08/08/2014  11/08/2014  27/08/2014     TPMA  11  07/08/2014  08/08/2014  26/08/2014     GGRM  800  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     LMSH  200  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     LION  400  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     DART  28  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     MDRN  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     ETWA  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     GEMA  7  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     DPNS  20  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     PANR  8  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     MASA  1  25/07/2014  04/08/2014  20/08/2014     BFIN  0  02/07/2014  02/07/2014  02/07/2014  1(satu) saham akan memperoleh  Rp.122.21 Rasio Final akan di informa‐ sikan pada saat Recording Date  TSPC  75  24/07/2014  25/07/2014  19/08/2014     ASBI  25  23/07/2014  24/07/2014  19/08/2014     PEGE  10  22/07/2014  23/07/2014  15/08/2014     ASDM  57  18/07/2014  21/07/2014  12/08/2014     ULTJ  12  18/07/2014  02/07/2014  02/07/2014     ALDO  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     FORU  10  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     PWON  5  17/08/2014  18/07/2014  22/08/2014     CLPI  0  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014  USD0.0018  GPRA  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     FAST  30  15/07/2014  16/07/2014  05/08/2014     INDF  142  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014     MFIN  20  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014     DYAN  3  14/07/2014  15/07/2014  06/08/2014     AMFG  80  11/07/2014  14/07/2014  24/07/2014     KBLI  4  10/07/2014  11/07/2014  25/07/2014    

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Thamrin

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Taman Palem

Ruko Mall Taman Palem No.32

Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng

Jakarta 11730

Phone : +62 21 5437 6266

Latumenten

Jl.Terusan Bandengan Utara No.89F

Jakarta 14450

Phone : +62 21 662 9496

Pantai Indah Kapuk

The Centro Metro Broadway

Blok A No. 28 Lt. 2

Jl. Pantai Indah Utara 2

Jakarta 14460

Phone : +62 21 3001 0315

Serpong:

Ruko Golden 8

Blok F No.6

Jl. Ki Hadjar Dewantara

Gading Serpong - Tangerang

Banten 15810

Phone : +62 21 2923 8930

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Jl. Dr. Radjiman No. 314 Q

Surakarta 57141

Phone : +62 271 743 498

Makasar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

3rd Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 726 3969

Fax

: +62 21 571 0895

CS

: +62 21 726 2757

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini lebih rendah dari yang diperkirakan.. Sebelumnya, bank sentral memperkirakan ekonomi dalam tiga

Pasalnya, Kementerian BUMN mengusulkan rasio dividen bank BUMN untuk kinerja tahun 2016 bakal lebih tinggi dari usulan awal pemerintah akan memangkas penurunan setoran dividen

Sebagai informasi, tahun 2016 mereka mencatatkan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih, sebesar US$ 37,09 juta.. Padahal tahun

Diperkirakan laba bersih tahun ini hanya mencapai Rp2,33 triliun atau tumbuh sekitar 5% dari laba 2016 sebesar Rp2,22 triliun.. EPS tahun ini diperkirakan hanya Rp142,27 turun

Angka penjualan tersebut yang mencapai Rp21,43 triliun mencerminkan pertumbuhan 72% dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp12,46 triliun. Pada kondisi pasar bullish pergerakan

 Didukung Pemerintah, Moody's Naikkan Rating 5 BUMN.  Lembaga pemeringkat international Moody's Investors Service  (Moody's)  menaikkan  peringkat  lima 

Selain dari lapangan blok Terang, kenaikan pendapatan tahun ini juga berasal dari tambahan produksi minyak dan gas dari Blok ONWJ yang baru diakuisisi dan dari beberapa lapangan

Pertumbuhan pendapatan usaha tersebut terutama diperoleh dari bisnis Data, Internet dan layahan IT yang mencapai Rp.23,92 triliun atau tumbuh 20,8% mencapai Rp.23,92 triliun