• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pelaksanaan bisnis yang memperhatikan sistem manajemen lingkungan sudah semakin meningkat saat ini. Deloitte Report (Deloitte Global Report:

Environmental Sustainability, 2012 , para. 2) menyatakan perusahaan anggota

Deloitte yang memberikan laporan mengenai Environmental Sustainability telah meningkat sebanyak 50% dari tahun sebelumnya. Berdasarkan interview dengan Bapak Noviadi Suryadarma selaku Direktur Operational Excellent di Sheraton Surabaya Hotel and Towers, untuk mendapatkan klien Perusahaan Modal Asing (PMA) dalam mengajukan Request for Proposal (RFP) perlu memberikan informasi mengenai sistem manajemen lingkungan yang digunakan perusahaan.

Berdasarkan alasan tersebut maka diperlukannya penerapan sistem manajemen lingkungan dalam perusahaan khususnya bisnis perhotelan.

Sheraton Surabaya Hotel and Towers sebagai salah satu chain hotel dari Starwood pun telah menerapkan sistem manajemen lingkungan dalam operasional hotel. Salah satu wujudnya dengan menjalankan visi Starwood mengenai manajemen lingkungan, 30/20 by 20 yaitu pengurangan total konsumsi energi sebesar 30% dan pengurangan konsumsi air sebesar 20% hingga tahun 2020 (Suryadarma, 2011). Selain itu Sheraton Surabaya Hotel and Towers pada tanggal 5 April 2012 telah mendapatkan sertifikasi Eco-Hotel dari TUV Rheinland.

Penerapan sistem manajemen lingkungan Sheraton Surabaya Hotel and Towers berpatokkan pada sertifikasi ini. Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen Sheraton Surabaya Hotel and Towers akan lingkungan hidup berdasarkan kebijakan yang ada. (TUV Rheinland Indonesia, 2010)

Sistem manajemen Eco-Hotel adalah standar sistem manajemen lingkungan untuk bisnis dan operasional hotel. Tujuan dari sistem manajemen Eco-Hotel adalah mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan dari operasional hotel seperti dampak dari pembuangan air, dampak dari emisi pemanas, dan dampak dari konsumsi kWh dalam emisi gas rumah kaca. Tujuan

(2)

lainnya adalah meningkatkan efisiensi biaya dalam konsumsi energi dan air.

(TUV Rheinland Indonesia, 2010)

Sistem manajemen Eco-Hotel merupakan sistem yang didasarkan pada ISO 14001 tahun 2004 Sistem manajemen Eco-Hotel berfokus pada penghematan biaya dengan cara mengurangi konsumsi energi dan air serta mengurangi limbah.

(TUV Rheinland Indonesia, 2010)

Dalam pernerapannya, terdapat delapan elemen yang menjadi persyaratan sistem Eco-Hotel (TUV Rheinland Indonesia, 2010) yaitu:

1. Organisasi, kebijakan dan tujuan 2. Pembelian dan zat berbahaya 3. Manajemen air

4. Manajemen limbah 5. Perlengkapan kantor

6. Fasilitas eksternal dan lingkungan 7. Manajemen energi

8. Manajemen keselamatan

Berdasarkan penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menyatakan bahwa selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan. Masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end-of-pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah. Padahal, timbunan sampah dengan volume yang besar di lokasi tempat pemrosesan akhir sampah berpotensi melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Agar timbunan sampah dapat terurai melalui proses alam diperlukan jangka waktu lama dan diperlukan penanganan dengan biaya yang besar.

Menurut Fishbein (2008), secara global terjadi peningkatan populasi yang besar bersamaan dengan peningkatan gaya hidup dan konsumsi yang menyebabkan meningkatnya tekanan pada bumi sebagai sumber daya alam dan tempat penampung limbah. Terdapat pula penelitian yang menyatakan limbah

(3)

organik yang dihasilkan oleh negara berkembang telah mencapai 75% dari seluruh total limbah yang dihasilkan. Sedangkan di negara maju limbah organik yang dihasilkan hanyalah 30% (Managing Organic Municipal Waste, 2010, para. 1).

Dalam hal ini Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memerlukan sistem pengelolaan sampah untuk dapat mengelola limbah tersebut.

Penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menyatakan paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah. Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan, misalnya, untuk energi, kompos, pupuk ataupun untuk bahan baku industri.

Pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dari hulu, sejak sebelum dihasilkan suatu produk yang berpotensi menjadi sampah, sampai ke hilir, yaitu pada fase produk sudah digunakan sehingga menjadi sampah, yang kemudian dikembalikan ke media lingkungan secara aman. Pengelolaan sampah dengan paradigma baru tersebut dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan, penggunaan kembali dan pendauran ulang, sedangkan kegiatan penanganan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir.

Pengelolaan sampah dengan paradigma baru ini diringkas menjadi suatu sistem manajemen limbah oleh Eco-Hotel yang akan diterapkan oleh hotel yang telah mendapatkan sertifikasi dari TUV Rheinland. Sistem manajemen limbah menjadi salah satu elemen yang mengambil peran penting dalam sistem manajemen lingkungan Eco-Hotel. Dalam pelaksanaannya perlu diberlakukan 3R yaitu reduce (pembatasan), reuse (penggunaan kembali) dan recycle (pendauran ulang). Manajemen limbah yang didasarkan pada Eco-Hotel diimplementasikan oleh Sheraton Surabaya Hotel and Towers dengan cara mengklasifikasikan sampah menjadi lima macam yaitu sampah kering, sampah basah, sampah kertas, sampah pecah belah dan sampah berbahaya. (Suryadarma, personal communication, September 20, 2012)

(4)

Dari keterangan di atas peneliti ingin menganalisa bagaimana penerapan sistem manajemen limbah Eco-Hotel di Sheraton Surabaya Hotel and Towers. Hal ini didukung pula oleh obersvasi singkat peneliti mengenai manajemen limbah terutama mengenai pemilahan sampah yang ternyata dinilai peneliti masih belum bisa dilaksanakan dengan disiplin. Penulis mengharapkan dari penelitian ini akan menghasilkan temuan dan kesimpulan yang berguna untuk meningkatkan kinerja dalam memanajemen limbah yang ada di Sheraton Surabaya Hotel and Towers.

Lebih tepatnya, akan memberikan kontribusi solusi terhadap masalah yang ditemui dari penelitian ini.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan sistem manajemen limbah berdasarkan sertifikasi Eco-Hotel di Sheraton Surabaya Hotel and Towers?

1.3 Tujuan Penelitian

Mengetahui penerapan sistem manajemen limbah berdasarkan sertifikasi Eco-Hotel di Sheraton Surabaya Hotel and Towers.

1.4 Batasan Penelitian

Berasal dari latar belakang dan rumusan masalah yang disusun oleh penulis, maka diperlukan adanya batasan penelitian terhadap fenomena masalah yang diteliti agar penelitian yang dilaksanakan lebih terarah sehingga tercapainya manfaat dari masalah yang dirumuskan. Adapun batasan penelitian, yaitu

1. Subyek penelitian adalah Environment Sustainable Team Sheraton Surabaya Hotel and Towers terutama penanggung jawab bagian

manajemen limbah dan ketua dari Environment Sustainable Team yang mengerti dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan sistem manajemen limbah di Sheraton Surabaya Hotel and Towers.

2. Limbah yang diteliti merupakan limbah padat dan limbah bahan beracun dan berbahaya yang sudah diklasifikasikan menjadi lima macam sampah oleh Sheraton Surabaya Hotel and Towers (Suryadarma, personal communication, Maret 28, 2013) yaitu:

(5)

 Sampah kering (dry waste) : sampah yang jenisnya kering, berbentuk utuh, bukan organik dan dapat didaur ulang.

 Sampah basah (wet waste): sampah organik yang akan dapat dibuat kompos.

 Sampah kertas (paper waste) : Sampah kering yang terbuat dari kertas. Sampah kertas dipisahkan dari sampah kering karena hotel hendak mengambil nilai jualnya.

 Sampah pecah belah (glassware/chinaware waste): sampah kering yang terbuat dari bahan pecah belah yang sudah rusak atau retak.

Sampah pecah belah dipisahkan dari sampah kering dengan alasan keamanan dari asosiasi hotel.

Sampah berbahaya (hazardous waste): menurut PP RI No. 18/1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, yang karena sifat atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tak langsung merusak lingkungan hidup, kesehatan, maupun manusia.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat bagi penulis

Penelitian ini dilakukan untuk menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini juga dilakukan untuk menganalisa sistem manajemen limbah yang dilaksanakan oleh Sheraton Surabaya Hotel and Towers.

2. Manfaat bagi pembaca

Memberikan sumbangan pemikiran kepada para pembaca dan pihak lain sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan topik yang sama.

3. Manfaat bagi perusahaan

Penelitian ini akan menghasilkan temuan dan kesimpulan yang berguna untuk meningkatkan pelaksanaan sistem manajemen limbah Eco-Hotel dan

(6)

dapat memberikan kontribusi solusi terhadap masalah-masalah yang ditemui dari penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Upaya Sheraton Surabaya Hotel & Towers dalam menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas pelari yang sering terlibat dalam running event atau komunitas yang

Upaya Sheraton Surabaya Hotel & Towers dalam menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas pelari yang sering terlibat dalam running event atau komunitas

Penelitian terhadap ruang rawat inap pasien khusus anak di RS Husada Utama Surabaya menggunakan teknik analisis data yang bersifat kualitatif dengan berdasarkan tujuannya,

Penelitian ini akan melihat lebih lanjut apakah orientasi dasar green hotel yang meliputi penerapan reduce consumption, penggunaan green product and services, program

Judul proyek perancangan tugas akhir perancang yaitu “Perancangan Interior Bike Center di Surabaya” yang memiliki pengertian proses atau cara merancang

Melihat fenomena diatas, dalam penelitian ini peneliti mengambil masyarakat Surabaya untuk melihat sikap masyarakat Surabaya terhadap makanan di Indonesia dimana

• Bagaimana merancang kesatuan komunikasi visual yang terintegrasi, dan efektif yang mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007

- Mengembangkan serta mewadahi keberadaan dan kegiatan komunitas dunia maya di Surabaya. - Menghapus pandangan buruk terhadap para pengguna internet, bahwa para