1.1. Latar Belakang Masalah
Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan nasional dan regional. Peranan utama kota Surabaya adalah sebagai Pusat Satuan Wilayah Pembangunan Utama (SWPU) C yang meliputi Propinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, sebagai ibu kota sekaligus pusat pemerintahan Propinsi Jawa Timur, sebagai Pusat Pengembangan Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) Gerbangkertosusila yang meliputi Kotamadya Surabaya dan Mojokerto serta Kabupaten Gresik, Bangkalan, Sidoarjo dan Lamongan, dan sebagai Pusat Pengembangan Wilayah Indonesia Bagian Timur (Surabaya Destination 3).
Cak & Ning Surabaya dan para finalis terpilih merupakan duta wisata dan ikon generasi muda kota Surabaya. Pemilihan Cak & Ning Surabaya adalah sebuah event yang sudah menjadi program tahunan pemerintah kota Surabaya sejak tahun 1981 yang saat itu masih bernama Badan Pariwisata Daerah Surabaya (Baparda Surabaya). Surabaya merupakan kota pertama yang mengadakan pemilihan seperti ini di Indonesia, bahkan pemilihan Cak & Ning bukan hanya menjadi ikon kota Surabaya namun seluruh Jawa Timur pada masa itu. Dalam perkembangannya kemudian daerah propinsi lain membuat pemilihan serupa yang dinamai dengan panggilan khas daerahnya masing-masing, lalu bermunculan pemilihan di setiap daerah kota maupun kabupaten. Di Jawa Timur sendiri kemudian memiliki pemilihan Raka dan Raki yang mulai diadakan pada pertengahan tahun 90-an.
Mengacu pada sebuah halaman web ensiklopedia bebas Wikipedia, budaya panggilan arek (sebutan khas Surabaya) diterjemahkan sebagai Cak untuk laki- laki dan Ning untuk wanita. Sebagai upaya untuk melestarikan budaya, setiap satu tahun sekali diadakan pemilihan Cak & Ning Surabaya. (”Surabaya”).
Seorang Cak memiliki karakter khas yang spontan, berani dan sportif, sedangkan seorang Ning memiliki karakter yang suka bekerja keras, taat dan
bertanggung jawab. Inilah yang kemudian menjadi acuan untuk memilih karakter seorang ikon duta wisata di Surabaya, selain beberapa acuan lain yang penting dalam setiap perkembangan jamannya.
Pelaksanaan Pemilihan Duta Wisata Cak & Ning Surabaya tahun 2007 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya ini bertujuan memasyarakatkan pemahaman tentang aset-aset wisata daerah dan selanjutnya untuk dipromosikan kepada wisatawan baik domestik maupun manca negara. Para peraih predikat Cak dan Ning membantu secara penuh promosi wisata kota Surabaya dan berdampingan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan masyarakat Surabaya untuk mangaktualisasi pariwisata Surabaya.
Permasalahan yang terjadi di setiap Pemilihan Cak & Ning Surabaya tiap tahunnya berbeda-beda, namun permasalahan yang selalu ada yaitu permasalahan strategi promosi yang tidak terintegrasi dan konsisten. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, diantaranya penyelenggara yang berubah-ubah tangan dari tahun- ke tahun baik dari struktur birokrasi pemerintahan, pihak ketiga swasta, maupun organisasi Paguyuban Cak & Ning sendiri. Permasalahan klasik lainnya adalah tentang budgeting event yang belum solid sehingga berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan. Meski dua tahun terakhir telah ada perbaikan dan konsistensi penyelenggara, namun sistem dan kontrol patokan Pemilihan Cak &
Ning Surabaya perlu dibuat, termasuk sistem perancangan kreatif event, komunikasi visual, dan public relation-nya.
Setiap tahunnya Pemilihan Cak & Ning Surabaya memiliki tema yang berbeda, begitupun Pemilihan tahun 2007. Tema menjadi dasar untuk proses perancangan identitas dan promosinya. Tahun 2005 dan 2006 penulis menjadi image designer dan promotion conceptor untuk Pemilihan Cak & Ning Surabaya, hal ini yang mendorong penulis untuk membuat Tugas Akhir dengan judul
”Perancangan Komunikasi Visual Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2007”.
1.2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan tersebut, maka dirumuskan masalah sebagai berikut:
• Bagaimana meningkatkan apresiasi masyarakat Surabaya terhadap esensi budayanya, khususnya terhadap aset Cak & Ning Surabaya melalui perancangan komunikasi visual Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007?
• Bagaimana merancang kesatuan komunikasi visual yang terintegrasi, dan efektif yang mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007 dan menarik minat target audience untuk ikut dalam rangkaian kegiatan tersebut?
• Solusi media terintegrasi apa sajakah yang efektif untuk menunjang peningkatan awareness terhadap Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007 dan menarik minat target audience untuk ikut berpartisipasi?
1.3. Tujuan Perancangan
Tujuan perancangan komunikasi visual Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007 ini adalah untuk:
• Meningkatkan apresiasi masyarakat Surabaya terhadap esensi budayanya, khususnya terhadap aset Cak & Ning Surabaya melalui perancangan komunikasi visual Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007.
• Merancang kesatuan komunikasi visual yang terintegrasi dan efektif yang mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap Pemilihan Cak &
Ning Surabaya 2007 dan menarik minat target audience untuk ikut dalam rangkaian kegiatan tersebut.
• Merancang solusi media yang terintegrasi, dan efektif untuk menunjang peningkatan awareness terhadap Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007 dan menarik minat target audience untuk ikut berpartisipasi.
.
1.4. Batasan Masalah
Dalam perancangan ini masalah dibatasi hanya pada perancangan Komunikasi Visual Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007 disesuaikan dengan tema aktual budaya dan kepariwisataan Surabaya tahun 2007. Pendekatan perancangan secara keseluruhan adalah dengan pendekatan Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (Integrated Marketing Communication) untuk memberikan solusi kreatif perancangan komunikasi visual dan media yang
terintegrasi, dan efektif. Mengangkat local content yang relevan dengan strategi komunikasi visual yang efektif pada era global saat ini yang berdampak terhadap budaya dan minat target audience Pemilihan Cak dan Ning Surabaya. Berikut lingkup proyek yang di lakukan:
Tabel 1.1. Lingkup Perancangan
Desain Spesifikasi Logo identitas
pemilihan Cak &
Ning Surabaya 2007
- Grafis
- Graphic Standart Manual
Desain komunikasi visual pendukung event Pemilihan Cak
& Ning Surabaya 2007
- Marketing kits
Cover proposal, lay out proposal, map, amplop, Letterhead
- Event producing
Layout formulir dan lembar penilaian.
Panggung, Backdrop, Lay out venue, Lighting arrangement semifinal.
Panggung, Backdrop, Lay out venue, Lighting arrangement grand final.
Perancangan alat promosi yang dipakai sesuai dengan strategi promosinya
- Promotion Concept
- Media choosing &Budgeting
Implementasi pesan komunikasi visual pada alat promosi
- Above The Line
Solusi media dari permasalahan perancangan - Bellow The Line
Solusi media dari permasalahan perancangan - Media lain
1.5. Manfaat Perancangan
Berikut ini adalah beberapa manfaat yang diperoleh dari Perancangan Komunikasi Visual Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2007:
• Bagi Ilmu Pengetahuan
Diharapkan dapat menambah referensi pendekatan baru tentang kreatifitas merancang komunikasi visual bagi perancangan komunikasi visual lain, khususnya perancangan komunikasi visual kegiatan.
• Bagi Mahasiswa
Dengan adanya perancangan ini diharapkan mahasiswa dapat mengumpulkan dan menganalisa data tentang identitas dan gambaran tentang kota Surabaya untuk memberikan solusi perancangan komunikasi visual Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007 dan pengaplikasiannya.
Dengan adanya perancangan ini diharapkan mahasiswa dapat mengumpulkan dan menganalisa data serta memberikan solusi perancangan komunikasi visual sebagai modal memasuki dunia kerja periklanan.
• Bagi Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya
Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi dan masukan bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya.
Dengan hasil perancangan ini diharapkan dapat mengangkat nama almamater di mata dunia periklanan Indonesia.
• Bagi Paguyuban Cak & Ning Surabaya, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya.
Hasil perancangan ini diharapkan dapat mewujudkan tujuan kegiatan Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007 yang telah di rumuskan oleh Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Surabaya.
Bagi Paguyuban Cak & Ning Surabaya, dengan hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi perbaikan kegiatan dari segi iklan dan promosi kegiatan.
• Bagi Masyarakat
Masyarakat lokal Surabaya memiliki wawasan baru tentang aset budaya dan ikon duta wisata Cak dan Ning Surabaya.
Dengan adanya hasil perancangan Komunikasi Visual Pemilihan Cak &
Ning Surabaya 2007 ini, diharapkan dapat meningkatkan image kegiatan lokal Surabaya di mata nasional Indonesia.
1.6. Metodologi Perancangan
Metodologi perancangan dibagi menjadi dua bagian yang terdiri dari metode pengumpulan data dan metode analisa data.
1.6.1. Metode Pengumpulan Data
Tabel 1.2. Metode pengumpulan data
Jenis Data
Metode Pengumpulan
Data
Sumber Data Manfaat Data
Pemilihan Cak &
Ning Surabaya
-Referensi -Wawancara - Observasi - Dokumentasi
-Budayawan -Buku dan situs -Dinas Pariwisata Kota Surabaya -Paguyuban Cak &
Ning Surabaya -Keadaan nyata yang terjadi
Mengetahui karakteristik, identitas dan gambaran kongkrit tentang Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007.
Gaya Visualisasi
-Referensi -Observasi - Dokumentasi
-Buku dan situs -Keadaan nyata perkembangan gaya desain yang menjual
Mengetahui alternatif gaya desain grafis dan implementasi yang memungkinkan untuk dipakai dalam perancangan identitas Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007
Target Audience - Referensi - Dokumentasi
-Buku dan situs -Dinas Pariwisata Kota Surabaya -Paguyuban Cak &
Ning Surabaya -Keadaan nyata
Mengetahui target audience yang tepat untuk menentukan desain identitas dan pemilihan media promosi.
penyelenggaraan Cak & Ning Surabaya
Kompetitor - Referensi
- Dokumentasi - Observasi - Wawancara
-Buku dan situs -Dinas Pariwisata Kota & Daerah -Paguyuban Cak &
Ning Surabaya
-Paguyuban duta wisata daerah
-Keadaan nyata penyelenggaraan
pemilihan duta wisata daerah
Mengetahui kompetitor primer dan sekunder untuk memberikan keunggulan pada hasil perancangan dibanding dengan kompetitor.
Tabel di atas menjelaskan tentang pemikiran metode pegumpulan data yang akan di lakukan dalam perancangan ini. Untuk memperjelas maka masing- masing metode akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Metode observasi dibedakan menjadi tiga menurut pelaksanaannya (Wasito 75-76), yaitu:
Teknik observasi langsung
Yaitu pengamatan dilakukan tanpa menggunakan peralatan khusus. Jadi, peneliti langsung mengamati dan mencatat segala sesuatu yang diperlukan pada saat terjadinya proses.
Teknik observasi tak langsung
Yaitu pengamatan dilakukan dengan menggunakan peralatan tertentu, misalnya mikroskop, kamera, tape recorder, dan sebagainya. Pengamatan dalam hal ini dapat dilakukan dalam situasi sebenarnya maupun buatan, misalnya permainan peran (roleplaying) yang direkam dengan kamera.
Teknik observasi partisipasi
Yaitu pengamatan dimana peneliti turut mengambil bagian dalam situasi nyata obyek penelitian. Jadi peneliti masuk ke dalam situasi pengamatan dan ikut aktif melakukan kegiatan dalam sistem tersebut.
Metode observasi yang digunakan penulis adalah pengamatan langsung dan parsitipasi pada panitia penyelenggara Pemilihan Cak & Ning Surabaya selama empat tahun pelaksanaan kegiatan sebelumnya dengan membuat beberapa catatan (fieldnotes). Keuntungan yang didapat dari pengamatan kombinasi ini adalah terdapatnya data konkrit tentang kenyataan pelaksanaan, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya pada saat kejadian tersebut terjadi. Data-data verbal maupun non verbal juga dapat diperoleh dari proses komunikasi dengan pelaku kegiatan.
b. Metode Kepustakaan
Metode kepustakaan adalah metode pengumpulan data dengan cara mencari informasi melalui media cetak, seperti buku, majalah, surat kabar, jurnal, brosur, dan sebagainya. Metode kepustakaan termasuk dalam teknik observasi tidak langsung.
Metode kepustakaan merupakan metode pengumpulan data sebagai perkuatan teori, dan data riil tertulis yang mendukung perancangan.
c. Metode Wawancara
Wawancara merupakan alat pengumpulan data untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya / pewawancara dengan si penjawab / responden (Nazir 213).
Responden yang akan di tanyai adalah panitia penyelenggara, dan orang- orang yang berkaitan dengan Pemilihan Cak & Ning Surabaya, dan pandangan umum masyarakat Surabaya yang berkompeten untuk menjawab hal-hal yang berkaitan tentang Cak & Ning Surabaya seperti tokoh masyarakat, budayawan dan para pemerhati kota Surabaya.
d. Metode Dokumentasi Data
Metode dokumentasi data merupakan alat pengumpulan data dengan mendokumentasikan obyek yang diteliti. Dengan kata lain metode dokumentasi yang dimaksudkan sebagai peneliti historis dokumenter merupakan pengumpulan dokumen dengan menggali, memotret, meniru, dan sejenisnya yang lazim digunakan dalam penelitian historis (Gulo 123).
Dokumentasi tentang Pemilihan Cak & Ning Surabaya, tempat Dinas Pariwisata, dan Paguyuban Cak & Ning Surabaya, maupun dokumentasi lain yang berkaitan akan di kumpulkan untuk mendukung perancangan.
e. Alat Pengumpulan Data
Alat-alat yang digunakan dalam pelaksanaan proses pengumpulan data terdiri dari:
Pertanyaan kuesioner terbuka untuk wawancara kepada pihak-pihak yang berkaitan tentang Cak & Ning Surabaya maupun pelaksanaan Pemilihannya.
Kuesioner kombinasi yang dilakukan untuk mendapat data tertulis dari penyelenggara Cak & Ning Surabaya
Pertanyaan wawancara langsung dan tak langsung kepada para pihak yang berkaitan dengan Pemilihan Cak & Ning Surabaya dan para kompetitornya.
Alat-alat tulis untuk pencatatan data ketika melakukan pengumpulan data dengan observasi dan wawancara.
Kamera, handycam, tape recorder atau alternatif alat lainnya untuk mendapatkan data nyata tentang Pemilihan Cak & Ning Surabaya.
1.6.2. Metode Analisa Data
Metode analisa data menggunakan analisa deskriptif, analisa statistik sederhana dan analisa SWOT. Analisa deskriptif dan statistik akan digunakan untuk sebagian kecil data deskriptif dan data statistik yang mendukung proses perancangan. Analisa yang lebih banyak dipakai adalah analisa SWOT karena relevan untuk mendukung perancangan komunikasi visual dan promosi Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2007.
Philip Kotler (76-77) menyatakan bahwa ”The overall evaluation of campany’s strengths, weaknesses, opportunities, and threats is called SWOT analysis”.
Ini menunjukkan bahwa analisa SWOT merupakan evaluasi menyeluruh dari kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman bagi perusahaan. Analisa dari dalam dapat dikategorikan ke dalam analisa kekuatan dan kelemahan, sedangkan analisa dari luar yaitu kesempatan dan ancaman.
1.7. Skematika Perancangan
Gambar 1.1. Skema Metode Perancangan