atau dibuang. lumpur ini kemudian didaur ulang kembali ke tangki aerasi. Lumpur berlebih disimpan dan dibuang secara berkala. Proses lumpur aktif adalah salah satu bagian dari sistem perawatan yang rumit; staf yang sangat terlatih sangat diperlukan untuk pemeliharaan dan pemecahan masalah. Desain harus didasarkan pada perkiraan yang akurat akan komposisi air limbah dan volume. Pengolahan efisiensi dapat terancam jika instalasi dirancang terlalu di bawah-atau diatas. Lihat Gambar 6.35 dan Gambar 6.36.
Pentahapan peningkatan berbagai sistem diindikasikan pada Tabel 6.18. Biaya-biaya terkait diindikasikan pada Tabel 6.19.
Tabel 6.1: Biaya peningkatan fasilitas air limbah komersial (Rp juta)
Biaya investasi komersial 2010-2015 2015-2020 2020-2030 Total
- fasilitas pengolahan komersial baru Rp 20
- rehabilitasi fasilitas pengolahan komersial
Biaya O&M yang diperlukan adalah sama dengan untuk perpipaan air limbah konvensional, yaitu sekitar 2%/tahun dari biaya investasi: total Rp 1800 juta/tahun.
Beberapa unit pengolahan air limbah komersial telah dikunjungi pada bulan Januari 2011, lihat Bab 3.2.5 untuk detailnya, tingginya persentase fasilitas yang dibangun dengan tidak baik dan pemeliharaan yang buruk mengindikasikan adanya resiko penerapan peningkatan pengolahan air limbah komersial. Pada tabel 6.20 ksmi mengindikasikan resiko utama dan tindakan pencegahan untuk meminimalkan resiko. Tindakan remedial bersifat motivasional (baik intrinsik dan ekstrinsik) dan bersifat meningkatkan kapasitas (fisik, mental, finansial dan sosial/budaya).
Tabel 6.2: Resiko dan tindakan remedial dalam peningkatan fasiliitas pengolahan air limbah komersial
Resiko Kegiatan motifasional dan peningkatan kapasitas
Usaha komersial hanya memiliki perhatian terhadap operasi usaha dan tidak terhadap pengolahan air limbah yang baik
Penjelasan mengenai pentingnya pengolahan air limbah yang baik kepada Kamar Dagang; Penghargaan terhadap usaha dengan kinerja pengolahan paling baik; Perijinan yang ketat atas unit oengolahan komersial dan pengawasan terhadap
kualitas efluen yang dihasilkan Pengumuman publik atas usaha komersial dengan performa terburuk,
Telah dilakkukan kunjungan lapangan ke IPAL Tegal Gundil. Lumpur yang kumpulkan oleh truk tinja kota dikosongkan di chamber di dekat stasiun pompa untuk kemudian diolah di IPAl. Tabel 6.21
memperhitungkan kebutuhan intermediate dan masa yang akan datang dari penduduk Kota Bogor
Error! No text of specified style in document./Error! No text of specified style in document./Error! No text of specified style in 1.1.1 Pentahapan 2015/20/30 dan biaya-biaya
1.1.2 Keberlanjutan program peningkatan fasilitas air limbah usaha komersial
1.2
Pengumpulan dan pengolahan lumpur tinja
sebagaimana tercakup pada Bab 4.3 terkait dengn timbulan lumpur tinja dari sistem on-site. Tabel 6.21 menunjukkan bahwa saat ini hanya 8% limmpur tinja dikumpulkan dan diolah.
Tabel 6.3: Pengumpulan dan pengolahan lumpur tinja
Deskripsi Unit 2010 2015 2020 2030
Sedot tinja
Annual septage production litres/cap/year 40 40 40 40
Annual septage production on-site facilities m3/year 37,079 41,860 52,320 52,910 Monthly septage production m3/m 3,090 3,488 4,360 4,409
Number of septage collection trucks number 4 10 24 24
Volume septage collection truck m3 3 3 3 3
Number of trips septage collection trucks per
month number/m 20 60 60 60
Volume septage collected monthly
Coverage septage collection % 8% 50% 100% 100%
Pada kenyataannya, hasil perhitungan sebesar 8% masih terlalu tinggi, mengingat truk tinja hanya
mengangkut supernatan dan ‘melupakan’ lumpur tinjanya. Lumpur tinja yang mengendap sering akli masih tertinggal di dalam tangki.
Dari analisa ini, disimpulkan:
Hampir tidak ada lumpur tinja yang dikumpulkan saat ini. Untuk mendapatkan cakupan 50% pada tahun 2015 dan 100% pada tahun 2020, berabrti jumlah truk tinja saat ini sebanyak 4 unit harus ditingkatkan hingga 10 truk pada tahun 2015 dan 24 truk pada tahun 2020. Estimasi ini mengasumsikan 60
perjalanan per bulan (3 perjalanan per 1 hari kerja per truk);
IPAL Tegal Gundil (lihat Bab 6.2) memiliki kapasitas yang memadai untuk 12m3/hari lumpur tinja yang diantaarkan saat ini dan 87 m3/hari pada tahun 2015, mengingat kapasitas tidak terpakai IPAL sebesar 300kg BOD/hari dan 1400m3/hari.
Catatan - 87 m3 lumpur tinja adalah sekitar 87 m3x1000/1000 kg/m3 = 90 kg BOD/hari, dengan asumsi beban lumpur tinja sebesar 1000 mg BOD/l.
Terdapat beberapa tantangan pengumpulan dan pengolahan lumpur tinja di Bogor: sebagian besar cubluk dan tangki septik eksisting tidak dikosongkan: sebagian besar orang menunggu hingga penuh sepenuhnya dan terjadi aliran balik sebelum menghubungi pelayanan truk tinja. Sehingga menjadi alasan hanya 8% timbulan lumpur tinja yang dikumpulkan, tetapi:
Truk tinja membuang lumpur tinja di badan air terdekat, atau
Truk tinja yang membuang lumpur tinja di stasiun pompa dekat IPAL tidak terdaftar.
Kesimpulan
Situasi terkait pengumpuland an pembuangan lumpur tinja masih kurang pasti;
Penambahan jumlah truk tinja tidak akan menyelesaikan masalah: harus disertai dengan pemasaran yang intensif;
Mengingan rendahnya permintaan, sektor swasta kemungkinan tidak akan tertarik untuk menyediakan jasa pengosongan tangki septik;
Mengingat IPAL Tegal Gundil memiliki kapasitas yang memadai hingga tahun 2015, maka peningkatan volume lumpur tinja antara tahun 2010 hingga 2015 masih dapat dilayani;
Setelah tahun 2015, IPAL Tegal Gundil akan mencapai kapasitas maksimum, unit pengolahan baru akan diperlukan.
Opsi teknologi pengumpulan lumpur tinja
Jika permintaan penyedotan lumpur tinja meningkat, terdapat kebutuhan untuk melakukan sedot tinja yang aman secara lingkungan dan mudah dikerjakan di area yang tidak dapat diakses oleh truk tinja. Disarankan untuk menggunakan sepeda motor sedot tinja, lihat gambar 6.37.
Gambar 6-2: pengumpul lumpur skala kecil dengan menggunakan sepeda motor
Untuk mengurangi jarak tempuh truk tinja dan sepeda motor tinja, septage discharge station (SDS) atau lokasi pembuangan lumpur tinja dapat di kembangkan. Truk tinja di Bogor sudah memanfaatkan SDS yang terletak di sebelah stasiun pompa di Indraprasta, IPAL Tegal Gundil. Lihat Gambar 6.38.
Gambar 6-3: Stasiun pompa dan SDS di Indraprasta
Ketika pipa induk air limbah dan IPAL telah terbangun, SDS dapat dipasang. SDS merupakan suatu titik di pipa induk dimana dapat diakses secara legal dan digunakan untuk membuang lumpur tinja secara langsung untuk kemudian dialirkan ke IPAL. Titik transfer intermediate ini dimaksudkan untuk memotong jarak tempuh ke IPAL dan mengurangi biaya pengumpulan. Lumpur tinja yang dibuang ke SDS dapat langsung dialirkan ke saluran induk perpipaan air limbah atau dapat ditampung sementara untuk kemudian dialirkan pada waktu tertentu. Pengaturan waktu ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya
pengendapan padatan di saluran induk dan juga untuk membantu mengoptimalkan efisiensi pengolahan di IPAL dengan mengurangi beban puncak. SDS tepat untuk siati wilayah yang padat, wilayah urban di Bogor tanpa alternatif lokasi pembuangan lumpur tinja (seperti kolam pengendapan lumpur tinja) dan juga daerah dimana akan dilewati oleh pipa induk air limbah di masa yang akan datang. Dengan dibangunnya