Merujuk kepada tujuan strategis dari Rencana Induk yang dipaparkan dalam Bab 4, bagian 4.1, kami menyimpulkan bahwa pada tahun 2030, kegiatan yang diusulkan dalam Rencana Induk sudah di-implementasikan, Bogor telah memnuhi 3 Tujuan Utama. Yaitu:
Mencapai Status “bebas BAB sembarangan” pada tahun 2015 dengan gabungan sistem on-site dan fasilitas intermediate;
Pada tahun 2010 telah membuat kemajuan di semua lokasi yang memiliki kondisi kesehatan yang kurang dengan menggabungkan sistem on-site dan solusi intermediate;
Pada tahun 2030 telah mengurangi beban polusi lingkungan dari air limbah di Bogor hingga 50% dibandingkan dengan beban polusi pada tahun 2010.
Mengurangi beban BOD kota
[image:1.595.64.543.583.762.2]Dengan renca investasi sebesar Rp. 1.8 triliun (206 juta dolar US) yang termasuk dalam rencana Induk hingga tahun 2030, pembuangan beban BOD setiap harinya ke lingkungan diharapkan akan berkurang sekitar 8 ton BOD, dibandingkan dengan beban BOD saat ini yaitu 17 ton. Total biaya investasi untuk setiap kg BOD yang dibuang pada tahun 2030 akan menjadi sekitar Rp. 40 Juta. Dan juga, pembangunan infrastruktur baru dan perbaikan serta pengembangan infrastruktur air limbah yang ada, perubahan perilaku masyarakat adalah penting bagi keberhasilan mengurangi beban polusi untuk mencapai tingkat tersebut pada tahun 2030. Lihat tabel 10.1 untuk ramalan berkurangnya beban polusi selama masa Rencana Induk.
Tabel 10.1: Beban Polusi Kota Bogor 2010-2030
Perhitungan beban Polusi 2010 2015 2020 2030
Beban BOD Rumah tangga yang tidak dilayani kg BOD/day 1,298 0 0 0
Efisiensi Pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah % BOD removal 0% 95% 95% 95%
Beban BOD off-site
kg BOD/day 42 37 107 3
07
Efisiensi pengolahan fasilitas Intemediate yang layak % BOD removal 60% 75% 90% 95%
Beban BOD dari sistem Intermediate yang layak
kg BOD/day 112 467 406 3
31
Efisiensi pengolahan dari fasilitas Intermediate yang tidak
layak % BOD removal 20% 20% 20% 20%
Beban BOD sistem Intermediate yang tidak layak kg BOD/day 112 0 0 0
Efisiensi pengolahan fasilitas on-site yang layak % BOD removal 80% 80% 80% 80%
Beban BOD fasilitas on-site yang layak kg BOD/day 2,068 4,286 6,520 7,378
277184BA01/MMI/MMI/12/A arch 2011
277184BA01 MMI MMI 12 A
Perhitungan beban Polusi 2010 2015 2020 2030
Efisiensi pengolahan fasilitas on-site yang tidak layak % BOD removal 20% 20% 20% 20%
Beban BOD fasilitas on-site yang tidak layak kg BOD/day 12,409 6,204 3,102 0
Efisiensi pengolahan fasilitas pengolahan perusahaan
komersil yang layak % BOD removal 80% 75% 90% 95%
Beban BOD fasilitas perusahaan komersil yang layak kg BOD/day 276 524 391 223
Efisiensi pengolahan fasilitas pengolahan perusahaan
komersil yang tidak layak % BOD removal 20% 20% 20% 20%
Beban BOD perusahaan komersil yang tidak layak kg BOD/day 905 559 0 0
Total beban BOD kg BOD/day 17,221 12,076 10,526 8,239
Beban polusi % BOD produced 57% 35% 23% 15%
Mengidentifikasi kebutuhan investasi 20 tahun untuk infrastruktur air limbah
[image:2.595.66.541.367.777.2]Lihat tabel 10.2 seluruh biaya investasi termasuk dalam rencana Induk dan biaya unit pengurangan BOD.
Tabel 10.2: Program Investasi Bogor 2010-2030
Estimasi Biaya (juta)
2010-2015
2015-2020
2020-2030 Total
- Sambungan baru sistem offsite: sr+pipa lateral
Rp 10 juta/rum ah tangga Rp 50,000 Rp 100,000 Rp
287,000 Rp 437,000
23. 6%
- biaya sambungan rumah baru sistem off-site ke pipa induk
Rp 5 juta/rum ah tangga Rp 25,000 Rp 96,750 Rp
96,750 Rp 218,500
11. 8%
- biaya sambungan rumah offsite untuk STP
Rp 5 juta/rum ah tangga Rp - Rp 109,250 Rp
109,250 Rp 218,500
11. 8%
- Embrio IPAL Rp 5 juta/rum
ah tangga Rp 22,000 Rp - Rp
- Rp
22,000 1.2
%
- Truk Tinja / sepeda motor Rp 500 juta/truk Rp 3,000 Rp 7,000 Rp - Rp 10,000 0.5 %
- rehabilitasi fasilitas off-site Rp 15 juta/rum ah tangga Rp - Rp - Rp
- Rp
- 0.0
%
- fasilitas intermediate baru Rp 7 juta/rum ah tangga Rp 66,000 Rp 105,600 Rp
118,800 Rp 290,400
15. 7%
- rehabilitasi fasilitas intermediate Rp 5 juta/rum ah tangga Rp 5,000 Rp - Rp
- Rp 5,000
0.3 %
- fasilitas on-site baru Rp 3 juta/rum ah tangga Rp 72,000 Rp 156,000 Rp
111,000 Rp 339,000
18. 3%
- rehabilitasi fasilitas on-site Rp 2 juta/rum ah tangga Rp 112,000 Rp 56,000 Rp
56,000 Rp 224,000
12. 1%
Estimasi Biaya (juta) 2010-2015
2015-2020
2020-2030 Total
tangga
- rehabilitasi fasilitas pengolahan komersial
Rp 10 juta/rum ah tangga
Rp 8,000
Rp 13,000
Rp
- Rp
21,000 1.1
%
Total biaya investasi
Rp 373,000
Rp 683,600
Rp 798,800
Rp 1,855,4
00 100
%
Akumulasi biaya investasi Rp
373,000
Rp 1,056,600
Rp 1,855,400
Akumulasi biaya investasiUS$
(juta)
Rp 9,000
$ 41
$ 117
$ 206
Biaya investasi per kg BOD yang dikurangi (juta)
Rp/kg BOD yangdikurangi
Rp 17
Rp 29
Rp 40
Sebagai tambahan untuk 3 target diatas, intervensi berikut diidentifikasi dan dimasukkan ke dalam Rencana Induk.
Mulainya Pengembangan sistem perpipaan air limbah seluruh kota
Kota Bogor dibagi menjadi tiga zona air limbah, zona barat pada dasarnya dikelola dengan sitem on-site, zona pengumpulan air limbah timur dan tengah dikelola dengan gabungan dari sistem off-site, on-site dan sistem intermediate. Dua saluran utama telah diidentifikasi bahwa akan menjadi bagian dari sistem perpipaan air limbah seluruh kota jangka panjang (setelah 2030). Satu saluran induk mengalir di zona pengumpulan air limbah Tengah, dengan wilayah potensi pengumpulan seluas 1,200 ha, saluran induk tersebut mengalir ke arah utara dari jalan Sukasari sampai ke IPAL di Kayu Manis. Saluran Induk yang kedua mengalir di zona pengumpulan air limbah sebelah Timur, dengan wilayah potensi pengumpulan seluas 1,400 ha, saluran induk tersebut mengalir ke arah timur laut dari Jalan Raya Pajajaran menuju IPAL di Ciluar, nantinya akan ada juga saluran induk yang menghubungkan zona pengumpulan air limbah Tegal Gundil dengan saluran induk Timur. Konfirmasi awal akan rute-rute ini akan menentukan pemilihan ruang untuk IPAL untuk mengolah air limbah di Kayu Manis (dari sekitar 8.5 ha) dan di Ciluar (dari sekitar 4 ha), perbaikan yang direncanakan untuk Tegal Gundil sesuai dengan site yang ada. Pemesanan tempat untuk rute saluran induk yang diajukan dan saluran utama juga perlu untuk dilakukan.
Sistem pengumpulan air limbah off-site pemula, yang disebut “embrio”, telah diidentifikasikan: sistem ini akan mencakup beberapa daerah berkepadatan penduduk tinggi yang campuran antara perumahan dengan daerah bisnis dan dagang. Zona pengumpulan air limbah meliputi sebagian dari wilayah Kelurahan Gudang, Kel Sukasari, Kel Paledang dan Pasar Bakakan, sambungan akan dibuat menuju sekitar 4,400 rumah tangga dan 500 usaha dagang dengan populasi sekitar 22,000 jiwa. Air limbah dari wilayah ini akan diolah di instalasi UASB sementara di tepi kanal irigasi Cipakancilan. Di kemudian hari sistem
pengumpulan air limbah embrio dapat disambung dengan saluran induk zona Tengah untuk diolah di IPAL Kayu Manis.
Perluasan zona pengumpulan air limbah yang ada saat ini di IPAL Tegal Gundil sedang diajukan oleh Pemerintah Kota. 2,400 rumah dapat disambungkan ke IPAL yang ada jika dioperasikan dengan benar dan dengan pengembangan teknis pada IPAL jumlah ini dapat ditingkatkan menjadi 3,000 rumah. Di kemudian hari sistem ini dapat disambungkan dengan saluran induk Zona Timur untuk pengolahan IPAL Ciluar.
Perbaikan pada sistem domestik onsite pribadi
Bahkan sampai tahun 2030, sistem off-site hanya akan dapat melayani 14% dari seluruh populasi Kota Bogor. Sanitasi onsite akan tetap menjadi pengelolaan air limbah primer yang meliputi 74% dari seluruh populasi. Namun, lebih dari 60% dari tangki septik/cubluk yang ada tidak kedap air dan mengalirkan limbah ke permukaan dan air tanah. Tangki septik yang ‘normal’ sangatlah mahal dan tidak mampu dibeli oleh sebagian besar mayarakat miskin. Maka dari itu pemerintah kota telah memutuskan untuk mempromosikan teknologi modern alternatif yang terjangkau bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah. Pemkot mengajukan tangki septik dengan harga cubluk. Rencana ini memperkenalkan Tangki Septik Harga Murah dengan “soakaway”.
Pengumpulan lumpur adalah tantangan yang besar di kota Bogor, saat ini hanya sekitar 8% yang
dikumpulkan untuk pembuangan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa tanah pada umumnya kedap air dan neraca air rendah. Sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk cubluk atau tangki septik menjadi penuh atau meluap. Untuk sistem air limbah onsite yang bagus, pembuangan lumpur secara teratur sangat penting dan pesan ini seharusnya disebarluaskan ke seluruh penduduk melalui usaha pemasran yang intensif.
Perbaikan untuk pembuangan lumpur tinja
Seperti yang dibahas sebelumnya, sedikit sekali lumpur tinja yang dikumpulkan di seluruh Bogor. Untuk mempermudah truk tinja untuk membuang lumpur, titik pembuangan lumpur tinja dapat dipasang pada sistem perpipaan air limbah terpusat. Sebuah stasiun pembuangan lumpur (SPL) sudah berada dekat dengan IPAL Tegal Gundil, fasilitas pembuangan jenis ini dapat diperkenalkan ke daerah lain di Bogor sebagai saluran air limbah öff site” dan pengolahan diperkenalkan. Untuk membuat pembuangan lumpur Tinja menjadi lebih mudahpada daerah dengan gang yang sempit, sepeda motor sedot tinja dapat diperkenalkan, sepeda motor tersebut dapat masuk ke jalan gang dan menyedot lumpur tinja dengan cara yang ramah lingkungan.
Pengembangan sistem Intermediate
Di daerah berkepadatan penduduk tinggi, solusi on-site tidak memungkinkan, dikarenakan kurangnya ruang dan solusi off-site tidaklah selalu menjadi pilihan yang layak secara teknis maupun finansial. Untuk daerah-daerah ini rencana induk memperkenalkan “sistem Intermediate”. Bogor memiliki tiga jenis sistem intermediate, semua sistem tersebut akan mencakup pengolahan air limbah:
MCK;
Saluran Air Limbah Dangkal (SALD);
Sistem Riol Ukuran Kecil (SRUK).
Menentukan operator sistem air limbah yang lebih baik
Pemerintah Kota telah membentuk sebuah Badan Layanan Umum Daerah (BLU-D) paad tahun 2017 akan menjadi operator dan penyedia layanan air limbah berkelanjutan. BLUD akan mengelola sistem air limbah off-site embrio, mengoperasikan IPAL yang eksisting, mengkoordinasikan kegiatan operator pembuangan lumpur tinja sektor swasta untuk memastikan lumpur tinja dibuang dengan cara yang ramah lingkungan, untuk menyediakan operasi dan perawatan tangki septik on-site dan sistem air limbah intermediate begiu juga dengan sistem drainase grey water. Pada masa interim akan didirikan sebuah UPTD untuk
mengoperasikan sistem air limbah yang di-implementasikan sebelum tahun 2017. Identifikasi Proposal untuk pendanaan sistem air limbah yang lebih baik
Disarankan agar Kota menyediakan dukungan dana dalam bentuk kewajiban pelayanan umum oleh layanan air limbah domestik. Proposal disusun agar sumber pendanaan dapat diambil dari pajak properti yang saat ini dikelola oleh pemerintah kota menurut caranya sendiri, atau dari retribusi yang khusus, atau dari keduanya.