RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP ke 1 )
Nama Sekolah : SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA Mata Pelajaran : Dasar-dasar Farmakologi
Kelas/Semester : X / satu
Standar Kompetensi : Menerangkan pengertian, sejarah, ruang lingkup dan istilah medis yang berkaitan dengan dasar-dasar farmakologi
Kompetensi Dasar : Mengemukakan sejarah, ruang lingkup dan istilah medis yang berkaitan dengan dasar-dasar farmakologi
Alokasi Waktu : 3 x 2 Jp I. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. Memahami tentang perkembangan sejarah obat,definisi dan pengertian obat 2. Memahami dan menjelaskan tentang Farmakope dan nama obat
3. Mengidentifikasi dan menjelaskan macam-macam sediaan umum serta cara-cara pemberian obat
II. Materi Ajar :
1. Perkembangan sejarah obat 2. Definisi dan pengertian 3. Farmakope dan nama obat 4. Macam-macam sediaan umum 5. Cara-cara pemberian obat. III. Metode Pembelajaran :
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model
: Discovery Learning
3. Metode
: Diskusi, Penugasan, Presentasi, sharing.
IV. Langkah- langkah Pembelajaran :A. Pertemuan 1 Materi :
1. Perkembangan sejarah obat 2. Definisi dan pengertian
Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 Secara umum memberikan diskripsi tentang perkembangan sejarah obat 5.2 Memahami tentang definisi dan pengertian obat
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang perkembangan sejarah obat
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang definisi-definisi dan pengertian obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa tentang definisi-definisi dan pengertian obat
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memjelaskan definisi dari materi dasar-dasar farmakologi.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama. B. Pertemuan 2
Materi :
1. Farmakope dan nama obat 2. Macam-macam sediaan umum Pendahuluan :
2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan gambaran dan pengetahuan tentang Farmakope dan nama obat
5.2Mengenal macam-macam sediaan umum dan penggolongan obat. Kegiatan Inti :
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang isi dari Farmakope dan nama obat
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang macam-macam sediaan umum obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai kandungan dari Farmakope dan nama obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai macam-macam sediaan umum obat
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang isi Farmakope dan macam-macam sediaan umum obat
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan penutup
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama. C. Pertemuan 3
Materi :
1. Cara-cara pemberian obat. Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 secara umum menjelaskan tentang cara pemberian obat untuk mendapatkan efek terapiutic
Kegiatan Inti : Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang cara pemberian obat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai cara pemberian obat untuk mendapatkan efek yang diinginkan
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh tentang pemberian obat baik secara efek sistematis maupun efek lokal.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sudah disampaikan
Memberikan tugas individual agar siswa mampu memahami dan menjelaskan tentang definisi,pengertian,farmakope dan macam-macam sediaan umum serta cara pemberian
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama.
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
Modul bahan ajar,bahan ajar yang relevan ( Internet ),LCD VI. Penilaian :
A. Tes tertulis B. Tugas
Mengetahui, Pati,05 Januari 2015
Kepala SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA Guru mata pelajaran
VII. Materi pembelajaran
FARMAKOLOGI UMUM
DASAR-DASAR UMUM 1. Perkembangan sejarah obatYang dimaksud dengan obat adalah semua Zat baik kimiawi,hewani maupun nabati yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan,meringankan atau mencegah penyakit atau gejala-gejalanya.
Obat yang pertama kali digunakan adalah obat yang berasal dari tanaman yang dikenal dengan obat tradisional yang disebut jamu di Indonesia. Obat-obat nabati ini digunakan sebagai rebusan atau ekstrak dengan aktifitas yang seringkali berbeda beda
tergantung dari asal tanaman dan cara pembuatannya.
Hal ini dianggap kurang memuaskan,maka lambat laun ahli-ahli kimia mulai mencoba mengisolasi zat-zat aktif yang terkandung dalam tanaman sehingga menghasilkan serangkaian zat-zat kimia sebagai obat,misalnya :
Efedrin dari tanaman Ephedra Vulgaris Atropin dari tanaman Atropa Belladonna Morfin dari tanaman Papaver somniferum Digoksin dari tanaman Digitalis lanata Reserpin dari tanaman Vinca Serpentina
Pada permulaan abab XX,mulailah dibuat sintetis. Pendobrakan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapeutika Sulfonamid ( 1935 ) dan Penisillin ( 1940 ). Sejak tahun 1945,ilmu-ilmu kimia,fisika dan kedokteran
berkembang dengan pesat dan hal ini menguntungkan bagi penyelidikan yang sistematis dari obat-obat baru.
Penemuan obat-obat baru menghasilkan lebih dari 500 macam obat setiap tahunnya,sehinnga obat-obat kuno makin terdesak oleh obat-obat baru.
2. Definisi dan Pengertian
Didalam mempelajari obat-obat dari segala macam aspek,ditentukan beberapa definisi antara lain :
a. Farmakologi
a.1 Arti Farmakologi dari arti luas
Adlh Ilmu yang mempelajari sejarah,asal-usul obat,sifat kimiawi dan fisika,cara mencampurdan membuat obat,efek terhadap fungsi biokimia dan faal,cara kerja,absorpsi,distribusi,biotransformasi dan ekskresi,penggunaan dalam klinik dan efek toksinnya.
a.2 Arti Farmakologi dari arti sempit
Adlh Ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk diagnosis,pencegahan dan menyembuhkan penyakit.
b. Farmakognosi
Adlh Ilmu yang mempelajari pengetahuan dan pengenalan bentuk makrokospik dan mikrokospik berbagai tumbuh-tumbuhan,hewani,mineral dan organisme lainnya yang dapat digunakan dalam pengobatan. Farmakognosi, mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat – zat aktifmya, begitu pula yang berasal dari mineral dan hewan.
Pada zaman obat sintetis seperti sekarang ini, peranan ilmu farmakognosi sudah sangat berkurang. Namun pada dasawarsa terakhir peranannya sebagai sumber untuk obat – obat baru berdasarkan penggunaannya secara empiris telah menjadi semakin penting. Banyak phytoterapeutika baru telah mulai digunakan lagi (Yunani ; phyto = tanaman), misalnya tingtura echinaceae (penguat daya tangkis), ekstrak Ginkoa biloba (penguat memori), bawang putih (antikolesterol), tingtur hyperici (antidepresi) dan ekstrak feverfew (Chrysantemum parthenium) sebagai obat pencegah migrain.
c. Biofarmasi
,
Adlh kegiatan menyelidiki pengaruh formulasi obat terhadap efek terapetiknya,sehingga bentuk sediaan obat harus dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan efek yang optimal.Atau meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya.
Dengan kata lain dalam bentuk sediaan apa obat harus dibuat agar
menghasilkan efek yang optimal. Ketersediaan hayati obat dalam tubuh
untuk diresorpsi dan untuk melakukan efeknya juga dipelajari
(farmaceutical dan biological availability). Begitu pula kesetaraan
terapeutis dari sediaan yang mengandung zat aktif sama (therapeutic
equivalance). Ilmu bagian ini mulai berkembang pada akhir tahun
1950an dan erat hubungannya dengan farmakokinetika.
d. Farmasi
Adlh Ilmu yang mempelajari cara membuat,mencampur dan formulasi obat e. Farmakokinetika
Adlh Ilmu yang mempelajari Absorpsi,Distribusi,Metabolisme/Biotransformasi dan ekskresi obat didalam tubuh
f. Farmakodinamika
Adlh Ilmu yang mempelajari cara kerja obat,efek obat terhadap fungsi berbagai organ dan pengaruh obat terhadap reaksi biokimia dan struktur organ
g. Farmakoterapi
Adlh Ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk menyembuhkan.
Farmakoterapi mempelajari penggunaan obat untuk mengobati penyakit
atau gejalanya. Penggunaan ini berdasarkan atas pengetahuan tentang
hubungan antara khasiat obat dan sifat fisiologi atau mikrobiologinya di
satu pihak dan penyakit di pihak lain. Adakalanya berdasarkan pula atas
pengalaman yang lama (dasar empiris). Phytoterapi menggunakan zat –
zat dari tanaman untuk mengobati penyakit.
h. Kemoterapi
Adlh Pengobatan penyakit yang disebabkan oleh mikroba Patogen i. Obat kemoterapi
Adlh Obat yang terutama bekerja terhadap kuman,parasit dan mikroba Patogen lainnya
j. Obat farmakodinamika
Adlh Obat yang terutama bekerja terhadap tuan rumah dengan merangsang atau menekan fungsi dan reaksi biokimia organ
k. Toksikologi
Adlh Ilmu yang mempelajari keracunan oleh berbagai zat kimia,terutama obat.
Toksikologi adalah pengetahuan tentang efek racun dari obat terhadap
tubuh dan sebetulnya termasuk pula dalam kelompok farmakodinamika,
karena efek terapi obat barhubungan erat dengan efek toksisnya.
Pada hakikatnya setiap obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat bekerja
sebagai racun dan merusak organisme. ( “Sola dosis facit venenum” :
hanya dosis membuat racun racun, Paracelsus).
Obat – obat yang digunakan pada terapi dapat dibagi dalam tiga golongan
besar sebagai berikut :
a)
Obat farmakodinamis, yang bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan
mempercepat atau memperlambat proses fisiologi atau fungsi biokimia
dalam tubuh, misalnya hormon, diuretika, hipnotika, dan obat otonom.
b)
Obat kemoterapeutis, dapat membunuh parasit dan kuman di dalam
tubuh tuan rumah. Hendaknya obat ini memiliki kegiatan
farmakodinamika yang sekecil – kecilnya terhadap organisme tuan rumah
berkhasiat membunuh sebesar – besarnya terhadap sebanyak mungkin
parasit (cacing, protozoa) dan mikroorganisme (bakteri dan virus). Obat –
obat neoplasma (onkolitika, sitostatika, obat – obat kanker) juga
dianggap termasuk golongan ini.
c)
Obat diagnostik merupakan obat pembantu untuk melakukan diagnosis
(pengenalan penyakit), misalnya untuk mengenal penyakit pada saluran
lambung-usus digunakan barium sulfat dan untuk saluran empedu
digunakan natrium propanoat dan asam iod organik lainnya.
3. Farmakope dan Nama obat
Farmakope adalah buku resmi yang ditetapkan oleh hukum dan memuat standarisasi obat-obat penting serta persyaratannya akan identitas,kadar kemurnian dan sebagainya,begitu pula metode-metode analisa dan resep-resep sediaan farmasi.
Didalam farmakope Indonesia juga terdapat nama latyn,nama generik,serta nama kimia. Nama latyn adalah nama obat dalam ejaan bahasa latyn. Nama generik adalah nama obat-obat yang boleh digunakan di semua negara tanpa melanggar hak-hak patent yang berlaku untuk obat yang bersangkutan. Nama kimia adalah nama obat yang berdasarkan nama unsur-unsur kimia yang membentuknya.
Selain buku farmakope terdapat pula buku Informasi spesialite obat ( ISO ) yang memuat nama-nama obat patent atau spesialite. Obat patent atau spesialite adalah obat-obat milik dari suatu Perusahaan dengan merk/nama dagang tertentu yang dilindungi oleh hukum.
4.
Macam -Macam Sediaan Umum
Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV,macam - macam sediaan umum adalah sebagai berikut :
1. Aerosol, adalah sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga untuk pemakaian lokal pada hidung ( aerosol nasal ), mulut ( aerosol lingual ) atau paru - paru ( aerosol inhalasi ). 2. Kapsul , adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Digunakan untuk pemakaian oral.
3. Tablet , adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
4. Krim, adalah sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.
5. Emulsi, adalah sistem dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil.
6. Ekstrak, adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat baku yang ditetapkan.
7. Gel (Jeli), adalah sistem semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar , terpenetrasi oleh suatu cairan. 8. Imunoserum, adalah sediaan yang mengandung immunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian.
9. Implan atau pelet, adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil, berisi obat dengan kemurnian tinggi ( dengan atau tanpa eksipien ), dibuat dengan cara pengempaan atau pencetakan. Implan atau pelet dimaksudkan untuk ditanam di
dalam tubuh ( biasanya secara sub kutan ) dengan tujuan untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama.
10. Infusa. adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90O selama 15 menit.
11. Inhalasi, adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran napas hidung atau mulut untuk memperoleh efek lokal atau sistemik.
12. Injeksi adalah sediaan steril untuk kegunaaan parenteral, yaitu di bawah atau menembus kulit atau selaput lendir.
13. Irigasi, larutan steril yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan luka terbuka atau rongga - rongga tubuh, penggunaan adalah secara topikal.
14. Lozenges atau tablet hisap, adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang dapat membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut.
15. Sediaan obat mata :
a. Salep mata, adalah salep steril yang digunakan pada mata.
b. Larutan obat mata, adalah larutan steril, bebas partikel asing, merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata. 16. Pasta, adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal.
17. Plester, adalah bahan yang digunakan untuk pemakaian luar terbuat dari bahan yang dapat melekat pada kulit dan menempel pada pembalut.
18. Serbuk, adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, berupa serbuk yang dibagi – bagi (pulveres) atau serbuk yang tak terbagi (pulvis) 19. Solutio atau larutan, adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Terbagi atas :
a. Larutan oral, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk pemberian oral. Termasuk ke dalam larutan oral ini adalah :
- Syrup, Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi - Elixir, adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai pelarut.
b. Larutan topikal, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan topical paad kulit atau mukosa.
c. Larutan otik, adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan dalam telinga.
d. Larutan optalmik, adalah sediaan cair yang digunakan pada mata.
e. Spirit, adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol dari zat yang mudah menguap, umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan. f. Tingtur, adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol di buat dari bahan
tumbuhan atau senyawa kimia
20. Supositoria, adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rectal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh.
5. Cara – Cara Pemberian Obat
Di samping faktor formulasi, cara pemberian obat turut menentukan cepat lambatnya dan lengkap tidaknya resorpsi obat oleh tubuh. Tergantung dari efek yang diinginkan, yaitu efek sistemis (di seluruh tubuh) atau efek lokal (setempat), keadaan pasien dan sifat – sifat fisika-kimia obat.
Berdasarkan dari efek obat yang diinginkan ada 2 yaitu :
5.1
Efek Sistemis :
a)
Oral,
b)
Cromukosal,
c)
Injeksi
d)
Implantasi
e)
Rektal,
f)
Transdermal
5.2
Efek Lokal ( pemakaian setempat ) :
a)
Kulit (percutan),
b)
Inhalasi,
c)
Mukosa Mata dan telinga,
d)
Intra vaginal,
e)
Intra nasal,
Pembahasan Efek Sistemis ( obat diedarkan keseluruh tubuh )
5.2.1 Oral
- Pemberiannya melalui mulut - Mudah dan aman pemakaiannya
- Bentuknya tablet,kapsul,obat hisap,sirup dan drop - Tidak semua obat dapat diberikan per oral
- Tidak cocok untuk obat yang merangsang lambung(Emetin)
- Tidak cocok untuk obat yang dapat diurai oleh getah lambung (Benzyl Penicillin,Oksitosin)
- Dapat terjadi Inaktivasi oleh hati sebelum diedarkan ketempat kerjanya. - Cocok untuk pengobatan infeksi
- Pemberian oral dapat juga mencapai efek lokal,misal obat cacing,obat diagnostica untuk pemotretan lambung/usus.
5.2.2 Cromucosal
- Pemberian melalui mucosa di rongga mulut. Antara lain :
5.2.2.1 Sublingual - Obat ditaruh dibawah lidah
- Obat tidak melalui hati,sehingga tidak di inaktivasikan - Penyerapan langsung kedalam aliran darah
- Mencapai efek yang cepat untuk pasien jantung dan Asthma - Bentuknya tablet kecil dan spray
-Kurang praktis untuk digunakan teru-menerus sehingga dapat merangsang selaput lendir mulut.hanya bersifat lipofil yang dapat diberikan dengan jalan dibawah lidah.
Contoh : ISDN ( Isosorbid Dinitrat ) 5.2.2.2 Buccal
- Pemberian diletakan diantara pipi dan gusi - Obat langsung kedalam aliran darah
- Misal pada obat untuk mempercepat kelahiran,bila tidak ada kontraksi Uterus
5.2.3 Injeksi
- Pemberian dengan jalan suntikan
- Efek yang diperoleh cepat,kuat dan lengkap - Kelemahan biaya mahal dan terasa nyeri
- Sukar digunakan oleh pasien sendiri,jadi memerlukan bantuan orang lain - Alat suntik harus streril
- Dapat merusak pembuluh/syaraf jika tempat penyuntikan tidak tepat
- Terutama bagi obat yang merangsang/dirusak oleh getah lambung/tidak di Resorpsi oleh dinding usus.
Bentuk-bentuk obat Injeksi :
5.2.3.1 Subcutan ( Hipodermal )
-Penyuntikan dilakukan dibawah kulit,misal: Obat Insulin
-Obatnya tidak merangsang,dan larut baik dalam air atau minyak -Efeknya agak lambat,dapat dipergunakan sendiri,misal : obat insulin 5.2.3.2 Intra Muscular ( I.M )
Penyuntikan dilakukan ke dalam otot,misal : penyuntikan Antibiotika/hormon
-Tempat penyuntikan dipilih pada tempat yang tidak banyak terdapat pembuluh darah dan syaraf,misal ; otot pantat atau lengan atas
Penyuntikan dilakukan kedalam pembuluh darah
-Efeknya sangat cepat dan dapat menimbulkan reaksi turunnya tekanan darah secara mendadak,shock dsb.
-Infus Intra Vena di kombinasi dengan obat Sering dilakukan dirumah sakit pada keadaan darurat atau dengan obat yang metabolismenya dan ekskresinya cepat guna mencapai kadar plasma yang tetap tinggi
5.2.3.4 Intra Arteri ( I.A )
- Penyuntikan dilakukan pada pembuluh nadi
- Dilakukan untuk membanjiri suatu organ,misal: pada kanker hati 5.2.3.5 Intra Cutan ( I.C )
-Penyuntikan dilakukan di dalam kulit -Absorpsi sangat perlahan
5.2.3.6 Intra Lumbal
-Penyuntikan dilakukan ke dalam ruang pinggang ( dalam sumsum tulang belakang )misal : Anaestesi umum.
5.2.3.7 Intra Peritoneal
-Penyuntikan ke dalam selaput perut 5.2.3.8 Intra Cardial
-Penyuntikan kedalam jantung 5.2.3.9 Intra Pleural
-Penyuntikan kedalam dada 5.2.3.10 Intra Articulair
-Penyuntikan kedalam celah-celah sendi
5.2.4 Implantasi
- Bentuk obat pellet streril,obat dicangkokkan dibawah kulit
- Terutama digunakan untuk efek sistemis lama,misal : untuk obat hormon kelamin
- Resorpsinya lambat
5.2.5 Rektal
- Pemberian obat melalui Rektal
- Bentuknya Suppositoria dan Clysma ( Obat Pompa ) - Baik sekali untuk obat yang dirusak oleh asam lambung - Diberikan untuk ,encapai takaran yang tepat dan cepat
- Efek sistemisnya lebih cepat dan lebih besar bila dibandingkan per-oral
- Bentuk suppo dan clysma sering digunakan untuk efek lokal,misal obat wasir dan laxativa
- Pemberian melalui rektal bisa dioles pada permukaan rectum,berupa salep dan hanya punya efek lokal ( Haemocain Salp )
5.2.6 Transdermal
- Cara pemberian melalui permukaan kulit,berupa plester
- Obat menyerap secara perlahan dan kontinyu,masuk ke sistem peredaran darah langsung ke jantung
- Tiap dosis dapat bertahan 24 jam
- Digunakan untuk gangguan jantung,misal Angina Pectoris ( NitroDisc ) Efek lokal ( pemakaian setempat )
5.2.7 Intra Nasal
- Obat diberikan melalui selaput lendir hidung
- Digunakan untuk menciutkan selaput/mucosa hidung yang membengkak,misal : Otrivin Nasal
- Bentuk obat Spray atau drops
- Cara ini dapat digunakan untuk efek sistemik,misal untuk melancarkan pengeluaran ASI,contoh Syntocinon Spray
5.2.8 Inhalasi
- Obat diberikan untuk disedot melalui hidung atau mulut/di semprotkan - Penyerapan dapat terjadi pada selaput mulut,tenggorokan dan pernapasan - Diberikan pada pengobatan Asthma atau Anaesthesi
- Bentuk obat berupa Gas dan zat padat,juga berupa Aerosol ( pemancar Kabut )
5.2.9 Mucosa Nata
- Obat diberikan melalui selap[ut/mucosa mata dan telinga
- Obat dapat di Resorpsi ke dalam darah dan menimbulkan efek toksin - Bentuk obat tetes dan salp
5.2.10Intra Vaginal
- Obat diberikan melalui selaput lendir/mucosa Vaginal - Diberikan pada anti fungi dan anti kehamilan
- Bentuknya tablet Vaginal,salp,cream dan Cairan bilasan 5.2.11Percutan ( kulit )
- Obat diberikan dengan jalan dioleskan pada permukaan kulit - Bentuk obat umumnya salp atau Cream
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP ke 2 )
Nama Sekolah : SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA Mata Pelajaran : Dasar-dasar Farmakologi
Kelas/Semester : X / satu
Standar Kompetensi : Menjelaskan spesialite obat
Kompetensi Dasar : Mengkategorikan obat obat spesialite Alokasi Waktu : 14 x 2 Jp
I. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat :
1. Memahami tentang nama-nama spesialite obat
2. Memahami dan menjelaskan tentang spesialite obat kemoterapeutika 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan macam-macam obat gangguan penyakit
Infeksi yang disebabkan oleh Protozoa,bakteri dan virus II. Materi Ajar :
1. Spesialit obat kemoterapetika
2. Spesialit obat gangguan sistem pencernaan 3. Spesialit golongan obat SSP
4. Spesialit obat golongan SSO
5. Spesialit obat golongan kardiovaskuler 6. Spesialit obat golongan bioregulator 7. Spesialit obat antihistamin
8. Spesialit obat golongan HIV/AIDS III. Metode Pembelajaran :
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model
: Discovery Learning
3. Metode
: Diskusi, Penugasan, Presentasi, sharing.
IV. Langkah- langkah Pembelajaran :A. Pertemuan 1 dan 2 Materi :
1. Spesialit obat kemoterapeutika Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 Secara umum memberikan penjelasan tentang arti Spesialit
5.2 Secara umum memberikan penjelasan tentang CHEMOTERAPEUTIC 5.3 Secara umum memberikan penjelasan tentang obat golongan
kemoterapeutika,mekanisme kerja,efek samping,dan penggunaan secara kombinasi
Kegiatan Inti : Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang arti spesialte dan CHEMOTERAPEUTIC
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang golongan obat CHEMOTERAPEUTIC
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang mekanisme kerja CHEMOTERAPEUTIC
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati tentang efek samping penggunaan CHEMOTERAPEUTIC yang sembarangan
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang penggunaan secara kombinasi CHEMOTERAPEUTIC
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang Kemoterapiutika dan obat golongan Kemoterapiutika
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama. B. Pertemuan 3 dan 4
Materi :
1. Spesialit obat gangguan sistem pencernaan Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1 secara umum memberikan penjelasan tentang gangguan sistem pencernaan 5.2 menjelaskan obat-obat gangguan sistem pencernaan
Kegiatan Inti : Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang sistem gangguan pencernaan
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang obat gangguan pencernaan
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai sistem pencernaan Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai gangguan pencernaan Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai pemahaman obat
gangguan pencernaan
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang gangguan sistem pencernaan dan obat gangguan pencernaan
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama.
C. Pertemuan 5 dan 6 Materi :
1. Spesialit golongan obat Susunan Syaraf Pusat Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang gangguan sistem Susunan Syaraf Pusat
5.2Menjelaskan obat-obat golongan Susunan Syaraf Pusat Kegiatan Inti :
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang sistem Susunan Syaraf Pusat
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang obat gangguan Susunan Syaraf Pusat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai sistem Susunan Syaraf Pusat
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat gangguan Susunan Syaraf Pusat
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang sistem Susunan Syaraf Pusat dan obat gangguan Susunan Syaraf Pusat
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama. D. Pertemuan 7 dan 8
Materi :
1. Spesialit obat golongan SSO Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang gangguan sistem Susunan Syaraf Organ
5.2Menjelaskan obat-obat golongan Susunan Syaraf Organ Kegiatan Inti :
Eksplorasi
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang sistem Susunan Syaraf Organ
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang obat gangguan Susunan Syaraf Organ
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai sistem Susunan Syaraf Organ
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat gangguan Susunan Syaraf Organ
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang sistem Susunan Syaraf Organ dan obat gangguan Susunan Syaraf Organ.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama. E. Pertemuan 9 dan 10
Materi :
1. Spesialit obat golongan kardiovaskuler Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang Kardiovaskuler 5.2Menjelaskan tentang obat-obat golongan Kardiovaskuler Kegiatan Inti :
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang Kardiovaskuler
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang obat Kardiovaskuler
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai Kardiovaskuler Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat Kardiovaskuler Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
kardiovaskuler dan obat golongan Kardiovaskuler Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas Menyampaikan topik materi yang akan datang
F. Pertemuan 11 dan 12 Materi :
1. Spesialit obat golongan Bioregulator Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang Bioregulator 5.2Menjelaskan obat-obat golongan Bioregulator
Kegiatan Inti : Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang Bioregulator
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang obat Bioregulator
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai Bioregulator Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat Bioregulator Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang
Bioregulator dan obat golongan Bioregulator. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama. G. Pertemuan 13 dan 14
Materi :
1. Spesialit obat antihistamin
2. Spesialit obat golongan HIV/AIDS Pendahuluan :
1. Memberikan salam 2. Memimpin do’a
3. Memeriksa kehadiran siswa,kebersihan dan kerapihan kelas
4. Memberikan motivasi kepada siswa agar siap dalam mengikuti pembelajaran 5. Melakukan Apersepsi ( pengetahuan prasarat ) :
5.1Secara umum memberikan penjelasan tentang Antihistamin dan HIV/AIDS 5.2Menjelaskan obat-obat golongan Antihistamin dan HIV/AIDS
Kegiatan Inti : Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru :
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang pengertian Antihistamin dan HIV/AIDS
Guru memandu siswa untuk menyimak dan mencermati kajian literatur tentang obat Antihistamin dan HIV/AIDS
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai pengertian Antihistamin dan HIV/AIDS
Tanya jawab antara guru-siswa,dan antar siswa mengenai obat pengertian Antihistamin dan HIV/AIDS
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memberikan contoh pemahaman tentang Antihistamin dan HIV/AIDS dan obat golongan Antihistamin dan HIV/AIDS
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,guru :
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas,diskusi,dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis,
Memberi kesempatan untuk berfikir,menganalisa,menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut,
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan siswa diminta memberikan contoh dalam masyarakat dan upaya pemecahan masalah,
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,guru :
Guru bertanya jawab tentang hal- hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman,memberikan penguatan dan penyimpulan Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup,guru :
Membuat kesimpulan bersama- sama dari hasil tanya jawab dan kajian pustaka
Melakukan test/pertanyaan yang berhubungan dengan materi di atas
Memberikan tugas individual agar siswa mampu memahami dan menjelaskan tentang spesialit obat kemoterapiutika
Menyampaikan topik materi yang akan datang
Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdo’a bersama. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar :
Modul bahan ajar,bahan ajar yang relevan ( internet ),LCD VI. Penilaian :
A. Tes tertulis B. Tugas
Mengetahui, Pati,05 Januari 2015
Kepala SMK TERPADU BHAKTI INDONESIA Guru mata pelajaran
VII. Materi Pembelajaran
KEMOTERAPETIKA
PENGERTIANKemoterapi adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia yang dapat memberantas dan menyembuhkan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri,virus,amoeba,fungi,protozoa,cacing dan sebagainya tanpa merusak jaringan tubuh manusia.
Berdasarkan khasiatnya terhadap hama/bakteri,kemoterapi dibedakan atas :
Ø Bakterisida yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat untuk mematikan hama. Contoh : fenol,iodium,sublimate
Ø Bakteriostatik yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat menghentikan pertumbuhan dan pembiakan bakteri,sedangkan pemusnahan selanjutnya dilakuka oleh tubuh sendiri secara fagositosis (kuman dilarutkan oleh leukosit atau sel-sel daya tangkis tubuh lainnya). Contoh : antibiotika spectrum sempit.
Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah: a) Antibiotika b) Sulfonamide c) Anti Malaria d) Anti Amoeba e) Anthelmintika f) Anti Vius g) Anti Jamur
h) Anti Neoplastika (sitostatika) i) Anti TBC
j) Anti Lepra
A. Antibiotika PENGERTIAN Antibiotika
Antibiotika berasal dari bahasa latin yang terdiri dari anti = lawan , bios = hidup
adalah zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah,yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain,sedangkan toksisitasnya terhadap manusia relative kecil.
Antibiotic pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggris Dr.Alexander Fleming (penisilin) pada tahun 1928,tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam terapi di tahun 1941 oleh Dr.Florey. kemudian banyak zat dengan khasiat antibiotic disolir oleh penyelidik-penyelidik lain di seluruh dunia,namun toksisitasnya hanya beberapa saja yang dapat digunakan sebagai obat. Antibiotic juga dapat dibuat secara sintesis atau semi sintesis. Aktivitas antibiotic umumnya dinyatakan dalam satuan berat (mg) kecuali yang belum sempurna pemurnian nya dan terdiri dari campuran beberapa macam zat,atau karena belum diketahui struktur kimianya,aktivitas nya dinyatakan dalam satuan internasional = Internasional Unit (IU). Dibidang perternakan antibiotic yang sering dimanfaatkan sebagai zat gizi tambahan untuk mempercepat pertumbuhan ayam negeri potong.
MEKANISME KERJA
Mekanisme Kerja antibiotika antara lain :
1. Menghambat sintesa dinding sel,akibatnya pembentukan dinding sel tidak sempurna dan tidak dapat menahan tekanan osmosa dari plasma,akhirnya sel akan pecah (penisilin dan sefalosporin)
2. Menghambat sintesa membrane sel,molekul lipoprotein dari membrane sel dikacaukan pembentukannya,hingga bersifat lebih preamble akibatnya zat-zat penting dari isi sel dapat keluar (kelompok pelipeptida)
3. Menghambat sintesa protein sel,akibatnya sel tidak sempurnaterbentuk (kloramfenikol,tetrasiklin)
4. Menghambat pembentukan asam-asam inti (DNA dan RNA) akibatnya sel tidak dapat berkembang (rifampisin)
EFEK Samping
Penggunaan antibiotika tanpa resep dokter atau dengan dosis yang tidak tepat dapat menggagalkan pengobatan dan menimbulkan bahaya-bahaya lain seperti :
1. Sensitas atau Hipersentif
Banyak obat yang setelah digunakan secara local dapat mengakibatkan kepekaan yang berlebihan,kalau obat yang sama kemudian diberikan secara oral atau suntikan maka ada kemungkinan terjadi reaksi hipersensitif atau alergi seperti gatal-gatal kulit kemerah-merahan,bentol-bentol atau lebih hebat lagi dapat terjadi schok. Contohnya penisilin dan kloramfenikol. Guna mencegah bahaya ini maka sebaiknya salep-salep mengggunakan antibiotika yang tidak akan diberikan secara sistemis (oral dan suntikan).
2. Resistensi
Jika obat digunakan dengan dosis yang terlalu rendah atau waktu terapi kurang lama,maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya resistensi artinya bakteri tidak peka lagi terhadap obat yang bersangkutan. Untuk mencegah resistensi,dianjurkan menggunakan kemoterapi dengan dosis yang tepat atau dengan menggunakan kombinasi obat.
3. Super Infeksi
Yaitu infeksi sekunder yang timbul selama pengobatan dimana sifat dan penyebab infeksi berbeda dengan penyebab infeksi yang pertama. Super infeksi terutama terjadi pada penggunaan antibiotika broad spectrum yang dapat mengganggu keseimbangan antara bakteri di dalam usus saluran pernafasan urogenital.
Spesies organisme yang lebih kuat atau resisten akan kehilangan saingan,dan berkuasa menimbulkan infeksi baru misalnya timbul jamur minella albicans dan candida albicans. Selain antibiotic obat yang menekan system tangkis tubuh yaitu kortikosteroid dan
imunosupressiva lainnya dapat menimbulkan super infeksi. Khusus nya anak-anak dan orang tua sangat mudah dijangkit super infeksi ini.
Penggolongan antibiotic berdasarkan aktivitasnya
Berdasarkan luas aktivitas kerjanya antibiotika dapat digolongkan atas : 1) Zat-zat dengan aktifitas sempit (narrow spectrum)
Zat yang aktif terutama terhadap satu atau beberapa jenies bakteri saja (bakteri gram positif atau bakteri negative saja). Contohnya eritromisin,kanamisin,klindamisin (hanya terhadap bakteri gram positif), streptomisin (hanya terhadap bakteri gram negative saja) 2) Zat-zat dengan aktifitas luas (broad spectrum)
Zat yang berkhasiat terhadap semua jenis bakteri baik jenis bakteri gram positif maupun gram negative.
Penggolongan antibiotika
Antibiotika digolongkan sebagai berikut : 1. Golongan Penisilin 2. Golongan Sefalosporin 3. Golongan Aminoglisida 4. Golongan Kloramfenikol 5. Golongan Tetrasiklin 6. Golongan Makrolida 7. Golongan Quinolon 8. Golongan Lain-lain 1. Golongan Penisilin
Antibiotika pertama ditemukan oleh Alexander Fleming tahun 1982 di London yang satu decade kemudisn dikembangkan oleh Floey untuk penggunaan sistemik dengan menggunakan biakan penisililium notatum. Akikibat kebutuhan penisilin dalam jumlah besar pada saat perang dunia II, kemudian digunakan penisilium chrysogenum yang dapat menghasilkan penisilin lebih banyak. Sekarang dibuat secara semi sintesis. Penisilin termasuk antibiotika golongan beta laktam karena mempunyai rumus bangun dengan struktur seperti cincin B lactam yang merupakan syarat mutlak untuk melanjutkan khasiatnya.
Jika cincin menjadi terbuka oleh enzyme B lactamase (penisilinase dan cefalosforinase) maka khasiat anti bakteri (aktiviitas0 antibiotika penisilin menjadi lenyap.
MEKANISME KERJA :
Penisilin merintangi atau meghambat pembenttukan sintesa dinding sel bakteri sehingga bila sel bakteri tumbuh dengan dinding sel yang tidak sempurna maka bertambahnya plasma atau air yang terserap dengan jalan osmosis akan menyebabkan dinding sel pecah sehingga bakteri menjadi musnah.
Resistensi :
Pemakaian yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri terutama golongan stafilococcus dan bacteri coli menjadi resisten terhadap penisilin.
Resistensi bakteri ini dapat terbentuk denagan cara :
1) Bakteri membentuk enzyme B latamase yang memecah cincin B lactam
2) Bakteri mengubah bentuknya menjadi huruf L yaitu bentuk bakteri tanpa dinding sel. Bakteri bentuk sel L dapat menimbulkan infeksi kronis (misalnya infeksi paru-paru dan saluran kemih) karena lama berkembangnya. Bakteri semacam ini dengan mudah dapat dimatikan denagan kontrimoksazol atau tetrasiklin.
Berdasarkan perkembangannya,terbentuk derivate-derivat penisilin seperti dibawah ini :
a. Penisilin spectrum sempit
(1) Benzyl Penisilin = Penisilin G
Tidak tahan asam lambung,sehingga pemberian secara oral akan diuraikan oleh asam Lambung,karena itu penggunaannya secara injeksi atau infuse intra vena.
(2) Penisilin V = fenoksimetil Penisilin
Penisilin ini tahan asam lambung,pemberian sebaiknya dalam keadaan sebelum makan.
(3) Penisilin tahan Penisilinase
Derivate ini hampir tidak terurai oleh penisilinase,tapi aktivitasnya lebih ringan dari Penisilin G dan penisilin V. Umumnya digunakan untuk kuman-kuman yang resisten terhadap obat-obat tersebut. Contohnya kloksasilin,diklosasilin,fluksosasilin.
Kombinasi amiksisilin dengan asam klavulanat menghasikan efek sinergisme dengan khasiat 50 kali lebih kuat,efektif terhadap E. Coli,H Infulenza dan Staphylococus Aereus, contohnya augmetin (beecham).
Khasiat klavulanat adalah senyawa B lactam dari hasil fermentasi Streptomyches Clavuligerus.
b. Penisilin spectrum luas
(1) Ampisilin
Spectrum kerjanya meliputi banyak kuman gram positif dana gram negative yang titik peka terhadap penisilin-G. khasiat nya terhadap kuman-kuman gram positif lebih ringan dari pada penisilin-penisilin spectrum sempit. Banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi atau peradangan pada saluran pernafasan (bronchitis),saluran pencernaan (desentri) dan infeksi saluran kemih.
(2) Amoksilin
Spectrum kerjanya sama dengan ampisilin,tetapi absorbsinya lebih ccepat dan lengkap. Banyak digunakan terutama pada bronchitis menahun dan infeksi saluran kemih.
Obat generic,indikasi,kontra indikasi dan efek samping 1. Benzyl Penisilin (Penisilin G)
Indikasi : Infeksi tenggorokan,otitis media,strepcococus endo karditis, meningkokokus,meningitis,pneumonia dan profilaksis
amputasi pada lengan dan kaki.
Kontra indikasi : Hipersensitivitas (alergi) terhadap penisilin.
Efek samping : Reaksi alergi berupa urtikaria,nyeri sendi,syok anafiaktik,
Diare.
Sediaan : Benzatin Penisilin G (generic) injeksi. 2. Fenoksi Metil Penisilin (Penisilin V)
Indikasi : Tonsilitas,otitis media,demam rematik,profilaksis infeksi Pneumokokus.
Kontra indikasi dan efek samping sama dengan Benzil Penisilin.
Sediaan : Phenoxymethyl penicillin (generic),tab 250mg,500mg. 3. Ampisilin
Indikasi : Injeksi saluran kemih,otitis media,sinusitis,bronchitis kronis Salmonelosis,gonorrhoe.
Kontra indikasi : Hipersensitiv terhadap penisilin.
Sediaan : Ampisilin (generic) kapsul 250mg,kaptab 500mg,serbuk Injeksi,sirup kering.
Cara penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik,pada suhu tidak lebih dari 25 Derajat C
4. Amoksisilin
Indikasi : (Lihat Ampisilin),juga untuk profiaksis endokarditis dan Terapi tambahan.
Kontra indikasi dan efek samping sama dengan ampisilin.
Sediaan : Amoksisilin (generic),kapsul 250mg,kaptab 500mg,serbuk Injeksi,syr.kering.
Cara penyimpanan : Dalam botol tertutup rapat. 5. Co Amoksiklav (amoksisilin-asam klavulanat)
Kontra indikasi dan efek samping sama dengan ampisilin. Sediaan : Coamoksiklav (generic),kaptab. Spesialite obat-obat Penisilin
No 1 Penisilin V 2 Kloksasilin 3 Ampicillinum 4 Amoksisilin (Amoxicillinum) 5 Co Amoxyclav 2. Golongan Sefalosporin
Sefalosporin diperoleh dari biakan Cephalosporinum Acremonium. Seperti halnya penisilin,daya anti mmikrobany terlerak pada cincin B lactam,dengan mekanisme kerja berdasarkan perintangan sintesis dinding sel.
Walaupun aktivitasnya luas,namun sefalosforin bukan merupakan obat pilihan pertama untuk penyakit manapun,karena masih terdapat obat-obatan lain yang kurang lebih sama khasiatnya dan jauh lebih murah harganya.
Efek samping yang terpenting pada penggunaan oral berupa gangguan oral berupa gangguan lambung usus dan reaksi-reaksi alergi seperti penisilin,yakni rash,urticaria,anafilaksis. Alergi silang sering terjadi dengan derivate penisilin. Pada penggunaan i.v sering terjadi tromboflebitis dan nyeri ditempat suntik.
Aktivitas
Bersifat bakterisid dengan spectrum kerja luas terhadap banyakkuman gram positif dan negative,termasuk E.coli,Klebsiella dan proteus.
obat generic,indikasi,kontra dan efek samping 1) Sefaklor
Indikasi : Infeksi bakteri gram positif dan gram negative Kontra Indikasi : Hipersensitiv terhadap sefalosforin,porfiria Efek Samping : Diare dan colitis,mual,muntah,sakit kepala Sediaan : cefaklor (generic) kapsul 250mg,500mg 2) Sefadroksil
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
3) Sefotaksim
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan : Cefotaxime (generic) serbuk inj 4) Seftazidim
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan : Ceftazidime (generic) serbuk inj 5) Seftriakson
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor Sediaan : Ceftriaxone (generic) serbuk inj 6) Sefuroksim
Indikasi : Profilaksis tindakan bedah,lebih aktif terhadap H.Influenza, Dan N.Gonorrhoeae
Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan : Cefuroxime (generic) serbuk inj 7) Sefaleksin
Indikasi,kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan : Cephalexin (generic) kapsul 250mg,500mg 8) Sefradin
Indikasi : Profilaksis bedah (lihat sefaklor) Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan : Cephradin (generic) kaps 250mg,500mg,sirup kering 9) Sefazolin
Indikasi : Profilaksis bedah (lihat sefaklor) Kontra indikasi dan efek samping lihat sefaklor
Sediaan : Sefazolin (generic),serbuk inj
Spesialite obat-obat golongan sefalosforin
No Nama Generik Nama Dagang Pabrik
1 Sefadroksil Duricef Cefat Bristol-Myers Squid Sanbe Farma 2 Sefotaksim Claforan Clacef Sanofi Aventis Inmark Farma 3 Sefaleksin (Cephalexium) Tepaxin
Sefabiotik Ospexin
Takeda Bernofarm Novartis
4 Seftriaxone Rocephin Roche
5 Sefradin (Cephadrium) Velocef Bristol-Myers Squib
7 Sefaklor Ceclor Cloracef Eli Lily Ethica 8 Sefuroksim Cefurox Kalcef Zinnat Prafa Kalbe Farma Glaxo SK
9 Seftazim Ceftum Dexa Medica
3. Golongan Aminoglikosida
Golongan ini ditemuka dalam rangka mencari anti mikroba untuk mengatasi kuman gram negative. Tahun 1943 berhasil diisolasi suatu turunan Streptomyces griseus yang menghasilkan streptomisin,yang aktif terutama terhadap mikroba gram negative termasuk terhadap basil tuberkolusis.
Kemudian ditemukan lagi berbagai antibiotic lain yang bersifat mirip streptomisin sehingga antibiotic ini dimasukan dalam satu kelompok yaitu antibiotic golongan aminoglikosida. Golongan ini mempunyai 2 atau 3 gugusan amino pada rumus molekulnya. MEKANISME KERJA :
Dengan mengikatkan diri pada ribosom sel-sel bakteri,sehingga biosintesa proteinnya dikacaukan.
Penggolongan
Berdasarkan rumus kimianya digolongkan sebagai berikut : a) Streptomisin b) Neuromisin c) Kanasimin d) Gentamisin e) Framisetin a. Streptomisin
Diperoleh dari steptomyces griseus oleh walksman (1943) dan sampai sekarang penggunaannya hamper terbatas hanya untuk tuberkulosa
Toksisitasnya sangat besar karena dapat menyebabkan kerusakan pada saraf otak ke 8 yang melayani organ keseimbangan dan pendengaran. Gejala-gejala awalnya adalah sakit kepala,vertigo,mual dan muntah. Kerusakan bersifat revesibel,artinya dapat pulih kembali kalau penggunaan obat diakhiri meski kadang-kadang tidak suutuhnya.
Resistensi sangat cepat sehingga dalam penggunaan harus dikombinasi dengan INH dan PAS Na atau rifampicin. Pemberian melalui parenteral karena tidak diserap oleh saluran cerna. Derivate streptomisin,dehidrostreptomisin,menyebabkan kerusakan organ pendengaran lenih cepat dari streptomisin sehingga obat ini tidak digunakan lagi sekarang. b. Neomycin
Diperoleh dari Streptomyces fradiae oleh walsman. Tersedia untuk penggunaan topical dan oral,penggunaan secara parenteral tidak dibenarkan karena toxis. Karena baik sebelum dioprasi. Penggunaan local banyak dikombinasikan dengan antibiotic lain (poimiksin B basitrasin) untuk menghindari terjadinya resistensi
c. Kanamisin
Diperoleh dari Streptomyces Kanamycceticus (Umezawa 1955). Persediaan dalam bentuk larutan atau serbuk kering untuk injeksi,pemakaian oral hanya kadang-kadang diberikan untuk infeksi usus atau membersihkan usus untuk pembersihan pembedahan.
Berkhasiat bakteriostatik pada basil TBC,bahkan yang resisten terhadap streptomisin sehingga menjadi obat pilihan kedua bagi penderita TBC. Juga digunakan dalam pengobatan infeksi saluran kemih oleh pseudomonas (suntikan). Efek obat generic : kanamisin serbuk inj. 1gr/vial,2gr/vial.
d. Gentamisin
Diperoleh dari Mycromonospora purpurea. Berkhasiat terhadap infeksi oleh kuman garam negative seperti proteus,pseudomonas,klebsiella,enterobacter,yang antara lain dapat menyebabkan meningitis,osteomielitis pneumonia,infeksi luka bakar,infeksi saluran kencing,telinga,hidung dan tenggorokan
Sebaiknya penggunaan gentamisin secara sistemis hanya di terapkan pada infeksi-infeksi yang berat saja,dan penggunaan gentamisn secara topika khsusnya dilingkungan rumah sakit dibatasi agar tidak terjadi resistensi pada kuman-kuman yang sensitive. Efek sampingnya gangguan keseimbangan dan pendengaran toksis terhadap ginjal.
Sediaan : dalam bentuk injeksi dan salep (topical)
Obat generic : Gentamisin (generic) cairan nj,10mg/ml dan 40 mg/ml. e) Framisetin
Diperoleh dari Streptomyces decaris. Rumus kimia dan khasiat mirip Neomisin. Hanya digunakan secara local saja, misalnya salep atau kasa diimpragnasi.
Spesialite obat-obat golongan aminoglikosida
NO NAMA GENERIK NAMA DAGANG PABRIK
1 2 3 4 5 6 7 Kanamisina sulfat Gentamisin Tombramisina sulfat Neomisin sulfat ( neomicycini sulfat ) Frimasetin (framycetin) Streptomisin(streptomyci n) Amikasin Kanbiotic Kanarcon Kanoxin Ottogenta Pyogenta Sagestam Tobryne Nebcin Neobiotic Sofra Tule Stertomycin Meiji Amikin Berno farma Ponco Dumex alpharma Otto Kalbe farma Sanbe farma Fahrenheit
Tempo sean pacific Bernofarm
Darya varia Meiji
BMS
4. golongan kloramfenikol
Kloramfenikol disolasi pertama kali pada tahun 1974 dari streptomyces venezuelae.
penggunaan obat ini meluas dengan cepat sampai tahun 1950 ketika diketahui bahwa obat ini dapat menimbulkan anemia aplastik yang fatal.
Karena toksisitasnya, penggunaan sistemik sebaiknya di cadangkan untuk infeksi berat akibat Haemophilus influenza, demam tifoid, meningitis, abses otak dan infeksi berat lainnya. Bentuk tetes mata sangat bermanfaat untuk konjungtivitas bacterial.
Kloramfenikol merupakan Kristal putih yang sangat sulit larut dalam air (1 : 400) dan rasanya sangat pahit, maka untuk anak-anak digunakan bentuk eksternya yaitu K-Palmitat dan K-Streat/suksinat yang tidak pahit rasanya dan dibuat dalam bentuk suspense. Dalm tubuh bentuk ester akan diubah menjadi kloramfenikol aktif.
Mekanisme kerja : merintangi sintesis protein bakteri.
Efek samping :
v Kerusakan sumsum tulang belakang yang mengakibatkan pembuatan eritrosit terganggu sehingga timbul anemia aplastis
v Gangguan gastrointestinal : mual, muntah, diare
v Gangguan neuron : sakit kepala, neuritis optic, neuritis perifer
v Pada bayi atau bayi prematur e dapat menyebabkan grey syndrome
Penggunaan
Kloramfenikol merupakan drug of choice = obat pilihan untuk typhus-abdominalis dan infeksi parah meningitis, pneumonia (disebabkan Haemophilus influenzae). Sebaiknya tidak diberikan kepada bayi premature untuk menghindari grey syndrome karena enzym
perombakan di hati bayi belom aktif, ibi hamil dan menyusui.
Derivate kloramfenikol ialah tiamfenikol , dipakai sebagai pengganti kloramfenikol karena dianggap lebih aman (namun belum terdapat cukup bukti untuk itu)
Obat generic
*Kloramfenicol (generic)kapsul 250 mg, suspense 125mg/5ml *Tiamfenikol (generic) kapsul 250 mg, 500 mg.
Spesialit obat kloramfenicol
NO Nama Generik Nama dagang Pabrik
1 2 Kloramfenicol Tiamfenikol Chloramex Colme Kemicetine Biothicol Urfamycinn Thiamycin Thiambiotic Actavis Interbat Kalbe farma Sanbe Zambon Interbat Prafa 5.Golongan Tetrasiklin
Antibotik golongan tetrasiklin yang pertama kali ditemukan adalah klortetrasiklin yang dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens. Kemudian ditemukan
oksitetrasiklin dari Sterptomyces rimosus. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semi sintetis dari klortetrasiklin.
Tetrasiklin merupakan antibiotic dangan spectrum luas, bersifat bakteriostatik dan mekanisme kerjanya dengan jalan menghambat sintesa protein bakteri. Penggunaan saat ini semakin berkurang karena masalah resistensi.
Penggunaan
Tetrasiklin banyak digunakan untuk mengobati bronchitis akut dan kronis, disentri amoeba, pneumonia, kolera, infeksi saluran empedu, penggunaan local sering dipakai karena jarang menimbulkan sensitasi.
Efek samping
Ø Mual, muntah-muntah, diare Karena adanya perubahan pada flora usus.
Ø Mengendap pada jaringan tulang dan gigi yang sedang tumbuh (terikat pada kalsium) menyebabkan gigi menjadi bercak-bercak coklat dan mudah berlubang serta pertumbuhan tulang terganggu
Ø Fotosensitasi
Ø Sakit kepala, vertigo
Peringatan / larangan
v Tidak boleh diberikan kepada anak-anak dibawah 8 tahun, ibu hamil dan menyusui v Tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati
Kontra indikasi
Penderita hipersensitiv terhadap tetrasiklin Anggota golongan tetrasiklin yang lain:
· Kortetrasiklin, diberikan secara oral, parenteral, topical, absorbsi dihambat oleh susu
· Oksitetrasiklin (generic), cairan injeksi 50mg vial: diberikan secara oral, parenteral, topical, absorbsi dihambat oleh susu
· Doksisiklin, bersifat long acting, absorbsi tidak dihambat baik oleh makanan maupun susu · Minoksilin, dianjurkan untuk meningitis, bronchitis dan jerawat. Pemberian secara oral.
Spesialite obat-obat golongan tetrasiklin
NO Nama generic Nama dagang pabrik
1 2 3 4 Tetrasiklin Doxycycline Oxytetracycline Minosiklin Dumocycline Super tetra Tetra sanbe Dotur Interdoxin Teramycin Minocyn Actavis Darya varia Sanbe Novartis Indonesia Interbat Pfizer pharpros 6. Golongan makrolida
Kelompok antibiotic ini terdiri dari eritromisin dan spiramisin a)Eritromisin
dihasilkan oleh streptomyces erytherus . berkhasiat sebagai bakteriostatik, dengan mekanisme kerja merintangi sintesis protein bakteri. Antibiotic ini tidak stabil dalam suasana asam (mudah terurai dalam asam lambung) dan kurang stabil dalam suhu kamar. Untuk mencegah pengrusakan oleh asam lambung maka dibuat tablet salut selaput atau yang digunakan jenis esternya (stearat dan estolat).
Karena memiliki spectrum antibakteri yang hampir sama dengan penisilin, maka obat ini digunakan sebagai alternative pengobatan pengganti penisilin, bagi yang sensitive
terhadap penisilin.
Sediaan : eritromisin (generic) kapsul 250mg, 500mg, sirup kering 200mg/5ml b) spiramisin
spectrum kegiatan sama dengan eritromisin, hanya lebih lemah. Keuntungannya adalah gaya penetrasi ke jaringan mulut, tenggorokan dan saluran pernafasan lebih baik dari eritromosin.
Sediaan : spiramisin (generic) talb 250mg, 500mg
Spesialite obat-obat golongan makrolida
No Nama generic Nama dagang pabrik
1 2 3 4 Erytromisin Spiramisin Roxythromicin azithromycin Erysanbe Erytrhrocin Rovamicine Spiradan Rulid Zithromax Zycin Sanbe Abbot Aventis Dankos Aventis Pfizer Interbat 7. golongan rifampisin dan asam fusidat
a) Rifampisin
Antibiotik yang dihasilkan dari stertomyces mediterranei. Berkhasit bakteriostik terhadap mikrobakterium tuberculosa dan lepra. Penderita perlu diberitahu bahwa obat ini dapat menyebabkan warna merah pada urine, dahak, keringat dan air mata, juga pemakai lensa kotak dapat menjadi merah permanent.
b) Asam fusidat
Dihasilkan oleh jamur antara lain fusidum conccineum. Merupakan satu-satunya antibiotik dengan rumus steroid. Aktifitasnya mirip penisilin tapi lebih sempit. Berkhasiat bakterio static berdasarkan penghambatan sintesis protein bakteri. Khususnya dianjurkan pada radang sum-sum tulang , biasanya obat ini dikombinasikan dengan erythromycin atau penisilin.
Spesialite obat-obatan golongan rifampisin dan asam fusidat
No Nama generic Nama dagang pabrik
1 2 Rifampicin Asam fusidat Kalrifam Rifam Rifamtibi Fucidin Kalbe farma Dexa medica Sanbe farma Leo pharmaceutical 8. golongan lain-lain Kelompok terdirasam i dari : v Linkomisin
v Klindamisin
a)Linkomisin
Berasal dari stertomyces lincolnesis, memiliki khasiat bakteriostatik terhadap gram positif dan spectrum lebih sempit dari eritromosin. Merupakan obat pilihan kedua bagi kuman yang resisten terhadap penisilin khususnya pada radang tulang(osteomielitis).
b)klindamisin
merupakan derivate linkomisin. Sejak tahun 1981 digunakan sebagai lotion untuk pengobatan jerawat.
c) golongan kuinolon;
Obat golongan ini bekerja dengan jalan menghambat pembentukan DNA kuman. Golongan ini terdiri dari :
v Asam Nalidiksat v Ofloksasin v Norfloksasin
Interaksi golongan kuinolon, bila muncul tanda inflamasi atau nyeri pada tendon, maka pemakaian obat harus di hentikan dan tendon yang sakit harus diistirahatkan sampai gejala hilang.
(1) Asam nalidiksat
Efektif untuk infeksi saluran kemih. Prepareat : asam nalidiksat (generic) tablet 500mg. di Indonesia saat ini, juga beredar asam pipemidat.
(2) Ofloksasin
Digunakan untuk infeksi saluran kemih, saluran nafas bawah, gonorrhoe. Kontra indikasi : untuk pasien epilepsy, gangguan fungsi hati dan ginjal, wanita hamil/menyusui.
Sediaan : ofloaksin (generik) tab 200mg, 400mg (3) Ciprofloksasin
Terutama aktif terhadap kuman gram negative termasuk salmonella dan shygella. Meskipun aktif terhadap kuman gram positif seperti Str. Pneumonia tapi bukan merupakan obat pilihan pertama untukstreptoccus pneumonia. Siprofloaksin terutama digunakan untuk infeksi saluran kemih, saluran cerna( termasuk thypus abdominalis) dan gonorrhoe. Tidak dianjurkan untuk anak-anak remaja yang sedang dalam pertumbuhan. Dapat menimbulkan tremor, gagal ginjal, sindrom steven Johnson dan lain-lain. Hati-hati untuk pengendara karena dapat mengurangi kewaspadaan.
Sediaan : ciprofloaksin (generic) tablet 200mg, kaptab 500mg (4) Norfloksasin
Indikasi : efektif untuk saluran kemih
Kontra indikasi : dapat menimbulkan aneroksi, depresi, ansietas dan lain-lain Perhatian : hati-hati pada pengendara karena dapat mengurangi kewaspadaan Sediaan generic :