Laporan Tutorial Skenario 1 blok reproduksi

78 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LAPORAN TUTORIAL LAPORAN TUTORIAL

BLOK REPRODUKSI SKENARIO I BLOK REPRODUKSI SKENARIO I

KELOMPOK VIII KELOMPOK VIII A

ALLIIFFIIS S SSAAYYAANNDDRRI I MMEEIIAASSYYIIFFAA GG00001133001199 A

ANNIISSA A KKUUSSUUMMA A AASSTTUUTTII GG00001133003333 C

CIICCIILLIIA A VVIIAANNY Y EEVVAAJJEELLIISSTTAA GG00001133006655 H

HEEGGA A FFIITTRRI I NNUURRAAGGAA GG00001133110099 J

JEEVVI I IIRRGGIIYYAANNII GG00001133112255 K KHHAARRIIZ Z FFAAHHRRUURRRROOZZII GG00001133113311 M MUUHHAAMMMMAAD D RRIIZZKKI I KKAAMMIILL GG00001133116611 N NIIKKKKO O RRIIZZKKY Y AAMMAANNDDAA GG0000113311 R RIIDDHHAANNI I RRAAHHMMA A VV GG00001133220011 S SAANNTTI I DD!!I I CCAAHHYYAANNII GG00001133221133 Y YOOSSA A AANNGGGGA A OOKKTTAAMMAA GG00001133223399 Y YUUSSAAK K AADDIITTYYA A SSEETTYYAA!!AANN GG0000113322""11 TUTOR # D$% R&'&()* +, TUTOR # D$% R&'&()* +, FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

TA TAHUN 201HUN 20155 BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN

(2)
(3)

S-./&,% 1 S-./&,% 1

MENGAPA !AJAHKU PUCAT MENGAPA !AJAHKU PUCAT

Seorang perempuan 28 tahun datang ke puskesmas PONED dengan keluhan mual muntah Seorang perempuan 28 tahun datang ke puskesmas PONED dengan keluhan mual muntah hebat terutama pagi hari sejak satu minggu yanglalu, dan mengeluarkan darah pervaginam hebat terutama pagi hari sejak satu minggu yanglalu, dan mengeluarkan darah pervaginam sedikit-sedikit Pasien badannya lemah sampai tidak dapat beraktivitas Pasien sudah memiliki satu anak  sedikit Pasien badannya lemah sampai tidak dapat beraktivitas Pasien sudah memiliki satu anak  hidu

hidup p berumberumur !2 ur !2 bulanbulan, , dan tidak memberikan "Sdan tidak memberikan "S# Paien # Paien memakmemakai ai $% metode pil $% metode pil sejak anak sejak anak   berusia

 berusia & & bulan, bulan, namun namun minum minum obat obat $% $% tidak tidak disiplin disiplin Sudah Sudah ' ' tahun tahun ini ini pasien pasien mengonsumsimengonsumsi rokok dan al(ohol

rokok dan al(ohol

Pada tekanan )isik didapatkan *D +& mm.g, denyut nadi !/menit, )rek Napas Pada tekanan )isik didapatkan *D +& mm.g, denyut nadi !/menit, )rek Napas 20/menit,suhu tubuh '&,1

20/menit,suhu tubuh '&,1 , (onjungtiva pu(at, mulut kering dan turgor kulit menurun, )undus , (onjungtiva pu(at, mulut kering dan turgor kulit menurun, )undus uteri teraba !

uteri teraba ! (m di (m di atas SOP Patas SOP Pada pemeriksaada pemeriksaan an inspeinspekulo tampak portio livid dan kulo tampak portio livid dan ostium uteriostium uteri eksternum tertutup serta keluar darah segar Pada vagina tou(her uterus sebesar telur angsa, tidak  eksternum tertutup serta keluar darah segar Pada vagina tou(her uterus sebesar telur angsa, tidak  nyeri tekan, sarung tangan lendir darah 345 pemeriksaan lab didapatka .b6 & mgdl Dokter  nyeri tekan, sarung tangan lendir darah 345 pemeriksaan lab didapatka .b6 & mgdl Dokter  ters

tersebuebut t menmenyayarankrankan an agaagar r penpenderderita ita dirdira7aa7at t inainap p untuntuk uk memmemperbperbaikaiki i keakeadaadaan n umumum um dandan menjalani pemeriksaan ultrasonogra)i

menjalani pemeriksaan ultrasonogra)i

BAB II BAB II

DISKUSI DAN TINJAUAN PUSTAKA DISKUSI DAN TINJAUAN PUSTAKA

A

A L&/-L&/-&' I# K&' I# K4&,%4&,%%-&%-&% %7%4% %7%4&' +&/ -&' +&/ -/./.88

Dalam skenario ! ini kami mengklari)ikasi beberapa istilah sebagai berikut Dalam skenario ! ini kami mengklari)ikasi beberapa istilah sebagai berikut

!

! **uurgrgor or kukulilitt

*urgor kulit menurun adalah indikasi dimana kulit pada saat ditarik untuk beberapa detik  *urgor kulit menurun adalah indikasi dimana kulit pada saat ditarik untuk beberapa detik  dan

dan tidtidak ak dapdapat at kemkembalbali i ke ke benbentuk tuk semsemulaula  PenPenuruurunan nan turturgogor r kulkulit it mermerupaupakan kan tantandada lambat dari dehidrasi 39inda, 2!25

(4)
(5)

S-./&,% 1 S-./&,% 1

MENGAPA !AJAHKU PUCAT MENGAPA !AJAHKU PUCAT

Seorang perempuan 28 tahun datang ke puskesmas PONED dengan keluhan mual muntah Seorang perempuan 28 tahun datang ke puskesmas PONED dengan keluhan mual muntah hebat terutama pagi hari sejak satu minggu yanglalu, dan mengeluarkan darah pervaginam hebat terutama pagi hari sejak satu minggu yanglalu, dan mengeluarkan darah pervaginam sedikit-sedikit Pasien badannya lemah sampai tidak dapat beraktivitas Pasien sudah memiliki satu anak  sedikit Pasien badannya lemah sampai tidak dapat beraktivitas Pasien sudah memiliki satu anak  hidu

hidup p berumberumur !2 ur !2 bulanbulan, , dan tidak memberikan "Sdan tidak memberikan "S# Paien # Paien memakmemakai ai $% metode pil $% metode pil sejak anak sejak anak   berusia

 berusia & & bulan, bulan, namun namun minum minum obat obat $% $% tidak tidak disiplin disiplin Sudah Sudah ' ' tahun tahun ini ini pasien pasien mengonsumsimengonsumsi rokok dan al(ohol

rokok dan al(ohol

Pada tekanan )isik didapatkan *D +& mm.g, denyut nadi !/menit, )rek Napas Pada tekanan )isik didapatkan *D +& mm.g, denyut nadi !/menit, )rek Napas 20/menit,suhu tubuh '&,1

20/menit,suhu tubuh '&,1 , (onjungtiva pu(at, mulut kering dan turgor kulit menurun, )undus , (onjungtiva pu(at, mulut kering dan turgor kulit menurun, )undus uteri teraba !

uteri teraba ! (m di (m di atas SOP Patas SOP Pada pemeriksaada pemeriksaan an inspeinspekulo tampak portio livid dan kulo tampak portio livid dan ostium uteriostium uteri eksternum tertutup serta keluar darah segar Pada vagina tou(her uterus sebesar telur angsa, tidak  eksternum tertutup serta keluar darah segar Pada vagina tou(her uterus sebesar telur angsa, tidak  nyeri tekan, sarung tangan lendir darah 345 pemeriksaan lab didapatka .b6 & mgdl Dokter  nyeri tekan, sarung tangan lendir darah 345 pemeriksaan lab didapatka .b6 & mgdl Dokter  ters

tersebuebut t menmenyayarankrankan an agaagar r penpenderderita ita dirdira7aa7at t inainap p untuntuk uk memmemperbperbaikaiki i keakeadaadaan n umumum um dandan menjalani pemeriksaan ultrasonogra)i

menjalani pemeriksaan ultrasonogra)i

BAB II BAB II

DISKUSI DAN TINJAUAN PUSTAKA DISKUSI DAN TINJAUAN PUSTAKA

A

A L&/-L&/-&' I# K&' I# K4&,%4&,%%-&%-&% %7%4% %7%4&' +&/ -&' +&/ -/./.88

Dalam skenario ! ini kami mengklari)ikasi beberapa istilah sebagai berikut Dalam skenario ! ini kami mengklari)ikasi beberapa istilah sebagai berikut

!

! **uurgrgor or kukulilitt

*urgor kulit menurun adalah indikasi dimana kulit pada saat ditarik untuk beberapa detik  *urgor kulit menurun adalah indikasi dimana kulit pada saat ditarik untuk beberapa detik  dan

dan tidtidak ak dapdapat at kemkembalbali i ke ke benbentuk tuk semsemulaula  PenPenuruurunan nan turturgogor r kulkulit it mermerupaupakan kan tantandada lambat dari dehidrasi 39inda, 2!25

(6)
(7)

2

2 :un:undudus s uteuteri %agiri %agian atas uterian atas uterius Di situ tuba :allus Di situ tuba :allopiopii i kankanan dan kiri masuan dan kiri masuk k ke uterke uterusus 3;ink

3;inknjosastro njosastro ., ., 2!!2!!55 '

' PemeriPemeriksaan inspksaan inspekuloekulo Pemerik Pemeriksaan dengasaan dengan spekuln spekulum %iasa dium %iasa dilakuklakukan setelah insan setelah inspeksipeksi vu

vulvlva a dadan n sesekikitatarnyrnya a PePememerikriksaasaan n ininspspekekululo o didilalakukukakan n teterurutatama ma akakan an didilalakukukakann  pemeriksaan

 pemeriksaan sitologi, sitologi, atau atau pemeriksaan pemeriksaan terhadap terhadap gonore, gonore, trikomoniasis, trikomoniasis, dan dan kandidiasis,kandidiasis, atau ada proses

atau ada proses yang mudah berdarah3;iknjosastro ., 2!!yang mudah berdarah3;iknjosastro ., 2!!55 0

0 PuPuskskesmesmas as POPONENED D   PuPuskskesmesmas as PePelalayayananan n ObObststetetri ri dadan n NeoNeonanatutus s EmEmegeegen(n(y y DaDasarsar Pu

Puskskesmesmas as yayang ng mememimilikliki i )a)asilsilititas as dadan n kekemamampmpuauan n memembmbererikikan an pepelaylayananan an ununtutuk k  menanggulangi kasus kega7atdaruratan obstetri dan neonatal selama 20 jam

menanggulangi kasus kega7atdaruratan obstetri dan neonatal selama 20 jam 1

1 PortiPortio livio livid  pd  portio ortio pada upada uterus terus tampak tampak ber7arnber7arna keba kebiruaniruan &

& <<aaginginal al toutou(he(her r   pempemerikeriksaan yansaan yang g dildilakuakukan dengkan dengan memasan memasukkukkan jari an jari ke dalam liangke dalam liang sanggama untuk mengetahui kondisi impartu, titik a7al persalinan dan ramalan perjalanan sanggama untuk mengetahui kondisi impartu, titik a7al persalinan dan ramalan perjalanan  persalinan

 persalinan =

= >ltraso>ltrasonogranogra)i  teknik di)i  teknik diagnostagnostik pen(iik pen(itraan mentraan menggunggunakan suara uakan suara ultra digultra digunakan unakan untuk ntuk  men(itrakan organ internal, otot, ukuran ,

men(itrakan organ internal, otot, ukuran , struktur dan patologistruktur dan patologi B

B L&/-L&/-&' II# M.&' II# M./.7&/.7&8-&/  :./+8-&/  :./+.%/%.%/%%-&%-&/ :&&4&/ :&&4&'' Permasalahan pada skenario ! antara lain

Permasalahan pada skenario ! antara lain !

! ?en?engapgapa pasa pasien ien mumual mual muntantah di ph di pagi hagi hari@ari@ 2

2 ?en?engapgapa pasiea pasien menn mengelugeluarkarkan daraan darah pervh pervagiaginamnam@@ '

' "pa hub"pa hubungaungan pasien men pasien memiliki anmiliki anak berusiak berusia !2 bulana !2 bulan, tidak mem, tidak memberi "beri "S#, dan peS#, dan pemakaiamakaiann $% yang tidak teratur@

$% yang tidak teratur@ 0

0 "pa p"pa pengengaruaruh konh konsumsumsi alkosi alkohol dhol dan roan rokokkok@@ 1

1 %agaim%agaimana ana interpinterpretasi retasi hasil hasil pemerpemeriksaan iksaan vital vital pasienpasien@@ &

& %agaim%agaimana ana interpinterpretasi retasi hasil hasil pemerpemeriksaan iksaan )isik )isik pasienpasien@@ =

= %agaim%agaimana inana interpretterpretasi haasi hasil psil pemerikemeriksaan insaan inspekuspekulo plo pasien@asien@ 8

8 %agaim%agaimana inana interpretterpretasi hasiasi hasil peml pemeriksaaeriksaan vagin vagina tona tou(he u(he pasienpasien@@ +

+ %agaim%agaimana inana interpretterpretasi haasi hasil psil pemerikemeriksaan lasaan laboratboratorium orium pasienpasien@@ !

! %agaimana treatment yang %agaimana treatment yang dilakukan untudilakukan untuk memperbaiki keadaan k memperbaiki keadaan pasien@pasien@ !!

!! Aelaskan anatomi dan Aelaskan anatomi dan )isiologi organ )isiologi organ reproduksi 7anitaBreproduksi 7anitaB !2

!2 "pa diagnosis "pa diagnosis pasien@ "pa saja diagnpasien@ "pa saja diagnosis bandingnyosis bandingnya@a@ C

C L&/-L&/-&' I&' III# II# A/&A/&4%% 4%% :&&:&&4&'4&' 1

1 MM))&&4 :4 :))//77&&''

?erupakan keadaan )isiologis saat hamil trimester # karena peningkatan hormone ?erupakan keadaan )isiologis saat hamil trimester # karena peningkatan hormone human (horioni( gonadotropin yg mempengaruhi sitem C#* Namun bila mual muntah human (horioni( gonadotropin yg mempengaruhi sitem C#* Namun bila mual muntah hebat disebut hiperemesis gravidarum dan bisa mengakibatkan kekurangan (airan karena hebat disebut hiperemesis gravidarum dan bisa mengakibatkan kekurangan (airan karena

(8)
(9)

 banyak eletrolit tubuh yang terbuang, dan berhubungan dengan menurunnya turgor kulit 3Pra7irohardjo, 285

*anda kehamilan sendiri ada tanda mungkin, tanda men(urigakan, dan tanda pasti ?ual muntah juga akibat dari meningkatnya kadar hormon krionik gonadotropin dan estrogen Sehingga motilitas usus halus menurun dan perlambatan pengosongan lambung

:atigue pada ibu hamil biasa terjadi pada trimester pertama $ondisi ini disebabkan menurunya Basal Metabolic Rate 3%?5 Dengan meningkatnya aktivitas metabolik janin sesuai dengan berlanjutnya usia kehamilan maka rasa lelah atau )atigue akan berangsur  menghilang

Dapat juga di karenakan Human Chorionic Gonadotropin 3.C5

! 9evel plasma hC yang signi)ikan (enderung tinggi terkadang ditemukan pada 7anita hamil dengan )etus gandamultiple maupun )etus tunggal eritroblastosis sebagai hasil dari isoimunisasi antigen-D maternal

2 $adar plasma hC pada plasma dan urin akan meningkat tajam pada 7anita hamil molar 3mola hidatidosa5 atau koriokarsinoma

' 9evel plasma hC yang relati) tinggi biasa ditemukan pada saat trimester kedua dengan  janin yang mengalami Down syndrome. ?asih belum ada penelitian lebih lanjut, namun diduga plasenta pada kehamilan dengan 7anita yang memba7a janin  Down syndrome lebih lemah daripada 7anita dengan kehamilan normal

0 $adar hC yang rendah sering ditemukan pada kehamilan ektopik dan selanjutnya dapat mengalami abortus spontanus

 Normalnya, menstruasi terjadi pada 7anita yang tidak hamil dalam 7aktu kira-kira !0 hari setelah ovulasi, pada saat sebagian besar endometrium uterus terlepas dari dinding uterus dan dikeluarkan *etapi bila terjadi pembuahan terhadap oosit sekunder yang dikeluarkan saat ovulasi maka )ungsi korpus luteum setelah !0 hari tersebut akan digantikan oleh Human Chorionic Gonadotropin 3.C5 yang disekresikan oleh jaringan embrionik yang beru terbentuk

%ersamaan dengan perkembangan sel-sel tro)oblas, hormone .C disekresikan ke dalam (airan ibuSekresi hormone ini bisa diukur pertama kali dalam darah 8-+ hari setelah ovulasi, segera setelah blastokista berimplantasi di endometrium$emudian ke(epatannya meningkat dengan (epat dan maksimum pada kira-kira !-!2 minggu

(10)
(11)

selanjutnya kembali disekresikan pada jumlah yang rendah pada minggu !&-2 Sekresi terus berlanjut dalam kadar ini selama sisa masa kehamilan

.C ini memiliki )ungsi yang sama dengan hormon lutein yang disekresikan oleh kelenjar hipo)isis :ungsi terpenting dari .C yaitu men(egah involusi korpus luteum  pada akhir siklus seksual bulanan 7anita Selain itu juga menyebabkan korpus luteum

menyekresikan hormon estrogen dan pregesteron lebih banyak lagi juga men(egah mestruasi serta menyebabkan endometrium terus tumbuh dan menyimpan nutrisi dalam  jumlah besar

$orpus luteum akan digantikan )ungsinya oleh plasenta untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron sehingga dapat mempertahankan kehamilan selama sisa  periode kehamilan $orpus luteum mengalami involusi se(ara perlahan setelah kehamilan  berusia !'-!= minggu

%ila kadar .C berlebihan akan menyebabkan hiperemesis gravidarum dan menyebabkan dehidrasi Dehidrasi akan menyebabkan turunnya kadar Na4  dan l-  yang  berpengaruh pada hemokonsentrasi, yaitu turunnya kadar O2 dalam tubuh .al tersebut menjadikan tubuh lemas dan kadar $4 turun, yang selanjutnya menyebabkan mual dan muntah

ang termasuk )aktor predisposisi hiperemesis gravidarum adalah 

! Primagravida  kehamilan pertama

2 ?ola hidatidosa  hamil anggur 

':aktor Psikologis

0 "lergi

1 ?asuknya vili khorialis ke sirkulasi maternal

.iperemesis Cravidarum menyebabkan dehidrasi, sehingga kadar Na dan l menurun %egitu juga dengan kadar 9 urin, menurun ?enyebabkan hemokonsentrasi yang membuat supply makanan dan oksigen ke tubuh menurun, sehingga kadar kalium  juga turun, dan meningkatlah mual muntah

(12)
(13)

.iperemesis gravidarum terbagi atas beberapa derajat sesuai dengan tanda dangejala yang dialaminya, yaitu 

!Derajat !

?untah terus menerus 3muntah F '-0 kalihari, dan men(egah dari masuknya makanan atau minuman selama 20 jam5 yang menyebabkan ibu menjadi lemah,tidak ada na)su makan, berat badan turun 32-' kg dalam !-2 minggu5, nyeri uluhati, nadi meningkat sampai !/ permenit, tekanan darah sistolik menurun,tekanan kulit menurun dan mata (ekung

2 Derajat 2

Penderita tampak lebih lemah dan tidak peduli pada sekitarnya, nadi ke(il dan(epat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit kuning %erat badan turun dan mata menjadi (ekung, tekanan darah turun, pengentalan darah, urin berkurang,dan konstipasi Pada napas dapat ter(ium bau aseton

' Derajat '

$eadan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun sampai koma,nadi ke(il dan (epat, suhu meningkat, dan tekanan darah turun Pada jabang bayidapat terjadi ense)alopati ;erni(ke dengan gejala nistagmus, penglihatan ganda,dan perubahan mental $eadaan ini akibat kekurangan Gat makanan termasuk vitamin % kompleks Aika sampai ditemukan kuning berarti sudah ada gangguan hati

2 P.,+&,&'&/ 8.,;&%/&: .+%-%7<.+%-%7 - :isiologi  menstruasi

- Pada kehamilan biasanya tak normal, tapi ada yang normal katena proses nidasi dari  janin ke rongga ahim 3tanda .artman5 pada H0 hari kehamilan

- $elainan abortus imminens, mola hidatidosa, jika terjadi H! minggu usia kehamilan  P.,+&,&'&/ %%4% &&7 -.'&:%4&/

Pada keadaan tidak hamil, )ungsi reproduksi 7anita dikontrol oleh sistem (ontrol umpan balik negati) yang siklis dan kompleks antara hipotalamus 3Cn.5, hipo)isis anterior 3:S., 9.5, dan ovarium 3estrogen, progesterone, dan inhibin5Selama kehamilan, hormone-hormon plasenta menjadi )a(tor pengontrol ynag utama

Ovarium melakukan )ungsi ganda yang saling terkait, yaitu oogenesis 3pembentukan ovum5 dan mnghasilkan estrogen dan progesteron Dua unit endokrin ovarium yang terkait se(ara sekuensial melakukan )ungsi tersebut ialah )olikel dan korpus

(14)
(15)

luteum Oogenesis dan sekresi estrogen berlangsung di dalam )olikel ovarium selama separuh oertama siklus reproduksi Pada kira-kira pertengahan siklus, )olikel yang matang melepaskan sebuah ovum 3ovulasi5 :olikel yang kosong tersebut kemudian diubah mnejadi korpus luteum, yang menghasilkan estrogen serta progesterone selama separuh terakhir siklus >nit endokrin ini mempersiapkan uterus sebagai tempat yang (o(ok untuk  melakukan implantasi apabila ovum yang dilepaskan dibuahi "pabila tidak terjadi  pembuahan dan implantasi, korpus luteum berdegenerasi "kibat penarikan hormon yang mendukung lapisan endometrium untuk menjadi sangat berkembang menyebabkan disintegrasi dan terlepas, menghasilkan darah haid Se(ara simultan )ase )olikel baru dimulai kembali .aid berhenti dan lapisan dalam endometrium memeprbaiki diri di  ba7ah kadar estrogen yang meningkat yang berasal dari )olikel yang baru matang

Aika terjadi, )ertilisasi berlangsung di oviduktus ketika telur yang dilepaskan dan sperma yang diletakkan di vagina bertemu di tempat iniOvum yang telah dibuahi mulai membelah diri se(ara mitosis Dalam 7aktu seminggu ovum tumbuh dan berdi)erensiasi menjadi sebuah blastokista yang dapat melakukan implantasi Sementara itu, endometrium telah mengalami peningkatan vaskularisasi dan dipenuhi oleh simpanan glikogen di ba7ah  pengaruh progesterone )ase luteal %lastokista tebenam di dalam lapisan yang telah

disiapkan tersebut melalui kerja enGim-enGim yang dikeluarkan oleh lapisan luar   blastokista EnGim ini men(ernakan jaringan endometrium kaya nutrient, melaksanakan

dua )ungsi, yaitu membuat lubang di endometrium untuk implantasi blastokista, sementara  pada saat yang sama membebaskan nutrient dari sel endometrium agar dapat digunakan

oleh blastokist yang sedang berkembang

 P.,+&,&'&/ 8&74% &&7 -.'&:%4&/

Perdarahan yang didahului haid yang terlambat biasanya disebabkan oleh abortus, kehamilan mola, atau kehamilan ektopik ;alaupun demikian, kemungkinan perdarahan karena polypus servisis uteri, erosio porsionis uteri, dan karsinoma servisis uteri tidak  dapat disingkirkan begitu saja tanpa pemeriksaan yang teliti

Penyebab perdarahan per vaginam abnormal

a Penyebab organik 3Nor7itG I S(horge, 2&5 ! Penyakit saluran reproduksi

• $ondisi terkait kehamilan merupakan penyebab paling umum pada 7anita usia subur, misal aborsi, aborsi inkomplet, dan aborsi yang tidak dikenaliJ kehamilan ektopikJ penyakit tro)oblastik gestasional Perdarahan implantasi, juga sering pada mestruasi pertama yang tidak terjadi

(16)
(17)

• 9esi uterus umumnya menyebabkan menoragia atau metroragia dengan menambah luas daerah permukaan endometrium, menga(aukan pembuluh darah endometrium, atau membuat permukaan menjadi rapuh atau meradang

• 9esi serviks biasanya mengakibatkan metroragia 3khususnya perdarahan pas(a (oitus5 atau erosi atau trauma rangsang

• Penyebab iatrogeni(, men(akup #>D, steroid oralatausuntik, dan obat penenang atau psikotropika lain

2 Penyakit sistemik 

• Diskrasia darah seperti penyakit von ;illebrand dan de)isiensi protrombin serta kelainan lain yang mengakibatkan de)isiensi trombosit

• .ipotiroidismeJ tidak terkait kelainan menstruasi, tetapi mungkin menyebabkan oligomenorea atau amenorea

• Sirosis karena berkurangnya kapasitas hati untuk memetabolisme estrogen  b Penyebab dis)ungsional 3endokrinologi5

Diagnosis P>D 3Perdarahan >terus Dis)ungsional5 dapat ditegakkan setelah penyebab organi(, sistemik, dan iatrogeni( untuk perdarahan per vaginam telah disingkirkan 3diagnosis per eksklusionam5

! P>D anovulatoris

• Aenis dominan pada masa pas(amenarke dan pramenopause karena perubahan )ungsi neuroendokrinologis

• Ditandai oleh produksi estradiol-!= beta terus menerus tanpa pembentukan (orpus luteum dan pelepasan progesterone

• Estrogen berlebih menyebabkan proli)erasi endometrium terus menerus, kemudian menghasilkan suplai darah berlebih dan dikeluarkan dengan mengikuti pola irregular dan tidak dapat diprediksi

2 P>D ovulatoris

• #nsidensi sampai dengan !K dari 7anita yang berovulasi

%er(ak darah pada pertengahan siklus setelah lonjakan 9. biasanya bersi)at )isiologis Polimenorea paling sering terjadi akibat pemendekan )ase )olikular dari menstruasi Sebagai alternative, )ase luteal mungkin memanjang akibat korpus luteum yang menetap

3 H)=)/&/ 8&%./ :.:%4%-% &/&- =.,)%& 12 =)4&/* 7%+&- :.:=.,% ASI* +&/ 8.:&-&%&/ KB (&/ 7%+&- 7.,&7),

U%& &/&- 

SD$# 22-2' menunjukkan bah7a 22,0K ibu masih dalam keadaan L0 terlaluL yaitu 0,!K kehamilan terjadi pada ibu berumur kurang dari !8 tahun 3terlalu muda5, ',8K terjadi pada ibu berumur lebih dari '0 tahun 3terlalu tua5, 1,2K persalinan terjadi dalam interval 7aktu kurang dari 2 tahun 3terlalu sering5 dan +,'K ibu hamil mempunyai paritas lebih dari ' 3terlalu banyak5 6F penyebab kematian tak langsung maternal

(18)
(19)

okok alkohol  )/ risiko abortus karena janin kurang vaskularisasi- iskemi- abortus I=) :./())%

#bu menyusui meningkatkan kadar prolaktin $eadaan ini menurunkan kadar gonadotropin sehingga ovulasi terlambat, dan ibu tidak mengalami menstruasi selama masa menyusui %ila ibu tidak menyusui, maka kadar prolaktin akan rendah, yang menyebabkan ovulasi terus berjalan Sehingga, terdapat kemungkinan terjadi kehamilan

KB (&/ 7%+&- 7.,&7),

$% yang tidak teratur meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan " P./&,)' -/):% &4-'4 +&/ ,--

okok merupakan bentuk penyalahgunaan yang sering ditemukan .ampir semua komplikasi pada plasenta dapat ditumbulkan oleh rokok meliputi abortus, solusio plasenta, insu)isiensi plasenta, berat badan lahir rendah, dan plasenta previa Selain itu komplikasi ketuban pe(ah dini dan persalinan kurang bulan juga dapat terjadi

%ayi yang lahir dari seorang perokok juga dapat memiliki panjang tubuh, kepala dan dada yang lebih ke(il Selain itu meningkatkan sindroma kematian bayi mendadak 3S#DS5,  penyakit paru kronis, asma, dan otitis media

5 I/7.,8,.7&% '&%4 8.:.,%-&&/ ;%7&4 8&%./

.asil pemeriksaan )isik espiratori( ate 35 20 kali, termasuk di atas normal .asil tersebut dapat disebabkan kebutuhan O2 yang naik *ekanan darah +&mm.g, termasuk rendah, dimana normalnya adalah !28 mm.g Suhu masih dalam batas normal Nadi ! kalimenit termasuk batas atas .al-hal tersebut bisa dikarenakan keadaan hiperemesis gravidarum

6 I/7.,8,.7&% '&%4 8.:.,%-&&/ %%- 8&%./

?ulut kering dan turgor kulit menurun dapat disebabkan oleh terjadinya dehidrasi dikarenakan penderita tidak (ukup makan dan minum seperti yang ditemukan pada anamnesis

*erabanya )undus uteri ! (m di atas sim)isis pubis menunjukkan adanya pembesaran uterus Pembesaran uterus dapat disebabkan oleh kehamilan, hamil palsu, mioma uteri, hematometra, dan mola hidatidosa Pemeriksaan ini sering disebut manuver palpasi 9eopold # di mana bertujuan untuk menentukan tinggi )undus uteri dan bagian janin dalam )undus serta konsistensi uterus *inggi )undus uteri mulai teraba pada usia kehamilan !2

(20)
(21)

minggu *erabanya tinggi )undus uteri ! (m di atas sim)isis pubis dapat membantu diagnosis kehamilan yang menunjukkan usia kehamilan sekitar !2 minggu Diba7ah ini adalah tabel mengenai hubungan tua kehamilan 3dalam bulan5, besar uterus dan tinggi )undus uteri 3aden et al, 2+5

*abel! .ubungan tua kehamilan 3dalam bulan5, besar uterus dan tinggi )undus uteri

"khir   bulan

%esar uterus *inggi )undus uteri

! 9ebih besar dari biasa %elum teraba 3palpasi5 2 *elur bebek Di belakang sim)isis ' *elur angsa !-2 jari di atas sim)isis

0 $epala bayi Pertengahan sim)isis-pusat 3umbili(us5 1 $epala de7asa 2-' jari di ba7ah pusat

& $epala de7asa Setinggi pusat

= $epala de7asa 2-' jari di atas pusat

8 $epala de7asa Pertengahan pusat-pro( Myphoideus + $epala de7asa ' jari di ba7ah pro( Myphoideus atau

sampai setinggi /yphoideus

! $epala de7asa Sama denga kehamilan 8 bulan namun melebar ke samping

Cambar *inggi )undus uteri dan umur kehamilan

 I/7.,8,.7&% '&%4 8.:.,%-&&/ %/8.-)4 8&%./

.asil pemeriksaan inspekulo tampak ostium uteri eksternum 3O>E5 tertutup dan keluar  darah segar *ertutupnya O>E dapat membantu diagnosis kehamilan dimana dengan tujuan mempertahankan janin atau hasil konsepsi tetap dalam rongga rahim

Didapatkannya keluar darah segar pada pemeriksaan inspekulo merupakan tanda adanya kelainan pada kehamilan pasien ;alaupun pada kehamilan, memang dapat terjadi  perdarahan se(ara )isiologi akibat proses nidasiimplantasi dari janin ke dinding uterus,

(22)
(23)

akan tetapi hal itu terjadi H 0 hari kehamilan Perdarahan ini disebabkan oleh adanya luka desidua pada saat nidasi yang sering disebut sebagai tanda .artman >ntuk itu kita perlu mengetahui kemungkinan kelainan apa yang terjadi pada penderita

• Portio livid  merupakan tanda (had7i(k 3tanda mungkin hamil5 • aitu keadaan dimana portio ber7arna biru akibat hipervaskularisasi

• Ostium uteri eksternum tertutup  pada orang hamil normal ostium ini masih tertutup dan  pada abortus spontan bisa terbuka atau sudah tertutup

• $eluar darah segar  tanda hortman bisa normal dan bisa tidak karena abortus spontan Pada abortus lain perdarahan banyak dan nggak sedikit 3?ansjoer et all, 215

> I/7.,8,.7&% '&%4 8.:.,%-&&/ ;&%/& 7)?'. 8&%./ "khir 

 bulan

%esar uterus ! 9ebih besar dari biasa 2 *elur bebek  

' *elur angsa

0 $epala bayi

1 $epala de7asa

& $epala de7asa

= $epala de7asa

8 $epala de7asa

+ $epala de7asa

! $epala de7asa

9 I/7.,8,.7&% '&%4 8.:.,%-&&/ 4&=,&7,%): 8&%./

Sarung tangan yang positi)345 berlendir darah menandakan adanya patologis atau kelainan Pemeriksaan pada uterus yang sebesar telur angsa menandakan adanya janin yang berumur !2 minggu *idak adanya nyeri tekan menandakan tidak adanya tanda keganasan

! T,.&7:./7 (&/ +%4&-)-&/ )/7)- :.:8.,=&%-% -.&+&&/ 8&%./

Dengan hasil pemeriksaan )isik konjugtiva pu(at dan pemeriksaan lab .b 6 & mgdl, dapat disimpulkan pasien mengalami anemia "nemia yng sering diderita oleh 7anita hamil adalah anemia de)isiensi Gat besi .al ini dikarenakan jumlah :e pada 7anita lebih sedikit daripada pria Sedangkan pada 7anita hamil, :e digunakan untuk janin dan pada  pasien tersebut mengalami perdarahan dengan darah merah segar yang berarti juga  berkurangnya :e dalam tubuh

Pada keadaan anemia treatment yang dapat diberikan adalah berupa pemberian diet :e yang terkandung pada daging atau tumbuh-tumbuhan Namun lebih dianjurkan daging

(24)
(25)

karena asupan besi non-heme pada tumbuhan hanya sekitar 1KSedangkan pada daging '-0 kali lebih baik dikarenakan adanya besi heme yang disimpan dalam hemoglobin dan myoglobinSelain itu penatalaksanaan dengan obat dapat diberikan :errous sul)at '21mg 3&1 mg besi elemental5 se(ara oral tiga kali sehari>ntuk meningkatkan absorbs pasien dianjurkan menghindari teh dan kopi serta mengonsumsi vitamin  31 unit5 bersamaan dengan pil :e sekali sehari

D L&/-&' IV# M./%/;./7&,%&% .?&,& %7.:&7% =.,=&&% 8./@.4&&/ (&/ +%+&8&7-&/ 8&+& 4&/-&' III

E L&/-&' V# M.,):)-&/ &&,&/ 8.:=.4&@&,&/

! %agaimana anatomi dan )isiologi system reproduksi 7anita@ 2 "pakah diagnosis banding dan diagnosis dari pasien@

' %agaimanakah treatment untuk memperbaiki keadaan umum pasien@ 0 %agaimana gambaran >SC kehamilan@

1 "pa saja maam gangguan menstruasi@

& "pakah terapi hormonal untuk abortus iminens@ %olehkah pemberian • "bortus • ?ola hidatidosa • Ektopik  • .iperemis • $ehamilan normal • :isiologi reproduksi 7anita treatment diagnosis Diagnosa  banding urigai hamil Pemeriksaan inspekulo <ital sign Pemeriksaan )isik  Pemeriksaan vital $eluhan  pasien

(26)
(27)

asam traneksamat pada abortus iminens@

=%agaimana penjelasan tentang alat kontrasepsi, indikasi, dan kontraindikasinya@

F L&/-&' VI# M./):8)4-&/ %/,:&% 7&:=&'&/ +% 4)&, $&-7) +%-)% -.4:8- 

?asing-masing anggota kelompok kami telah men(ari sumber-sumber ilmiah dari  beberapa buku re)erensi maupun akses internet yang sesuai dengan topik diskusi tutorial ini se(ara

mandiri untuk disampaikan dalam pertemuan berikutnya

G L&/-&' VII# M.4&-)-&/ %/7.% +&/ 8./)@%&/ %/,:&%<%/,:&% (&/ 7.,-):8)4 ! "natomi dan :isiologi Organ eproduksi ;anita

" "natomi Organ eproduksi ;anita

Organa genitalia )eminina 3OC:5 dibagi menjadi 2 berdasarkan letaknya dari avum Pelvi(um, yaitu OC: #nterna untuk di dalam dan OC: E/terna untuk di luar avum Pelvi(um

1. OC: #nterna a) Ovarium

Organ berbentuk )lattened oval atau ada juga sumber yang menyebutkan seperti buah almond merupakan organ yang jumlahnya sepasang kanan dan kiri dan terletak dekat dengan dinding lateral avum Pelvi(um Ovarium memiliki 2 )ungsi yaitu menghasilkan ovum 3Eksokrin5 dan sekresi hormon estrogen dan  progesteron 3Endokrin5

Pada masa embrional dan kehidupan a7al )etus, ovarium terletak pada regio lumbal dekat dengan ginjal ?ereka se(ara berangsur-angsur turun di sepanjang Cuberna(ulum lalu berhenti pada avum Pelvi(um Setelah masa menopause, ovarium menjadi ke(il dan mengerut Pada usia tua, )olikel-)olikel menghilang se(ara keseluruhan

Ovarium memiliki 2 E/tremitas, 2 :a(ies, dan 2 ?argo E/tremitas tubarius menghadap ke Ostium abdominale tuba uterina yang dilekati oleh :imbria Ovari(a dan 9igamentum Suspensorium Ovarii dan e/tremitas uterina menghadap ke uterus yang dilekati oleh 9igamentum Ovarii Propium :a(ies 9ateralis Ovarii %ersinggungan dengan peritoneum parietale yang melapisi )ossa ovari(a dan :a(ies ?edialis Ovarii ditutupi :imbriae *ubae >terinae ?argo ?esovari(us merupakan bagian yang terikat sedangkan margo libera ovarii merupakan bagian yang bebas

b) *uba >terina

*uba uterina adalah saluran yang ber)ungsi untuk menyalurkan oosit dari (avum peritoneum menuju (avum uteri Organ ini juga ber)ungsi sebagai tempat )ertilisasi *uba uterina menghubungkan avitas peritonealis di regio ovarium dengan avitas uteri *uba uterina dibagi menjadi 0 bagian 

(28)
(29)

*erdapat :imbriae tubae uterinae 3rumbai-rumbai in)undibulum yang  berbentuk seperti jari tangan5 melekat pada :a(ies ?edialis ovarii dan :imbria Ovari(a 3satu bagian besar yang melekat pada kutub superior dari ovarium  Ekstremitas *ubarius ovarii5

- "mpulla tubae uterinae

%agian terlebar dan terpanjang dari tuba yang bera7al dari bagian tengah akhir  in)undibulum Semakin mendekati uterus, ketebalan lapisan otot polos pada dinding ampula akan semakin meningkat :ertilisasi oosit pada umumnya terjadi di ampulla

- #sthmus tubae uterinae

?erupakan segmen pendek yang berbatasan dengan dinding uterus 3(iri khas  sempit, berdinding tebal, dan lurus5

- Pars #ntramural  Pars >terina

Segmen intramural 3di dalam5 dari tuba yang menembus ke dalam dinding uterus 3?yometrium5 dan terbuka melalui Ostium >terinum tubae uterinae ke dalam avum >teri

c) >terus

>terus 3rahim5 merupakan organ dengan otot berongga, berdinding tebal, dan  berbentuk seperti buah per Embrio dan )etus berkembang di dalam uterus 9apisan dinding (orpus uterus dari dalam keluar yaitu endometrium, myometriu dan perimetrium Struktur anatomisnya

-

:undus uteri

*erletak paling (ranial di atas muara tuba uterina, berbentuk kubah

-

orpus uteri

%erbentuk buah per, menghadap ke arah abdomen, terletak di ba7ah muara tuba uterina dan membentuk dua pertiga superior dari keseluruhan uterus ?elekat pada ligamentum latum uteri *erdiri dari dua )a(ies  permukaan yaitu :a(ies <esi(alis 3<entralis5 yang ditutupi oleh peritoneum yang akan melipat dan membentuk sebuah kantong disebut E/(avatio <esi(outerina dan :a(ies #ntestinalis 3Dorsalis5 yang ditutupi oleh peritoneum yang melanjutkan diri ke (ervi/ dan bagian atas vagina, lalu melipat diri ke re(tum membentuk sebuah kantong disebut E/(avatio e(touterina  avum Douglas

-

ervi/ uteri

orpus uteri bagian ba7ah menyempit dana berlanjut sebagai (ervi/ uteri yang menembus dinding anterior vagina dan dibagi menjadi Portio Supravaginalis (ervi(is uteri yaitu bagian dari (ervi/ uteri yang berada  pada vagina dan Portio <aginalis (ervi(is uteri yaitu bagian dari (ervi/ uteri

(30)
(31)

Pembagian ruangan di dalam uterus terdapat avum uteri, isthmus uteri dan analis (ervi(is uteri

d) <agina

Organ ini berbentuk tabung dengan struktur mu(ulomembranosus yang menghubungkan vulva dengan uterus <agina terletak di dorsal versi(a urinaria dan di ventral re(tum, serta dindingnya saling bersinggungan <agina ber)ungsi sebagai 

-

Penyedia jalur untuk le7atnya (airan menstruasi

-

Pembentuk bagian ba7ah dari jalur partus

-

Penerima penis dan ejakulasi saat melakukan hubungan seksual

-

Penghubung (analis (ervi(alis di bagian atas dan vestibulum vagina di  bagian ba7ah

2. OC: E/terna a) ?ons Pubis

?ons pubis merupakan peninggian lemak yang membulat di depan symphisis ossis pubis Setelah pubertas, mons pubis akan ditumbuhi oleh Pubes Pubes 7anita mempunyai pinggir superior horisontal, sedangkan pada pria meluas ke atas sampai umbili(us

b) 9abium ?ajor 

9abia majora merupakan pelipatan kulit yang men(olok di mana se(ara tidak  langsung melindingi (litoris, O>E, dan ori)i(ium vaginae 9abia majora membentang ke arah (audodorsal dari mons pubis dan membentuk tepi lateral suatu )issura yang disebut Pudendal le)t  ima Pudendi, yang merupakan muara dari vagina dan urethra 9abia majora homolog dengan s(rotum pria $e arah anterior dan posterior, labia majora de/ter et sinister akan saling bertemu membentuk ommissura 9abiorum "nterior et Posterior

c) 9abium ?inor 

9abia minora merupakan pelipatanpli(a bulat yang tidak mengandung lemar  dan kulit yang tidak berambut Dua pli(a ke(il yang terletak di antara kedua labia majora, membatasi bagian lateral dari O>S dan ori)i(ium vaginae Pada gadis, akhiran posterior dari labia minora de/tra et sinistra akan berhubungan membentuk :renulum labia minora atau :ou(hete $e arah anterior setiap labium minums terbagi menjadi 

- %agian atas, berjalan di atas (litoris, saling bertemu membentuk tutup dari glans (litoridis disebut Preputium (litoridis

- %agian ba7ah, berjalan di ba7a (litoris dan saling bertemu membentuk  :renulum (litoridis

d) litoridis

litoris merupakan organ erektil yang homolog dengan penis pria dan terletak  di ba7ah (ommisura labiorum anterior dan anterior O>E >jung bebas dari

(32)
(33)

(litoris disebut Clans litoridis, yaitu sebuah terbu(ulumpenonjolan halus ke(il yang membulat litoris terdiri atas 

- 2 rura (litoridis  melekat pada rami ossis pubis dan membran perineal

- 2 orpora (avernosa (litoridis  dibentuk oleh jaringan erektil yang tertutup oleh lamina yang padat dari membrana )ibrosa Setiap (orpus akan dihubungkan oleh rus (litoridis

- ! orpus avernosum glandis yang disebut Cland litoridis e) <estibulum <aginae

<estibulum vaginae merupakan sebuah (avitasruangan yang berada di antara labia minora Pada vestibulum vaginae terdapat Ostium  ori)i(ium urethra e/ternum 3O>E5, Ori)i(ium vaginae, dan ?uara duktus Clandula <estibularis ?ajor 3%artholins5 .ymen adalah suatu pli(a tipis dari membrana mukosa yang terletakpada ori)i(ium vaginae .ymen mempunyai bentuk yang  berma(am  ma(am, antara lain 

- .ymen "nularis - .ymen Semilunaris - .ymen ribi)ormis - .ymen :imbriatus - .ymen #mper)oratus

"pabila hymen telah ruptur, terlihat penonjolan ke(il  ke(il di pinggir vagina disebut arun(ula hymenalis

f) %ulbus <estibuli

%ulbus vestibuli berada pada setiap sisi vestibulum vaginae %ulbus ini merupakan 2 perpanjangan massa dari jaringan erektil dengan panjang ' (m, yang mana sisi ori)i(ium vagina bersatu di depan oleh ommisura %ulborum 3Pars #ntermedia5 yang sempit %ulbus ini homolog dengan bulbus penis pria g) Clandula <estibularis ?ajor 3%artholins5

Clandula ini homolog dengan glandula bulbourethralis pada pria *ersusun oleh 2 massa yang ke(il membulat yang terletak di kanan-kiri dari ori)i(ium vaginae dan bersinggungan dengan tepi posterior dari massa lateral bulbus vestibuli Setiap glandula mempunyai du(tus yang akan bermuara tepat di sebelah lateral  pada (ekungan di antara 2 labium minus

<"S$>9"#S"S#

"*E#  (abang - (abang " pudenda interna  - " perinealis

- " bulbovestibuli - " dorsalis (litoridis - " pro)unda )emoris

(34)
(35)

- < vaginalis - < vesi(alis in)erior #NNE<"S# P""S#?P"*#S  - Nn avernosi (litoridis  S%N !  N#99?S ##-#< S%N 2 Cgl Pelvi(a

:ungsi  Ereksi SO?"*OSENSO#$  - N Pudendus

?otorik  S%N !  Nu(leus ornu "nterior ?edula Spinalis S ##-#< Sensorik  S%N !  Cgl Spinale

S%N 2  Nu(leus ornu Posterior ?edula Spinalis S ##-#<

% :isiologi Organ eproduksi ;anita POSES $E."?#9"N

1 Pembuahan

Setiap bulan 7anita melepaskan ! atau 2 sel telur 3ovum5 dari indung telur 3ovarium5 yang ditangkap oleh )imbriae tuba uterina dan masuk ke dalam saluran telur ;aktu koitus, (airan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta-juta sel sperma bergerak  memasuki rongga ragim 3(avum uteri5 lalu masuk ke saluran telur Pembuahan ovum oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang menggembung dari tuba )allopii 3ampulla tuba )allopii5 Di sekitar ovum, banyak terkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk men(airkan Gat-Gat yang melindungi ovum $emudian pada tempat yang paling mudah dimasuki 3 gray crescent 5, masuklah sel sperma dan kemudian bersatu dengan ovum Peristi7a ini disebut pembuahan 3konsepsi 6 )ertilisasi5

Ovun yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak 3oleh silia tuba5 menuju rongga rahim, kemudian melekat pada mukosa rahim untuk selanjutnya ovum 3konsepsi5 dan nidasi 3implantasi5 hasil konsepsi bersarang di rongga rahim, peristi7a ini disebut nidasi 3implantasi5 Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan 7aktu kira-kira &-= hari >ntuk mensuplai darah dan Gat-Gat makanan bagi mudigah dan janin, dipersiapkan uri 3plasenta5 Aadi dapat dikatakan bah7a untuk terjadi kehamilan harus ada sperma, ovum, pembuahan ovum 3konsepsi5 dan nidasi 3implantasi5 hasil konsepsi 

2 Sel Sperma 3SpermatoGoon5

Sperma bentuknya seperti ke(ebong, terdiri atas kepala, berbentuk lonjong agak  gepeng berisi inti 3nukleus5J leher bagian yang silindrik menghubungkan kepala dengan ekorJ dan ekor, yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan (epat Panjang ekor kira-kira !/ bagian kepala

(36)
(37)

Cambar! Struktur SpermatoGoon

Se(ara embrional, spermatogonium berasal dari sel-sel primiti) tubulus-tubulus testis Setelah janin dilahirkan, jumlah spermatogonium yang ada tidak mengalami  perubahan sampai masa pubertas tiba Pada masa pubertas, spertagonium tersebut dalam pengaruh sel-sel interstitial 9eydig mulai akti) mengadakan mitosis dan terjadilah proses spermiogenesis yang sangat kompleks Setiap spermatogonium membelah dua dan menjadi dua spermatosit sekunderJ kemudian spermatosit sekunder  membelah dua lagi dengan hasil dua spermatid yang masing-masing memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah yang khas untuk jenis itu Dari spermatid kemudian tumbuh spermatoGoa

3 Sel *elur 3Ovum5

Pertumbuhan embrional ooogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genital ridge  janin, dan di dalam janin jumlah oogonium bertambah terus sampai pada usia kehamilan enam bulan Pada 7aktu dilahirkan, bayi mempunyai sekurang-kurangnya =1 oogonium Aumlah ini berkurang akibat pertumbuhan dan degenerasi )olikel-)olikel Pada anak berumur &-!1 tahun ditemukan 0'+ oogonium dan pada umur  !&-21 tahun hanya '0 oogonium Pada masa menopause semua oogonium menghilang

Sebelum janin dilahirkan, sebagian besar oogonium mengalami perubahan-perubahan  pada nukleusnya *erjadi pula migrasi dari oogonium ke arah korteks ovarium sehingga pada 7aktu dilahirkan korteks ovarium terisi dengan )olikel ovum  primordial Pertumbuhan selanjutnya terhenti -oleh sebab yang belum diketahui-sampai )olikel itu terangsang dan berkembang lagi ke arah kematangan Sel yang terhenti dalam pro)ase meiosis dinamakan oosit primer Oleh rangsangan :S. meiosis  berlangsung terus %enda kutub 3 polar body5 pertama disisihkan dengan hanya sedikit sitoplasma, sedangkan oosit sekunder ini berada di dalam sitoplasma yang (ukup  banyak Proses pembelahan ini terjadi sebelum ovulasiJ pematangan kedua ovum

(38)
(39)

Cambar2 Proses Spermiogenesis dan Oogenesis " Pembuahan 3:ertilisasi5

Pembuahan adalah peristi7a penyatuan antara sperma 3spermatoGoa5 dengan ovum 3oosit sekunder5 di ampulla tuba )allopi :ertilisasi meliputi penetrasi spermatoGoa ke dalam ovum, )usi spermatoGoa, dan ovum, diakhiri dengan )usi materi genetik .anya satu spermatoGoa yang telah mengalami proses kapasitasi mampu melakukan penetrasi membran sel ovum >ntuk men(apai ovum, spermatoGoa harus mele7ati korona radiata 3lapisan di luar ovum5 dan Gona pelusida 3suatu bentuk glikoprotein ekstraseluler5, yaitu dua lapisan yang menutupi dan men(egah ovum mengalami )ertilisasi lebih dari satu spermatoGoa Suatu molekul komplemen khusus di  permukaan kepala spermatoGoa kemudian mengikat QP' glikoprotein di Gona pelusida Pengikatan ini memi(u akrosom melepaskan enGim yang membantu spermatoGoa menembus Gona pelusida Setelah itu Gona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh

spermatoGoa lain Proses ini diikuti oleh penyatuan kedua pronukleus yang disebut Gigot, yang terdiri atas a(uan genetik dari 7anita dan pria Pembuahan mungkin akan menghasilkan Gigot-MM menurunkan bayi perempuan dan Gigot-M menurunkan bayi laki-laki Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan Gigot selama ' hari sampai stadium morula .asil konsepsi ini tetap digerakkan ke arah rongga rahim oleh karena arus dan getaran silia tuba serta kontraksi tuba .asil konsepsi tiba dalam rongga rahim pada tingkat blastula 3?o(htar, !++8J Pra7irohardjo, 285

(40)
(41)

Cambar' Proses Pembuahan

5  Nidasi 3#mplantasi5

 Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium %lastula diselubungi oleh tro)oblas, yang menghan(urkan dan men(airkan jaringan $etika blastula men(apai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam masa sekresi Aaringan endometrium ini banyak mengandung sel desidua, yaitu sel-sel besar  yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihan(urkan oleh tro)oblas %lastula dengan bagian yang berisi massa sel dalam 3inner cell mass5 akan mudah masuk ke dalam desidua, menyebabkan luka ke(il yang kemudian sembuh dan menutup lagi #tulah sebabnya, kadang-kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua 3tanda .artman5 >mumnya nidasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim 3korpus5 dekat )undus uteri

%ila nidasi telah terjadi, dimulailah di)erensiasi sel-sel blastula Sel-sel lebih ke(il yang terletak dekat ruang e/o(oeloma membentuk entoderm dan yolk sac, sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion ?aka terbentuklah lempeng embrional 3embryonal plate5 di antara amnion dan yolk sac Sel-sel tro)oblas mesodermal yang tumbuh di sekitar mudigah 3embrio5 akan melapisi  bagian dalam tro)oblas ?aka terbentuklah sekat korionik 3chorionic membrane5 yang kelak menjadi korion Sel-sel tro)oblas tumbuh menjadi dua lapisan, yaitu sitotro)oblas 3lapisan dalam5 dan sinsititro)oblas 3lapisan luar5 <ili korialis yang  berhubungan dengan desidua basalis tumbuh ber(abang-(abang dan disebut korion )rondusum Sedangkan yang berhubungan dengan desidua kapsularis kurang

(42)
(43)

mendapat makanan sehingga akhirnya menghilang, disebut chorion leave Dalam  peringkat nidasi tro)oblas dihasilkanhormon human chorionic gonadotropin 3.C5  6 Plasentasi

Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta Pada manusia  plasentasi berlangsung sampai !2-!8 minggu setelah )ertilisasi Dalam 2 minggu  pertama perkembangan hasil konsepsi, tro)oblas invasi) telah melakukan penetrasi ke  pembuluh darah endometrium *erbentuklah sinus intertro)oblastik yaitu ruangan-ruangan yang berisi darah maternal dari pembuluh-pembuluh darah yang dihan(urkan Pertumbuhan ini berjalan terus, sehingga timbul ruangan interviler di mana vili korialis seolah-olah terapung-apung di antara ruangan-ruangan tersebut sampai terbentuknya plasenta

*iga minggu pas(a)ertilisasi sirkulasi darah janin dini dapat diidenti)ikasi dan dimulai  pembentukan vili korialis Sirkulasi darah janin ini berakhir di lengkung kapilar 

3capilary loops5 di dalam vili korialis yang ruang intervilinya dipenuhi dengan darah maternal yang dipasok oleh arteri spiralis dan dikeluarkan melalui vena uterina <ili korialis ini akan bertumbuh menjadi suatu massa jaringan yaitu plasenta 3Pra7irohardjo, 285

S#$9>S ?ENS*>"S#

Siklus menstruasi dapat ditinjau dari uterus maupun ovarium Siklus uterus berupa  pertumbuhan dan pengelupasan bagian dalam uterus -endometrium Pada akhir )ase

menstruasi endometrium mulai tumbuh kembali dan memasuki fase proliferasi Pas(a ovulasi, pertumbuhan endometrium berhenti sesaat dan kelenjar endometrium menjadi lebih akti)  fase sekresi

Perubahan endometrium dikendalikan oleh siklus yang terjadi dalam ovarium 9ama siklus haid rata-rata adalah 28 hari dan terdiri dari 

• :ase )olikuler  • Ovulasi

• :ase luteal 3pas(a ovulasi5

%ila siklus menjadi panjang, )ase )olikuler yang akan menjadi panjang dan )ase luteal akan tetap konstan berlangsung selama !0 hari

"gar siklus haid berlangsung se(ara normal diperlukan  ! Poros hipotalamus-hipo)isis-ovarium yang baik  2 Didalam ovarium terdapat )olikel yang responsi)  ' :ungsi uterus berlangsung se(ara normal

Pengendalian maturasi )olikel dan proses ovulasi dilakukan oleh poros hipotalamus-hipo)isis-ovarium .ipotalamus mengendalikan siklus haid, namun organ ini sendiri

(44)
(45)

dapat pula dipengaruhi oleh pusat otak yang lebih tinggi, sehingga )aktor ke(emasan ataupun gangguan keji7aan lain dapat mengganggu pola haid yang normal

.ipotalamus mempengaruhi hipo)isis melalui pengeluaran Cn.-Conadotropin eleasing .ormon Cn. melalui sistem sirkulasi portal menuju hipo)isis anterior  dan menyebabkan gonadotro) hipo)isis melakukan sintesa dan pelepasan :S.-)oli(lle stimulating hormonedan 9.-9uteiniGing hormone

:S. akan menyebabkan proses maturasi )olikel selama )ase )olikuler dan 9.  berperan dalam proses ovulasi serta produksi progesteron oleh (orpus luteum "ktivitas siklis dalam ovarium berlangsung melalui mekanisme umpan balik  diantara ovarium , hipotalamus dan hipo)isis

S#$9>S O<"#>?

Cambar 0 Siklus ovarium

1 :ase )olikuler  hari ke !  !

Pada a7al siklus, kadar :S. dan 9. relati) tinggi dan hormon ini akan merangsang pertumbuhan !  2 )olikel namun hanya ! )olikel yang Rdominan yang menjadi matang dan sisanya akan mengalami atresia $adar :S. dan 9. yang relati)  tinggi dipi(u oleh penurunan kadar estrogen dan progesteron pada akhir )ase sebelumnya Selama dan segera setelah haid, kadar estrogen relati) rendah namun dengan pertumbuhan )olikel kadarnya akan segera meningkat

2 .ari ke !  !0

Dengan bertambahnya ukuran )olikel, terjadi akumulasi (airan diantara sel granulosa dan menyebabkan terbentuknya anthrum, sehingga )olikel primer berubah  bentuk menjadi folikel dgraaf , disini oosit menempati posisi e/(enteri( dan dikelilingi

oleh 2  ' lapisan sel granulosa dan disebut sebagai cumulus oophorus

(46)
(47)

Dengan semakin matangnya )olikel, kadar estrogen menjadi semakin bertambah 3terutama dari jenis estradiol5 dan men(apai pun(aknya !8 jam sebelum ovulasi Dengan semakin meningkatnya kadar estrogen, produksi :S. dan 9. menurun 3 umpan balik negati) 5 untuk men(egah hiperstimulasi ovarium dan maturasi )olikel lainnya

3 Ovulasi  .ari ke !0

Ovulasi terjadi dengan pembesaran )olikel yang (epat dan diikuti protrusi  permukaan kortek ovarium dan pe(ahnya )olikel menyebabkan keluarnya oosit dan (umulus oophorus yang melekat dengannya Pada sejumlah 7anita kadang-kadang  proses ovulasi ini menimbulkan rasa sakit sekitar )ossa iliaka yang dikenal dengan

nama Rmittels(hmerG 

Peningkatan kadar estradiol pada akhir mid!cycle diperkirakan akibat 9. surge dan  penurunan kadar :S. akan menyebabkan peristi7aumpan balik positi) Sesaat sebelum ovulasi terjadi penurunan kadar estradiol se(ara tiba-tiba dan peningkatan  produksi progesteron

" :ase 9uteal  .ari !1 - 28

Sisa )olikel yang telah ruptur berada didalam ovarium Sel granulosa mengalamiluteinisasi dan membentukcorpus luteum. orpus luteum merupakan sumber utama dari hormon steroid seksual, estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh ovarium pada )ase pas(a ovulasi 3)ase luteal5

*erbentuknya (orpus luteum akan menyebabkan sekresi progesteron terus meningkat dan terjadi pula kenaikan kadar estradiol berikutnya

Cambar 1 .ormon yang berperngaruh pada adik-adik 

Selama )ase luteal, kadar gonadotropin tetap rendah sampai terjadi regresi (orpus luteum pada hari ke 2&  28 %ila terjadi konsepsi dan implantasi, (orpus luteum tidak 

(48)
(49)

akanmengalami regresi oleh karena keberadaanya dipertahankan oleh gonadotropin yang diproduksi oleh tro)oblas Namun, bila tidak terjadi konsepsi dan implantasi, (orpus luteum akan mengalami regresi dan siklus haid akan mulai berlangsung kembali "kibat penurunan kadar hormon steroid, terjadi peningkatan kadar  gonadotropin dan siklus haid akan berlangsung kembali

S#$9>S ENDO?E*#>?

Endometrium memberikan respon se(ara khas terhadap progestin, androgen dan estrogen #nilah sebabnya mengapa endometrium dapat mengalami proses haid dan memungkinkan terjadinya proses implantasi hasil konsepsi saat terjadi proses kehamilan Se(ara )ungsional, endometrium dibagi menjadi 2 Gona 

• %agian luar 3 stratum fungsionalis 5 yang mengalami perubahan mor)ologik  dan )ungsional se(ara siklis

• %agian dalam " stratum basalis 5 yang se(ara relati) tidak mengalami  perubahan dan berperan penting dalam proses penggantian sel

endometrium yang terkelupas saat haid "rteri basalis berada dalam stratum  basalis dan arteri spiralis khususnya terbentuk dalam stratum )ungsionalis Perubahan siklis endometrium se(ara histo)isiologi dibagia menjadi ' stadium fase menstruasi# fase proliferasi 3estrogenik5 dan fase sekresi 3ogestasional5

! :ase mentruasi

a %erlangsung selama !-0 hari

 b Stratum )ungsional han(ur dan hanya tersisa stratum basal ( Dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron

2 :ase proli)erasi

a %erlangsung 1-!0 hari

 b Stratum basal berproli)erasi dan proli)erasi sel-selnya terdapat pada lamina  propia

( Dipengaruhi oleh hormon estrogen

d ?enghasilkan stratum )ungsional yang utuh ' :ase sekresi

a %erlangsung !1-28 hari

 b Dipengaruhi oleh hormon progesteron

( Pada )ase ini dihasilkan sekret, tuba uterina menjadi berkelok-kelok, lamina  propia oedem dan endometrium menebal kembali

9END# SE<#$ 

Pada 7anita terdapat hubungan langsung antara traktus genitalis bagian ba7ah dengan (avum peritoneal .ubungan langsung ini memungkinkan spermatosoa men(apai ovum, meskipun )erttilisasi umumnya terjadi di dalam tuba )alopii .ubungan langsung ini pula yang memudahkan 7anita mengalami in)eksi genitalia interna  Namun keberadaan lendir servik dapat men(egah hal itu terjadi

(50)
(51)

Pada )ase )olikuler dini, konsistensi lendir servik kental dan impermeable 3 seperti  putih telur 5 Pada )ase )olikuler lanjut, meningkatnya kadar estrogen menyebabkan lendir yang menjadi lebih en(er dan relati) semipermeabel dan relati) mudah ditembus oleh spermatoGoa Perubahan lendiri servik yang menjadi lebih en(er ini

disebut sebagai $spinnbarkheit  Pas(a ovulasi, progesteron yang dihasilkan (orpus

luteum menetralisir e)ek estrogen sehingga lendir servik menjadi kental kembali dan impermeabel

2 Cambaran >SC

Pemeriksaan >SC trimester pertama ditujukan untuk menentukan lokasi kehamilan dan tanda-tanda kehidupan janin Selain itu dipakai puia untuk menentukan $ehamilan *rimester

Aadi indikasi utama pemeriksaan >SC trimester pertama adalah untuk mendiagnosa letak   buah kehamilan, menilai komplikasi kehamilan dini, mendeteksi kehidupan janin, dan

menentukan lokasi #>D pada kehamilan muda

Persiapan yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan >SC adalah kandung ken(ing (ukup terisi sebagai a(ousti( indo7 agar bayangan arte)ak didepan rahim dapat diminimalisir sehingga gambaran rahim akan dinilai menjadi baik Selain itu dapat pula mendorong usus keluar rongga pelvis minor sehingga tidak menutupi lahir dan organ sekitar

Pemeriksaan >SC bisa dilakukan dengan 2 (ara transvaginal dan abdominal

Pada kehamilan 1-& minggu, biasanya gambaran yang didapatkan adalah kantung kehamilan berupa (in(in di daerah )undus uteri 3pun(ak rahim5 Dengan menggunakan  probe transvaginal, gambaran (in(in ini akan semakin jelas Pada kehamilan =-8 minggu,

(52)
(53)

ukuran kantung kehamilan berkisar 22 mm Dengan probe abdominal, kantung kehamilan sudah dapat diidenti)ikasi %iasanya )etal pole 3bakal janin5 sudah dapat diidenti)ikasi  bersama dengan pulsasi bakal jantung Pada kehamilan + minggu, janin tampak sebagai

dua kutub,dimana kepala dan ekstremitas sudah dapat diidenti)ikasi Setelah !! minggu kehamilan, kepala janin menunjukkan gambaran gars tengah dengan gema yang kuat, yang merupakan suatu interhemis)er 3batas otak kanan dan kiri5 Sampai usia kehamilan !' minggu, usia janin dapat dinilai dengan mengukur 9 3(ro7n rump length, panjang dari  pun(ak kepala sampai ulang ekor5 Setelah !0 minggu atau lebih, diameter terpanjang

antara tulang-tulang tengkorak yang tegak lurus dengan garis tengah )isura interhemis)er  dipakai untuk menentukan usia kehamilan Pemeriksaan >SC pada trimester 2 dan ' lebih di)okuskan unuk mengidenti)ikasi perkembangan struktur janin se(ara lebih jelas dan  bervariasi

$antong gestasi dapat dilihat setelah usia 0-1 minggu sejak menstruasi terakhir Setelah & minggu, denyut jantung seharusnya sudah dapat terdeteksi Pada 8 minggu, usia gestasi (ukup akurat Pada !2 minggu, tiap milimeter panjang kepala-bokong mere)leksi  penambahan usia gestasi 0 hari

?emperhitungkan berat janin le7at >SC *erdapat banyak sekali metode untuk  menghitung berdasarkan ! atau lebih ukuran dasar seperti yang digambarkan oleh tabel  berikut 

(54)
(55)

• %PD 3%iparietal diameter5 ukuran tulang pelipis kiri dan kanan Digunakan untuk  mengukur janin di trimester dua atau tiga

• . 3.ead ir(um)eren(e5 lingkaran kepala Digunakan untuk mengukur usia kehamilan di trimester dua atau tiga

• " 3"bdominal ir(um)eren(e5 ukuran lingkaran perut bayi %iasanya pengukurannya disatukan dengan pengukuran %PD dan akan menghasilkan perkiraan berat bayi Digunakan untuk mengukur kehamilan di trimester dua atau tiga

• :9 3:emur 9ength5 ukuran panjang tulang paha bayi Digunakan untuk mengukur  kehamilan di trimester dua atau tiga

'  Differential  diagnosis dan tata laksana  Missed abortion

(56)
(57)

?ola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak 7ajar di mana ditemukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami perubahan berupa degenerasi hidropik Se(ara makroskopis, mola hidatidosa mudah dikenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi (airan jernih, dengan ukuran  bervariasi dari beberapa milimeter sampai ! atau 2 (m Cejala mola hidatidosa berupa  perdarahan per vaginam berulang-ulang dan darah (enderung ber7arna (oklat 3gejala utama5, amenore, mual, muntah dan pusing yang lebih hebat dari kehamilan biasa Cejala perdarahan biasanya terjadi antara bulan pertama sampai bulan ke tujuh dengan rata-rata !2-!0 minggu Sering juga ditemukan anemia pada penderita akibat  perdarahan tersebut 3Pra7irohardjo, 285 *anda mola hidatidosa bisa berupa adanya  pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan, tidak terabanya bagian janin pada  palpasi dan tidak terdengarnya denyut jantung janin sekalipun uterus sudah membesar 

setinggi pusar atau lebih, pre-eklampsia atau eklampsia yang terjadi sebelum kehamilan 20 minggu"danya mola hidatidosa ahrus di(urigai bila ada perempuan dengan amenore, perdarahan per vaginam, uterus lebih besar dari usia kehamilannya dan tidak ditemukan tanda kehamilan pasti seperti ballotement dan denyut jantung  janin Diagnosis pasti mola hodatidosa apabila ditemukan atau keluarnya gelembung

mola 3Pra7irohardjo, 285  b "bortus

"bortus adalah penghentian kehamilan baik se(ara disengaja ataupun tidak disengaja sebelum )etus berusia 2 minggu dengan berat kurang dari 1 gram "da beberapa ma(am abortus, antara lain sebagai berikut 

!5 "bortus spontanus atau yang sering disebut dengan miscarriage 3keguguran5 adalah aborsi yang terjadi tanpa disengajatanpa tujuan tertentu $eberhasilan kehamilan sangat bergantung pada berbagai ma(am aspek seperti genetik, hormonal, imun, dan juga sel itu sendiri Semua aspek tersebut berperan dalam  proses )ertilisasi, implantasi, dan juga perkembangan embrio *idak mengherankan apabila, )aktor tersering terjadinya keguguran adalah karena beberapa )aktor   parental dan embrionik :aktor embrionik yang berperan pada terjadinya abortus

spontanus seringkali disebabkan karena sel induk abnormal, abnormalitaskelainan kromosom, de)ek implantasi, de)ek pada perkembangan embrio atau plasenta, trauma, oksidan 3rokok, alkohol, radiasi dan toksin5, gangguan endokrin 3hipotiroidisme, diabetes mellitus5 Sekitar &K )aktor terjadinya abortus spontanus adalah abnormalitas kromosom, yaitu aneuploid Aa(ob dan .assold 3!+85 menjelaskan bah7a sekitar +1K abnormalitas kromosom terjadi oleh karena kesalahan gamtogenesis maternal dan 1K oleh paternal

(58)
(59)

25 "bortus terapeutik, terjadi karena adanya indikasi medis yang mengharuskan kehamilan tersebut digagalkan misalnya pada 7anita dengan penyakit jantung '5 "bortus provokatus adalah penghilangan )etus se(ara disengaja bukan karena

indikasi medis Penyebab tersering terjadinya abortus ini adalah karena kehamilan yang tidak diinginkan

05 "bortus imminens atau threatened miscarriage ditandai dengan terjadinya  perdarahan pervaginam yang terjadi selama trimester pertama Sebanyak sekitar 

21K 7anita mengalami hal ini Pada pemeriksaan pelvis, serviks 3ositium uteri5 masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan Diagnosis  bandingnya adalah kehamilan ektopik 3 should always be the first differential 

diagnosis5, molar pregnancy# vaginal ulcerations# cervicitis dengan perdarahan, erosi (ervi(al, polips, dan karsinoma Dapat diduga )etus berisiko tinggi lahir   prematur, %%9, maupun kematian perinatal Namun hal terpenting yang patut

digarisba7ahi adalah hal ini tidak berisiko bayi lahir (a(at

*idak ada terapi e)ekti) untuk aborsi imminens #stirahat yang (ukup 3bedrest 5 Selain itu, observasi harus tetap dilanjutkan apabila masih terjadi perdarahan dan kontraksi uterus, serviks masih tertutup, level hC meningkat se(ara normal, dan )etusembrio masih dalam kondisi baik dibuktikan dengan sonogram "pabila  perdarahan dan kontraksi mengalami peningkatan se(ara progresi), prognosis bisa menjadi memburuk Prognosis buruk juga dapat terjadi apabila disertai dengan  penurunan level hC dan )etusembrio mengalami penyusutan ukuran dilihat dari  bukti ultrasonographic# denyut jantung melemah, dan uterus tidak mengalami  penambahan ukuran pada pemeriksaan palpasi

15 "bortus insipiens 3inevitable miscarriage5 adalah peristi7a terjadinya perdarahan dari uterus yang ditandai dengan perdarahan pervaginam, dengan kontraksi uterus makin lama makin kuat makin sering, serviks terbuka

P./&7&4&-&/&&/

 Prinsip hasil konsepsi dikeluarkan

 Pasien dipondokkan, uterus dikosongkan dengan in)us oksitosin 1-! unit dalam 1 ml D 1K

 %ila hasil pengeluaran konsepsi tidak lengkap, lakukan kuretase untuk  mengangkat sisa-sisa konsepsi

 %eri antibiotil setelah kuretase

&5 "bortus inkomplit adalah peristi7a pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 2 minggu, dengan masih adanya sisa tertinggal dalam uterus Ditandai dengan perdarahan yang banyak, disertai kontraksi, serviks terbuka, sebagian jaringan keluar

(60)
(61)

 $uretase teren(ana, atau jika perdarahan banyak, kuret emergensi sambil  perbaiki keadaan umum

 %erikan uterotonika setelah kuretase

 "ntibiotik diberikan setelah kuretase

=5 "bortus kompletus adalah terjadinya pengeluaran lengkap seluruh jaringan konsepsi sebelum usia kehamilan 2 minggu Ditandai dengan adanya perdarahan  pervaginam, kontraksi uterus, ostium serviks sudah menutup, ada keluar jaringan,

tidak ada sisa dalam uterus Diagnosis ditegakkan bila jaringan yang keluar juga diperiksa kelengkapannya

P./&7&4&-&/&&/

 *idak ada terapi spesi)ik, kontrol ! minggu kemudian

 Aika didiagnosis sudah pasti, berikan metilergometrin per oral '/,2 mg selama ' hari

85 "bortus septik adalah Sepsis akibat tindakan abortus yang terin)eksi 3misalnya dilakukan oleh dukun atau a7am5 %ahaya terbesar adalah kematian ibu #n)eksi dapat berasal dari )aktor endogen )lora vaginal, termasuk %scherichia coli and other aerobi(, enteri(, gram-negative rods, group %-hemolyti( strepto(o((i, anaerobi( strepto(o((i, Bacteroides spe(ies, staphylo(o((i, dan mi(roaerophili(  ba(keria

P./&7&4&-&/&&/

 *erapi suporti)  in)us dan trans)us

 "ntibiotik  tahap pertama 3Penisilin 0/!,2 juta unit atau "mpisilin 0/! gram ditambah Centamisin 2/8 mg dan ?etronidaGol 2/! gram5 Selanjutnya antibiotik disesuaikan dengan hasil kultur

 $uretase dilakukan setelah suhu tubuh normal, namun jika dalam = hari suhu tubuh tidak turun, kuretase tetap dilakukan untuk menghilangkan sumber  in)eksi

+5  Missed abortion&missed miscarriage adalah meninggalnya )etus dalam rahim Pada a7al kehamilan masih normal 3amenorrhea, mual, muntah, perubahan payudara, dan perkembangan uterus Namum setelah beberapa minggu, ukuran uterus tidak  mengalami pertambahan dan makin lama menge(il %anyak 7anita yang bahkan tidak menyadarinya Penanganannya adalah dengan mengeluarkan hasil konsepsi

P./&7&4&-&/&&/

 Periksa kadar .b, hematokrit, angka leukosit, Blood time, dan )ibrinogen

 Aika hasil normal, bisa dilakukan dilatasi dan kuretase 3dengan laminaria !2  jam jika usia kehamilan kurang dari !2 minggu, atau dengan drip oksitoksin  jika usia lebih dari !2 minggu5

 Aika hasil tidak normal

- *rans)usi darah segar sampai )ibrinogen F 2 mgK - #n)us )ibrinogen 0 gram iv

(62)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...