• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Kelompok Paduan Suara di Kota Medan: Studi Kasus Consolatio Choir dan Methodist-2 Chamber Choir Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Kelompok Paduan Suara di Kota Medan: Studi Kasus Consolatio Choir dan Methodist-2 Chamber Choir Chapter III V"

Copied!
186
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

MANAJEMEN ORGANISASI

Pada Bab III ini penulis mendeskripsikan manajemen paduan suara Consolatio Choir dan Methodist-2 Chambe Choir mulai dari latar belakang terbentuknya organisasi, visi & misi, perencanaan kegiatan, kesekretariatan, struktur organisasi; pelatih/ dirigen, pengurus, seksi-seksi, anggota-anggota, sistem perekrutan keanggotaan, sistem pengangkatan pelatih, dirigen, pengurus, pemegang peranan tertinggi dalam pengambilan keputusan, dan evaluasi keanggotaan (reward & punishmen). Namun sebelumnya penulis menuliskan manfaat berorganisasi, bermanajemen, melakukan pengorganisasaian, dan manfaat pengarahan.

(2)

Selanjutnya dalam konteks kepemimpinan ada 3 teori kepemimpinan menurut Lewin, White, dan Lippit (1930). Menurut mereka gaya kepemimpinan itu ada tiga: (1) authoritarian, yang menerapkan kepemimpinan otoriter, pemimpin tidak memberi kesempatan pada bawahannya untuk bertanya ataupun minta penjelasan, (2) democratic yang mengikutsertakan bawahannya serta memberi kesempatan bawahan untuk berdiskusi, (3) laissez fair yang membiarkan kondisi yang ada dan menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya.

Menurut Permas Achsan (2003:28) kepemimpinan adalah fungsi atau proses seseorang mempengaruhi orang lain untuk menjalankan kegiatan demi mencapai tujuan bersama. Dalam mempengaruhi orang lain, pemimpin dapat menggunakan beberapa gaya, yaitu: (1) otokratis, gaya kepemimpinan yang memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan pada diri sang pemimpin, (2) partisipatif/ demokratis, gaya kepemimpinan yang melibatkan bawahannya dalam pengambilan keputusan.

3.1 Manfaat Berorganisasi, Manajemen, Pengorganisasian dan Pengarahan 3.1.1 Manfaat berorganisasi

(3)

menarikan tari serampang dua belas. Karena sudah sering menjalankan kesenian secara berkelompok dan anggota kelompok sudah cocok satu dengan yang lain, banyak seniman seni pertunjukan kemudian membentuk grup (Permas Achsan, 2003:15).

Ditinjau dari aspek nonkesenian pembentukan grup atau organisasi dinilai dapat memberikan manfaat lebih besar kepada pencapaian tujuan jika dibandingkan dengan yang dilakukan secara individual. Tuntutan untuk membentuk organisasi akan lebih besar jika orang orang yang terlibat memiliki misi besar yang sulit untuk dicapai tanpa kerja sama, misalnya merevitalisasi dan melestarikan jenis seni pertunjukan tertentu atau meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap suatu jenis kesenian (Permas Achsan, 2003:15).

3.1.2 Manfaat manajemen

(4)

Menurut Takari (2008:64), manajemen seni yang dilakukan masyarakat di Nusantara ini secara tradisional adalah sebagai berikut: (a) Berkesenian bukan profesi utama tetapi kerja sampingan atau sambilan. (b) Menonjolkan pimpinan yang biasanya juga sebagai seniman utama dan pendukung dana utama organisasinya. (c) Pembagian honorarium yang agak bersifat rahasia, dan biasanya dicarikan kata-kata yang “manis” seperti “uang pupur,” “uang lelah,” dan sejenisnya. (d) Pembagian tugas tidak begitu spesifik. (e) Organisasi kesenian tradisional jarang yang dibentuk dengan mendasarkan pada aspek yuridis. (f) Perekrutan seniman sifatnya “cabutan.” (g) Asas keluarga dan kekeluargaan. (h) Sangat erat dengan ritual masyarakat. (i) Ikut berperannya pemerintah daerah.

3.1.3 Pengorganisasian

Fungsi pengorganisasian dilakukan untuk menjamin agar kemampuan orang-orang yang ada di dalam organisasi dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini diwujudkan dalam struktur organisasi yang dilengkapi dengan uraian pekerjaan yang berisi tugas dan wewenang setiap anggota organisasi serta mekanisme kerja antar bagian organisasi kemampuan (Permas Achsan, 2003:24).

(5)

bagian-bagian yang sesuai dengan minat bakat, dan kemampuan (Permas Achsan, 2003:24).

3.1.4 Pengarahan

Fungsi pengarahan adalah untuk membuat anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan organisasi. Dalam hal ini pemimpin/ manajer berusaha untuk memperngaruhi bawahannya/ anggotanya agar bekerja dengan baik, efektif dan efisien. Pada proses inilah pelaksanaan pekerjaan dimulai. Proses pengarahan meliputi bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi, memimpin dan memotivasi orang agar menjalankan tugasnya dengan baik. Pengarahan akan lebih mudah jika pemimpin mengenali dan memahami dengan baik orang yang dipimpinnya, dan kemudian mengguanakan pendekatan yang tepat untuk menggerakkanya (Permas Achsan, 2003:27).

3.2Manajemen Organisasi Consolatio Choir

(6)

Bagan 3.1 Kepemimpinan di Consolatio Choir

3.2.1 Latar belakang berdirinya organisasi

Menurut Immanuel Sirait, dalam mendirikan sebuah organisasi paduan suara, motivasi si penggagas/ pendiri menjadi hal yang sangat penting. Motivasi tersebut akan sangat berhubungan dengan dasar paduan suara tersebut berdiri, dan bagaimana sistem kepelatihan dan sistem manajemen yang akan dibangun, serta program-progam yang akan ditetapkan. Selain itu, melakukan pencarian anggota, baik dengan system perekrutan kekerabatan maupun dengan menggunakan media publikasi35.

Berawal dari keikutsertaan Tony Siagian pada Ansambel Musik Nommensen, Universitas HKBP Nommensen yang dipimpin oleh Edward C. Van Ness (berkebangsaaan Amerika) dan Dr. Rhoderick Mc Neill (berkebangsaan Australia) pada tahun 1987-1989 menjadi awal terbentuknya Mannen Koor Asrama Mahasiswa Putera, Universitas Sumatera Utara (USU) pada tahun 1989. Koor

35Wawancara dengan Immanuel Sirait tanggal 27 Januari 2017 di Medan. BPH

Seksi & Pelatih

(7)

tersebut dibentuk dengan tujuan mengisi acara kebaktian di Chapel Oikumene USU dan juga untuk membina kekompakan sesama mahasiswa Kristen, komunikasi antar mahasiswa dan dosen-dosen Kristen yang ada di lingkungan kampus USU.

Pada tanggal 24 Mei 1990, Mannen Koor Asrama Mahawasiswa Putera USU mengadakan kunjungan dan konser ke STT HKBP Pematang Siantar dan juga ke GKPS Jl. Jend. Sudirman Pematang Siantar. Setelah kunjungan tersebut, dengan inisiator Tony Siagian dan keinginan sebagaian besar anggota, serta saran dan dorongan yang diterima dari Rektor STT HKBP Pematang Siantar (saat itu), Bapak Pdt. Dr. A. Sitompul, para anggota Mannen Koor Asrama memiliki keinginan untuk membentuk paduan suara mahasiswa Kristen permanen di USU.

Dalam merealisasikan keinginan tersebut, rapat diadakan pada tanggal 7 Juli 1990 di rumah salah satu anggota Mannen Koor, yakni Astory M. Hutauruk di Jl. Sei Tuan No. 34 Medan yang dihadiri Tony Siagian, Astory M. Hutauruk, Rio A. Tambunan, Meilany Siregar, John Piter Sinaga, Tetty Doloksaribu, Erwin Sianturi, Ellen Simatupang, Parnaungan Sitorus, Esther I. Simanjuntak dan John P. L. Tobing. Pada pertemuan tersebut disepakati membentuk paduan suara campuran yang permanen dengan anggota mahasiswa Kristen USU beserta mahasiswa di luar USU yang berminat untuk bergabung. Nama Consolatio diusulkan oleh Tony Siagian, berasal dari bahasa latin yang berarti penghiburan.

(8)

Besar Kristen (PHBK) USU, karena PHBK dalam sturktur organisasi di USU, berada di bawah koordinasi Rektor langsung.

Sejak Paduan Suara Consolatio didirikan sebagai paduan suara pelayanan, kegiatan utama yang dilakukan adalah latihan bersama untuk meningkatkan kemampuan para penyanyi secara individu dan tim serta meningkatkan kemampuan artistik paduan suara dengan mempelajari dan mementaskan karya-karya musik paduan suara yang mengangkat tema klasik. Seiring berjalannya waktu, Paduan Suara Consolatio belajar memperluas khasanah pemikiran dan kemampuan di dunia musik dengan mempelajari hampir semua jenis aliran musik.

3.2.2 Pemilihan nama menjadi sebuah harapan

Apalah arti sebuah nama? Ungkapan tersebut sering kita dengarkan. Namun bagi banyak orang, nama adalah hal yang penting. Dalam memberikan nama pada bayi yang baru lahir misalnya, masing-masing pihak keluarga dengan senang hati mengusulkan nama kepada si bayi tersebut. Usulan tersebut tentu menjadi sebuah harapan bagi keluarga, kelak.

(9)

baik yang ada di kota Medan, maupun yang ada di luar kota Medan. Penghiburan menjadi bagian yang penting dalam pelayanan paduan suara ini.

Dalam perjalanan pelayanan Consolatio Choir, disamping melaksanakan program-program organisasi paduan suara yang telah ditetapkan, paduan suara ini mengalami banyak kondisi suka maupun duka. Ketika ada anggota maupun keluarga anggota yang mengalami duka, baik sakit atau kemalangan misalnya, paduan suara ini hadir untuk memberikan penghiburan lewat nyanyian paduan suara. Demikian juga disaat ada kegitan sukacita atau syukuran seperti ulang tahun, pernikahan, dan lain sebagainya, Consolatio Choir hadir dalam kegiatan tersebut.

3.2.3 Visi dan misi

Misi merupakan alasan dasar mendirikan organisasi atau membentuk grup musik seni pertunjukan. Misi juga tercantum dalam anggaran dasar organisasi. Organisasi seni pertunjukan sering kali merupakan organisasi yang digerakkan oleh misi (mission-driven organization), sehingga misi selalu menjadi motivator dasar bagi berdirinya organisasi (Achsan Permas, 2003:41). Pernyataan misi umumnya mengandung 4 (empat) hal yaitu why (maksud atau alasan mendirikan organisasi), what (bidang kegiatan yang akan dilaksanakan), who (siapa yang akan dilibatkan), dan how (cara dan nilai-nilai yang dianut dalam melaksanakan kegiatan).

(10)

organisasi di masa depan. Visilah yang akan mengarahkan (atau menjadi petunjuk jalan) bagi organisasi di masa yang akan datang.

Misi dan visi merupakan fondasi bagi organisasi. Oleh Karena itu misi dan visi sebaiknya disepakati bersama dan dipahami oleh seluruh anggota organisasi. Untuk itu dalam identifikasi harapan stake holder36dan perumusan visi dan misi juga perlu melibatkan para pengurus dan anggota organisasi.

Visi dan misi merupakan patron, focus, pusat arah, dan acuan dalam menjalankan roda organisasi, jika ada perilaku yang berlaku diluar kebiasaan organisasi, maka visi dan misi dapat menjadi kontrol atas hal-hal tersebut. Eksistensi sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh visi dan misi organisasi tersebut. 37

Visi Consolatio Choir adalah:

1. Menjunjukkan eksistensi mahasiswa/ alumni Kristen di masyarakat.

2. Membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri dan takut akan Tuhan.

Misi Consolatio Choir adalah:

1. Sebagai sarana pelayanan dan kesaksian.

2. Sebagai wadah pengembangan minat dan bakat dalam bidang seni musik.

36 Stake Holder adalah pihak-pihak yang terkait dan berkepentingan terhadap organisasi

seni pertujukan. Stake Holder dapat dibedakan menjadi stake holder internal dan stake holder eksternal. Stake Holder internal antara lain pendiri, dewan penyantun, pengurus, anggota, karyawan, dan sebagainya. Stake Holder eksternal antara lain penonton, penyandang dana, pemerintah, dewan kesenian, dan sebagainya.

(11)

3. Meningkatkan dan memperkaya wawasan akan paduan suara.38

3.2.4 Perencanaan program kegiatan

Kalau mau tetap bertahan atau terus maju dan berkembang, organisasi seni pertunjukan perlu memiliki cita-cita (gambaran masa depan yang diinginkan). Organisasi seni pertunjukan perlu memikirkan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Kalau organisasi lupa memikirkan masa depan, dan terjebak oleh kegiatan operasional sehari-hari maka akan sulit untuk membuat langkah atau lompatan yang besar dan bermanfaat bagi anggotanya. Dalam situasi tersebut organisasi bisa kurang serius dan fokus mengupayakan untuk melengkapi kostum atau mencari dana untuk membangun atau merehabilitasi tempat latihan. Untuk menjamin masa depan, organisasi perlu menyepakati arah, sasadan, dan program jangka panjangnya (Permas Achsan 2003:35).

Bila organisasi menjadi semakin besar dengan kegiatan yang semakin beragam, maka akan sulit untuk dikelola dengan baik tanpa memiliki rencana stratejik sebagai arahan jangka panjang. Rencana stratejik juga menjadi semakin penting jika lingkungan berubah, misalnya apa yang harus dilakukan sebuah grup paduan suara, ketika generasi muda mulai meninggalkan lagu klasik. Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan tersebut, grup paduan suara ini perlu

(12)

melakukan perubahan-perubahan mendasar agar tetap bertahan atau bahkan bisa berkembang (Permas Achsan 2003:35).

Paduan suara Consolatio setiap kegiatannya selalu berdasarkan program yang sudah dibuat, dan dengan perencanaan-perencanaan yang disusun dalam 1 (satu) sampai 2 (dua) tahun ke depan. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh paduan suara ini semuanya bersifat terencana. Perencanaan yang dibuat biasanya berdasarkan dengan apa yang membangun paduan suara ini, baik spiritual maupun materi. Hal inilah yang membuat paduan suara ini dapat menjalankan organisasi.

Pada bagian perencanaan program kegiatan ini, program kegiatan yang dimaksud hanyalah berupa program kegiatan secara garis besar. Program kegiatan yang telah diimplementasikan/ direalisasikan dapat dilihat pada Bab IV Manajemen Produksi, sebagai bagian dari produksi paduan suara Consolatio maupun paduan suara Methodist-2 Chamber Choir.

Paduan Suara Consolatio merencanakan banyak kegiatan setiap tahunnya. Kegiatan berikut ini adalah kegiatan yang pernah dilaksanakan sejak Consolatio berdiri, antara lain: (1) Kunjungan Gereja, (2) Memenuhi Undangan, (3) Konser Tahunan, (4) Menyelenggarakan Kompetisi Paduan Suara, (5) Mengikuti Kompetisi Paduan Suara, (6) Rekaman.

3.2.5 Kesekretariatan

(13)

kegiatan-kegiatan umumnya dilaksanakan di sekretriat. Sekretariat Consolatio Choir, beralamat di Jl. Bunga Mawar No. 49 A Pasar 5 Padang Bulan, Medan. Sekretariat ini juga digunakan sebagai tempat latihan.

Sekretariat tersebut merupakan sebuah rumah kontrakan yang disewa oleh Consolatio Choir. Sekretriat ini juga berfungsi sebagai sarana penghubung antara Consolatio dengan pihak luar. Hampir seluruh kegiatan Consolatio berpusat di sekretariat. Sekretariat di disain sedemikian rupa dan dilengkapi dengan alat yang menunjang kemajuan organisasi. Arsip-arsip dokumentasi seluruh kegiatan dipusatkan di sekretariat. Untuk memaksimalkan penggunaan ruangan yang ada, setiap ruang difungsikan sesuai dengan kebutuhan. Ada ruang kamar, ruang kantor, studio latihan, ruang perlengkapan, ruang kostum, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.

Kendala yang dihadapi Consolatio dalam hal kesekretariatan ini adalah di saat pemilik rumah hendak menggunakan rumahnya maka paduan suara ini harus mencari rumah yang lain dan harus melakukan perpindahan barang-barang termasuk ruang studio yang sebelumnya sudah didisain. Memiliki kesekretariatan yang merupakan hak milik merupakan impian Consolatio, termasuk memiliki gedung konser dan mendirikan sekolah musik.

(14)

mengadakan kegiatan bernyanyi di depan jemaat (setelah selesai ibadah mingguan). Hal permohonan penggalangan dana pada gereja tertentu dapat dilaksakan setelah Consolatio mendapatkan persetujuan dari pihak gereja.

3.2.6 Penentuan tempat latihan

Pada masa awal berdirinya Consolatio, tempat latihannya adalah di Gereja Oikumen Chapel USU, yang beralamat di Jl. Soemarsono/ Jl. Dr. Mansur Komplek Perumahan USU. Jadwal pemakaian gereja untuk latihan yang mereka dapatkan adalah 2 (dua) kali seminggu yakni Rabu dan Jumat. Pemakaian gedung gereja ini untuk latihan, tidak ada pungutan biaya oleh pihak gereja, namun Consolatio dimintakan untuk terlibat dalam pelayanan ibadah Minggu sebanyak sekali dalam sebulan.

Seiring perjalanan waktu, kebutuhan latihan lagu membutuhkan jumlah latihan yang lebih banyak dan bahkan tiap hari. Karena gereja tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan Consolatio dalam hal penambahan jumlah pemakaian gereja, maka Consolatio akhirnya memilih untuk berlatih di sekretariat dengan melengkapi kebutuhan-kebutuhan latihan di sekretariat, seperti bahan peredam suara, dan lain sebagainya.

(15)

pembuatan peredam suara. Hal ini dilakukan adalah untuk menambah pengalaman dalam hal peredam suara selain dalam menghemat biaya.

Akustik ruangan sangat berpengaruh dengan kualitas bernyanyi. Suara yang memiliki reverberasinya39 tinggi, maka suara yang dihasilkan kedengarannya bagus. Hal ini tidak direkomendasikan sebagai tempat latihan. Semakin rendah reverberasi sebuah ruangan, maka semakin baik pula ruangan tersebut dijadikan sebagai tempat latihan. Sebuah ruangan yang reverberasinya mati, maka latihan akan semakin baik. Paduan suara akan mengupayakan untuk mengisi setiap sudut ruangan dengan volume suara yang maksimal. Bagi pelatih akan lebih mudah mengenali suara setiap anggota paduan suaranya sehingga penanganan dalam memperbaiki suara yang membutuhkan koreksi menjadi legih efektif. 40

Bagi penyanyi yang sering latihan di ruangan yang reverberasinya mati akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam setiap ruangan tempat bernyanyi. Untuk tempat sebuah konser, sebaiknya memiliki reverberasi yang cukup karena audiens membutuhkan keindahan suara yang dihasilkan pada konser. Umumnya jika sebuah paduan suara mengadakan konser di ruangan yang memiliki reverberasi yang rendah, maka paduan suara tersebut akan mendatangkan alat yang dapat menaikkan reverberasi dengan bantuan efek sound yang ada pada sound system. Survey

39Dalam KBBI, artinya adalah peristiwa terjadinya gema. Reverberasi adalah noise akustik yang muncul pada ruangan tertutup berupa kumpulan pantulan dan difraksi suara oleh dinding dan objek yang terdapat dalam suatu ruangan. Pada saat suatu alat musik dimainkan dalam sebuah ruangan seperti aula, kumpulan echo tercampur dalam suara asli sehingga akan merubah karakteristik spectral suara asli dan suara yang terdengar tidak hanya suara asli saja, tapi suara yang telah terkena efek reverberasi. Hal ini mengurangi kenyamanan pendengar dalam menikmati alunan musik tersebut.

(16)

terhadap reverberasi suatu ruangan sangat dibutuhkan sebelum menentukan sebuah tempat konser.

Gedung gereja umumnya memiliki reverberasi yang cukup karena memang umumnya gereja dibangun dengan mempertimbangkan reverberasi untuk paduan suara di gereja tersebut. Ruangan-ruangan di hotel umumnya memiliki reverberasi yang sangat rendah. Jika memang ruangan tersebut akan digunakan sebagai tempat konser karena berbagai pertimbangan, sangat disarangkan agar menggunakan bantuan sound system.

3.2.7 Iuran keanggotaan

Umumnya di dalam mendukung roda organisasi yang membutuhkan dana yang tidak sedikit, organisasi tersebut pada umumnya akan mendiskusikan tentang perlu tidaknya hal iuran bersama seluruh anggota. Sejak Consolatio berdiri, pengurus paduan suara ini tidak pernah memungut iuran dan tidak ada iuran. Jika ada kebutuhan paduan suara yang perlu ditanggung bersama-sama dalam nilai yang tidak memberatkan, maka seluruh anggota paduan suara dimintakan untuk memberikan sumbangan semampunya, tanpa memaksa. Jika keadaan beberapa anggota tidak memungkinkan untuk memberikan sumbangan, hal tersebut tidaklah menjadi masalah.

3.2.8 Struktur organisasi

(17)

adalah perseorangan di luar anggota Paduan Suara Consolatio Universitas Sumatera Utara yang memberikan perhatian dan dukungan bagi Paduan Suara Consolatio. Pengurus terdiri dari Badan Pengurus Harian, Seksi-seksi, dan Konduktor. Dewan senior adalah angora luar biasa yang pernah aktif sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sejak bergabung.41 Pembina, Pengurus dan Dewan Senior diangkat melalui Rapat Anggota untuk periode (satu tahun) dan sesudahnya dapat dipilih kembali.

Sistem kepemimpinan Consolatio memiliki keunikan tersendiri, dimana antara manajemen dan pelatih/ dirigen memiliki saat-saat sebagai pemimpin dan saat sebagai bagian yang dipimpin. Pada saat diadakan rapat-rapat dalam organisasi, yang menjadi pemimpin saat tersebut adalah manajemen yakni Badan Pengurus Harian (BPH), dan pelatih sebagai peserta rapat. Namun disaat jam proses latihan, pelatihlah yang menjadi pemimpin. Demikian juga disaat pertujukan berlangsung, dirigenlah yang menjadi pemimpin. Ada masa kekuasaan yang dimiliki dan ada kekuasaan yang tidak dimiliki dalam satu periode tertentu. BPH bertugas untuk memenuhi kebutuhan organisasi termasuk kebutuhan dalam hal latihan.

Dalam menjelang konser misalnya, jika seseorang BPH tidak mampu menguasai lagu-lagu tertentu dalam konser, maka yang bersangkutan tidak akan diijinkan untuk ikut bernyanyi walaupun yang bersangkutan adalah seorang ketua. Di dalam AD/ART tugas masing-masing bagian sudah ditetapkan sesuai hasil rapat.

(18)

Pembagian tugas antara manajemen dengan pelatih/ dirigen adalah untuk menghindari adanya tumpang tindih dalam kekuasaan pengambilan keputusan.

Sistem manajemen Consolatio dikendalikan oleh Badan Pengurus Harian, yang berfungsi untuk mengontrol kegiatan organisasi dan mengatur seluruh keperluan paduan suara, baik kegiatan, keuangan dan segala sesuatu yang diperlukan paduan suara. Untuk mengetahui Struktur Organisasi Consolatio dapat dilihat dari gambar struktur berikut;

Bagan 3.2 Struktur Organisasi Consolatio Choir

Sistem dan struktur yang tercipta di dalam paduan suara ini berpedoman pada peraturan-peraturan yang ada di dalam paduan suara Consolatio, yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota paduan suara. Peraturan tersebut berupa AD/ART.

3.2.8.1 Pembina

Consolatio mempunyai Pembina yang berfungsi membina, dan memberikan saran-saran maupun masukan-masukan dalam kesinambungan Consolatio. Pembina juga mempunyai hak untuk mengevaluasi kinerja Consolatio

(19)

jika dianggap perlu. Selain dalam urusan paduan suara, pembina sudah dianggap sebagai “Orangtua” tempat yang selalu membimbing dan menuntun. Berikut ini adalah nama-nama Pembina yang pernah membina Consolatio; (1) Prof. DR Jamaran Kaban, M.Sc., (2) Ir. Jenner Napitupulu, (3) Sarmia L. Tobing/br Pasaribu, (4) dr. Tumpal Napitupulu, M.Ph (+), (5) drs. R. E. Nainggolan, MM.

Secara otomatis, PHBK menjadi Pembina Consolatio. Namun untuk menambah kekuatan pembinaan di luar PHBK sebagai pembina, Consolatio juga meminta tokoh-tokoh tertentu untuk menjadikannya sebagai Pembina. Permintaan Pembina tersebut tentu setelah berdiskusi dengan PHBK. Selain Pembina, di Consolatio ada Dewan Senior yang berfungsi untuk mengawasi dari luar, untuk melihat apakah yang dikerjakan Consolatio masih dalam jalur atau apakah diluar jalur.

(20)

3.2.8.2 Badan Pengurus Harian (BPH)

Pengurus merupakan unsur yang sangat penting dalam organisasi. Tanpa adanya pengurus akan sulit sebuah roda organisasi dijalankan. Pengurus yang dimaksud adalah BPH. Orang-orang yang dipilih dari kepengurusan ini biasanya dipilih dan diangkat berdasarkan kemampuan yang ada untuk membawa paduan suara Consolatio ke depan. Pengurus harus merupakan mahasiswa dari USU, yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, fakultas dan jurusan yang terdapat dalam lingkungan USU.

a. Pengurus

Di dalam membantu tugas-tugas kepengurusan yang lebih spesifik, BPH dapat mengangkat kepanitiaan untuk menangani kegiatan tertentu dibawah pengawasan BPH, sehingga BPH dapat lebih fokus memikirkan dan menjalankan tugas-tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi secara keseluruhan. Pada kegiatan berikut ini misalnya, panitia khusus dipilih dan diangkat dalam menjalankan kegitan seperti konser, kegiatan dalam mengikuti kompetisi, kegiatan menyelenggarakan kompetisi, acara natal, dan ulangtahun Consolatio.

(21)

tersebut. Namun jika hal-hal yang akan diputuskan belum pernah disinggung di AD/ ART, maka Rapat Anggotalah yang dapat memutuskannya.

Berikut ini adalah deskripsi tugas dan tanggung jawab Badan Pengurus Harian Consolatio Choir:

• Mengangkat/ menunjuk seksi-seksi, tim kerja, koordinator pelaksanaan, maupun panitia yang dibutuhkan dalam gerak pelayanan Paduan Suara Consolatio.

• Memimpin setiap pertemuan atau kegiatan Paduan Suara Consolatio. • Memimpin setiap pertemuan atau kegiatan Paduan suara Consolatio, baik

yang rutin maupun non rutin.

• Mengontrol dan mengawasi gerak Pelayanan Paduan Suara Consolatio. • Mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap regenerasi dan

kesinambungan pelayanan Paduan Suara Consolatio. • Mengkoordinir administrasi Paduan suara Consolatio.

• Menjalin dan membina hubungan kerjasama yang baik ke dalam dan keluar PS Consolatio.

b. Menjadi pengurus

(22)

Pemilihan tersebut dilaksanakan melalui Rapat Anggota. Sebelum pemilihan, Formatur terlebih dahulu dibentuk yang nantinya akan menggodok nama calon pengurus (Ketua, Bendahara, dan Sekretaris) untuk selanjutnya di proses. Formatur juga berfungsi menjadi moderator dalam memimpin sidang.

Beberapa pengalaman, salah satu pengurus Consolatio pernah mengundurkan diri dikarenakan tuntutan perkuliahan yang semakin padat. Hal tersebut dapat dimaklumi oleh pengurus lainnya. Dan untuk menyisip kekurangan jumlah pengurus tersebut, maka diadakan kembali rapat untuk pemilihan kembali pengurus yang telah mengundurkan diri.

3.2.8.3 Pelatih dan menjadi pelatih

Seorang pelatih belum tentu bisa menjadi seorang dirigen. Demikian pendapat Immanuel Sirait berdasarkan pengalamannya dalam berpaduan suara. Pada bagian tulisan ini, penulis mendeskripsikan pelatih yang ada di Consolatio Choir dan bagaimana proses pemilihannya, serta apa yang menjadi tugas-tugas pokok seorang pelatih di Consolatio.

a. Pelatih

Pada perkembangan paduan suara belakangan ini, ada banyak pelatih paduan suara yang adalah sekaligus menjadi dirigen di sebuah paduan suara. Umumnya pelatih yang sekaligus menjadi dirigen dalam satu paduan suara, memiliki kedekatan batin dengan para anggotanya42. Hal tersebut bisa saja

(23)

disebabkan oleh jumlah pertemuan antara pelatih dengan anggota yang cukup tinggi, sejak latihan sampai pada penampilan. Selain kemampuan pelatih menjadi seorang motivator juga, pelatih juga harus mampu menjiwai keadaan anggotanya. Karena Consolatio berlandasakan kekristenan, maka pelatih juga dituntut untuk mampu membangun kerohanian anggota.

Saat ini jumlah pelatih di Consolatio berjumlah 2 (dua) orang, dan sama halnya seperti dirigen, tidak ada pembedaan berupa nama, karena kedua pelatih tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. BPH sebagai fasilitator akan memfasilitasi pertemuan singkat antara kedua pelatih untuk menentukan pembagian tugas, sehingga tidak ada hal yang membingungkan anggota paduan suara tersebut saat latihan.

(24)

Berikut ini merupakan job description pelatih di Consolatio: • Memimpin PSC di dalam setiap latihan.

• Memimpin (conducting) PSC di dalam setiap acara yang diikuti.

• Menyusun dan mempersiapkan lagu lagu yang akan dilatih dan dinyanyikan, baik untuk latihan maupun untuk acara-acara yang diikuti PSC.

• Menyusun dan mengkoordinir jadwal latihan khusus dan latihan tambahan (jika diperlukan)

b. Menjadi pelatih

Kebanyakan pelatih yang sukses adalah pelatih yang memiliki gaya berkomunikasi yang baik, yang mampu mengomunikasikan segala sesuatu dengan jelas. Di samping itu, juga memiliki kemampuan untuk memimpin serta memotivasi seluruh anggota yang ada. Hal tersebut menjadi syarat untuk penetapan calon pelatih disamping harus memiliki kemampuan untuk melatih vocal dan memiliki pengetahuan musik.

(25)

3.2.8.4 Dirigen dan menjadi dirigen

Pada bagian tugas pelatih, telah disampaikan bahwa tugas seorang pelatih adalah conducting, yang berarti menjadi seorang dirigen yang memimpin paduan suara di dalam bernyanyi. Pada bagian ini penulis mendeskripsikan dirigen dan menjadi dirigen untuk mendukung informasi tentang salah satu tugas seorang pelatih yang menjadi konduktor.

a. Dirigen

Pada umumnya setiap paduan suara memiliki 1 (satu) orang dirigen. Hal ini dilakukan adalah untuk menghindari dualisme kepemimpinan dalam paduan suara. Jikapun seorang dirigen hendak membagikan tugasnya kepada orang lain, maka dirigen tersebut akan mengangkat 1 (satu) orang sebagai asistennya, sebagai perpanjangan tangan dirigen utama. Interpretasi setiap dirigen terhadap sebuah musik dalam sebuah paduan suara belum tentu sama. Keberadaan dirigen yang lebih dari 1 (satu) orang dirigen dalam sebuah paduan suara, tidak jarang membuat para anggotanya menjadi bingung dalam mengikuti interpretasi musik yang berbeda dari dirigen yang lebih dari 1 (satu) orang.

(26)

memiliki kemapuan yang lebih rendah dibanding dengan dirigen 1. Itu sebabnya dalam hal dirigen tidak ada pembedaan, Pada prinsipnya, tugas dan tanggung jawabnya adalah sama.

Consolatio merupakan paduan suara mahasiswa. Penetapan kedua dirigen secara bersamaan dalam satu periode yang sama adalah untuk memastikan keberalangsungan roda organisasi. Misalnya jika salah satu berhalangan, maka dirigen yang satu lagi dapat bertugas sehingga kegiatan tidak menjadi berhenti atau terganggu oleh ketidakhadiaran dirigen.

Untuk menghindari hubungan yang tidak baik di antara kedua dirigen, manajemen berupaya untuk memastikan pembagian tugas masing-masing kedua dirigen berjalan dengan baik. Manajemen sebelumnya mengajak kedua dirigen untuk berdiskusi tentang pembagian tugas dalam dirigen. Setelah kedua dirigen sudah menyepakati tentang pembagian tugasnya, manajemen selanjutnya akan mengontrol pembagian tugas tersebut sehingga tidak ada penyimpangan tugas yang dikhawatirkan akan menimbulkan ketidaknyamanan.43

b. Menjadi dirigen

Setiap unsur penting dalam sebuah organisasi, pada masanya akan mengalami masa akhir tugas. Manajemen organisasi akan melaksanakan proses pemilihan dan penetapan terhadap unsur organisasi yang telah berakhir masa tugas tersebut. Dalam memastikan berjalannya roda organisasi, unsur organisasi harus di

(27)

tetapkan. Demikian halnya dengan dirigen disetiap paduan suara, termasuk di Consolatio.

Sebagaimana di tulis sebelumnya, menurut Listya (2007:2) syarat menjadi seorang dirigen dapat dibedakan menjadi dua aspek, yaitu: aspek non teknis dan aspek teknis. Syarat aspek non teknis adalah komunikatif, memiliki sikap terbuka, tekun dan kerja keras, kreatif dan inovatif, kooperatif, berdisiplin tinggi dan serius. Syarat aspek teknis yang harus dimiliki dirigen adalah: memiliki pendengaran yang baik, memiliki pengetahuan mengenai teknik vokal, memiliki pengetahuan mengenai teori musik, memiliki pengetahuan mengenai ilmu bentuk analisa, memiliki pengetahuan mengenai teknik mengabah, memiliki pengetahuan mengenai sejarah music dan reportoir lagu paduan suara, memiliki kemampuan dalam hal sight-singing, memiliki kemampuan memainka piano.

(28)

Pemilihan dirigen ini dilakukan tanpa membedakan gender. Pemilihan dan penetapan dirigen dilakukan sesuai dengan kebutuhan saja (tidak menggunakan system periodesasi). Kemudian manjemen memberikan kesempatan kepada calon dirigen tersebut untuk belajar selama 3 (tiga) bulan serta mengawasinya bersama dengan dirigen sebelumnya. Manajemen Consolatio akan meminta kesediaan dirigen yang ahli di bidangnya, seperti Daud Kosasih. Selama masa belajar tersebut, Daud Kosasih akan memberikan penilaian terhadap yang bersangkutan, apakah calon tersebut memiliki kemampuan untuk memimpin Consolatio kelak atau tidak? Jika seseorang calon dirigen sudah dinyatakan lulus oleh Daud Kosasih, maka proses selanjutnya adalah pengeluaran Surat Ketetapan Pengangkatan yang bersangkutan menjadi dirigen Consolatio untuk periode tertentu.

3.2.8.5 Seksi humas

Humas merupakan singkatan dari Hubungan Masyarakat. Seksi ini lebih banyak bertugas untuk menjalin dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat yang ada di luar organisasi. Tugas yang dijalankan lebih bersifat hubungan eksternal, antara lain:

• Membina hubungan dengan Pembina dan orang-orang yang memperhatikan PS Consolatio serta paduan suara lain baik yang ada di kota Medan maupun di luar kota Medan.

(29)

3.2.8.6 Seksi sosial dan kerohanian

Seksi sosial dan kerohanian merupakan seksi yang menjalin dan membangun komunikasi, sosial, dan meningkatkan kerohanian di internal paduan suara. Tugas yang dijalankan, adalah:

• Mengkoordinir pelaksanaan renungan sebelum memulai latihan setiap hari Rabu dan Jumat atau pada latihan tambahan.

• Mengkoordinir acara pada setiap kunjungan sukacita dan dukacita Paduan Suara Consolatio.

• Mengkoordinir kegiatan pengembangan kerohanian anggota Paduan Suara Consolatio; seperti retreat, kebaktian Paduan Suara Consolatio, dll.

• Membuat bulletin doa, kisah dan bahan renungan rohani.

• Membuat kartu ucapan Selamat Ulang Tahun kepada anggota yang berulang tahun dan Selamat Natal-Hari Raya kepada anggota dan relasi Paduan Suara Consolatio.

3.2.8.7 Seksi perlengkapan

Seksi perlengkapan merupakan seksi yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mempersiapkan, menginventarisasi, dan memelihara seluruh peralatan pendukung kegiatan. Seksi ini juga sekaligus mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan teransport. Tugas yang dijalankan antara lain:

(30)

• Merawat dan menjaga semua peralatan PS Consolatio, misalnya: peralatan audiovisual, keyboard, trap, HT, dll.

• Menginventarisir peralatan PS Consolatio dan membuat tempat penyimpanan yang layak.

• Menyediakan transportasi untuk kegiatan PS Consolatio yang memerlukan alat transportasi.

3.2.8.8 Seksi konsumsi

Kesejahteraan anggota merupakan tugas yang diemban seksi konsumsi. Proses latihan membutuhkan stamina yang kuat dan sehat. Konsumsi yang disediakan seksi akan membantu kenyamanan setiap anggota, pengurus dan pelatih/ dirigen dalam sehat berkegiatan. Tugas yang dijalankan antara lain:

• Mengkoordinir pengadaan konsumsi pada setiap latihan Rabu, Jumat, dan latihan tambahan, serta pada acara-acara tertentu.

• Mengkoordinir pengadaan konsumsi rapat. • Membagi tugas piket pembawa konsumsi latihan.

• Merawat dan menjaga kebersihan alat-alat konsumsi, baik di tempat latihan atau sekretariat.

(31)

3.2.8.9 Seksi kostum

Kostum merupakan inventaris yang harus dirawat dan harus berada di tempat yang tepat. Jika dalam menjelang pertujukan, kostum tidak lengkap maka banyak hal yang akan terganggu. Seksi yang menangani kostum memiliki tugas yang dijalankan, antara lain:

• Menyimpan, merawat, dan menginvetarisir konstum dan assesoris Paduan Suara Consolatio.

• Mengkoordinir pemakaian dan pengembalian kostum dan assesoris Paduan Suara Consolatio.

• Menanggungjawabi desain kostum Paduan Suara Consolatio.

• Mengkoordinir penambahan dan pengadaan kostum apabila diperlukan Mengumumkan dan membagikan kostum yang akan dipakai dalam acara tertentu.

3.2.8.10 Seksi kerumahtanggaan

Sekretariat merupakan rumah, tempat berlatih, tempat mengadakan rapat, dan kegiatan lainnya. Sekretariat perlu penanganan khusus yang dikoordinasikan Seksi Kerumahtanggaan. Tugas yang dijalankan:

(32)

3.2.8.11 Seksi pengembangan

Pengembangan merupakan proses menuju impian dan harapan banyak orang. Organisasi paduan suara akan lebih “Up Todate” dengan inormasi dengan adanta perpaewe$. Seksi Pengembangan memiliki tugas yang dijalankan:

• Mencari informasi yang berhubungan dengan pengembangan Paduan Suara Consolatio, seperti : informasi festival, workshop, Choral Clinic, dll.

• Mencari informasi yang berhubungan dengan pengadaan kaset-kaset, CD, VCD, DVD paduan suara baik dari dalam maupun luar negeri.

• Mengadakan kerjasama dengan paduan suara-paduan suara yang ada dikota Medan maupun diluar kota Medan.

• Mengumpulkan data anggota PS Consilatio baik yang lama maupun yang baru.

3.2.8.12 Seksi partitur

Partitur merupakan hal yang sangat penting yang dibutuhkan seluruh paduan suara. Kecakapan seksi partitur dalam mendapatkan partitur yang asli merupakan keberhasilan sie partitur sekaligus keberhasilan organisasi paduan suara. Tugas-tugas seksi partitur adalah sebagai berikut:

• Menyiapkan segala keperluan pelatih dalam pengadaan partitur • Mengontrol izin pemakaian partitur

(33)

3.2.8.13 Keanggotaan dan sistem perekrutan

Setiap calon anggota dan anggota yang bergabung dan menjadi bagian dari Consolatio Choir, memiliki motivasi yang berbeda-beda. Ada yang termotivasi karena pernah melihat penampilan Consolatio lewat kunjungan gereja, kegiatan mengisi acara, maupun konser. Ada juga yang termotivasi karena mendengar informasi Consolatio mau mengikuti kompetisi paduan suara bertaraf internasional. Sebagian lagi ada yang bergabung karena ingin menambah pengalaman bernyanyi, bahkan bercita-cita kelak menjadi seorang pelatih/ dirigen, dan ada juga yang datang karena diajak temannya tanpa pernah sebelumnya mendengar nama Consolatio. Semuanya menjadi satu saat diterima dan dinyatakan lolos menjadi bagian dari Consolatio Choir.

(34)

masih menyempatkan diri untuk terlibat secara aktif di Consolatio Choir merupakan anggota yang memiliki motivasi yang kuat dalam mengikuti paduan suara tersebut.

a. Syarat keangotaan

Anggota organisasi ini adalah mahasiswa dan alumni Universitas Sumatera Utara dan non-Universitas Sumatera Utara yang beragama Kristen (Protestan maupun Katolik) yang menerima visi dan misi organisasi ini. Pengangkatan anggota dilakukan melalui orientasi penerimaan anggota dan disahkan melalui rapat pengurus. Ketentuan mengenai pelaksanaan orientasi di atur dalam Anggaran Rumah Tangga. Keanggotaan berkahir apabila anggota meninggal dunia, mengundurkan diri, pindah agama, dikeluarkan dari organisasi, dan tidak aktif selama lebih dari 3 (tiga) bulan tanpa pemberitahuan secara tertulis yang disetujui oleh BPH.44

Perekrutan/ penerimaan anggota baru dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun, atau setiap semester, mengikuti semester yang ada di USU. Informasi tentang penerimaan dilakukan lewat poster-poster, spanduk, dan belakangan ini dengan menggunakan media social. Pada saat Consolatio mengadakan kegiatan kunjungan gereja misalnya, Consolatio juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menginformasikan penerimaan anggota baru. Demikian juga pada kegiatan lainnya seperti konser, informasi penerimaan anggota baru juga disampaikan lewat buku acara konser.

(35)

Di samping itu, setiap anggota memiliki tugas untuk merekrut kerabatnya masing-masing. Syarat untuk menjadi calon anggota Consolatio adalah Mahasiswa Kristen yang memiliki motivasi dan komitmen kuat untuk berlatih, tanpa harus memiliki kemampuan bernyanyi sebelumnya (tanpa audisi). Pada beberapa kondisi, Consolatio pernah melakukan perekrutan dengan sistem audisi. Misalnya di saat Consolatio sedang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi bertaraf internasional/ tingkat dunia.

Dalam hal infomasi perekrutan, umumnya Consolatio tidak menentukan kelompok suara yang dibutuhkan secara spesifik misalnya pria maupun wanita, ataupun spesifikasi perkelompok suara seperti Sopran/ Alto/ Tenor/ Bass, karena dari pengalaman perekrutan yang pernah dilaksanakan, hal tersebut tidak selalu terpenuhi sesuai spesifikasi yang diinginkan. Namun dalam kondisi mendesak, langkah yang dilakukan adalah dengan memberikan Surat Undangan resmi kepada calon anggota yang direferensikan oleh anggota untuk selanjutanya diproses menjadi anggota sesuai dengan system perekrutan yang ada. Salah satunya adalah mengikuti masa orientasi.

b. Orientasi

(36)

Surat Ketetapan pengangkatan menjadi anggota. Sebaliknya, jika tidak dapat mengikutinya atau dinyatakan tidak lulus, maka calon anggota tersebut secara otomatis gugur. Jika calon anggota yang tidak lulus berkeinginan untuk mencoba kembali mengikuti penerimaan anggota, maka calon anggota tersebut dapat mencoba kembali pada penerimaan anggota berikutnya.

Masa orientasi Consolatio Choir adalah masa untuk pembekalan dan pengenalan organisasi paduan suara kepada seluruh calon anggota yang telah direkrut, setelah seluruh calon anggota tersebut mengikuti seluruh kegitan Consolatio selama 6 (enam) bulan. Bekal yang diberikan adalah sejarah berdirinya Consolation, manajemen organisasi, kepemimpinan, sejarah musik gereja, dan teori musik. Hal ini dilakukan agar seluruh calon anggota yang akan menjadi anggota nantinya telah memiliki visi dan misi yang sama, dan lebih mengenal organisasi secara mendalam termasuk teknik bernyanyi, sehingga anggota yang bersangkutan lebih mudah untuk mengikuti program-program yang telah ditetapkan.

(37)

biasanya dilakukan di sekretariat. Selain itu pernah juga dilaksanakan di gereja, dan di tempat-tempat pertemuan lainnya.

Jika ada anggota yang sudah dinyakan lulus oleh BPH dan ternyata anggota yang bersangkutan adalah penyanyi pop solo misalnya, maka pelatih akan mengajarkan tentang bagaimana bernyanyi secara paduan suara. Namun di saat ada kebutuhan lagu untuk seorang solist, anggota yang besangkutan akan dipertimbangkan untuk menjadi penyanyi solo.

Setelah proses pengenalan dan pembekalan seluruh materi sudah selesai, maka BPH dan pelatih (sebagai penentu akan diterima/ tidaknya calon anggota), akan menentukan hasilnya. Namun sebelum penentuan hasil, pada sesi wawancara BPH dan pelatih akan selalu mengajukan pertanyaan: “Apakah Anda siap untuk bosan untuk berlatih?” Pertanyaan tersebut sekaligus menguji mental sekaligus memberikan gambaran bahwa latihan yang akan ditempuh nantinya adalah latihan yang sangat padat yang membutuhkan mental yang kuat dalam menghadapinya. Di samping itu, BPH dan pelatih memberikan pertanyaan yang membutuhkan jawaban tentang pemecahan sebuah masalah. Jawaban calon anggota atas pertanyaan tersebut akan menjadi salah satu faktor penilaian dalam menentukan kelulusan.

(38)

terlalu larut sehingga mendatangkan keberatan dari pihak keluarga anggota yang akhirnya harus keluar dari organisasi tersebut. Manajemen waktu dari anggota yang belum bersahasil merupakan salah satu fakta yang membuat beberapa anggota harus mengundurkan diri. Penambahan hari latihan, saat menjelang kegiatan tertentu misalnya juga merupakan salah satu alasan seorang anggota untuk memilih keluar dari paduan suara Consolatio.

c. Jenis keanggotaan

Paduan Suara Consolatio merupakan salah satu paduan suara mahasiswa yang berlandaskan kekristenan (Kristen Protestan dan Kristen Katolik) yang berada di bawah naungan USU. Keinginan anggota Consolatio yang telah menyelesaikan pendidikan di USU untuk tetap melayani bersama membuat pengurus untuk membedakan jenis keanggotaan paduan suara ini. Pembagian tersebut adalah sebagai berikut: (a) Anggota Biasa, merupakan mahasiswa baik dari USU maupun di luar USU yang telah mengikuti masa orientasi paduan suara dan dinyatakan lulus oleh Badan Pengurus Harian. 45(b) Anggota Luar Biasa, merupakan anggota paduan suara Consolatio yang sudah lulus dari USU (tidak lagi menjadi sebagai mahasiswa) dan masih berkeinginan untuk tetap terlibat langsung dalam pelayanan Consolatio.

Pada dasarnya tidak ada pembedaan tugas dan tanggung jawab antara anggota biasa dengan anggota luar biasa. Hanya saja karena kebanyakan anggota luar biasa ini merupakan seseorang yang sudah terlibat dengan jam kerja di tempat

(39)

kerjanya, maka setiap anggota luar biasa diwajibkan untuk memberikan informasi kepada pengurus jika tidak dapat hadir latihan tepat waktu.

Upaya untuk menjalin komunikasi antara anggota biasa dengan anggota luar biasa saat ini adalah dengan memanfaatkan kemajan teknologi internet, yakni aplikasi Whats Up (WA) pada media sosial. Pengurus Consolatio membuatkan grup WA Consolatio, yang sifatnya tertutup (hanya untuk kalangan anggota saja). Jumlah keanggotaan dalam grup ini, saat ini berjumlah 350 (tiga ratus lima puluh) orang, dan masih banyak alumni yang belum masuk anggota (sekitar 350 orang lagi) karena belum diketahui keberadaan dan No. WA nya. Sarana komunikasi lewat WA ini sangat efektif dalam saling memberikan respon terhadap isu-isu seputar kegiatan Consolatio.

Pendirian sebuah ikatan alumni Consolatio pernah menjadi topik pembahasan yang penting. Namun sampai saat ini belum dapat terealisasi karena banyak faktor. Salah satunya karena kondisi alumni yang tersebar di banyak tempat dan belum dapat dijangkau seratus persen. Di samping itu adalah faktor kesibukan masing-masing alumni pada kesehariannya.

3.2.9 Sistem kekeluargaan, gotong royong dan tolong-menolong

(40)

jalan, dan lain sebagainya. Demikian juga dalam hal tolong-menolong, masih kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat bagaimana empati menggerakkan hati masyarakat untuk turut berbagi dalam acara suka maupun duka. Adanya Serikat Tolong Menolong (STM) di lingkungan sekitar kita menjadi bukti bahwa warisan leluhur tersebut masih dapat dipertahankan.

Consolatio dalam menjalani banyak rintangan, halangan, tantangan tidaklah mungkin dapat diselesaikan dengan seorang diri saja. Sistem kekeluargaan, gotong royong, dan tolong menolong yang membuat segala rintangan, halangan dan tantangan dapat dilalui bersama. Keikutsertaan Consolatio dalam mengikuti kompetisi international, yang membutuhkan dana yang relatif sangat berat menjadi bukti bahwa dengan budaya tersebut banyak hal yang bisa dilakukan. Jumlah masa waktu seseorang anggota aktif di Consolatio, merupakan gambaran bahwa selama itu pula dia sedang menjalani proses kehidupan dengan system kebudaaan kekeluargaan, gotong royong, dan saling menolong. untuk tetap mampu berkontribusi dalam pelayanan walaupun secara finansial, seluruh anggota organisasi tidaklah mendapatkan penghargaan dari Consolatio, system kekeluargaan di atas membuat sesama mereka untuk saling dekat, dan memiliki keriduan untuk bisa bertemu kembali.

(41)

Consolatio.” Ungkapan tersebut ternyata berhasil untuk menumbuhkan loyalitas seseorang anggota di Paduan Suara Consolatio.46

Tidak semua anggota Consolatio memiliki kemampuan secara finansial untuk memenuhi kebutuhan, seperti ongkos ke tempat latihan. Untuk anggota seperti ini, anggota yang lain yang memiliki kemampuan finansial lebih akan dengan ringan tangan membantu yang bersangkutan agar dapat hadir pada latihan yang telah dijadwalkan. BPH pun tidak segan-segan untuk mengeluarkan biaya untuk membantu yang bersangkutan. Di samping itu, bagi alumni yang sudah bekerja misalnya tidak tertutup kemungkinan untuk membantu anggota yang memiliki kemampuan kurang dalam hal financial.

Dalam menumbuhkan semangat kekeluargaan, organisasi Paduan Suara Consolatio juga melakukan tugasnya sebagai fungsi pengawasan terhadap perkembangan studi seluruh anggota. Setiap anggota dimintakan jadwal perkuliahannya (termasuk pergantian jadwal perkuliahan), demikian juga Kartu Hasil Studi (KHS) setiap semesternya. Manajemen Consolatio meminta jadwal dan fotokopi KHS tersebut sebagai bahan evaluasi pendidikan terhadap setiap anggota. Bagi anggota yang mengalami penurunan nilai akan menjadi perhatian khusus manajemen.

Dalam hal gangguan financial untuk membayar perkuliahan, Consolatio pernah memberikan bantuan untuk kekurangan dana anggota dalam membayarkan uang kuliah, sebesar kekurangan dana yang dimiliki anggota tersebut, dengan

(42)

terlebih dahulu memastikan kebenaran kondisi tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan semangat dan dukungan kepada anggota yang memiliki kemampuan kurang dalam hal financial. Hal-hal saling membantu ini semua adalah merupakan pelayanan internal Consolatio.

3.2.10 Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)

Pada perjalanan Consolatio, AD/ART telah ditetapkan. Pada tahun 2004, AD/ART direvisi sesuai dengan kebutuhan organisasi bahkan sudah dibakukan.47 AD/ART Consolatio dapat dilihat dibagian akhir tulisan dalam lampiran.

3.2.11 Evaluasi, disiplin, reward and punishment

3.2.11.1 Evaluasi keanggotaan

Dalam rangka memonitor keanggotaan paduan suara, Consolatio melakukan evaluasi setiap semester. Hal ini berhubungan dengan masa penerimaan anggota baru. Pada evaluasi tersebut data aktivitas setiap anggota akan dipaparkan dalam bentuk angka persentasi, dan angka tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap masing-masing anggota. Evaluasi tersebut dibuka dalam forum rapat anggota. Pada evaluasi tersebut sekaligus dilakukan evaluasi terhadap program-progam paduan suara, mana yang sudah berjalan dengan baik, mana yang belum berjalan dengan baik, apa kendala dan solusi serta langkah konkrit pada program berikutnya.

(43)

Dalam hal evaluasi yang sifatnya urgent, tanpa menunggu evaluasi semester dimungkinkan untuk melakukan evaluasi dengan mengadakan rapat anggota. Dalam melakukan evaluasi anggota, unsur yang mengevaluasi adalah BPH, pelatih, dan koordinatoor suara.

3.2.11.2 Pemantapan disiplin

Dalam pencapaian kesempurnaan latihan, sangat dituntut disiplin yang tinggi dari setiap anggota. Oleh karena itu setiap anggota yang tidak disiplin akan mendapat tcguran dan paringatan keras, dan bahkan diberikan sanksi ditempat. Sanksi yang dilakukan juga dapat berupa teguran dengan memulangkan anggota dari tempat latihan karena dianggap telah mengganggu suasana latihan. Setiap izin yang diajukan angota, baik yang terlambat datang dan yang tidak bisa datang sama sekali, pada latihan akan dipertanyakan kembali ketidakhadirannya, sebagai contoh: mau kemana? Dimana? Kenapa? Alasannya apa? Waktunya dari jam berapa sampai jam berapa? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh pelatih dan pengurus.

(44)

Menurut narasumber, penurunan disiplin telah terjadi dan mulai terlihat setelah tahun 2000 ke atas. Penurunan ini dapat dilihat dari tahun 2007 sampai dengan sekarang, banyak anggota yang sering telat dan banyak pemberitahuan keterlambatan melalui SMS (short messaging service) kepada pengurus. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya praktikum, penggantian jadwal kuliah, les bahasa Inggris dan les komputer yang diikuti beberapa anggota Consolatio.

3.2.11.3 Reward/ penghargaan

Penghargaan yang dimaksud pada bagian ini adalah penghargaan bukan dalam bentuk uang, tetapi penghargaan dalam bentuk hak-hak sebagai anggota, di luar hak bicara. Penghargaan dalam bentuk uang tidak pernah diberikan kepada siapapun di internal organisasi Consolatio, karena organisasi Consolatio merupakan organisasi pelayanan yang tidak bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial.

(45)

Orangtua dan saudara kandung anggota yang menginggal dunia wajib dikunjungi dan mendapatkan sebuah karangan bunga atau senilai dengan itu.

Di luar itu, penghargaan lainnya adalah penghargaan sukacita seperti jika ada anak anggota luar biasa yang baru lahir, mengikuti kegiatan pembabtisan kudus, dan lain sebagainya. Hak-hak lainnya yang dimiliki oleh anggota , adalah hak cuti. Anggota dimungkinkan untuk melakukan permohonan cuti kepada BPH, yang masa lama cuti tersebut adalah masa yang disetujui sebelumnya oleh BPH. Namun 3 (tiga) hari setelah masa cuti berakhir, anggota yang telah menjalani masa cuti wajib melapor kepada BPH untuk aktif pada program yang sedang berjalan.

Penghargaan yang diberikan kepada pelatih maupun dirigen adalah berupa kesempatan yang diberikan oleh manajemen untuk mengikuti seminar/ workshop/ symposium paduan suara dalam mengembangkan kemampuannya, dimana biaya yang muncul akibat keikutsertaan dalam kegiatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh manajemen.

3.2.11.4 Punishment/ sanksi

(46)

larangan, yakni: (1) larangan kepada anggota; (a) Anggota tidak diperkenankan memiliki keanggotaan rangkap sebagai anggota maupun pengurus pada organisasi paduan suara independen. 48 (b) Anggota biasa dan calon anggota tidak diperkenankan melatih paduan suara lain kecuali atas ijin BPH. (c) Anggota biasa, anggota luar biasa dan calon anggota tidak diperkenankan memberikan inventaris Paduan Suara Consolatio USU. (2) Larangan kepada konduktor; tidak diperbolehkan melatih paduan suara lain kecuali atas seijin BPH.49

Selain itu, ada pemecatan terahadap anggota. Anggota akan dipecat dari organisasi apabila melanggar AD/ART, melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan-peraturan yang diputuskan melalui rapat pengurus dan atau rapat anggota, terbukti secara sah melakukan tindak pidana50. Sanksi-sanki lainnya adalah berupa sanksi yang diakibatkan ketidakdisiplinan dalam latihan, misalnya terlambat maupun tidak hadir latihan tanpa adanya pemberitahuan resmi. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting di setiap organisasi termasuk Consolatio. Seseorang anggota yang tidak dapat hadir pada suatu latihan/ kegiatan, atau tidak dapat hadir tepat waktu diwajibkan memberikan informasi kepada manajemen Consolatio.

48AD/ ART Consolatio, BAB III tentang Keanggotaan, Pasal 9. 49AD/ ART Consolatio, BAB II tentang Struktur Organisasi, Pasal 6.

(47)

3.2.12 Rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi

Kekuasaan tertinggi ada pada rapat anggota. Kekuasaan di bawahnya adalah rapat pengurus. Rapat Anggota diadakan minimum 1 (satu) kali dalam periode kepengurusan. Rapat Anggota dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya ½ n + 1 dari jumlah anggota yang memiliki hak suara. Rapat pengurus sah bila dihadiri sekurang-kurangnya ½ n + 1 dari jumlah pengurus.51

Rapat luar biasa dapat diadakan sewaktu-waktu atas usulan dari sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota yang mempunyai hak suara. Dewan Senior berhak mengajukan rapat. Rapat dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota yang memiliki hak suara.

Setiap pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah untuk mufakat. Apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka dilakukan pemungutan suara atau voting dengan ketentuan disetujui sekurang -kurangnya ½n +1 dari jumlah anggota yang hadir yang memiliki hak suara.52

Anggaran Dasar ini hanya dapat diubah oleh Rapat Anggota yang diajukan secara sah dan disetujui sekurang kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota yang memiliki hak suara.

(48)

3.3 Manajemen Organisasi Methodist-2 Chamber Choir

Dalam membentuk dan mengelola sebuah paduan suara, membutuhkan beberapa hal berikut ini yakni: wadah yang mendukung, pelatih dan juga konduktor yang memiliki pengetahuan musik, anggota berdisiplin yang akan dilatih, memiliki visi dan misi serta program yang jelas, memiliki sistem kepengurusan yang baik beserta organisasi dan strukturnya, memiliki sistem latihan yang baik, dan memiliki sistem pengajaran sikap yang baik. Selain itu, kesadaran dalam melayani sangat dibutuhkan sehingga kerjasama dengan rasa kekeluargaan dapat terjalin erat dan terbangun.53 Tanpa hal tersebut di atas, umumnya organisasi paduan suara tidak dapat bertahan secara konsisten. Hal lain yang mendukung adalah sikap yang baik, ramah, jujur, komunikatif, tidak dominan, peduli dengan kemajuan tim, sabar, memiliki sikap bergaul. Maksud tidak dominan dalam tulisan ini adalah sifat pribadi baik pengurus maupun anggotanya tidak terlalu menonjolkan sifat ego dalam organisasi.

Pemimpin yang paling tinggi di organisasi MCC adalah Pembina yang berfungsi juga sebagai pelatih dan konduktor. Pemimpin di level berikutnya (menengah) adalah pengurus sebagai pelaksana program, dan pemimpin di level bawah adalah anggota. Posisi tersebut dapat digambarkan seperti bagan berikut.

(49)

Bagan 3.3 Kepemimpinan di Methodist-2 Chamber Choir

3.3.1 Latar belakang berdirinya organisasi

Methodist-2 Chamber Choir dibentuk oleh Daud Kosasih pada awal tahun 1996 dengan nama Methodist Vocal Ensambel yang berada di bawah naungan SMA Methodist-2 dan melayani di Gereja Methodist Indonesia (GMI) yang beralamat di Jl. P. Merak Jingga. Saat itu beliau telah menyelesaikan studi S-1 jurusan komposisi dan dirigen di AILM, Philippine. Sebagian besar anggota direkrut dari siswa-siswi Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI-2) yang menunjukkan bakat bernyani dalam lomba vocal solo lagu perjuangan yang diselenggarakan di sekolah dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia pada tahun 1995. Daud Kosasih mengumpulkan para peserta yang memiliki talenta bagus dan merekrutnya untuk dilatih dan dibina vokalnya.

Konser perdana diadakan pada tanggal 8 juni 1996 dan dilanjutkan dengan konser wisata ke Singapore dan Malaysia pada akhir tahun 1996. Pada tahun kedua beberapa alumni sekolah yang juga merupakan pemusik gereja ikut bergabung

Pembina

Pengurus

(50)

menggantikan anggota yang melanjutkan studi ke luar kota. Awal Maret 1997, Gereja Methodist Gloria Medan mengundang seorang composer dan maestro di bidang music, alm. Prof. Dr. Lin Fu Yu asal Taiwan yang berdomisili di Amerika untuk memberikan pelatihan paduan suara. Atas usul beliau, Methodist Vocal Ensambel berganti nama menjadi Methodist-2 Chamber Choir (MCC). Atas usaha dan dukungan beliau, MCC mengadakan konser wisata ke Taiwan, bernyanyi di gereja, sekolah, penjara, perkumpulan Indonesia Tionghoa di Taiwan, dan berbagai organisasi lainnya seperti Rotary Club.

Dalam perjalaannya, MCC tidak memiliki akar sebanyak akar yang dimiliki oleh Consolatio Choir. Akar yang dimiliki oleh MCC hanya ada satu yakni Medan Male Community Choir yang didirikan Ken Steven, anggota MCC yang mendirikannya setelah selesai menyelesaikan studinya dari Asian Institute of Liturgy and Music - Philippine. Hal tersebut disebabkan kesibukan yang dimiliki anggota MCC juga loyalitas terhadap MCC, yang selagi masih memiliki waktu untuk berlatih tetap berlatih di MCC. Di samping itu, kenyamanan yang dibangun secara kekeluargaan membuat para anggotanya untuk tidak beranjak dari MCC apalagi mendirikan paduan suara kembali.

3.3.2 Pemilihan nama menjadi sebuah harapan

(51)

suara kamar atau chamber choir memiliki anggota penyanyi dengan jumlah 12-28 penyanyi, paduan suara besar memiliki jumlah anggota penyanyi lebih dari 28 penyanyi.

Jumlah anggota Methodist Vocal Ensambel pada saat baru di bentuk masih berjumlah di bawah 12 orang. Namun seiring perjalanan waktu, jumlah tersebut bertambah. Prof. Dr. Lin Fu Yu asal Taiwan yang berdomisili di Amerika saat diundang ke Medan untuk memberikan pelatihan paduan suara kepada Methodist Vocal Ensambel, beliau melihat tingginya minat dan kemampuan bernyanyi yang dimiliki oleh Methodist-2. Atas keyakinan dan harapan yang dimiliki Prof. Dr. Lin bahwa keanggotaan ensambel tersebut pasti akan bertambah banyak dan tidak lagi cocok disebutkan sebagai ensambel, maka nama Methodist Vocal Ensambel menjadi Methodist-2 Chamber Choir dengan harapan paduan suara tersebut menjadi paduan suara dengan keanggotaan yang lebih banyak dari sebelumnya.

3.3.3 Visi dan misi

(52)

Di sekolah sering diadakan pameran pendidikan, sering kedatangan tamu, atau kegiatan sekolah hal tersebut banyak melibatkan MCC. Visi dan Misi dijadikan sebagai patron, rambu di dalam menjalankan roda pelayanan, bahan untuk melakukan introspeksi diri dan evaluasi.

3.3.4 Perencanaan program kegiatan

Pada bagian perencanaan program kegiatan ini, program kegiatan yang dimaksud hanyalah berupa program kegiatan secara garis besar. Program kegiatan yang telah diimplementasikan/ direalisasikan dapat dilihat pada Bab IV Manajemen Produksi, sebagai bagian dari produksi paduan suara Methodist-2 Chamber Choir. MCC merencanakan beberapa kegiatan setiap tahunnya. Kegiatan berikut ini adalah kegiatan yang pernah dilaksanakan sejak MCC berdiri, antara lain: (1) Pelayanan Mingguan di Gereja, (2) Memenuhi Undangan, (3) Konser Tahunan.

3.3.5 Kesekretariatan

(53)

3.3.6 Penentuan tempat latihan

Akustik ruangan salah satu petimbangan MCC didalam menentukan tempat latihan. Concert Hall Grha Methodist merupakan akustik yang lebih representative untuk latihan yang dipilih MCC menjadi tempat latihan. Di samping akustik, posisi duduk dalam latihan juga merupakan hal yang paling penting untuk mencapai hasil latihan yang baik. Berdasarkan pengalaman MCC, salah satu posisi yang terbaik dalam berlatih adalah dengan membentuk formasi setengah lingkaran, dan posisi pelatih/ dirigen berada di tengah. Posisi setengah lingkaran membuat seluruh anggota paduan suara dapat mendengar dengan jelas anggota kelompok jenis suara yang lain. Hal tersebut akan berdampak pada harmoni yang lebih mudah digapai saat latihan.

Posisi setengah lingkaran dibuat dalam satu baris, namun jika ruangan tidak cukup posisinya menjadi 2 (dua) baris. Umumnya di baris pertama di isi dengan anggota baru dan anggota lama di belakang. Hal ini bertujuan agar proyeksi suara yang di belakang dapat mempengaruhi suara yang di depannya sehingga anggota baru lebih percara diri dalam berlatih. Selain posisi tersebut, posisi selang-seling antara yang baru dengan anggota lama dalam satu baris yang sama juga dilakukan. Selain tujuan dalam percepatan dalam mendapatkan lagu juga bertujuan dalam mempererat hubungan antara yang baru dengan anggota yang lama.

(54)

senior-senior dengan masing-masing karakter suara. Berbeda dengan masa anggota yang lahir di masa sebelumnya yang minim akan informasi dan masih bergumul untuk membentuk karakter pada awal berdirinya MCC.

3.3.7 Iuran keanggotaan

Dalam rangka menumbuhkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki di paduan suara MCC, iuran keanggotaan diwajibkan kepada seluruh anggota dengan jumlah Rp 10.000,-/ bulan untuk pelajar/ mahasiswa, dan Rp 20.000,-/ bulan untuk anggota yang sudah bekerja. Kegunaan dana tersebut adalah saat merayakan acara syukuran seperti ulang tahun, pernikahan, dan sebagainya. Ketentuan dalam perayaan sudah ada, untuk yang berlulang misalnya akan dirayakan jika yang bersangkutan hadir pada waktu ulangtahunnya berketepatan dengan waktu harus latihan. Jika ada anggota yang ulangtahun tidak pada saat jam latihan, maka ulang tahun tersebut tidak akan dirayakan, kecuali Pembina, Wakil Pembina dan Penasehat.

3.3.8 Struktur organisasi

(55)

disebut Pengurus MCC sebagai pelaksana program. Pembina yang berfungsi sekaligus sebagai pelatih dan konduktor yang dibantu oleh wakil pembina, berada di atas pengurus. Pengurus menjalankan pelaksaan tugas kepengurusan yang disampaikan oleh pembina. Walaupun posisi pelatih dan konduktor berada di atas pengurus, bukan berarti menjadi alasan untuk otoriter/ diktator di dalam organisasi.54 Dalam pengambilan sebuah keputusan, unsur organisasi Pembina dan Penguruslah yang berperan. Sejak MCC berdiri, kepengurusan tidak pernah lebih dari 8 (delapan) orang, hal ini dikarenakan jumah anggota yang diurus paling banyak hanya 35 (tiga puluh lima) orang saja.55

Pergantian pengurus secara periodisasi di MCC tidak ada. MCC memandang hal tersebut belum merupakan sebuah kebutuhan. Selama pengurus masih dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, maka mereka masih akan dipercayakan dalam menjalankan fungsinya. Jika ada di antara pengurus yang tidak dapat lagi melanjutkan tugas dan tanggung jawabnya, maka pengurus MCC akan mengadakan rapat untuk memilih dan mengangkat pengurus terpilih dalam mengisi kekosongan posisi tersebut.

Kelebihan dari sistem ini adalah masing-masing pengurus sudah saling kenal lebih dekat dan sudah saling memahami dengan tugas masing-masing dan bagaimana bekerjasama antar sesama pengurus, jadi kepengurusannya lebih solid. Namun system ini juga memiiki kekurangan, yakni adanya titik kejenuhan

(56)

dikepengurusan dan sedikitinya kesempatan yang ada untuk anggota yang ingin menjadi pengurus. Namun dikarenakan jumlah anggota yang tidak begitu banyak, sangat tidak efektif juga jika harus dilakukan periodisasi.56

Pengurus sebagai pelayanan haruslah memiliki sikap yang santun, ramah, hormat kepada yang lebih tua dan kepada yang lebih muda, komunikatif, dan berupaya mempersatukan, selalu memikirkan bagaimana langkah dalam memajukan organisasi dengan tidak dominan dan tidak egois. Jika pengurus mampu melaksanakan hal-hal tersebut umumnya program dapat berjalan sesuai yang direncanakan.

Struktur organisasi paduan suara Methodist-2 Chamber Choir dapat dilihat pada bagan berikut ini;

Bagan 3.4 Struktur Organisasi Methodist-2 Chamber Choir

56Wawancara dengan Johnny Halim tanggal 7 Februari 2017 di Medan. Wakil

Pembina

Seksi Kerohanian

Seksi Pelaksana

Seksi Inventarisasi

(57)

3.3.8.1 Penasehat

Penasehat merupakan bagian penting dalam organisasi dalam urutan paling tinggi. Penasehat di MCC adalah seorang pendeta, Pdt. Paulus. Dalam hal teknis latihan dan penampilan, penasehat umunya tidak banyak terlibat. Namun pada hari kegiatan dilaksanakan, Pdt. Paulus akan hadir. Penasehat juga biasanya dilibatkan dalam rapat membicarakan hal-hal yang dianggap sangat penting yang harus menghadirkan Penasehat. Di samping menjalankan fungsi sebagai penasehat, Pdt. Paulus juga turut mengawasi arah perjalanan organisasi paduan suara MCC.

3.3.8.2 Pembina

Pembina merupakan pendiri MCC yang sekaligus menjadi pelatih dan dirigen. Dalam waktu yang bersamaan Daud Kosasih memegang peranan rangkap. Ada kalanya berdiri sebagai seorang Pembina dan adakalanya berfungsi sebagai seorang pelatih dan dirigen. Sebagai seorang Pembina, membina mental dan sekaligus vocal paduan suara MCC dan sebagai dirigen pada setiap kegiatan.

(58)

sering disebut abad kontemporer. Karya John Rutter misalnya, tidak pernah luput dari setiap konser yang diselenggarakan MCC. Pada konser XX tanggal 12 November 2016 misalanya, MCC membawakan 2 (dua) karya John Rutter jang berjudul “O Clap Your Hands”, dan “ The Prayer of Saint Patrick”.

MCC memiliki 1 (satu) orang pelatih. Dalam membantu percepatan penguasaan lagu, pelatih dibantu asisten pelatih dan coordinator masing-masing kelompok suara. Dalam memimpin penampilan, MCC dipimpin oleh satu orang dirigen yang sekaligus pelatih paduan suara tersebut. Sejak MCC berdiri, pelatih dan dirigen belum pernah melakukan pergantian.

Berikut ini merupakan tugas-tugas yang dilakukan pelatih yang sekaligus menjadi dirigen di MCC:

• Memimpin MCC di dalam setiap latihan dan penampilan (dirigen).

• Menentukan lagu yang akan dilatih sesuai dengan program kegiatan yang ditetapkan lewat rapat program.

• Menyusun jadwal dan sasaran yang akan dicapai perpertemuan/ perlatihan, termasuk latihan khusus dan latihan tambahan jika diperlukan.

(59)

masing-masing. Hal tersebut akan membuat anggota bingung di dalam memilih interpretasi dari pelatih maunpun konduktor yang mana.57 Hal senada pernah disampaikan Pelatih Paduan Suara Consolatio, Immanuel Sirait.58

Keinginan untuk menjadi pelatih di antara anggota MCC tidak terlalu kelihatan, berbeda dengan beberapa paduan suara lain yang anggotanya berlomba-lomba menjadi pelatih. Hal keinginan berberlomba-lomba menjadi pelatih menurut Johnny Halim adalah salah satu faktor yang menimbulkan pergesekan di tengah sebuah paduan suara.

Dalam perjalanan sebuah organisasi paduan suara, perbedaan pendapat antara pelatih dengan pengurus dalam memandang suatu hal merupakan hal yang lumrah. Perbedaan yang meruncing terkadang tidak dapat dihindari. Jika pelatih dapat segera menyejukkan suasana dengan tetap berkomunikasi baik dengan pengurus, hal tersebut merupakan salah satu hal yang baik yang mempengaruhi eksistensi sebuah paduan suara.59

3.3.8.3 Wakil pembina

Pembina di dalam melaksanakan tugas-tugasnya dibantu oleh satu orang wakil. Di samping bertugas sebagai asisten pelatih, wakil Pembina lebih banyak membina sikap dan mental anggota paduan suara. Pengarahan setiap selesai selalu diberikan kepada seluruh anggota dalam memotivasi. Topik-topik dalam

Gambar

Tabel 3.  Manajemen Organisasi
Tabel 4.  Manajemen Produksi
Tabel 5.  Manajemen Pemasaran

Referensi

Dokumen terkait

Setelah didapatkan hasil koefisien tenaga kerja untuk masing-masing pekerja mandor, tukang dan pembantu tukang pada pekerjaan pembetonan, pembesian, dan