No. 70/11/76 Th.IX, 5 November 2015
INDEKS
TENDENSI
KONSUMEN
SULAWESI
BARAT
TRIWULANIIITAHUN2015 A. Penjelasan Umum
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. ITK <100 menunjukkan kondisi ekonomi konsumen mengalami penurunan dari triwulan sebelumnya; =100 menunjukkan kondisi ekonomi konsumen sama dengan triwulan sebelumnya sedangkan >100 kondisi ekonomi konsumen lebih baik dari triwulan sebelumnya.
Jumlah sampel STK di Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 120 rumah tangga sebagai responden yang tersebar di semua kabupaten di Sulawesi Barat. Responden STK mulai triwulan I tahun 2015 dipilih pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan “wealth index“ dan merupakan subsampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel secara panel antar triwulan dimaksudkan agar diperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen dari waktu ke waktu. Pada triwulan I tahun 2015 juga telah dilakukan penyempurnaan baik kuesioner maupun metode penghitungan indeksnya.
B. Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan III Tahun 2015
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulawesi Barat pada triwulan III tahun 2015 sebesar 107,24, artinya
kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen terutama karena adanya peningkatan konsumsi rumah tangga (nilai indeks 110,69).
Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sulampua, perolehan ITK Sulawesi Barat berada pada
urutan kedelapan. ITK tertinggi sebesar 111,42 di Provinsi Sulawesi Tengah dan terendah terjadi Provinsi Sulawesi Utara 100,28.
Posisi ITK Sulawesi Barat berada di atas capaian nasional yang sebesar 105,22. C. Perkiraan Ekonomi Konsumen Triwulan IV Tahun 2015
Optimisme konsumen di Sulawesi Barat pada triwulan IV tahun 2015 dalam menyongsong
perekonomian diperkirakan menurun sebesar 5,15 poin menjadi 102,09.
Optimisme konsumen Sulawesi Barat dalam menyambut kondisi perekonomian triwulan IV tahun 2015
merupakan urutan ke-9 se Sulampua. Perkiraan tendensi konsumen terendah di Provinsi Maluku Utara dengan nilai indeks 101,82.
1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III Tahun 2015
Indeks tendensi konsumen (ITK) merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsen terhadap situasi perekonomian pada trwulan berjalan. ITK dibentuk dari beberapa variabel diantaranya adalah pendapatan rumah tangga, pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan dan tingkat konsumsi makanan dan non makanan.
Memasuki triwulan III tahun 2015 terlihat bahwa konsumen Sulawesi Barat tetap optimis menghadapi perekonomian Sulawesi Barat. Hal ini tercermin dari realisasi ITK sebesar 107,24. Namun, optimisme konsumen pada triwulan ini menurun jika dibandingkan dengan triwulan II tahun 2015 (nilai indeks 111,64). Optimisme perekonomian dari sudut pandang konsumen pada triwulan ini digambarkan oleh optimisme setiap variabel pembentuknya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.
Dalam periode yang sama bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (triwulan III tahun 2014), optimisme konsumen juga menurun cukup signifikan yakni 4,06 point atau dari 100,84 menjadi 111,64. Menurunnya optimisme ini akibat penurunan semua komponen pembentuknya, terutama menurunnya optimisme rumah tangga terhadap pendapatannya yaitu dari 110,52 menjadi 104,73.
Tabel 1
Indeks Tendensi Konsumen Triwulan III Tahun 2014 dan Triwulan II-III Tahun 2015 Menurut Variabel Pembentuknya
Variabel Pembentuk Trw III Tahun 2014 Trw II Tahun 2015 Trw III Tahun 2015 (1) (2) (3) (4)
Pendapatan rumah tangga 110,52 114,73 104,73 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 111,35 106,69 109,22 Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan dan non makanan 113,10 110,55 110,69
Indeks Tendensi Konsumen 111,30 111,64 107,24
Menurunnya optimisme konsumen Sulawesi Barat terhadap perekonomian triwulan III tahun 2015 terutama karena menurunnya optimisme rumah tangga terhadap pendapatannya dari 114,73 menjadi 104,73. Pertumbuhan sektor pertanian di Sulawesi Barat mengalami penurunan sebesar 4,64 persen. Pendapatan pada triwulan ini jelas mengalami penurunan karena panen raya pertanian padi sawah di Sulawesi Barat terjadi di triwulan II sehingga pendapatan penduduk pada triwulan ini menurun. Namun, penurunan pendapatan konsumen tidak berdampak terhadap indeks konsumsi baik makanan maupun non
makanan. Tingkat konsumsi masyarakat tetap meningkat pada triwulan ini dari 110,55 menjadi 110,69. Masyarakat pada triwulan ini meningkatkan konsumsi karena tuntutan siklus pengeluaran dimana terdapat beberapa momen yang membutuhkan pengeluaran lebih seperti bulan ramadhan, perayaan idul fitri dan idul adha. Disisi lain, tekanan harga konsumen yang terjadi selama triwulan III tahun 2015 tidak begitu memberikan pengaruh yang berarti bagi konsumen (nilai indeks 109,22). Inflasi yang terjadi di Sulawesi Barat pada triwulan ini cukup rendah bahkan terjadi deflasi pada Bulan Agustus.
Optimisme konsumen terhadap kinerja perekonomian triwulan III tahun 2015 tidak hanya tergambar di Sulawesi Barat. Sembilan provinsi lainnya yang ada di Kawasan Sulampua juga memiliki optimisme terhadap kinerja perekonomian daerah. Provinsi dengan tingkat optimisme yang paling tinggi adalah Sulawesi Tengah dengan indeks sebesar 111,42. Sedangkan konsumen Sulawesi Utara memiliki tingkat optimisme yang paling rendah sebesar 100,28. Jika dibandingkan dengan ITK nasional, terdapat empat provinsi yang berada di atas nasional (nilai indeks 109,00), sedangkan enam daerah lainnya berada di bawah rata-rata nasional. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III Tahun 2015 di Kawasan Sulampua dan Nasional
2. Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV Tahun 2015
Nilai ITK Sulawesi Barat pada triwulan IV tahun 2015 diperkirakan sebesar 102,09, kondisi ini menunjukkan jika konsumen Sulawesi Barat memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi perekonomian pada triwulan IV tahun 2015. Tingkat optimisme konsumen ini lebih rendah dari optimisme konsumen pada triwulan II tahun 2015 yang memprediksi perbaikan konsumen pada triwulan III tahun 2015 yang sebesar 115,96. Konsumen Sulawesi Barat tetap optimis bahwa pada triwulan IV tahun 2015 terjadi peningkatan pendapatan rumah tangga (nilai indeks 101,96), meski tidak setinggi triwulan III bertepatan dengan pembayaran gaji ke-13 yang dibayarkan pada Bulan Juli, pembayaran kekurangan gaji pegawai dan tambahan pendapatan tunjangan hari raya. Meningkatnya pendapatan ini memicu konsumen
100, 28 111, 42 10 3, 38 110, 64 108, 02 107, 24 108, 48 108, 94 109, 31 109, 13 94 96 98 100 102 104 106 108 110 112 114
Sulut Sulteng Sulsel Sultra Gorontalo Sulbar Maluku Malut Papua Barat Papua
Sulampua 107,68 Indonesia 109,00
di Sulawesi Barat untuk berencana melakukan pembelian barang tahan lama (TV, VCD/DVD player, Radio, Tape/Compo, Komputer, Hp, mebelair, kompor/tabung gas, kulkas, mesin cuci, oven/microwave, AC, perhiasan berharga, kendaraan bermotor, mengadakan pesta/hajatan maupun rekreasi). Hal tersebut ditunjukan dengan nilai indeks 102,28. Pada triwulan IV tahun 2015, ada momen perayaan Hari Raya Natal yang bersamaan dengan akhir tahun. Momen seperti itu biasanya digunakan konsumen untuk melakukan rekreasi. Perkiraan ekonomi konsumen Sulawesi Barat triwulan IV tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2
Perkiraan dan Realisasi Indeks Tendensi Konsumen Triwulan III Tahun 2015, dan Perkiraan ITK Triwulan IV Tahun 2015 menurut Variabel Pembentuknya
Variabel Pembentuk Trw III Tahun 2015 Trw IV Tahun 2015
(1) (2) (3)
Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 117,56 101,96 Rencana Pembelian Barang Tahan Lama, Kegiatan Pesta/Hajatan,
dan Rekreasi 113,12 102,28
Perkiraan*) Indeks Tendensi Konsumen 115,96 102,09
Realisasi Indeks Tendensi Konsumen 107,24 XX
Membaiknya kondisi perekonomian pada triwulan IV tahun 2015 tidak hanya diyakini oleh konsumen Sulawesi Barat. Konsumen di Kawasan Sulampua terlihat sangat optimis dalam perekonomian di triwulan IV tahun 2015 ini. Diperkirakan bahwa konsumen Papua memiliki tingkat optimisme yang paling tinggi pada triwulan IV yaitu sebesar 112,65. Kondisi ini diatas perkiraan rata-rata nasional yang sebesar 102,57 dan rata-rata sulampua sebesar 111,31.
Menyambut perekonomian triwulan IV tahun 2015, mayoritas provinsi di Sulampua merasa lebih optimis dibanding rata-rata nasional yaitu sebanyak delapan provinsi. Perkiraan ITK terendah di Provinsi Maluku Utara. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3
Perkiraan Capaian ITK Provinsi se Sulawesi Triwulan IV Tahun 2015 mendatang menurut Variabel Pembentuknya
Provinsi Perkiraan Pendapatan Rumah Tangga Mendatang Rencana Pembelian Barang-Barang Tahan Lama Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (1) (2) (3) (4) Papua 113,05 111,91 112,65 Sulawesi Selatan 106,34 122,13 112,09 Gorontalo 104,42 123,05 111,20 Sulawesi Utara 104,69 120,50 110,45 Papua Barat 110,03 110,34 110,15 Maluku 108,60 110,97 109,47 Sulawesi Tenggara 99,46 113,69 104,64 Sulawesi Tengah 96,82 114,61 103,29 Sulawesi Barat 101,96 102,28 102,09 Maluku Utara 97,07 110,11 101,82 Sulampua 107,71 117,59 111,31 Nasional 100,91 105,44 102,57
Informasi lebih lanjut hubungi:
Setianto, SE., M.Si. Kepala Badan Pusat Statistik
Provinsi Sulawesi Barat
e-mail : [email protected]
M. La‘bi, S.Si.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
e-mail: [email protected]