Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE
BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Nomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN
Nomor: 503/PERPUS/UG/2021
Surat ini menerangkan bahwa:
Nama Penulis : DAMAR AMANDA RIZKY
Nomor Penulis : 11216670
Email Penulis : [email protected] Alamat Penulis : Gg dewa , jln haji Radih
dengan penulis lainnya sebagai berikut:
Penulis ke-2/Nomor/Email : Titi Ayem Lestari / 929376 / [email protected]
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :
Nomor Induk : FEUG/EA/PENELITIAN/503/2021
Judul Penelitian : PENGARUH KEPERCAYAAN, KEPUASAN, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BARANG DI APLIKASI E-COMMERCE SHOPEE
Tanggal Penyerahan : 16 / 02 / 2021
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
PENGARUH KEPERCAYAAN, KEPUASAN, DAN PROMOSI TERHADAP
KEPUTUSAN PEMBELIAN BARANG
DI APLIKASI E-COMMERCE SHOPEE
Damar Amanda Rizky, 11216670(1) dan
Titi Ayem Lestari, SE, MM
(2) Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas GunadarmaJl. Margonda Raya, Pondok Cina, Depok 16424
Email : [email protected](1), [email protected](2)
ABSTRAK
Seiring berkembangnya zaman tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat berkembang di dunia. dan sekarang segala kebutuhan perlahan berubah menjadi serba digital. Semua orang lebih memilih untuk melakukan aktivitasnya secara online . Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kepercayaan, kepuasan, dan promosi terhadap keputusan pembelian barang di aplikasi e-commerce serta untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan terhadap keputusan pembelian barang di aplikasi e-commerce Shopee. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis, uji koefisien determinasi. Dalam melakukan analisis ini, peneliti menggunakan aplikasi SPSS 22. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada konsumen yang pernah berbelanja di aplikasi e-commerce Shopee, menyatakan bahwa kepercayaan, kepuasan dan promosi memiliki pengaruh pada keputusan pembelian barang di aplikasi e-commerce Shopee.
Kata Kunci : kepercayaan, kepuasan, promosi, dan keputusan pembelian PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Perkembangan teknologi modern memberikan dampak kehidupan yang menjadi semakin lebih praktis, cepat, dan ekonomis. Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut, keberadaan bisnis ritel modern menjadi semakin penting karena adanya pergeseran pola belanja masyarakat yang lebih suka berbelanja di pasar ritel modern seperti minimarket, supermarket atau hipermarket. Perkembangan ritel atau pasar eceran yang begitu pesat, berdampak semakin tingginya persaingan memperebutkan pangsa pasar pada dunia usaha saat ini. Perusahaan yang ingin berhasil dalam persaingan pada era milenium harus memiliki strategi perusahaan yang dapat memahami perilaku konsumen. Seiring berkembangnya zaman tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat berkembang di dunia. Teknologi telah berkembang sejak beberapa tahun yang lalu dan sekarang segala kebutuhan perlahan berubah menjadi serba digital. Semua orang lebih memilih untuk melakukan aktivitasnya secara online sehingga jaringan internet menjadi sesuatu
yang sangat penting bagi mereka khususnya untuk pengguna internet di Indonesia. Melalui survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) dan Lembaga Polling Indonesia bahwa hasilnya, pengguna internet Indonesia bertambah 10,12 persen pada 2018 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sehingga penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui hal hal berikut yaitu
1. Untuk mengetahui apakah kepercayaan konsumen berpengaruh pada keputusan pembelian di Shopee
2. Untuk mengetahui apakah kepuasan konsumen berpengaruh pada keputusan pembelian di Shopee
3. Untuk mengetahui apakah promosi berpengaruh pada keputusan pembelian di Shopee
4. Untuk mengetahui apakah kepercayaan, kepuasan dan promosi berpengaruh terhadap pembelian barang di Shopee.
Internet sudah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari karena memiliki banyak manfaat seperti membantu komunikasi menjadi lebih
efektif dan efisien, membantu kegiatan sehari-hari seperti belajar dan bekerja tanpa batas waktu. Kemudahan yang dirasakan sehingga secara perlahan mengubah gaya hidup masyarakat khususnya dalam berbelanja. Terutama saat dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, himbauan masyarakat untuk stay at home membuat sebagian besar masyarakat terpaksa harus tidak keluar rumah untuk membantu mengurangi penyebaran virus Covid-19 yang mengakibatkan mencari alternatif lain untuk berbelanja yaitu secara online baik untuk memenuhi kebutuhan sehari atau yang lainnya. Dalam hal ini tren berbelanja online menjadi sangat diminati karena efisien dan efektif seperti halnya konsumen tidak perlu membuang waktu untuk datang ke toko langsung. Berbelanja online memang memberikan kemudahan dan keuntungan tersendiri, namun berbelanja online juga memiliki kelemahan seperti konsumen tidak dapat memilih dan mengecek kondisi fisik barang secara langsung. Selain itu, jual beli online tidak selalu aman. Tidak semua toko online benar-benar riil dan kredibel sehingga rawan dengan penipuan. Di Indonesia sendiri terdapat banyak situs e-commerce untuk melakukan pembelian online seperti Bukalapak, Lazada, Tokopedia, elevenia, Blibli.com, JD.ID, Fabelio, Zalora, Shopee, dll. Salah satu e-commerce yang berkembang pesat adalah Shopee, Shopee merupakan aplikasi belanja online nomor satu yang di unggah sebagian besar orang untuk berbelanja online karena cara penggunaanya yang mudah, sangat beragam dan banyak penawaran yang sangat menarik bagi konsumennya sehingga banyak diminati sebagian besar konsumennya. Banyaknya pengguna Shopee, hal ini tidak menutup kemungkinan ada beberapa konsumen yang merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh Shopee. Terdapat beberapa pengguna yang menerima barang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Seperti barang berbeda dengan yang di foto, barang tidak sampai ke tujuan, barang yang tidak layak dijual, dll. Namun tidak sedikit yang merasa senang dan puas berbelanja di Shopee karena terdapat banyak pilihan, banyak promosi, dan pilihan gratis ongkos kirim..
TELAAH PUSTAKA
Definisi E-commerce
Pengertian electornic commerce adalah pembelian penjualan dan pemasaran barang melalui system elektronik seperti radio, televisi dan jaringan computer atau internet. Sedangkan menurut Sherly Cashman (2007) E-commerce atau kependekan dari elektronik commerce (perdagangan secara electronic), merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik, seperti internet. Siapapun yang mengakses computer, memiliki sambungan internet, dan memiliki cara untuk membayar barang-barang atau jasa yang mereka beli, dapat berpartisipasi dalam e-commerce. Jadi menurut kutipan tersebut bisa disimpulkan bahwa pengertian e-commerce adalah proses pembelian, penjualan atau bertukar produk, jasa atau informasi melalui jaringan internet.
Jenis-jenis E-commerce
E-commerce dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan karakteristiknya yaitu:
a. Business to business (B2B) Jenis di mana
sebuah perusahaan menjual produk atau jasa kepada perusahaan lainnya. Dalam model e-commerce ini, biasanya pembeli memesan barang dalam jumlah besar.
b. Business to consumer (B2C) Dalam jenis
e-commerce ini, sebuah perusahaan menjual produk atau jasa kepada konsumen.
c. Consumer to consumer (C2C) Pernah
menjual barang bekas ke orang lain yang membutuhkannya melalui internet Aktivitas tersebut termasuk dalam ecommerce jenis ini.
d. Consumer to business (C2B) Berkebalikan
dengan B2C, e-commerce C2B adalah skenario di mana seseorang menjual produk atau layanan kepada sebuah perusahaan.
e. Business to public administration (B2A)
Model e-commerce ini mirip dengan B2B, tetapi pelakunya adalah bisnis dan lembaga pemerintah.
f. Consumer to public administration (C2A)
Jenis e-commerce ini berjalan seperti C2B. Namun, transaksi dilakukan oleh individu dan lembaga pemerintah. E-commerce dengan model C2A jarang ditemui di Indonesia. Jenis transaksi yang terjadi biasanya berbentuk jasa.
Dimensi dan Indikator E-Commerce
1. Processes dimana dalam terdapat beberapa indikator yang mencakup dari proses ini diantaranya marketing, sales, dan payment.. a. Marketing/ Pemasaran Adalah adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
b. Sales/ Penjualan Adalah pembelian sesuatu (barang atau jasa) dari suatu pihak kepada pihak lainnya dengan mendapatkan ganti uang dari pihak tersebut. Penjualan juga merupakan suatu sumber pendapatan perusahaan, semakin besar penjualan maka semakin besar pula pendapatan yang diperoleh perusahaan c. Payment/ Pembayaran Adalah pelunasan oleh debitur kepada kreditur atas transaksi penjualan dari kedua belah pihak.
2. Institution yang terdiri dari governments dan bank.
a. Governments/ Pemerintah Adalah Suatu bentuk organisasi yang bekerja dengan tugas menjalankan suatu sistem pemerintahan, sedangkan dalam arti sempit didefinisikan sebagai Suatu badan persekumpulan yang memiliki kebijakan tersendiri untuk mengelola,memanage,serta mengatur jalannya suatu sistem pemerintahan.
b. Bank Adalah suatu institusi atau lembaga yang menghimpun uang dari rakyat/ nasabah, dalam bentuk simpanan dan menyalurkan lagi kepada rakyat/ nasabah dalam bentuk kredit dan berbagai bentuk lainya dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi rakyat/ nasabah. 3. Ini merupakan bagian yang paling penting dari transaksi e-commerce yaitu internet ( hubungan antara produsen dan pelanggan) a. Internet Adalah (Interconnected Network) merupakan jaringan global yang menghubungkan komputer yang satu dengan lainnya diseluruh dunia. Dengan Internet, komputer dapat saling terhubung untuk berkomunikasi, berbagi dan memperoleh informasi. Dengan begitu maraknya informasi dan kegiatan di Internet, menjadikan Internet seakan-akan sebagai dunia tersendiri yang tanpa batas. Dunia didalam Internet disebut juga dengan dunia maya (cyberspace).
Kepercayaan
Menurut Gunawan (2013) kepercayaan didefinisikan sebagai bentuk sikap yang menunjukkan perasaan suka dan tetap bertahan untuk menggunakan suatu produk atau merek. Kepercayaan akan timbul dari benak konsumen apabila produk yang dibeli mampu memberikan manfaat atau nilai yang diinginkan konsumen pada suatu produk.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kepercayaan
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan seseorang. McKnight et al (2002) menyatakan bahwa ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen yaitu perceived web vendor reputation, dan perceived web site quality.
1. Perceived web vendor reputation Reputasi merupakan suatu atribut yang diberikan kepada penjual berdasarkan pada informasi dari orang atau sumber lain. Reputasi dapat menjadi penting untuk membangun kepercayaan seorang konsumen terhadap penjual karena konsumen tidak memiliki pengalaman pribadi dengan penjual. 2. Perceived web site quality
Perceived web site quality yaitu persepsi akan kualitas situs dari toko maya. Tampilan toko maya dapat mempengaruhi kesan pertama yang terbentuk. Menurut Wing Field (dalam Chen & Dhillon, 2003), menampilkan website secara professional mengindikasikan bahwa toko maya tersebut berkompeten dalam menjalankan operasionalnya. Tampilan website yang professional memberikan rasa nyaman kepada pelanggan, dengan begitu pelanggan dapat lebih percaya dan nyaman dalam melakukan pembelian.
Indikator Kepercayaan
Indikator kepercayaan yang telah dikembangkan dari Moorman, Deshpade dan Zaltman (1993) adalah:
1. Kinerja sesuai dengan harapan nasabah.
2. Kepercayaan telah mengerjakan sesuai dengan standar.
3. Kepercayaan bahwa pelayanannya konsisten.
4. Kepercayaan perusahaan bertahan lama. Kepercayaan dalam usaha jasa merupakan hal yang penting, terutama pada jasa yang memiliki interaksi yang tinggi dengan konsumen.
Tanpa rasa percaya konsumen akan kinerja jasa perusahaan maka sulit bagi perusahaan untuk memiliki konsumen yang memiliki komitmen mendalam dengan perusahaan.
Kepuasan
Kepuasan konsumen telah menjadi konsep sentral dalam teori dan praktik pemasaran, serta merupakan salah satu tujuan esensial bagi aktivitas bisnis. Kepuasan (Satisfaction) adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja (atau hasil) yang diharapkan. Menurut Nugroho (2015), kepuasan konsumen merupakan salah satu elemen penting dalam peningkatan kinerja pemasaran dalam suatu perusahaan.
Indikator Kepuasan
Beberapa indikator yang terkait dengan kepuasan konsumen menurut Komalig (2013), yaitu :
1) Terpenuhinya harapan konsumen, merupakan tingkat harapan antara kinerja jasa yang diinginkan oleh konsumen dengan yang dirasakan oleh konsumen.
2) Sikap atau keinginan untuk menggunakan produk, merupakan bentuk keinginan pengguna untuk menggunakan atau menggunakan kembali suatu objek tertentu. 3) Kualitas layanan, adalah upaya pemenuhan kebutuhan yang dibarengi dengan keinginan konsumen serta ketepatan cara penyampaiaanya agar dapat memenuhi harapan dan kepuasan konsumen tersebut. 4) Reputasi yang baik,merupakan sebuah intangible asset yang dimiliki oleh
perusahaan. Reputasi yang baik memengaruhi kepuasan konsumen dan karyawan perusahaan itu sendiri, meningkatkan loyalitas pelanggan
dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan kelangsungan hidup perusahaan jangka panjang.
5) Lokasi, merupakan segala sesuatu yang menunjukkan berbagai kegiatan bisnis untuk membuat produk agar mudah diperoleh oleh pelanggan dan selalu tersedia bagi pelanggan.
Promosi Penjualan
Promosi Penjualan (Sales Promotion) Menurut Lupiyoadi (2013:180) “Promosi Penjualan adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen sampai pada penjualan akhirnya. Titik promosi pernjualan terdiri atas brosur, lembar informasi dan lain-lain”. Untuk melakukan promosi penjualan pasti memerlukan sebuah alat, antara lain: Pemberian hadiah, undian berhadiah, pembeian potongan harga atau diskon terhadap pembelian barang atau jasa, khususnya pembelian dalam jumlah yang banyak.
Indikator Promosi Penjualan
Menurut Kotler dan Keller (2009) promosi penjualan memiliki indikator - indikator sebagai berikut:
1. Frekuensi penjualan adalah jumlah promosi yang dilakukan dalam suatu waktu melalui media promosi
penjualan.
2. Kualitas promosi adalah tolak ukur seberapa baik promosi yang dilakukan.
3. Ketepatan waktu atau kesesuaian sasaran merupakan faktor yang diperlukan untuk mencapai target yang diinginkan perusahaan.
Keputusan pembelian merupakan salah satu tahapan dalam proses pembelian barang ataupun jasa. Dalam memasuki tahap keputusan pembelian sebelumnya konsumen sudah dihadapkan pada beberapa pilihan alternatif sehingga pada tahap keputusan pembelian konsumen akan memutuskan untuk membeli produk berdasarkan pilihan yang ditentukan.
Selain itu Machfoedz (2013), mengemukakan bahwa keputusan pembelian adalah suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingan-kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan. Dari beberapa definisi di atas penulis menyimpulkan bahwa keputusan pembelian merupakan salah satu konsep dari perilaku konsumen baik individu, kelompok ataupun organisasi dalam melakukan penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif yang ada dan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan.
Proses Keputusan Pembelian
Keputusan untuk membeli suatu produk baik barang maupun jasa timbul karena adanya dorongan emosional dari dalam diri maupun pengaruh dari luar. Proses keputusan pembelian merupakan proses psikologis dasar yang memainkan peranan penting dalam memahami bagaimana konsumen benar-benar membuat keputusan pembelian mereka. Proses keputusan pembelian model lima tahap menurut Kotler dan Armstong (2016) adalah sebagai berikut:
1. Pengenalan masalah Proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal.
2. Pencarian informasi Sumber informasi utama di mana konsumen dibagi menjadi empat kelompok:
a. Pribadi. Keluarga, teman, tetangga, rekan. b. Komersial. Iklan, situs web, wiraniaga, penyalur, kemasan, tampilan. c. Publik. Media massa, organisasi pemeringkat konsumen.
d. Eksperimental. Penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk.
3. Evaluasi alternatif Beberapa konsep dasar yang akan membantu kita memahami proses evaluasi: pertama, konsumen berusaha memuaskan sebuah kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen melihat masing-masing produk sebagai sekelompok atribut dengan berbagai kemampuan untuk menghantarkan manfaat yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan ini.
4. Keputusan pembelian Dalam tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi antar merek dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk maksud untuk membeli merek yang paling disukai. Dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat membentuk lima sub keputusan: merek, penyalur, kuantitas, waktu, dan metode pembayaran.
5. Perilaku pasca pembelian Setelah melakukan pembelian konsumen mungkin mengalami konflik dikarenakan melihat fitur mengkhawatirkan tertentu atau mendengar hal-hal menyenangkan tentang merek lain dan waspada terhadap informasi yang mendukung keputusannya.
Indikator Keputusan Pembelian
Ada tiga indikator dalam proses keputusan pembelian menurut Hahn (2008), yaitu:
1. Rutinitas konsumen dalam melakukan pembelian, konsumen membutuhkan dan memakai produk secara rutin, sehingga akan terus memutuskan untuk melakukan pembelian produk tersebut.
2. Kualitas yang diperoleh dari suatu keputusan pembelian, konsumen dalam membeli produk akan merasakan manfaat dari produk yang dibelinya.
3. Komitmen atau loyalitas konsumen untuk tidak mengganti keputusan yang sudah biasa di beli dengan produk pesaing. hal ini terjadi apabila konsumen merasa tidak puas atas produk yang dibelinya.
Model Penelitian
Atas dasar telaah pustaka dan hipotesis yang telah dikembangkan diatas, maka dapat disajikan kerangka pemikiran untuk menggambarkan hubungan dari variabel independen, dalam hal ini adalah kepercayaan, kepuasaan dan promosi, terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian sebagai berikut
Hipotesis yang digunakan di penelitian ini adalah :
H1 : Kepercayaan berpengaruh pada keputusan pembelian.
H2 : Kepuasan berpengaruh pada keputusan pembelian
H3 : Promosi berpengaruh pada keputusan pembelian
H4 : Kepercayaan, kepuasan dan promosi berpengaruh pada keputusan pembelian
Metode Penelitian
Model adalah tiruan dari gejala yang akan diteliti; menggambarkan hubungan di antara variabel-variabel atau sifat-sifat atau komponen-komponen gejala tersebut. Tujuan utama model ialah mempermudah pemikiran yang sistematis dan logis
Objek Penelitian
Penelitian ini menggunakan responden yang menggunakan apalikasi E-commerce Shopee. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden yang representative, yaitu
responden yang menggunakan aplikasi Shopee.
Populasi dan Sampel
Menurut Sugiyono (2017) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu Populasi dalam peneltian ini adalah konsumen yang telah menggunakan aplikasi Shopee.
Menurut Sugiyono (2017) Sampel adalah suatu bagian dari jumlah dan karakterisitik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasaan dana, tenaga, dan waktu. Maka peneliti dapat menggunakan sampel yang di ambil dari populasi. Apa yang di pelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi yang ditarik dari populasi, salah satu syarat utama dari sampel yang baik adalah bahwa sampel harus mengandung atau memiliki ciri atau sifat yang terdapat dalam populasi. Sampel pada penelitian kali ini adalah konsumen yang telah menggunakan aplikasi Shopee.
Menurut Umar (2014) dalam penenetuan sampel jika populasinya sangat banyak dan jumlahnya tidak diketahui secara pasti maka digunakan rumus interval penafsiran sebagai berikut:
Z
2n =
4 (moe)
2 (moe)2 Keterangan : n = ukuran sampelZ = 1,96 score pada tingkat signifikansi tertentu (derajat keyakinan ditentukan 95%)
Moe = Margin of error, tingkat kesalahan maksimum adalah 10%
Dengan menggunakan rumus diatas, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut:
n = 1,962
4(0,10)2
n = 96,04
Data dan Variabel
Menurut Siyoto dan Sodik (2015) Data adalah sesuatu yang dikumpulkan oleh peneliti berupa fakta empiris yang digunakan untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer. Menurut Sugiyono (2015), data primer adalah data yang diambil dari pihak pertama, penulis mendapatkan hasil data dari kuesioner yang dibagikan kepada responden, data responden sangat diperlukan untuk mengetahui tanggapan mengenai keputusan pembelian pada konsumen yang menggunakan aplikasi Shopee yang dilihat dari kepercayaan, kepuasan dan promosi.
Menurut Sugiyono (2017) mendefinisikan pengertian variabel penelitian pada dasarnya segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian di tarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah merupakan variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen/terikat (Sugiyono, 2017). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Kepercayaan (X1), Kepuasan (X2), dan Promosi (X3) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas Variabel terikat dalam
penelitian ini adalah Keputusan pembelian (Y).
Metode Pengumpulan Data
Observasi
Observasi yaitu teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2015).
Kuesioner
Kuesioner adalah suatu alat pengumpulan data yang berupa serangkaian pertanyaan atau pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapatkan jawaban. Maka jumlah pertanyaan kuesioner dari keseluruhan variable yaitu 15 pertanyaan yang akan diberikan kepada konsumen yang menggunakan aplikasi Shopee.
Alat Analisis Yang Digunakan
Setelah data terkumpul akan dilakukan analisis data, agar suatu data yang dikumpulkan dapat bermanfaat, maka harus diolah dan dianalisis terlebih dahulu sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Item-item pertanyaan yang akan digunakan sebelumnya terlebih dahulu harus dilakukan uji validitas, tujuannya adalah agar data yang diambil benar-benar mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas dapat dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan skor total. Butir pertanyaan dianggap valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari corrected Item Total Correlation > dari r-tabel (Sunyoto, 2014).
Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari
variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2013). Adapun cara yang digunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach. Untuk mengetahui kuesioner tersebut sudah reliabel akan dilakukan pengujian reliabilitas kuesioner dengan bantuan komputer program SPSS. Kriteria penilaian uji reliabilitas adalah :
a. Apabila koefisien Alpha lebih besar dari taraf signifikan 60% atau 0.6, maka kuesioner tersebut reliabel.
b. Apabila koefisien Alpha lebih kecil dari taraf signifikan 60% atau 0.6, maka koesioner tersebut tidak reliabel.
Analisa Dengan Menggunakan Skala Likert Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert, variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan (Sugiyono, 2016). Jawaban dari setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata, yaitu :
SS = Sangat Setuju bobot nilai 5 S = Setuju bobot nilai 4 N = Netral bobot nilai 3 TS = Tidak Setuju bobot nilai 2
STS = Sangat Tidak Setuju bobot nilai 1
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi yang dibuat dapat digunakan sebagai alat prediksi yang baik. Uji
asumsi klasik yang akan dilakukan adalah uji normalitas, uji heterokedastisitas, dan uji multikolinearitas.
Uji Normalitas
Menurut Imam (Ghozali, 2018), uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variable kepercayaan, kepuasan, promosi dan keputusan pembelian mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau penyebaran data statistik pada sumbu diagonal dari grafik distribusi normal. Uji Heterokedastisitas
Menurut Imam (Ghozali, 2018), uji multikolinieritas adalah untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik harusnya seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (tidak terjadi Multikolinieritas).
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Apabila terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas. Menurut (Sugiyono, 2017), pengertian dari heteroskedastisitas adalah Keadaan dimana dalam model regresi tejadi ketidaksamaan varian dari residual pada suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Berbagai macam uji heteroskedastisitas yaitu dengan uji glejser, melihat pola titik-titik pada scatterplots regresi, atau uji koefisien korelasi spearman’s rho.
Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan seberapa jauh perubahan nilai variabel dependen jika nilai dua atau lebih variabel independen dinaik-turunkan. Model hubungan antara variabel-variabel tersebut dapat disusun dalam fungsi persamaan regresi linear berganda sebagai berikut (Sugiyono, 2017) :
Rumus Keterangan : Y= Variabel Dependen a = Konstata b = Koefisien Regresi e = eror X= Variabel Independen
Dalam Penelitian ini Y digunakan untuk Keputusan pembelian, sedangkan X digunakan untuk kepercayaan, kepuasan, dan promosi.
Uji Hipotesis
Uji Signifikasi Simultan (Uji f)
Uji simultan (Uji F) digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yaitu kepercayaan, kepuasan dan promosi yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat yaitu keputusan pembelian. Untuk menguji hipotesis ini dapat dilihat pada tabel uji ANOVA, nilai probabilitas pada kolom sig. Menunjukkan berpengaruh atau tidaknya variabel independen secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikan (a) = 0,05 (Ghozali, 2018).
Jika nilai sig. Pada tabel ANOVA sig < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti masing-masing variabel independen secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
Jika nilai sig. Pada tabel ANOVA sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti masing-masing variabel independen secara simultan atau bersama-sama tidak mempunya pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
Uji Signifikasi Parsial (Uji t)
Uji Parsial atau uji t digunakan untuk menunjukkan ada tidaknya pengaruh variabel independen secara parsial atau terpisah terhadap variabel dependen. Untuk menguji hipotesis ini dapat dilihat pada tabel coefficient, nilai sig. Pada tabel coefficient dapat menunjukkan berpengaruh atau tidaknya masing-masing variabel independen yaitu kepercayaan, kepuasan, dan promosi terhadap variabel dependen keputusan pembelian. Kriteria pengujian dengan tingkat signifikansi (α) = 0,05 (Ghozali, 2018). Jika nilai sig. Pada tabel coefficient sig < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti variabel independen secara parsial atau terpisah mempunya pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
Jika nilai sig. Pada tabel coefficient sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolah, berarti variabel independen secara parsial atau terpisah tidak mempunya pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan R square untuk mengukur besarnya konstribusi variabel X terhadap variasi (naik turunnya) variabel Y (Ghozali, 2011). Nilai R² menunjukkan seberapa besar model regresi mampu menjelaskan variabel terikat.
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Uji Validitas
hasil pengelolahan data pada table diketahui bahwa seluruh pernyataan telah valid, karena dengan menggunakan persyaratan minimal corrected item total correlation sebesar 0.306 untuk validitas dan Cronbach alpha sebesar > 0.60 untuk reliabilitas.
2. Uji Reliabilitas
Tabel 4.6 menujukan bahwa setiap variable atau keseluruhan di atas memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 Jadi, dapat disimpulkan bahwa alat ukur atau kuesioner dalam penelitian ini reliabel
Uji Asumsi Klasik
Model regresi linier berganda dapat disebut model regresi yang baik jika memenuhi asumsi yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas.
1. Uji Normalitas
Dari Gambar 4.1 menunjukan titik penyebaran mengikuti garis diagonal yang menunjukan
arah hubungan antara variable independen akan diikuti kenaikan variable dependen. Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal dan modal regresi layak dipergunakan. Untuk lebih mempertegas hasil pengujian normalitas dengan P-Plot maka peneliti melakukan dengan metode lain yaitu dengan menggunakan uji One sample Kolmogrov-Smirnov Test yang jika di dapatkan hasil signifikasi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut terdistribusi normal dan sebaliknya. Hasil uji normalitas yang diperoleh dari olahan SPSS 22 pada Output Test of Normality adalah sebagai berikut ini.
Dari table One-Sample Kolmogrov Smirnov Test di atas diperoleh nilai probabilitas dari masing-masing variable yang diuji. Nilai tersebut dibandingkan dengan Level of Significant yang digunakan dalah penelitian ini adalah 0,05. Dari tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdistribusi data secara normal.
Uji Multikolinearitas
Sumber : Hasil pengelolahan SPSS 22 digunakan adaah nilai Tolarence ≥ 0,1 atau VIF ≤ 10, hasil uji multikolinieritas yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Dari Tabel 4.8 di atas diketahui bahwa tolerance Kepercayaan (X1) 0.301, Kepuasan (X2) 0.288, Promosi (X3)
0.529, menukjukan nilai tolerance lebih besar dari 0,1. Begitu juga degan nilai VIF dari Kepercayaan (X1) 3.319, Kepuasan (X2) 3.477, Promosi (X3) 1.889, dimana niai tersebut lebih kecil dari 10. Maka dapat disimpulkan bahwa ketiga variable independen tersebut bebas dari masalah multikolineritas yang berarti tidak terjadi korelasi diantara variable tersebut.
3. Uji Heteroskedastisitas
Dari Gambar 4.2 menunjukan bahwa
dalam grafik tidak membentuk pola yang jelas dan titik-titiknya meyebar secara acak baik di atas maupun di bawah nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi gejala heteroskedastititas pada mode regresi, sehingga model regresi dalam penelitian ini layak untuk digunakan.Dalam penelitian ini kegunaan analisis regresi liner berganda adalah untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan variable dependen dengan variable independenY = 0.001+ 0,142X1 + 0,461X2 + 0,013X3 +
e
Nilai konstanta sebesar 0,001 bahwa jika variabel independen yaitu Kepercayaan (X1), Kepuasan (X2) dan Promosi (X3) , mempunyai nilai tetap (konstan)
maka tingkat keputusan pembelian adalah 0.001
a. Koefisien regresi variabel Kepercyaaan bertanda positive 0,142 Hal ini menunjukan jika terjadi kenaikan pada variabel kepercayaan akan menaikan variabel keputusan pembelian
b. Koefisien regresi variabel Kepuasan bertanda positif 0,461. Hal ini menunjukan jika terjadi kenaikan pada variabel kepuasan akan menaikan variable keputusan pembelian
c. Koefisien regresi variable Promosi bertanda positif 0,013. Hal ini menunjukan jika terjadi kenaikan pada variabel kepuasan akan menaikan variable keputusan pembelian
a. Uji Hipotesis
1 . Uji t
Penjelasan pada tabel 4.10 :
a. Variable kepercayaan mempunyaitingkat signifikansi (t) > 0,05 yaitu sebesar 0,135 (H0 diterima, Ha ditolak). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa variable kepercayaan tidak berpengaruh pada keputusan pembelian. Pengaruh yang terjadi antara variabel kepercayaan tidak berpengaruh pada keputusan pembelian dikarenakan Aplikasi e-commerce Shopee memiliki kepercayaan yang sesuai.
b.
Variabel kepuasan mempunyai tingkat signifikansi (t) < 0,05 yaitu sebesar 0,00 (H0 ditolak, Ha diterima). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa kepuasan berpengaruh pada pada keputusan pembelian. Dari hasil pengujian ini telah membuktikan variabel kepuasan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Pengaruh yang terjadi antara variabelkepuasan terhadap keputusan
pembelian dikarenakan produk
yang dijual di Aplikasi
e-commerce Shopee
c.
Variable kepercayaan mempunyai tingkat signifikansi (t) > 0,05 yaitu sebesar 0,899 (H0 diterima, Ha ditolak). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa variable promosi tidak berpengaruh pada keputusan pembelian. Dari hasil pengujian regresi linier berganda telah membuktikan variabel promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Pengaruh yang terjadi antara variabel promosi terhadap keputusan pembelian dikarenakan promosi yang ada di Aplikasi e-commerce Shopee mempunyai daya tarik tersendiri terhadap konsumennya.2 . Uji F
Dari Tabel 4.11 dapat dilihat
bahwa F sebesar 59,289 dengan tingkat signifikansi 0,000 dimana lebih kecil (<) dari 0,05 maka hipotesis diterima dapat disimpulkan bahwa variable kepercayaan, kepuasan dan promosi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian.Uji Koefisien Determinasi
(R-Square)
Dari Tabel 4.12 diketahui nilai koefisien determinasi atau R square sebesar 0,649.Nilai R square 0,649 ini berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau “R”, yaitu
0,806 x 0,806 = 0,649. Besarnya koefisien determinasi atau R square adalah 0,649 atau sama dengan 64,9% menunjukan kemampuan variable kepercayaan, kepuasan dan promosi dalam menjelaskan variable keputusan pembelian
Analisis Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian secara statistik dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dapat diketahui variabel Kepercayaan, kepuasan dan promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
1. Pengaruh Variabel Kepercayaan (X1) terhadap Keputusan pembelian (Y)
Dari hasil pengujian regresi linier berganda telah membuktikan variabel kepercayaan berpengaruh pada keputusan pembelian. Pengaruh yang terjadi antara variabel kepercayaan berpengaruh pada keputusan pembelian dikarenakan Aplikasi e-commerce Shopee memiliki kepercayaan yang sesuai.
2. Pengaruh Variabel Kepuasan (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y)
Dari hasil pengujian regresi linier berganda telah membuktikan variabel kepuasan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Pengaruh yang terjadi antara variabel kepuasan terhadap keputusan pembelian dikarenakan produk yang dijual di Aplikasi e-commerce Shopee mempunyai kualitas yang baik dan memiliki jenis produk yang beragam. 3. Pengaruh Variabel Promosi (X3)
terhadap Keputusan Pembelian (Y)
Dari hasil pengujian regresi linier berganda telah membuktikan variabel promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Pengaruh yang terjadi antara variabel promosi terhadap
keputusan pembelian dikarenakan promosi yang ada di Aplikasi e-commerce Shopee mempunyai daya tarik tersendiri terhadap konsumennya
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepercayaan, Kepuasan dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Barang di Aplikasi E-commerce Shopee. Dalam penelitian ini menggunakan responden sebanyak 100 responden dengan kesimpulan penelitian sebagai berikut:
1. Kepercayaan memiliki pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Barang di Aplikasi E-commerce Shopee.
2. Kepuasan memiliki pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Barang di Aplikasi E-commerce Shopee.
3. Promosi memiliki pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Barang di Aplikasi E-commerce Shopee.
4. Kepercayaan, Kepuasan dan Promosi berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Barang di Aplikasi E-commerce Shopee
5.2 Saran
Berdasarkan
hasil
analisis
pembahasan
serta
beberapa
kesimpulan pada penelitian ini, adapun
saran-saran yang dapat diberikan
melalui hasil penelitian ini, yaitu :
1. Bagi pihak perusahaan
Terhadap
hasil
yang
telah
diperoleh, ada beberapa saran yang
diharapkan mampu memberikan
masukan dalam bentuk ide atau
pemikiran sehingga nantinya dapat
meningkatkan instansi, antara lain:
Kepercayaan, kepuasan dan
promosi
yang
sudah
diterapkan
merupakan
faktor
peningkatan
keputusan pembelian, oleh
sebab itu diharapkan kepada
pihak
Shopee,
agar
kepercayaan, kepuasan dan
promosi, yang ada untuk
dipertahankan
dan
ditingkatkan agar apa yang
menjadi harapan perusahaan
bisa
terlaksana
dan
keputusan
pembelian
konsumen pun dapat terus
meningkat.
2. Bagi Penelitian Selanjutnya
Masih terdapat faktor lain
yang
berpengaruh
pada
keputusan pembelian, maka
diharapkan penelitian ini
dapat
dilanjutkan
oleh
peneliti
lain
dengan
melibatkan faktor- faktor
yang belum diteliti.
DAFTAR PUSTAKA
Andromeda, Kevin. 2015. “Analisis Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan, Dan Keragaman Produk Pakaian Via Online Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online (Studi kasus pada mahasiswa belanja online pada FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta)” [skripsi]. Surakarta (ID): Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM. SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariat Dengan Program SPSS. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketujuh. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gunawan, Imam. 2013. METODE PENELITIAN KUALITATIF. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Husein Umar. 2014. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Edisi-2. Cetakan ke-13. Jakarta : Rajawali Pers.
Komalig, A. L. 2013. “Manajemen Hubungan Pelanggan Dan Promosi Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Debitor Pada PT.Bank Sulut Cabang Calaca Mando”. Jurnal EMBA. Vol 1. No.4.
Kotler dan Gary Amstrong. 2016. Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1, Edisi Kesembilan. Jakarta: Erlangga.
Kotler Phillip, Kevin Lance Keller. 2012. Marketing Management 14 th edition. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Kotler, Philip, Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi 13 Jilid satu. Erlangga: Jakarta.
Kotler, Philip. 2006. Manajemen Pemasaran, Edisi Pertama. Indonesia: PT. Indeks Kelompok. Gramedia.
Lupiyoadi, Rambat. 2001. Manajemen pemasaran jasa: teori dan praktik. Jakarta: Salemba Empat.
Lupiyoadi, Rambat. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.
Machfoedz, M. 2013. Pengantar Pemasaran Modern. Akademi Manajemen. Yogyakarta: Pemasaran YPKPN.
McKnight, D. Harrison, Norman L. Chervany. 2002. “What T rust Means in E-Commerce Customer Relationships: An Interdisciplinary Conceptual Typology”. International Journal of Electronic Commerce. Vol.6, No.2.
Meidita, Yusrini, dkk. 2018. “Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan, Kepercayaan danLoyalitas Pelanggan pada E-Commerce (Studi Kasus : Shopee)”. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. Vol.2, No.11.
Nugroho, Sarwo. 2015. Manajemen Warna dan Desain. Yogyakarta: CV Andi.
Picaully, Maria Regina. 2018. “Pengaruh Kepercayaan Pelanggan Terhadap Niat Pembelian Gadget Di Shopee Indonesia”. Jurnal Manajemen Maranatha. Vol.18, No.1. Putri, Nur Afifah Rosnadia, Sri Setyo Iriani. 2019. “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian di Shopee”. Jurnal Komunika. Vol. 8, No.2.
Riduwan. 2015. Dasar-Dasar Statistika, Bandung: Alfabeta.
Siyoto, Sandu dan Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian Yogyakarta: Literasi Media Publishing.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.
Sunyoto, Danang. 2014. Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Cetakan ke-2. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing).
Varmaat, Shelly Cashman. 2007. Discovering Computers: Menjelajah Dunia Komputer Fundamental Edisi 3. Jakarta: Salemba Infotek.
Widyanita, Fika Ayu. 2018. “Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan E-Commerce Shopee Terhadap Kepuasan Konsumen Shopee Indonesia Pada Mahasiswa FE UII Pengguna Shopee” [skripsi]. Yogyakarta (ID): Universitas Islam Indonesia.
Wirdasari, Dian. 2009. “Teknologi E-Commerce Dalam Proses Bisnis”. Jurnal SAINTIKOM. Vol. 7, No.2.
Wong, Jony. 2010. Internet Marketing for Beginners. Jakarta: Elex Media Komputindo. Zaltman Gerrald, dkk. 1993. “Factors Affecting Trust in Market Research Relationships”. Journal of Marketing. Vol. 57, No. 1.
Zulfa, Latifah, Retno Hidayati. 2018. “Analisis Pengaruh Persepsi Risiko, Kualitas Situs Web, dan Kepercayaan Konsumen
Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen E-Commerce Shopee di Kota Semarang”. Diponegoro Journal of Management. Vol.7, No.3.
www.apjii.com [13 April 2020] https://shopee.co.id/ [3 Juni 2020]
https://forms.gle/tMEoDbHDpdRfhKUR9 [12 Mei 2020]